Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 11743

KPK Tangkap Oknum Hakim di Medan

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap oknum hakim dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Sumatera Utara pada Selasa (28/8).

“Ada OTT di Medan, Hakim PN Tipikor Medan,” terang sumber JawaPos.com di KPK. Senada dengan sumber pertama, sumber kedua pun membenarkan ihwal adanya OTT tersebut. “Benar ada OTT di Medan,” imbuh sumber tersebut.

Senada dengan keduanya, sumber ketiga JawaPos.com juga membenarkan ada kegiatan penindakan yang dilakukan di Kota Medan. “Apgakum (aparat penegak hukum) yang di-OTT,” papar sumber tersebut.

Selain menangkap seorang hakim, dalam kegiatan penindakan tersebut, sumber tersebut juga mengungkapkan jika tim KPK berhasil menciduk sejumlah pihak lain yang diduga turut serta dan menyaksikan kegiatan penangkapan terhadap sejumlah terduga pelaku. Salah satunya adalah pihak panitera.

Lebih lanjut, tim juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dugaan duit suap yang diberikan pihak penyuap terhadap hakim. Namun, soal berapa nominal duit suap dan apa motif pemberian suap terhadap oknum hakim di PN Medan, sumber tersebut belum bersedia membeberkan.

Di lain pihak, ketika dikonfirmasi terkait adanya operasi tangkap tangkap (OTT) yang dilakukan pihaknya, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkannya. “Ya benar, ada kegiatan tim penindakan di Medan dalam beberapa hari ini. Tadi pagi, Selasa 28 Agustus sampai siang ini, setidaknya 8 orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” kata Basaria ketika dikonfirmasi.

Tim KPK menemukan uang pencahan dolar Singapura dalam OTT tersebut.

“Uang dalam bentuk dolar Singapura juga telah diamankan,” ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (28/8).

Namun, dia menuturkan belum bisa merinci jumlah uang yang timnya temukan. Yang pasti kasus ini terkait transaksi penanganan perkara tipikor di Medan. “Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami terima”.

“Nanti jika ada perkembangan akan di-update kembali, termasuk berapa orang yang akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” tutupnya.

 

Suasana Gedung Pengadilan Negeri Medan pascapenangkapan beberapa hakim dan Panitera oleh KPK, Selasa (28/8). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan memboyong enam orang petinggi di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (28/8).

Selain dikabarkan membawa 4 hakim, termasuk Ketua dan Wakil Ketua PN Medan, petugas juga turut mengamankan 2 orang panitera. Saat dikonfirmasi, Humas PN Medan Erintuah Damanik membenarkan hal tersebut.

“Ya (mereka dibawa KPK,red),” katanya, Selasa (28/8).

Keenam orang yang dibawa KPK tersebut, imbuhnya yakni Ketua PN MN, Wakil Ketua PN WPW, Hakim MS, Hakim Ad Hoc Tipikor Mr, dan dua orang panitera yakni El dan OS.

Kendati demikian, pihaknya belum mengetahui keterkaitan OTT tersebut dengan kasus yang tengah ditangani KPK. “Saya tidak tahu pasti, tapi kabarnya terkait pidana korupsi,” sebutnya.

Selain mengamankan nama-nama di atas, sejumlah meja hakim imbuhnya juga turut disegel. “Meja Sontan dan Merry sudah disegel,” tandasnya.

Saat didesak terkait OTT yang tengah ditangani, Binsar masih enggan membeberkan lebih detail.

“Tim sedang bekerja untuk melakukan verifikasi sejumlah informasi dari masyarakat yang kami terima. Jika ada perkembangan akan di-update kembali termasuk berapa orang yang akan dibawa ke kantor KPK di Jakarta,” tutupnya. (pra/JPC)

Pesinetron Mahesa Ajak Berani Bertalenta

0

Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan (kiri) menyambut kedatangan
pesinetron Mahisa Aulia Dinsi (dua kiri) di Kantor Batam Pos, Senin
(27/8). F. Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Batam Pos kembali mendapat kunjungan dari pesinetron tanah air, Mahisa Aulia Dinsi atau yang akrab disapa Mahesa, Senin (27/8).

Dalam kunjungannya ke Batam, pelakon Raden Mahesa di sinetron Pangeran 2 itu menjadi bintang tamu dalam kegiatan Gebyar Merdeka HUT ke 73 yang bertemakan ‘UKM Semakin Jaya’ di DC Mall, 17-31 Agustus ini. Penyelenggara dari Yayasan Sehati Martens dan DC Mall menggelar pameran UKM Batam, audisi talenta muda, sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana Lombok.

Mahesa mengatakan, ia menjadi motivator sekaligus juri audisi Wajah Idola Indonesia 2018 yang bekerjasama dengan Bintang 2000 Production Jakarta. “Melihat bakat-bakat peserta audisi, mereka sudah memiliki potensi yang mumpuni untuk bisa tampil di layar kaca (menjadi bintang) tanah air,” ujar Mahesa yang didampingi pemilik Yayasan Sehati Martens, Bertha.

Ia mengharapkan, anak-anak maupun kaula muda daerah ini tak lagi malu untuk mau menunjukkan bakatnya. “Bakat itu harus dikembangkan, jadi ayo berani bertalenta,” ucap pria kelahiran Jakarta itu.

Dari talenta yang dimiliki, lanjut Mahesa, juga harus bisa dikembangkan melalui wadah yang tepat. “Bisa dengan mengikuti ajang-ajang pencarian bakat, maupun masuk langsung dalam agensi yang sudah memiliki pengalaman handal di dunia entertainment,” terangnya.

Yayasan Sehati Martens Batam merupakan salah satu organisasi yang turut mewadahi bakat muda bertalenta tersebut. Pemiliknya, Bertha menuturkan, pihaknya memandang penting dalam pengembangan bakat anak saat ini.

“Bakat merupakan keterampilan tersendiri, dan dunia hiburan itupun terus tumbuh maka perlu talent-talent yang berkualitas. Akan lebih baik jika sedari dini talent tersebut dikembangkan,” ungkapnya.

Saat ini, Yayasan Sehati Martens yang berada di Genta II blok F nomor 22 Batuaji membuka kesempatan bagi kaula muda yang ingin mengembangkan bakatnya ke kancah nasional.

“Kesempatan ini terbuka bagi semua kalangan, khususnya bagi mereka yang kurang mampu namun mempunyai talenta. Kami siap menerima,” sebut Bertha.

Di samping itu, Bertha mengimbau kaula muda Batam dapat berpartisipasi menjadi peserta lomba nyanyi di penutupan Gebyar Merdeka nanti, Jumat (31/8).

“Peserta dari dua kategori dari usia 12 tahun ke bawah dan 12 tahun ke atas dengan membawakan lagu setia Dalam Doa. Pendaftaran masih terbuka hingga (30/8) di DC Mall,” tutupnya. (nji)

Ada 7 Pasal Mengikat Investasi di PT MAI

0
PT. MAI tetap beroperasi biarpun sudah dibekukan oleh OJK karena perusahaan bodong yang berada di lantai tiga gedung Adhya Building, Bukit Indah Sukajadi, Batamcentre, Kamis (23/8). F dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ada sebanyak 7 pasal yang mengikat ditandatangani oleh pemodal dan pihak PT Mitramasa Aeromotive Internasional yang di wakili oleh Direkturnya Sudry Aliyanto. Dalam pasal-pasal tersebut mengatur tentang investasi, pembagian keuntungan, serta apabila tidak ditepatinya seluruh perjanjian.

Di dokumen pasal pertama menyebutkan tentang pihak kedua sebagai investor bersedia menyerahkan sejumlah uang melalui penyetoran ke rekening pihak pertama selaku PT MAI. Pasal kedua menyebutkan, pihak kedua setuju penggunaan uang itu dialokasikan di dalam jaringan bisnis, baik di dalam maupun luar negeri. Pasal ketiga disebutkan keuntungan baru didapat investor, setelah PT MAS masuk dalam bursa efek.

Selambat-labatnya PT MAI masuk bursa Juni 2018. Apabila saat tanggal jatuh tempo tidak berhasil. PT MAI akan mengembalikan uang investasi dalam jangka waktu 6 bulan. Untuk perincian pembayaran dalam perjanjian penyertaan modal ini akan dibuat di kemudian hari.

Pasal ke empat tentang hak dan kewajiban dari investor. Di dalamnya mengatur tidak boleh keikutsertaan investor dalam managemen perusahaan serta menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan.

Pasal kelima dari perjanjian ini, bahwa semua pihak terkait menyetujui sebagai kesepakatan yang mengikat satu sama lain. Pasal ke enam mengenai hal-hal yang tidak diatur dalam perjanjian, akan diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat.

Pasal ketujuh mengenai perjanjain dan segala akibatnya, para pihak yang terkait akan memilih tempat kediaman hukum yang umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri Kota Batam.

“Perjanjian Penyertaan Modal ini ditandatangani investor dan Direktur PT MAI Sudry Aliyanto,” kata salah seorang investor, Lizawati, Senin (27/8).

Terkait dengan penyelidikan kasus ini, Liza menyebutkan sudah ditangani Ditreskrimsus Polda Kepri. Dari informasi di dapat, gelar perkara internal telah dilakukan pihak Ditreskrimsus Polda Kepri.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Direktur Direktorat Kriminal Khusus Kombes Rustam Mansur masih belum memberikan jawaban. (ska)

Minwardi Akui Sudah Mengembalikan Uang Sebanyak Rp 2,3 Miliar

0

batampos.co.id – Tersangka Korupsi Pasar Modern Natuna bertambah menjadi 9 orang. Saat ini kesembilan orang ini sudah diamankan di Mapolda Kepri. Dan sedang menjalani pemeriksaan guna untuk pengembangan dan pemberkasan. Dari informasi didapat Batam Pos dua orang yang terakhir diamankan merupakan perantara kontraktor dengan Pemkab Natuna. Hal ini disampaikan oleh Penasehat Hukum Minwardi, Bambang Yulianto.

“Saya dengar begitu, sudah semuanya,” katanya saat ditemui Batam Pos di Mapolda Kepri, Senin (27/8).

Terkait dengan kliennya Minwardi, Bambang mengatakan Asisten I Pemkab Natuna itu mengakui sudah mengembalikan kelebihan bayar dari proyek tersebut. Dan uang tersebut dikembalikan ke negara 2016 silam. “Kalau gak salah saya, uang itu sekitar Rp 2,3 milliar,” ucapnya.

Karena adanya pengembalian ini, kata Bambang tidak perlu ada lagi dipermasalahkan. Tapi karena adanya dugaan korupsi mencapai hingga Rp 4 milliar. Polda Kepri masih tetap mengusut kasus korupsi tersebut, hingga kini. “Kalau klien saya mengakui hanya segitu (Rp 2,3 milliar) kelebihan bayar. Kalau Polda bilang hingga Rp 4 milliar, yah dibuktikan saja nanti,” tuturnya.

Bambang menuturkan bahwa kliennya mengakui proses administrasi pelaksanaan proyek ini ditandatanganinya sendiri. Namun rincian proyek ini, Minwardi tidak mengetahui sama sekali. Karena sudah percaya dengan apa yang disodorkan oleh anak buahnya. “Jadi dia hanya tandatangan saja,” ucapnya.

Bambang menyebutkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK) proyek ini tidak memiliki kualifikasi. “Jadi PPTKnya itu tidak ada keahlian jabatannya itu, tidak memiliki sertifikasi,” ungkapnya.

Atas kasus ini, Bambang berharap adanya kembali audit penghitungan atas pembangunan Pasar Moder. “Saya juga berencana melakukan penangguhan penahanan,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi pembangunan pasar modern Natuna ini, sejak awal tahun telah diusut jajaran tindak pidana korupsi (Tipidkor) Polda Kepri. Dari audit BPKP ditemukan adanya kelebihan bayar kepada perusahaan pemenang tender saat itu, PT MP. Hal ini terungkap saat audit dilakukan tahun 2017.

Setelah pemeriksaan panjang tersebut, Polda Kepri mengamankan Minwardi Senin (20/8) lalu. Selang tak berapa lama delapan orang tersangka lainnya diamankan jajaran subdit tipidkor. (ska)

Warga DutaMas Keluhkan Pengerjaan IPAL di Sekitar Rumahnya

0
Foto Max tentang kondisi jalan di sekitar rumahnya di DutaMas, Batam Center.

batampos.co.id – Lagi, proyek pipanisasi untuk IPAL BP Batam dikeluhkan oleh warga. kali ini warga Duta Mas, Max Dean mengeluhkan galian yang tak kunjung ditutup secara baik.

Melalui akun facebooknya Mas menulis, “Already 2 weeks no progress on the sewer works in Duta Mas. The holes in the road just getting bigger and bigger by the day.”

Pada statusnya Max menyertakan foto kondisi galian di sekitar rumahnya.

Kasubdit Humas BP Batam, Mohammad Topan mengatakan, BP Batam memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

“Tinggal mengaspal ulang,” ujar Topan.

Pengerjaan ini, imbuh Topan, menunggu kondisi cuaca cerah alias tidak hujan.

“Kami berkomitmen untuk memulihkan jalan ke kondisi semula,” tegasnya.

BP Batam akan menindak kontraktor jika dalam pengerjaan tidak sesuai dengan spek yang disepakati. (ptt)

Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Hang Nadim Siapkan Thermal Scanner

0

batampos.co.id – Tadi pagi, Selasa (28/8/2018) sekira pukul 03.15 ada 450 Jemaah Haji tiba di Batam melalui bandara Hang Nadim.

Pihak Bandara Internasional Hang Nadim mempersiapkan Thermal Scanner untuk memindai suhu tubuh dari para jemaah haji debarkasi Batam. Selain mengaktivkan Thermal Scanner, nantinya juga akan dilaksanakan pemeriksaan kartu kesehatan.

“Mereka berangkat langsung dari Jedaah hari ini (27/8) pukul 14.15 dengan pesawat dengan nomor penerbangan SV 5122,” kata Direktur Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

Sesuai dengan rencana Hang Nadim, para Jemaah Haji ini akan masuk melalui ruang tunggu A2. Setelah melewati Thermal Scanner, mereka dipersilahkan istirahat sejenak di ruang tunggu. Lalu menjalani pemeriksaan kartu kesehatan serta pengecekan paspor.

“Dan menuju ke bus. Ada sebanyak 11 bus untuk penumpang dan 4 truk untuk bagasi. Semuanya langsung menuju asrama haji,” ucapnya.

Suwarso menuturkan Jemaah Haji ini akan berdatangan dari Jeddah mulai dari 28 Agutus higga 7 September . Lalu disambung lagi Jemaah Haji yang datang dari Meddinah dari 9 September hingga 25 September. “Kloter terakhir itu masuk Selasa (25/9) pukul 18.00,” ucapnya.

Agar kedatangan para Jemaah Haji ini berjalan lancar. Penjemputan ini ditangani dari berbagai instansi. “Dan kami sudah rapatkan Senin (27/8), yang datang itu dari berbagai instansi terkait, pihak Saudi Arabia, Ground Handling, asrama haji, AirNav serta Dishub,” pungkas Suwarso. (ska)

Trafiking, Tiga Warga Minahasa Diamankan

0

batampos.co.id – Kasus ini wajib jadi perhatian orang tua. Jangan sembarang memberikan izin anak perempuan anda untuk bekerja di luar daerah. Pastikan terlebih dahulu jika ada tawaran menggiurkan.

Baru-baru ini, jajaran Polda Sulawesi Utara berhasil menggagalkan kasus human trafiking (perdagangan manusia). Tiga orang yang diduga terlibat berhasil diamankan petugas.

Masing-masing seorang perempuan berinisial NT (19), karyawan salah satu café di Kota Bitung, yang merupakan warga Kombi, Kabupaten Minahasa. Bersama NT, petugas juga mengamankan calon korban berinisial RK (16), siswi kelas 2 SMK, asal Tondano Barat, dan seorang pria inisial EW (18), warga Tombariri, Minahasa.

“NT dan RK diamankan petugas di dek 4 KM Sinabung tujuan Papua, yang hendak berlayar dari Pelabuhan Samudera Bitung. Petugas juga menyita 2 lembar tiket kapal dan 2 unit handphone,” ungkap Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, kemarin.

Kepada petugas, NT menuturkan, awalnya mendatangi rumah calon korban. Lalu mengajak korban bekerja di salah satu cafe di Papua. Tergiur dengan tawaran ini, calon korban pun menyetujuinya. Selanjutnya Sabtu, pukul 1.00 WITA, keduanya siap berangkat dengan KM Sinabung menuju Papua.

Namun upaya ini keburu tercium petugas yang langsung mengamankan mereka. Ditambahkan NT, biaya tiket ditanggung pemilik cafe, yang dikirim kepadanya sebesar Rp 500 ribu. Biaya lain-lain, untuk sementara ditanggung oleh NT sebesar Rp 1,5 juta dan akan diganti oleh pemilik cafe. Sedangkan biaya tiket calon korban akan dipotong saat mulai bekerja.

Kapolsek KPS Bitung Iptu Fandi Ba’u membenarkan pengungkapan tersebut. “Kasus ini masih dalam pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” pungkas Fandi, sembari mengapresiasi jajarannya yang berhasil membongkar kasus ini. (jpg)

Bupati Karimun Diperiksa KPK, Terkait Dugaan Korupsi Usulan Dana Perimbangan RAPBN

0
Bupati Karimun, Aunur Rafiq

batampos.co.id – Satu persatu kepala daerah diperiksa terkait kasus dugaan korupsi usulan dana perimbangan keuangan daerah pada RAPBN Perubahan 2018. Senin (27/8) kemarin, giliran Bupati Karimun Aunur Rafiq dipanggil komisi antirasuah tersebut. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Yaya Purnomo.

Namun, Aunur tidak banyak berkomentar usai diperiksa. Dia langsung pergi ketika awak media mencecarnya dengan pertanyaan seputar materi penyidikan perkara yang berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) itu. Dia meminta awak media untuk menanyakan pemeriksaannya ke penyidik.

Selain Aunur, kemarin KPK juga memeriksa anggota Komisi XI DPR Fraksi PAN Achmad Hafisz Tohir terkait kasus yang sama. Adik kandung mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa itu dimintai keterangan seputar mekanisme kerja di komisi XI. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan anggota Komisi XI Amin Santono sebagai tersangka.

“Saya sudah jelaskan bagaimana jalur kerja dan alur kerja di komisi XI,” ujat Achmad usai diperiksa, kemarin.

Pemeriksaan dua saksi kemarin menambah panjang daftar penyelenggara negara yang diduga mengetahui kasus suap dana perimbangan keuangan daerah.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Bupati Labuhan Batu Utara Khaerudinsyah Sitorus, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, dan Bupati Kampar Aziz Zaenal. KPK juga telah memanggil Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wali Kota Dumai Zulkifli, Bupati Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan, dan Bupati Lampung Tengah Mustafa untuk menjalani pemeriksaan di kasus yang sama.

KPK juga telah memeriksa Ketua Umun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy alias Romy dan anggota Komisi IX DPR dari PPP Irgan Chairul Mahfiz serta Wakil Bendahara Umum (Wabendum) PPP Puji Suhartono.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pemeriksaan sejumlah kepala daerah dan pejabat partai merupakan bagian dari upaya penyidik mengurai sejauh mana mekanisme pengusulan dana perimbangan keuangan daerah.

“Semua saksi yang kami periksa tentu kami nilai mengetahui tentang perkara yang sedang kami tangani,” paparnya.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK terhadap empat orang yang kemudian menjadi tersangka pada Jumat (4/5) malam di Jakarta dan Bekasi. Mereka adalah anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat Amin Santono, Anggota Komisi XI DPR Eka Kamaluddin, Yaya Purnomo dari pihak swasta selaku perantara, dan seorang Kasi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

Amin diduga menerima Rp 400 juta sedangkan Eka menerima Rp 100 juta yang merupakan bagian dari commitment fee sebesar Rp 1,7 miliar atau 7 persen dari nilai 2 proyek di Kabupaten Sumedang senilai total Rp 25 miliar.

Sedangkan uang suap untuk Yaya belum terealisasi meski Yaya sudah menerima proposal dua proyek tersebut yaitu proyek di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan di kabupaten Sumbedang senilai Rp 4 miliar dan proyek di dinas PUPR Kabupaten Sumedang senilai Rp 21,85 miliar.

Dalam OTT tersebut, KPK total mengamankan sejumlah aset yang diduga terkait tindak pidana yaitu logam mulia seberat 1,9 kilogram, uang Rp 1,844 miliar termasuk Rp 400 juta yang diamankan di lokasi OTT di restoran di kawasan Halim Perdanakusumah, serta uang dalam mata uang asing 63 ribu dolar Singapura dan 12.500 dolar AS.

Kasus ini terus berkembang. Senin (20/8) lalu KPK memanggil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy alias Rommy terkait perkara tersebut. Rommy diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka Yaya Purnomo.
(tyo)

Rekonstruksi Pembuangan Bayi, Elmayuni Peragakan 21 Adegan

0

Elmayuni Nababan, pelaku pembunuh bayinya sendiri saat reka ulang,
Senin (27/8). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuaji menggelar rekontruksi kasus pembuangan jasad bayi di tempat sampah, Senin (27/8). Rekonstruksi dilakukan di rumah kos-kos pelaku Elmayuni, 24, di perumahan Mukakuning Pemda II RT06/RW 20, Kelurahan Buliang.

Pantauan Batam Pos, sejak pukul 10.00 WIB, personil dari Polsek Batuaji sudah berada di lokasi. Keberadaan polisi tersebut mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berbondong-bondong menyaksikan bagaimana proses rekontruksi berlangsung, sebagian warga juga banyak yang mengabadikannya.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Delimunthe mengatakan rekonstruksi pembuangan jasad bayi ini berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap pelaku yang dirangkum sebanyak 21 adegan.

Adapun adegan pertama dimulai dengan proses penjemputan pelaku dari pelabuhan menuju alamat rumahnya oleh Herman Junias yang merupakan pacar pelaku. Kemudian dilanjutkan dengan adegan bagaimana Herman mengantarkan pelaku hingga ke kamarnya.

Kemudian pada adegan ke-6, 7, 8, 9 dan 10, pelaku memperagakan bagaimana proses ia mengeluarkan bayinya secara sunsang dengan cara menarik keluar secara paksa yang di lakukannya di dalam toilet rumah kos tersebut. Usai mengeluarkan bayi, pelaku selanjutnya memparaktekan adegan memotong tali pusar, kemudian membungkus jasad bayi hingga membersihkan sisa darah ditoilet dan yang tercecer di lantai.

Selanjutnya pada adegan ke 13 dan 14, pelaku memperlihatkan bagaimana ia mengambil bayi yang tersimpang di kamar kosong selama sepekan, lalu kemudian reka adegan dilanjutkan bagaimana proses ia membuang bayi tersebut di tempat sampah yang ada di depan rumahnya.

Usai memperagakan sejumlah adegan tersebut, pelaku sempat menangis karena merasa malu ditonton oleh ratusan warga yang sedari pagi sudah mengerumuni lokasi tersebut. “Saya malu, juga ingat orangtua di kampung. Orangtua saya sekarang sakit gara-gara saya,”kata Elmayuni.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Delimuthe mengatakan dalam rekonstruksi tersebut pihaknya menghadirkan sejumlah saksi. Mulai dari pacar, teman kos pelaku, dan beberapa saksi lainnya.

“Tujuan dilakukan rekontruksi untuk memperjelas kronologis kejadian sehingga mempermudah jaksa dalam melakukan penuntutan,” kata Delimuthe .
Selama reka ulang adegan tersebut, polisi tidak menemukan fakta baru terkait pembuangan jasad bayi tersebut. (une)

Berangkat dari Surabaya, Izin ke Lombok Didapat di Probolinggo

0

Keberadaan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga sangat membantu korban gempa yang mengalami patah tulang. Namun, sebelum sampai di Lombok, harus melewati perjalanan mendebarkan di Selat Bali.

UMAR WIRAHADI, Lombok Utara

Kru RST Ksatria Airlangga di Pelabuhan Bangsal, Lombok. (F-UMAR WIRAHADI/JAWA POS)

SEORANG pria terbaring ringkih di atas bed. Tubuhnya tak bergerak. Itu efek bius yang diberikan oleh tim medis. Sebab, tak lama lagi dokter melakukan tindakan operasi kepada si pasien yang mengalami patah tulang itu.

Meski tidak sadar, tubuh pria 35 tahun tersebut tampak terayun-ayun di atas ranjang. Terombang-ambing. Bukan karena gempa bumi. Itu adalah efek gelombang air laut yang berdebur di Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Maklum, korban gempa tersebut menjalani operasi di rumah sakit sum kapal laut, RST Ksatria Airlangga.

Pada pukul 16.00 Wita, pasien yang bernama Fathurrahman tersebut akhirnya selesai menjalani operasi patah tulang pergelangan kaki kanan. Tindakan selanjutnya adalah pencucian luka.

Tim medis dan relawan memungkasi tugas dengan memasang gips di kaki kanan korban. ”Operasi sudah selesai,” ujar dr Ghuraba Adisurya, salah seorang dokter yang bertugas, Kamis lalu (23/8).

Pasien pun langsung dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah sekitar 30 menit di ruang itu, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, KLU, tersebut dipulangkan dengan ambulans. Tentu saja ke tempat pengungsian. Sebab, rumahnya runtuh gara-gara gempa bumi 5 Agustus lalu.

”Setiap hari seperti ini. Pasien datang dan pergi. Tidak bisa diinapkan karena ruangan terbatas,” papar Direktur RST Ksatria Airlangga dr Agus Harianto SpB.

Fathurrahman adalah satu di antara puluhan pasien patah tulang yang dioperasi di RST Ksatria Airlangga. Hingga Kamis sore lalu, sudah ada 32 pasien yang ditangani. Seluruhnya korban gempa bumi yang menderita patah tulang.

Bahkan, ada pasien yang sampai diamputasi. Sebab, luka yang diderita dikhawatirkan menyebar sebagai virus ke tubuh pasien. ”Masih amputasi jari tangan, bukan tangan atau kaki. Mudah-mudahan tidak ada. Kasihan,” ujar Agus.

Untuk sampai ke Pulau Lombok, perjuangan RST Ksatria Airlangga tidak gampang. Butuh tekad baja. Bahkan, pertaruhannya antara hidup dan mati.

Kapal kayu pinisi itu menghadapi ombak ganas saat berlayar. Terutama saat melintasi Selat Bali. Ketinggian ombak 2–3 meter. Sebelum berlabuh di Pelabuhan Bangsal, kapal pinisi yang berbobot 200 gross tonnage itu terombang-ambing di laut lepas.

”Demi misi kemanusiaan, kami sebagai kru kapal rela (menantang badai, Red),” ucap Agus.

Dokter spesialis bedah itu menceritakan, semangat pendirian rumah sakit terapung tersebut memang memberikan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah terpencil. Terutama di Indonesia Timur.

”Apalagi, ada gempa bumi dengan jumlah korban sangat besar. Kami harus hadir,” ujarnya.

Kepergian ke Lombok itu tidak terlepas dari keputusan dr Agus Harianto SpB. Awalnya, Agus hendak berangkat ke Lombok dengan pesawat pada Selasa sore tiga pekan lalu (7/8). Dia dikirim sebagai dokter spesialis bedah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pria berpenampilan nyentrik itu pun sudah check in dan masuk ke ruang tunggu Bandara Internasional Juanda. Selang beberapa menit sebelum panggilan masuk pesawat, hatinya tiba-tiba gundah. Pikirannya berkecamuk. Tidak plong.

Seketika itu juga dia memutuskan untuk keluar dari bandara. Dia langsung menuju Pelabuhan Kalimas, Surabaya. Tempat kapal pinisi RST Ksatria Airlangga yang setara dengan rumah sakit tipe C disandarkan.

Dia langsung menghubungi kapten kapal Mudatsir. Hari itu juga Agus dan kapten menghubungi Syahbandar Tanjung Perak, Surabaya. Meminta izin untuk berlayar ke Pulau Lombok.

Berdasar hasil pemeriksaan, pihak syahbandar menyatakan bahwa kapal itu layak layar. Kondisi kapal secara keseluruhan bagus. Kondisi mesin hingga radio komunikasi juga baik.

Hanya, izin pelayaran tidak sampai ke Lombok. Cuma sampai Pelabuhan Probolinggo. ”Padahal, tujuan kami adalah Lombok,” tutur Mudatsir, sang kapten.

Pihak Syahbandar Tanjung Perak tetap pada keputusannya. Itu tidak terlepas dari kondisi cuaca yang buruk. Gelombang di Selat Bali dan sekitarnya setinggi 2–3 meter.

Akhirnya, ada sedikit keringanan. Yakni, izin berlayar sampai Lombok harus diurus di Pelabuhan Probolinggo. Jadi, bergantung Pelabuhan Probolinggo, mengizinkan atau tidak.

Izin berlayar dari Tanjung Perak keluar Rabu (8/8). Karena gelombang laut sangat tinggi, kru memutuskan untuk menunda pelayaran. Mereka pun berangkat Kamis (9/8) pukul 05.30. Pelayaran di Laut Jawa berjalan lancar. Hari itu juga, pukul 12.30 WIB, kapal bersandar di Pelabuhan Probolinggo.

Di pelabuhan kecil tersebut, mereka kembali mengurus izin untuk pelayaran ke Lombok. Mereka pun diizinkan untuk kembali berlayar.

Sebetulnya, menurut Mudatsir, pihaknya ingin berlayar hari itu juga. Namun, gelombang laut sangat membahayakan untuk kapal kayu seperti RST Ksatria Airlangga. Baru Jumat (10/8) pukul 02.00 kapal kembali berlayar. Nakhoda sengaja berangkat pagi-pagi agar bisa mendarat di Pelabuhan Bangsal, Lombok, secepatnya.

Yang paling mendebarkan mereka rasakan saat melintasi Selat Bali. Gelombang tinggi. Persis seperti yang disampaikan Syahbandar Tanjung Perak.

Badan kapal yang memiliki panjang 27 meter dan lebar 7,2 meter itu terombang-ambing di tengah laut. Bahkan, berkali-kali percikan ombak sampai masuk ke ruang nakhoda. Dek kapal basah oleh air laut.

”Saya periksa bagian dek, air juga masuk,” tutur Agus.

Saking tingginya gelombang, Agus dan kru waspada. Siap-siap jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Namun, RST Ksatria Airlangga akhirnya bisa terus melaju. Dan, tiba di Pelabuhan Bangsal pada Sabtu (11/8) pukul 07.00.

Seluruh kru kapal pun bisa bernapas lega. Namun, mereka kaget. Papan nama dengan tulisan ”RS Terapung Ksatria Airlangga” yang menempel di lambung kapal pecah.

”Ini baru kami sadari saat nyandar di sini (Pelabuhan Bangsal, Red). Kami berkesimpulan ombaknya memang tinggi,” tutur Agus yang pernah bertugas di pulau-pulau kecil Maluku selama 10 tahun.

Ternyata perjuangan itu tidak sia-sia. Sejak kapal medis tersebut berlabuh di Pelabuhan Bangsal, para pasien korban gempa terus berdatangan. Silih berganti. Kehadiran rumah sakit terapung sangat berarti bagi para korban gempa bumi.
”Kami berani karena keyakinan. Kehadiran kapal ini memang sangat dibutuhkan saudara-saudara kita,” kata dokter yang murah senyum itu. (*/c11/ttg)