Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11757

Converter Kit Dikenalkan ke Nelayan Anambas

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Converter Kit, atau alat yang bisa mengubah fungsi dari gas LPG menjadi pengganti Bahan Bakar Minyak baik premium maupun solar akan diaplikasikan di Anambas khususnya untuk para nelayan. Alat ini diperkirakan akan menuju titik efisiensi bahan bakar.

“Tingkat efisiensinya mencapai 50 hingga 60 persen,” ungkap Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Kementerian Koordinator Kemaritiman Republik Indonesia Agung Kuswandono, ketika menyampaikan sambutan pada acara rapat koordinasi dengan pemerintah daerah kemarin.

Jika alat tersebut diaplikasikan di Anambas, maka pemerintah daerah perlu melakukan terobosan baru. Seperti harus mengupayakan agar gas elpiji ukuran 3 kilo masuk ke Anambas. Karena ukuran 3 kilogram merupakan ukuran yang ideal. Sementara itu gas elpiji ukuran tersebut belum ada masuk ke Anambas.

Selain itu, jumlah gas 3 kilogram tersebut juga harus didata secara akurat supaya seimbang antara gas yang akan digunakan untuk nelayan dan gas yang akan digunakan untuk keperluan rumah tangga. Supaya sama-sama terpenuhi.

“Jangan sampai gas untuk keperluan rumah tangga habis karena digunakan untuk keperluan nelayan. Jangan sampai terjadi seperti itu,” ungkapnya lagi.

Muhammad Hakim Pane, penemu alat ini menjelaskan, dirinya sudah menemukan alat tersebut sejak 2014 silam dibantu oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Alat tersebut juga sudah teruji dan sudah Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Alat ini bisa digunakan untuk mesin motor empat tak, dua tak, dan untuk diesel,” jelasnya.

Ketika ditanya mengenai keamanan, dirinya menjelaskan cukup aman dan jauh dari faktor ledakan karena penggunaannya diluar ruangan. “Kalau diluar ruangan, faktor untuk meledak sangat minim karena jika ada uap gas, akan mudah terbawa angin, kecuali ditempat yang tertutup,” jelasnya.

Mesin yang menggunakan alat ini dipastikan tidak mudah rusak karena proses pengapian sempurna. Jadi tidak ada kerak atau kotoran. “Mesin jadi tidak mudah rusak,” ungkapnya.

Mengenai efisiensi, jika dibandingkan dengan premium atau solar jauh lebih irit. Contohnya jika mesin genset kapasitas 1.000 watt dinyalakan selama 15 jam bisa membutuhkan premium sekitar 10 hingga 15 liter. Sementara itu dengan converterkit, hanya satu tabung gas ukuran 3 kilogram. (sya)

PMDN Naik 38 Persen, Pemko Batam Bentuk Tim Ekonomi Percepat Realiasi PMA

0
Seorang warga saat melakukan pengurusan dokumen perizin di Dinas Penanaman Modal (PTSP) Pemko Batam di Mall Pelayanan Publik Gedung Sumatera Promotion Center.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) semester satu tahun 2018 mencapai Rp 433,9 miliar. Angka ini meningkat 38 persen dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu yang hanya Rp 312,5 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP), Gustian Riau mengungkapkan capaian semester pertama tahun 2018 ini, sektor industri memberikan sumbangsih paling dominan. Seperti industri alat angkutan dan trasporatasi lainnya Rp 149,2 miliar, sektor industri barang logam dan mesin elektornik Rp 87,8 miliar, serta sektor perdagangan 78,9 miliar.

“Sisanya variatif untuk berbagai sektor,” kata dia, kemarin.

Ia mengaku pihak akan terus meningkatkan tren positif tersebut. Maka dari itu, atas arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi telah tebentuk tim ekonomi yang memiliki tugas di masing-masing sektor.

“Tugasnya jemput bola, ini penting. Setelah kami evaluasi, intinya investor ingin ada kepastian usaha, ini yang kami lakukan sehingga realiasi inevestasi (PMDN) meningkat,” papar dia.

Berdasarkan catatan, sejatinya rencana investasi oleh para investor di Batam untuk PMDN pada semester pertama tahun ini sebesar Rp 1,39 triliun meningkat dari tahun 2017 lalu yang hanya Rp 1,033 triliun. Soal ini, masih banyak dari rencana tersebut yang belum terealisasi.

“Jadi antara realisasi dan rencana tak bisa dihitung head to head, misal dari sekian rencana, lalu masih sisanya sekian, tidak. Mereka bisa saja akan merealisasikan tahun depan, bisa saja tidak jadi,” kata dia.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Asing (PMA), ia mengaku pertumbuhannya belum cukup berarti. Hanya saja, ia kerap mendengar rencana investasi PMA cukup tinggi yang kerap disampaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Yang kerap disampaikan adalah izin prinsip, baru rencana. Kita tak semata melihat itu, yang penting berapa yang terealisasi, kami lihat dan survei ternyata belum banyak yang menjalankan investasinya,” ungkapnya.

Maka, kata dia, melalu tim ekonomi tersebut akan turut mempercepat dan menjemput bola, terkait peningkatan realisasi PMA ini.

“Kami diberi waktu secepatnya oleh pak wali untuk mendorong realiasi ini. Tim, pertama akan lakukan bertugas menerima investor dari segala usaha baik PMA, lalu terus memonitoring perusahaan yang sudah bagaimana merealisasikan rencana investasinya,” paparnya. (iza)

Dusun Mubur Desa Bayat Kecamatan Palmatak, segera Panen Kerang Mutiara

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Pilot project budidaya kerang mutiara di Dusun Mubur Desa Bayat Kecamatan Palmatak, diperkirakan panen akhir tahun ini. Proses suntik sudah dilakukan awal tahun kemudian hasil budidaya akan dipanen sekitar bulan November mendatang.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan Kabupaten Kepulauan Anambas Defrian, menjelaskan, tahun ini merupakan kali kedua uji coba. Tahun sebelumnya juga sudah pernah dilakukan dan hasilnya bagus.

“Cuma masalah harga belum ditentukan,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, jika tahun ini hasilnya bagus, maka ke depan pemerintah daerah akan melakukan komunikasi promosi ke dunia investasi.

“Nanti kami akan datangkan satu tenaga ahli untuk menentukan kualitas kerang yang akan dipanen. Apakah layak untuk dikembangkan atau tidak,” ungkapnya lagi.

Apalagi kualitas kerang mutiara dari Anambas bagus dan memungkinkan untuk pasar ekspor. Maka bisa saja pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan swasta untuk mengembangkan budidaya kerang mutiara.

Lanjutnya, bibit kerang mutiara yang sudah dibudidayakan di Anambas merupakan bibit dari Lombok.

Kemudian setelah usia dewasa, kerang tersebut disuntik. Proses suntik tersebut bukan berarti suntik seperti injeksi tapi kerang tersebut diisi dengan benda tertentu didalamnya.

“Dalam kurun waktu selama kurang lebih satu tahun benda yang sudah dimasukkan didalam kerang itu akan terbungkus atau terlapisi oleh mutiara,” jelasnya lagi. (sya)

Yangkate Berharap Bantuan Rumah

0

x.batampos.co.id – Yangkate wanita tua berumur, 60 tahun berharap mendapatkan program rehab rumah tak layak huni. Saat ini Yankate tinggal berdua bersama cucunya di Dusun II Kampung Boyan, Desa Batu Berdaun.

Harapan ini cukup besar, apalagi rumahnya sudah didata oleh petugas Desa Batu Berdaun beberapa waktu lalu. Namun sayangnya hingga akhir tahun bantuan tak kunjung didapat.

“Semua data, baik kepemilikan rumah dan tanah rumah ini sudah jelas dan ini milik pribadi Yangkate,” ujar Nenek tersebut.

Kondisi rumah Yangkate cukup memprihatinkan. Selain dinding papan yang mulai keropos, atap rumah milik janda tua itu juga sudah bocor. Namun Yangkate tidak dapat berbuat banyak karena tidak kuat lagi mencari uang, memperbaiki rumah tuanya.

Dikatakannya petugas desa yang datang mendata bahkan tidak hanya pada tahun ini saja, bahkan sejak program RTLH dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BPSP) tak juga didapatnya.
Program bantuan itu hanya menyentuh segelintir warga di Desa itu.

Sementara itu, Abdul Kadir salah seorang tetangga Yangkate mengaku kecewa dengan kinerja petugas desa yang disinyalir mengutamakan kepentingan segelintir petugas desa saja. Bahkan dia mengaku pendataan bantuan BSPS dinilai menguntungkan orang-orang tertentu saja.

“Rumah ini (rumah Yangkate, red) sudah sejak tahun 2015 didata terus menerus tapi hingga saat ini tidak juga mendapat bantuan,” kata Abdul Kadir. (wsa)

Berharap Air Dari Waduk Tua

0

Ketersediaan air bersih di Batam menimbulkan khawatiran. Sejumlah waduk tua tak sanggup lagi menyuplai air bersih ke palanggan yang jumlahnya terus bertambah. Pembangunan waduk baru di Batam sangat mendesak.

JUNIARTI Saragih, 31, merapikan ruang tamu setelah tamu terakhir meninggalkan rumahnya di kawasan Tiban, Kamis (11/10) malam lalu. Rumahnya baru saja menjadi tempat kebaktian keluarga. Aneka gelas dan piring bekas snack ia pindahkan ke wastafel. Namun ua tak segera mencucinya. Sebab aliran air di rumahnya mati.

“Nanti tunggu airnya hidup dulu. Biasanya jam 11 (23.00 WIB) baru hidup,” ujar ibu dari Peter ini.

Juni mengaku, sudah sebulan ini di kompleksnya mengalami gangguan suplai air bersih dari PT Adhya Tirta Batam (ATB). Gangguan ini selalu teratur. Air mengalir mulai pukul 23.00 WIB sampai pukul 07.00 WIB keesokan harinya. Setelah itu aliran air terhenti hingga pukul 11 malam. Begitu seterusnya.

Sebagai pelanggan, Juni mengaku tidak tahu persis apa penyebab tersendatnya suplai air bersih dari ATB itu. “Apa karena kami tinggal pada dataran yang tinggi ya?” katanya menduga.

Kondisi serupa dirasakan Ezra. Warga perumahan Kartini, Sekupang, ini mengaku ia dan warga lainnya sudah mengalami gangguan suplai air bersih sejak beberapa bulan yang lalu. “Sudah makanan sehari-hari itu mbak,” ungkap Ezra di Sekupang, Rabu (10/10) lalu.

Pegawai di perusahaan BUMN ini mengatakan, kondisi gangguan air bersih seperti ini pernah mereka alami di 2015 lalu. Saat itu, hampir empat bulan mereka mengalami gangguan pasokan air.

Warga Tiban Indah, Yulitavia, juga mengalami kondisi yang sama. Suplai air bersih di Tiban Indah juga hilang timbul. Terutama saat akhir pekan. Menurut dia, ini terjadi karena banyak warga yang melakukan aktivitas rumah tangga saat akhir pekan.

ilustrasi

“Di sini mau mencuci, di sana juga mau mencuci, jadi airnya sama-sama tidak mengalir. Akhirnya berhentilah semua,” ungkap dia.

Warga Tiban lainnya, Arreza MP mengungkapkan rumah pertamanya di Sekupang yang ia sewakan kepada orang lain di Sekupang sering mengalami gangguan pasokan air.

Gangguan pasokan air bersih ini juga dirasakan warga di beberapa kompleks lain di Tiban dan Sekupang. Seperti Perumahan Delta Villa, Maya Villa, Mutiara View, Puri Malaka, Tiban Makmur Nirwana, dan Tiban Global serta sebagian Tiban Kampung. Termasuk juga beberapa kawasan wisata seperti Rumah Senang di Tanjung Pinggir.

Persoalan ini bahkan merembet ke beberapa kawasan Bengkong dan Baloi, seperti Baloi Indah. Warga di kawasan Baloi Indah mengeluhkan kondisi penurunan debit air ke rumah mereka sejak tiga pekan belakangan ini.

Najwa Aaliyah N, 32, anak kos di Baloi mengaku sudah tiga pekan ini debit air di kamar mandinya menurun. Bahkan ada beberapa kali mati mendadak lebih dari 5 jam dalam sehari.

“Dalam seminggu itu bisa jadi tiga hari mati seperti itu. Apesnya lagi, pas pagi saat mau mandi hendak berangkat kerja. Eh air mati,” ujarnya.

***

Head of Corporate Secretary PT ATB Maria Y Jacobus mengakui, beberapa pelanggan ATB di wilayah Sekupang memang berpotensi mengalami gangguan suplai air bersih. Khususnya pada pelanggan dengan lokasi-lokasi pada elevasi tinggi. Mereka kalah bersaing mendapatkan suplai air dengan pelanggan yang berada pada lokasi yang lebih rendah.

“Sifat air itu adalah mengalir pada daerah yang terendah dulu baru naik ke lokasi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Namun Maria menerangkan, situasi ini tidak lepas dari keterbatasan kapasitas suplai air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Seiharapan. Sebab kebutuhan air bersih untuk pelanggan di Sekupang dan Tiban ini dipasok dari waduk Seiharapan ini.

Kondisi waduk Seiharapan saat ini cukup memprihatinkan. Terjadi pendangkalan para akibat lumpur dari kawasan permukiman yang masuk ke dalam waduk. Kondisi ini membuat debit air menyusut dan tidak cukup untuk diolah dan didistribusikan kepada pelanggan.

Pengamatan Batam Pos, pendangkalan waduk Seiharapan diperparah dengan kondisi daerah tangkapan air yang juga memprihatinkan. Hutan-hutan di sekitar kawasan terlihat gundul. Penyebabnya beberapa kali terjadi kebakaran hutan oleh aktivitas-aktivitas ilegal. Pohon-pohon yang sebelumnya rindang, kini terlihat mati.

Dam Seiharapan merupan dam tua yang dibangun pada tahun 1978. Ini dam pertama yang dibangun di Pulau Batam oleh Otorita Batam (OB) yang kini jadi Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Saat pertama kali dibangun, daya tampung air baku di dam tersebut mencapai 3.637.000 m3. Dam itu mampu menyuplai kebutuhan air bersi di Tiban dan Sekupang. Kala itu, wilayah Sekupang memang menjadi pusat pemerintahan dan pengembangan permukiman.

Dam Seiharapan memiliki panjang 250 meter, tinggi 17 meter, dan lebar 9 meter dengan luas daerah tangkapan air mencapai 993,02 hektare. Luas permukaan 87,64 hektare dan luas genangan 75 hektare.

Namun sejak 2015, Dam Seiharapan mulai mengalami sedimentasi. Pendangkalan area tersebut menyebabkan kekeringan Dam Seiharapan yang semakin mengkhawatirkan.

Penyusutan jumlah air baku karena daya tampung berkurang di Dam Seiharapan sangat berdampak pada kualitas, kuantitas, dan kontinuitas suplai air ke pelanggan terutama kawasan Sekupang sekitarnya. Pelanggan yang merasakan dampaknya tidak hanya kawasan industri namun juga pelanggan domestik rumah tangga.

Wilayah Sekupang memang termasuk distrik kawasan ekonomi dan pemukiman padat penduduk. Data BPS Batam tahun 2017, jumlah penduduk Kecamatan Sekupang sebanyak 127.637 orang. Naik lebih dari 25 ribu orang dari tahun 2010 yang berjumlah 101.090 orang.

Kenaikan jumlah penduduk yang tidak dibarengi dengan kenaikan volume air baku pertanda krisis air hanya tinggal menunggu waktu. Sebab, meskipun curah hujan meningkat namun jika daya tampung dam berkurang karena pendangkalan belum teratasi, tetap saja jumlah air baku tidak bisa mencukupi kebutuhan air.

Dam Sei Harapan nampak dari atas.
foto: atb batam

Padahal pada kondisi normal, Waduk Seiharapan bisa memproduksi air bersih 210 liter/detik. Menurut Maria, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan kondisi waduk Seiharapan ini ke BP Batam supaya lebih diperhatikan. “Diadakan pemeliharaan lanjutan. Segera dilakukan penggalian atau pengerukan kembali. Efek sedimennya sudah sangat parah,” ungkap Maria.

Melalui layar teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), Maria menunjukkan proses dan dampak terpapar dari beberapa waduk layak produksi tersebut, ditentukan dengan Dam Level. Jika posisi level dam menyentuh minus 5 m (dari permukaan spillway), maka kondisi waduk tidak memungkinkan lagi untuk memproduksi air bersih.

Lebih detilnya lagi, jika dilihat dari layar SCADA, Dam Level Waduk Seiharapan sudah mencapai pada level minus 2,5. Itu artinya, perlu menjadi perhatian untuk segera mempersiapkan penggiliran suplai air bersih dengan menurunkan atau mengurangi kapasitas produksi.

“Apabila level dam terus menurun pada angka minus 5, maka di angka minimum ini, mau tidak mau produksi harus distop,” ujarnya.

Ibarat pasien, posisi level dam di angka minus 5 itu berarti sudah dalam kondisi sekarat. Sehingga ATB harus menghentikan produksi air bersih melalui kebijakan water rationing atau penggiliran.

“Mau tidak mau harus stop,” tegasnya.

Kebijakan water rationing ini pernah juga dilakukan pada 2015 lalu. Saat itu Waduk Seiharapan hampir mengering. Kala itu, metode rationing 2/1 (dua hari off, satu hari on) dan 3/1 diberlakukan. Demikian halnya pada 2017 lalu dan tahun ini. Apabila level Waduk Seiharapan tidak ada perubahan, maka pilihan penggiliran akan diberlakukan lagi.

Maria mengungkapkan, pada 2015 lalu Waduk Seiharapan kering karena kemarau panjang akibat badai Elnino. Sementara pada 2017 penyusutan air baku Dam Seiharapan murni karena sedimentasi yang kian buruk. Perlu dilakukan pengerukan.

“Recovery kembali. Kalau tidak maka waduk ini tak bisa diharapkan lagi. Jadi perlu perhatian khusus,” ujar Maria.

Waduk Seiharapan sendiri, dilihat dari peta Water Supply Distribution Network 2018 dari aplikasi SCADA ATB, mengcover kawasan Tiban (Sangrila, Patam Lestari, Mutiara View, kawasan industri Sekupang, Tiban BTN), Tanjung Riau, dan Tiban Palapa. Dari waduk ini juga menampung tiga reservoir dengan masing-masing kapasitas 2.000 meter kubik di Tiban, 1.000 meter kubik di kawasan Telkom, 1.000 meter kubik di kawasan Tanjungpinggir.

“Dari 279.180 akun pelanggan yang terdaftar, ada 45 ribu pelanggan yang dicover dari Dam Seiharapan. Daerah itu terbagi ke Distrik Meter Zone atau DMZ. DMZ ini memudahkan kami untuk memeriksa secara cepat keluhan pelanggan,” jelas Maria.

Terkait permasalahan waduk Seiharapan ini, ATB sudah melakukan koordinasi dan melaporkannya ke BP Batam. Menurut Maria, BP Batam sudah mengganggarkan recovery tersebut mulai 2019 mendatang.

Maria menambahkan bahwa pengerukan untuk mengatasi pendangkalan harus diimbangi dengan kelestarian lingkungan di sekitar Dam Seiharapan. Penghijauan harus digalakkan karena bermanfaat untuk mengurangi sedimentasi akibat lumpur dan lainnya sehingga pendangkalan bisa diminimalisir.

Selain permasalahan waduk ini, seiring meningkatnya jumlah penduduk dan kebutuhan air di Batam, Pulau Batam juga sudah harus memerlukan dukungan dari pengadaan waduk baru. BP Batam saat ini telah mengembangkan satu waduk baru yakni Waduk Tembesi berkapasitas 600 liter per detik.

“Kami memerlukan dam supporting seperti waduk Tembesi ini,” ujar Maria.

Warga melihat Dam Tembesi di Barelang. Rencananya Dam ini akan beroperesi ditahun 2019. F Dalil Harahap/Batam Pos

Bukan tanpa alasan. Kebutuhan pelanggan akan air bersih selalu meningkat diikuti dengan pertumbuhan pembangunan perumahan dan industri yang meningkat, khususnya di kawasan Sagulung dan Batuaji. Diharapkan, Waduk Tembesi ini bisa mengcover para pelanggan baru dari kawasan Tanjunguncang (DMZ 10), Sagulung (DMZ 23), dan Batuaji (DMZ 11), serta Barelang (DMZ 19).

Saat ini, Kecamatan Sagulung memang paling padat penduduk. Hingga akhir tahun 2017 lalu jumlah penduduknya 258.674 orang. Sementara pada tahun 2010 jumlah warganya hanya 152.091 orang. Ada peningkatan hampir seratus persen. Sedangkan penduduk Kecamatan Batuaji sebanyak 180.680 orang. Juga meningkat dari tahun 2010 yang jumlahnya 128.974 orang.

Selama ini, dukungan air bersih untuk kawasan ini disuplai dari waduk Duriangkang dan Mukakuning. Nah untuk mengantisipasi proyeksi kebutuhan air bersih di masa yang akan datang dan ketersediaan air baku di Pulau Batam tetap tersedia, harus ada dukungan waduk baru.

“Kalau sampai Duriangkang masih mengcover empat DMZ itu sampai sekarang, dipastikan pada 2020 mendatang, Waduk Duriangkang, statusnya sudah sampai pada batas hati-hati. Jangan sampai Duriangkang juga yang masih mengcover pelanggan baru, maka Waduk Tembesi harus disegerakan beroperasi dalam waktu secepatnya,” ungkap Maria.

Maria mengatakan, saat ini, ATB dalam pengelolaan air bersihnya mampu memproduksi delapan juta meter kubik dalam satu bulan. Air bersih itu dialirkan kepada pelanggan melalui pipa sepanjang 3.964.656 kilo meter.

Andalkan Air Hujan

Ada lima waduk yang menjadi sumber air bersih masyarakat rumah tangga dan industri di Kota Batam yang dimiliki BP Batam yang menjadi sumber air baku ATB. Lima dam tersebut yakni, Duriangkang (DK), Mukakuning (MK), Sei Ladi (LD), Seiharapan (HR), dan Nongsa (NG).

ilustrasi

Namun pasokan atau sumber air baku di lima dam tersebut hanya mengandalkan air hujan. Total kapasitas waduk sebesar 3.820 liter/detik.

“Sementara, total kapasitas produksinya sebesar 3.610 liter/detik,” ujar Maria.

“Kemudian total produksi air bersih ATB sudah mencapai sekitar 3.300 liter per detik. Idle capacity-nya (kapasitas tersisa, red) sudah semakin mengecil,” terang Maria.

Dari kelima waduk ini, waduk Duriangkang yang menghasilkan 2.200 liter air bersih per detik menjadi tulang punggung ketersediaan air bersih di Batam saat ini. Sebanyak 70 persen pelanggan ATB mendapat pasokan air bersih dari waduk Duriangkang.

Menurut Maria, volume konsumsi air bersih terus meningkat seiring semakin bertambahnya jumlah penduduk di kota industri ini. Data dari BPS Kota Batam, tahun 2017, jumlah penduduk Batam sebanyak 1.283.196 orang. Padahal tahun 2010 baru mencapai 954.450 orang.

Dari jumlah penduduk tersebut PT ATB telah menjangkau 99,5 persen area pelayanan. Data terbaru PT ATB, saat ini ATB sudah melayani lebih dari 278.000 pelanggan dengan fokus pendistribusian air bersih di mainland Batam.

Dengan jumlah pelanggan tersebut, ATB memproduksi sekitar 100 juta kubik air bersih per tahun. Jumlah tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai segmen. Mulai dari rumah tangga, niaga, dan industri.

Jika dirata-rata, maka saat ini konsumsi air bersih penduduk Batam mencapai 190 liter per hari per orang. Jumlah atau volume konsumsi air bersih tersebut lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Nasional hanya sekitar 130 liter per hari,” ujarnya.

Sementara, ada ancaman bakal berkurangnya air baku bahkan ancaman mengeringnya waduk di Batam. Berkurangnya kapasitas air baku di Batam umumnya, selain karena faktor cuaca seperti kemarau atau El nino, juga karena pendangkalan atau terjadinya sedimentasi atau pengendapan lumpur akibat banyaknya tumbuhan liar seperti eceng gondok, dan residu-residu dari aktivitas di sekitarnya.

Harapan Baru Dam Tembesi

Terpisah, Kepala Kantor Pengelolaan Air BP Batam Binsar Tambunan mengakui memang kondisi Dam Seiharapan secara operasional hanya 50 persen saja. Butuh penanganan segera agar kondisinya bisa kembali seperti semula.

“Ini sebagai peringatan kepada kami sebagai pengelola waduk. Ini akan kami sikapi segera,” tuturnya.

Dam Tembesi di Barelang.
F Dalil Harahap/Batam Pos

BP Batam sebagai pemilik aset Dam Seiharapan pernah berencana untuk mengeruk dam tersebut. Dalam operasionalnya, BP akan menggunakan dana dari Bank Dunia. Rencana tersebut sudah bergulir sejak musim kekeringan akibat El-Nino tahun 2015 silam.

“Saat El-Nino 2015, sudah dijanjikan pengerukan. Namun hingga saat ini belum ada progres,” katanya.

Solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan ini, lanjut Binsar, interkoneksi untuk distribusi air bersih. “Tiap waduk punya interkoneksi. Jadi semua nyambung dari Seiladi ke Seiharapan. Dari Duriangkang ke Nongsa. Semua tersambung distribusinya,” paparnya.

Dengan demikian, ketika musim kemarau panjang terjadi, suplai air di Batam tak akan terganggu. Apalagi saat ini total kemampuan seluruh dam di Batam dalam mendistribusikan air mencapai 3.800 liter perdetik. Sementara saat ini baru 3.200 liter detik yang digunakan.

“Jadi tidak ada alasan untuk melakukan rationing,” tegas Binsar.

Sementara harapan dari Dam Tembesi belum bisa diwujudkan segara sebab butuh proses lelang untuk pengelolaannya. Badan Pengusahaan (BP) Batam baru akan mengumumkan (sounding market) pembukaan lelang pengelolaan sumber air baku Dam Tembesi pada bulan Oktober ini. Nilai lelang investasi dam ini mencapai Rp 350 Miliar.

“Lelang Dam Tembesi akan diumumkan ke publik pada Oktober ini. Mungkin dari 23 investor awal yang berminat akan bertambah lagi usai sounding market ini,” kata Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto, beberapa waktu lalu.

Saat ini tim panitia lelang sudah terbentuk dan sudah disahkan oleh Kepala BP Batam. Proses pelelangan akan dibuka pada akhir tahun 2018.

“Tugas mereka adalah rapat berulang-ulang untuk bisa mencari formulasi bagus dalam rangka siapkan kegiatan lelang mulai bulan Oktober ini,” paparnya.

Nilai investasi pengelolaan Dam Tembesi diperkirakan mencapai Rp 250–Rp 350 miliar. “Karena investasi Dam Tembesi mahal makanya ada parameter yang harus dipenuhi oleh peserta lelang,” ujarnya lagi.

Dua hal utama yang menjadi pertimbangan adalah pengalaman dan finansial. “Pengalaman harus ada, jangan sampai diberikan suatu pekerjaan kepada orang yang tidak pengalaman. Baru urusan finansial juga dipertimbangkan karena investasi Dam Tembesi mahal,” ungkapnya.

Tugas yang dilakukan oleh pengelola Dam Tembesi sangat beragam. Ada sejumlah kegiatan penting yang harus dilakukan untuk menjamin ketersediaan air bersih Batam dari dam yang kapasitas 600 liter per detik itu.

“Pertama, perbaikan instalasi dari waduknya sendiri. Kemudian pemasangan pipa dari waduk menuju ke tempat Water Treatment Plant (WTP), ketiga perbaikan di WTP, keempat proses distribusi dari WTP ke reservoir dan kelima kegiatan distribusi air yang akan dimanfaatkan oleh ATB nanti,” ucapnya.

Untuk keadaan dam saat ini, Eko mengungkapkan bahwa airnya sudah tidak asin lagi sehingga bisa dikelola.

“Kalau bisa dimanfaatkan, kemungkinan Batam akan kekurangan air pada tahun 2021 tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (cha/uma/leo)

Gathering Line Dance n Salsa di Batam

0

batampos.co.id – Universal Line Dance (ULD) Batam bersama Joy n Fit Dance menggelar gathering Line Dance n salsa di Swiss Bell Hotel, Harbourbay, Batuampar, Sabtu (13/10) malam. Acara itu merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan kerjasama dan mempererat silaturahmi

Ketua ULD Batam, Noor Jannah mengatakan gathering rangkaian dari workshop yang telah digelar siang harinya. Dalam setahun pihaknya menggelar beberapa kali kegiatan.

“Ini merupakan kegiatan akhir tahun 2018. Tujuannya untuk menjalin silaturahmi yang memang sudah lama terjalin,” ujar Noor Jannah disela acara.

Menurut dia, kegiatan kali ini pihaknya mengandeng Joy n Fit Dance. Dimana dalam workshop mereka tak hanya mempelajari line dance saja, tapi juga salsa. Bahkan ada tamu dari ULD Jakarta dan lainnya.

“ULD terbuka untuk siapa saja,bagi masyarakat yang ingin bergabung kami persilahkan dengan senang hati. Line dance sendiri memiliki banyak manfaat, diantaranya melatih daya ingat,” jelas Noor Jannah.

Pemilik Joy n Fit Dance, Anna Tay mengaku kegiatan bersama ULD adalah cara untuk berbagi ilmu dan bertukar pikiran. Apalagi dulunya, Joy n Fit Dance berada dibawah naungan ULD Batam.

“Ini ajang silaturahmi juga, sekaligus merangkul teman-teman dalam kebersamaan. Kedepannya juga berharap salsa bisa berkembang di Batam,” pungkas Anna. (she)

Jaring Industri Kreatif Melalui Kegiatan Kreatif

0
Walikota Batam Muhammad Rudi didamping Ketua Penggerak PKK Kota Batam Marlin Agustina Rudi, bersama Penasehat International Business Association Sri Sudarsono Ketua Dewan Pimpinan Cabang IBA Batam, Shan Shan membuka acara Dare to Step Forward yang digelar oleh International Business Association (IBA) Nagoya Citywalk Batam, Minggu (14/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

x.batampos.co.id – International Business Association (IBA) atau perkumpulan pengusaha internasional menggelar kegiatan bertemakan Dare to Step Forward di Nagoya Citywalk Batam, Minggu (14/10) pagi.

Kegiatan yang bertemakan industri kreatif yang digagas IBA ini merupakan langkah IBA untuk menonjolkan atau mengakomodir para pelaku industri kreatif di Batam serta para pemuda di Batam untuk berkreasi melalui kegiatan Dare to Step Forward ini.

“Kegiatan ini kami isi dengan beragam kompetisi seperti kompetisi dansa, menyanyi serta mural frafiti bertema I Draw Future dengan total hadiah yang kami siapkan mencapai Rp 150 juta bagi para pemenang yang didominasi para kawula muda dan remaja ini nantinya,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang IBA Batam, Shan Shan.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta para kawula muda-mudi se-Batam. Shan Shan berharap digelarnya kegiatan yang merangsang untuk membangkitkan industri kreatif di Batam ini, dapat meningkatkan semangat para partisipan, agar lebih berani dalam berkreasi dengan buah kreativitasnya dan berkarya di industri kreatif. Sehingga nantinya akan mampu mendorong realisasi pertumbuhan ekonomi kreatif di Batam.

Pada kegiatan ekonomi kreatif yang digagas IBA ini dihadiri beberapa tokoh masyarakat Batam seperti Sri Soedarsono, Walikota Batam, M Rudi beserta istri, serta beberapa pengusaha.

Di hadapan para peserta kawula muda Batam, Rudi mengaku bangga dengan kegiatan kreativitas ini.

“Batam harus bisa bangkit dan mampu menghidupkan industri kreatif dari para kawula mudanya. Begitu juga pengusaha yang tergabung dalam IBA, saya selaku Walikota Batam siap untuk memberikan pelayanan yang maksimal, utamanya dalam perizinan usaha. Kalau ada pengusaha yang dipersulit urus izin usaha, langsung saja lapor saya. Saya sendiri yang akan turun membantu pengusaha untuk mendapatkan perizinan itu. Saya pasang badan untuk itu,” ujar Rudi yang langsung disambut aplause dari para tamu undangan yang hadir dari berbagai pengusaha di segala sektor.

Sedangkan tokoh masyarakat, Sri Soedarsono yang juga ditunjuk menjadi penasihat IBA Batam mengaku bangga dan sangat mendukung sekali kompetisi atau kegiatan kreativitas yang digagas IBA.

“Ini merupakah wadah positif bagi kawula muda di Batam untuk menyalurkan bakat dan kemampuan kreasinya, mereka mampu mengimplementasikan buah kreativitasnya yang nantinya bisa dijadikan bekal untuk membesarkan dan mewujudkan kreativitasnya,” ujar Sri Soedarsono.

IBA sendiri didirikan pertama kalinya oleh pengusaha Batam, Tjan Tjaw Hua yang berkantor pusat di Bintan. Selain cabang Batam dan Jakarta, IBA akan membuka cabang di seluruh Provinsi di Indonesia dan perwakilan di negara-negara Asean.

IBA saat ini didukung dewan pengawas dan penasihat dari kalangan pengusaha Batam di berbagai sektor industri dan usaha serta pejabat pemerintah Batam, agar dapat membian anggota asosiasi untuk menjadi lebih sukses hingga menembus level internasional.

IBA jaringannya tersebar di Asia seperti di Vietnam, Myanmar, Philipina, Taiwan, Malaysia dan Singapura. Di Taiwan ada 95 asosiasi pengusaha yang sudah bergabung ke IBA dan 2.500 anggota.

Tujuan IBA di Indonesia untuk menjaring para pengusaha agar bisa bergabung ke jaringan pengusaha internasional. Saat ini terdapat 300 agngota IBA dari pengusaha.

Sementara Khairil Wira, salah satu founder IBA di Jakarta mengatakan, tujuan dibentuknya IBA untuk mempersatukan asosiasi pengusaha dan menghubungkan ke jaringan pengusaha internasional.

“Kami membuat IBA di Indonesia bertujuan untuk menjaring para pengusaha agar bisa bergabung ke jaringan pengusaha internasional. Ada 300 anggota para pengusaha yang akan bergabung di member IBA,” ujar Wira mengakhiri. (gas)

Indonesia Tambah Utang Rp 15 Triliun

0

x.batampos.co.id – Dana untuk merekonstruksi wilayah paska bencana seperti di Lombok dan Sulawesi Tengah terus berdatangan dari berbagai lembaga keuangan. Setelah Asian Development Bank (ADB), World Bank turut memberikan pendanaan hingga USD 1 miliar atau Rp 15 triliun (kurs Rp 15.000).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah ingin mengundang Bank Dunia dan institusi lain untuk pembiayaan manajemen resiko bencana.

“Ini adalah sesuatu yang sangat penting bagi Indonesia. Adanya bencana alam secara terus-menerus, daerah yang berbeda, bentuknya bisa berbeda-beda, Indonesia memiliki potensi untuk terus menghadapi bencana alam sehingga kita perlu mengelola dan memiliki kebijakan yang lebih baik,” ujarnya, Minggu (14/10).

Pendanaan tersebut bisa langsung dicairkan sesuai dengan permintaan pemerintah. Sebelumnya, Bank Dunia juga telah memberikan dana hibah sebesar USD 5 juta atau Rp 75,5 miliar (kurs Rp 15.100,00) untuk rekonstruksi paska bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah. Pendanaan tersebut termasuk pemberian uang tunai kepada 150 ribu keluarga termiskin yang terdampak dalam periode 6 bulan hingga satu tahun.

Selain itu adapula tambahan sistem perlindungan sosial untuk mendukung ekonomi lokal selama masa pemulihan guna menghindari kerugian masyarakat berkepanjangan. Dana ini pun bisa mencakup program pemulihan darurat untuk pembiayaan rekonstruksi fasilitas publik, aset infrastruktur, rumah sakit, sekolah, jembatan, jalan dan infrastruktur air bersih. Ini juga bisa untuk memperkuat pengawasan dan sistem peringatan dini guna membantu pembiayaan rekonstruksi perumahan.

“Kami akan undang semua institusi yang memiliki kompetensi untuk bangun instrumen pendanaan sesuai kebutuhan bencana. Apakah seperti Meksiko, Chili, Peru, Kolombia yang membuat Pacific Alliance, Maroko buat asuransi untuk perumahan dan UMKM atau asuransi di Karibia dan Filipina,” imbuhnya.

Bank Dunia telah membuat estimasi awal tentang potensi kerugian fisik seperti infrastruktur, perumahan, dan properti lainnya akibat tsunami di Sulawesi Tengah sekitar USD 531 juta atau Rp 8,07 triliun.

Kerugian tersebut mencakup sektor perumahan sebesar USD 181 juta atau Rp 2,75 triliun. Sedangkan untuk sektor properti non perumahan mencapai USD 185 juta atau Rp 2,82 triliun dan infrasruktur sebesar USD 165 juta atau Rp 2,5 triliun. Estimasi kerugian tersebut berdasarkan hitungan analisis ilmiah, ekonomi dan teknis.

Ini belum termasuk kehilangan nyawa, kehilangan lahan dan kejatuhan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan. CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva mengatakan pinjaman tersebut tidak hanya bisa digunakan untuk pemulihan paska bencana di Sulawesi Tengah dan Lombok saja melainkan juga untuk lokasi lain di Indonesia.

“Kita juga menyediakan funding cash transfer untuk mendukung 150 ribu keluarga yang terdampak gempa. Terakhir, kami ingin mendukung rekonstruksi yang dilakukan pemerintah,” ujarnya. Sejumlah aksi sosial untuk korban bencana juga dihelat dalam acara AM IMF–WB 2018.

Salah satunya oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang membuka booth BRIKOPI bertema a Cup of Solidarity. Satu gelas kopi dalam acara tersebut dihargai dengan donasi senilai Rp 100 ribu. BRI sendiri awalnya menargetkan dari aksi tersebut bisa mengumpulkan dana Rp 1 miliar. Ternyata hingga hari terakhir BRI berhasil mendistribusikan 13.312 cup dengan dana yang akan disalurkan mencapai Rp 1,3 miliar. (vir/JPG)

DPRD Minta Pemko Batam Revisi Perda RPJMD

0

batampos.co.id – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Batam meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera merubah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Revisi Perda perlu dilakukan agar tercipta sinkronisasi target capaian kinerja dari perangkat daerah.

“Sebelum masa berakhir jabatan pak wali harus merevisi Perda RPJMD atas hal-hal yang tidak tercapai. Sesuai ketentuannya dua tahun sebelum masa jabatan berakhir,” kata Ketua Bapemperda DPRD Batam Sukaryo, kemarin.

Menurutnya, perubahan yang bersifat mayoritas harus dalam bentuk Panitia Khusus (Pansus). Sedangkan perubahan yang sifatnya indikator kinerja cukup dalam bentuk harmonisasi di Bapemperda DPRD Kota Batam. Salah satunya capaian indikator yang tidak sesuai dengan perda RPJMD adalah penambahan panjang jalan dan target APBD Batam.

“Di Perda RPJMD wali kota kita lihat penambahan panjang jalan. Sementara yang dilakukan Pemko melebaran jalan. Dua hal itu beda tafsir dan mesti dilakukan perubahan RPJMD,” terang Politikus PKS itu.

Selanjutnya Bapemperda melihat di RPJMD, Wali Kota menargetkan APBD Kota Batam diakhir masa jabatan wali kota sebesar Rp 3,6 triliun. Ini juga akan sulit tercapai. Apalagi melihat pencapaian APBD tiga tahun terakhir yang stagnan di angka Rp 2,5 triliun. Begitu juga dengan batalnya pengolahan sampah menjadi energi di kota Batam.

“Pengolahan sampah menjadi energi bagian dari RPJMD dan harusnya sudah berjalan di tahun 2018. Memindahkan petani ke kawasan khusus di pulau, juga ada di RPJMD. Dan ini juga belum dilaksanakan,” terang Sukaryo.

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada komunikasi dengan Pemko Batam terkait perubahan Perda RPJMD. Dari informasi terakhir, Sukaryo mengakui pihak Pemko sudah akan menyampaikan revisi. Revisi perda RPJMD ini diperbolehkan dan diatur oleh undang-undang.

“Sudah ada komunikasi. Terakhir pak wan (Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Batam, Wan Darussalam) yang akan menyampaikan,” lanjut Sukaryo.

Selain itu, perubahan wajib dilakukan karena ini menyangkut capaian kinerja lima tahun masa jabatan wali kota dan wakil wali kota.

“Kalau tidak sesuai RPJMD berarti tidak sejalan dengan visi misi mereka. Makanya karena ini sudah masuk penghujung tahun 2018, kita ingatkan kembali Pemerintah Kota (Pemko) Batam,” jelas Sukaryo. (rng)

Bertekad Bantu Pemerintah Bangun Perekonomian Batam

0
Manajemen BPR Dana Nagoya bersama Direktur Utama Suadi Wenata, Direktur BPR Dana Nagoya
Nilawati, Pincab BPR Dana Nagoya Bengkong Hendri G. (Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos)

x.batampos.co.id – Di usianya yang sudah menginjak 12 tahun berkiprah di Batam sejak 11 Oktober 2006 silam, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Nagoya hingga saat ini tetap dan makin eksis menjalankan bisnis usaha perbankannya. Untuk menyemarakkan suasana tepat di ulang tahunnya yang jatuh pada Hari Kamis, (11/10), sejumlah pimpinan dan semua karyawan BPR Dana Nagoya seperti Direktur Utamanya, Suadi Wenata, Direktur BPR Dana Nagoya, Nilawati serta Pimpinan Cabang BPR Dana Nagoya di Bengkong, Hendri Gunawan bersama seluruh karyawan BPR Dana Nagoya pusat di Komplek Nagoya Newton Blok F Nomor 1 dan 2 Nagoya Batam, berfoto bersama di depan kantor.

Usai berfoto, pimpinan dan staf melakukan pemotongan kue ulang tahun dengan diselingi nyanyian ulang tahun dan ucapan selamat seluruh karyawan BPR Dana Nagoya kepada pimpinannya. Tak hanya dari seluruh karyawan BPR Dana Nagoya kepada pimpinannya saja, sejumlah juga silih berganti memberikan ucapan selamat.

BPR Dana Nagoya yang memiliki slogan atau moto ”Kepercayaan Anda Kunci Sukses Bersama” ini awal berdirinya berkantor di Nagoya City Center Blok A Nomor 10 Nagoya. Seiring berjalannya waktu, dan dengan bertambahnya jumlah nasabah, serta berkembangnya usaha, BPR Dana Nagoya kemudian pindah kantor menempati gedung baru di Komplek Nagoya Newton Blok F Nomor 1 dan 2 Nagoya Batam.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan besar, serta mendekatkan diri ke nasabah, BPR Dana Nagoya melebarkan sayapnya dengan membuka jaringan dua kantor cabangnya di Batam yakni di kantor cabang di Bengkong, tepatnya di Komplek Ruko STM Al-Jabar Blok C Nomor 8 Bengkong, serta di Odessa tepatnya di Komplek Rujko Mas Odessa Blok C1 Nomor 1 Batamkota.

BPR Dana Nagoya sendiri berdiri di Batam dengan visi dan tujuan menjadikan BPR besar yang sehat dengan kualitas yang bagus dan efisien, serta pelayanan yang optimal ke nasabah.

Sedangkan misi dari BPR Dana Nagoya ada empat poin penting yakni menjadikan BPR yang tangguh di Batam dalam bidang pelayanan mikro finance kepada seluruh masyarakat, menjadikan BPR yang tangguh dalam struktur keuangan dan permodalan, menjadikan BPR yang tangguh dalam tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip prudential banking, serta menjadikan BPR yang tangguh dalam perannya membangun perekonomian Kota Batam khususnya.

Adapun produk kredit BPR Dana Nagoya sangat beragam seperti misalnya kredit pemilikan rumah/ruko (KPR), kredit pemilikan mobil (KPM), kredit konsumtif (KK), kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), serta pinjaman rekening koran (PRK). Untuk suku bunga kredit yang ditawarkan BPR Dana Nagoya juga sangat menarik yang dimulai dari 7,5 persen per tahun. Untuk merayakan hari ulang tahunnya BPR Dana Nagoya yang ke-12, saat ini BPR Dana Nagoya dengan tambahan asetnya yang mencapai Rp 191 miliar, menawarkan dan memperkenalkan promo produk unggulan perbankannya khusus untuk nasabahnya berupa kredit terima hadiah ponsel secara langsung tanpa diundi.

Tak itu saja. Produk unggulan perbankannya masih ada lagi seperti Tabungan Dana Sukses dan Tabungan Berhadiah dengan suku bunga sangat menarik dan biaya administrasi yang sangat murah.

Untuk menjadi BPR besar dan kokoh, tentu dibutuhkan tim yang kuat serta dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu BPR Dana Nagoya harus lebih kreatif dan fleksibel agar bisa menjangkau sesuai kebutuhan pasar. Agar tetap mampu menjaga kinerja positifnya serta profesionalisme kerjanya, BPR Dana Nagoya juga menyediakan layanan masukan ataupun saran dari para nasabahnya yang bisa langsung dikirim ke emailnya yakni [email protected].

Tak hanya merayakannya di kantor pusat atau kantor utama saja. Di dua kantor cabang BPR Dana Nagoya yakni di Odessa Batamkota maupun di Bengkong, semua karyawan BPR Dana Nagoya juga merayakan hari jadi BPR Dana Nagoya yang ke-12 dengan sangat meriah, tak kalah dengan perayaan di kantor utamanya. (gas)