batampos.co.id – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1 KH Ma’ruf Amin dijadwalkan mengunjungi Kota Batam pada 15 November.
Dalam kunjungan tersebut Ma’ruf dijadwalkan akan berdialog dengan elemen masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ma’ruf juga akan singgah ke rumah pemenangan Jokowi-Ma’ruf di kawasan Grha Kadin Batam, Batam Centre, Batam. Di sana Ma’ruf dijadwalkan memberikan pidato atau orasi kebangsaan.
Ketua DPC PDIP Batam, Jamsir menjelaskan, rencana kedatangan mantan Ketua MUI ini telah dimatangkan dalam rapat Tim Kampanye Daerah (TKD) pada Jum’at (2/11) lalu. Ia menjelaskan, sebagai ketua tim pemenangan di tingkat Kota, pihaknya akan mengikuti arahan dari tim TKD yang memang menjadi panitia untuk kedatangan Ma’ruf.
“Kami ikuti arahan tim di tingkat provinsi, hasil rapat mereka akan kita jalankan,” kata Jamsir di Batam pada Senin (5/11) siang.
Terkait dengan hasil rapat yang membahas agenda kedatangan Ma’ruf ini, setidaknya ada dua agenda utama yang melibatkan massa cukup signifikan.
Pertama agenda dialog yang akan dilaksanakan di Harmoni One Hotel, Batam Centre, Batam. Saat itu Ma’ruf akan berdialog dengan sekitar 1.500 massa yang terdiri atas tokoh agama.
Selanjutnya adalah orasi kebangsaan yang melibatkan relawan jauh lebih banyak, akan dilaksanakan di rumah pemenangan. Dalam agenda tersebut akan dihadiri tim pemenangan, para relawan, pengusaha, anggota partai koalisi, dan masyarakat secara umum.
Kedatangan Ma’ruf ini, akan memberi angin segar bagi tim pemenangan di Kepri. Dimana target kemenangan Jokowi-Ma’ruf untuk Pilpres 2019 mendatang mencapai angka sekitar 67 persen. Target ini jauh melampaui kemenangan Jokowi pada Pilres 2014 lalu di Kepri sekitar 53 persen.
DirKrimsus Polda Kepri, Kombes Rustam Mansur (kemja putih) saat menunjukkan barang bukti. foto: jawapos.com / bobi bani
batampos.co.id – DirKrimsus Polda Kepri, Kombes Rustam Mansur menjelaskan, pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pemufakatan jahat ini. Demikian juga dengan besaran transaksi yang dilakukan sejak Agustus lalu.
“Kami belum tahu siapa dan berapa jumlah uang dari transaksi yang telah berkali-kali dilakukan ini. Masih kami dalami,” jelas Rustam seperti dikutip jawapos.com.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga kepada saat ekspos menerangkan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sambu, Batam, Totok Suranto, telah berulang kali menerima uang pelicin.
Ini diketahui, berdasarkan hasil pengembangan yang dilakukan tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri).
Uang pelicin tersebut, bahkan telah diterima sejak pertama kali Totok Suranto menjabat sebagai Kepala KSOP Sambu pada Agustus 2018 lalu.
Totok diketahui diamankan bersama Kepala Cabang PT Garuda Mahakam Pratama (GMP), Eliman Syah.
Eliman Syah sendiri ketika diamankan, menyerahkan uang tunai 9.200 Dollar US kepada Totok.
Erlangga mengungkapkan, keduanya diketahui selalu bertransaksi setiap akhir bulan.
“Selalunya begitu, akhir bulan dan di luar Batam. Lebih nyaman kalau di luar Batam. Yang terakhir ini keduanya kita amankan saat berada di kawasan Gandaria City Mall,” kata Kombes S Erlangga.
Polis mengamankan barang bukti berupa tiga unit komputer dari tersangka Eliman Syah.
Sementara dari tersangka Totok Suranto dari Kantor KSOP Kepas III Pulau Sambu berupa sejumlah dokumen yang berisi data transaksi, dan uang sejumlah USD9.200.
batampos.co.id – Polda Kepri melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama (ESH aluas E) kepada kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam, TS, di Gandaria City Mall Jakarta Selatan pada Sabtu (3/11/2018) pukul 19.30 wib.
Dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut telah ditemukan uang sebesar US$ 9.200,- (Sembilan Ribu Dua Ratus Dollar Amerika) yang disimpan di dalam amplop warna putih.
Tim Polda Kepri telah mengintai dugaan korupsi ini sejak dari Batam.
Kamis (1/11/2018) tim Polda Kepri mendapat informasi bahwa kepala cabang PT. Garuda Mahakam Pratama telah memesan tiket pesawat Garuda Indonesia untuk berangkat ke Jakarta pada pada hari Jumat (2/11/2018) pukul 14.40 wib.
Tujuan ke Jakarta ialah untuk menemui dan menyerahkan sejumlah uang kepada kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu, Batam.
Tim Polda Kepri segera membuntuti.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Drs. S. Erlangga, di hadapan wartawan membeberkan operasi tangkap tangan ini berawal dari informasi masyarakat tentang adanya praktik pemberian uang dari pihak perusahaan agen pelayaran kepada pihak KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam.
Infonya, semenjak dijabat oleh kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam yang baru (sejak bulan agustus 2018), pihak PT. Garuda Mahakam Pratama ada memberikan “uang kelancaran” didalam melaksanakan kegiatan keagenannya kepada Kepala KSOP (Kantor Syahbandar Dan Otoritas Pelabuhan) Pulau Sambu Batam.
Proses pemberian uangnya selalu dilakukan di Jakarta.
Jadwal pemberian uang dilakukan pada setiap akhir bulan sedangkan untuk bulan Agustus dan bulan September 2018 telah diberikan. (ptt)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Batam Kota terus mendalami kasus dugaan percobaan penculikan oleh Lilis Hasanah, 40, terhadap seorang anak berinisial Zm (sebelumnya ditulis SM) yang baru berusia 1 tahun 4 bulan di kawasan Perumahan Botania Garden, tepatnya di belakang Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Batam Kota, Kelurahan Belian, Sabtu (3/11) lalu.
Kapolresta Barelang, Kombes Hengki mengatakan, dari hasil penyelidikan pihaknya telah mengamankan satu buah tas warna cokelat milik Lilis yang diamankan petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam dan kemudian diserah-kan ke Polsek Bandara.
Hengki menyebutkan dari dalam tas tersebut ditemukan satu buah dompet dan KTP atas nama Lilis Hasanah yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Cianjur pada 2016 lalu. Kemudian satu tiket penerbangan dari Jakarta menuju Batam, beberapa lembar kartu ATM, dan beberapa surat-surat.
”Di sini kami sampaikan bahwa yang bersangkutan datang dari Jakarta ke Batam dengan pesawat Lion Air dan tiba di Batam pada 29 Oktober 2018. Jam keberangkatan pukul 06.10 WIB dari Jakarta,” ujarnya.
Kemudian, pada Jumat (2/11) lalu, Lilis terlihat tengah berada di kawasan Bandara Hang Nadim Batam. Karena melihat gelagat yang bersangkutan seperti orang yang mengalami gangguan jiwa dan mengganggu penumpang di bandara tertutama anak-anak.
Selanjutnya seorang petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Hang Nadim bernisial W mengantarkannya ke Pasar Botania.
”Terkait dengan keberadaan yang bersangkutan mulai dia sampai hingga terlihat di bandara tanggal 2 November 2018 lalu, masih kami lakukan penyelidikan atau pendalaman dengan mencari saksi-saksi,” tutur Kapolresta.
Sehari kemudian atau tepatnya pada Sabtu (3/11) lalu setelah Lilis diantar ke kawasan Botania, ia diduga mencoba menculik anak perempuan berusia 16 bulan berinsial Zm di Ruko Botania Garden Blok F, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota. Dalam aksinya itu ia sempat membawa kabur anak itu sejauh 50 meter dan akhirnya diamankan warga untuk selanjutnya diserahkan ke Polsek Batam Kota.
”Yang bersangkutan (Lilis Hasanah, red) untuk sementara diduga mengalami gangguan jiwa. Namun pihak Polsek Batam Kota dan Polresta Barelang masih mendalami terhadap saksi dan keluarga yang sudah kami dapatkan identitasnya di Cianjur,” bebernya.
Usai diamankan Polsek Batam Kota, lanjut Hengki, pihaknya belum bisa meminta keterangan Lilis karena masih terlihat belum normal. Untuk selanjutnya, pihak kepolisian akan memanggil ahli kejiwaan maupun ahli psikologi untuk memeriksanya. Termasuk juga, Polsek Batam Kota akan memintai keterangan dari keluarga Lilis.
”Kalau memang yang bersangkutan pernah dirawat, tentu kita akan mintai keterangan terhadap siapa yang pernah merawat kalau dia mengalami gangguan jiwa. Nanti akan kita sampaikan lebih lanjut bagaimana perkembangannya,” jelasnya.
Terkait beredarnya posting-an di media sosial yang marak mengatakan banyak penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya, Hengki menegaskan bahwa berita tersebut hoax atau tidak benar. Selain itu juga, mengenai beberapa kasus penculikan anak yang pelakunya berpura-pura menjadi orang stres saat ditangkap juga belum bisa dibenarkannya.
”Terhadap masyarakat kita warga Batam khususnya tidak perlu takut, tidak perlu gelisah terhadap kejadian ini. Sekali lagi saya tekankan, ini masih dalam tahap penyelidikan karena keadaan yang bersangkutan belum stabil dan masih dalam keadaan tidak bisa kita mintai keterangan,” imbuhnya.
Lilis Hasanah ditahan di ruang besok ditahan karena diduga melakukan penculikan anak atas nama ZS, Minggu (4/11/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos
Penculik Gunakan Mobil Rental
Sementara itu, sebelumnya dugaan kasus percobaan penculikan terhadap tiga orang anak yang terjadi di wilayah Tiban, Sekupang pada Minggu (28/10) sore lalu, masih dalam proses pengejaran oleh jajaran Polsek Sekupang. Me-nurut Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fharoji pihaknya sudah mengetahui rumah kediaman yang diduga sebagai pelaku penculikan, namun saat diselidiki rumah tersebut sudah kosong.
”Sepertinya terduga sudah mengetahui kalau mereka sedang dalam pengejaran pihak kepolisian,” ujar Oji dalam sambungan telepon, Minggu (4/11).
Lebih lanjut Oji mengungkapkan mobil yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya sudah terlacak dan diketahui bahwa plat nomor mobil yang digunakan berasal dari Seipanas, bukan daerah Sekupang dan sekitarnya.
Oji menjelaskan saat menanyakan kepada pemilik mobil tersebut, dia menjelaskan bahwa mobilnya direntalkan. Hanya saja, setelah beberapa hari tidak ada kabar dari orang yang merentalnya.
”Pemilik mobil juga melaporkan kepada kami bahwa mobil tersebut hilang,” terangnya.
Kapolsek berharap bisa segera mengungkap siapa pelaku percobaan penculikan terhadap tiga orang anak tersebut. Namun ia juga mengimbau kepada para orangtua agar selalu mengawasi anak-anaknya, karena tindak kejahatan terhadap anak-anak bisa terjadi di mana saja.
”Butuh kerja sama dengan masyarakat, ketika ada tindakan yang mencurigakan harap segera lapor kepada pihak keamanan setempat,” pesannya.(gie/cr2)
batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan penerapan pajak online untuk dua provinsi, yakni Riau dan Kepri di Batam, Rabu (28/11/2018) mendatang.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengungkapkan gelaran tersebut diselaraskan dengan acara Perjanjian Kerja Sama (PKS) penerapan tapping box antara Bank Riau Kepri dengan pemerintah daerah di Provinsi Kepri (Batam, Bintan, dan Tanjungpinang) dan Provinsi Riau (Dumai dan Pekanbaru).
”Nanti pimpinan KPK Basaria Panjaitan yang datang mewakili KPK,” kata Raja, Minggu (4/11/2018).
Berkenaan dengan acara tersebut, ada lima gubernur yang diundang. Selain Gubernur Kepri dan Riau, KPK juga akan mengundang Gubernur Jambi, Bengkulu, dan Lampung.
Dalam kesempatan itu para kepala daerah akan melakukan PKS yang serupa dengan bank daerahnya masing-masing terkait penerapan tapping box.
”Batam ini jadi pilot project. Targetnya program ini jadi program nasional,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sebanyak 500 Wajib Pajak (WP) turut hadir dalam kegiatan ini. Sebab, Raja mengklaim teknis pemasangan alat perekam data pajak itu berjalan lancar, dimana setiap wajib pajak dengan tangan terbuka menerima petugas dari BP2RD dan Bank Riau Kepri.
”Sekarang sudah terpasang 300 alat. Kami kemarin break seminggu untuk siapin teknisnya. Rencananya pekan depan kami mulai lagi tambah yang 200 alat,” sebutnya.
Raja mengatakan, 200 alat ini termasuk untuk grup Morning Bakery. Secara umum sektor yang akan dipasang alat ini difokuskan di hotel, restoran, parkir, dan tempat-tempat hiburan.
Ia menilai beberapa wajib pajak, termasuk Morning Bake-ry baru dipasang karena sebelumnya wajib pajak-wajib pajak tersebut belum memiliki alat seperti mesin kasir yang cocok dengan alat perekam pajak yang disiapkan BP2RD.
”Kami minta mereka (wajib pajak, red) ganti dulu mesin cash register (mesin kasir), kami akan pantau terus. Senin (hari ini, red), rencananya kami mulai pasang lagi tapping box-nya,” terangnya.(iza)
batampos.co.id – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I memastikan pasokan elpiji 3 kilogram (kg) untuk Batam tetap aman. Rata-rata penyaluran elpiji 3 kg untuk Batam sebanyak 35.850 tabung atau 107.550 MT per hari.
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto mengatakan ketersediaan gas elpiji 3 kg tetap mencukupi kebutuhan, khususnya masyarakat tidak mampu di Batam. ”Pertamina memastikan pasokan elpiji 3 kg dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk di wilayah Batam apabila digunakan sesuai peruntukan, yaitu masyarakat miskin dan usaha mikro,” ujar Rudi, Minggu (4/11/2018).
Menurut dia, pada Jumat (2/11) lalu ada penambahan pasokan sebanyak 13.440 tabung, kemudian pada Sabtu (3/11) ditambah sebanyak 6.720 tabung. Rencananya, hari ini, Senin (5/11) juga akan ada penambahan fakultatif sebanyak 18.200 tabung.
Rudi menyebutkan, terdapat 11 agen yang menyalurkan elpiji 3 kg di wilayah Batam, tiga Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 1.804 pangkalan resmi yang tersebar di 13 kecamatan wilayah Batam.
”Harga Eceran Tertinggi (HET) wilayah Batam sebesar Rp 18.000 per tabung. Jadi, kami minta warga beli di pangkalan resmi,” imbaunya.
Dikatakannya, peruntukan elpiji 3 kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 1,5 juta per bulan atau usaha mikro.
Bagi warga mampu, Pertamina menyediakan elpiji non subsidi, seperti Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan elpiji tabung biru 12 kg serta 50 kg untuk usaha komersial.
”Masyarakat mampu dan restoran serta usaha komersial lainnya diimbau untuk menggunakan elpiji nonsubsidi, sehingga elpiji 3 kg bisa lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Tidak hanya itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawal penyaluran distribusi elpiji 3 kg. Apabila ditemukan tindak penyalahgunaan di lapangan disertai dengan bukti ke kontak Pertamina di 1-500-000.
Mulai Stabil
foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Kebijakan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menambah pasokan gas elpiji 3 kg, berdampak mulai berangsur stabilnya ketersediaan gas bersubsidi tersebut di wilayah Batuaji dan Sagulung. Masyarakat tak kesulitan lagi karena hampir semua pangkalan punya persediaan atau stok gas bertabung melon tersebut.
Berbeda dengan kondisi sepekan sebelumnya, warga sempat kesulitan mendapatkan gas 3 kg karena banyak pangkalan kehabisan stok. Bahkan, untuk dapat gas, warga harus mencari hingga ke wilayah lain yang masih tersedia. Tidak sedikit warga yang harus merogok kocek lebih dalam karena terpaksa harus membeli ke pedagang eceran di pinggir jalan yang harganya mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 per tabung.
”Tapi mulai Jumat (2/11) lalu sudah normal. Stok tak dibatasi lagi. Malahan di pangkalan kami ini masih banyak yang tersisa sampai hari ini (kemarin, red),” kata Heni, pemilik pangkalan gas di Kaveling Baru, Sagulung, kemarin.
Diakui Heni, sebelumnya gas 3 kg memang sempat langka karena pasokan yang didatangkan dari agen di bawa kuota normal. Dalam satu pangkalan misalkan normalnya menerima 50 tabung, namun hanya diantar 30 sampai 40 tabung. Itu dilakukan karena di wilayah lain seperti Bengkong kekurangan stok gas.
”Sekarang sudah aman. Semoga ke depannya tetap stabil. Karena kalau kurang dikit saja langsung terasa,” tuturnya.
Senada juga diungkapkan Usman, pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg di Aviari, Batuaji. Menurut dia, kelangkaan yang terjadi belakangan ini karena pasokan di setiap pangkalan tidak sama. Ketika satu pangkalan masih punya stok, tapi pangkalan lainnya justru kehabisan sehingga terkesan langka. Akibatnya, warga di lokasi pangkalan gas yang kehabisan terpaksa mencari ke pangkalan lainnya.
”Ini juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kecurangan. Kenapa ada pedagang eceran yang jualan di atas HET, ya karena kelangkaan seperti ini. Saat satu pangkalan ada stok mereka beli dalam jumlah yang banyak kemudian dijual secara ecer di atas HET. Orang yang benar-benar membutuhkan mau tak mau harus beli,” terangnya.
Sementara itu, pantauan di lapangan, sejak akhir pekan lalu, pasokan gas melon sudah stabil. Hampir semua pangkalan punya persediaan gas bersubsidi tersebut. Warga pun tak kerepotan lagi untuk mencari hingga ke wilayah lain. (she/eja)
batampos.co.id – Anggota Subdit II Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sasarannya oknum Syahbandar Batam. Penangkapan dilakukan Sabtu (3/11/2018) lalu. Sang oknum diduga tengah bertransaksi dengan perusahaan swasta di Jakarta.
Saat diamankan, oknum yang identitasnya masih dirahasiakan itu bertransaksi dengan mata uang dolar Amerika. Jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp 100 juta.
Saat ini tim dari Ditreskrimsus Polda Kepri masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Hal itu untuk mencari informasi tambahan perihal kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dalam proses lidik dan pengembangan oleh petugas kami,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga di Batam, Senin (5/11/2018).
Sebelum melakukan penangkapan terhadap oknum Syahbandar, tim telah melakukan pengintaian dan membuntuti gerak gerik pelaku. Namun, Erlangga belum mau membeberkan keterangan lebih detil perihal kasus ini.
“Besok akan kami ekspos. Untuk lebih lengkapnya nanti pada saat ekspos saja,” ucap Erlangga.
Turis dari negera Filipina berswafoto di Welcome To Batam, Minggu (4/11). Sabtu dan Minggu turis lokal dan mancanegara banyak berwisata ke Batam. Mereka mengunjungi tempat wisata, belanja dan massage kecantikan. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam berkeinginan mengembangkan atraksi budaya di Dataran Engku Putri, Batam Center. Disbudpar mendorong dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan pelaku wisata untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
”Kalau bisa, setiap minggu ada atraksi di sana (Dataran Engku Putri, red). Jadi, akan ramai sehingga mampu menjadi daya tarik wisata,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, Minggu (4/11).
Ia mengatakan, bagi CSR dan pelaku pariwsata yang berminat dapat berkoordinasi dengan Disbudpar. Pada prinsipnya, lanjut mantan Kabag Humas Pemko Batam ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mendukung kegiatan kepariwisataan. Disbudpar akan agendakan setiap minggu ada kegiatan pengem-bangan pariwisata Batam.
”Nah, kalau ada dukungan dari CSR maupun pelaku pariwisata, kita berikan kesempatan pada paguyuban dan sanggar seni untuk tampil,” terangnya.
Ke depan, sambung pria yang juga pernah menjabat Inspektur Pembantu 4 Inspektorat Pemko Batam, jika berjalan lancar, bukan tidak mungkin intensitas penye-lenggaraan atraksi akan meningkat bahkan dua kali dalam sepekan. ”Tour agent bisa membawa wisatawan ke sana,” imbuhnya.
Terkait atraksi ini, ia mengaku pihak swasta dan pemerintah pusat cukup andil. Maka pihaknya membuka diri jika swasta dan pemerintah pusat menggelar event di Batam. Ia menilai membangun pariwisata tidak hanya tentang atraksi. Atraksi merupakan satu dari sekian elemen yang mendukung dunia pariwisata. Tapi ada hal lain seperti aksesibilitas dan amenitas.
Tak heran, kata dia, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menaruh perhatian cukup besar pada pengembangan aksesibilitas di Batam dengan membangun jalan. Akses yang bagus dinilai dapat mendongkrak berbagai sektor, tak terkecuali pariwisata yang kini sedang dikembangkan untuk menjadi andalan baru perekonomian Batam.
”Membangun pariwisata memang tidak hanya di Dinas Pariwisata. Wali Kota kita memahami betul hal ini, maka aksesibilitas jalan kemudian dibuatkan pedes-trian, taman-taman itu semua ditataguna mendukung kepariwisataan, sehingga Batam semakin berdaya tarik,” terangnya.
Soal amenitas, ia mengatakan, di Batam berbagai macam hotel sudah ada. Bahkan Disbudpar mendorong pihak hotel terus berbenah menuju pelayanan yang semakin baik. ”Bahkan, kini kami sedang giat bekerja sama dengan restoran-restoran menyiapkan layanan yang baik, hingga kehigienisan makanan yang disaji,” ungkapnya.(iza)
Bupati Lingga Alias Wello (kiri) bersama Sigit berdiskusi soal lahan di Lingga. F. HUMAS PEMKAB LINGGA UNTUK BATAM POS
batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello mendapat jawaban dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit atas nama PT Singkep Payung Perkasa (SPP) seluas 18.006 hektare dan PT Citra Sugi Aditya (CSA) di Kabupaten Lingga seluas 9.694,84 hektare.
Ini setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor: 8 Tahun 2018 tentang Moratorium Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit, dan LHK saat ini sedang melakukan evaluasi terkait pelepasan lahan tersebut.
”Sesuai dengan Instruksi Presiden, maka semua kawasan hutan yang dilepaskan untuk perkebunan kelapa sawit, kami evaluasi kembali. Termasuk PT SPP dan CSA ini,” ungkap Kasubdit Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan Kementerian LHK, Sigit Nugroho saat menerima audiensi Bupati Lingga, Alias Wello di ruang kerjanya, pekan lalu.
Menurut dia, sejak terbitnya Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor 250/Kpts-II/2000 dan Nomor: SK.624/Menhut-II/2014 tentang pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan kelapa sawit atas nama PT SPP dan CSA di Kabupaten Lingga, maka sejak itu pula tanggung jawab pengurusan dan pengawasannya ada di Kementerian Pertanian, Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Kabupaten Lingga.
”Sebetulnya, sejak dilepaskan statusnya sebagai kawasan hutan, maka tanggung jawab Kementerian LHK juga sudah lepas. Tapi, karena ini ada Inpres, ya kita evaluasi ber-sama. Sejauh mana pengurusan dan pengawasan Kementerian Pertanian dari sisi perkebunannya, BPN dari sisi titel haknya dan pemda dari sisi izin lokasi dan izin usaha perkebunannya,” jelasnya.
Sigit yang ditugaskan mewakili Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian LHK untuk menerima audiensi Bupati Lingga itu, mengatakan, sesuai kewenangannya Pemerintah Kabupaten Lingga berhak mencabut izin lokasi dan izin usaha perkebunan yang menyimpang dari tujuan pemberian izinnya, apalagi dipin-dahtangankan ke pihak lain.
”Silakan pak Bupati kirimkan data-datanya pada kami untuk dikompilasi dengan data yang lain. Kalau memang sejak dilepaskan tidak ada kegiatan perkebunan kelapa sawit sesu-ai tujuan pelepasannya, kita koordinasikan dengan Kementerian ATR/BPN untuk ditetapkan sebagai tanah terlantar,” katanya.
Bupati Lingga, Alias Wello berjanji segera mengirimkan data dan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga terhadap kedua perusahaan tersebut kepada Kementerian LHK.
”Sebetulnya, kedua perusahaan ini sudah menyandera kami. Mereka menguasai lahan begitu besar, tapi dibiarkan terlantar. Banyak investor yang minat, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa. Alhamdulillah, Inpres moratorium perkebunan kelapa sawit ini jadi pintu masuk bagi kami untuk mengevaluasi izin lokasi dan izin perkebunannya,” tegasnya. (wsa)
batampos.co.id – Periode voting Anugerah Pesona Indonesia (API) sudah ditutup akhir November lalu. Voting ini dibuka sejak Juni 2018.
Dalam voting tersebut, Anambas gagal keluar sebagai juara setelah sebelumnya masuk nominasi kandidat juara pada ajang pameran keindahan alam.
Anambas kalah bersaing dengan sejumlah kabupaten/kota lain di Indonesia seperti Kelaba Madja dari Kabupaten Sabu Haijua dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.
“Anambas gagal meraih juara di ajang API,” ungkap Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Rusdi kepada wartawan, Minggu (4/11).
Rusdi belum bisa menjelaskan secara detail mengenai total jumlah voting tersebut. Dia hanya mengatakan persentase yang diperoleh 6,2 persen. Itupun berdasarkan data dari penyelenggara.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Anambas, Masykur, mengatakan persentase voting untuk Anambas masih sangat rendah.
Dengan hasil yang kurang baik ini, akan menjadi pelajaran pihaknya, dan akan segera melakukan evaluasi. Supaya di ajang pameran pariwisata ke depan bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.
“Ini akan kita jadikan evaluasi ke depan,” katanya.
Diakuinya jika penilaian dilakukan melalui voting, pihaknya memastikan Anambas kalah, karena dari segi jumlah penduduk Anambas kalah banyak.
“Demikian juga dari sisi jumlah pengunjung ke obyek wisata, Anambas juga kalah,” ucap dia.
Penyerahan hadiah untuk pemenang akan dilaksanakan pada 22 November mendatang. (sya)