Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 11759

Harga Gas Naik Dua Tahap, Tarif Listrik …

0

batampos.co.id  – Pemerintah sudah resmi menaikkan harga gas industri, khususnya untuk wilayah Batam. Kenaikannya sekitar 52 persen. Namun kenaikan harga dilakukan dalam dua tahapan dan berlaku untuk kontrak baru.

“Sesuai dengan surat yang disampaikan oleh Dirjen Migas kepada PLN Batam pada 10 September 2018, kenaikan harga gas akan dilakukan dalam dua tahapan,” kata Kepala Departemen Perencanaan PLN Batam, Kirana.

Kirana menjelaskan, tahap pertama kenaikan harga itu berlaku mulai Oktober 2018 hingga September 2019. Besarannya 25 persen.

Kemudian mulai Oktober 2019 hingga Oktober 2021 harga akan naik lagi sebesar 27 persen. Hingga 2021 mendatang, total persentase kenaikan harga gas bumi mencapai 52 persen dari harga saat ini sebesar 3,8 dolar AS pe MMBTU atau naik menjadi 5,8 dolar AS per MMBTU.

“Tapi PLN Batam minta ke Dirjen Migas agar kenaikan harga gas dilakukan dalam tiga tahapan. Yaitu tahun pertama tetap 4,64 dolar AS per MMBTU. 2020 dinaikkan menjadi 5,25, terakhir di tahun 2021 menjadi 5,8 dolar AS,” kata Kirana.

Meski ada kenaikan harga gas, Kirana memastikan PLN belum berencana menaikkan tarif listrik. Setidaknya dalam waktu dekat ini.

Padahal, kata dia, dengan kenaikan harga gas pada tahap pertama sebesar 25 persen per Oktober nanti, biaya pokok produksi (BPP) PLN Batam diperkirakan akan naik hingga 6 persen.

Saat ini, dengan harga gas 3,8 dolar Amerika per MMBTU, total BPP mencapai Rp 1.380/kWh, sementara tarif listrik ke pelanggan sebesar Rp 1.444/kWh.

“Marginnya hanya 4,6 persen,” jelasnya.

Jika nanti harga gas mencapai 5,8 dolar Amerika per MMBTU, maka BPP PLN Batam diperkirakan menjadi 1.552/kWh. Maka, jika PLN tidak menaikkan tarif listriknya, PLN akan merugi karena marginnya mencapai minus 6,9 persen.

Kirana menambahkan, saat ini PLN Batam sudah mendapatkan kepastian alokasi gas bumi dari Ditjen Migas Kementerian ESDM. Alokasi gas ini diperoleh dari perpanjangan kontrak Cophi Batam I-IPP yang akan berakhir pada Oktober 2018 ini dan kontrak Cophi Batam II-PLN yang akan habis pada Juli 2019 mendatang.

Untuk kontrak Cophi (ConocoPhilips) Batam II-PLN, PLN Batam akan mendapat pasokan gas bumi di ConocoPhillips di Grissik, Sumatera Selatan, sebesar 40 BBTU per hari. Harganya 5,8 dolar AS per MMBTU.

Sementara pada kontrak jual beli gas lainnya, PLN mendapat alokasi gas sebesar 30 BBTU per hari hingga 2021 mendatang. Harganya lebih murah, yakni 5,44 dolar AS per MMBTU.

Seoarng petugas Perusahaan Negara Batam Hitler Simatupang melakukan pemeriksaan Metering Regulating Station (MRS) PGN Megamall Batamcenter, Rabu (22/11/2017). infeksi tersebut untuk memastikan kualitas dan tekanan gas yang sampai ke pelanggan. F Cecep Mulyana/Batam pos

Tarif Listrik Jangan Naik

Terpisah, Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri mengusahakan tarif listrik tidak naik saat ini.

“Gubernur pastilah sedang berusaha untuk itu (tidak menaikan tarif listrik),” katanya, Rabu (19/9).

Ia memahami kondisi ekonomi masyarakat yang serba sulit saat ini. Apabila tarif listrik naik, tentunya akan berdampak langsung ke masyarakat. Karena kenaikan listrik ini juga dapat mengerek harga-harga barang atau bahan pokok kebutuhan rumah tangga.

“Pastilah, listrik naik, semuanya naik. Ini kami sedang berusaha agar tarif ini tidak naik,” ungkapnya.

Kalaupun kebijakan kenaikan tarif listrik ini tidak dapat dihindari, maka Pemprov Kepri berusaha menekan kenaikan ini tidak terlalu tinggi. “Kalaupun ada tidak akan sebesar kenaikan gas elpiji juga,” ujarnya.

Terkait dengan lobi-lobi, Isdianto mengatakan sudah dilakukan berbagai pendekatan. Selain itu berbagai opsi sedang dicarikan oleh pemerintah, agar kenaikan gas ini tidak membebani kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun enggan berbicara tentang kebijakan yang akan diambilnya terkait dengan kenaikan harga gas industri. “Sudah, sudah. Kemarin kan sudah ngomong,” kata Nurdin saat ditemui di Datarang Engku Putri Batam Center, Batam, kemarin. (ian/ska)

Pangdam Bukit Barisan Sambangi Prajurit Yonif Raider 136

0
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen M Sabrar Fadhilah saat kunjungan kerja di Batalyon Infanteri Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Tembesi, Sagulung, Rabu (19/9/2018). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Muhamad Sabrar Fadhilah mengunjungi mako Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 136 Tuah Sakti (TS) Batam di Tembesi, Rabu (19/9) siang. Kedatangan Mantan kepala pusat penerangan (Kapuspen) TNI ini disambut meriah oleh prajurit Yonif 136 yang dipimpin oleh Danyonif Raider Khusus 136/TS Batam Letkol Inf Hasbul Hasyiek Lubis.

Fadhilah sapaan akrab Pangdam datang bersama isterinya untuk mengenal lebih dekat prajurit Yonif Riader 136.

“Saya ini baru menjabat sebagai Pangdam, saya harus keliling lihat satuan-satuan dibawa pimpinan saya. Disini wilayah perbatasan jadi saya harus lebih cepat berinteraksi sehingga tahu apa kebutuhan dan kekurangan Yonif ini sehingga tidak menghambat mereka dalam menjalan tugas dan fungsi sebagai TNI AD,” ujarnya kepada wartawan.

Sejuah ini diakui Fadhilah Yonif Raider 136 masih aman terkendali. Segelah kebutuhan dan perlengkapan senjata tersedia dengan baik.

“Saya langsung cek tadi sampai ke hal-hal kecil seperti perlengkapan dram band dan lain sebagainya. Cukup lengkap dan masih bagus-bagus. Intinya tinggal dari mereka saja untuk memanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai prajurit TNI,” kata Fadhilah.

Kepada prajurit Yonif Raider 136, Fadhila berharap agar selalu jaga jati diri prajurit sebagai tentara yang profesional dan dicintai masyarakat.”Pelihara dan tingkatkan kewaspadaan dalam upaya mengelola dan mengantisipasi potensi konflik yang dapat timbul, selenggarakan tugas-tugas yang diamanahkan dalam undang-undang dengan baik. Laksanakan pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan TNI AD secara profesional,”pesannya.

Selain itu Fadhilah juga meminta seluruh jajarannya untuk menjalin hubungan baik dengan semua pihak termasuk kepolisian ataupun lembaga pengaman negara lainnya.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Butuh koordinasi dan komunikasi yang baik dengan semua pihak. Maka saya minta untuk selalu bersinergis dengan semua pihak,”tuturnya. (eja)

Cadangan Air Bersih Batam Menipis, hanya Cukup untuk Persediaan Dua Tahun

0

batampos.co.id – Cadangan air bersih di Batam terus menipis. Dari sejumlah dam yang kini dikelola PT Adhya Tirta Batam (ATB), volume air baku yang ada diperkirakan hanya mampu bertahan hingga dua tahu ke depan.

“Setelah itu kita masih punya cadangan yakni Dam Tembesi,” kata Kepala Kantor Air dan Limbah Badan Pengusahaan (BP) Batam Binsar Tambunan saat meninjau kantor pengolahan air PT ATB di Dam Mukakuning, Batam, Rabu (19/9).

Namun cadangan air baku di Dam Tembesi ini, kata Binsar, hanya bisa bertahan selama empat tahun. Selebihnya, pemerintah harus memikirkan pembangunan dan pemanfaatan dam-dam baru.

Binsar menyebur, saat ini Dam Tembesi masih dalam tahap persiapan. Di sana sudah mulai dibangun tempat pengolahan air baku. Targetnya dam tersebut sudah bisa beroperasi pada 2020 mendatang sehingga mampu mengatasi kekurangan pasokan air bersih di Batam.

“Setelah enam tahun ke depan, kita akan pikirkan lagi langkah selanjutnya. Selain memanfaatkan sumber air di dam Monggak dan Seigong mungkin kita juga akan memikirkan sistem recycle (daur ulang, red),” ujar Binsar.

Untuk dam Monggak dan Seigong saat ini belum bisa dipergunakan sebab belum begitu dibutuhkan. Dua waduk itu baru akan digunakan jika memang keadaan sudah mendesak ataupun pembangunan di wilayah Galang sudah mulai padat.

“Dua waduk itu belum ada arahan untuk dimanfaatkan. Belum ada hal yang urgen. Kecuali pembangunan sudah merata maka diterapkan sistem interkoneksi,” tutur Binsar.

President Director Direktur PT ATB Benny Andrianto Antonius mengkaui, ketersedian air baku dari waduk-waduk yang ada mulai menipis sehingga perlu adanya upaya antisipasi jauh-jauh hari sebelum stok air baku benar-benar habis. Ini terjadi karena jumlah permintaan terus meningkat dan tidak sebanding dengan ketersediaan air baku yang ada.

“Makanya perlu sinergitas semua pihak untuk mengembangkan sumber air baku lain di Kota Batam,” ujar Benny.

Suasana Visitor SCADA ROOM di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mukakuning Batam. DOK/ATB

ATB sebagai perusahaan yang dipercaya untuk mengelolah air bersih di kota Batam selama ini sudah bekerja maksimal untuk mengolah air secara efisien agar bisa seimbang antara kuota pemakaian ataupun jumlah bahan baku air yang diperoleh setiap hari. Pengeloaan yang efisien ini berkat adanya sistem Supervisory Control and Data Acquisition (Scada).

“Scada merupakan sistem kendali industri berbasis komputer yang dipakai untuk pengontrolan suatu proses” terangnya.

Selain itu ada juga sistem Geographic Information System (GIS). Yakni alat yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis. Dua hal inilah yang saat ini diintegrasikan di PT ATB untuk meningkatkan pelayanan air minum. SCADA dan GIS terintegrasi ini diklaim sebagai satu-satunya di Indonesia.

Salah satu manfaat SCADA dan GIS yang sudah terintegrasi dengan baik dapat mengontrol kehilangan air ATB hingga 15,28 persen. Di samping itu, integrasi SCADA dan GIS yang dibangun oleh karyawan ATB menghasilkan efisiensi dalam operasional perusahaan mulai dari produksi, distribusi maupun kebocoran (NRW).

Penggunaan SCADA untuk area produksi, kata Benny, dapat lebih mudah memonitoring secara keseluruhan area produksi hingga lebih detail. Misalnya mengetahui level kapasitas dam, memonitor area produksi, pengoperasian pompa, hingga buka tutup valve.

“Kita juga dapat memonitor titik-titik kebocoran secara realtime baik kebocoran komersial dan non komersial,” tutur Benny. (eja)

RRI Bangun Kantor di Batam

0
Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) pusat, M Rohanuddin (tengah ) bersama Kepala RRI Batam, Rahma Djuwita dan undangan berfoto bersama pada peletakan batu pertama pembangunan gedung LPP RRI Batam di Belian Batamkota, Rabu (19/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) pusat, M Rohanuddin melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung LPP RRI Batam di Belian Batamkota, Rabu (19/9/2018) siang.

Peletakan batu pertama pendirian gedung LPP RRI Batam ini diharapkan dapat memberikan performa baru kepada masyarakat Kota Batam.

“RRI hadir untuk memberikan pencerahan ke masyarakat. Tetapi khusus untuk RRI di daerah perbatasan yakni di Batam ini memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar, memiliki tanggung jawab negara. Karena RRI Batam merupakan pengaman informasi,” ujar Rohanuddin, panggilan akrabnya.

Sehingga, lanjut Rohanuddin, budaya lokal itu harus ditumbuhkan, kemudian ada budaya barat itu juga perlu betul-betul disaring sedemikian rupa. Sehingga pertumbuhan budaya-budaya lokal harus tumbuh untuk mengajarkan ke anak didik yang nantinya menjadikan mereka generasi bangsa yang baik, menjadi generasi bangsa yang cinta tanah air dan merah putih.

Masih kata Rohanuddin, RRI yang ada di daerah perbatasan merupakan sebuah batas bagaimana mendedikasikan, memberikan siara ke masyarakat tentang hal yang menyejukkan, meneduhkan. RRI harus netral, tak boleh berpihak.

“Ini yang kami jaga dan bangun betul di penyiaran kami, yakni netralitas itulah yang akan membuat RRI makin dikenal seluruh kalangan masyarakat. Ini yang harus tetap kami pegang yakni, independensi penyiaran. Kami menyajikan program dialog yang meneduhkan, bukan yang membangun pertikaian,” terang Rohanuddin.

Sementara Kepala RRI Batam, Rahma Djuwita mengatakan, adanya pembangunan gedung baru RRI Batam ini, tentunya akan lebih memberikan semangat pada angkasawan-angkasawati RRI Batam untuk terus berkarya melakukan inovasi-inovasi program yang memang dibutuhkan masyarakat Batam.

“Hari ini tertoreh sejarah bahwa angkasawan-angkasawati RRI Batam mendapatkan kado istimewa, yakni gedung baru sendiri yang sudah lama kami impikan,” ujar Rahma mengakhiri. (gas)

ATB Batam, Tak Terganti

0
President Director ATB Ir. Benny Andrianto saat sedang memberi sambutan.

batampos.co.id – ATB Batam memiliki tag line baru, Tak Terganti

Tag line ini diluncurkan Selasa (19/9/2018) malan di atrium timur Mega mall, Batam center, bersempena peringatan Hari pelanggan nasional.

“ATB tak terkalahkan atau tak tergantikan?!” seloroh walikota batam, Rudi SE saat memberi sambutan. Seloroh ini disambut hadirin dengan tertawa.

Usia ATB Batam telah menginjak 23 tahun sementara kontrak ATB mengelola air di Batam dengan BP Batam berlangsung selama 25 tahun.

“Mengganti itu gampang, yang susah apakah penggantinya lebih baik atau tidak. Begitu, kan, Pak Benny (Presdir PT ATB, red),” imbuh Rudi. Kembali hadiri tertawa dan tepuk tangan.

Menurut Rudi air ialah hajat hidup orang banyak bila tidak tepat mengambil keputusan tentu akan menyengsarakan seluruh warga Batam.

“Warga Batam ini warga saya,” lanjut Sang Walikota.

Pada sambutannya sebelum Walikota, Presiden Direktur ATB Batam, Benny Andrianto mengatakan bahwa tidak masalah siapa saja yang akan mengelola air di Batam.

“Tapi pengelola tersebut minimal harus setara dengan ATB atau lebih baik,” ucap Benny di podium.

Bermula pada 1995, ATB memperoleh hak konsesi pengelolaan air di Batam. Kala itu jumlah pelanggan ATB ialah 10 ribu pelanggan.

Benny bilang, “hari ini jumlah pelanggan air ATB ialah 270 ribu. Naiknya dua puluh tujuh kali.”

Tidak itu saja, ATB berhasil menekan kebocoran air hingga 15 persen. “Untuk perusahaan air lain di Indonesia rata – rata kebocoran air mereka mencapai 34 persen,” jelas pria lulusan UGM ini.

“Bila itu terjadi di Batam, maka Batam akan kehabisan air tiga tahun, lalu,” Benny serius. (ptt)

Begini Suasana di Karimun Jelang Pendaftaran CPNS

0

batampos.co.id – Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk Capil) Kabupaten Karimun dipadati warga yang hendak mengurus atau mencetak Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Selasa (18/9). Mereka hendak mengambil e-KTP untuk melamar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

”Sesuai dengan SK MenPAN RB Nomor 628 Tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai ASN di lingkungan Kabupaten Karimun pada tahun ini, jumlah lowongan yang disediakan sebanyak 227 orang. Terdiri dari tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis” ujar Bupati Karimun Aunur Rafiq kepada Batam Pos, Selasa (18/9).

Sehingga wajar jika masyarakat yang ingin melamar mempersiapkan berkas administrasi, terutama e-KTP. Hanya saja, perlu diketahui bahwa untuk pelamar CPNS tidak hanya terbatas pada warga Kairmun. Warga dari luar Kabupaten Karimun juga boleh mendaftar.

Kepala Didusk Capil Kabupaten Karimun M Tahar mengaku dalam dua hari ini cukup banyak warga yang datang untuk meminta pencetakan e-KTP, baik yang buat baru dan pergantian.

“Pada Senin kemarin sudah tercatat 400 lembar e-KTP yang kami cetak dan serahkan langsung kepada pemohon. Pagi hari ini saja (kemarin) sudah 100 lembar yang dicetak,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun Azmi Yuliansah yang menyebutkan terjadi peningkatan pembuatan kartu kuning sejak Senin (17/9) dan kemarin.

”Sudah lebih 50 kartu kuning yang kami keluarkan. Katanya sebagai salah satu syarat untuk mendaftarkan diri sebagai CPNS. Dan, sebagian besar yang mengajukan permohonan untuk kartu kuning adalah tenaga honorer,” ungkapnya. (san)

Seorang Pria Ketangkap Ngutil Celana Dalam Wanita

0

batampos.co.id –  Boby, 38, tertangkap basah mencuri sejumlah barang termasuk celana dalam wanita di dua minimarket yang berbeda di deretan ruko Taman Carina, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (18/9) siang.

Saat masuk ke dalam minimarket yang dijaga Cupen, Bobi menjelajahi lorong-lorong minimarket yang ada. Dia sempat mengambil sejumlah perlengkapan mandi dan dibawa ke meja kasir untuk dibayar.

“Tak ada gerak gerik yang mencurigakan,” ujar Cupen.

Namun saat dia akan melangkah keluar minimarket, Cupen melihat ada benda di pinggangnya sehingga dia digeledah. Saat itulah aksi pencuriannya terbongkar. Dari dalam baju dan celananya Cupen mendapati banyak barang yang disembunyikan dan tidak terscan di meja kasir.

“Ada celana dalam wanita tapi labelnya dari minimarket sebelah. Kami sudah sama-sama cek CCTv memang dia sempat masuk ke minimarket sebelah sebelum masuk ke sini,” tutur Cupen.

Karena tak bisa mengelak dengan temuan itu, Boby mulai bertingkah. Dia berpura-pura gila dengan ngocek tak karuan dan tertawa sendiri.

Melihat tingkahnya yang mendadak aneh, Boby diantar ke Mapolsek Batuaji untuk diamankan.

“Barang yang diambil sudah dikembalikan. Dia kami bawa ke Polsek untuk menenangkan dia saja. Dia seperti pura-pura gila gitu,” ujar Cupen. (eja)

Ongkos Trans Batam Akan Naik Rp 1000

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Dishub Batam mewacanakan akan menaikkan ongkos Trans Batam. Rencananya akan dinaikkan Rp 1000. Artinya dari harga Rp 4.000 menjadi Rp 5000.

“Memang sudah kami bahas di Internal Dishub Batam. Jadi akan kami naikkan Rp 1.000 untuk penumpang dewasa. Kalau untuk ongkos anak sekolah tetap Rp 2.000,” kata kepala UPT Dishub Batam, Cipto, Selasa (17/9).

Cipto mengatakan, wacana kenaikan tarif trans Batam ini untuk mendongkrak PAD dari ongkos trans Batam. Di mana menurut Dishub, Rp 5.000 tersebut masih laayak dan terjangkau masyarakat.

“Kita mau menaikkan PAD. Tetapi ini belum kita bahas bersama DPRD Batam. Kita bukan untuk membebani masyarakat,” katanya.

Sementara itu, di tahun ini, Dishub menargetkan pendapatan dari penjualan karcis Trans Batam sekitar Rp 11 miliar. Dishub yakin target tersebut akan tercapai.

Rencana kenaikan ini sudah dibeberkan anggota komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat dari fraksi PKS dua hari lalu saat paripurna. Ia tegas mengatakan agar Dishub bisa menunda dan mengevaluasi rencana kenaikan tarif tersebut. Alasannya, saat ini kondisi perkonomian yang belum stabil di masyarakat.

“Kami minta pemeritah untuk tidak menaikkan tarif untuk trans Batam ini. Kondisi ekonomi kita saat ini masih belum memungkinkan,” katanya.

Menurut Rohaizat, pemerintah harusnya bisa mengoptimalkan PAD tanpa harus membebani masyarakat.

Sementara itu, Wardi, seorang warga Batuaji pengguna Trans Batam mengaku sangat kecewa kalau tarif trans Batam dinaikkan. Menurutnya, harga yang sudah ada saat ini sudah tepat.

“Kalau dinaikkan lagi, berarti kami harus mengeluarkan uang Rp 10 ribu setiap hari untuk naik trans Batam. Sebulan sudah sampai Rp 300 ribu. Itu sangat berat,” katanya.

Menurutnya, dengan kondisi ekonomi saat ini, uang Rp 1.000 sangatlah besar.

“Apalagi untuk ibu rumah tangga. Uang itu bisa untuk beli garam. Jangan hanya karena mau pendapatan besar tetapi memberatkan kepada warga,” katanya. (ian)

Pemerintah Kejar Target 100 Persen Vaksinasi MR

0
ilustrasi

batampos.co.id – Cakupan imunisasi measles rubela (MR) tahap dua yang mencakup anak-anak di luar Jawa-Bali hingga saat ini hanya 60 persen. Nanggroe Aceh Darussalam merupakan provinsi yang paling sedikit cakupannya. Hanya 7 persen. Wabah rubella dan campak tentu menghantui.

Nursiah, 47, tak pernah mengira bahwa anak keduanya Syakila harus menderita penyakit rubella. Warga Loksumawe Aceh itu tertular rubela saat dirinya hamil. Akibat penyakit tersebut, syakila yang saat ini berusia 7 tahun itu pertumbuhammya tak sama dengan anak sebayanya.

Selasa (18/9) Nursiah bersama putrinya datang ke acara diskusi media forum merdeka barat (FMB) 9. ”Harapan saya pada ibu-ibu atau yang antivaksin, tolong lah jangan mengatakan vaksin itu tidak benar, haram. Bagaimana kalau ibu-ibu sendiri mengalami?” tuturnya.

Lebih lanjut Ibu Nursiah menceritakan awal mula dirinya tertular Rubella saat kehamilannya berusia 2 bulan. Pada saat hamil, dia dan suami mengira mengalami campak.

”Hamil 6 bulan, saya rutin ke dokter kandungan. Tapi dokter bilang tidak ada apa-apa, mungkin karena USG tidak bisa membacanya. Pada usai 6 bulan itu, bayi sempat tidak bergerak lalu dikasih obat oleh dokter. Saat hari kelahiran juga terjadi yang sama, jadi saya memutuskan operasi caesar. Anak saya sempat tidak menangis saat lahir sehingga langsung dirawat di ICU,” imbuhnya.

Ibu Nursiah mengatakan, akibat penyakit Rubella ini, anak bungsunya itu terus mengalami bermacam-macam penyakit yang mengharuskanya dioperasi. Misalnya jantung, mata, dan pendengaran terganggu.

Menteri Kesehatan Nila Moeleok mengatakan memberikan imunisasi tidak gampang. Sebab ada 70 juta anak yang diberikan imunisasi. Selain itu kondisi geografis Indonesia juga beragam. Dia mengatakan cakupan imunisasi MR turun akan menyebkan wabah. Nila mencontohkan kasus di Asmat, Papua.

”Vaksin MR penting maka dilanjutkan agar target 100 persen tercapai,” katanya. Kemenkes belum menargetkan sampai kapan perpanjangan waktu imunisasi MR dilakukan.

Ketua MUI Ma’ruf Amin yang hadir di acara tersebut menegaskan bahwa imunisasi wajib dilakukan. ”Vaksinnya dibolehkan,” ucapnya.

Vaksin dibolehkan karena kondisi darurat atas wabah campak dan rubela. (lyn/tom/JPG)

Sampah Berserakan di Badan Jalan

0

batampos.co.id – Penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Tarempa Selatan kian berantakan dan belum dikelola dengan baik. Sampahnya berserakan dan sudah melebar hampir ke jalan raya menuju Genting dan Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan.

Selain berserakan, sampah di TPA tersebut juga menyebarkan bau busuk yang menyengat. Karena pembakaran sampah yang dilakukan petugas tidak tuntas. Sampah dibakar tidak terbakar habis karena tidak ada proses pemisahan sampah kering dan basah.

”Tempat ini sangat bau dan banyak lalat,” ungkap Larissa, turis asal Kanada, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah harus segera menyelesaikan masalah ini dengan cepat. Supaya lingkungan menjadi sehat. Dia menyarankan agar pemerintah memisahkan sampah sesuai jenisnya. Sampah plastik harus dikumpulkan sendiri, sampah botol harus dikumpulkan sendiri, sampah bekas barang elektronik juga harus dipisahkan.

”Kalau semua dibakar, sampah botol bekas, kaca bekas tidak mungkin terbakar, jadi harus dipisahkan,” jelasnya.

Diakuinya, untuk mengurangi tumpukan sampah, perlu adanya perusahaan besar yang dapat mendaur ulang sampah. Baik itu sampah plastik, kaca, maupun botol, barang-barang elektronik dan sebagainya.

Sehingga sampah yang seharusnya dibuang, sudah ada perusahaan yang menampung. Sementara itu untuk sampah organik, pemda bisa mengelola dengan mesin yang ada.

”Kalau mau memajukan wisata, pemerintah harus me-ngatasi masalah sampah,” ungkap gadis belia berusia 22 tahun tersebut.

Menanggapi hal ini Sekretaris Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas Zulkarnain menjelaskan, pihaknya sudah memikirkan untuk membersih-kan sampah yang sudah mulai mengotori jalan raya tersebut.

”Kita nanti akan mencari alat berat untuk mengeruk sampah dari luar ke dalam, kemungkinan butuh dua hari untuk mengerjakan itu,” ungkapnya, Selasa (18/9).

Mengenai pemisahan sampah, pihaknya juga sudah melakukannya. Tapi tidak semua dilakukan. ”Sampah yang diangkut pakai tossa, disortir dulu di Kampung Melayu, Tarempa, tapi ada pengangkut sampah yang pakai truk, tidak disortir, tapi langsung dibuang di TPA,” jelasnya. (sya)