Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11828

Warga Daftarkan Diri Sebagai Pemilih

0

batampos.co.id – Puluhan warga berama- ramai mendatangi posko Pantarlih di Kantor Kelurahan Tibanindah, Sekupang, Sabtu (20/10) guna mendaftar diri sebagai pemilih di Pemilu 17 April 2019 mendatang.

Masrizal, 23, mengungkapkan belum terdaftar sebagai pemilih tahun depan. Pria yang sudah enam bulan berada di Batam ini mendatangi kantor kelurahan dengan membawa e-KTP dan KK miliknya.

“Kemarin sudah pernah di Batam. Ini baru tiba lagi. Kakak saya sudah terdaftar, makanya saya lapor karena belum terdaftar biar bisa milih,” sebutnya usai melapor di Kantor Lurah Tibanindah, Sabtu (20/10).

Pria asal Sumatera Barat ini mengaku pertama kalinya menggunakan hak pilih dengan menggunakan e-KTP Batam. Ia berharap setelah melapor dia bisa terdaftar sebagai pemilih nantinya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam, Sudarmad mengatakan masih ada waktu kurang lebih satu minggu untuk menyelesaikan pencermatan data pemilih.

“Deadline sampai tanggal 28 Oktober ini. Laporan yang masuk sudah ada ribuan yang mendaftarkan diri di posko yang dibuka KPU,” ujarnya.

Gerakan Memenuhi Hak Pilih (GMHP) ini sudah dimulai selama beberapa minggu lalu dibuka di 64 kelurahan. Warga yang belum terdaftar bisa datang ke posko tersebut. “Sekarang Pantarlih sudah mulai menghitung dan merapikan data pemilih di masing-masing posko. Sebab sebelum di plenokan di KPU tahapan akan di mulai dari kelurahan dan kecamatan terlebih dahulu,” beber Sudarmadi.

Masuknya ribuan pendaftar baru ini tentunya akan mempengaruhi jumlah pemilih di Batam. Melalui gerakan ini KPU berusaha meningkatkan tingkat partisipasi pemilih di 2019 mendatang.

Saat ini jumlah DPT Batam mencapai 629 ribu jiwa. KPU daerah diberikan waktu hingga 28 Oktober untuk mencermati kembali DPT dan kemungkinan adanya data ganda dan pemilih yang belum terdaftar.

“Alhamdulilah data ganda juga terus kami benahi. DPT ini sudah sejak April lalu dimulai tapi belum kelar juga. Karena banyak yang pindah dan lain hal jadi kesulitannya banyak untuk mendapatkan DPT yang sesungguhnya,” ungkap Sudarmadi.(yui)

BP Batam akan Bangun 200 Rumah di Tanjungpiayu untuk Warga Ruli …

0
Para korban kebakaran ruli RT 003 RW 028 Beverly Belian Batamkota saat memilih pakaian yang layak pakai bantuan dari para donatur, Minggu (15/7). Ratusan warga yang rumahnya terbakar ini, untuk sementara akan ditampung di tenda-tenda darurat yang didirikan di halaman kantor bersama. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah mempersiapkan lahan di Tanjungpiayu untuk merelokasi warga Rumah Liar (Ruli) dari Kampung Belian Batamcentre.

“Mengenai warga Kampung Belian, sudah ada pembicaraan dengan Pemko Batam untuk ditempatkan di lokasi representartf,” kata Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto di Stadion Tumenggung Abdul Jamal, Sabtu (20/10).

Ia mengatakan daerah relokasi ada di Tanjungpiayu. Lahannya memanfaatkan lahan-lahan Kavling Siap Bangun (KSB) yang tidak termanfaatkan.

“Kami sudah meninjau lokasi disana. Dan juga sedang mendata ulang lahan-lahan KSB yang tak termanfaatkan,” katanya.

Selain itu, Eko mengungkapkan bahwa BP akan mengajak pengembang untuk bekerjasama membangunkan rumah di lahan yang diperuntukkan sebagai lahan relokasi.

“Kita juga ada koordinasi dengan pengembang. Pengembang siap bantu bangunkan rumah,” ucapnya.

Untuk mengajak pengembang ikut serta, BP sudah berkomunikasi dengan Pemko Batam dan DPRD Batam.”Nanti pengembang akan berikan rumahnya ke warga dan nanti akan dibayar dengan cicilan yang harganya akan meringankan,” ungkapnya.

Nanti ada 200 rumah yang akan dibangun untuk relokasi warga Kampung Belian. Dan ini juga nanti akan berlanjut secara kontinu untuk warga-warga ruli terutama korban kebakaran di Bengkong Aljabar dan di Tiban I.

“Kurang lebih di Kampung Belian ada 191 orang data dari Pemko. Makanya kita akan siapkan 200 rumah.” pungkasnya.(leo)

Polresta Menggelar Offroad di Awal November

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Polresta Barelang menggelar Offroad di awal November. Kegiatan ini bertajuk Barelang Adventur Offroad ini digelar dalam rangka memperingati hari pahlawan. Ada beberap trek yang telah disiapkan untuk para Offroader.

“Pastinya trek yang menantang dan memacu adrenalin para offroader,” kata Kapolresta Barelang Kombes Hengki, Sabtu (20/10).

Ia mengatakan ajang ini digelar selama tiga hari, mulai 2 November hingga 4 November. Kegiatan ini dimulai dari Polda Kepri dan berakhir di Sekupang. “Tanggal 2 itu para offroader akan memasuki lintasan di kawasan bandara, lalu 3 November di Tanjungpiayu, lalu di hari terakhir peserta akan melewati trek di Sekupang,” ungkapnya.

Peserta di Barelang Adventure tidak hanya berasal dari Kepri saja. Namun, dari beberapa daerah lainnya di luar Kepri. Kabarnya offroader dari Malaysia juga akan datang, kita lihat dan tunggu saja,” tutur Hengki.

Ajang ini, kata Hengki tidak hanya menyalurkan hobi para pencinta olahraga offroad saja. Tapi juga meningkatkan pariwisata Batam. Peserta dari luar Kepri, diharapkan dapat mempromosikan keindahan alam di Batam.
“Saat mereka melihat betapa indahnya alam disini, tentunya mereka akan beritahu kawan-kawannya. Dan akan datang kembali ke sini,” ujarnya.

Selain itu, diajang ini polisi juga menyosialisasikan agar para peserta selalu tertib dalam berlalulintas. Ia mengatakan kecelakaan lalu lintas masih menjadi momok di jalan raya. “Apabila semua tertib berlalulintas, tentunya dapat mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan raya,” ucapnya.

Hengki mengatakan berbagai hadiah menarik sudah disiapkannnya. “Ada uang pembinaan, piala bergilir, serta doorprize menarik seperti sepeda motor, sepeda, kulkas, tv dan mesin cuci,” pungkasnya. (ska)

Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Menguji Doktor Hukum di UGM

0
Kakanwil Bea Cukai Sulbagtara Cerah Bangun saat menguji promosi doktor Budi Nugroho di Program Pascasarjana Hukum Universitas UGM Jogjakarta, Jumat (19/10). (Foto: Istimewa)

x.batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) Cerah Bangun menjadi salah satu penguji dalam promosi doktor Budi Nugroho di Program Pascasarjana Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Jumat (19/10) lalu.

Budi saat ini adalah Widyaiswara BPPK eks DJBC dan baru saja terseleksi sebagai Hakim Pengadilan Pajak.

Salah satu karya ilmiahnya adalah disertasi bertajuk Pengalihan Tanggung Jawab Atas Utang Bea Masuk dari Importir kepada Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan.

Dalam disertasinya, Dr Budi merekomendasikan UU Kepabeanan Pasal 31 dihapus. Karena, selain tidak efektif dilaksanakan (tidak dilaksanakan konsisten oleh DJBC), dari aspek historis, sosiologis, ekonomi, filosofis, dan hukum tidak relevan lagi.

“Pasal 31 Undang-Undang Kepabeanan mengatur bahwa tanggung jawab atas utang bea masuk akan berpindah ke PPJK apabila importir tidak ditemukan. Pengalihan ini menerapkan asas praduga bersalah demi pemenuhan hak negara. Pengalihan tanggung jawab ini merupakan policy negara yang bertujuan untuk pemenuhan penerimaan negara dari sektor bea masuk,” tulisnya dalam disertasi.

Berdasarkan penelusuran, selama tahun 2017 hanya Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok yang melakukan pengalihan tanggung jawab atas utang bea masuk dari importir kepada PPJK.

Hasil penelusuran menunjukkan terdapat tujuh kasus pengalihan utang bea masuk, namun bea masuk yang seharusnya dibayar belum sepenuhnya dilunasi karena Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tanjung Priok hanya dapat mencairkan jaminan PPJK, kemudian PPJK berhenti bekerja dan tidak melunasi kekurangan pembayaran bea masuk yang terutang.

Kondisi demikian menunjukkan bahwa wajib bea masuk adalah importir, namun ketika importir tidak ditemukan maka PPJK bertindak sebagai penanggung bea masuk.

Lebih lanjut Dr Budi juga menjelaskan, ketentuan dalam Pasal 31 Undang-Undang Kepabeanan tidak sesuai dengan asas-asas mengenai pertanggungjawaban dalam perjanjian pemberian kuasa.

“PPJK yang bekerja sebagai penerima kuasa dari importir menanggung risiko yang melebihi kedudukannya sebagai penerima kuasa sebagaimana diatur dalam hukum perdata,” terangnya.

Dalam promosi ini, Cerah Bangun yang meng-endorse disertasi Dr Budi sebagai salah satu referensi untuk DJBC.

Turut hadir dalam promosi Doktor Budi yakni Parjiya (Kakanwil BC Jateng dan DIY), Kunto (Ka BC Solo) dan Mudji (Hakim Pengadilan Pajak). (mpo/jpg)

Mengenal Modus Penyelundup di Batam

0
Panglima Komando Armada (Koarmada) I Laksamana Muda TNI Yudo Margono (kanan). (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Modus penyelunduk di Batam relatif sama, Kandaskan kapal untuk hilangkan jejak.

Komando Armada (Koarmada) I berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu handphone. Nilainya ditaksir mencapai Rp 40 miliar. Ini merupakan tangkapan terbesar sepanjang 2018.

Namun, aparat nyaris saja kehilangan barang bukti saat melakukan penangkapan. Sebab pelaku mencoba mengandaskan kapal untuk menghilangkan barang bukti. Modus tersebut kerap dilakukan para pelaku penyelundupan bila aksinya ketahuan. Tidak hanya di perairan Batam, tetapi juga di wilayah lain di Kepulauan Riau (Kepri).

Keberhasilan petugas dalam memotong setiap upaya tersebut menjadi bukti kematangan tim dalam membaca modus yang dilakukan.

“Modusnya selalu begitu, kandaskan dan bakar barang bukti. Tapi bisa kami tindak,” kata Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Batam, Jumat (19/10).

Margono menegaskan, pihaknya tetap berupaya maksimal dalam mencegah kerugian negara melalui praktik ilegal dari mafia di perbatasan. Ancaman tersebut akan selalu ada. Sehingga seluruh pangkalan jajaran Koarmada I harus selalu meningkatkan pengawasan.

Sebelumnya diberitakan, penyelundupan barang elektronik di Selat Singapura berhasil digagalkan. KRI Lepu-861 menyita 609 koli handphone berbagai merk. Barang tersebut diangkut KLM Berkat Saudara Jaya berbendera Indonesia.

Petugas Komando Armada (Koarmada) I belum menghitung jumlah handphone yang disita. Namun diperkirakan sebanyak 20 ribu unit. Bila per unit dihargai Rp 2 juta, maka nilainya mencapai Rp 40 miliar.

“Tangkapan ini merupakan yang terbesar Koarmada I selama tahun ini,” kata Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Dermaga Lanal Batam, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (19/10).

(bbi/JPC)

SCADA ATB Batam Raih Tiga Penghargaan Nasional

0
Asriel Hay, Direktur Keuangan ATB usai menerima penghargaan Data Govai Summit & Awards 2018 di Jakarta (17/10). ATB bersama perusahaan besar Nasional dan Internasional raih tiga penghargaan perusahaan berbasis Big Data Analytic.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Tidak tanggung-tanggung, tiga penghargaan diraih ATB dari Data Govai Summit & Awards 2018 yang berlangsung pada 17-18 Oktober lalu di Balai Kartini Jakarta.

Perusahaan yang menjadi benchmark bagi perusahaan air di Indonesia dan dunia ini, meraih penghargaan The Best IT & Data Technology Governance untuk kategori The Best IT Data Governance dan The Best IT Data Security.

Tidak hanya itu, Presiden Direktur ATB Ir. Benny Andrianto Antonius, MM juga dinobatkan sebagai The Best CEO dalam ajang yang digelar oleh Konsorsium ABDI (Asosiasi Big Data & AI), Majalah Komite.id dan EO SingEx pte ltd ini.

“ATB dinilai layak mendapatkan sederet penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas keberhasilan kinerja ATB dalam melakukan transformasi digital dan mengelola big data,” ucap Asriel Hay, Direktur Keuangan ATB yang didampingi Maria Jacobus, Head of Corporate Secretary ATB dan Jamaluddin, IT & System Manager ATB saat menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Ajang pemberian apresiasi Data Govai Summit & Awards 2018 ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Perindustrian serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Bersama 49 perusahaan dari 117 peserta yang ikut berpartisipasi, terdiri dari berbagai institusi serta perusahaan-perusahaan besar dalam dan luar negeri. Dari luar negeri yakni Silverlake Axis, StorDio, Rosebay, IBM dan salah satu perusahaan paling bernilai di dunia yakni Microsoft. Sementara dari Indonesia diikuti oleh OJK, Pos Indonesia, BCA, BRI, Kereta Api, Lintasarta, Blibli hingga Bukalapak.

Adapun proses penjurian dilakukan melalui riset lapangan dengan melibatkan tim Dewan Juri dari Australian Securities Company, Rosebay Consulting, BSSN, UN Gov Expert Group, AsDep 7 KemenkoPolhukam, APJII, Asosiasi Cloud Computing Indonesia, ADEI, CMO Paques Analytics, MarkPlus Inc dan ICT Consultant.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara dalam sambutan pemberian penghargaan Data Govai Summit & Awards 2018 mengatakan, kegiatan ini tentunya dapat mendorong perusahaan berinovasi dengan penggunaan big data. Hal ini sangat relevan untuk memasuki industri 4.0, dimana harus terkoneksi ke teknologi dengan baik.

“Sejalan dengan tekad pemerintah untuk membangun ekosistem digital dan percepatan ekonomi dalam meningkatkan daya saing industri dimasa depan,” jelas Rudiantara.

ATB yang telah 23 tahun mengelola dan mendistribusikan air bersih untuk Pulau Batam, telah lama memiliki dan menerapkan konsep Smart Water Management System dalam seluruh aspek kinerja perusahaannya.

Mulai dari sistem produksi, distribusi, kebocoran air, pelayanan pelanggan, pengelolaan data. Begitu juga untuk interaksi dan koordinasi internal perusahaan, maupun ke pihak eksternal seluruhnya menggunakan teknologi inovatif untuk efisiensi, keakuratan dan keamanan informasi.

Tata kelola ATB dalam penanganan big data dinilai sangat luar biasa karena ATB satu-satunya perusahaan yang memiliki sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) 4.0, GIS (Geographic Information System) dan ERP (Enterprise Resource Planning) System terintegrasi yang mampu menyajikan data real time, meminimalisir resiko kesalahan informasi dan mampu meningkatkan kinerja untuk berbagai aktivitas perusahaan dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan.

“Kemampuan ATB SCADA 4.0 dalam memasukkan Big Data Analytic dari seluruh komponen operasi yang dipadukan dengan sistem ERP tidak hanya membantu tim teknis atau operator lapangan saja, namun juga mampu memberikan insight bagi manajemen dalam mengambil keputusan bisnis dengan cepat dan tepat,” papar Asriel Hay menambahkan.

ATB SCADA System telah diakui mampu menjadi sistem percontohan bagi pengembangan sistem khususnya SCADA 4.0. Hal ini dapat mengintegrasikan dan mengatasi semua isu utama baik dalam pengembangan maupun penerapannya dalam operasional perusahaan.

Penerapan big data di ATB tidak terlepas dari tangan kreatif Ir. Benny Andrianto Antonius, MM yang mampu melakukan pengembangan SCADA terintegrasi yang dapat memberikan insight dari segi teknis hingga proses pengambilan keputusan untuk menjalankan roda bisnis sehingga eksistensi ATB diakui industri dunia.

“Kunci meraih kinerja, prestasi dan reputasi terbaik adalah ATB menjalankan strategi bisnis berbasis inovasi layanan dan teknologi dalam memberikan service excellence pada pelanggan. Konsep Smart Water Company yang diterapkan ATB baik dari segi sistem manajemen, teknologi, pembayaran hingga sumber daya manusia menjadikan ATB layak jadi acuan perusahaan lain dalam tata kelola data digital,” jelas Maria Jacobus saat ditemui di Kantor Pelayanan Pelanggan ATB Sukajadi pada, Jumat (19/10).

Ajang penghargaan Data Govai Summit & Awards 2018 ini diharapkan mampu meningkatkan akselerasi implementasi dan penggunaan teknologi digital serta mendorong inovasi bidang teknologi sebagai antisipasi untuk memenuhi tren tuntutan kebutuhan industri dan ekonomi yang semakin berkembang. (*)

Korban Kebakaran Butuh Bantuan Psikolog

0

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat masih terus memberi bantuan, pasca empat hari sijago merah melalap panti asuhan Yayasan Prof Syamsudin di Bengkong Ajabar. Rata-rata bantuan yang datang berupa sembako dan pakaian (baru dan bekas).

Kemarin, terlihat gudang penyimpanan sementara bantuan penuh dengan sembako dan pakaian. Belasan ibu-ibu PKK Kecamatan Bengkong tampak sibuk memasak dan mengurus keperluan konsumsi di bawah tenda.

Ketua Yayasan Prof Syamsudin, Muhammad Fitra Nugraha mengatakan hingga hari ke 4 pasca kebakaran bantuan terus berdatangan dari masyarakat sekitar dan daerah lain. Bahkan jumlah pihak yang memberi bantuan diluar dugaanya.

“Alhamdulillah bantuan banyak sekali dan terus berdatangan. Ini diluar ekspetasi kami, karena di daerah Tiban juga ada kabar duka,” ujar Fitra, Sabtu (20/10).

Dikatakan Fitra, rata-rata bantuan yang datang berupa sembako dan pakaian. Hal itu menurutnya sudah sangat luarbiasa. Namun disisi lain, pihaknya sangat membutuhkan bantuan psikolog untuk menghilangkan trauma pada anak. Sebab, ia yakin pasti ada anak yang trauma karena melihat langsung kebakaran itu.

“Butuh bantuan psikolog. Mungkin secara sekilas trauma mereka sudah hilang. Tapi kita tidak tahu apa yang masih mereka pikirkan saat ini. Tak hanya anak panti, tiga anak saya yang masih kecil saja sampai sekarang masih trauma, makanya saya ungsikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia berharap agar secepatnya anak-anak mendapat yang layak dan nyaman. Sebab sejak kebakaran, para anak panti istirahat tak teratur. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menyiapkan mes sementara anak panti. Untuk anak laki-laki akan ditempatkan di sebelah masjid dan anak perempuan di ruang serbaguna bagian bawah.

“Berharap segera ada tempat yang nyaman dan layak untuk anak. Agar anak-anak ini tak merasa dikucilkan dan merasa aman,” pungkas Fitra. (she)

Guru Honorer Senang Naik Gaji

0
Ilustrasi Guru SDN 019 Perumahan Villa Mukakuning. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tenaga honorer yang berprofesi sebgai guru menyambut gembira rencana kenaikan gaji mereka tahun 2019 mendatang. Saat ini tenaga honorer guru menerima Rp 2,575.000 per bulan dari Pemerintah Kota Batam.

“Alhamdulillah kalau memang benar mau naik gaji,” kata salah seorang guru honorer Wanda Nurhayati, Sabtu (20/10).

Perempuan yang sudah menjadi tenaga guru sejak 2016 lalu ini menuturkan cukup kaget dengan informasi yang menyebutkan gaji yang diterima Rp 2,7 juta per bulannya.

“Iya ramai juga kawan-kawan yang ngasih kabar. Soalnya kami hanya terima Rp 2,5 saja,” sebutnya.

Mengenai hal tersebut dia mempertanyakan berapa besaran hak yang sebenarnya diterima dia dan ribuan tenaga guru honor lainnya. Apakah ada perbedaan gaji setiap honorer yang bekerja di bawah Pemerintah Kota Batam.

“Guru kan berat juga tugasnya. Tidak sekedar mengajar melainkan mendidik. Jadi kalau memang ada kenaikkan gaji tentu kami menyambut dengan senang hari,” ujar ibu anak satu ini.

Perempuan lulusan Universitas UNRIKA ini mengakui belum pernah menerima gaji sebesar Rp 2,7 juta selama bekerja. Jika nantinya benar-benar naik menjadi Rp 2,9 juta dia bersama tujuh orang guru honorer lain di sekolah menyambut baik rencana ini,” bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan besaran gaji yang diterima guru setiap bulannya Rp 2,575 ribu. Pengusulan kenaikan memang dinilai sangat penting dan diharapkan bisa direalisasikan.

“Untuk besarannya masih dibahas, kalau sudah diketok baru bisa bicara,” sebutnya.

Hendri mengakui terkait nilai yang diterima guru honorer sangat sensitif. Jika nanti berbeda dengan yang telah beredar tentu ditakutkan mereka kecewa. “Intinya kami tengah berusaha agar gaji mereka bisa lebih baik dari tahun ini. Sebab beban kerja seorang guru juga berat jadi sudah sewajarnya diperjuangkan,” ungkapnya.

Hendri mengakui tidak mengetahui dari mana muncul angka Rp 2,7 tersebut. Karena berdasarkan data yang ada di Disdik setiap bulan honorer menerima Rp 2,575 ribu.

“Ya mudah-mudahan disetujui, jadi mereka bisa naik gaji,” imbuhnya.(yui)

Warga Miskin Indonesia 25,95 Juta Orang

0

x.batampos.co.id – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sudah berlangsung empat tahun. Pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan sejak Jokowi-JK menjabat. Upaya-upaya pengentasan kemiskinan dan pemberian insentif juga terus dilakukan. Beberapa ada yang berhasil, namun ada juga yang belum berdampak.

Salah satu yang berhasil adalah upaya pemerintahan Jokowi-JK dalam mengurangi kemiskinan. Pada tahun ini, angka kemiskinan turun ke level 9,82 persen menjadi 25,95 juta orang. Angka tersebut adalah capaian terbaik dalam sejarah pengentasan kemiskinan di Indonesia. Selain itu rasio gini yang menjadi alat ukur ketimpangan juga menurun menjadi 0,38. Sebelumnya, pada 2013-2014 rasio gini pernah mencapai puncaknya di angka 0,41.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan ini sudah baik. Namun, masih bisa diakselerasi lagi asalkan pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh lebih pesat.

“Pertumbuhan ekonomi kita 5,1 persen, memang meleset dari target 7 persen karena situasi perekonomian global yang tidak memungkinkan,” katanya, Sabtu (20/10).

Menurutnya, membaiknya perekonomian Amerika Seikat (AS) telah membuat pertumbuhan ekonomi dunia terkoreksi. Bahkan Tiongkok yang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi Asia pun hanya tumbuh 6,5 persen.

Tony menilai, pemerataan ekonomi sudah membaik dengan koefisien gini yang menurun. Namun hal itu juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi 5,1 persen yang menyebabkan tersendatnya akselerasi pertumbuhan ekonomi pada masyarakat berpendapatan tinggi. Artinya, aktivitas ekonomi orang-orang kaya tumbuh namun tidak pesat. Melihat perekonomian yang masih tumbuh di level 5,1 persen ini, Tony memprediksi rasio gini masih bisa membaik ke 0,37.

Salah satu rumah warga miskin di Tanjungbatu, mereka berharap dapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. foto : batampos

Mantan komisaris Bank Mandiri itu juga mencermati pembangunan infrastruktur di era Jokowi-JK. Pembangunan infrastruktur di masa pemerintahan ini sangat massif. Namun jika ditanya dampaknya terhadap perekonomian, memang belum banyak terlihat. Sebab infrastruktur membawa dampak jangka panjang. “Namun saya yakin ke depannya bakal menurunkan biaya logistik dan menaikkan daya saing. Peringkat Indonesia dalam global competitiveness index naik di posisi 45 dari posisi 47,” urainya.

Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur ini membuat impor meningkat, sehingga rupiah tertekan. Rupiah kini telah mencapai level Rp 15.200 per USD. Hal ini membuat pemerintah menunda pembangunan proyek-proyek infrastruktur strategis. Tujuannya supaya impor dapat ditekan dan belanja dalam bentuk valuta asing (valas) bisa direm. Harapannya, volatilitas rupiah lebih stabil.

Selain menyebabkan belanja impor yang tinggi, beberapa proyek pembangunan infrastruktur juga dibiayai dari utang. Utang pemerintah telah mencapai Rp 4.416,37 triliun, atau 30,47 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Utang ini memang terus membesar, namun masih lebih rendah dibanding ambang batas yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Yakni, 60 persen dari PDB.

“Namun karena rupiah tertekan, sebaiknya kita perlu bersikap konservatif. Langkah pemerintah untuk memangkas defisit APBN 2019 menjadi di bawah 2 persen sudah benar, meski batas kritisnya 3 persen,” urai Tony.

Sebelumnya pemerintah juga telah mengeluarkan 16 paket kebijakan dan insentif fiscal dari segi pajak dan bea cukai. Namun hal itu belum mampu mendorong investasi dan ekspor.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, meski terdapat turbulensi ekonomi di awal Jokowi-JK menjabat tahun 2014, namun pada tahun 2016 terjadi titik balik. Yakni, ketika pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,03 persen.
“Pada tahun itu kutukan pertumbuhan ekonomi yang makin menurun bisa dihentikan. Berikutnya pada 2017 (pertumbuhan ekonomi) naik tipis menjadi 5,07 persen dan diproyeksikan pada 2018 ini sekitar 5,2 persen,” kata dia.

Pada saat yang sama, inflasi bisa ditekan di bawah 4 persen selama tiga tahun berturut-turut, tepatnya mulai 2015-2017. Pada 2018 ini, inflasi diperkirakan juga hanya akan berada di kisaran 3 persen seperti tahun-tahun sebelumnya. (rin/jpg)

Bantuan untuk Korban Kebakaran Ruli Tiban I

0
Sejumlah anak sedang melihat lokasi kebaran yang menghanguskan puluhan rumah liar (ruli) Tiban I Kelurahan Patamlestari, Sabtu (20/10). Lokasi kebakaran untuk sementara di beri garis polisi untuk proses penyelidikan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pasca kebakaran yang melanda 20 unit rumah di Ruli Tiban I Patamlestari, bantuan untuk korban terus berdatangan. Cepatnya laju api membuat tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan oleh korban.

Rohaya,48, mengatakan saat kejadian hanya mengenakan baju yang digunakan saat kejadian berlangsung. Beruntung bantuan datang. Dia bersama korban lainnya terlihat memilah-milah pakaian yang disumbangkan oleh warga.

“Ini pas sama anakku,” kata dia di posko bantuan yang didikan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) Batam.

Bantuan yang datang berupa pakaian untuk anak-anak hingga dewasa tersedia. Sementara petugas terlihat juga membagikan pakaian dalam untuk anak-anak.

“Ini masih baru kalau untuk pakaian dalam,” kata salah seorang relawan yang ditemui di posko.

Tidak saja itu, beberapa orang juga terlihat menenteng kantong plastik berisakan pakaian yang akan disumbangkan.

Rahayu, 35, pegawai salah satu bank di Batam yang ikut membawa sumbangan baju membawa serta anaknya yang berusia lima tahun.

“Ini bawa bantuan. Mana tahu bisa digunakan korban,” sebutnya.

Di lokasi kebakaran terlihat anggota kepolisian masih menyisir lokasi awal api muncul. Beberapa tabung gas juga terlihat sudah tersusun di pinggil lokasi kebakaran.

Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji mengatakan saat ini polisi sudah membawa beberapa hasil penyidikan ke labfor Medan untuk mendapatkan penyebab pasti kebarakaran.

“Kemungkinan memang merujuk pada korslet listrik dan gas. Tapi kami masih cari tahu pastinya apa,” kata dia yang dijumpai di lokasi kebakaran.

Sementara itu saat ini korban masih diungsikan ke fasilitas umum (fasum) yang tak jauh dari lokasi kejadia. Akibat kejadian kebakaran, Jumat (20/10) pukul 06.00 WIB. Puluhan Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. Api yang diduga bersumber dari salah seorang rumah warga ini menghanguskan 20 rumah. Beruntung tidak ada korban meninggal maupum luka-luka.(yui)

Play sound