Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11688

Pemko Batam akan Tingkatkan Daya Saing Pasar Tradisional Milik Pemerintah

0

batampos.co.id – Sudah bukan rahasia lagi kalau pasar pemerintah yang ada di Batam kondisinya mati suri dan tak diminati oleh pedagang dengan beberapa alasan.

Seperti misalnya Pasar Seroja yang ada di Dapur 12 Sagulung serta Pasar Hang Tuah di Batubesar.

Kedua pasar yang dibangun bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar tersebut, saat ini hanya menjadi bangunan pajangan saja.

Untuk itu, Kepala Disperindag Kota Batam, Zarefriadi menegaskan, pihaknya tahun depan akan fokus untuk menghidupkan kembali aktivitas pasar pemerintah dengan beberapa terobosan.

“Untuk upaya menghidupkan kembali pasar pemerintah yang memang sudah lama tak diminati masyarakat pedagang, kami sudah melakukan terobosan seperti menggandeng beberapa distributor pangan, serta Bulog untuk memasok bahan pangan yang bisa dijual pedagang di pasar pemerintah. Ini sudah berjalan sejak Agustus lalu,” ujar Zarefriadi beberapa hari lalu.

Zaref juga berharap kepada Bulog untuk bisa meningkatkan peran Rumah Pangan Kita (RPK) yang merupakan programnya, suapya masyarakat terdekat mudah mendapatkan komoditas bahan pangan.

“RPK itu kan di setiap kelurahan bahkan setiap RW ada. Inilah upaya yang sudah kami jalankan agar ada peningkatan kondisi pasar ataupun upaya menekan kelangkaan bahan pangan dan menekan melambungnya harga komoditas pangan supaya tetap stabil,” terangnya.

Untuk tahun depan, Zarefriadi tak hanya fokus tetap mencari partner dari distributor pangan swasta agar tetap mau berjualan atau memasok bahan pangan di pasar pemerintah.

“Memang pasar pemerintah kalah jauh dibandingkan dengan pasar-pasar swasta. Pertama memang pasar swasta lokasinya strategis. Tapi itu bukan alasan pasar pemerintah mati suri. Kami juga akan fokuskan kebersihan pasar agar pengunjung nyaman dan melirik pasar pemerintah. Satu lagi, kami berusaha agar lapak yang ada, semua bisa dipenuhi oleh penjual yang tentunya sewa lapaknya jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar swasta yang ada,” ujar Zarefriadi.

Pihaknya juga akan meningkatkan fasilitas atau infrastruktur seperti perbaikan kembali sekaligus pembersihan toilet pasar yang rusak.

“Kalau kondisi pasar bersih, nyaman, semua fasilitas pendukung ada, komoditas bahan pangan yang dijual pun lengkap, pastinya pasar akan dilirik masyarakat selaku pembeli. Itulah yang akan kami lakukan untuk pembenahan pasar pemerintah,” terang Zaref, panggilan akrabnya.

Pantauan Batam Pos di Pasar Hang Tuah, banyak kios maupun lapak jualan yang kosong tak difungsikan. Ada juga pedagang di pasar tersebut tapi jumlahnya hanya beberapa saja.

Begitu juga waktu berjualannya di pasar tersebut tak seperti saat awal beroperasi yakni pagi hingga sore hari. Saat ini waktu berjualan pasar tersebut, siang haris sudah sepi. Banyak pedagang yang tutup.

Seperti yang dikatakan oleh salah satu warga Batubesar, Abdulrahman misalnya. Sewaktu awal beroperasi hingga beberapa bulan berjalan, aktivitas perniagaan di Pasar Hang Tuah selalu ramai pedagang maupun pembeli. Sebab dari kios dan lapak yang tersedia, hampir semuanya penuh dipakai pedagang berjualan.

“Sekarang ini masyarakat bisa tengok sendirilah, gimana kondisi Pasar Hang Tuah. Memang masih ada beberapa pedagang yang berjualan, tapi jumlahnya hanya beberapa pedagang saja, seperti bukan pasar saja. Selain sepi pedagang, masyarakat di Batubesar lebih memilih berbelanja di pasar kaget yang buka mulai sore hari. Ada juga yang pilih pergi ke Pasar Botania 1,” ujar warga yang aktivitas sehari-harinya sebagai mekanik di bengkel motor ini.

Hal yang sama juga dikatakan oleh salah satu warga Perumahan Family Dream Batubesar, Salim. Dulunya saat pasar awal beroperasi, dirinya bersama rekan kerjanya selalu nongkrong, kongkow sembari ngopi di kedai kopi yang berjualan di kios Pasar Hang Tuah. (gas)

Bandara Hang Nadim Diperketat

0

batampos.co.id – Pengamanan Bandara Internasional Hang Nadim Batam diperketat menjelang Tahun Baru 2019 dengan menerapkan sistem buka tutup di pintu terminal keberangkatan. Peningkatan pengamanan bandara tersebut, salah satunya untuk mengantisipasi penyelundupan narkoba yang biasanya marak menjelang pergantian tahun.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso menjelaskan bahwa sistem buka tutup diterapkan ketika penumpang ramai dan berdesak-desak masuk ke terminal keberangkatan.

”Jadi begini, saat penumpang ramai kami persilakan lima orang masuk dulu, agar petugas dapat memaksimalkan pemeriksaan, pengawasan, dan pengamanan. Lalu setelah lima orang masuk, disilakan lagi lima orang lainnya masuk,” jelas Suwarso, Selasa (25/12).

Suwarso mengatakan dari beberapa kasus penyelundupan narkoba, beberapa kali kurir sabu memanfaatkan saat calon penumpang berdesak-desakan untuk masuk ke terminal bandara. Suwarso tidak ingin celah tersebut dimanfaatkan para kurir sabu.

”Saat berdesak-desakan terkadang petugas menjadi lalai. Makanya kami antisipasi dengan sistem ini (buka tutup, red),” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, apabila penumpang terlalu ramai maka petugas bandara akan membuka dua pintu masuk ke dalam terminal bandara. ”Lihat sekarang ada dua pintu kami buka, agar mengurai penumpukan penumpang di satu tempat,” sebutnya.

Berkaca pada tahun lalu, kurir sabu banyak ditangkap akibat ingin membawa barang haram itu keluar Batam. Dari pemeriksaan dilakukan pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN), sabu itu rencananya untuk memenuhi permintaan di malam pergantian tahun baru.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Pol Eko Daniyanto saat diwawancara Batam Pos, beberapa waktu lalu, menyebutkan narkoba jenis sabu banyak diselundupkan dari Batam dibawa keluar.

”Pada 26 November lalu kami amankan sabu 7 kilogram dari Simpang Dam, Mukakuning, Batam. Sabu tersebut rencananya akan dibawa ke luar Batam untuk pasokan Tahun Baru,” jelasnya.

Dia mengaku sudah mewanti-wanti jajaranya untuk mengetatkan pengawasan terhadap jalur masuknya sabu ke Indonesia menjelang tahun baru. Salah satunya Batam menjadi perhatian Mabes Polri karena termasuk daerah perlintasan dan pintu masuk sabu dari luar negeri ke Indonesia.

”Kami telah membentuk satuan tugas dan satuan tugas khusus. Dan telah ditempatkan di beberapa tempat yang kami anggap rawan penyelundupan narkoba,” tuturnya.

Eko mengatakan Mabes Polri juga bekerja sama dengan Bea dan Cukai (BC) untuk dapat mengawasi jalur masuknya sabu. ”Pengawasan di bandara, pelabuhan internasional kami perketet. Kerja sama dengan instansi lainnya juga kami lakukan,” terangnya. (ska)

Musim Angin Utara, Pasokan Ikan Menipis

0
Stok ikan menipis di lapak penjual ikan di pasar Botania 1, Batam Centre, Batam. (Bobi/JawaPos.com)

batampos.co.id – Kuatnya hembusan angin dari arah utara membuat aktivitas nelayan  di Batam dan daerah lain di Kepulauan Riau (Kepri) menjadi terbatas.

Hal itu berujung pada stok ikan yang berkurang di pasar.

Kekurangan stok ikan sudah dirasakan oleh para pedagang. Namun demikian, mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, karena kondisi ini berlangsung hampir tiap tahun.

“Kami jual apa yang ada saja, tidak bisa kita ubah karena ini faktor alam,” kata Sri Diana, 27, salah satu pedagang ikan di Pasar Botania 1, Batam Centre, Batam pada Senin (24/12/2018).

Meski stok ikan, khususnya ikan laut jauh berkurang, tidak kemudian membuat harga ikan memgalami kenaikan signifikan. Sri menjelaskan bahwa harga ikan masih dalam kategori normal.

Kalau pun ada kenaikan itu hanya berkisar di angka Rp 5 ribu dari harga normal. “Harga belum naik sedikit, tapi ikannya yang tidak ada,” kata Sri lagi.

Saat ini, Sri menjual harga Ikan Kaci berada diangka Rp 45 ribu per kilogram, sementara untuk ikan kerapu mati, dijual seharga Rp 35 ribu per kilogram. Selain jenis ikan tersebut, di lapak miliknya masih ada beberapa jenis ikan laut dan darat, seperti Ikan Kembung dan Selar.

Sri tidak menjelaskan secara keseluruhan, hanya saja ia mengatakan kondisi harga ikan di lapak miliknya masih normal dan tidak mengalami kenaikan signifikan. Sebaliknya ia terkadang justru menjual dengan harga yang lebih murah karena ingin lebih cepat menutup lapaknya.

“Ikannya sedikit, tidak banyak yang bisa dijual juga, kadang ada yang beli borongan, dikasi juga. Tidak apa-apa lebih murah sedikit,” kata Sri lagi.

(bbi/JPC)

Waspadai Kejahatan Jalanan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Jumat (21/12) lalu Polda Kepri memusnahkan sejumlah barang bukti tindak kejahatan yang ditangani Polda Kepri sepanjang tahun 2018. Pemusnahan barang bukti juga dilaksanakan secara serentak di seluruh Polres dan Polresta di jajaran Polda Kepri.

Barang bukti kasus yang dimusnah-kan hari itu terdiri 6.481,59 gram sabu, 2.225 butir ekstasi dan 4.109 botol minuman keras (miras). Ribuan butir ekstasi dan sabu-sabu dihancurkan dalam mesin incenerator. Sementara ribuan botol miras dilindas dengan tandem roller. Barang bukti tersebut hasil tangkapan polisi sepanjang 23 November 2017-19 Desember 2018.

Pemberantasan peredaran narkoba di Kepri memang menjadi salah satu fokus Polda Kepri yang dipimpin Irjen Andap Budhi Revianto. Sebab narkoba menimbulkan masalah sosial. Ia telah memerintahkan jajarannya, agar giat menangkap pelaku dan mencegah peredaran narkoba di Kepri.

“Ke depannya, kami akan terus meningkatkan pengamanan dan pengawasan di Kepri. Dan tentunya akan bersinergi dengan instansi lain, agar penindakan ini lebih maksimal,” kata Kapolda, Jumat (21/12/2018) pagi.

Andap mengatakan, sepanjang tahun 2018 ini secara umum kondisi Kepri relatif aman. Namun situasi menjelang Natal dan pergantian tahun berubah karena meningkatnya intensitas kegiatan masyarakat. Terutama mobilitas moda transportasi dan meningkatnya permintaan kebutuhan pokok. Kondisi ini memunculkan potensi kerawanan.

Andap mengatakan Polri telah menginventarisir beberapa potensi kerawanan pada tahun 2019 mendatang. Di antaranya kejahatan konvensional seperti potensi aksi terorisme, sweeping ormas, dan aksi intoleransi. Kemudian kecelakaan moda transportasi, ketersedian dan stabilitas harga pangan, serta kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Potensi kejahatan konvensional itu didominasi kejahatan jalanan. Seperti begal, premanisme, maupun aksi street crime seperti pencurian dan pencopetan. Untuk pencegahan, upaya cipta kondisi seperti operasi zebra dan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran kejahatan jalanan, premanisme, penertiban penyakit masyarakat, telah dilaksanakan.

“Namun demikian, keberadaan pos-pos pelayanan dan pengamanan tetap harus dilakukan,” sambungnya.

Di samping itu, penegakan aturan tempat hiburan dan penjualan minuman beralkohol perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat. Terkait aksi terorisme, peran Satgas Antiteror Polda dan jajaran perlu ditingkatkan.

“Terhadap potensi aksi sweeping oleh ormas tertentu, perlu dilakukan imbauan kepada para tokoh ormas agar tidak melakukan upaya sweeping melainkan melaporkan kepada pihak kepolisian,” katanya.

Sedangkan dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan yang dipengaruhi kelancaran suplai dan distribusi, agar seluruh jajaran terus melakukan pendampingan dan operasi pasar secara bersama dengan instansi terkait. Jika perlu lakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku penimbunan, monopoli, dan mafia pangan secara tepat dan tidak menimbulkan dampak kontraproduktif.

“Sesuai amanat dari Kapolri, meminta jajaran kepolisian daerah untuk melakukan penindakan tegas terhadap pelaku penimbunan, monopoli, mafia pangan,” ucap Andap.

Lalu bagaimana situasi keamanan dan kejahanan yang patut diwaspadai tahun 2019? Kapolda mengatakan untuk melihat gambaran situasi keamanan dan tindak kejahatan yang akan terjadi sederhana saja. Pertama, bisa dilihat dari catatan kejahatan yang telah terjadi. “Bagaimana tren dan gelagatnya,” ucapnya.

Kedua secara regional harus memperhatikan perkembangan lingkungan strategis yang akan memberikan pengaruh. Melihat kondisi geografis, itu akan melahirkan bagaimana strategi dan kebibajakan untuk mengamankan wilayah.

Menurut catatan Polda Kepri, laporan kejahatan konvensional selama semester 2018 sebanyak 2.599 kasus dan dituntaskan 1.720 kasus. Selama periode tersebut kasus yang menonjol yakni pencurian biasa 377 kasus, pencurian kendaraan bermotor 242 kasus, penipuan 241 kasus, penganiayaan ringan 222 kasus, dan pencurian dengan pemberatan 188 kasus.

Sementara tindak pidana narkoba yang ditangani Ditresnarkoba Polda Kepri dan Satresnarkoba jajaran Polda Kepri sampai pertengahan Desember 2018 sebanyak 432 kasus. Penyelesaian perkara 377 kasus.

Dengan tersangka 631 orang, terdiri dari 619 Warga Negera Indonesia dan 12 orang warga negara asing.

Jumlah barang bukti ganja 28.814,04 gram, sabu 174.341,54 gram, ekstasi sebanyak 29.898 butir, heroin 94 gram, katinon 50.100 gram, happy five 318 butir, pil PCC 90 butir, ketamin 1.730 gram, serta obat dan kosmetika berbahaya 198 jenis.

Adapun tahun 2017, kinerja jajaran kepolisian di Kepri selama 2017 terbilang bagus. Lihatlah kasus kriminalitas yang berhasil dituntaskan. Dari 3.815 kasus, sebanyak 2.154 kasus di antaranya berhasil diselesaikan.

Sepanjang tahun 2017, ada lima kasus kejahatan paling menonjol di Kepri. Pertama, kasus pencurian biasa 597 kasus. Kedua, kasus pencurian kendaraan bermotor 377 kasus. Ketiga, penganiayaan ringa 336 kasus. Keempat, kasus penipuan 275 kasus. Dan kelima, kasus penggelapan sebanyak 254 kasus.

Penyelesaian kasus tahun 2017 meningkat dibandingkan 2016. Tahun 2016 Polda Kepri dan jajarannya menangani 4.623 kasus kriminal dan berhasil mengungkap 1.649 kasus.

***

Di tingkat Kota Batam, hingga semester pertama 2018 sebanyak 1.966 laporan kasus yang diterima Polresta Barelang dan jajarannya. Dari 1.966 laporan tindak kejahatan tersebut, sebanyak 1.282 kasus berhasil diselesaikan. Kasus yang mendominasi selama periode tersebut yakni pencurian.

Kasus pencurian mulai dari pencurian biasa 274 kasus, pencurian dengan pemberatan 81 kasus, pencurian ringan 47 kasus, dan pencurian dengan kekerasan 36 kasus. Kasus lainnya yang menonjol yakni penipuan 201 kasus, pencurian kendaraan bermotor 194 kasus, dan penganiayaan ringan 189 kasus.

“Kasus yang paling mendominasi di Batam itu adalah kasus tradisional atau street crime, seperti pencurian motor, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Hengki ketika ditemui di ruangannya di Mapolresta Barelang, Baloi, beberapa waktu lalu.

Adapun selama 2017, tercatat sebanyak 2.711 kasus kriminal yang ditangani kepolisian, mulai dari polsek-polsek hingga kasus yang ditangani langsung Satuan Reskrim Polresta Barelang. Dari jumlah itu, sebanyak 1.428 kasus berhasil dituntaskan.

Dari kasus kejahatan tersebut, didominasi kasus pencurian. Baik pencurian biasa, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian dengan pemberatan. Pencurian biasa sebanyak 425 kasus, pencurian dengan kekerasan 103 kasus, dan pencurian dengan pemberatan 77 kasus. Kemudian kasus lainnya yang mendominasi yakni penganiayaan ringan 272 kasus. Menyusul kasus curanmor 270 kasus.

Berikutnya, kasus penipuan 211 kasus serta penggelapan sebanyak 191 kasus. Sementara tindak kriminal yang tergolong berat seperti pembunuhan, di 2017 hanya ada empat kasus. Dua kasus sudah berhasil diungkap.

“Kalau kasus pemerkosaan ada empat, semua sudah tuntas,” kata Hengki.

Pada 2016, kasus tindak kriminal yang ditangani jajarannya mencapai 3.054 kasus. Sebanyak 1.862 kasus tuntas ditangani. Sedangkan 2017 jumlah kasus kriminal, hanya 2.711 kasus dan 1.428 kasus berhasil dituntaskan.

“Memang tindak kriminal faktor besarnya di Batam dipengaruhi kondisi ekonomi yang lagi down di awal tahun (2017) dan banyaknya jumlah pengangguran, harusnya tahun (2017) ini jumlah kasusnya lebih banyak. Nyatanya tidak, justru menurun,” katanya.

***

Berbicara mengenai hubungan sosial kemasyarakatan, Sekretaris Komisi IV DPRD Batam Udin P Sihaloho menyebutkan, Batam merupakan pandangan Indonesia secara mini. Masyarakatnya yang heterogen mampu hidup berdampingan. Beda agama, suku, ras, dan masing-masing antar golongan, tapi tidak ricuh. Jauh dari intoleransi.

“Heterogen tapi tidak ricuh. Sepanjang 2018 ini, kasus-kasus intoleransi dan SARA sangat nihil. Para pendatang tetap menghargai budaya Melayu. Ibarat peribahasa, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Budaya Melayu yang paling melekat adalah santun, sifat dan sikap awal dari nenek moyang kita,” jelas Udin.

Menurutnya, warga Batam adalah warga Batam. Karakternya, sudah ada pembauran. Pernah melewati ricuh antar suku puluhan tahun silam, tapi sekarang, seiring berjalannya waktu, kini hidup berdampingan, mengutamakan persatuan dan kesatuan di kota ini.

“Batam ini kan masih kota industri yang diidam-idamkan. Akan banyak multieffect sebenarnya kalau persatuan dan kesatuan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.

Kehidupan sosial tenteram, keamanan kawasan terjaga, maka akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi juga. Pasti meningkat. Investor bertambah. Batam kembali dilirik. Bisnis UKM pun pasti menggeliat. Itu pasti,” papar Udin.

Udin pun berharap, di 2019 mendatang, hubungan sosial kemasyarakatan di Batam harus tetap terjaga. Sebab menurutnya, Batam sekarang ini bukan milik satu suku. Banyak perantau yang datang bertujuan mencari kesejahteraan.

“Bekerja cari nafkah. Nah, untuk mencari nafkah inikan dibutuhkan investor yang membuka lapangan kerja. Investor tertarik ke Batam, ya Batam harus tetap aman,” jelasnya lagi.

Apalagi, tambah Udin, tahun 2019 ini, menjadi tahun yang paling sensitif karena pesta akbar lima tahunan negara, Pemilu pada April mendatang. Berkaca dari Pemilu 2014, warga seperti terpecah menjadi tiga kubu: Apatis, pro, dan kontra calon incumben. Masyarakat rentan terpancing lewat pemberitaan khususnya yang tersaji di media sosial dan juga berita-berita online.

Pria yang menjadi anggota legislatif sejak 2009 lalu kini mencalonkan diri kembali menyebutkan dalam pesta demokrasi kali ini, masyarakat harus lebih jeli dan pintar melihat situasi. Demikian juga para elit politik, harus menyikapinya dengan sukacita dan jangan terpancing emosi.

“Kepada para elit, pejabat, pengusaha atau siapa pun, jangan beri statement-statement yang memancing atau memperkeruh suasana hubungan sosial kemasyarakatan. Beri pendidikan politik yang sebenarnya. Ini menjadi cara yang edukatif dan elegan untuk memberi pemahaman mumpuni kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, di bidang sosial, di 2019 mendatang, permasalahan pengangguran sangat erat kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Ketika kebutuhan hidup tak terpenuhi, maka orang akan rela berbuat apa saja untuk memenuhinya. Salah satunya dengan perbuatan kriminal.

“Untuk mengatasi ini, BP, Pemko, legislatif sebagai pembuat kebijakan, unsur keamanan dan para tokoh agama dan pemuda, serta seluruh pihak terkait harus sama-sama sejalan meningkatkan keamanan, menangkal isu SARA, demi pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat,” pinta Udin.

Dia berharap di 2019 sebagai puncak pesta demokrasi ini, Batam lebih maju lagi. Ada pelibatan kaum milenial dalam mengkampanyekan persatuan dan kesatuan dan juga meneriakkan pelaksanaan Pemilu yang harus aman dan tertib.

Sementara itu, Wali Kota Batam Rudi mengatakan sejatinya masalah keamanan merupakan tugas utama kepolisian. Namun pemerintah daerah juga turut andil.

“Kalau Kapolda sudah jamin, aman itu semua. Tugas utama pemda bukan soal keamanan tapi membangun Batam,” ucapnya.

Akan tetapi, pihaknya akan bergandengan tangan dengan kepolisian agar keamanan Batam tetap terjaga. Maka dari itu, ia mengaku kerap mengajak masyarakat untuk menjaga Batam. “Batam ini harus kita jaga sama-sama. Kalau semua punya rasa memiliki Batam, saya kira akan aman,” imbuhnya.

Soal ini, ia mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi melalui gerakan moral dan sosial melalui hastag #BataMiliKita. Bahkan, setiap kesempatan bertemu masyarakat, mantan polisi ini kerap mengajak langsung masyarakat berpartisipasi menjaga Batam.

“Kami minta bantuan bapak-ibu juga, sama-sama jaga Batam,” ajak Rudi dalam pertemuan dengan guru swasta se Batam di Golden Prawn, belum lama ini.

Lain kesempatan, ia menerangkan Batam merupakan daerah yang beragam etnis, agama, suku, juga profesi. Jika dikelola dengan baik potensi ini akan membawa kebaikan untuk Batam.

“Harus ada satu tekad yang menyatakan kita harus bersatu. Sering saat berpidato saya bertanya, Batam ini milik siapa, jawabannya Batam milik kita. Kita semua harus bergandengan tangan,” tegasnya.

Tidak hanya soal keamanan, tagar #BataMiliKita bisa diaplikasikan aspek lain seperti menjaga kebersihan lingkungan, kesadaran untuk tidak membuat bangunan di atas drainase, tidak merusak taman yang telah dibuat, tak menempel atau memaku iklan di batang pohon, menjaga fasilitas umum, dan tidak melakukan aksi vandalisme. Parkir pada tempatnya, tidak memakai pedesterian untuk kegiatan selain pejalan kaki, juga bisa masuk dalam gerakan moral #BataMiliKita ini. (iza/cha/uma)

Bu Menteri @susipudjiastuti, BC Kepri Berhasil Tegah Penyelundupan Benih Lobster

0

batampos.co.id – Kanwil DJBC Khusus Kepulaian Riau dan KPU BC Tipe B Batam berhasil menegah pengangkutan baby lobster keluar dari daerah pabean Indonesia,
disekitar perairan Pulau Patah, Senin (24/12/2018).

Mendapat info dari masyarakat sekira pukul 9:30 WIB, pada hari Senin itu, kapal patroli laut Bea Cukai melihat HSC (High Speed Craft) menggunakan mesin 4 x 300 PK fourstroke berkecepatan tinggi melintas.

Patroli BC mengejar. Lampu polisi dinyalakan. Tak itu saja, tembakan peringatan ke udara dilontarkan.

Kapal cepat itu tetap melaju.

Upaya lain dilakukan, meminta bantuan armada BC lain di sekitar Perairan Pu Jello untuk mengepung.

Kapal cepat itu terdesak ke dalam hutan bakau, hingga akhirnya kandas.

“Terduga pelaku melarikan diri,” tulis Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Agus Yulianto dalam rilisnya.

Petugas BC memeriksa kapal cepat itu. O la la…. info yang didapat benar adanya. kapal cepat itu membawa 13 kotak polystyrene (gabus) berisi benih lobster.

Benih baby lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan/atau pengeluaran lobster (Panulirus spp.), kepiting (Scylla spp.) dan rajungan (Portinus Pelagicus spp.) dari wilayah Republik Indonesia.

Pelaku terancam hukuman sesuai pasal 102A huruf (a) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Kepabeanan bahwa “setiap orang yang mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan Pabean, dipidanan karena melakukan penyelundupan di bidang ekspor dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

Barang bukti berupa Baby Lobster tersebut diserahkan kepala Kementerian Kelautan dan Perikanan Tanjung Pinang untuk segera dilepasliarkan ke habitat asalnya. (ptt)

HSBL ke-4 Digelar Januari 2019, Siap-siap Ya …

0

batampos.co.id – Honda Student Basketball League (HSBL) 2019 siap digelar mulai pertengahan Januari 2019 mendatang. Ajang bergengsi ini merupakan kompetisi bola basket antarpelajar tingkat SMA sede-rajat se-Kepri.

Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepri Syaiful mengatakan, target peserta masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni 20 peserta tim putra dan 12 peserta tim putri.

”2019 nanti pelaksanaan HSBL keempat, dan seperti biasanya bekerja sama dengan Batam Pos,” ujar Syaiful, Senin (24/12).

Ia menjelaskan, HSBL merupakan komitmen memperjuangkan satu tiket untuk Batam untuk melaju ke kompetisi basket pelajar tingkat nasional, Honda Developmental Basketball League (DBL), kerja sama Honda dan Jawa Pos (grup Batam Pos).

”Sebagai bentuk optimisme kami bahwa pelajar di Kepri juga mampu bersaing di tingkat nasio-nal, dengan hadirnya bibit pebasket baru yang berkuali-tas,” terangnya.

Untuk sosialisasi ke sekolah-sekolah, pihaknya mengaku akan di mulai awal tahun nanti.

”Sekarang masih dalam suasana libur sekolah juga. Tetapi untuk pendaftaran sudah bisa dilakukan mulai sekarang,” kata Syaiful.

Dalam pelaksanaan HSBL kali ini, ia mengklaim akan sedikit berbeda karena dikonsep dengan lebih seru dan meriah.

”Ya, ada rangkaian lainnya yang kami persiapkan untuk membuat HSBL 2019 lebih berwarna,” bebernya.

Pembukaan yang akan digelar di lapangan bola basket terbaik di Batam, begitu juga saat mulainya babak perempat final hingga akhir kompetisi.(nji)

33 Ribu Orang Terbang Lewat Hang Nadim

0

batampos.co.id – Pihak Bandara Internasional Hang Nadim Batam mencatat sebanyak 33.256 orang mening-galkan Batam dari H-5 Natal atau sejak Kamis (20/12) hingga H-2 Natal atau Ming-gu (23/12) lalu. Sedangkan penumpang datang di periode sama, sebanyak 30.167 orang.

Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Suwarso menuturkan puncak arus mudik Natal tercatat di H-3 Natal atau pada Sabtu (22/12) lalu. Penumpang berangkat di H-5 Natal (20/12) 8.163 orang, H-4 (21/12) 8.427 orang, H-3 (22/12) 8.801 orang dan H-2 (23/12) 7.865 orang.

”Untuk hari ini (kemarin) kami perkirakan penumpang yang berangkat dan datang lebih sedikit dibanding beberapa waktu sebelumnya,” katanya, Senin (24/12/2018).

Sementara itu, penumpang yang datang ke Batam melalui Hang Nadim di H-5 Natal (20/12) sebanyak 7.751 orang, H-4 (21/12) 5.407 orang, H-3 (22/12) 8.867 orang dan H-2 (23/12) 8.142 orang.

”Sejauh ini lancar, tidak ada hambatan,” ungkapnya.

Suwarso mengatakan, kepadatan penumpang sering terjadi di pagi hari, karena di waktu bersamaan Hang Na-dim melayani lebih dari 5 penerbangan. Pada Senin (24/12), ia menuturkan ada lima penerbangan dilayani dan sarat penumpang.

”Jurusan ke Medan, Jakarta, Padang dan Pekanbaru itu penuh semua,” tuturnya.

Suwarso memerintahkan jajaranya agar memberikan pelayanan yang prima. Dari sisi keamanan, petugas bandara dibantu pihak kepolisian dan TNI.

”Di luar terminal ada posko keamanan, di dalam terminal ada posko pela-yanan,” ucapnya.

Penumpang yang datang dan berangkat melalui Hang Na-dim diperkirakan meningkat hingga 3 persen dibandingkan tahun lalu. ”Meningkat tapi enggak banyak,” ungkap Suwarso.

Sementara di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), tidak ada antrean panjang penumpang di loket pe-ngecekan tiket.

Kepala Bidang Kapal DPC INSA Batam Asmadi menyebutkan, jumlah pemudik pada H-1 jelang Natal kembali normal. Padahal tiga hari sebelumnya, penumpang cukup ramai. Utamanya yang menuju rute Tanjungbatu dan Moro, Karimun.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Biasanya ramai kalau sudah H-1 Natal, tapi sekarang malah sepi seperti ini,” kata Asmadi, Senin (24/12).

Biasanya, kata dia, jelang Natal seperti kemarin banyak yang berangkat lewat pelabuhan itu dan menggunakan lebih dari dua kapal. Namun, kemarin dua kapal yang berangkat tidak terisi penuh.

Cuaca Batam Aman

Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam memperkirakan cuaca di Batam cukup aman untuk moda transportasi udara, darat dan laut. Forechaster Stamet Hang Nadim, Fitri Annisa menuturkan pe-rairan Batam gelombangnya masih di batas normal. Dan cuacanya diperkirakan berawan dan hujan lokal.

”Tapi tetap waspada dengan perubahan cuaca mendadak,” tuturnya.

Untuk daerah Lingga, Fitri mewanti-wanti agar waspada karena diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas sedang. Sehingga dapat memengaruhi tinggi gelombang dan jarak pandang. Sedangkan di Anambas-Natuna, gelombang setinggi 1,5 meter akan melanda perairan di dua kabupaten tersebut.

”Di beberapa daerah, angin berhembus cukup kencang hingga 10 knot per jam. Selalu berhati-hati apabila melihat awan komulonimbus, yang menyebabkan turunnya hujan deras disertai angin kencang. Apabila sedang di laut, sebaiknya menepi. Selalu berhati-hati,” ia mengi-ngatkan.

Fitri mengatakan, masyarakat dapat mengakses laman Stamet Hang Nadim, untuk mendapatkan pembaruan cuaca terbaru di Kepri.

Dua Calo Tiket Pelni Diringkus Polisi

Terpisah, jajaran Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) meringkus dua calo tiket kapal KM Kelud dengan tujuan Belawan, Medan beberapa waktu lalu. Adalah Izwar, 52, diamankan di Pelabuhan Batuampar, Rabu (19/12) lalu dan Roberto Sitompul, 52, diamankan Minggu (23/12) kemarin.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, dalam menjual tiket KM Kelud tersebut, keduanya menggunakan modus yang sama. Yakni, de-ngan membeli tiket dengan harga normal sebesar Rp 220 ribu dan menjual lagi tiket itu kepada calon penumpang sebesar Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu.

”Yang kita temui di lapangan, antara tiket dan identitas kor-ban atau calon penumpang tidak sesuai,” ujarnya.

Untuk itu, Hengki meminta seluruh masyarakat agar membeli tiket di loket resmi. Jika menemukan adanya calo tiket agar segera melapor ke polisi.(ska/gie)

Libur Natal, Layanan IGD RSUD Batam Tetap Buka

0

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji tetap membuka layanan pengobatan meski libur Natal, Selasa (25/12). Pelayanan akan dipusatkan di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD).

”IGD buka 24 jam,” kata Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana, kemarin.
Warga yang hendak berobat tidak perlu khawatir. Sebab, ada dokter, bidan dan perawat yang tetap berjaga untuk melayani pasien. Tujuannya, agar pasien gawat darurat (emergency) yang datang selama masa libur Natal tetap terlayani dengan baik.

Hanya saja, sambung Ani, untuk layanan di poliklinik RSUD Embung Fatimah ditutup selama libur Natal ini. Pelayanan poliklinik akan dibuka kembali pada Rabu (26/12) besok.

Dia mengatakan, penutupan tersebut hanya berlaku untuk pelayanan poli rawat jalan.

”Hanya poli saja yang tutup. Petugas medis yang berjaga juga tetap dimaksimalkan, karena bagaimanapun bagian pelayanan medis yang tetap buka itu harus terlayani dengan baik,” jelasnya.

Pantauan di RSUD pada Senin (24/12) terpantau sepi. Gania, salah seorang pasien rawat jalan mengatakan meskipun kondisi sedang libur tetapi ia sangat membutuhkan obat karena kebutuhan dari resep dokter untuk penyembuhan. Untungnya, kata dia, pihak RSUD tetap membantu para pasien meskipun di tengah masa libur.

”Pelayanan tetap diutamakan,” ujarnya.

foto: batampos.co.id / cr2

Selain RSUD, pelayanan kesehatan di puskesmas di wilayah Sagulung dan Batuaji tutup selama cuti libur Natal. Pantauan di lapangan, kondisi beberapa puskesmas terlihat sepi dan tidak ada aktivitas.

Namun, tidak demikian de-ngan layanan kesehatan di Puskesmas Sekupang yang tetap melayani masyarakat meski telah memasuki cuti Natal 2018.

Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Sekupang Umri menjelaskan hingga pukul 10.16 WIB, total pasien yang berobat sekitar 30 orang dan masih ada yang antre. ”Malahan ada yang kita tolak karena obatnya tidak ada,” ujarnya.

Ia menjelaskan, puskesmas sudah mulai buka dari pukul 7.30 WIB. Setelah dibuka, langsung banyak pasien yang antre untuk berobat.

”Karena pergantian cuaca yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan, sehingga banyak masyarakat yang sakit,” kata dia.

Menurutnya, pelayanan kesehatan di puskesmas itu tetap berlangsung setiap harinya walaupun memasuki masa cuti atau saat hari libur. ”Tetap ada perawat, bidan, dan dokter yang piket. Setiap hari ada orang sakit makanya kita tetap buka,” ujar Umri.

Sedangkan di Pukesmas Seipanas, layanan poliklinik tutup hingga tanggal 25 Desember dan buka lagi pada Rabu (26/12) esok. Sementara bagi pasien yang ingin berobat, layanan Unit Gawat Darurat (UGD) di puskesmas itu aktif selama 24 jam, begitu juga untuk rawat inap.

”Pelayanan UGD tetap buka 24 jam. Di UGD semua jenis penyakit dilayani,” ujar Kepala Pukesmas Seipanas dr Anggrainie NW.

Begitu juga layanan poli di Pukesmas Tanjungbuntung dan Tanjungsengkuang, baru aktif tanggal 26 Desember besok.(une/cr1/cr2/she)

Lingga Tujuan Pertama Kapolda Cek Kesiapan Operasi Lilin Seligi 2018

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto saat apel dengan anggota Polisi di Polres Lingga

batampos.co.id – Menggunakan helikopter, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto menjadikan Kabupaten Lingga sebagai wilayah pertama yang dikunjunginya untuk memastikan kesiapan personel Polres Lingga dalam Operasi Lilin Seligi 2018.
Kapolda juga mendatangi sejumlah pos yang telah berdiri di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Dalam operasi yang berdurasi 10 hari ini, kami juga mengadakan kerja sama de-ngan TNI dan sejumlah instansi dalam melakukan pengama-nan,” ujar Andap saat ditemui di Mapolres Lingga, Senin (24/12/2018) siang.

Kapolda menjelaskan, dalam Operasi Lilin ini, mereka telah mendirikan sejumlah pos yang terdiri dari pos pelayanan, pos pengamanan, pos terpadu, serta pos bergerak lainnya di seluruh wilayah kerja Polda Kepri termasuk di Kabupaten Lingga. Pos ini, sambung Andap, menyesuaikan dengan kondisi yang ada, jika di laut mereka memberdayakan kesiapan Polairud.

Tidak hanya sekadar me-ngunjungi sejumlah Polres yang termasuk dalam wilayah kerjanya, Kapolda juga menunjukkan keseriusannya dengan memboyong sejumlah pejabat teras Polda Kepri seperti Dirbinmas Polda Kepri Kombes Bambang Sigit Priyono, Kasat Brimob Polda Kepri Kombes Guruh Arif dan pejabat lainnya.

“Saya akan keliling ke seluruh lokasi di Provinsi Kepri ini sedangkan pejabat lainnya dibagi tugas untuk mengunjungi sejumlah lokasi yang termasuk dalam wilayah Mapolda Kepri,” kata Andap.

Sebelumnya, Kapolda mendatangi Mapolres Lingga dan memberikan pengarahan kepada seluruh personel polisi agar meningkatkan pela-yanan kepada masyarakat.

Andap mengajak seluruh jajarannya yang bertugas di Polres Lingga kembali merenungkan sejauh mana kiner-ja atau fungsi masing-masing personel dalam menjalankan tugas, yakni sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Sehingga dapat menjadi nilai untuk memperbaiki kinerja di tahun mendatang.

”Asumsinya, setiap masyarakat yang datang ke kantor polisi adalah untuk mendapat pelayanan yang baik. Terus mengapa dipersulit,” ujar Andap di depan seluruh personel polisi di ruang Rupatama Mapolres Lingga.

Sedangkan terkait kesiapan atau ketahanan pangan di wilayah Kepri, Andap menyatakan kalau kondisi keter-sediaan pangan serta harga sejumlah bahan pokok menjelang libur akhir tahun ini dalam kondisi aman dan stabil.(wsa)

Geopark Natuna Berusia Ratusan Juta Tahun

0
Geopark Natuna, Kepri

batampos.co.id – Kepala Riset Geopark dan Kebencanaan Geologi Universitas Pajajaran, Prof Mega Fatimah Rohana mengatakan bahwa batu geosite di Natuna diperkirakan berusia ratusan juta tahun.

Dikatakannya, dengan pe-ngetahuan geologi dapat dike-tahui usia batu geosite dari analisisa laboratorium, baik dari bahan kimia, fosil, batuannya, atau mineral misotop.
Menurut Mega, umur batu geosite tertua di Natuna terletak di Pulau Akar, Desa Cemaga. Serta batuan kapur yang terletak di Pulau Setanau, Kecamatan Pulau Tiga dan Teluk Depeh, Kecamatan Bunguran Selatan.

”Batuan di Geopark Natuna sudah dilakukan riset sebelum-nya. Hasilnya, usia batuan di beberapa kawasan Geopark sudah ratusan juta tahun,” kata Mega di sela kunjungannya bersama UNESCO, Senin (24/12). Bahkan sambungnya, terdapat batuan berusia puluhan juta tahun, yakni batu granit yang terletak di kawasan geowisata atau Geopark Batu Kasah, Desa Cemaga.

Langkah ke depan yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Natuna adalah adanya komitmen sebagai daerah geopark nasional dan geosite objek geologi, maupun flora dan faunanya sebagai kawasan yang harus dilin-dungi dari kerusakan.

”Kami berharap, kawasan geopark nasional dan geosite bisa dimanfaatkan sebagai kawasan edukasi dan pembelajaran, sehingga dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Mega mengimbau pengunjung terutama penjaga lokasi dan masyarakat, supaya menjaga dan mempunyai rasa bangga bahwa Natuna memiliki geopark dan batuan yang berumur jutaan tahun.(arn)