Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11850

Bobol Kantor Lurah, Pencuci Mobil Dibekuk Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – M Adi, tukang cuci mobil mendekam di polsek Seibeduk sejak, Senin (7/1/2019) lalu. Pemuda 19 tahun ini merupakan pelaku pembobolan kantor kelurahan Mangsang, Seibeduk, Minggu (6/1/2019) dini hari.

Dia beraksi bersama Aj, rekannya yang saat ini masih buron. Dari dalam kantor kelurahan itu, mereka berhasil bawa pulang satu unit televisi LCD 29 inchi merk Sharp dan infocus warna hitam yang bernilai jutaan rupiah.

Aksi pembobolan mulanya berjalan mulus. Keduanya masuk dengan cara merusak pintu belakang kantor kelurahan. Barang yang dicuri itu rencananya akan dijual, namun sebelum terjual Markus malah dibekuk polisi atas laporan pihak kelurahan.

“Ada dua tersangka tapi satu masih DPO (dicari, red). Dia duluan kabur sebelum yang satu ini ditangkap,” ujar Kapolsek Seibeduk AKP Joko Purnawanto, Minggu (13/1/2019).

Kedua tersangka ini diduga pemain lama yang meresahkan masyarakat Batam sehingga polisi bertekan akan mengusut tuntas sepak terjang mereka. “Yang masih DPO tetap akan kami cari. Mereka akan didalami lagi karena kejadian seperti ini sudah meresahkan,” ujar Joko.

Aksi pembobolan ini terkuak saat pegawai kelurahan hendak membersihkan kantor kelurahan pada Minggu (6/1/2019) pagi. Pegawai menemui pintu belakang kantor sudah rusak dan dua barang elektronik tadi yang ada di dalam kantor sudah tak ada lagi. Kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Seibeduk saat itu juga.

“Dari laporan itu kami dapat petunjuk sehingga mudah menangkap pelaku ini,” tambah Kanit Reskrim Polsek Seibeduk Ipda Budi Santosa.

Atas perbuatannya itu, pemuda yang bekerja sebagai tukang cuci mobil itu dijerat pasal 363 ayat 1 ke 4e, 5e, tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman tujuh tahun penjara. (eja)

Dan …. JNE pun Menaikkan Tarif Jasa Pengiriman

0

batampos.co.id – Maskapai penerbangan tak lagi memberi kuota bagasi gratis, harus bayar. Harga tiket pun melambung.

Kini, JNE salah satu operator jasa kurir mengumumkan menaikkan tarif per 15 Januari 2019.

Lengkap, sudah.

Kenaikan tarif itu diumumkan JNE melalui aku resmi medsos mereka.

JNE menulikan selama 3 tahun terakhir JNE tidak melakukan penyesuaian tarif.

“Maka per tanggal 15 Januari 2019, JNE melakukan penyesuaian tarif untuk pengiriman dari Jabodetabek ke seluruh Indonesia,” tulis @JNE_ID

Khusus untuk pengiriman dari Jabodetabek ke Jabodetabek masih berlaku tarif normal.

Chief Executive Officer JNE Logistics Johari Zein menjelaskan bahwa keputusan perusahaannya untuk menaikkan tarif pengiriman barang sudah dibahas sejak pertengahan tahun lalu. Demikian seperti dikutip dari cnnindonesia.

(ptt)

Terbang Samarinda – Surabaya, Langsung bersama Lion Air

0
foto: batampos.co.id / putut Ariyotejo

batampos.co.id – Lion Air membuka rute baru. Surabaya–Samarinda, langsung.

Sebelumnya, terbang menuju Samarinda dari Surabaya harus melalui Balikpapan.

Area Manager Lion Air Surabaya Dyfi Suciyanti mengatakan, untuk dari Surabaya, rute tersebut merupakan yang pertama diluncurkan tahun ini dengan jumlah frekuensi penerbangan satu kali sehari. Namun, pekan depan frekuensi terbang bertambah menjadi dua kali sehari.

“Dengan adanya rute baru ini, total ada hampir 79 penerbangan,” ujarnya dikutip dari Kaltim Post, Minggu (13/1/2019).

Samarinda dinilai punya potensi yang besar. Apalagi, pemerintah juga menggarap dengan menyiapkan bandara baru. Yaitu, Bandar Udara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto yang merupakan bandara pengganti Bandar Udara Temindung.

Setelah bandara yang baru siap dan buka untuk penerbangan komersial, lanjut dia, pihaknya berkontribusi untuk menerbangi rute tersebut.

“Meski, sebenarnya secara Lion Group kami sudah lama ke sana seperti dari Jakarta. Selain itu, dari Bandara Kertajati juga ada rute ke Samarinda,” paparnya.

Pasar potensial untuk rute tersebut adalah para pelaku usaha seperti pedagang. Sebagai kota bisnis, animo masyarakat Samarinda untuk terbang ke Surabaya tinggi. Penerbangan tersebut juga menjadi rute connecting ke berbagai destinasi dari Surabaya.

“Wisatawan ada, segmen mahasiswa juga ada,” katanya.

Pihaknya menargetkan tingkat keterisian bisa penuh. Penerbangan perdana kemarin terisi full sebanyak 215 seat. “Pada penerbangan minggu depan ditargetkan sebanyak dua kali juga full. Seluruh seat merupakan kelas ekonomi,” jelas Dyfi. (JPG)

Sulit Cari Kerja di Batam, Ribuan Pencaker Daftar Pelatihan

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Kesulitan menemukan pekerjaan membuat Masrizal mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Mengganggur kurang lebih hampir delapan bulan ia berharap setelah mengikuti pelatihan dasar ini bisa mendapatkan pekerjaan.

“Sudah lama nganggur. Jadi pas dapat informasi ada pelatihan saya sangat ingin ikut,” kata dia usai mendaftarkan diri di SMPN 3 Batam, Sekupang, Sabtu (12/1).

Ia mengatakan selama delapan bulan ia sudah berkeliling setiap hari mendatangi kawasan industri yang ada di Batam. Mulai dari Muka Kuning, Batamindo hingga Batuampar guna mendapapatkan pekerjaan.

“Setiap hari cari terus. Cuma kalau lelaki memang agak kesulitan mencari pekerjaan. Teman saya yang perempuan waktu sama- sama cari kerja sudah dapat, saya belum,” keluh pria asal Padang, Sumatera Barat ini.

Pria 23 tahun ini sebelumnya juga pernah bekerja di salah satu perusahaan sebagai operator. Ia memilih pelatihan dasar pipe filter di pelatihan kali ini.

“Belajar dulu yang dasar, setelah itu baru mau cari kerja lagi. Mana tau bisa magang di perusahaan pengerjaan pipa,” sebutnya.

Menurutnya setiap hari kawasan industri dipenuhi pencari kerja. Ia mengaku sudah berkali- kali mencoba memasukkan lamaran namun belum ada panggilan.

“Sekarang saya tinggal sama kakak, mudah-mudahan setelah ikut pelatihan ini saya bisa dapat kerja. Kan ada sertifikatnya nanti,” lanjutnya.

Hal serupa dikatakan peserta lainnya, Zahra Putri, perempuan berjilbab ini mengatakan sangat senang dengan pelatihan ini. Ia memilih mengambil pelatihan tata kecantikan karena ingin buka usaha salon kecantikan.

“Lumayan kan gratis. Jadi bisa modal dasar sebelum buka usaha,” kata dia.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan ribuan pencaker sudah mendaftar sejak pagi akan mengikuti serangkaian tes dan seleksi untuk berebut 912 kuota yang disediakan tahun ini.

“Antusias mereka sangat tinggi. Karena memang mereka butuh. Dan jenis pelatihan yang kami berikan ini memang yang dibutuhkan dunia kerja,” sebutnya.

Pelatihan ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki e-KTP Batam. Saat ini puluhan ribu pencari kerja terdaftar di Disnaker. Ia berharap pelatihan ini bisa membantu pencaker untuk menemukan pekerjaan nantinya.

“Kami latih dulu yang dasar saja. Semoga dengan sertifikat yang kami berika bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk menerima nantinya,” jeasnya.

Tes ini akan dilaksanakan selama dua hari. Peserta yang terpilih juga akan diberikan pelatihan atau magang di perusahaan selama tiga bulan.

“Yang terbaik akan kami carikan tempat magang. Kami sudah kerja sama dengan beberapa perusahaan. Kalau kinerja mereka bagus besar kemungkinan bisa dikontrak sama perusahaan tersebut,” jelas

Rudi mengatakan pendaftaran tidak saja diikuti mereka yang usia produktif, namun banyak juga dari kalangan ibu- ibu. Mereka kebanyakan memilih pelatihan garmen, tata boga dan tata rias.

“Berharapnya setelah pelatihan mereka bisa buka usaha sendiri. Dan menjadi wirausaha, karena kalau sudah tidak usia produktif perusahaan juga kadang ada batasan usia pekerja yang akan mereka terima,” sebutnya.

Sementara itu, ribuan pencari kerja (pencaker) berebut pendaftaran dan seleksi pelatihan yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Pendaftaran yang dibuka pukul 09.00 WIB akan digelar hingga Minggu (13/1). Peserta pelatihan membawa ijazah, kartu kuning hingga pas foto untuk mendaftar.

Setelah mendaftar, peserta langsung mengikuti seleksi ujian pengetahuan dasar. Hasilnya akan diumumkan 17 dan 18 Januari mendatang. Pelatihan rencananya akan digelar bulan Februari mendatang. Ada 32 pelatihan yang diberikan kepada pencaker diantaranya HRD, Scafolfing, piper filter, garmen, tata rias kecantikan, autocad, K3 dan lainnya.

Selain pelatihan pencari kerja, pelatihan atau peningkatan keahlian juga akan digelar bagi tenaga kerja. Disnaker membuka kesempatan peningkatan sertifikasi ini bagi tenaga kerja yang sudah bekerja di perusahaan. (yui)

Pengusaha Jual-Beli Online Keluhkan Mahalnya Ongkir

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penghapusan bagasi gratis bagi penumpang oleh maskapai perusahaan serta naiknya biaya kargo cukup berdampak terhadap pelaku usaha online (daring/dalam jaringan) yang ada di Batam.

Pelaku usaha online, Yani mengatakan kenaikan untuk pengiriman barang dari Batam ke luar sebenarnya sudah terjadi sejak Desember lalu, berbeda dengan daerah lain yang baru berlaku bulan ini.

“Kalau mengeluh sudah pastilah. Karena kami punya buyer kan bertanya- tanya juga kok naik. Padahal permintaan lumayan banyak,” kata dia yang dijumpai usai mengirim barang di Tibancenter, Sabtu (12/1/2019).

Menurutnya, untuk jasa pengiriman seperti JNE itu kenaikan cukup drastis lebih dari 10 ribu lebih per paketnya. Banyak sekarang sesama pelaku jualan beralih ke jasa Lion Parcel karena lebih murah.

“Kalau yang ini kebanyakan permintaann dari pembeli. Karena sewaktu pemesanan mereka tanya dulu ongkir beberapa jasa pengiriman,” sebutnya.

Mengenai permintaan belanja akhir- akhir ini memang cukup mengalami perubahan. Karena tidak sedikit dari mereka yang tidak jadi berbelanja karena mahalnya ongkos kirim.

“Kami tidak tahu kenapa kok mahal begini. Padahal untuk Batam sendiri berjualan online salah satu mendapatkan penghasilan yang mudah. Barang di sini banyak, dan Batam memang terkenal dengan produk seperti tas, sepatu yang memang sering dibeli sama orang dari daerah lain,” ujarnya.

Solusinya agar produk tetap jalan, pelaku usaha online berusa mencarikan jasa pengiriman yang paling murah.

“Ya cuma itu solusinya. Kami akan cari cost paling murah agar barang tetap terjual dan menjaga pelanggan,” imbuh ibu tiga anak ini.

Perempuan yang sudah berjualan online selama lima tahun lebih ini mengungkapkan, berjualan online merupakan salah satu penopang perekonomian keluarga.

“Untungnya memang tidak banyak, tapi kalau dapat pesanan cukup banyak kan lumayan. Yang jelas kami minta ongkos kirim ini kembali normal lagi,” lanjut Yani.

Hal senada juga dikatakan Elisabeth. Pelaku online ini kebanyakan mendapatkan pesanan ke Indonesia bagian timur. Ia menyebutkan saat ini ongkos pengiriman tergolong sangat tinggi.

“Sekarang saya kirim barang ke Sorong itu Rp 160 ribu, sebelumnya hanya Rp 105 ribu. Berapa persen itu naiknya,” kata dia.

Sebulan ia bisa mengirim 70 hingga 100 paket ke luar dari Batam. Menurutnya sangat lumayan bagi ibu rumah tangga seperti dia.

“Buat jajan anak dan uang sekolah sangat membantu. Tapi sejak ongkir naik ini ada penurunan. Kadang ongkir lebih mahal dari barang sehingga mereka cancle, terang perempun yang akrab disapa Lisbeth ini.

Perempuan yang sudah tiga tahun membidangi jualan online ini berharap ada penurunan biaya ongkos kirim, agar penjual online tetap bisa bertahan dengan usaha mereka.

“Kami kan tak punya toko. Jualan hanya via media sosial dan untuk juga tak banyak. Turunkan lah ongkir ini,” harapnya. (yui)

Direktur BUBU Hang Nadim: PNBP Kargo Tidak Naik

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso membantah adanya kenaikan tarif kargo di Bandara Internasional Hang Nadim. Ia mengatakan pengaturan tarif gudang kargo di Hang Nadim tidak pernah naik sejak 2016.

“Masih sama, Rp 30ribu perkilogramnya PNBPnya. Tidak ada yang naik,” katanya, Sabtu (12/1/2019).

Namun apabila ada kenaikan diklaim pihak jasa pengiriman, menurut Suwarso bukanlah di bagian gudang kargo bandara. “Mungkin di luar itu, tapi yang pasti kami tidak pernah naik,” tuturnya.

Saat ditanya arus pengiriman barang di kargo Hang Nadim, Suwarso mengatakan tidak ada perubahan. “Normal-normal saja seperti biasa,” ucapnya.

Ia mengatakan setiap tahunnya di pengiriman barang di kargo Hang Nadim selalu naik. Dari data yang dipaparakan Suwarso, selama tahun 2014 tercatat pengiriman barang keluar Batam sebanyak 10.058 ton, tahun 2015 sebanyak 12.091 ton, tahun 2016 sebanyak 15.408, tahun 2017 sebanyak 20.853 dan tahun 2018 sebanyak 28.060.

“Pertumbuhan kargo tiap tahunnya selalu positif,” ungkapnya.

Pengiriman barang di kargo ini, menurut Suwarso didominasi toko-toko online shop asal Batam. (ska)

16 Januari, Lion Air Berlakukan Bagasi Berbayar

0
foto: batampos.co.id / yusuf hidayat

batampos.co.id – Maskapai Lion Air telah memastikan akan memberlakukan sistem bagasi berbayar, 16 Januari mendatang. Kepastian ini disampaikan oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso.

“Informasi terakhir yang kami terima ditanggal itu (16 Januari) mulai berlakunya. Kalau Citilink kepastian pemberlakuan sistem itu (bagasi berbayar) masih belum diketahui,” katanya, Sabtu (12/1/2019).

Suwarso memperkirakan pemberlakuan sistem bagasi berbayar akan memberikan dampak di Hang Nadim maupun perekonomian Kota Batam. Namun, adanya aturan membolehkan maskapai menerapkan tarif bagasi berbayar, pihak bandara tidak dapat berbuat banyak atas penghapusan bagasi gratis tersebut.

“Kami hanya bisa memantau dan memastikan sistem baru ini bisa berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, Kemenhub sudah mewanti-wanti bandara seluruh Indonesia mengawasi hari pertama sistem ini diberlakukan,” ucapnya.

Diberlakukannya sistem bagasi berbayar ini, dirasa cukup memberatkan masyarakat. Karena dikala harga tiket tinggi, masyarakat harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar barang yang masuk dalam bagasi.

Terkait harga tiket yang tinggi ini, Suwarso menuturkan bahwa beberapa maskapai menyatakan kondisinya masih dalam suasana peak season. Walaupun, pihak bandara dan Kementrian Perhubuangan (Kemenhub) menyatakan peak season sudah berakhir 6 Januari lalu.

“Tapi, maskapai itu lebih panjang, hingga 15 Januari. Kalau kami sudah nyatakan kondisi peak season berakhir,” ucapnya.

Karena kondisi peak season inilah, menjadi alasan maskapai berbiaya murah memasang tarif tiket yang tinggi, hampir menyentuh ambang batas atas harga tiket untuk kelas ekonomi.

“Mungkin setelah 15 Januari akan turun. Turun atau tidaknya setelah 15 Januari, sepenuhnya kebijakan dari maskapai,” ujarnya.

Ia membantah penghapusan bagasi serta naiknya harga tiket, dipengaruhi naiknya beberapa tarif di Bandara maupun di Kemenhub. “Untuk berhubungan Bandara Hang Nadim, saya pastikan tarifnya tidak pernah naik sejak 2016,” ucapnya.

Sesuai peraturan Kepala BP Batam no 12 tahun 2016, biaya landing fee pesawat jenis Boeing seri 737-800, sebesar Rp 425ribu. Pesawat jenis ini paling banyak digunakan maskapai berbiaya murah.

Parkir pesawat dibawah 2 jam di Hang Nadim gratis, namun lebih dari dua jam ditarik biaya Rp 75ribu. Sedangkan penggunaan garbarata, tarifnya sebesar Rp 200ribu.

“Untuk penumpang Passanger Service Charge jalur domestik hanya Rp 60ribu saja, sedangkan internasional Rp 120ribu. Dan saya tekankan sekali lagi, tarif ini belum pernah naik sejak 2016,” ungkapnya.

Apabila dibandingkan dengan biaya landing fee di luar negeri, Suwarso mengatakan tarif di Hang Nadim terbilang murah.

Kenapa rute dari luar negeri ke Indonesia, lebih murah dibandingkan rute domestik dengan jarak tempuh yang sama? “Luar negeri tidak mengenal peak season, low season atau tarif ambang batas atas atau bawah,” ungkapnya.

Ia mengatakan tarif penerbangan internasional ke Indonesia, sepanjang tahun hampir sama. Tidak pernah ada kenaikan, kalaupun ada naiknya tidak terlalu tinggi.

“Karena kita mengenal peak season, makanya ada lonjakan tarif. Ketika low season, tiket penumpang harganya dikisaran ambang batas bawah. Namun ketika peak season bisa menyentuh hingga ambang batas atas. Naik turunnya tiket diantara ambang batas atas dan bawah ini, ada aturannya,” ucapnya.

Suwarso mencontohkan untuk rute Batam ke Padang tarifnya saat berada di ambang batas bawah, tidak jauh beda dengan tarif Kualalumpur ke Padang.

“Tapi jangan bandingkan saat peak season. Tapi ketika low season, tarifnya hampir sama,” tuturnya. (ska)

Yulia Ultri Diana Effendi Lolos 80 Besar Audisi Lida 2019, Dukung Ya….

0
Yulia Ultri Diana Effendi
foto: facebook

batampos.co.id – Yulia Ultri Diana Effendi berhasil masuk 80 besar Liga Dangdut Indonesia (Lida) 2019. Ia menjadi satu diantara 2 peserta yang mewakili Kepri diajang bergengsi tersebut. Karena itu, ia berharap dukungan seluruh masyarakat Kepri.

Diciptakan seorang insan
Lembut hati bak redup pandangan
Pabila berkata
Seluruh alam menyaksikan kesyahduan
Bagai tersentuh rasa percaya
Tika terdengarkan
Aduhai

Lirik lagu Siti Nurhaliza berjudul Nirmala ini dinyanyikan Yuli dengan sangat apik. Irama serta cekok dangdutnya tak kalah emukau dari penyanyi asal negeri jiran (tetangga) itu.

“Paling suka dengan lagu ini,” ujar gadis kelahiran Batam 1997 silam ini saat ditemui Batam Pos di Komplek Ruko KBC, Batamkota, Jumat (11/1/2019) malam.

Malam itu, Yuli tak seorang diri. Ia ditemani ibunya, Reni Efriyosnita serta manajernya, Maharani. Dengan sedikit malu-malu, gadis berwajah manis ini menceritakan kisahnya. Suka-duka sebagai penikmat dan penyanyi dangdut pernah ia alami. Mulai diejek rekan sebaya karena suka dangdut, hingga di dukung penuh keluarga serta teman-teman dekat.

“Dangdut itu luarbiasa, musiknya tak pernah bikin bosan. Dulu pernah diejek karena suka dangdut, namun saya tak pernah berhenti jatuh cinta. Apalagi banyak yang mendukung saya,” ungkap Yuli.

Sejak umur lima tahun, Yuli mengungkapkan kegagumannya terhadap musik dangdut. Apalagi, saat melihat ibunya yang dipanggil Bunda bernyanyi diatas panggung. Ia menyimak setiap lirik dan irama yang keluar dari mulut bundanya. Meski tak begitu pasif bernyanyi, Yuli mengungkapkan rasa suka lewat gerakannya. Ia bergoyang seenergik mungkin mengikuti alunan musik dangdut yang dinyanyikan bunda.

Berjalannya waktu, Yuli pun mulai aktif bernyanyi. Berbagai kompetisi nyanyi ia tekuni. Mulai lagu melayu hingga minang. Namun hatinya lebih terpikat pada dangdut. Sebagai orang tua, Bunda dan suaminya Yuhendra Effendi terus mendukung Yuli.

Berbagai juara dan penghargaan ia raih, mulai ajang daerah, propinsi, nasional hingga internasional. Hampir rata-rata kompetisi yang ia ikuti berhasil membawanya jadi juara 1. Seperti juara 1 Singing Competition Pop-Dangdut Indonesia-Singapura 2017, juara 1 Batam Tv 2014, juara 1 FLS2N tingkat Kota Batam 2015, juara 1 FLS2N tingkat propinsi 2015, juara 1 Bintang Kepri Singing Contest 2017 dan juara-juara lainnya.

Tahun 2018 lalu, dara dari empat bersaudra ini pernah lolos “Lida Season 1,2018”. Ia masuk 140 besar. Namun sayang, saat itu ia tak berhasil lolos, karena kondisinya kurang fit. Ditambah hanya sedikit yang mendukung, meski ia membawa nama baik Kepri diajang Nasional tersebut.

“Suara saya hilang, saat itu memang kurang fit. Sempat kecewa karena tak lolos,” terang Yuli sembari tersenyum.

Kekecewaan Yuli ternyata berlanjut hingga pekan lalu. Ia tak berniat kembali ikut dalam audisi Lida 2019. Audisi berlangsung di Tanjungpinang, ia abaikan. Padahal, ia menjadi salah satu peserta undangan karena pernah ikut audisi tahun lalu.

“Bunda yang kasih semangat. Bunda bilang mimpi saya masih panjang dan belum berakhir. Makanya semangat lagi ikut,” ujar Yuli yang berhasil membuat juri diaudisi tersebut memberikan Golden Tiket ke Jakarta.

Pernah ikut dalam audisi tahun lalu jadi modal besar Yuli untuk bisa lolos pada tahap selanjutnya. Ia mulai paham seperti apa penilaian. Baginya, kesempatan kedua ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia pun mulai berlatih dan menjaga kesehatan.

Karena itu, ia berharap dukungan semua pihak, terutama masyarakat Kepri, khususnya Batam, pemerintah Kota Batam dan Kepri. Rencananya, penampilan Yuli akan tayang secara langsung antara tanggal 27 Januari hingga 30 Januari. Dukungan pun bisa dilakukan dengan mengirim pesan pendek atau sms dengan cara ketik Lida Yulia kirim ke 97288.

“Usaha Yuli tak akan maksimal tanpa dukungan semua. Karena itu, berharap dukungan masyarakat dan pemerintah Batam maupun Kepri. Dukungan bisa dikirim melalui SMS,” pungkas Yuli. (she)

Tarif Pos Indonesia Naik Sampai 70 Persen

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Perusahaan jasa pengiriman PT Pos Indonesia Batam menaikkan tarif sebesar 20 hingga 70 persen untuk biaya pengiriman barang.

Wakil Bidang Operasi, PT Pos Indonesia Batam, Muhammad Rusdi mengatakan penyesuaian tarif tersebut sudah berlaku sejak awal Januari lalu, lantaran adanya perubahan biaya logistik.

“Kita sesuaikan karena adanya Surat Muatan Udara (SMU) yang diberlakukan maskapai,” ujar Rusdi saat ditemui, Jumat (11/1/2019).

Dia menyebutkan pihaknya tidak mungkin lagi menunda kenaikan. Pasalnya biaya SMU sendiri bisa naik sampai tiga kali dalam sebulan.

“Kami juga sudah lama tak menyesuaikan tarif. Nah tahun ini baru disesuaikan karena tak bisa ngerem biaya SMU,” katanya.

Menurutnya, kenaikan tarif yang disebabkan kenaikan tarif pesawat bukanlah menjadi faktor utama. Namun tergantung situasi kompetensi dan situasi pasar.

“Di Batam ini tidka bisa ngukur. Kadang naik kadang turun. Kalau barang lagi sepi pasti turun. Gak ada sebabnya pun bisa turun,” jelasnya.

Kenaikan tarif tersebut berdampak pada jumlah pengiriman barang. Sebelum penyesuaian, Pos Indonesia bisa melayani 20 hingga 35 ton barang dalam sebulan. Seperti yang terjadi pada Desember lalu yang bertepatan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbonas). Namun untuk Januari 2019 cenderung terjadi penurunan.

“Namun untuk trennya naik dibandingkan Januari 2018 lalu,” jelasnya.

Rusdi berharap masyarakat bisa memahami kenaikan tarif yang dilakukan oleh pihaknya, mengingat mayoritas pengiriman dari Batam memang bergantung pada industri pesawat.

“Yang mengeluh pasti banyak. Tapi saya berharap bisa memakluminya karena semua jasa pengirim juga menaikkan tarif,” harapnya.

Sementara itu kenaikan tarif di Pos Indonesia diakui Jaenab, salah satu costumer Pos Indonesia yang tengah mengirim barang.

“Iya ada kenaikan 10 sampai 20 ribu untuk pengiriman ke Medan dan Padang,” kata penjual online asal Tiban ini. (une)

Tewas Diserang Ikan Ganas

0
Penampakan ikan caroang yang dikenal agresif dan mematikan (Istimewa/YouTube)

batampos.co.id – Warga mengenal ikan seperti foto diatas dengan nama ikan caroang atau ikan cendro.

Ini ikan yang berbahaya untuk manusia. Ia agresif dan suka menyerang.

Adalah Andri, 32, nelayan Dusun Kalapatiga RT 04/RW 09 Desa Babakan, Kabupaten Pangandaran yang mengalaminya.

Andri diserang ikan caroang atau ikan cendro itu saat menyelam berburu ikan di kawasan perairan Cagar Alam Pangandaran, Jumat (11/1/2019).

Korban meninggal dengan luka tusukan ikan yang dikenal agresif tersebut.

Dodi Abdillah, 37, anggota Tagana Pangandaran yang juga rekan korban menuturkan, kejadian tersebut bermula saat korban tengah berburu ikan dengan menyelam ke dasar laut.

“Korban tiba-tiba diserang caroang dan terkena tusukan moncong mulut ikan itu tepat di bagian urat nadi leher,” ungkapnya kepada Radar Tasikmalaya.

Dikatakannya, rekan-rekan korban yang saat itu mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya menolong dan mengangkat korban yang bersimbah darah ke atas perahu.

“Saat dievakuasi korban masih bernapas, namun penuh darah karena luka di bagian leher. Tiba di puskesmas, korban mengembuskan napas terakhirnya,” kata Dodi.

Diketahui, saat itu korban tengah melaut bersama 6 rekannya untuk berburu ikan. Setibanya di lokasi, tepatnya di kawasan perairan Batu Bodas, Cimanggu, mereka berpencar.

Menurut Dodi, caroang merupakan ikan agresif yang kerap menyerang para penyelam.

“Ikan itu memang mengejar cahaya, kebetulan korban yang saat itu jaraknya dekat, caroang menyerang korban yang menggunakan lampu senter di tangannya. Namun moncong ikan malah mengenai bagian leher korban,” ujarnya.

Komandan Pos TNI AL Dayat Sudrajat membenarkan kejadian tersebut. korban meninggal akibat diserang ikan caroang saat mencari ikan.

“Iya benar, korban meninggal dengan luka tusuk di bagian leher akibat diserang ikan caroang saat mencari lobster,” ungkapnya.

Dikatakannya, jasad korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (JPC)