Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11756

Waspada Cuaca Buruk Saat Berlayar

0

batampos.co.id – Kapolsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP), AKP Reza Tarigan mengatakan bahwa untuk meningkatkan kewaspadaan cuaca buruk di perairan Batam, pihaknya sudah mengimbau pihak pengelola jasa transportasi laut antar pulau untuk berhati-hati dalam mengangkut penumpang.

“Kami sudah berkoodinasi dengan kapal tujuan antar pulau, tujuan Dumai, Tanjungpinang dan Karimun dari seluruh Pelabuhan agar lebih berhati-hati,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Reza, untuk mewaspadai datangnya cuaca buruk yang seketika saja bisa terjadi, pihaknya tetap mengacu pada imbauan yang dirilis BMKG Batam yang setiap harinya selalu mengupdate kondisi cuaca.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa Pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah dan jarak pandang semakin minim, maka pihaknya meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan pemberangkatan.

“Kita akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Kita tidak ingin adanya korban akibat cuaca yang buruk dalam beberapa hari ini,” tuturnya.

Tak hanya itu, tambahnya, Polsek KPPP juga mengimbau bagi pengelola transportasi laut, jika di tengah perjalanan terjadi cuaca buruk, maka disarankan untuk menempuh jalur yang aman. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang hingga sampai ke daerah tujuan.

“Kami sudah berkoordinasi. Antisipasi kalau di tengah perjalanan mengalami kondisi cuaca buruk, maka disarankan untuk cari jalur yang aman,” imbuhnya. (gie)

Kantongi Sertifikat Konstruksi Bangunan, 150 WBP Lapas Siap Bersaing

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 150 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Batam siap bersaing dengan dunia kerja khususnya di bidang jasa konstruksi bangunan umum.

Mereka telah lulus mengikuti pelatihan jasa konstruksi bidang bangunan umum yang dicanangkan oleh Direrktur Jenderal (Dirjen) Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Dirjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM (KUMHAM) RI selama tiga hari yang dimulai, Selasa (9/10) lalu.

Kalapas Batam Surianto menuturkan, kemampauan 150 warga binaan tersebut akan langsung dipergunakan dengan melakukan asimilasi kerja keluar Lapas.

“Kami ada program kerja asimilasi di luar yakni pembangunan gedung di SMPIT Insan Harapan. Mereka-mereka ini yang akan kerjakan. Mereka sudah punyan komptensi dibidang tersebut,” ujar Surianto, Minggu (15/10).

Selain itu mereka juga diperdayakan untuk merancang bangunan lain yang diperlukan dalam lapas.

“Pelatihan dan program kerja yang kami jalankan ini tidak lain untuk kemajuan mereka (WBP) sendiri. Apa yang telah mereka dapati langsung dipraktekan dengan harapan saat bebas nanti mereka sudah siap bersaing. Bukan surat bebas yang membuat masyarakat takut yang mereka bawa tapi sertifikat kompetensi seperti ini,” ujar Surianto.

Seperti yang diketahui pelatihan jasa konstruksi bidang bangunan umum ini merupakan fasilitas peningkatan kapasitas dan kemampuan warga binaan

Latihan ini sebelumnyan dibuka langsung oleh Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanudin dan Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami di aula Lapas Batam.

Peltihan ini merupakan tahap kedua dengan total 975 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari 12 Lapas se- Indonesia. Tahap pertama telah sukses melatih 131 warga binaan di Lapas Nusa Kambangan dan Cipinang serta pelaksanaan fasilitas uji bagi 910 warga binaan Pemasyarakatan pada sepuluh lapas se-Indonesia di akhir Juli lalu.

Latihan ini dipercayai mampu meningkatkan meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para warga binaan saat mereka kembali menjalani kehidupan normal nantinya di lingkungam masyarakat.

“Setelah mengikuti latihan ini mereka akan diberi sertifikat jasa konstruksi. Ini sangat bagus dan kami apresiasi. Saat mereka bebas nanti mereka bisa bersaing dan melanjutkan kehidupan mereka dengan baik,” tutur Sri.

WBP yang mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang telah menjalani 2/3 dari masa pidana mereka. Mereka dilatih sesuai dengan keahlian mereka masing-masing mulai dari tukang batu, kayu, besi dan lain sebagainya menyangkut jasa konstruksi umum. (eja)

Usulan Anggota DPRD Batam; Kembangkan Objek Wisata di Pulau

0

batampos.co.id – Anggota Komisi IV DPRD Batam, Suhardi Tahirek menilai banyak objek wisata di hinterland Batam belum tersentuh pemerintah. Padahal objek wisata ini diyakini mampu mengenjot sektor pariwisata, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Batam.

“Berbicara lokasi wisata, di hinterland banyak objek wisata yang bisa kita kembangkan. Dilihat dari nilai potensinya juga cukup luar biasa,” kata Suhardi, Minggu (14/10).

Suhardi mengatakan masih banyak destinasi yang belum diketahui khalayak umum. Jembatan 3, 4, 5, misalnya, banyak sekali pulau wisata. Ada yang namanya pulau penyabung. Sejarahnya lanjut dia, di sana dulunya pulau tersebut dipakai sebagai arena pertarungan sampai mati.

“Makanya diberi nama Pulau Penyabung. Kita tanya warga Batam pasti banyak yang tak tahu. Makanya promosi diperlukan agar penikmat wisata bisa menjelajah seluruh Batam,” katanya.

Pria asli pulau itu juga mengakui jika di Pulau Galang ada kampung Aceh. Disana juga banyak ditemukan makam masyarakat Aceh dan sumur tua peninggalan Belanda. Makam dan sumur tua ini diyakini telah berumur ratusan tahun serta memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Destinasi-destinasi ini diyakini mampu menarik wisatawan bila dikelola dengan baik. Hal ini terbukti dari beberapa kali wisatawan asing yang datang ke sana, merasa puas dan ingin kembali lagi.

Turis Singapura mengunjungi Pulau Ranoh, Kelurahan Pulau Abang, Galang.
F Dalil Harahap/Batam Pos

“Mengapa tidak kita manfaatkan. Kemarin ada warga Australia 20an orang kesini. Mereka senang dan ini kesempatan mengembangkan pariwisata daerah,” katanya.

Suhardi mengharapkan ada action pemerintah dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Selain mainland sebagai wisata modern, pemerintah juga harus melihat hinterland sebagai wisata bahari dan sejarah. Dua hal ini jadi kunci penting mengembangkan wisata di Batam.

“Kita bisa belajar dari Bali, mereka berhasil mngembangkan destinasi wisata budaya. Batam juga bisa seperti itu,” jelasnya. (rng)

Rp 7,4 Miliar Insentif Guru Madrasah Jadi Silpa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Insentif atau tunjangan bagi guru madrasah sebesar Rp 7,4 miliar dipastikan tidak terealisasi di tahun ini dan akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Muhammad Yunus mengatakan, pemberian insentif yang dianggarkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam kepada 717 guru madrasah seKota Batam. Tunjangan ini masuk di dalam Insentif guru swasta kota Batam.

“Memang awalnya kami anggarkan Rp 7,4 miliar. Namun karena mereka di bawah naungan Kemenag (kementerian agama). Otomatis dana itu menjadi Silpa dan harus dikembalikan ke daerah,” kata Yunus, Minggu (14/10).

Penganggaran guru madrasah ini, menurut Yunus, menjadi kecolongan pemerintah daerah di dalam penganggaran. Apalagi dana yang dianggarkan tidak sedikit. Hal ini lanjutnya, harus menjadi perhatian serius agar ke depan tidak terulang kembali.

“Memang tujuannya untuk menyejahterakan tenaga pendidik agama. Namun bertentangan dengan aturan,” kata Yunus lagi.

Dari informasi terakhir, ia mengaku ada beberapa opsi yang dilakukan pemerintah daerah untuk tetap menyalurkan bantuan ini salah satunya menyurati Badan Pemeriksa Keuangan terkait mekanisme penyaluran bantuan ini. Apakah diberikan ke Kemenag dulu, baru nanti disalurkan ke rekening guru. Tapi untuk tahun ini tak bisa lagi dan menjadi silpa,” tuturnya.

Guru madrasah yang menerima insentif ini terdiri dari 355 orang guru setingkat TK, 222 orang guru SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan 141 orang guru Madrasah Tsanawiyah (Mts) atau SMP.

Yunus mengakui, dari anggaran Rp 7,4 miliar ini setiap orang guru direncanakan mendapatkan Rp 1 juta per bulannya.

“Kita lihat di RKA Rp 1 juta per orang. Tapi belum sempat disalurkan,” tutupnya. (rng)

Porprov Jadi Dihelat, Atlet Intensifkan Latihan

0

x.batampos.co.id – Kalau dibilang persentase, sampai hari ini sudah 70 persen. Yang jelas semakin intensif agar atlet-atlet Tanjungpinang siap di hari H nanti

Pak Gubernur Kepri Kecewa

0

x.batampos.co.id – ”Saya kaget juga, kok bisa dikembalikan anggarannya. Padahal dulu sangat susah untuk mendapatkan anggaran tersebut, dimana permasalahannya pun saya tidak tahu,”

Dinas Pariwisata Pemko Batam Sebut Turis Sudah Mulai Senang Jalan Kaki

0
Sejumlah turis berjalan di trotoar menikmati suasana di jalan Fisabilillah Batamcenter. F Cecep Mulyana/Btam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam tengah gencar memperbaiki sejumlah infrastruktur umum. Terutama beberapa ruas jalan yang sudah diperlebar hingga proses pengerjaan.

Plt Dinas Pariwisata Kota Batam, Ardi Winata mengatakan perbaikan sejumlah akses jalan di Batam sangat membantu peningkatan wisatawan. Hal itu dapat terlihat dari jumlah wisman yang meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana hingga Agustus jumlah wisman yang datang ke Batam sudah lebih dari 1, 2 juta orang.

“Kami optimis target 1,8 juta wisman itu tercapai. Apalagi bulan November hingga akhir tahun banyak kegiatan. Seperti seni kenduri melayu,” ujar Ardi, kemarin.

Menurut dia, para wisman yang datang ke Batam sudah senang berjalan kaki. Akses yang mudah ditambah dengan banyaknya pohon pelindung. Ribuan ketapang kencana yang ditanampun sudah mulai besar.

“Di kawasan Nagoya dan Batamcenter sudah banyak wisman yang berjalan kaki. Ini membuktikan jika Batam sudah disenangi wisman,” jelas Ardi.

Dikatakannya, setiap jalan yang diperlebar nantinya akan memiliki taman dan pohon pelindung. Bahkan untuk transportasi di Batam sudah cukup mendukung. Hal itu terlihat dari sudah banyaknya rute yang dilalui trans Batam. (she)

Converter Kit Dikenalkan ke Nelayan Anambas

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Converter Kit, atau alat yang bisa mengubah fungsi dari gas LPG menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak baik premium maupun solar akan diaplikasikan di Anambas khususnya untuk para nelayan. Alat ini diperkirakan akan menuju titik efisiensi bahan bakar.

“Tingkat efisiensinya mencapai 50 hingga 60 persen,” ungkap Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia Agung Kuswandono, ketika menyampaikan sambutan pada acara rapat koordinasi dengan pemerintah daerah kemarin.

Jika alat tersebut diaplikasikan di Anambas, maka pemerintah daerah perlu melakukan terobosan baru. Seperti harus mengupayakan agar gas elpiji ukuran 3 kilo masuk ke Anambas. Karena ukuran 3 kilogram merupakan ukuran yang ideal. Sementara itu gas elpiji ukuran tersebut belum ada masuk ke Anambas.

Selain itu, jumlah gas 3 kilogram tersebut juga harus didata secara akurat supaya seimbang antara gas yang akan digunakan untuk nelayan dan gas yang akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Supaya sama-sama terpenuhi.

“Jangan sampai gas untuk keperluan rumah tangga habis karena digunakan untuk keperluan nelayan. Jangan sampai terjadi seperti itu,” ungkapnya lagi.

Muhammad Hakim Pane, penemu alat ini menjelaskan, dirinya sudah menemukan alat tersebut sejak 2014 silam dibantu oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Alat tersebut juga sudah teruji dan sudah Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Alat ini bisa digunakan untuk mesin motor empat tak, dua tak, dan untuk diesel,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai keamanan, dirinya menjelaskan cukup aman dan jauh dari faktor ledakan karena penggunaannya diluar ruangan. “Kalau diluar ruangan, faktor untuk meledak sangat minim karena jika ada uap gas, akan mudah terbawa angin, kecuali ditempat yang tertutup,” jelasnya.

Mesin yang menggunakan alat ini dipastikan tidak mudah rusak karena proses pengapian sempurna. Jadi tidak ada kerak atau kotoran. “Mesin jadi tidak mudah rusak,” ungkapnya.

Mengenai efisiensi, jika dibandingkan dengan premium atau solar jauh lebih irit. Contohnya jika mesin genset kapasitas 1.000 watt dinyalakan selama 15 jam bisa membutuhkan premium sekitar 10 hingga 15 liter. Sementara itu dengan converterkit, hanya satu tabung gas ukuran 3 kilogram. (sya)

PMDN Naik 38 Persen, Pemko Batam Bentuk Tim Ekonomi Percepat Realiasi PMA

0
Seorang warga saat melakukan pengurusan dokumen perizin di Dinas Penanaman Modal (PTSP) Pemko Batam di Mall Pelayanan Publik Gedung Sumatera Promotion Center.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) semester satu tahun 2018 mencapai Rp 433,9 miliar. Angka ini meningkat 38 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu yang hanya Rp 312,5 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Gustian Riau mengungkapkan capaian semester pertama tahun 2018 ini, sektor industri memberikan sumbangsih paling dominan. Seperti industri alat angkutan dan trasporatasi lainnya Rp 149,2 miliar, sektor industri barang logam dan mesin elektornik Rp 87,8 miliar, serta sektor perdagangan 78,9 miliar.

“Sisanya variatif untuk berbagai sektor,” kata dia, kemarin.

Ia mengaku pihak akan terus meningkatkan tren positif tersebut. Maka dari itu, atas arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah tebentuk tim ekonomi yang memiliki tugas di masing-masing sektor.

“Tugasnya jemput bola, ini penting. Setelah kami evaluasi, intinya investor ingin ada kepastian usaha, ini yang kami lakukan sehingga realiasi inevestasi (PMDN) meningkat,” papar dia.

Berdasarkan catatan, sejatinya rencana investasi oleh para investor di Batam untuk PMDN pada semester pertama tahun ini sebesar Rp 1,39 triliun meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya Rp 1,033 triliun. Soal ini, masih banyak dari rencana tersebut yang belum terealisasi.

“Jadi antara realisasi dan rencana tak bisa dihitung head to head, misal dari sekian rencana, lalu masih sisanya sekian, tidak. Mereka bisa saja akan merealisasikan tahun depan, bisa saja tidak jadi,” kata dia.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Asing (PMA), ia mengaku pertumbuhannya belum cukup berarti. Hanya saja, ia kerap mendengar rencana investasi PMA cukup tinggi yang kerap disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Yang kerap disampaikan adalah izin prinsip, baru rencana. Kita tak semata melihat itu, yang penting berapa yang terealisasi, kami lihat dan survei ternyata belum banyak yang menjalankan investasinya,” ungkapnya.

Maka, kata dia, melalu tim ekonomi tersebut akan turut mempercepat dan menjemput bola, terkait peningkatan realisasi PMA ini.

“Kami diberi waktu secepatnya oleh pak wali untuk mendorong realiasi ini. Tim, pertama akan lakukan bertugas menerima investor dari segala usaha baik PMA, lalu terus memonitoring perusahaan yang sudah bagaimana merealisasikan rencana investasinya,” paparnya. (iza)

Dusun Mubur Desa Bayat Kecamatan Palmatak, segera Panen Kerang Mutiara

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Pilot project budidaya kerang mutiara di Dusun Mubur Desa Bayat Kecamatan Palmatak, diperkirakan panen akhir tahun ini. Proses suntik sudah dilakukan awal tahun kemudian hasil budidaya akan dipanen sekitar bulan November mendatang.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Defrian, menjelaskan, tahun ini merupakan kali kedua uji coba. Tahun sebelumnya juga sudah pernah dilakukan dan hasilnya bagus.

“Cuma masalah harga belum ditentukan,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, jika tahun ini hasilnya bagus, maka ke depan pemerintah daerah akan melakukan komunikasi promosi ke dunia investasi.

“Nanti kami akan datangkan satu tenaga ahli untuk menentukan kualitas kerang yang akan dipanen. Apakah layak untuk dikembangkan atau tidak,” ungkapnya lagi.

Apalagi kualitas kerang mutiara dari Anambas bagus dan memungkinkan untuk pasar ekspor. Maka bisa saja pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan swasta untuk mengembangkan budidaya kerang mutiara.

Lanjutnya, bibit kerang mutiara yang sudah dibudidayakan di Anambas merupakan bibit dari Lombok.

Kemudian setelah usia dewasa, kerang tersebut disuntik. Proses suntik tersebut bukan berarti suntik seperti injeksi tapi kerang tersebut diisi dengan benda tertentu didalamnya.

“Dalam kurun waktu selama kurang lebih satu tahun benda yang sudah dimasukkan didalam kerang itu akan terbungkus atau terlapisi oleh mutiara,” jelasnya lagi. (sya)