Kamis, 18 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11895

Hang Nadim Bangun Dua Posko Pelayanan dan Pengamanan

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim membangun dua posko untuk pengamanan dan pelayanan selama arus mudik Natal dan Tahun Baru. Posko ini nantinya akan ditempati oleh petugas Hang Nadim, Polisi, TNI, Karantina dan berbagai instansi lainnya.

“Poskonya, satu didirikan di luar terminal, satu lagi didalam terminal,” kata Direktur Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (5/12).

Posko pengamaman dan pengawasan natal serta tahun baru ini mulai aktif dari 18 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Suwarso mengatakan perkiraan puncak mudik natal 22 dan 23 Desember, dengan jumlah penumpang diatas 10 ribu orang. Sedangkan arus balik mulai dari 2 hingga 6 Januari.

“Puncak arus balik kami perkirakan 6 Januari. Untuk persiapan kami sudah clear,” ucapnya.

Suwarso telah mewanti-wanti jajaranya untuk menyelesaikan segela pembangunan atau perbaikan sebelum H-7 Natal.

“Saya meminta ke jajaran setelah H-7 tidak boleh ada lagi permasalahan,” ujarnya.

Kepada maskapai penerbangan, kata Suwarso sudah diimbau untuk mempersiapkan armada serta krunya.

“Kemenhub meminta kami mengawasi kegiatan operasional di bandara. Dan juga mengawasi kesiapan operator,” tuturnya.

Apakah sudah ada maskapai yang sudah meminta penambahan penerbangan. Suwarso mengatakan hingga kini masih Maskapai Sriwijaya yang mengajukan penambahan penerbangan.

“Extraflight-nya itu ke Jakarta. Kalau maskapai lain belum,” ucapnya.

Suwarso membeberkan alasan berhati-hatinya maskapai mengajukan extraflight. Karena sesuai aturan yang berlaku setiap permintaan penambahan penerbangan harus dijalani, walaupun sepi penumpang.

“Karena ada risiko sanksi apabila maskapai mengajukan extraflight, namun tak menjalaninya,” ungkapnya. (ska)

Besok Bus Trans Tiba di Batam

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Sebanyak 10 unit bus trans Batam tiba di Batam, Jumat (7/12/2018). Bus dikirim ke Batam melalui tranportasi laut ini akan diturunkan di Pelabuhan Punggur, Nongsa.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Rustam Efendi mengatakan 10 bus trans ini akan beroperasi tahun 2019 mendatang. Sebelumnya 72 bus sudah beroperasi melayani transportasi darat warga Batam.

“Jadi dengan adanya tambahan ini, total bus yang beroperasi 82 unit bus,” kata dia, Rabu (5/12).

Ia menjelaskan dari 72 unit bus yang sudah beroperasi, terdapat beberapa bus yang kondisinya sudag harus diremajakan atau diganti.

“Mungkin ada bus yang diistirahatkan dan diganti dengan yang baru ini. Bus ada beberapa mengalami kerusakan namun masih layak jalan,” ujarnya.

Ia menyebutkan saat ini bus trans Batam masih menjadi pilihan bagi warga Batam. Ada 10 trayek yang dilalui bus untuk melayani penumpang.

Saat ini bus beroperasi dengan tujuan

  • Nongsa-Jodoh,
  • Nongsa-Punggur,
  • Tembesi-Galang,
  • Sekupang-Batamcentre,
  • Tanjunguncang-Batamcentre,
  • Sekupang-Jodoh,
  • Sangulung-Sekupang,
  • Jodoh-Batamcentre,
  • Tanjung Piayu-Batamcentre,
  • Nongsa-Batamcentre,
  • Punggur-Jodoh.

“Tahun ini kami targetkan 20 ribu penumpang naik bus trans. Ke depan tentu kami harap jumlah ini semakin meningkat karena sudah ada penambahan bus,” sebutnya.

Rustam menambahkan bus trans Batam juga terus berusaha menghadirkan inovasi yang moderen atau kekinian. Untuk transaksi bus sudah menerapkan non tunai. ” Rata- rata pelanggan bus sudah memiliki kartu pembayaran ongkos bus,” imbuhnya.

Penerapan non tunai ini juga merupakan upaya pemerintah untuk menekan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi bus trans Batam. Rustam menyebutkan tahun depan pihaknya ditargetkan 12 miliar dari retribusi bus trans ini.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bambang Sucipto Dishub Batam menambahkan, jika tambahan armada Trans Batam tiba total keseluruhan bus berjumlah 82 unit. Bus tersebut, akan di operasionalkan di Januari nanti dengan melewati trayek yang sudah dibuka Dishub.

“Bus baru ini diperuntuhkan bagi rute-rute yang dilalui Trans Batam nanti. Bus baru mengantikan bus yang tidak layak diberoperasi. Ini untuk tranportasi umum saja buka bus sekolah,” ujar Bambang. (yui)

Hati-hati, Ada Jual Beli Kendaraan Tanpa Dokumen

0

batampos.co.id – Grup media sosial yang menyajikan iklan jual beli kendaraan bermotor fokus perhatian pihak kepolisian. Pasalnya kendaraan yang dijajahkan dalam grup jual beli umumnya tanpa dokumen yang disinyalir hasil curian.

Pihak kepolisian Batuaji misalkan sudah banyak mengungkap pelaku pencurian kendaraan bermotor yang mengaku jual hasil curian mereka melalui forum jual beli media sosial.

“Anehnya ada yang mau beli. Inikan bahaya. Pembeli sekalipun kalau ditangkap ya tetap dikenakan pasal penadah (barang curian),” ujar Kapolsek Batuaji kompol Syafruddin, Rabu (5/12).

Kasus pencurian sepeda motor yang sedang didalami jajarannya saat ini misalkan kata Dalimunthe, melibatkan banyak pihak, sebab jaringan ranmor yang sudah dibekuk itu telah menjual sepeda motor hasil curian melalui media sosial.

“Ada yang baru kami ungkap (jaringan ranmor) tapi belum bisa kami ekspose. Kami lagi ngejar penadah sebab sudah dijual melalui media sosial tadi. Yang beli tetap dicari karena dianggap menampung barang curian,” sebut Dalimunthe.

Berdasarkan hasil penyelidikan jajarannya selama ini sambung Dalimuthe, banyak sekali pelaku penadah barang curian yang ditangkap karena terjebak dengan ulah para pelaku pencurian kendaraan bermotor. Sekalipun tak terlibat dengan aksi pencurian, namun pelaku penadah tetap dikenai pasal pidana sebab pembelian barang curian apalagi kendaraan tanpa dokumen ada pasal tersendiri yakni 480 KUHP.

“Yang terjebak ini umum beli dari pajangan media sosial (forum jual beli). Makanya kami ingatkan lagi agar lebih bijaksana lagi kedepannya. Jangan mau kalau (beli kendaraan) yang tidak ada dokumen sama sekali. Jangan karena harga murah malah dipenjara nantinya,” ujar Dalimunthe. (eja)

Kios Masih Jual Gas Melon

0

batampos.co.id – Aktivitas penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) masih dijual bebas di kios. Seperti yang terlihat di beberapa kios di Bida Ayu, Seibeduk, Rabu (5/12/2018).

Pantauan Batam Pos, bahkan tabung terpajang jelas didepan kios dipinggir jalan. Hal ini kontras dengan penegasan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pertamina bahwa gas subsidi ersebut hanya boleh dijual di pangkalan resmi.

Warga bukan tanpa keluhan akan ketersediaan gas di pangkalan. Mereka terpaksa membeli gas di kios atau kedai dengan harga diatas Harga Eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 18 ribu pertabung.

“Tak pernah dapat harga Rp 18 ribu, biasanya kalau beli dapat Rp 20 ribu, tapi sering dapat Rp 25 ribu (pertabung),” keluh warga Griya Piayu Asri Seibeduk, Giansyah.

Sales Executive LPG Pertamina Kepri, Andri Setyawan mengatakan, pengawasan penjualan elpiji 3 kg di kios-kios merupakan kewenangan pemerintah daerah. Pertamina, kata Andri, hanya bisa menindak pangkalan dan agen yang notabenenya punya kontrak dan hubungan dengan Pertamina.

“Dari sisi kami, akan kami coba cek agen dan pangkalan mana yang mensuplay,” imbuh dia.

Soal ini dalam satu kesempatan, Andri jga mengatakan penindakan bahkan bisa sampai pemutusahan kontrak sementara hingga permanen.

“Kalau pangkalan dan agen yang bermain bisa kami kasih sanksi peringatan, skorsing sesuai dengan tingkat pelanggarannya

Tetapi, lanjut dia, yang susah jika pengecer yang justru keliling mencari gas untuk dijual kembali. Dalam konteks ini, ia harapakan pemerintah daerah turun tangan.

“Kami tidak bisa menindak pengecer tersebut karena fungsi penindakan (mereka) bukan di Pertamina,” imbuhnya.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengeluarkan dua pengumuman terkait gas elpiji 3 kilogram (kg). Yakni pengumuman Nomor: 01/Pengumuman/Perindag/Perind-ESDM.4/XI/2018 dan Nomor: 02/Pengumuman/Perindag/Perind-ESDM.4/XI/2018

Aturan pertama mengatur, kewajiban dan larangan yang perlu diperhatikan terkait gas untuk masyarakat miskin ini.

Kewajiban di antaranya, pangkalan wajib menjual sesuai HET Rp 18 ribu. Wajib menditribusikan rumah tangga miskin dan UKM sekitar pangkalan.

Sementara larangannya yakni, pangkalan dilatang menjual elpiji 3 kg ke pengecer, penimbun, penyulingan, pengoplosan dan aktivitas ilegal lainnya. Larangan menitip elpiji 3 kg di warung atau kios. Dilarang melayani pembelian borongan. Juga larangan menjual kepada rumah makan, kedai kopi non UKM.

Aturan kedua pada prinsipnya sama, namun lebih ditujukan pada kios-kios yang nejalani kegiatan eceran

“Gas elpiji 3 kg tak boleh dititip ke warung,” tegas Kabid Perindustrian dan ESDM Disperindag Kota Batam, Januar. (iza)

Pemko Batam Dapat Dana Rp 49 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (pemprov) Kepulauan Riau telah membayar Dana Bagi Hasil (DBH) triwulan ke tiga 2018 kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Nilainya Rp 49 miliar.

“Kami sudah terima,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Batam, Abdul Malik, Rabu (5/12).

Lantas bagaimana dengan DBH triwulan IV tahun 2018? Malik menerangkan, sesuai aturan akan dibayar pada triwulan I tahun 2019 mendatang. “Saya lupa SK-nya, di dalamnya ada angkanya asumsinya. Tapi yang jelas 20 persen dari pagu sebesar 165 miliar,” imbuhnya.

Selain sudah mendapat DBH triwulan III dari Pemprov Kepri, kini Pemko Batam juga menunggu pembayaran dana perimbangan dari Pemerintah Pusat. Dana perimbangan, yang terdiri dari DBH triwulan III dan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dengan nilai asumsi Rp 31 miliar.

“Akan diterima di Desember ini juga,” kata dia.

Malik mengaku, sejumlah dana ini cukup membantu kondisi keuangan Pemko Batam di akhir tahun ini. Namun apakah artinya cukup menutupi defisit dan kemungkinan tunda bayar tidak terjadi, Malik mengatakan perlu ada perhitungan terlebih dahulu.

“perhitungan defisit ini, kami belum finalkan. Salah satunya kami menunggu juga kabar dari pusat terkait kepastian dana perimbangan tadi,” ujarnya

Terkait persoalan defisit, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan jika ada yang tidak terbayar tahun ini, maka sudah tentu akan dibayarkan pada tahun setelahnya.

”Akan ditulis sebagai utang 2018 yang akan dibayar 2019 mendatang,” ujarnya.

Rudi mengaku jika defisit terjadi, ia akan menyampaikan langsung apa kendala yang tengah dihadapi Pemko Bata kepada kontraktor yang mengerjakan proyek tahun 2018.

“Ini jalan terbaik,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pendapatan kini PAD Batam baru tercapai 77,60 persen atau Rp 958,35 miliar dari target Rp 1,235 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) perubahan 2018. (iza)

Batam Harus Buka Pasar Amerika

0

batampos.co.id – Tahun 2019, pengusaha kawasan industri dan BP Batam akan mencoba menjajaki pasar Amerika. Negeri Paman Sam dianggap market ideal untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Batam di tahun 2019.

“Kami tengah membahas internal bagaimana agar bisa masuk ke Pasar Amerika,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing, Rabu (5/12).

Sebenarnya Indonesia dengan Amerika memiliki perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Namun, ia mengungkapkan pengusaha di Batam belum banyak yang mengetahui potensi tersebut.

“Salah satu keuntungan FTA Amerika dengan Indonesia yakni bebas bea masuk ke Amerika tapi harus memenuhi kriteria tertentu. Yang bisa memahami itu BP dan Kementerian Perdagangan (Kemendag),” paparnya.

Sehingga, HKI dan BP Batam berencana untuk melakukan sosialisasi kepada pengusaha Batam agar bisa meningkatkan ekspornya ke Amerika. “Sekarang tinggal bagaimana menjelaskan FTA ini kepada investor,” paparnya.

Metode ini sangat tepat sesuai dengan anjuran Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri yang mengingatkan agar Batam meningkatkan ekspornya ke luar negeri.

Momen perang dagang antara Amerika dan China harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Salah satu cara untuk mendorong Kepri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonominya adalah melalui akselerasi peningkatan ekspor di sektor industri dan UMKM serta jasa di sektor pariwisata.

Kinerja ekspor non migas Kepri selama periode 2012-2018 cenderung menurun dan mengalami defisit neraca perdagangan dua kali yaitu tahun 2012 dan tahun ini.

“Tahun ini yang mengalami defisit neraca perdagangan di semua produk utama ekspor yaitu perkapalan, besi baja, mesin dan elektronik. Satu-satunya yang surplus yakni komoditas CPO dan olahannya, meski menurun pada tahun ini,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera.

Peningkatan ekspor selain mengutamakan dari sisi nilai produk juga perlu memperhatikan produk yang memberikan nilai tambah tertinggi sehingga berdampak signifikan pada neraca perdagangan.

Sedangkan Kasubdit Humas BP Batam Muhammad Taofan mengatakan momen perang dagang antara Amerika dan China ini menguntungkan Batam pada beberapa sisi.

“Barang-barang dari Cina akan diekspor ke negara lain untuk kemudian diekspor ke Amerika,” ucapnya.

Kondisi ini, kata Taofan, secara tidak langsung akan meningkatkan kegiatan ekspor bagi negara yang pintar memanfaatkan situasi ini. Di sisi lain, ia sependapat dengan pengusaha kawasan industri terkait menggenjot ekspor dari Batam keluar negeri.(leo)

Amankan Lahan Sangketa, Tim Terpadu Bubarkan Penjaga Lahan di Marina

0
Tim terpadu mencabut pisang warga yang ditanam di lahan perumahan developer di Tanjungriau, Sekupang, Rabu (5/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim Terpadu kota Batam tertibkan sekelompok massa yang menduduki lahan perumahan di kawasan Marina, Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Rabu (5/12/2018) pagi.

Penertiban ini sempat diwarnai aksi perlawanan dari kelompok massa yang menduduki lahan namun berhasil dipaksa mundur oleh seratusan tim terpadu yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam BP.

Oleh tim terpadu, perwakilan kelompok massa disarankan untuk menempuh jalur hukum jika mereka memiliki kekuatan hukum untuk hak atas lahan seluas 5 hektare tersebut.

Kepala seksi pengamanan lingkungan dan patroli Ditpam BP Batam Poraem Sinambela yang mewakili Tim Terpadu menjelaskan, lahan tersebut telah dialokasi BP Batam ke pihak pengembang. Segala perizinan sudah lengkap. Namun belakangan kelompok massa tersebut klaim memiliki hak juga diatas lahan yang sama.

“Persoalan ini sudah lama. Sebelumnya sudah ada ganti rugi. Sekarang dipersoalkan lagi. Jadi kami sarankan selesaikan secara hukum saja biar tak berlarut-larut,” ujar Poraem.

Sebelum didatangi Tim Terpadu, lahan tersebut dijaga ketat oleh sekelompok massa tadi sejak sebulan belakangan ini. Padahal diatas lahan yang sama sedang ada pembangunan perumahan. Namun pembangunan dihentikan oleh kelompok massa tadi.

Dengan adanya kesepakatan itu, tim terpadu berharap agar kelompok massa tadi tidak lagi mengganggu aktifitas pekerja di proyek perumahan itu. “Nanti kalau proses hukum kalian menang ya silahkan mau diapain. Tapi sekarang jangan ganggu mereka lagi karena mereka (pihak pengembang) punya legalitas yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Poream. (eja)

BLINK Masuk Kepri Mall Januari Mendatang

0
Petugas BLINK

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan mengujicoba layanan BP Batam Layanan Keliling (BLINK) ke Mall pada Januari mendatang. Uji coba pertama akan dilakukan di Kepri Mall.

“Kita juga akan menambah empat armada lagi sehingga nanti akan ada enam armada,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto, Rabu (5/12).

Ujicoba pertama akan dilakukan dalam jangka waktu terbatas, yakni dari pukul 13.00 WIB sampai jam tutup mall. Sedangkan petugas akan ditempatkan setiap hari mulai dari Senin hingga Minggu.

“Kita akan tambah personel untuk mengawasi mobil-mobil tambahan tadi. Begitu juga dengan penambahan personel di mall, juga beda lagi dengan personel yang bertugas di mobil,” paparnya.

Sedangkan unutk pelayanan keliling ke pemukiman penduduk, Bambang mengaku masih akan melakukan survey lagi. Rencananya akan dilakukan pada akhir bulan.

Blink kata Bambang mendapat banyak tanggapan positif dari masyarakat. Dari survey yang telah dilakukan, banyak masyarakat yang menginginkan agar Blink hadir di tengah pemukimannya dan kalau bisa ditambah waktu operasionalnya. Bahkan ada yang meminta agar Blink beroperasi di malam hari.

“Masih dikaji apakah itu memungkinkan. Tapi yang jelas, bulan ini belum. Blink masih akan beroperasi di perumahan-perumahan saja,” ujarnya.

Untuk diketahui, BP Batam mencatat jumlah transaksi yang dilakukan masyarakat melalui BLINK mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Pada periode pertama diluncurkan, ada 56 pemohon dan nilai yang dibayarkan sebesar Rp 613 juta hingga akhir Agustus. Kemudian pada periode kedua, Oktober, mengalami peningkatan. Ada 107 pemohon dan besaran nominal yang dibayarkan sekitar Rp 914 juta.(leo)

Bidik Dua Lokasi Baru Untuk Parkir Khusus

0
Seorang juru parkir sedang mengatur kendaraan yang akan parkir di kawasan Nagoya.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam tengah membidik dua lokasi baru untuk diterapkan parkir khusus, dengan demikian ada pendapatan tambahan bagi kas daerah. Dua lokasi ini yakni Pelabuhan Domestik Sekupang dan Pelabuhan Punggur.

“Selama ini dikelola BP Batam. Jadi (pendapatan) belum ada ke kita,” ungkap Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Rabu (5/12).

Menurutnya, terlebih dahulu Pemko Batam akan menjalin koordinasi dan diskusi dengan BP Batam terkait rencana ini. Ia mengaku sejauh ini belum ada pembicaraan satukalipun.

“Kami akan jajakilah, kelak kalau dikelola pihak ketiga, ya ada pajaknya untuk ke daerah,” imbuhnya.

Bukankan jika satu lokasi tempat ditetapkan PNBP oleh BP Batam dan pajak daerah ke Pemko Batam, tarif parkir akan lebih mahal, soal ini Raja mengaku penerapan tarif akan sesuai dengan aturan yang ada. “Tarif parkir kan ada dalam perda, tak boleh lebih, artinya enggak ada mahal-mahalnya,” terangnya.

Sementara ini, sedikitnya ada 12 parkir khusus yang kini aktif di Batam. 11 di antaranya sudah terpasang alat pencatat transaksi (tapping box). satu lainnya yang belum terpasang yakni di Pelabuhan Internasional Sekupang. “Pemasangan di pelabuhan internasional sekupang akan masuk dalam target 500 tahun ini,” terangnya.

Titik parkir khusus lain yang sudah terpasang seperti, DC Mall, BCS Mall, Nagoya Hill, Panbil Mall, Kepri Mall, Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Internasional Batamcenter, Mega Mall, harbourbay, juga Elisabeth.

Sementara secara umum tapping box kini sudah terpsang 301 alat, tersebar di pajak hiburan, parkir, restoran dan hotel.

Lanjutan pemasangan untuk memenuhi target 500 hingga akhir 2018, menunggu kedatangan alat guna melanjutkan program pemasangan alat pencatat transaksi (tapping box). Sembari menunggu kedatangan alat dalam beberapa hari ke depan, pihaknya sedang memasang alat server pendukung (tapping server).

“Barangnya masuk, nanti langsung kami pasang. Kami tetap yakin 500 alat terpasang akhir tahun,” pungkasnya. (iza)

Polisi Tangkap Seorang Pemalsu Dokumen

0

batampos.co.id – Seorang warga Taman Indah Cipta 2, Batuaji ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polresta Barelang, Selasa (4/12/2018) lalu. Andi Metro, 32 nekat memalsukan sejumlah dokumen seperti dokumen kependudukan maupun Surat Izin Mengemudi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, penangkapan terhadap Andi ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat terkait beredarnya sejumlah dokumen yang diduga palsu. Dari informasi itu, selanjutnya dilakukan penyelidikan dan mengamankan Andi di rumahnya.

“Pelaku kita amankan sekitar pukul 01.00 WIB di rumahnya. Selanjutnya, pelaku ini kita bawa ke Polresta Barelang untuk dimintai keterangannya oleh penyidik kita,” ujarnya.

Dikatakan Andri, dalam menjalan aksinya pelaku akan mencetak dokumen sesuai dengan permintaan pelanggannya. Dalam mencetak dokumen palsu itu, pelaku hanya menggunakan satu unit laptop dan satu buah mesin printer. Sementara, untuk tarif yang dipasangnya setiap menerbitkan dokumen palsu, ia mematok tarif yang beragam.

“Kalau untuk KTP palsu, pelaku ini mamtok harga sebesar Rp 300 ribu. Harga setiap dokumen berbeda-beda, sesuai dengan permintaan dari pelanggan dan jenis dokumen yang diminta oleh pelanggan,” katanya.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 2,4 juta, satu unit ponsel, satu unit laptop, satu unit mesin printer, 30 lembar KTP sudah jadi, satu lembar blangko SIM A palsu siap dicetak, 17 lembar blangko KTP palsu, 17 lembar ijazah palsu sudah jadi dan 111 lembar blangko ijazah palsu siap dicetak.

“Saat ini, penyidik masih memintai keterangan dari tersangka untuk mengembangkan kasus ini. Sementara barang bukti sudah kita amankan dan dibawa ke Polres,” tuturnya. (gie)