Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11685

Gerbang Pelabuhan Punggur Dibangun, Barang Kargo Pindah ke Pelabuhan Bintang 99

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Penataan beberapa pelabuhan di Batam menjadi fokus Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tahun 2019 ini. Di antaranya mengembangkan Pelabuhan Domestik Punggur.

Setelah memberikan lahan untuk parkir, kini BP akan mengeraskan area tersebut ditambah lagi dengan memasang gerbang.

”Gerbang itu untuk penataan keluar masuk kendaraan. Selama ini, kami belum pungut retribusi, baru pass masuk saja,” kata Kepala Bidang Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam Johan Effendy, Senin (31/12) di Kantor Pelabuhan BP Batam.

Selain itu, kendaraan yang parkir inap juga belum dikenakan sewa sama sekali. Kendala yang mengurangi kenyamanan adalah banyaknya taksi yang parkir untuk menunggu penumpang di pelabuhan.

”Nanti akan ditata karena maksimal hanya 27 unit taksi yang boleh stand by menunggu penumpang. Selama ini susah mengontrolnya, maka-nya dengan gerbang akan mudah kontrolnya,” ucapnya.

Kemudian, ada sejumlah hambatan, yakni eskalator dan kloset yang rusak selama masa mudik Natal.

”Eskalator rusak karena terindikasi penumpang bawa beban yang berlebihan. Makanya kami akan buat beban berat masuk lewat lift saja. Kami juga akan menata area komersialnya,” katanya.

Sedangkan Pelabuhan Batu-ampar khusus menampung kontainer saja, karena barang kargo dipindahkan ke Pelabuhan Bintang 99 Persada di sebelah timur Pelabuhan Batuampar.

Lokasi Bintang 99

Pelabuhan Bintang 99 Persada sudah ada sejak tahun 2010. Pada tahun 2014, BP sudah ancang-ancang untuk mengembangkan Pelabuhan Batuampar dengan memanfaatkan Pelabuhan Bintang 99 Persada, namun baru bisa terealisasi saat ini.

”Pelabuhan itu konsesinya 30 tahun, jadi aset dan rekla-masi punya mereka. Artinya, pelabuhan tersebut jadi sub terminal Batuampar. Ini merupakan bagian dari penataan Batuampar agar bisa direvitalisasi dengan baik,” jelasnya.

Selama ini, kargo dan kontainer diantar ke Batuampar. Penumpukan ribuan ton dari keduanya menimbulkan kemacetan karena banyaknya truk yang menjemputnya. Sehingga membuat kesan berantakan sangat mengakar di Pelabuhan Batuampar.

”Dalam setahun ada 600 hingga 700 ribu ton kargo di Batuampar yang terdiri dari barang  konsumsi masyarakat. Sedangkan kontainer bisa mencapai 520 ribu TEUs. Untuk pengembangan pelabuhan, keduanya tidak boleh bercampur, karena ketika ramai nanti jadi macet,” ucapnya.

Dulunya, pelabuhan kargo baru ini digunakan Bintang 99 Persada sebagai pelabuhan umum, yakni kegiatan kargo dan penumpang bisa dilakukan. Namun akan ditata lagi.

Untuk jalan masuk ada di dekat Pantai Stres, namun BP akan merobohkan gudang tua milik Persero untuk membuat jalan baru menuju pelabuhan tersebut.

Untuk anggaran awal, BP akan menggunakan tambahan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 340 miliar dan Rp 100 miliar akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan di Batam.

”Tinggal menambah alat bongkar muat yang tepat se-perti crane, resteker, toploader agar bisa segera beroperasi. Kami akan kerjakan secara bertahap, target tahun depan bisa selesai,” katanya.(leo)

Pembangunan Pasar Melayu Serumpun Rampung, Seleksi Pedagang Dijamin Transparan

0

batampos.co.id – Pasar yang dibangun Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Buana Garden, Seibeduk, pembangunannya sudah rampung. Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zulkarnain mengatakan awal Januari ini akan membentuk tim seleksi pedagang.

”Setelah dapat pedagangnya, kita akan undi untuk menempati lapak yang ada,” ujarnya, Selasa (1/1).

Di pasar yang diberi nama Pasar Melayu Serumpun ini, terdapat 198 lapak. Satu pedagang yang telah diseleksi hanya boleh menempati satu lapak.

”Pedagang nanti ada dari eks PKL-PKL juga. Ini sejalan dengan program penataan PKL oleh Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi, red),” ucap dia.

Ia menjamin, seleksi pedagang akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan kelurahan dan kecamatan setempat. Pasar hanya diperuntukkan bagi pedagang.

”Kami ingin clean and clear. Tidak ada titip menitip,” tegas dia.

Seleksi akan diperketat dengan perjanjian. Jika pedagang tak kunjung menempati lapaknya paling tidak tiga hari setelah diperbolehkan berjualan, akan ditarik dan diberikan ke pedagang lain. Ia memastikan, pihaknya akan terus mengawasi jika ada kegiatan jual beli lapak. Bahkan pihaknya akan melakukan tindakan.

”Segera akan ditindak, Pak Wali ingin benar-benar pedagang yang masuk,” tambah dia.

Ia mengungkapkan, pedagang nanti hanya akan dikenakan biaya retribusi harian. Untuk meja Rp 5 ribu perhari, sementara kios Rp 7.500 perhari. Selain itu, tidak ada biaya lain, seperti biaya awal untuk menempati lapak tertentu yang dipungut pemerintah.

”Enggak ada bayar-bayar yang lain, kewajiban pedagang hanya retribusi. Bahkan, sebelum resmi dihibahkan Kemendag ke Pemko Batam, pedagang kami kasih free,” terangnya. (iza)

 

15 Menit Spektakuler di Danau Michigan

0

Banyak kota di dunia merayakan malam tahun baru dengan pesta kembang api dari gedung pencakar langit. Tidak demikian di Chicago, Amerika Serikat: pesta kembang api di atas danau.

Suhendro Boroma, Chicago

Berpose di Chicago River. (Dokumentasi pribadi)

CHICAGO, Illinois, Amerika Serikat. Hujan mengguyur ‘hometown’ mantan Presiden Obama dan Michelle Obama ini sejak pagi hari di 31 Desember 2018. Ditambah angin tiada henti di kota berjuluk Windy City ini, tubuh tak berkutik pada suhu 1 derajat celsius.

Warga kota dan turis dari berbagai negara berpayung ria dan menghangatkan tubuh dengan pakaian 4-5 lapis untuk melawan dingin dan hujan sekadar untuk mencari tempat makan malam. Beruntung sekira pukul 22.00 hujan reda. Tapi dingin tetap menusuk hingga sum-sum tulang belakang.

Dari Congress Plaza Hotel di Michigan Avenue, saya bergegas ke Navy Pier. Relatif dekat, 3,3 Km. Cukup untuk ‘pemanasan’ jalan cepat. Tapi karena masih gerimis dan dingin, taksi darling membawa ke Navy Pier dalam 15 menit.

Hanya butuh lima menit untuk tiba. Tapi karena ribuan orang menuju ke tempat yang sama, jalanan macet menjelang tiba.

Pukul 22.30 saya tiba di Navy Pier. Ribuan orang tumpek blek di dalam gedung. Semua sudut dijejali turis. Berdiri, melantai, dan antrie di pintu keluar. Sejam sebelum pukul 00.00, orang-orang sudah mengambil posisi di atap gedung melawan dingin malam.

Di situlah tempat utama menyaksikan pesta kembang api di Chicago. Orang-orang bergerombol menempati tempat terdepan. Atau lokasi strategis di atap gedung. Saya tak kebagian tempat senyaman itu.

Berbeda dengan kota-kota lain di dunia. New York merayakan malam tahun baru di Time Squere, pusat kota Manhattan. Symphony of Light di Hong Kong menghiasi gedung-gedung pencakar langit di tepi Victoria Harbor. Di Shanghai, untaian kembang api menghiasi Oriental Pearl Radio & Televison Tower.

Di Dubai, pesta kembang api memukau di Burj Khaifa, ‘si raja jangkung’ yang ‘mengcungkel’ langit setinggi 829,8 meter. Chicago punya Willis Tower, tempat menikmati seantero kota dari gedung tertinggi. Tapi pesta kembang api justru digelar di atas Danau Michigan. Mungkin inilah keunikan kota ini.

Publik merayakannya di Navy Pier. Gratis masuk, area terbuka bagi siapa saja yang ingin menikmati pesta kembang api malam tahun baru. Dengan pengamanan yang ketat tapi lancar, countdown menanti permulaan 2019 di Navy Pier berlangsung riuh.
Kembang api pertama memukau angkasa tepat di pukul 00.00.

Ribuan orang menyambutnya dengan aneka cara gembira ria. Berteriak kegirangan, berpelukan dengan kekasih, meniup terompet, atau berjabat tangan seraya mengucapkan: Happy New Year. Tetapi sebagian besar mata tak berkedip: tertuju pada untaian kembang api di angkasa Michigan Lake.

Keindahan, kemegahan dan kemeriahan bercampur kegembiraan ribuan pengunjung. Aneka untaian kembang api yang indah mempesona tersaji di angkasa. “Ditembakkan” dari atas kapal, rupa-rupa pertunjukan kembang api sambung-menyambung, menyuguhkan parade spektakuler di angkasa Danau Michigan.

Untaian kembang api arena Navy Pier beriringan dengan kembang api di Chicago River. Setidaknya empat titik: Hyatt Regency, Sheraton Grand Chicago, London House, dan Swissbel Hotel.

Bersahut-sahutan, sambung menyambung tanpa henti. Selama 15 menit. Dari ‘muara’ Chicago River, Wolf Point hingga Lake Share Drive. Sepanjang sekira 3 Km. Di fokus utama water front city Chicago yang menghadap Danau Michigan dan Sungai Chicago.

Inilah area utama “keunikan” Chicago. Gedung-gedung pencakar langit dan pusat bisnis di Chicago berapa di kawasan ini. Selain hotel-hotel bintang lima, ada Trump Tower, Michigan Plaza, dan Aple Store.

Ada juga kantor koran utama di kota ini: Chicago Tribune, stasiun televisi NBC dan FOX. Menyatu dengan Michigan Avenue, jalan protokol di Chicago, dan Millennium Park, taman luas di tepi Danau Michigan, tempat Barrack Obama melakukan pidato kemenangan setelah terpilih sebagai Presiden USA, 10 tahun silam.

Publik bisa menyaksikan pesta kembang api di sepanjang Franklin Street, Clark Street dan Wabash Avenue. Tetapi tempat utama di Navy Pier.

Seperti di New York, Hong Kong, Taipei, Shanghai, Dubai, Berlin, dan London, Chicago fokus pesta kembang api di “satu titik”. Tidak dibenarkan dilakukan di tempat lain, apalagi tersebar tak beraturan seperti di beberapa kota di Indonesia. Selain sulit bagi pengamanan, juga tidak menarik. Kembang api yang tersebar hanya memekakkan telinga.

Usai pertunjukan kembang api di ‘satu titik’, orang-orang bisa memilih merayakan malam pergantian tahun di hotel, restoran, cafe, bar, atau pulang ke rumah masing-masing. Di Chicago, sejumlah tempat menggelar pesta tahun baru dengan harga tiket paling murah Rp 1,5 juta.

Umumnya pesta tahun baru digelar di rooftop hotel-hotel sepanjang Chicago River, atau di puncak-puncak gedung pencakar langit. Antara lain di Chicago Observatori Deck dengan tiket USD 115/orang, Gibson Italia (USD 200/orang), dan London House (tiket USD 100-587 per orang).

Paling mahal harga tiket menikmati malam tahun baru Crystal Garden Celebration racikan stasiun televisi NBC5, dengan tiket USD 1,592 (setara Rp 23 juta dengan kurs USD 1 = Rp 14.500) per orang.

Untuk menikmati makan malam di atas kapal mewah di Michigan Lake di malam perhatian tahun, Odyssey Dinner Cruise menawarkan paket menarik dengan harga yang cukup “merobek” isi kantong.

Bagi yang cukup ‘bermodal’ air mineral dan kentang goreng, Navy Pier tempat idaman. Sebuah taman yang lengkap dengan tempat belanja, restoran, cafe, fasilitas liburan keluarga, pameran, dan tempat parkir yang luas. Taman seluas sekitar 5 hectare itu merupakan ‘rumah’ Chicago Children Museum dan ShakespeareTheater.

Navy Pier juga pelabuhan kapal-kapal pesiar di Michigan Lake. Danau seluas 49 ribu hektare yang mencakup wilayah Amerika Serikat dan Canada. Ketiga terluas di USA setelah Danau Superior dan Huran di West Virginia.

Boleh dikata, Navy Pier “pusat” keramaian publik di Chicago dan “pintu” untuk menikmati Michigen Lake, danau yang punya keliling 2.300 Km dan panjang 494 Km. Setiap tahun, Navy Pier dengan daya tarik utama Danau Michigan, mampu menyedot 9 juta pengunjung. Hampir setara penduduk metropolitan Chicago sebanyak 10 juta orang.

Maka, tak heran inilah tempat utama ‘pagelaran’ pesta kembang api di Chicago. Bukan semata Chi Town Rising, penggagas pesta kembang api di Navy Pear dan Chicago River itu memberi askes gratis bagi siapa saja. Pun Pemkot Chicago menggratiskan bus dan kereta bawah tanah sepanjang malam tahun baru.

Tetapi, di situlah dan itulah keunikan sekaligus keunggulan malam pergantian tahun di Chicago: Pesta kembang api di atas danau dan di sepanjang tepi sungai. Itulah yang membedakannya dengan pesta kembang api malam tahun baru di New York, Hong Kong, Singapore, Shanghai, Dubai, Berlin, atau London.

Ada baik-baiknya kota-kota di Indonesia menemu-kenali ikon uniknya. Banyak kota di Indonesia punya sungai, di tepi pantai, atau punya danau indah menawan. Keunikan masing-masing itu bisa dikembangkan menjadi ikon kota, ditata apik dan dijaga. Di sanalah event-event spektakuler masing-masing kota, semacam malam pergantian tahun digelar.

Di kemudian hari, kita berharap ada event iconic dan spektakuler di Sungai Siak yang digelar Kota Pekanbaru, di Danau Tondano oleh Minahasa, di Danau Toba oleh Sumut, Jembatan Suramadu di Surabaya, Jembatan Barelang di Batam, Jembatan Soekarno di Manado, di Pantai Losari Makassar, atau di Danau Singkarak oleh Sumbar.***

 

Yang Wajib Dibaca para Caleg

0

batampos.co.id – Matahari sudah lewat sepenggalan, namun suasana di kedai kopi Double Peach Belakangpadang masih ramai, Jumat (23/11) lalu. Puluhan warga berkelompok mengelilingi satu atau dua meja yang disatukan. Mereka sarapan di kedai kopi yang terkenal dengan sebutan kedai kopi Ameng.

Setiap pagi warga dari ragam profesi berkumpul di sana. Mulai nelayan, pedagang, hingga pegawai negeri sipil (PNS). Sambil berkumpul, mereka menikmati sarapan di kedai kopi Ameng. Menu favorit tak terlalu berat, ada roti bakar, mi goreng, dan segelas kopi susu atau teh tarik. Namun tetap ada menu makanan lainnya, termasuk aneka menu makan siang.

Mereka membincangkan macam-macam tema. Mulai dari kehidupan sehari-hari, hasil melaut selama memasuki musim angin Utara, hingga politik. Adnan, 60, turut dalam perbincangan tersebut.

Ketika sampai pada soal politik, obrolannya pun mengerucut pada calon legislatif dari Pulau Penawar Rindu itu.

Di Kecamatan Belakangpadang setidaknya ada delapan warganya yang mencalonkan diri menjadi caleg untuk DPRD Kota Batam maupun DPRD Kepri. Adnan yang namanya sudah masuk dalam DPT pun bertekad akan menggunakan hak pilihnya dengan harapan calon anggota legislatif ataupun pemimpin yang terpilih benar-benar memperjuangkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Anak bisa sekolah, anak yang sudah sekolah disalurkan untuk kerja, bantu pengangguran untuk mendapatkan kerja. Jangan sampai bapak nelayan, anak jadi nelayan juga,” katanya.

Adnan sudah dua tahun ini bekerja sebagai nelayan. Pendapatannya tidak menentu karena melaut dengan cara tradisional. Hasil tangkapan berupa ikan dan sotong dijual di Belakangpadang. Paling banyak ia mendapatkan uang Rp 150 ribu sehari. Padahal biaya operasional besar.

Karena itu, ia berharap ban­tuan pemerintah. Ia memulainya dengan membentuk Kelompok Nelayan Sejati. Anggotanya sepuluh orang. Melalui kelompok, ia bisa mendapatkan bantuan kapal dan alat tangkap. Ia juga menyelipkan harapannya pada calon legislatif yang akan maju pada pileg 2019 agar memerhatikan kesejahteraan nelayan.

“Siapa pun yang terpilih dan duduk di DPRD nanti, bantu kami. Intinya bantu peningkatan ekonomi masyarakat,” katanya berharap. Usai menyampaikan harapannya, Adnan pamit pergi. Ia pulang ke rumahnya karena ada urusan pekerjaan.

Warga Belakangpadang lainnya, Asoy alias Herman, juga memastikan akan menggunakan hak pilih pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. Meski begitu, pemilik warung kelontong di Kelurahan Tanjungsari ini tidak terlalu menaruh harapan pada wakil rakyat terpilih maupun presiden terpilih.

Menurutnya, pesta demokrasi yang diadakan setiap lima tahun sekali ini tidak terlalu banyak membawa perubahan terhadap taraf hidupnya. Atapun perubahan Pulau Belakangpadang tempat ia tinggal.

“Dulu 1999 saya pilih SBY, Belakangpadang begini juga. Lalu pilih Jokowi, begini juga. Tak banyak perubahanlah. Nanti saya coba (pilih, red) Prabowo. Kita lihatlah dulu. Apa berkembang atau tak,” ujar warga Kampung Tanjung, RT 001/RW IV ini.

Ia berharap, apapun hasil pemilu nanti, Belakangpadang bisa lebih baik. Terutama ketersediaan air bersih. Meski Belakangpadang sudah memiliki danau buatan (dam) dan penyulingan air bersih, terkadang air sulit didapatkan, terutama saat musim kemarau. Saat itu, kata Asoy, mereka terpaksa membeli air di Batam. Harganya Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per drumnya.

Salah seorang tokoh masyarakat Belakangpadang, Amry Beddu mengungkapkan, euforia Pemilu 2019 di Belakangpadang memang semarak. Tapi tidak untuk pembahasan mengenai pilihan presiden, melainkan pembicaraan tentang ada berapa warga Belakangpadang yang mencalonkan diri jadi caleg untuk pemilu nanti.

“Warga lebih memilih membahas para caleg itu daripada bahas calon presiden,” kata pria 55 tahun ini.

***

Ilustrasi suasana rapat paripurna DPRD Batam.
f Cecep Mulyana/Batam Pos

Di Batam lebih terasa semarak lagi menjelang pesta lima tahun sekali ini. Warga menyambut beragam dan penuh harapan. Berbagai harapan mereka gantungkan kepada mereka yang akan terpilih nanti.

Yuliardi Iqbal misalnya, salah seorang tenaga pengajar honorer di lingkungan Pemerintah Kota Batam berharap Pemilu 2019 bisa berjalan dengan damai tanpa kecurangan dan tanpa aksi atau sengketa terhadap hasil pemilu nantinya.

Menurut asal Sumatera Barat ini, secara pribadi pemilu tidak terlalu membawa efek langsung terhadap kehidupannya. Namun tentu berbeda bagi Batam ke depannya. Apapun hasil pemilu nanti tentu akan berdampak bagi kemajuan Batam. Sebagai kota yang tengah menjadi sorotan pusat, kota Madani diharapkan bisa lebih baik di 2019 mendatang.
Tidak saja soal investasi yang tentu memberikan dampak terhadap perekonomian di Batam, juga persoalan pencari kerja hingga kesejahteraan pegawai honorer di Batam.

“Ya kalau semua baik, pasti yang lain ikut kena imbasnya,” kata dia, Kamis (27/12).

Pada 2016, pertumbuhan ekonomi Batam memang turun menjadi 5,45 persen dan Kepri ikut turun menjadi 5,03 persen. Lalu pada 2017, pertumbuhan ekonomi Batam hanya 3,08 persen dan Kepri hanya 2,01 persen. Tetapi dalam dua triwulan pertama 2018 perekonomian Kepri sudah mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan yang cukup signifikan dengan rata-rata 4,5 persen. Namun pada triwulan ketiga 2018 (yoy), pertumbuhannya sedikit agak melambat, yaitu 3,74 persen.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan jika menyangkut pegawai honorer pasti akan berdampak langsung kepada dirinya. Pegawai honorer, lanjutnya, saat ini tengah menjadi perhatian dari pemerintah pusat. Pascaseleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) beberapa waktu lalu, persoalan nasib honorer belum jelas.

Menurut dia lagi, persoalan pegawai honorer belum tuntas, meski sebelumnya pemerintah telah menggelar tes kategori dua (K2). Hasilnya memang beberapa dari mereka sudah berhasil diangkat menjadi PNS. Namun sekarang ini pengangkatan K2 dihentikan dan digantikan PPPK.

Ia berharap honorer yang sudah mengabdi bisa mendapatkan prioritas untuk menjadi PPPK setelah penutupan seleksi CPNS

“Semoga ada banyak hal yang bisa diperjuangkan untuk kami. Terutama di dunia pendidikan,” ucapnya.

Agar harapannya terpenuhi dan wakil rakyat yang terpilih memperjuangkan nasibnya, Iqbal mengatakan sangat antusias menghadapi pemilu yang tinggal menghitung bulan. Ia juga menaruh harapan pada presiden yang bakal terpilih nanti. “Kalau pilihan sudah ada. Semoga yang menang nanti bisa membuat Indonesia lebih baik lagi,” imbuh pria 31 tahun ini.

Harapan yang sama dilontarkan Atika, honorer Pemko Batam. Ia berharap janji-janji kampanye yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa terealisasi. Namun sebelum itu, ia mengharapkan Pemilu 2019 berjalan aman dan lancar. Siapapun yang terpilih nanti bisa membawa kebaikan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga anggota dewan yang terpilih nanti benar-benar bisa menjadi penyampai aspirasi warga Batam di pemerintahan. Dan setelah pemilu semua kembali bersatu, tak ada lagi kubu-kubu atau perpecahan,” kata wanita yang sudah dua kali mengikuti pemilu ini.

Giansyah, warga Seibeduk, juga menekankan Pemilu 2019 yang damai dan aman. Tidak lagi bersinggungan soal suku, ras, agama, dan lain-lain. Sementara harapan untuk dirinya pribadi, perekonomian tidak lagi terpuruk dan lapangan kerja semakin banyak sehingga ia bisa mendapatkan pekerjaan.

“Setiap kali pemilu saya ikuti. (Harapan) Belum dipenuhi, yang saya sesalkan adalah kenapa setiap ganti kepemimpinan kebijakan selalu berubah,” katanya.

Ia pun berharap para pemimpin dan elit negeri yang terpilih agar memenuhi amanat rakyat. Tidak melupakan janji-janji yang disampaikan saat kampanye.

***

Menurut data BPS Batam, dalam periode enam tahun, jumlah angkatan kerja di Batam selalu meningkat. Pada 2012, jumlah angkatan kerja sebanyak 518.839 orang. Kemudian pada 2017, angkatan kerja menjadi 605.518 orang. Sementara pengangguran 2012 sebanyak 26.189 orang dan 2017 sebanyak 47.364 orang.

Kasi Statistik Sosial BPS Batam Nanda Muliansyah menyebutkan, meski secara nasional angka pengangguran menurun tahun ini, tetapi di Batam justru naik.

“Tingkat pengangguran di Batam per data Agustus 2018 berada pada posisi 8,93 persen. Naik sekitar satu persen dibanding 2017 lalu yang hanya pada posisi 7 persen,” ujarnya.
Sampai Agustus 2018 sebanyak 604.831 orang di antaranya merupakan angkatan kerja. Dari jumlah angkatan kerja itu, penduduk yang bekerja sebanyak 550.813 jiwa dan angkatan kerja yang belum terserap atau yang pengangguran terbuka (TPT) sebanyak 54.018 jiwa.

Penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2018 didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SMA sebanyak 229.854 orang (25,51 persen), SD ke bawah sebanyak 205.800 orang (22,84 persen), SMK sebanyak 184.948 orang (20,53 persen), lulusan perguruan tinggi 122.396 orang (13,58 persen), SMP sebanyak 109.442 orang (12,15 persen), dan terakhir penduduk bekerja yang berpendidikan Diploma ada sebanyak 48.579 orang (5,39 persen).

Tidak hanya pegawai honorer, para pelaku UMKM juga menaruh harap dan meminta nasib mereka lebih diperhatikan. Menurut Ian Junaidi, seorang pelaku UMKM yang ada di Sagulung, pemerintah maupun wakil rakyat belum begitu berpihak kepada pelaku UMKM yang ada di daerah, salah satunya Batam.

Sebagai contohnya, banyak pengusaha mikro yang tidak bisa menjalakan usahanya karena kalah bersaing. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak peduli atau tidak membantu memasarkan produk lokal ke kancah nasional maupun internasional.

“Di Batam sendiri belum banyak minimarket khusus memasarkan produk lokal. Yang banyak malah memasarkan produk dari Malaysia dan Singapura,” ujar Ian, Rabu (26/12) lalu.

Tak hanya itu, untuk Presiden dan Wakil Rakyat terpilih, Ian meminta agar melanjutkan pembangunan infratruktur di daerah, serta mengobarkan semangat untuk memberantas para koruptor. Idrus Mustaqin, 35, seorang tokoh masyarakat di Sagulung berharap pemilihan umum 2019 berjalan dengan lancar, siapun yang terpilih bisa membawa Indonesia semakin maju. Khususnya untuk Batam, ia berharap ekonomi kembali bangkit, infrastruktur semakin memadai, industri kembali menggeliat dan pariwisatanya banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.(uma/iza/une/yui)

Rumbadi Dalle, Mantan Wartawan Tempo di Batam Meninggal

0
Kondisi terakhir Rumbadi Dalle.
foto: viral

batampos.co.id – Seorang wartawan senior Kota Batam, Rumbadi Dalle, wafat pada awal tahun 2019, tepatnya Selasa (1/1/2019). Ia meninggal di ruang rawat sebuah RS swasta di Batam, sekirat pukul 13.00.

Kabar itu sungguh mengejutkan sebab kabar beredar melalui grup whatsapp baru saja muncul, babe demikian kami menyapa ia, sedang dirawat di RS.

Tak lama kemudia dikabarkan ia meninggal.

Babe dikenal sebagai wartawan Tempo di Batam. belakangan ia menjadi dosen hukum di kampus swasta di Batam.

Babe meninggal dunia pada usia 62 tahun. (ptt)

Bupati Lingga Minta PT SSLP Kembalikan Sertifikat Warga

0
ilustrasi

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello meminta Direktur Utama PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP) inisial BP, segera mengembalikan 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga setelah ditetapkan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya sebagai tersangka tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam akta otentik dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 266 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Alias Wello meminta pengembalian 400 sertifikat itu setelah menerima laporan dari Kepala Desa Linau, Musdar, bersama belasan perwakilan tokoh masyarakat terkait penahanan sekitar 400 persil sertifikat tanah warganya oleh Direktur Utama PT. SSLP sejak tahun 2004 lalu. Berdasarkan informasi warga, luas tanah dalam 400 persil sertifikat itu, sekitar 200 hektar atau masing – masing sertifikat memiliki luas 0,5 hektar.

“Saya baru mendapat laporan dari Kepala Desa Linau bersama tokoh-tokoh masyarakatnya bahwa sertifikat tanahnya sampai hari ini masih ditahan perusahaan. Padahal, sertifikat itu adalah hak masyarakat setempat. Karena itu, saya minta Direktur Utama PT. SSLP segera mengembalikannya tanpa syarat apapun,” tegas Bupati Lingga, Minggu (30/12) pagi.

Bupati yang akrab disapa Awe itu menambahkan, setiap perusahaan perkebunan yang telah memiliki Izin Usaha Perkebunan (SIUP), wajib membangun kebun untuk masyarakat paling rendah seluas 20 persen dari total luas areal kebun yang diusahakan oleh perusahaan.

Alias Wello juga mengaku telah minta semua data terkait perkara tersebut sebagai bahan untuk mengambil langkah-langkah hukum jika manajemen perusahaan yang bersangkutan tidak kooperatif. Bahkan Alias Wello akan mengambil langkah untuk berkoordinasi dengan penegak hukum untuk mendapatkan kembali 400 persil sertifikat tanah warga Desa Linau tersebut.

Untuk memastikan penetapan tersangka Direktur Utama PT. Sumber Sejahtera Logistik Prima (SSLP) oleh Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, wartawan koran ini berhasil menghubungi Kanit 2 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Samian, Senin (31/12) melalui HP. Dalam konfirmasi tersebut, Samian mengatakan saat ini telah menangani kasus PT SSLP.

“Betul saat ini kami menangani kasus tersebut, dan telah menetapkan tersangka,” ujar Samian. (wsa)

Hal yang Bikin Rakyat Tak Percaya pada Pemimpinnya

0
Rapat paripurna di DPRD Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemilu 2019 diikuti 16 partai politik. Di Batam Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menetapkan 691 daftar calon tetap (DCT) anggota DPRD Kota Batam pada Pemilu tahun 2019. Mereka berasal dari 16 partai politik dan akan memperebutkan 50 kursi DPRD Batam.

“Nah, saat ini total ada 691 calon yang tercatat pada DCT di Pemilu 2019. Meningkat 94 calon atau 16 persen dibanding Pemilu 2014 dengan jumlah caleg sebanyak 597,” ujar Komisioner Divisi Teknis KPU Kota Batam, Zaki Setiawan.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau pada pengumuman dengan nomor 07/HM.02.d-sd/21/Prov/IX/2018 tentang Daftar Calon Tetap DPRD Provinsi Kepulauan Riau pada Pemilu tahunn 2019 menetapkan daftar Calon Tetap (DCT) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri pada Pemilu 2019 mendatang sebanyak 534 caleg. Sebanyak 335 orang caleg pria dan 208 caleg perempuan atau 38,31 persen.

Caleg terbanyak dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat. Masing-masing memiliki 45 caleg. Sementara paling sedikit dariPartai Garuda 3 caleg dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia dua caleg.

Pengamat kebijakan publik dari Polteknik Negeri Batam, Muhammad Zainuddin mengatakan melihat hasil survei ada kecenderungan tingkat kepercayaan masyarakat kepada partai politik, wakil rakyat, ataupun pemimpin yang terpilih kurang baik.

Menurut Zainuddin, hal itu bisa dipahami sebab tidak sedikit wakil rakyat yang terjerat kasus hukum karena terlibat korupsi. Baik yang tertangkap oleh KPK, Kejaksaan, maupun oleh kepolisian.

“Kemudian banyak wakil rakyat yang belum memenuhi aspirasi konstituennya dan masyarakat. Itulah dua hal yang membuat kepercayaan pada elit atau pemimpin berkurang,” ujar Zainuddin kepada Batam Pos, Kamis (27/12).

Berkurangnya tingkat kepercayaan masyarakat, lanjut dia, menjadi tantangan bagi calon legislatif jika terpilih nanti pada Pemilu 2019. Wakil rakyat yang terpilih, harus membuktikan janji-janjinya. Tidak boleh lagi banyak beretorika. Begitupun di level pilpres.

“Harus dibuktikan. Karena tahun 2019 ini adalah tahun pembuktian,” ujarnya.

Menurut Zainuddin lagi, masyarakat sudah berpengalaman dan melihat sendiri bagaimana kinerja wakilnya yang duduk di gedung dewan. Mulai sejak zaman reformasi hingga kini sehingga masyarakat cukup referensi. Berdasarkan pengalaman itu, masyarakat harus memilih wakil mereka yang benar-benar bisa memenuhi harapan.

“Harapan pada masyarakat, daerah, maupun negara,” katanya lebih lanjut.

Untuk memilih wakil rakyat maupun pemimpin yang akan memenuhi harapan, ungkap dia, masyarakat bisa melihat karakater atau perilaku para caleg. Caranya dengan melihat elektabilitasnya. Orang yang memiliki elektabilitas tinggi adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Dikenal baik oleh masyarakat luas karena terbukti memiliki kinerja yang baik, berprestasi di bidang tertentu, dan memiliki rekam jejak yang positif di bidangnya.

“Lihat track record-nya. Apakah wakil rakyat benar-benar ingin berjuang untuk masyarakat. Bukan menjadi anggota dewan untuk sekadar mencari pekerjaan,” jelas dia.

Bila seorang caleg ingin menjadi wakil rakyat demi mencari pekerjaan atau mendapatkan proyek, Zainuddin menilai bahwa caleg tersebut belum selesai untuk dirinya. Sehingga belum siap bekerja untuk masyarakat dan memenuhi aspirasi rakyat.

“Jadi caleg harus sadar, lebih hati-hati. Harus tunjukkan dia mampu dan buka sekadar mampu. Harus siapkan dirinya untuk pengabdian,” ujarnya. (uma/yui/iza/une)

Kaji Pemberian Keringanan Pajak

0

batampos.co.id – Pemerintah berupaya memacu kinerja ekspor barang, termasuk hasil pertanian dan perkebunan. Saat ini pemerintah tengah menggodok aturan pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produk pertanian.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) membatalkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2007. Hal itu membuat produk usaha pertanian, perkebunan, dan kehutanan kembali dikenai PPN. Pembatalan perpres tersebut bermanfaat bagi petani tandan buah segar. Sebab, petani bisa melakukan restitusi pajak masukan.

Namun, bagi petani lain yang hasil produknya tidak diolah dalam bentuk biji atau buah segar, putusan tersebut memberatkan.

’’Saya belum berani menjelaskan. Tapi, kami mau mencari cara membantu petani-petani penghasil bumi supaya mereka lebih ringan,’’ kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution akhir pekan lalu.

Darmin belum bersedia menjelaskan secara terperinci aturan yang akan diubah. Yang jelas, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk merevisi aturan pembebasan PPN. Dengan keringanan PPN, diharapkan kinerja ekspor barang meningkat dan mendorong penekanan defisit transaksi berjalan.

Menurut Darmin, pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak pemberian keringanan pajak tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika petani diberi keringanan, hasil pertanian dan perkebunan lokal lebih mempunyai daya saing di pasar ekspor. Harganya juga akan lebih murah jika dikonsumsi untuk kebutuhan dalam negeri.

Pada kesempatan terpisah, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, pemerintah juga akan mengeluarkan aturan baru mengenai PPN. Keringanan PPN itu bakal diberikan untuk meningkatkan ekspor jasa. Sebab, defisit transaksi jasa juga cukup menekan defisit transaksi berjalan Indonesia.

Menurut Robert, pemerintah berencana membebaskan pengenaan PPN terhadap beberapa jenis usaha di bidang jasa.

’’Jadi, supaya bisa kena 0 persen PPN,’’ kata Robert.

Saat ini usaha di bidang jasa yang sudah dibebaskan dari PPN, antara lain, jasa kons­truksi, maklon, serta ja­sa perbaikan dan perawatan. Me­nurut Robert, akan ada 6–7 bi­dang usaha lagi yang dapat dibebaskan dari PPN. Namun, dia tidak memerinci sektor mana yang potensial untuk diberi keringanan. (rin/c19/fal/jpg)

Dapur Hong Kong Town Kepri Mall Terbakar

0
Api membara di dapur resto Hong Kong Town Kepri Mall, (1/1/2019)

200 Pemilih Pemula Tak Punya e-KTP KPU Tunggu Kebijakan Pusat

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam masih menunggu kebijakan KPU pusat, solusi untuk pemilih pemula yang sudah berusia 17 tahun telah melakukan perekaman, namun belum mendapatkan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) hingga hari Pemilihan Umum (Pemilu).

Komisioner KPU Kota Batam Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Muhammad Sidik mengatakan, hingga saat ini syarat utama untuk mengikuti Pemilu adalah KTP elektronik. Sementara masih banyak pemilih pemula sudah melakukan perekaman, namun e-KTP-nya belum ada.

“Seperti di Belakangpadang, lebih dari 200 pemilih pemula sudah punya hak tapi belum punya KTP, sangat disayangkan sekali jika suara mereka tidak tersalurkan,” ujar Muhammad Sidik kepada Batam Pos, Minggu (30/12/2018).

Sidik mengatakan, akan menyampaikan masalah ini ke provinsi dan selanjutnya akan dilaporkan ke KPU pusat untuk dicarikan solusinya.

“Biasanya ada surat edaran untuk mengatasi masalah seperti ini,” kata Sidik.

Ia menjelaskan, masalah seperti ini merupakan keluhan masyarakat saat KPU sosialisasi pemilu.

“Itulah gunanya KPU sosialisasi kepada masyarakat, KPU terima banyak keluhan dan masukan dari masyarakat juga,” sebutnya.

Menurut Sidik, masalah ini juga disampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Sehingga nantinya Disdukcapil segera membantu menyelesaikan masalah ini.

Sidik menyebutkan, tidak berani mengatakan surat keterangan dari KPU Batam bisa digunakan, sebab dari Peraturan KPU (PKPU) hingga hari ini syaratnya adalah KTP elektronik bukan yang lain.

“Kita tunggu saja kebijakan apa yang akan dikeluarkan oleh KPU pusat,” katanya.

Sidik mengingatkan bagi masyarakat yang sudah memiliki KTP namun belum terdaftar, tetap bisa memilih dengan membawa KTP saat hari pemilihan dengan melapor kepada panitia TPS (Tempat Pemungutan Suara).

“Ada surat suara tambahan 2 persen dari setiap TPS. Maksimal setiap TPS ada 300 pemilih jadi disediakan sekitar 6 surat suara untuk pemilih yang belum terdaftar tersebut setiap TPS,” ujarnya. (cr1)