Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11772

Keterbatasaan Petugas, Pemeliharaan Taman Dijadwalkan

0
Petugas Dinas Perumahan Rakyat Pemukiman dan Pertamanan Kota Batam melakukan penyiraman bunga di Jalan Laksmana Bintan Sei Panas.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam terpaksa menjadwalkan pemeliharaan taman, median jalan hingga pohon. Alasanya, karena keterbatasan petugas, sementara jumlah taman dan median jalan di Batam cukup banyak.

Kepala Disperakimtan Eryudhi Apriadi mengatakan jumlah petugas untuk perawatan taman dan median jalan di Batam hanya 60 orang. Sementara jenis perawatan taman dan median jalan cukup banyak, seperti penyiraman, pembersihan, pemupukan, pemotongan pohon dan rumput, penanaman bunga dan pohon yang mati atau rusak.

“Petugas yang aktif hanya 60 orang, jadi dibagi perkawasan. Untuk jumlah titiknya saya lupa persisnya,” ujar Yudi kepada Batampos, Senin (1/10).

Bahkan menurut Yudi, perawatan taman dan median jalan di Batam tak hanya dikerjakan Pemko Batam, tapi juga instansi lainnya seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Pembagian batas perawatan taman jalan sudah dibagi dalam surat putusan. Jadi tak hanya Pemko yang merawat,” imbuh Yudi.

Untuk Pemko, lanjut Yudi, pemeliharaan lebih di fokuskan untuk daerah Batamcenter dan Nagoya. Selain pusat pemerintahan dan bisnis, dua kawasan tersebut juga dalam tahap pelebaran jalan. Sehingga banyak tanaman baru yang butuh perawatan ekstra.

“Meski fokus di dua daerah itu, bukan berarti kami mengabaikan pemeliharaan di tempat lain. Pemeliharaan di 12 taman di Batam tetap dilakukan tapi terjadwal,” ungkap Yudi.

Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya akan menanam ratusan pohon pelindung jenis pohon kaya di kawasan Laluan Madani. Pohon kaya yang berukuran cukup besar diyakini mampu menjadi pohon pelindung.

“Ukuran pohonnya cukup besar, jadi satu pohon ke pohon lainnya berjarak 12 meter. Dan dalam waktu dalam dekat akan dibangun,” terang Yudi.

Disinggung mengenai biaya pemeliharaan taman dan taman median jalan, Yudi mengaku tak pegang data. (she)

Daftar Pemilih Tetap Karimun Bisa Bertambah

0

x.batampos.co.id – Daftar pemilih tetap (DPT) Karimun yang saat ini berjumlah 157.069 berdasarkan hasil pleno pada 1 September 2018 diprediksi masih bisa bertambah. Hal ini sesuai dengan ketentuan KPU yang masih memungkinkan untuk menambah pemilih sebelum batas waktu berakhir.

“Memang, DPT kita masih bisa bertambah. Karena, batas terakhir untuk menambah pemilih yang sama sekali belum terdaftar sebagai pemilih itu pada pertengahan November. Untuk itu, kita berharap masyarakat yang sudah punyak hak pilih dan belum terdaftar sebagai pemilih segera daftarkan diri ke KPU dengan membawa e-KTP dan KK,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko kepada Batam Pos, kemarin (1/10/2018).

Kemungkinan DPT bertambah, katanya, juga bisa dari pensiunan TNI dan Polri. Artinya, jika dalam bulan ini atau menjelang berakhir masa penambahan pemilih pada pertengahan bulan depan, ada anggota TNI dan Polri yang kebetulan pensiun juga bisa langusng memilih. Karena, kalau sudah pensiun tentu saja menjadi masyarakat sipil dan mempunyai hak pilih.

“Tidak ada salahnya sebagai pensiunan mendaftarkan diri sebagai pemilih. Hal ini sebagai asnak bangsa untuk memberikan hak pilihannya. Apalagi, satu suara pemilih itu bisa menentukan arah bangsa ini untuk ,ima tahun ke depan. Berpartipasi dalam pesta demokrasi dengan menyalurkan hak pilih sesuai dengan pilihannya tanpa ada paksaan,” paparnya.

Dikatakannya, masyarakat yang benar-benar belum terdaftar sebagai pemilih bisa datang ke KPU. Tapi, sebaiknya untuk memastikan diri sudah terdaftar sebagai pemilih, terlebih dulu bisa dicek melalui portal KPU. Dari portal ini nanti aplikasi di dalih yang bisa mengecek status pemilih.

Caranya dengan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK). Jika tidak ada, maka baru datang ke KPU. (san)

Duka Kita Semua

0

Ratusan orang meninggal akibat gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Jumlah itu diprediksi terus bertambah.

Jumat, 28 September 2018 lalu, duka mendalam menyelimuti negeri ini. Gempa dengan magnitudo 7,4 SR mengguncang Sulawesi Tengah. Tak sampai di situ, tsunami yang menerjang beberapa saat kemudian kian membuat merana.

Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong menjadi daerah paling parah. Seketika itu juga, aktivitas di sana lumpuh total. Akses jalan putus, jaringan telekomunikasi putus, yang ada hanya isak tangis.

Banyak mayat bergelimpangan di mana-mana. Tidak sedikit pula yang belum diketahui bagaimana nasibnya. Termasuk beberapa keluarga istri saya yang tinggal di Palu. Beredarnya video dan gambar pasca-kejadian membuat sesak batin kita. Miris.

Duka mereka adalah duka kita semua. Tidak ada yang menginginkan menjadi korban bencana. Seluruh bangsa Indonesia berduka. Menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam.

Tanpa dikomando, hampir seluruh rakyat Indonesia turun ke jalan menggalang dana. Di Batam, saya temui hampir di semua traffic light. Mereka begitu peduli dengan nasib korban. Mereka rela berpanas-panasan demi membantu saudara sebangsa yang terkena musibah.

Tak hanya turun ke jalan. Ada pula yang membuka rekening donasi untuk korban. Dalam sekejap, isu pertikaian antara pendukung capres-cawapres lenyap. Kasus tewasnya Harlingga Sirla saat hendak menonton laga Persib vs Persija juga sirna. Semua mata, telinga, dan pikiran tertuju pada satu berita: gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Oh Indonesia…

Inilah mengapa, kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Meskipun memiliki latar belakang agama, suku, ras, dan budaya yang berbeda, kita tetap bersaudara. Ketika ada saudara kita terkena musibah, semua rakyat Indonesia langsung merespon.

Bahkan, respons presiden dan para menterinya kalah cepat dengan rakyatnya. Sebelum pemerintah mengambil keputusan, rakyat terlebih dahulu bertindak. Inilah yang dinamakan persaudaraan. Solidaritas antarsesama anak bangsa.

Setidaknya, kita tidak melimpahkan seluruh duka kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. Duka seluruh rakyat Indonesia bisa meringankan beban para korban. Dukungan moril dan materiil diberikan oleh semua.

Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) kita semua. Tidak ada yang mau menjadi korban bencana gempa bumi dan tsunami. Namun, kita harus memikirkan bagaimana cara mengantisipasi jatuhnya korban.

Pemerintah melalui instansi terkait harus merespons. Sudah cukup kejadian menimpa Aceh, Lombok, dan Sulawesi Tengah. Tindakan pencegahan harus dilakukan. Misalnya, memasang alat pendeteksi bencana, sampai mengedukasi masyarakat di daerah rawan.

Tidak ada salahnya kita belajar dengan Jepang yang sudah kenyang menjadi korban gempa bumi dan tsunami. Tak masalah juga beli alat mahal untuk mencegah timbulnya korban. Semahal-mahalnya alat pendeteksi bencana, tidak bisa membeli nyawa manusia.

Ini yang harus dilakukan. Pencegahan. Kita memang tidak bisa mengelak dari bencana. Namun mencegah jatuhnya korban masih bisa dilakukan. Kecuali jika itu memang suratan takdir.

Mungkin, hanya dengan tulisan inilah saya bisa membantu meringankan duka para korban.

Saya atas nama keluarga, manajemen Harian Pagi Batam Pos dan batampos.co.id, serta masyarakat Batam turut berduka atas terjadinya bencana di Sulawesi Tengah. Semoga para korban diberi kekuatan, ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan.***

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

Mahasiswa NTU Singapura Melihat Rumah Khas Melayu di Batam

0

batampos.co.id – Sepuluh mahasiswa Singapura dari Nanyang Technology University (NTU) Singapura melihat rumah asli Melayu yakni Rumah Limas Potong. Tidak ada di Singapura, rumah khas ini mereka sambangi di Kampung Melayu, Nongsa, Batam, Senin (1/10).

“Rumah itu tidak ada lagi di Singapura, padahal akar budaya negara sana adalah melayu. Mereka kaget, setelah tahu bahwa rumah asli melayu seperti itu,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, kemarin.

Tidak hanya melihat fisik rumah dari luar, mahasiswa yang terdiri dari warga negara Cina, Singapura juga India tersebut berkesempatan mengenal sejumlah alat-alat sehari-hari khas melayu.

“Perlengkapan pernikahan adat melayu, lalu ada peralatan rumah tangga seperti dipan hingga peralatan dapur,” papar dia.

Sekadar diketahui walau rumah tersebut dikelola Pemko, namun bukanlah aset Pemko Batam. Ke depan, ia mengatakan pihaknya akan membicarakan ini dengan ahli waris rumah sehingga jadi aset Pemko Batam.

“Akan lakukan eksepedisi pencarian benda-benda terkait budaya melayu,” ucap dia.

Ia menambahkan, pihaknya terbuka kepada siapapun yang ingin melihat rumah satu-satunya rumah melayu yang ada di Batam tersebut. ‘kami sudah bicara juga dengan agenn travel, agar rumah tersebut dijadikan paket wisata untuk dikunjungi,” terangnya.

Sebelum menyambangi rumah limas potong, para mahasiswa yang datang guna belajar bahasa melayu ini menyambangi kantor Wali Kota Batam. Dalam kesempatan tersebut, mereka diterima Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad.

Selain bahasa, mereka menanyakan makanan khas melayu, khususnya Batam. Pertanyaan-pertanyaan lain yang disampaikan seperti makanan yang enak di Batam, oleh-oleh yang bisa dibawa pulang ke Singapura, usia Batam, dan jumlah penduduk Batam. Selain itu juga ada yang meminta rekomendasi tempat belanja dan tempat wisata.

Amsakar menjawab satu per satu pertanyaan mereka. Terkait usia Batam, ia menjelaskan sejarah ditetapkannya 18 Desember 1829 sebagai hari jadi Batam. Sedangkan jumlah penduduk Batam saat ini sekitar 1,3 juta jiwa.

Sementara makanan yang bisa dinikmati di Batam bermacam-macam. Mulai dari nasi padang sampai berbagai olahan makanan laut seperti ikan bakar, sop ikan, dan sebagainya. Buah tangan atau oleh-oleh yang direkomendasikan antara lain batik Batam, kue-kue, dan keripik.

“Untuk tempat melawat, bisa ke Pulau Abang, Pulau Rano, atau ke Rumah Potong Limas di Nongsa. Sedangkan pusat beli belah atau belanja di Batam banyak, ada Mega Mall, Nagoya Hill, BCS Mall, Kepri Mall, DC Mall,” sebut Amsakar.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kota Batam ini mengatakan sejak awal tahun sudah empat momen kunjungan penting dari Singapura ke Batam. Ini menunjukkan hubungan antara keduanya baik. Dan harus terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.

Terkait bahasa melayu, menurut Amsakar, anak muda Singapura juga harus memahaminya. Karena lagu kebangsaan Singapura saja masih menggunakan bahasa melayu.

“Persaudaraan empat bangsa, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam juga masih mengandalkan bahasa melayu untuk komunikasi. Jadi anak-anak Singapura juga harus paham bahasa melayu. Saran kami sering-seringlah datang ke Batam, bawa jumlah lebih banyak datang ke Batam sehingga lebih lancar komunikasi bahasa melayunya,” tutur dia.

Pengajar NTU, Hani menjelaskan pelajaran bahasa melayu ini adalah mata kuliah pilihan. Ada dua puluh bahasa yang bisa dipilih mahasiswa.

“Ini dilakukan supaya bisa bersaing di persada dunia. Kunjungan ini untuk mengajarkan mereka persamaan dan perbedaan antara bahasa melayu yang kita gunakan dengan Bahasa Indonesia,” sebutnya. (iza)

Pembunuhan Tersebab Rp 10 Ribu

0

Jenazah Ida, kasir Wisma Milenium, korban pembunuhan dimakamkan di pemakaman Sei Bati Tebing. foto: x.batampos.co.id / sandi

x.batampos.co.id – Jenazah Ida, kasir sebuah Wisma yang menjadi korban pemubunuhan tamu yang menginap di wisma tersebut pada Sabtu (29/9), kemarin (1/10) dimakamkan di pemakaman Sei Bati, Kecamatan Tebing.

Sebelum dimakamkan, jenazah korban disemayamkan di Rumah Duka Ngiap E, Tanjungbalai Karimun.

”Anak saya salah apa sampai dibunuh seperti itu. Saya tidak bisa menerima. Saya minta kepada aparat penegak hukum agar dapat dihukum mati. Sebab, dia (pelaku, red) sudah membunuh anak saya. Anak saya sudah tidak bisa hidup lagi. Nyawa harus dibayar nyawa. Itu permintaan kami,” ujar ibu kandung korban, Akun sambil tersedu-sedu.

Tokoh masyarakat Tionghoa Tanjungbalai Karimun, Sujoko yang turut mengantarkan jenazah Ida ke pemakaman menyebutkan, bahwa perbuatan tersangka pembunuhan kasir Wisma merupakan sutau tindakan bejat dan tidak terpuji.

“Karena, orang tidak ada salah apa-apa dan apalagi tidak saling mengenal. Sehuingga, wajar jika dihukum seberat-beratnya. Sesuai dengan perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang lain,” paparnya.

Kasat reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara secara terpisah menyebutkan, hasil pemeriksaan penyidik bahwa tersangka SM awalnya sempat kesal dengan korban.

“Sebab, ketika menemui kasir di lantai 1 tersangka rencananya akan menginap satu malam lagi pada Sabtu (29/9), karena keesokan harinya akan naik KM Kelud kembali ke Tanjungbalai Asahan. Hanya saja, satu malam harga kamar yang ditempati tersangka harganya Rp 60 ribu per malam,” jelasnya.

Tapi, sambung Lulik, tersangka hanya punya uang Rp50 ribu. Sehingga, korban mengatakan tidak bisa dengan harga tersebut. Sebab, sudah ketentuan dari manajemen wisma.

Setelah itu, tersangka naik ke kamar lagi dan tidak lama kembali turun menemui korban di lantai dasar. Alasannya, menyuruh korban untuk membersihkan kamar dan setelah itu tersangka kembali ke kamar.

Inilah awal tragedi itu. (san)

Kadis PU Provinsi Mangkir Lagi Sebagai Saksi

0

x.batampos.co.id – Polda Kepri melayangkan surat pemanggilan kedua ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri, Abu Bakar, Jumat (28/9) lalu.

Dalam surat itu, penyidik meminta Abu Bakar untuk datang ke Polda Kepri, Senin (1/10). Namun, panggilan kedua yang dilayangkan ini tidak jua dipenuhi.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Hernowo membeberkan alasan tidak datangnya Kepala Dinas PU Provinsi Kepri itu.

“Katanya mendadak dipanggil Gurbenur, dan menjanjikan akan datang Rabu (3/10),” katanya, Senin (1/10).

Alasan tidak hadirnya tersebut, disampaikan staff Abu Bakar ke penyidik Ditreskrimum.

“Sejauh ini alasannya masih bisa diterima,” ucapnya.

Apabila Rabu (3/10), Abu Bakar tidak datang lagi. Maka jajaran Polda Kepri akan melayangkan panggilan ketiga dengan perintah membawa. Karena, kata Hernowo penyidik memiliki wewenang untuk hal itu.

“Tapi nanti kami akan melihat dulu, apa alasan Abu Bakar tidak datang. Kalau alasannya tidak logis, tentu tidak bisa kami terima,” ucapnya.

Hernowo cukup menyesalkan sikap dari Kepala Dinas PU Kepri tersebut. Karena kasus ini diselidiki jajaranya, setelah ada surat dikirimkan oleh jajaran Provinsi Kepri atas kehilangan 106 pelat baja senilai Rp 4 miliar.

“Pemanggilan inikan sebagai saksi. Harusnya datang lalu memberikan keterangan terkait kasus ini,” ucapnya.

Hernowo meminta Abu Bakar dapat bekerjasama dengan baik, karena Pemerintah Provinsi Kepri sebagai korban atas kasus kehilangan plat baja tersebut.

“Mereka yang lapor, harusnya lebih kooperatif,” tuturnya.

Kasus hilangnya pelat baja ini ditindaklanjuti kepolisian, setelah Pemerintahan Provinsi Kepri menyurati Polda Kepri. Surat tersebut berisikan kronologis kehilangan 106 pelat baja sisa pembangunan Jembatan Dompak, senilai Rp 4 milliar.

Sudah sebulan sejak surat tersebut diterima jajaran Polda Kepri. Namun, hingga kini masih belum ada penetapan tersangka atas hilangnya aset negera tersebut. (ska)

Polres Tunggu Hasil Labfor Medan

0
Motor yang menindih kedua korban dalam kondisi terbakar di jalan raya Trikora Km 46, Desa Malang Rapat Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten
Bintan, Kamis (27/9) sekitar pukul 13.56 WIB.
Foto: batampos.co.id / slamet nofasusanto

batampos.co.id – Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan menjelaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab tewasnya dua remaja yang terbakar bersama kendaraannya di Desa Malang Rapat, belum lama ini.

“Masih lidik (penyelidikan, red),” singkatnya.

Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik dari Pusat Laboratorium Forensik (labfor) Bareskrim Polri Cabang Medan.

“Tunggu hasil labfor,” kata dia singkat.

Disinggung kemungkinan murni kecelakaan atau ada kriminal? Ia belum mau menjawab. “Tunggu hasilnya saja,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dua remaja tewas terbakar bersama kendaraannya di Desa Malang Rapat, Kamis (27/9) siang. Kejadian ini diketahui warga yang kebetulan melintas dan melihat kebakaran yang semula dikira sampah terbakar.

Kemudian warga berusaha memadamkan api. Usai dipadamkan, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri.

Sehari setelah kejadian, Tim Labfor dari Pusat Labfor Bareskrim Cabang Medan melakukan olah TKP. Kepala Labfor Cabang Medan Kombes Pol Wahyu Marsudi ketika itu menjelaskan, pihaknya akan menggabungkan hasil di TKP dan autopsi forensik.

Kemudian serpihan dari TKP akan dibawa ke Labfor di Medan.

“Hasilnya nanti akan digabungkan, baru mengerucut untuk kesimpulan,” tutupnya saat itu. (met)

Dirjen Pajak Resmikan Kanwil DJP Kepri

0

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, Robert Pakpahan meresmikan pengoperasian Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kepulauan Riau (Kepri) di Jalan Yos Sudarso, Lubuk Baja, Senin (1/10).

Peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita tersebut disaksikan Kakanwil DJP Riau dan Kepulauan Riau, Perwakilan BP Batam dan pihak Kementerian Keuangan.

Dirjen Pajak, Robert Pakpahan menyatakan, pembukaan unit baru Direktorat Jenderal Pajak ini membawa banyak harapan baru. Meningkatnya pelayanan kepada Wajib Pajak adalah salah satu harapan utama yang hendak dicapai oleh Direktorat Jenderal Pajak. Para Wajib Pajak kini dapat lebih mudah mendapatkan pelayanan karena hadirnya unit-unit baru yang lebih dekat dengan mereka.

Oleh karena itu, ia berharap seluruh pegawai DJP terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan yang diberikan kepada para pemangku kepentingan. Unit-unit DJP baik yang baru maupun yang sudah terbentuk sebelumnya harus mampu meningkatkan kerjasama dengan instansi pemerintah dan institusi lainnya dalam menjalankan tugas yang diamanahkan.

Diketahui, pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban dan peran serta masyarakat untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Dimana setiap tahunnya, target penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) selalu meningkat. Tahun ini DJP mengemban tanggung jawab untuk mengumpulkan penerimaan negara sebesar Rp 1.423,9 Triliun (termasuk PPh Migas). (bp)

Dinkes Natuna Kembali Memberikan Vaksinasi MR dan Campak

0
F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Seorang siswa SMPN 1 Bunguran Timur menutup wajahnya saat di imunisasi, Rabu (1/8/2018).

x.batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna kembali melakukan pemberian vaksin campak dan rebulla, pemberian vaksinasi dilakukan di puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Hikmat Aliansyah menjelaskan, pemberian vaksin dilanjutkan kembali setelah dinas kesehatan mendapat izin dari kepala daerah, namun pemberian vaksin tidak disekolah-sekolah.

“Vaksinasi campak sudah dilanjutkan kembali sejak minggu lalu, Bupati sudah mengizinkan pemberian vaksin ini kepada anak,” ujarnya, Senin (1/10/2018).

Menurut Hikmat, sudah beberapa puskesmas memulai pemberian vaksin campak tersebut. Namun untuk puskesmas Sedanau yang belum mulai kegiatan tersebut. Masyarakat diimbaunya datang ke puskesmas untuk memberikan imunisasi campak kepada anak.
Namun Hikmat mengaku, dalam pelaksanaan pemberian vaksinasi tersebut dinilai kurang mendapat respon masyarakat dan dinilainya menjadi hambatan dilapangan. Sejauh ini ketersediaan vaksin dan tenaga medis sudah dilengkapi di puskesmas-puskesmas.

“Vaksinnya cukup, cuma respon masyarakat sangat kurang. Mungkin saja karena kegiatan ini sempat ditunda secara nasional. Memang sebelumnya juga dilaksanakan di sekolah-sekolah, tapi sekarang hanya dipuskesmas,” ujarnya.(arn)

Segera, Listrik Nyala 24 Jam, di Desa Numbing dan Air Glubi

0

Bupati Bintan Apri Sujadi dan Ketua TP PKK Deby Maryanti menghadiri acara malam hiburan masyarakat dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Desa Numbing, Sabtu (29/9/2018). F Kominfo untuk Batam Pos.

x.batampos.co.id – Kabar gembira bagi masyarakat Desa Numbing dan Desa Air Glubi Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan. Listrik akan segera menyala 24 jam di dua desa ini.

Kabar tersebut disampaikan langsung Bupati Bintan Apri Sujadi saat menghadiri acara malam hiburan masyarakat dalam rangka menyambut Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Kantor Desa Numbing, Sabtu (29/9/2018).

Dia menyampaikan, secara bertahap pihaknya melakukan pembenahan infrastruktur termasuk pengadaan listrik.

“Ini menjadi kabar gembira karena sebentar lagi listrik akan menyala 24 jam di Desa Numbing dan Desa Air Glubi yang difasilitasi oleh pihak PLN,” ujarnya.

Sementara itu Camat Bintan Pesisir Zulkhairi Alkhair mengatakan saat ini tiang-tiang listrik PLN sudah masuk di Desa Numbing. Pemasangan tiang-tiang ini nantinya juga akan diiringi pemasangan kabel-kabel listrik yang akan disambung dari rumah ke rumah.

Dia juga merasa sangat bersyukur bahwa dua desa sekaligus yaitu Desa Numbing dan Desa Air Glubi akan dialiri listrik 24 jam. Tentunya hal ini menjadi sebuah kemajuan bagi masyarakat di Kecamatan Bintan Pesisir.

Dengan masuknya listrik di Desa Numbing dan Desa Air Glubi, maka sudah ada tiga desa di Kecamatan Bintan Pesisir yang sudah dialiri listrik 24 jam.

“Harapan kita semoga hal
ini menjadi bermanfaat dan mampu menyebar ke desa-desa lainnya,” tutupnya. (met)