Ilustrasi Guru SDN 019 Perumahan Villa Mukakuning. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Tenaga honorer yang berprofesi sebgai guru menyambut gembira rencana kenaikan gaji mereka tahun 2019 mendatang. Saat ini tenaga honorer guru menerima Rp 2,575.000 per bulan dari Pemerintah Kota Batam.
“Alhamdulillah kalau memang benar mau naik gaji,” kata salah seorang guru honorer Wanda Nurhayati, Sabtu (20/10).
Perempuan yang sudah menjadi tenaga guru sejak 2016 lalu ini menuturkan cukup kaget dengan informasi yang menyebutkan gaji yang diterima Rp 2,7 juta per bulannya.
“Iya ramai juga kawan-kawan yang ngasih kabar. Soalnya kami hanya terima Rp 2,5 saja,” sebutnya.
Mengenai hal tersebut dia mempertanyakan berapa besaran hak yang sebenarnya diterima dia dan ribuan tenaga guru honor lainnya. Apakah ada perbedaan gaji setiap honorer yang bekerja di bawah Pemerintah Kota Batam.
“Guru kan berat juga tugasnya. Tidak sekedar mengajar melainkan mendidik. Jadi kalau memang ada kenaikkan gaji tentu kami menyambut dengan senang hari,” ujar ibu anak satu ini.
Perempuan lulusan Universitas UNRIKA ini mengakui belum pernah menerima gaji sebesar Rp 2,7 juta selama bekerja. Jika nantinya benar-benar naik menjadi Rp 2,9 juta dia bersama tujuh orang guru honorer lain di sekolah menyambut baik rencana ini,” bebernya.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan besaran gaji yang diterima guru setiap bulannya Rp 2,575 ribu. Pengusulan kenaikan memang dinilai sangat penting dan diharapkan bisa direalisasikan.
“Untuk besarannya masih dibahas, kalau sudah diketok baru bisa bicara,” sebutnya.
Hendri mengakui terkait nilai yang diterima guru honorer sangat sensitif. Jika nanti berbeda dengan yang telah beredar tentu ditakutkan mereka kecewa. “Intinya kami tengah berusaha agar gaji mereka bisa lebih baik dari tahun ini. Sebab beban kerja seorang guru juga berat jadi sudah sewajarnya diperjuangkan,” ungkapnya.
Hendri mengakui tidak mengetahui dari mana muncul angka Rp 2,7 tersebut. Karena berdasarkan data yang ada di Disdik setiap bulan honorer menerima Rp 2,575 ribu.
“Ya mudah-mudahan disetujui, jadi mereka bisa naik gaji,” imbuhnya.(yui)
x.batampos.co.id – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah berlangsung empat tahun. Pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan sejak Jokowi-JK menjabat. Upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan pemberian insentif juga terus dilakukan. Beberapa ada yang berhasil, namun ada juga yang belum berdampak.
Salah satu yang berhasil adalah upaya pemerintahan Jokowi-JK dalam mengurangi kemiskinan. Pada tahun ini, angka kemiskinan turun ke level 9,82 persen menjadi 25,95 juta orang. Angka tersebut adalah capaian terbaik dalam sejarah pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain itu rasio gini yang menjadi alat ukur ketimpangan juga menurun menjadi 0,38. Sebelumnya, pada 2013-2014 rasio gini pernah mencapai puncaknya di angka 0,41.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan ini sudah baik. Namun, masih bisa diakselerasi lagi asalkan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih pesat.
“Pertumbuhan ekonomi kita 5,1 persen, memang meleset dari target 7 persen karena situasi perekonomian global yang tidak memungkinkan,” katanya, Sabtu (20/10).
Menurutnya, membaiknya perekonomian Amerika Seikat (AS) telah membuat pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi. Bahkan Tiongkok yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Asia pun hanya tumbuh 6,5 persen.
Tony menilai, pemerataan ekonomi sudah membaik dengan koefisien gini yang menurun. Namun hal itu juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi 5,1 persen yang menyebabkan tersendatnya akselerasi pertumbuhan ekonomi pada masyarakat berpendapatan tinggi. Artinya, aktivitas ekonomi orang-orang kaya tumbuh namun tidak pesat. Melihat perekonomian yang masih tumbuh di level 5,1 persen ini, Tony memprediksi rasio gini masih bisa membaik ke 0,37.
Salah satu rumah warga miskin di Tanjungbatu, mereka berharap dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. foto : batampos
Mantan komisaris Bank Mandiri itu juga mencermati pembangunan infrastruktur di era Jokowi-JK. Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan ini sangat massif. Namun jika ditanya dampaknya terhadap perekonomian, memang belum banyak terlihat. Sebab infrastruktur membawa dampak jangka panjang. “Namun saya yakin ke depannya bakal menurunkan biaya logistik dan menaikkan daya saing. Peringkat Indonesia dalam global competitiveness index naik di posisi 45 dari posisi 47,” urainya.
Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur ini membuat impor meningkat, sehingga rupiah tertekan. Rupiah kini telah mencapai level Rp 15.200 per USD. Hal ini membuat pemerintah menunda pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis. Tujuannya supaya impor dapat ditekan dan belanja dalam bentuk valuta asing (valas) bisa direm. Harapannya, volatilitas rupiah lebih stabil.
Selain menyebabkan belanja impor yang tinggi, beberapa proyek pembangunan infrastruktur juga dibiayai dari utang. Utang pemerintah telah mencapai Rp 4.416,37 triliun, atau 30,47 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Utang ini memang terus membesar, namun masih lebih rendah dibanding ambang batas yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Yakni, 60 persen dari PDB.
“Namun karena rupiah tertekan, sebaiknya kita perlu bersikap konservatif. Langkah pemerintah untuk memangkas defisit APBN 2019 menjadi di bawah 2 persen sudah benar, meski batas kritisnya 3 persen,” urai Tony.
Sebelumnya pemerintah juga telah mengeluarkan 16 paket kebijakan dan insentif fiscal dari segi pajak dan bea cukai. Namun hal itu belum mampu mendorong investasi dan ekspor.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, meski terdapat turbulensi ekonomi di awal Jokowi-JK menjabat tahun 2014, namun pada tahun 2016 terjadi titik balik. Yakni, ketika pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,03 persen.
“Pada tahun itu kutukan pertumbuhan ekonomi yang makin menurun bisa dihentikan. Berikutnya pada 2017 (pertumbuhan ekonomi) naik tipis menjadi 5,07 persen dan diproyeksikan pada 2018 ini sekitar 5,2 persen,” kata dia.
Pada saat yang sama, inflasi bisa ditekan di bawah 4 persen selama tiga tahun berturut-turut, tepatnya mulai 2015-2017. Pada 2018 ini, inflasi diperkirakan juga hanya akan berada di kisaran 3 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. (rin/jpg)
Sejumlah anak sedang melihat lokasi kebaran yang menghanguskan puluhan rumah liar (ruli) Tiban I Kelurahan Patamlestari, Sabtu (20/10). Lokasi kebakaran untuk sementara di beri garis polisi untuk proses penyelidikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pasca kebakaran yang melanda 20 unit rumah di Ruli Tiban I Patamlestari, bantuan untuk korban terus berdatangan. Cepatnya laju api membuat tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan oleh korban.
Rohaya,48, mengatakan saat kejadian hanya mengenakan baju yang digunakan saat kejadian berlangsung. Beruntung bantuan datang. Dia bersama korban lainnya terlihat memilah-milah pakaian yang disumbangkan oleh warga.
“Ini pas sama anakku,” kata dia di posko bantuan yang didikan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam.
Bantuan yang datang berupa pakaian untuk anak-anak hingga dewasa tersedia. Sementara petugas terlihat juga membagikan pakaian dalam untuk anak-anak.
“Ini masih baru kalau untuk pakaian dalam,” kata salah seorang relawan yang ditemui di posko.
Tidak saja itu, beberapa orang juga terlihat menenteng kantong plastik berisakan pakaian yang akan disumbangkan.
Rahayu, 35, pegawai salah satu bank di Batam yang ikut membawa sumbangan baju membawa serta anaknya yang berusia lima tahun.
“Ini bawa bantuan. Mana tahu bisa digunakan korban,” sebutnya.
Di lokasi kebakaran terlihat anggota kepolisian masih menyisir lokasi awal api muncul. Beberapa tabung gas juga terlihat sudah tersusun di pinggil lokasi kebakaran.
Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan saat ini polisi sudah membawa beberapa hasil penyidikan ke labfor Medan untuk mendapatkan penyebab pasti kebarakaran.
“Kemungkinan memang merujuk pada korslet listrik dan gas. Tapi kami masih cari tahu pastinya apa,” kata dia yang dijumpai di lokasi kebakaran.
Sementara itu saat ini korban masih diungsikan ke fasilitas umum (fasum) yang tak jauh dari lokasi kejadia. Akibat kejadian kebakaran, Jumat (20/10) pukul 06.00 WIB. Puluhan Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Api yang diduga bersumber dari salah seorang rumah warga ini menghanguskan 20 rumah. Beruntung tidak ada korban meninggal maupum luka-luka.(yui)
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BP Batam Asep Lili Halilluloh (dua dari kanan) saat menyalurkan bantuan untuk korban bencana. (Istimewa)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Baik untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) maupun di Palu, Donggala, dan Sigli di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) BP Batam Asep Lili Halilluloh menjelaskan, bantuan untuk korban bencana di Lombok dan Sulteng memiliki nilai berbeda. Yakni sesuai dengan penggalangan yang dilakukan.
Bantuan kemanusiaan untuk korban gempa Lombok senilai Rp 44.397.000 dan SG$ 10. Sementara bantuan kemanusiaan korban gempa dan tsunami di Sulteng senilai Rp57.719.800. Ditambah pakaian layak pakai, selimut dan perlengkapan lainnya.
Untuk proses penyaluran bantuannya melalui Laziz Muhamadiyah Batam. “Laziz Muhammadiyah akan langsung berangkat ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan,” kata Asep dalam keterangan yang diterima di Batam, Sabtu (20/10).
Bantuan ini merupakan aksi solidaritas dari seluruh pegawai BP Batam, Mereka secara sukarela memberikan bantuan untuk para korban bencana di Indonesia. “Semoga saudara-saudara kami dapat tabah dan sabar menghadapi musibah ini,” ucap Asep.
SSS, 27, kedapatan membawa 425 gram sabu dengan cara disembunyikan di organ intimnya. (Dok. KPU BC Tipe B Batam)
batampos.co.id – Petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam menangkap seorang perempuan asal Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Adalah SSS. Perempuan 27 tahun itu kedapatan membawa sabu-sabu seberat 425 gram. Benda terlarang itu disembunyikan di organ intimnya.
SSS rencananya membawa sabu-sabu dari Batam tujuan Surabaya. Dia menggunakan penerbangan pesawat Citilink QG 947, Jumat (19/10) pukul 09.05 WIB. Namun aksinya terdeteksi alat pemindai sebelum check in. Saat itu petugas mendapati keanehan dan gelagat tidak biasa dari Susi.
Petugas Aviation Security (Avsec) kemudian melakukan pemeriksaan badan kepada penumpang berambut panjang itu. Hasilnya ditemukan bungkusan mencurigakan di sekitar selangkangan.
“Atas temuan tersebut petugas Bea dan Cukai membawa SSS beserta barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe B Batam Susila A Barata dalam keterangannya, Sabtu (20/10/2018).
Setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Bea Cukai, SSS dan barang bukti diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Barelang. Susi dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-undang tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (bbi/JPC)
JC Cafe menjadi salah satu lokasi tujuan pengunjung, khususnya anak-anak yang memang gemar dengan kartun (Bobi Bani/JawaPos.com)
x.batampos.co.id – Kala terik menyapa minum es sungguh menyegarkan. Hembusan angin sepoi menyegarkan suasanya.
Jom kita merapat ke pantai Neo Costarina, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), tepatnya ke JC Cafe, stan makanan yang hadir dalam balutan konsep dan karakter Minion.
Stan JC Cafe ini menjadi salah satu lokasi tujuan pengunjung, khususnya anak-anak yang memang gemar dengan kartun. Di sini tidak hanya menyediakan makanan dan minuman, tetapi juga menghadirkan gelas dengan karakter minion untuk dijual.
Budi Khang, pemilik stan yang persis berada di dekat dermaga ini mengatakan, gelas-gelas tersebut menjadi daya tawar tersendiri untuk anak-anak. Mereka kebanyakan akan memilih membeli minuman sekaligus gelas dengan karakter makhluk lucu berkacamata ini. Padahal, stan ini juga menyediakan gelas biasa bagi pembeli yang hanya ingin membeli minuman.
“Memang untuk anak-anak, kita jual dan banyak yang suka,” kata Budi ketika ditemui di stan dengan dominasi warna kuning baru-baru ini.
Untuk mendapatkan minuman beserta gelas minion ini, Budi mematok harga antara Rp 20-Rp 25 ribu, sesuai dengan model dan ukuran gelas. Budi pun tetap melayani anak-anak yang hanya mau membeli gelas minion, walaupun sejatinya gelas-gelas tersebut menjadi penunjang penjualan minuman di stan yang ia buat sendiri ini.
Berbagai sajian makanan dan minuman yang ada di stan ini diantaranya es cendol, strobery, susu coklat, dan minuman jelly. Kentang spiral, sosis, ayam, dan kentang krispi. Es cendol dan kentang spiral menjadi menu yang paling laris, disamping gelas minion yang menjadi incaran anak-anak ini.
Akhir pekan menjadi masa-masa terbanyak kedatangan pengunjung di stan yang dikelola oleh Budi dan istrinya ini. Kalau biasanya pada Senin hingga Jumat stan tutup sekitar pukul 17.30 WIB. Pada Sabtu dan Minggu, masa buka stan yang juga menyediakan spot foto ini buka hingga pukul 21.00 WIB.
“Malam minggu pasti rame, jadi kita buka sampai malam, hari Selasa kita libur,” kata Budi yang tinggal di Kecamatan Bengkong ini.
Budi melanjutkan, usaha kecil miliknya ini berawal dari kejenuhan istrinya bekerja di dunia pemasaran. Sehingga pada November 2017 lalu alternatif yang dipilih adalah membuat usaha mikro.
Sebelum menggunakan kontainer seperti saat ini, ia menggunakan gerobak biasa. Namun keterbatasan gerobak membuatnya beralih menggunakan kontainer yang diakuinya jauh lebih unggul.
“Kalau hujan sekarang tidak basah, sebelumnya repot kita harus pindah kalau hujan,” kata Budi lagi.
Apa yang dilakukan Budi saat ini, sejatinya sejalan dengan keinginan dan upaya pemerintah menjadikan Batam sebagai kota pariwisata. Pemerintah saat ini terus mendorong hadirnya terobosan di bidang pariwisata, salah satunya adalah menghadirkan keunikan yang bisa menjadi daya tarik, terlebih bisa menghadirkan gerak perekonomian.
x.batampos.co.id – Kompetisi Batam Open Archery Championship 2018 di Stadion Tumenggung Abdul Jamal berlangsung meriah. Sebanyak 462 atlet baik nasional maupun internasional ikut meramaikan even olahraga ini, Sabtu (20/10).
“Kompetisi ini merupakan bagian dari Bulan Bakti BP Batam ke-47. Kompetisi ini akan memperebutkan Piala Kepala BP Batam, ” kata Deputi I BP Batam Purwiyanto usai acara.
Menurut Purwiyanto, olahraga panahan kini mulai diminati dan menjadi olahraga yang menarik bagi Indonesia. “Kalau dilihat ini salah satu olahraga bergengsi meskipun hadiahnya kecul tapi peserta datang dari jauh-jauh dan semangat untuk menunjukkan aktualisasi diri. Jadi posisi juara jauh lebih membanggakan daripada sekadar hadiah,” ungkapnya.
Kejuaraan ini berlangsung sejak Jumat (19/10) hingga hari ini (21/10). Peserta datang dari berbagai provinsi seperti Bangka Belitung, Bengkulu, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY Yogyakarta, Jawa Timur dan Kepri. “Kalau dari mancanegara seperti Singapura dan Malaysia,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Purwiyanto memberikan piagam dan penghargaan kepada pemenang kategori aduan perorangan tingkat SD kepada Cynthia Mariska Putri P. (Vieneth Archery Bandung), Nadia Jasmine Maharani (BIFZA ASC), Adza Nisrina Ramadhniya (Vieneth Archery Bandung).
Sementara Ketua Panitia pelaksana Feri Nawa Pamungkas menyebutkan perlombaan yang digelar pihaknya mendapat respon positif dan apresiasi dari Persatua Panahan Indonesia (Perpani) Pusat. Menurutnya dengan fasilitas dan antusias yang dimiliki Batam, Batam dapat melaksanakan kegiatan serupa dengan skala nasional.
“Menurut Perpani, Batam dapat menggelar perlombaan ini dengan skala nasional dan perlombaan ini memecahkan rekor untuk kategori lengkap dan peserta terbanyak,” ucapnya.
Ia pun berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dengan dukungan berbagai pihak. “Kegiatan ini dilaksanakan secara gratis dalam rangka hari bakti BP Batam, harapannya melahirkan generasi panahan di masa akan datang,” harapnya.(leo)
x.batampos.co.id – Delapan tim memastikan tempatnya untuk berlaga di babak semifinal 3rd Anniversary SSB Citramas U-10 dan U-12, yang digelar di Stadion Gelora Citramas Sabtu (20/10) hingga Minggu (21/10). Empat tim dari U-10 adalah juara dan runner up Grup A Blue Eagle dan Citramas Yellow. Sementara dari Grup B Juara dan runner up diraih oleh Progress Plus FA dan Bermuda. Di babak semifinal, akan berhadapan Blue Eagle melawan Bermuda, sementara Progress Plus akan menghadapi perlawanan Citramas Yellow.
Sedang di babak semifinal U-12, akan berhadapan Bermuda melawan Progress Plus, sementara Citrama Blue akan menghadapi Karimun Junior. Sedang Fauzil Adam dari Progress Plus menjadi topskor sementara untuk U-10 dengan raihan tujuh gol. Sedang dibawahnya membayangi M Rain Risky dari Bermuda dan Bilqi dari Tunas Bahari Karimun dengan enam gol.
Sedang di kelompok U-12, Ahmad dari Karimun Junior memuncaki daftar topskor sementara dengan raihan delapan gol. Dibawahnya ada Faka dari Citramas Blue dengan raihan enam gol.
Ketua panitia Zulbaili mengatakan jika ini adalah event yang digelar untuk ketiga kalinya. Untuk gelaran ketiga ini diikuti sebanyak 20 SSB dari dalam dan luar Batam.
“18 tim berasal dari Batam, sementara dua tim dari Kabupaten Karimun. Turnamen ini memperebutkan total hadiah Rp 27 juta, ditambah dengan trofi dan piagam,” jelas Zulbaili, Sabtu (20/10).
Ia juga menerangkan jika sejatinya totol hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 21 juta. “Saat membuka gelaran, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menambahkan hadiah pemenang untuk dua kategori, masing-masing Rp 1 juta. Jadi gubernur memberikan tambahan hadiah sebesar Rp 6 juta,” paparnya.
“Selain itu, untuk topskor dan pemain terbaik akan mendapatkan penghargaan tersendiri,” tambah Zulbaili.
Zulbaili menegaskan saat ini SSB Citramas adalah SSB yang perkembangannya terbilang pesat. Dalam tiga tahun pendiriannya, binaan SSB Citrama kini mencapai 80 anak.
“Di tahun pertama hanya memiliki 30 siswa, di tahun kedua menjadi 40 siswa. menginjak tahun ketiga, memiliki 80 siswa. Dan tahun dapan, SSB Citramas memiliki target untuk bisa memiliki 120 siswa,” ungkap Zulbaili.
Zulbaili juga mengucapkan terima kasihnya pada para sponsor yang telah memembantu dalam terselenggarannya turnamen ini. “Terima kasih pada sponsor seperti Citra Turbindo, You C1000, Nongsapura, Turi Beach, Nongsa Point, Citra Logistik, Citra EPC, Austin, Kawasan INdustri Terpadu Kabil, Arigato, Wall’s, dan Tamarin golf and footgolf club,” urai Zulbaili.
“Selain itu juga terima kasih pada seluruh pengurus yang telah mempersiapkan gelaran ini selama tiga bulan terakhir,” ucapnya.
Sementara itu, Keyua Yayasan Citramas Danche Wong Karen mengatakan SSB Citramas adalah bentuk kepedulian Yayasan Citramas pada masyarakat khususnya di bidang olahraga. “Berawal dengan dibangunnya Stadion Gelora Citramas, pembina dan pendiri Yayasan Citramas Kris Wiluan meminta agar dibentuk sekolah sepakbola,” tegasnya.
foto: x.batampos.co.id / riyan
Danche juga menjelaskan jika Yayasan Citramas memberikan support dan bantuannya demi pengembangan dan pembinaan masyarakat. Yayasan Citramas juga membina tidak hanya di bidang sepakbola.
“Sejak tahun 2000, yayasan Citramas telah membina dan memberikan pelatihan pada cabor layar. Dan mulai tahun 2004, atlet layar telah memberikan prestasi tak hanya di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional,” ulasnya.
Danche berharap SSB Citramas mampu meniru prestasi yang telah diraih oleh cabor layar. “Keberhasilan pembinaan cabor layar, sudah sewajibnya menjadi contoh bagi para atlet sepakbola untuk bisa meraih prestasi yang sama,” ungkap Danche.
Sedang Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat membuka turnamen merasa takjub dengan support yang diperlihatkan oleh orang tua siswa SSB. Nurdinberharap di masa mendatang SSB Citramas bisa menciptakan pemain profesional.
“Di masa mendatang SSB Citramas harus bisa melahirkan pemain-pemain sepakbola profesional yang akan membawa nama Batam dan Kepri di tingkat nasional dan internasional,” harap Nurdin.
Pembinaan sepakbola di Kepri menurut Nurdin tengah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Ini terlihat dari beragam turnamen sepakbola yang dibukanya di pulau-pulau. “Ini menunjukkan pembinaan sepakbola di Kepri mulai bangkit,” tegas Nurdin.
Ia juga menegaskan perlunya bapak angkat dalam pembinaan sepakbola di Kepri. “Pesepakbola muda Kepri butuh pembinaan untuk bisa meningkatkan prestasi. Dan juga perlu adanya bapak angkat demi pembinaan sepakbola di Kepri,” pintanya.
Nurdin juga melihat jika melalui sepakbola, Kepri akan semakin dikenal dan bisa meningkatkan pendapatan di sektor wisata. Selain itu, keberadaan olahraga bisa memupus pengaruh negatif yang menjadi permasalahan generasi muda saat ini.
“Kita harus mendorong bakat olahraga anak-anak kita. Karena olahraga bisa menjadi jawaban permasalahan sosial yang saat ini kita hadapi. Semoga sepakbola di Kepri semakin berkembang dan semakin berjaya. Selamat bertanding dan buktikan kemampuanmu,” pinta Nurdin.
Untuk diketahui, babak semifinal akan di mulai Minggu (21/10) mulai pukul 08.30 WIB. Sementara perebutan tempat ketiga dan keempat akan dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB.
“Babak final akan dilangsungkan pukul 13.30 WIB. Dan akan dilanjutkan dengan seremonial penutupan turnamen 3rd Anniversary SSB Citramas U-10 dan U-12,” tutup Zulbaili.(yan)
Sekitar 30 kilogram sabu-sabu diamankan oleh BNN RI di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. (Istimewa)
x.batampos.co.id – Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus narkotika terjadi peningkatan jumlah sebanyak 28 persen. Sebagian besar narkotika itu masuk melalui Malaysia. Rencana Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) membuat Task Force antara Indonesia dan Malaysia kian urgen.
Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim Brigjen Eko Daniyanto menjelaskan bahwa untuk pekan pertama Oktober jumlah kasus narkotika yang diungkap Polri se-Indonesia mencapai 642 kasus. Pada pekan kedua atau pertengahan Oktober melonjak menjadi 825 kasus.
”Ini menjadi warning,” ungkapnya.
Jumlah tersangka dalam kasus narkotika juga meningkat selama Oktober ini, dari 854 orang menjadi 1.050 tersangka. Memang bisnis haram narkotika ini dijalankan de-ngan merekrut orang banyak, dari tingkat kurir dan pengedar.
”Tapi, selalu ditargetkan untuk mendapatkan bandar atau pengendalinya,” paparnya.
Menurutnya, Polda dengan pengungkapan kasus narkotika tertinggi adalah Polda Sumatera Utara dengan 131 kasus. Hal tersebut merupakan indikasi bahwa penyelundupan narkotika didominasi oleh narkotika asal Tiong-kok yang dikirim melalui Malaysia.
”Sumut selama ini kerap memegang rekor pe-ngungkapan kasus narkotika,” ujarnya.
Apa yang perlu dilakukan untuk mencegah membanjirnya narkotika melalui Malaysia? Eko menjelaskan rencana pembentukan Task Force antara kepolisian Indonesia dan kepolisian Malaysia memang perlu segera direalisasikan.
”Ini bisa membuat penanganan kasus narkotika lebih menyeluruh,” urainya.
Selama ini pengungkapan kasus narkotika hanya berhenti di Indonesia. Padahal, narkotika ini berasal dari Tiongkok dan melewati Malaysia. Maka, Task Force ini bisa membuat penyelundupan ini berhenti.
”Kalau yang di Indonesa ditangkap, informasi diberikan ke Malaysia. Penangkapan bisa dilakukan ke bandar di Malaysia,” ujarnya.
Dengan itu, diharapkan penyelundupan narkotika ke Indonesia bisa berhenti. Sebab, bandar yang berada di Malaysia juga teringkus.
”Ini targetnya, jadi tidak hanya yang Indonesia,” papar jenderal berbintang satu tersebut.
Selain itu, lanjutnya, ada indikasi bahwa peredaran narkotika jenis ekstasi mengalami peningkatan. Menurutnya, kasus dengan barang bukti ekstasi selama ini ada di papan bawah, tapi Oktober ini ekstasi masuk dalam barang bukti terbanyak ketiga.
”Kalau ekstasi ini karakternya tempat hiburan,” jelasnya.
Dengan begitu, dia menduga saat ini permintaan terhadap ekstasi meningkat. Kemungkinan besar ekstasi ini untuk diedarkan di tempat hiburan.
”Maka, razia tempat hiburan atau pengawasannya perlu diperketat,” jelasnya. (idr/jpg)
Direktur Joy Property, Julianto (empat kanan) foto bersama seluruh staf karyawan Joy Property yang siap melayani dan memenuhi kebutuhan rumah di Tanjungpinang. F. Choky Nainggolan/Batam Pos.
batampos.co.id – Dukungan pelaksanaan event Fun Bike Night dan Fun Walk yang digelar Batam Pos bersama BP Batam, mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya agen pro-perti Joy Property yang ikut berkontribusi dalam event besar yang akan digelar 24-25 November mendatang.
Direktur Joy Property Julianto me-ngatakan, hubungan kerjasama antara pihaknya dengan Batam Pos sudah berlangsung lama. Bahkan, sebelum berdirinya Joy Property 2008 silam, ia bersama Batam Pos sudah kerap menjalin kegiatan kerja sama.
”Sudah belasan tahun bekerja sama dengan Batam Pos. Jadi, setiap ada event Batam Pos, kami mendukung,” ujar Julianto, Sabtu (20/10/2018).
Menurutnya, Batam Pos sebagai media pemberitaan di Kepri sangat memberi dampak positif bagi industri jasa seperti Joy Property, melalui pemberitaan-pemberitaannya seputar Kepri.
”Banyak perkembangan baru yang bisa kami tahu dari Batam Pos, apalagi cakupannya mencapai di seluruh wilayah yang ada di Kepri,” terang pemilik agen property yang berkantor pusat di Tanjungpinang, dan memiliki kantor cabang di Batam ini.
Ia menambahkan, dalam memasarkan berbagai jenis properti baik primary maupun secondary, Joy Property tidak hanya mencakup unit di Tanjungpinang dan Batam saja, melainkan juga unit yang ada di Malaysia, Jakarta, Pekanbaru, dan lainnya.
Julianto berharap, kerjasama yang dilakukan dapat meningkatkan hubungan baik yang sudah terjalin dengan Batam Pos. ”Semoga Batam Pos kian maju, dan event yang digelar juga berdampak positif bagi masyarakat di Batam khususnya, juga Kepri pada umumnya,” ungkapnya.(nji)