Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11758

Pencetakan KTP kembali Terkendala, Camat kembali Keluarkan Surat Keterangan

0
Petugas Kecamatan Batuaji, Frisky, 28, merekam E-KTP Intan, 18, di Kantor Camat, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Camat Sekupang kembali terkendala. Kekosongan alat penunjang mesin cetak membuat warga harus bersabar untuk memegak fisik e-KTP mereka.

“Iya tak bisa cetak. Baru dua hari ini saja,” kata Camat Sekupang, Muhammad Arman, Rabu (19/9).

Ia mengungkapkan permasalahan alat ini sudah terjadi beberapa kali. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mengenai kekosongan alat penunjang ini.

“Sudah kami laporkan. Permasalahannya karena alat harus diambil dipusat. Jadi kami hanya bisa menunggu,” ujarnya.

Arman mengimbau kepada warga yang e-KTPnya belum bisa cetak diminta untuk bersabar. Sebagai solusi pihaknya kembali mengeluarkan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti e-KTP saat melakukan pengurusan beberapa hal.

“Jadi kalau urgent warga akan kami berikan suket. Fungsinya sama dengan e-KTP,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan sudah mengajukan penambahan alat cetak kepada pusat. Ia berharap dalam waktu dekat ini alat akan segera datang sehingga pencetakan bisa kembali berjalan lancar.

Selain itu, pihaknya terus berupaya mencarikan solusi agar pencetakan e-KTP tidak terhenti, karena hanya mengandalkan pusat. Untuk itu, ia berencana mengajukan kepada Pemko Batam untuk menganggarkan dana untuk membeli beberapa alat untuk cadangan.

“Biar kalau kosong langsung ada back up. Mudah-mudahan disetujuan di APBD-P ini,” tutupnya.

Sementara itu pantau di Kantor Kecamatan Sekupang pengajuan pembuatan e-KTP terus berjalan meskipun pencetakan belum bisa dilakukan. Petugas tetap menerima berkas pengajuan milik warga.(yui)

Sejumlah Warga Batam Keluhkan Pasokan Gas Elpiji 3 Kilogram

0
Pekerja merapikan gas 3 Kg (gas melon) di salah satu distributor LPG yang berada di Ruko Anugrah Park, Bengkong. F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat Kota Batam mengeluhkan ketersediaan gas melon atau bersubsidi yang kosong di beberapa pangkalan. Kalaupun ada, itu dijual di pangkalan tak resmi dan harganya bisa Rp 23 ribu lebih mahal Rp 5 ribu dari harga resmi.

Yudi, warga Seibeduk mengaku kesulitan untuk bisa mendapat gas tiga kilo tersebut. Ia pun sudah mencari kebeberapa pangkalan, namun ternyata tetap kosong. Ia pun baru menemukan gas terrsebut setelah berkeliling cukup lama. Adanya gas itu pun tidak dipangkalan resmi namun di warung kecil pinggir jalan.

“Bukan di pangkalan gas, tapi warung kecil. Harganya mahal dijual Rp 23 ribu kalau di pangkalan cuman Rp 18 ribu. Karena butuh ya terpaksa beli daripada nggak masak,” katanya.

Hal senada dikatakan Mariani warga Bengkong Indah yang juga sempat merasakan kelangkaan gas 3 kilo. Ia mendapatkan gas dengan harga cukup mahal.

“Tiga hari keliling, adanya cuman di warung kecil harganya mahal pula,” keluhnya,

Sementara Alfiani, salah satu pemilik pangkalan gas di Seibeduk mengaku kelangkaan gas 3 kilogram di pangkalan dikarenakan gas cepat habis karena diburu warga.

“Pagi datang siangnya sudah habis,” katanya.

Dia mengatakan kelangkaan bukan karena harga gas naik ataupun pihak Pertamina mengurangi jatah gas yang diantar ke pangkalan.

“Memang cepat habis (gas, red),” ucapnya. (une)

Ruas Jalan Batu 7 Tergenang Banjir

0
Sejumlah pengendara me­nerobos banjir di Jalan DI Panjaitan, Batu 7 Tanjungpinang, Rabu (19/9). Foto: Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Hujan yang mengguyur Tanjungpinang selama lebih kurang tiga jam, Rabu (19/9) kemarin membuat beberapa ruas jalan mengalami banjir. Salah satunya di ruas Jalan DI Panjaitan, Batu 7 Tanjungpinang. Banjir setinggi kurang lebih 30 sentimeter tersebut menimbulkan kemacetan.

Pengendara yang melintas tidak menyangka ada banjir di kawasan tersebut. Sejumlah pengendara terpaksa memperlambat kecepatan kendara-annya karena genangan air. Sementara pengendara lainnya, berusaha menerobos banjir tersebut.

”Saya kira ada kecelakaan, jadinya macet, rupanya banjir, biasanya tak pernah macet begini,” ujar Adi, salah seorang pengendara. Tidak hanya itu, akibat menerobos banjir, sejumlah motor pengendara mogok karena mesin motor kemasukan air.

”Tadi saya lihat, ada juga yang motornya mogok,” kata Adi. Sementara itu, warga setempat mengatakan, beberapa tahun belakangan, banjir tersebut sering terjadi jika hujan deras mengguyur. Akibatnya, akses masuk ke jalan atau gang rumah warga menjadi terganggu. Lalu lintas jalan menjadi macet total.

Sepengetahuan warga, banjir tersebut terjadi sejak adanya penimbunan lahan di seberang ruas jalan. ”Sudah hampir sepuluh tahun banjir kalau hujan deras,” ungkap Syaiful, warga setempat.

Warga sangat berharap pemerintah daerah dapat menangani masalah tersebut serta lebih peka dan peduli terhadap banjir yang sering terjadi. ”Banjir ini sangat mengganggu, kami berharap ada solusi,” kata Syaiful. (odi)

Jangan Ketinggalan 20-24 September 2018 Ada Festival Bahari Kepri di Tanjungpinang

0
Sampan jong
Foto:.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Festival Bahari Kepri (FBH) digeber pada 20-24 September 2018. Even yang masuk dalam kalender pariwisata nasional itu diharapkan mampu menghadirkan 1.000 wisatawan. Khususnya ke Kota Tanjungpinang yang menjadi tempat pelaksanaan festival.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri Buralimar optimistis target kunjungan wisatawan dapat terealisasi. Termasuk hadirnya wisatawan asing.

“Kami targetkan bisa sesuai target. Ini menjadi ajang promosi budaya masyarakat kami,” kata Buralimar dalam keterangannya.

Guna merealisasikan target kunjungan wisatawan, disajikan 14 kegiatan yang sebagian besar adalah atraksi budaya kelautan. Antara lain lomba sampan layar, lomba jong, panggung tradisional, dan jetsky exspedition yang dilakukan dua kali. Kemudian jalan santai kirab pemuda Indonesia, parade layang-layang, aneka bazar melayu Kepri; dan beberapa agenda lainnya.

Perlombaan perahu layar, jong, dan jetsky menjadi panggung utama dalam Festival Bahari Kepri. Perahu layar memang menjadi identitas masyarakat Kepri yang sudah sangat terbiasa dengan pelayaran.

Hadirnya atraksi yang memang lekat dengan masyarakat menjadi ajang yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya bahari masyarakat nusantara. Namun juga menjadi ajang untuk melestarikannya.

Festival Bahari Kepri yang sudah masuk dalam kalender pariwisata nasional, sekaligus menjadi pendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Melalui festival, Disapar Kepri mengupayakan hadirnya wisatawan mancanegara.

Pelaksanaan tahun ini, Festival Bahari Kepri juga menyertakan peserta yang berasal dari negara tetangga. Seperti dari Singapura dan Malaysia.

“Untuk Jetsky, tahun ini ada 40 peserta dari Malaysia,” ungkap Buralimar.

(bbi/JPC)

208 Anggota Satpol PP Jalani Tes Urin

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq ikut memantau jalannya pemeriksaan urin pada Satpol PP.

batampos.co.id – Badan Narkota Nasional (BNN) Karimun memeriksa urin 208 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di Pulau Karimun dan Pulau Buru, Rabu (19/9). Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anggota Satpol PP yang menggunakan narkoba.

’’Sesuai dengan komitmen, bahwa pemeriksaan urin terhadap pegawai di lingkungan Kabupaten Karimun akan dilakukan secara rutin. Kita harapkan tidak ada lagi anggota Satpol PP yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Jika masih ada, akan ditindak dan diberikan sanksi,’’ ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, kemarin.

Terpisah, Kasat Pol PP Kabupaten Karimun Tengku Abdul Rahman menyebutkan bahwa anggota wajib melakukan tes urin. ”Semuanya akan menjalani pemeriksaan dan tidak ada yang boleh memberikan alasan,’’ paparnya.

Jika ada hasil cek urin yang dilaporkan positif, katanya, akan diberikan tindakan. Kalau anggota Pol PP dengan status honor kontrak, maka besar kemungkinan tidak akan diperpanjang lagi honor kontraknya.

Sebaliknya, kalau yang positif itu pegawai ASN, kasuasnya akan diserahkan ke BKD untuk ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dikatakannya, seperti pada saat pemeriksaan urin beberapa bulan lalu, lima orang anggota Satpol PP positif menggunakan narkoba.

”Kita berikan peringatan keras dan rehab jalan. Seandainya masih ditemukan terhadap kelima orang ini, maka sudah tentu tidak ada diperpanjang lagi kontraknya,” tutupnya. (san)

Polresta Barelang Cetak 200 Lembar SIM Per Hari

0
ilustrasi
foto: batampos.co.id / hasanul safri

batampos.co.id – Polresta Barelang mulai melayani pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) setelah blangko SIM tersedia kembali. Dalam satu hari, sebanyak 200 lembar SIM sudah diterbitkan Bagian Urusan SIM di Kantor Satuan Pelayanan SIM (Satpas) Polresta Barelang.

Sebelumnya, sejak Juli lalu, Satpas Polresta Barelang menghentikan sementara pelayanan pencetakan SIM karena kehabisan blangko.

Menurut Kanit Regiden Sat Lantas Polresta Barelang, Ipda Satri Putra, Rabu (19/9), blangko SIM telah sampai di Satpas Polresta Barelang pada awal September lalu dan langsung diserahkan ke masyarakat.

“Dari pagi sampai siang, banyak warga pemohon SIM menukarkan surat keterangan sementara dengan SIM baru,” katanya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Batam yang masih memegang surat keterangan untuk segera menukarkannya dengan SIM yang sudah dicetak. Saat ini, pelayanan SIM baik di Polresta Barelang maupun pelayanan di mal, rata-rata mengeluarkan 200 lembar.

“Saat ini stok masih tersedia. Masih ada ribuan lagi yang akan kita cetak. Kami masih menunggu kedatangan masyarakat,” katanya.

Dalam memcetak SIM itu, menurutnya belum ada kendala yang ditemukan sejauh ini. Namun, yang jadi kendala Satpas Polresta Barelang maupun pelayanan di mal hanya permasalahan jaringan yang jadi penghalang.

Ia menambahkan, sejak terjadi kekosongan blangko SIM, Polresta Barelang mengeluarkan surat keterangan sementara sedikitnya 6.000 lembar. Kekosongan blangko SIM, tambahnya, tidak hanya terjadi di Polresta Barelang. Namun hampir terjadi di seluruh Kantor Satpas di seluruh Indonesia.

“Kami akan terus memantau ketersediaan blangko SIM ini. Jika nanti stok sudah menipis, kita akan mengirimkan pengajuan lagi untuk penambahan blangko,” imbuhnya. (gie)

WhatsApp Bakal Ada Fitur Swipe to Reply

0

batampos.co.id – Platform pesan singkat alias instant messaging WhatsApp bakal memiliki beberapa fitur baru. Kini fitur baru tersebut sedang dalam pengujian Beta dan kabarnya akan meluncur dalam waktu dekat.

Sebagaimana dikutip dari laman WABetaInfo Rabu (19/9), informasi soal fitur terbaru WhatsApps bermula dari pembaruan versi beta untuk perangkat Android. Fitur dimaksud adalah fitur Swipe to Reply.

Selain fitur Swipe to Reply, WhatsApp juga berencana untuk menyegarkan tampilan dengan menyediakan fitur Dark Mode Background atau Background Mode Gelap. Dari fitur tresebut nantinya user akan bisa mengubah settingan background menjadi lebih gelap.

Kabarnya hal tersebut dilakukan WhatsApp agar pengguna lebih nyaman. Sebab background saat ini yang cenderung terang dianggap oleh sebagian kalangan cepat membuat mata menjadi lelah. Hal tersebut tampaknya wajar, sebab WhatsApp banyak digunakan beragam kalangan dan beragam usia di seluruh dunia.

WhatsApp sendiri menurut kicauan WABetaInfo di akun Twitter resminya @WABetaInfo disebut tengah menyelesaikan pengembangan fitur ini untuk kemudian dapat digunakan user mereka di platform Android dan iOS.

Sementara untuk fitur Swipe to Reply. Sekadar informasi, fitur tersebut sudah terlebih dahulu hadir untuk user yang berjalan di atas sistem operasi iOS. Untuk pengguna Android sendiri diharapkan hadir dalam waktu dekat. (ryn/jpg)

[batampos.co.id Channel] Batam Pos Auto Show 6

0

Tahun ini merupakan tahun ke-6 penyelenggaran Batam Pos Auto Show yang dilaksanakan selama 6 hari, terhitung sejak tanggal 18 s/d 23 September 2018 mendatang di Atrium Kepri Mall.

Perawatan Armada Operasional Wajib Dianggarkan

0

batampos.co.id – Komisi III DPRD Kota Batam berusaha tetap mempertahankan agar anggaran untuk pemeliharaan armada operasional di Dinas Lingkungan Hidup tetap dimasukkan dalam APBD-P 2018 ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura kepada Batam Pos diruangannya, Selasa (18/9) sore.

“Tidak mungkin pemeliharaan atau perawatan armada operasional itu untuk di hold. Karena apa, kalau di hold atau tak dianggarkan, otomatis akan langsung mengganggu kinerja DLH ke masyarakat seperti misalnya pengangkutan sampah ke masyarakat,” ujar Nyanyang.

Nyanyang memberikan contoh misalnya ada enam armada operasional, ternyata yang berfungsi hanya empat saja, sedangkan dua armada rusak. Otomatis kalau yang rusak itu tak dilakukan perawatan atau perbaikan, kan mengganggu kinerja pelayanan langsung ke masyarakat.

“Intinya perawatan terhadap armada operasional yang berhubungan langsung dengan pelayanan ke publik atau masyarakat, wajib ada penganggarannya. Misalnya saja dari armada pengangkutan sampah, kan dari pemerintah sudah menerapkan pungutan pengangkutan sampah ke masyarakat. Kalau sudah memungut, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan ke masyarakat atau menjalankan fungsinya,” terangnya.

Sebab, lanjut Nyanyang, dari pungutan pengangkutan sampah ke masyarkat, dana yang didapat itu jumlahnya tidak sedikit.

Nyanyang yakin kalaupun nantinya ternyata anggaran pemeliharaan armada operasional di DLH di hold, mau tak mau pemeliharaan armada tetap harus berjalan dengan jalan penganggarannya diambil dari sebagian pungutan retribusi pengangkutan sampah.

“Kami lagi mempelajari hal itu. Sebenarnya itu sudah dianggarkan untuk pemeliharaan armada di DLH. Kalaupun nanti di dalam maintenance atau perawatan lebih besar daripada objeknya, maka kami akan merekomendasikan diganti. Sebab, pelayanan ke masyarakat tak bisa terlambat apalagi dikesampingkan,” ujar Nyanyang mengakhiri. (gas)

RSUD Batam Kurangi Biaya Pemeliharaan Alkes

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD-EF) mengurangi biaya pemeliharaan alat kesehatan (Alkes). Dewan berharap pengurangan pemeliharaan Alkes ini tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.

“Saya tidak ingat berapa anggaran untuk pemeliharaan Alkes tersebut. Tetapi intinya pelayanan tidak boleh terganggu,” kata anggota komisi IV DPRD Batam,Aman, Rabu (19/9/2018).

Aman mengaku, komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan sebagai lembaga yang harus mengutamakan pelayanan, RSUD tak boleh menjadikan defisit sebagai alasan untuk mengurangi pelayanan.

“Kalau memang anggaran itu sudah dikurangi, tak apa. Yang penting, pelayanan kesehatan jangan sampai terganggu,” katanya.

Uba Ingan Sigalingging, anggota komisi II DPRD Batam juga menegaskan, bahwa RSUD harus mengutamakan pelayanan. Bukan untuk menggenjot pendapatan.

“Jadi yang harus diperkuat adalah pelayanannnya. RSUD itu bukan BUMD. Tetapi tujuan utama adalah memberikan pelayanan medis terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu,Direktur RSUD Embung Fatimah, Any Dewiyana mengaku bahwa pengurangan anggaran perawatan alkes ini tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan. “Insyaallah tidak,” katanya.

Meski demikian, Any tidak mau menyampaikan berapa pengurangan anggaran yang akan dibahas di APBD Perubahan ini. (ian)