Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12131

Tim Saber Pungli Pantau PPDB

0

batampos.co.id – Tim Satuan Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Kota Batam menyasar proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri. Tujuannya guna mencegah terjadinya pungli atau penerimaan siswa yang tidak sesuai dengan aturan.

Wakil Kepala Polresta Barelang yang juga ketua Tim Sabet Pungli langsung melakukan tugas dan fungsinya untuk memberantas pungli pelayanan publik di Kota Batam. Termasuk pengawasan PPDB di setiap sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat negeri yang saat ini tengah berlangsung.

“Anggota kita sudah disebarkan di lapangan untuk mencari adanya informasi pungli dalam penerimaan peserta didik baru. Jika kita temukan, langsung kita sikat,” kata AKBP Mudji Supriadi.

Kepada seluruh orang tua, ia mengimbau untuk memberikan informasi kepada pihaknya jika ada mengetahui adanya praktek pungli di sekolah. Ia memastikan, Tim Saber Pungli akan melindungi indentitas yang melaporkan dugaan praktik pungli tersebut.

“Bahkan kalau ada yang melaporkan kepada kita, itu lebih bagus. Untuk yang memberi tidak akan kita tindak, karena mereka sebagai korban. Disitu mereka butuh untuk sekolah anaknya, sehingga dimanfaatkan oleh oknum,” tuturnya.

Sejauh ini, Mudji mengaku bahwa pihaknya belum ada menerima laporan terkait adanya pungli dalam proses PPDB. Meski demikian, ia tetap mencari informasi sebanyak-banyaknya di lapangan sesuai dengan tugas dan fungsinya selama ini.

“Mulai tahun 2017 kemarin sampai tahun 2018 ini kami sudah melakukan OTT sebanyak 7 kali dengan 8 orang tersangka. Dari beberepa kasus, kami hanya lakukan pembinaan saja dan kami kembalikan,” katanya.

Untuk kasus yang dilakukan pembinaan salah satunya adalah kasus pungli premanisme dengan sasaran parkir liar, yang kerugiannya hanya dibawah Rp. 1 juta. Sementara untuk kasusott yang jumlahnya besar, sudah mereka proses dan dilanjutkan ke persidangan.

“Parkir liar itu kita amankan dari berbagai tempat, ada dari Sekupang, Penuin dan Winsor. Kita akan jalan terus untuk anggota di lapangan,” imbuhnya. (gie)

2010 Targetkan Natuna Bebas Campak

0
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, menyaksikan penandatanganan pencanangan Natuna Bebas Campak, Selasa (3/7). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna, menargetkan Natuna salah satu wilayah yang bebas dari penyakit campak 2020 mendatang. Target tersebut dicanang kan dengan program imunisasi secara massal 2018 di seluruh sekolah di Natuna.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pemerintah terus berupaya menekan angka penularan campak dan rubella khususnya di Kabupaten Natuna. Secara nasional pun, pemerintah sudah berkomitmen untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella atau kecatatan yang disebabkan oleh infeksi pada saat kehamilan di tahun 2020 mendatang.

Adanya imunisasi massal ini sebagai upaya memutuskan mata rantai penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat. Untuk imunisasi measeles rubella, pada Agustus mendatang akan dilaksanakan di seluruh sekolah. Yakni SD sederajat dan SMP sederajat.

”Imunisasi massal juga dilaksanakan September mendatang di seluruh posyandu-posyandu, polindes, poskesdes dan berbagai fasilitas kesehatan masyarakat dengan sasaran imunisasi bagi balita dan hingga anak berusia 6 tahun,” kata Ngesti dalam sosialisasi measeles rubella di hotel Natuna, Selasa (3/7).

Menurut Ngesti, kegiatan imunisasi massal ini sangat penting diketahui masyarakat, mengingat kondisi geografis Natuna yang berbentuk kepulauan. Tujuannya agar seluruh masyarakat mendapatkan informasi yang utuh, terutama yang berdomisili di daerah dengan kondisi transportasi dan pelayanan kesehatan terbatas.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Rizal Renaldy mengatakan, campak merupakan penyakit sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Gejala yang ditimbulkan adalah demam tinggi, bercak merah pada kulit serta batuk atau pilek dan bisa menyebabkan kematian bila terjadi komplikasi.

”99 persen orang yang berintraksi erat dengan penderita campak dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak,” terang Rizal.

Sementara penyakit Rubella katanya, merupakah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data survei selama lima tahun terakhir menunjukkan 70 persen kasus rubella terjadi pada kelompok usia 15 tahun.
Selain itu, berdasarkan studi tentang estimasi beban penyakit campak dan rubella di Indonesia pada 2013 diperkirakan terdapat 2.767 kasus.

Menurut Rizal tidak ada obat untuk penyakit campak dan rubella namun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi rutin dengan vaksin Measles Rubella. Dan ini merupakan salah satu prioritas kegiatan dari Kementerian Kesehatan sebagai salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya untuk menurunkan angka kematian pada anak.

“Pemerintah Kabupaten Natuna berkomitmen terhadap pelaksanaan kegiatan kampanye dan introduksi campak dan rubella secara masal tahun 2018 ini. Sasaran kegiatan kampanye imunisasi Measeles Rubella meliputi Posyandu, jenjang pendidikan dengan jumlah total sasaran 23.780 anak dengan jumlah petugas imunisasi sebanyak 373 orang yang tersebar di seluruh Natuna. (arn)

Hari Pertama PPDB Hanya Delapan Calon Murid Yang Daftar ke SDN 08 Batuaji

0

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dimulai serentak, Selasa (3/7). Banyak sekolah yang kebanjiran calon murid.

Pantauan di Batuaji dan Sagulung hampir semua SDN kelebihan jumlah calon murid yang mendaftar di hari pertama PPDB, kemarin. Hanya satu sekolah yang terpantau sepih yakni SDN 08, Batuaji. Sepanjang hari kemarin sekolah ini baru menerima delapan calon siswa yang mendaftar.

Kondisi ini sangat berbeda dengan PPDB SDN 02 yang masih dalam lingkungan yang sama. Pendaftar di SDN 02 sudah diatas angka seratusan sampai pukul 12.00 WIB.

Kepala SDN 08 Kamaliah akui peminat di sekolah yang dipimpinnya itu memang sangat rendah. Itu karena SDN 08 belum memiliki gedung sendiri dan sudah empat tahun belakangan ini numpang belajar di gedung SDN 02.

“Alasan kenapa sepi peminat saya tak perlu jelaskan lagi. Rekan-rekan lihat sendiri situasi di sini seperti apa,” ujar Kamaliah, kemarin.

Menurut Kamaliah sesuatu yang wajar jika sekokah yang dipimpinnya itu sepih peminat. Dia memaklumi itu sebab menurutnya setiap orangtua pasti akan melalukan terbaik buat anaknya. Jika ada sekolah yang memiliki gedung sendiri tentu sekolah yang numpang akan diabaikan.

“Soal daya tampung mungkin nanti dipikirkan asalkan anak mereka bisa daftar di sekolah yang tak ada kekurangannya. Itu manusiawi dan kita maklum,” ujarnya.

Meskipun sepih peminat, namun Kamaliah tetap optimis bahwa PPDB SDN 08 di tahun ajaran kelima ini tetap akan mengakomodir kebutuhan murid baru mereka.

“Tahun ini hanya satu lokal saja untuk murid baru. Kami tak bisa terima banyak-banyak sebab lokal yang tersedia terbatas,” ujarnya.

Untuk kelancaran proses PPDB pihaknya kata Kamaliah tetap memiliki prosedur yang sesuai untuk calon murid baru. “Untuk persyaratan tetap sama seperti SDN lain begitu juga dengan prosedur ya PPDB kali ini kami terima sesuai umur anak. Hari ini khusus untuk anak umur 6,11 tahun ke atas, besok (hari ini) untuk umur 6,4-6,10 tahun dan hari ketiga nanti untuk anak 6,0 -6,4 tahun,” jelas Kamaliah.

Berapapun calon murid yang mendaftar akan diterima semua asalkan melengkapi persyaratan PPDB yang ada, dan jika nanti kelebihan maka panitia PPDB akan merangking berdasarkan umur anak.

“Karena PPDB SD ini berdasarkan umur. Yang prioritas adalah anak 7 tahun keatas, jadi kalau berlebihan yang daftar maka yang umur paling muda akan gugur sendiri,” kata Kamaliah.

PPDB SDN 08 Batuaji ini masuk dalam zonasi yang sama dengan SDN 02. Meskipun demikian peminat lebih banyak ke SDN 02 karena mereka memiliki gedung sendiri. Sementara SDN 08 masih numpang dan belum memiliki gedung sendiri.

Disinggung terkait kapan bisa menempati gedung sendiri, Kamaliah mengaku belum tahu pasti sebab belum ada arahan dari Dinas Pendidikan ataupun Pemko Batam.

“Semoga tahun depan kami sudah bisa punya gedung sendiri. Kalau sekarang saya belum bisa berkomentar karena kebijakan (bangun gedung sekolah) bukan kami,” ujar Kamaliah.(eja)

Potensi Geopark Natuna Diteliti

0
Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, melakukan pertemuan dengan tim peneliti geopark dan rombongan Kemenlu di ruang kerja wakil bupati Natuna, Selasa (3/7). F.Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah terus melakukan penelitian keberadaan geopark di Natuna, tujuannya untuk menjadikan Natuna sebagai wisata alam yang eksklusif di perbatasan. Penelitian ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Luar Negeri.

Kepala Badan Pengkajian Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri Siswo Pramono mengatakan, Kemenlu merupakan bagian pendukung dilakukannya penelitian geopark di Natuna. Dan saat ini sudah banyak tim ahli diterjunkan di Natuna untuk melakukan pemetaan dan penelitian tentang geopark.

Menurutnya, Natuna memiliki keunikan dan potensi yang bisa diandalkan. Diantaranya pulau Natuna terkandung batuan granit, dan ukurannya sangat besar, seperti batuan granit di puncak Gunung Ranai. Bahkan terdapat gua pantai dan bebatuan.

Namun potensi ini belum bisa langsung dijadikan wisata geopark, karena terdapat tahapan dan membutuhkan proses waktu lebih dari satu tahun. “Penelitian geopark di Natuna butuh waktu sebelum nilai jualnya menembus pasaran internasional. Dan kami Kemenlu sudah optimis, apalagi beberapa lembaga pemerintah dilibatkan dalam penelitian geopark di Natuna,” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dikantor Bupati Natuna, Senin (3/7).

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, mengharapkan hasil penelitian geopark di Natuna lebih cepat direalisasikan. Agar Natuna ke depannya memiliki destinasi wisata yang mampu mendatangkan wisatawan asing maupun wisatawan nusantara. Pemerintah Daerah sudah mendukung segala kegiatan penelitian demi kepentingan dan kemajuan sisi pariwisata di Natuna.

“Survei lapangan untuk memetakan kawasan menjadi daerah geopark sudah dilaksanakan sejak bulan lalu, Kami berharap segera menentukan Natuna salah satu geopark dan go International,” kata Ngesti.

Pemerintah Daerah kata Ngesti, juga mengharapan Kementerian Luar Negeri memberikan keseriusan terharap hasil akhir penelitian geopark di Natuna. Supaya terjadi sinegritas antara pemerintah daerah maupun pusat, merealisasikan rencana pemerintah, mensejahterakan masyarakat.

“Sesuai keinginan Presiden Jokowi, telah menetapkan 5 pilar percepatan pembangunan di Natuna, diharapkan bisa bersinergi,” ujarnya.(arn)

Lanal dan Nelayan Panen Raya Kerapu

0
Lanal Tarempa memanen ikan kerapu di hasil budidaya nelayan yang berada di bawah binaan Lanal. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Budidaya ikan kerapu di Kabupaten Kepulauan Anambas masih menjanjikan. Saat ini budidaya paling besar berada di Desa Air Sena Kecamatan Siantan Tengah. Ikan dari sana dapat mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Beberapa hari yang lalu Jajaran Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Tarempa yang dipimpin oleh Komandan Lanal, Letkol Laut (T) Arie Cahya Nugroho menggelar panen raya budidaya ikan kerapu pada wilayah binaan Lanal Tarempa di Desa Air Sena, Kecamatan Siantan Tengah.

“Panen raya budidaya ikan ini digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Anambas sendiri, wilayah binaan Lanal Tarempa berada di Desa Air Sena. Panen raya ini merupakan program meningkatkan ketahanan pangan nasional,” kata Letkol Laut (T) Arie Cahya Nugroho yang didampingi Palaksa Lanal Tarempa, Mayor Laut (P) Budi Darmawan, Selasa (3/7).

Arie begitu dirinya dipanggil mengaku puas. Di mana pa­nen raya budidaya ikan kera­pu perdana tersebut sudah menghasilkan sekitar 700 kilogram ikan kerapu yang bersumber dari beberapa nelayan budidaya di Desa Air Sena. “Mudah-mudahan tujuan untuk mengembangkan perekonomian masyarakat dapat terwujud,” ungkapnya.

Arie mengatakan, sektor perikanan budidaya merupakan cermin nelayan masa kini yang berkembang sesuai dengan kemajuan. Budidaya ikan menjadi salah satu sumberdaya yang sangat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pemberdayaan ekonomi di tengah  masyarakat.

”Potensi perikanan di Anambas ini sangat melimpah, melalui program ini kita ingin mendorong masyarakat untuk mengembangkan budidaya ikan. Kami juga berencana akan memperluas wilayah binaan budidaya ini ke desa-desa lain,” ucapnya.

Palaksa Lanal Tarempa Mayor Laut (P) Budi Darmawan, berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara tersebut. Sehingga pelaksanaan panen raya berjalan dengan lancar dan sukses.

“Panen raya dilaksanakan pada hari Kamis (28/6). Panen raya dilaksanakan sekitar pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB, kegiatan aman dan lancar,” jelasnya. (sya)

Hanya Dua Camat Lulusan IPDN

0

batampos.co.id – Camat diwajibkan untuk mengikuti pen­didikan Kepamongprajaan un­tuk bisa mempertahankan ja­batannya. Ketua Komisi I DPRD Karimun Anwar Abu Ba­kar menyatakan, dari 12 ke­camatan yang ada di Kabupaten Karimun, hanya dua camat yang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

”Nah, yang tidak lulusan IPDN di­wajibkan mengikuti pendidi­kan kepamongprajaan. Cukup ba­nyak 10 kecamatan di Kabu­paten Karimun ini,” jelas legisla­tor PAN, Selasa (3/7) kemarin.

Hal tersebut diketahui setelah dirinya melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri. Dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan, menyatakan camat tidak memiliki pendidikan sarjana strata (S1) di bidang pemerintahan atau tamatan IPDN diwajibkan untuk mengikuti pendidikan Kepamongprajaan.

”Itu UU yang bicara, jadi bupa­ti harus mengikuti aturan yang baku tersebut. Jangan di­­langgar. Tidak etis dan ada kon­­sekuensinya terhadap cam­at yang tidak lulusan IPDN,” te­gasnya.

Sekretaris Daerah Ka­rimun M Firmansyah mem­be­­narkan hanya dua camat yang berpendidikan Pamongpraja.

Sedangkan 10 camat lainnya berasal dari umum. Tetapi secara bertahap akan diberangkatkan untuk mengikuti pelatihan Pamongpraja. Agar dapat memenuhi UU. ”Secara bertahap kita berikan pe­­latihan pada camat yang be­lum. Bulan ini Camat Durai dan Tebing kita kirim,” ujarnya.(tri)

Kunjungan Turis Turun

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun akan menata objek-objek wisata yang ada di seluruh Kabupaten Karimun. Termasuk juga tempat yang sudah menjadi ikon baru di Kabupaten Karimun. Rencana penataan tersebut berkaitan dengan turunnya angka kunjungan wisatawan manca negara (wisman) yang datang ke Karimun.

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri, pada Mei 2018 lalu kunjungan wisman ke Karimun turun sebesar 27,74 persen. Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengatakan ada beberapa hal yang menjadi penyebab menurunnya kunjungan wisman ke Karimun. Salah satunya faktor ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

”Meski demikian, kita tetap akan melakukan introspeksi terhadap hal ini. Tidak perlu menyalahkan kondisi yang ada. Tapi bagaimana kita berusaha meningkatkan daya tarik daerah untuk meningkatkan kunjungan wisman,” komentarnya, Selasa (3/7).

Menurut Anwar, ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Bila ada objek wisata yang kurang memberikan daya tarik, tentu harus ditata ulang. Ikon wisata Coastal Area menurutnya tak luput menjadi perhatian pemerintah dan dilakukan penataan bila diperlukan.

”Untuk penataan tentunya tidak hanya harus dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Karimun saja. Tapi OPD yang satu dengan yang lainnya harus saling bersinergi,” pesannya.

Targetnya adalah penataan objek wisata bisa menarik kunjungan wisman untuk datang. Misalnya kawasan wisata air terjun, pantai Pelawan dan pantai Pongkar. Di Pulau Kundur juga ada objek wisata yang bisa dipoles menjadi lebih menarik.

”Apa saja fasilitas yang masih kurang dari objek wisata yang ada harus dibahas bersama, kemudian ditata perlahan-lahan,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten Karimun menurutnya tidak tinggal diam untuk meningkatkan kunjungan wisman. Tapi tentu saja pemkab tidak bisa bekerja sendiri.
Pelaku yang bergerak di bidang pariwisata juga diminta turun tangan untuk meningkatkan kunjungan wisman. Misalnya pengusaha yang memiliki bisnis perhotelan membantu dengan ikut mempromosikan daerah ini.

”Jangan hanya mempromosikan hotelnya, tapi juga ikut mempromosikan lokasi objek wisata yang ada di Kabupaten Karimun,” harapnya.(san)

500 Formulir PPDB SMPN 27 Ludes pada Hari Pertama

0

batampos.co.id – Pendaftar membludak di SMPN 27 Batam di kelurahan Seipelenggut, Sagulung, pada hari pertama pelaksanaan PPDB tingkat SMP, Selasa (3/7) pagi.

Dalam kurun waktu satu jam sebanyak 500 formulir PPDB yang disediakan panitia PPDB ludes.

Panitia PPDB SMPN 27 Ade Sofyan menuturkan, membludaknya pendaftar tersebut karena SMPN 27 masuk dalan zonasi kelurahan Seipelenggut dan Seilekop yang perpenduduk padat.

“Banyak masayarakat di dua kelurahan ini jadi tak heran lagi, kalau begini kondisinya,” tutur Ade, kemarin.

Untuk kelancaran proses PPDB, selain membatasi jumlah pengambil formulir perhari, panitia juga membatasi jumlah calon siswa yang daftar usai mengisi formulir PPDB tadi.

“Prosesnya harus melalaui dua tahap. Pertama ambil dan isi formulir, kedua harus balikan formulir untuk proses daftar online. Nah untuk mengembalikan formulir ini kami batasi sehari 200 formulir. Hari ini sudah langsung dimulai (daftar online),” kata Ade.

Untuk mempermudah proses pendaftaran online, panitia juga telah membuat nomor pada masing-masing formulir sehingga masing-masing pendaftar sudah tahu kapan dia bisa datang untuk daftar online tersebut.

“Jadi yang formulirnya tertulis nomor 1 sampai 200 hari ini sudah bisa langsung daftar. Nomor 2001 sampai 400 besok dan seterusnya,” terang Ade.

Sejauh ini proses PPDB di sekolah tersebut berjalan lancar sebagaimana yang diinginkan. Proses pendaftaran online bagi mereka yang sudah dijadwalkanpun berjajalan lancar sebab dilayani lima petugas.

PPDN online tersebut diakui Ade pihaknya tak membatasi jumlah pendaftar. Berapa banyak yang datang daftar akan tetap diterima sampai Kamis (5/7/2018) mendatang. Namun demikian untuk daya tampung tetap dibatasi hanyan 252 siswa saja. Jumlah tersebut sesuai dengan tujuh lokal yang disediakan pihak sekolah.

“Untuk penilaian siapa yang lolos tetap sesuai dengan aturan dan kebijakan dari Dinas Pendidikan,” ujar Ade. (eja)

200 Pendaftar Belum Verifikasi Berkas PPDB

0

batampos.co.id – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMK berkahir pada, Selasa (3/7) kemarin. Meskipun demikian belum semua SMK merampungkan proses PPDB mereka.

SMKN 5 Perkapalan Batam di Sagulung misalkan, masih ada sekitar 200 pendaftar yang belum mendaftar ulang atau verifikasi berkas PPBD online mereka ke sekolah. Padahal untuk merampungkan semua proses PPDB, calon siswa harus melakukan verifikasi secara manual di sekolah.

“Yang isi data online itu baru 60 persen dan itu ke website Disdik (Kepri), nah 40 persen lagi daftar manual di sini. Yang sudah 100 persen baru sekitar 400 berkas. Padahal yang terdaftar di online ada sekitar 600 lebih,” ujar ketua panitia PPDB SMKN 5 Enda Kumalasari, kemarin.

Untuk 200 berkas yang belum daftar ulang ke SMKN 5, panitia PPDB akan menghubungi kembali peserta yang daftar melalui via telepon.

“Kami usahakan hari ini semua rampung karena memang PPDB berakhir hari ini (kemrin, red). Kalaupun tidak juga datang ya mungkin dianggap mengundurkan diri,” ujar Enda.

Secara umum proses PPDB SMKN 5 sejak hari pertama kali lalu kata Enda berjalan lancar adanya. Pendaftaran dilakukan secara online ke wesite Disdik Kepri. Sampai siang kemarin jumlah pendaftar sudah diatas 600 orang. Jumlah tersebut melebih kapasitas daya tampung sekolah sebanyak 504 siswa. Jumlah saya siswa yang diterima itu sesuai dengan daya tampung lokal yang ada yakni tujuh lokal. (eja)

Najib Razak Jadi Tahanan

0

batampos.co.id – Najib Razak terjun bebas. Dari seorang perdana menteri (PM) yang berkuasa, kini dia menjadi tahanan. Mantan PM ke-6 Malaysia itu ditangkap Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) pada pukul 14.30 waktu setempat di rumahnya. Najib menghuni tahanan MACC di Putrajaya dan hari ini baru diajukan ke pengadilan Kuala Lumpur untuk mendengar dakwaan.

Sejak koalisi Barisan Nasional (BN) keok oleh Pakatan Harapan (PH) dalam pemilu lalu, Najib seakan menerima pukulan bertubi-tubi. Dia didesak untuk meletakkan jabatannya sebagai pemimpin partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Kasus penyalahgunaan dana 1Malaysia Development Berhad (1MDB) juga kembali dibuka. Penyelidikan berujung penggeledahan serta penyitaan uang dan barang-barang mewah di beberapa properti yang berhubungan dengan Najib dan keluarganya.

Penahanan Najib sudah diperkirakan oleh banyak pihak. Sebab, selama ini PM Mahathir Mohamad dan PH terus menyoroti kasus 1MDB. Mahathir gerah dan malu atas skandal korupsi besar-besaran yang dinilai mencemarkan nama baik negaranya itu.

Saat ini ada enam negara yang menyelidiki kasus tersebut. Di antaranya, Amerika Serikat (AS) dan Singapura.

Salah satu sumber yang dekat dengan keluarga Najib mengungkapkan bahwa suami Rosmah Mansor itu mungkin akan didakwa telah menyalahgunakan kekuasaan di SRC International. Dulu itu adalah salah satu unit yang dimiliki 1MDB untuk mengurusi investasi asing di bidang sumber daya energi.

SRC International mengucurkan dana USD 10,6 juta (Rp 152,37 miliar) ke rekening pribadi Najib. Mei lalu Najib sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Dalam laporan The Wall Street Journal, dana 1MDB yang mengalir ke rekening pribadi Najib secara keseluruhan sekitar USD 681 juta atau setara Rp 9,77 triliun.

MACC dengan mudah bisa melacak uang dari SRC ke rekening Najib. Sebab, transaksinya dilakukan melalui lembaga Malaysia. Mayoritas transaksi lain dilakukan lewat bank dan perusahaan asing.

Berdasar penyelidikan Departemen Kehakiman (DoJ) AS, secara keseluruhan ada dana USD 4,5 miliar (Rp 64,69 triliun) milik 1MDB yang diselewengkan. Pencucian uang dilakukan melalui pembelian properti, pembuatan film, dan perusahaan-perusahaan bayangan.

”Kami akan mengumpulkan uang tersebut untuk dikembalikan lagi ke masyarakat,” ujar Kepala Komisioner MACC Datuk Seri Shukri Abdull. Dana itu akan menjadi bukti kuat bahwa duit 1MDB telah diselewengkan.

Najib sepertinya bakal sulit mengelak dari dakwaan. Satu per satu orang yang tahu tentang kasus 1MDB mulai buka suara. Salah satunya mantan Kepala Bank Sentral Malaysia Zeti Akhtar Aziz. Pada 3 Juli 2015, dia dipanggil Najib. Kala itu, dia minta agar Zeti mengeluarkan pernyataan bahwa Najib tidak bersalah terkait dengan aliran dana Rp 9,77 triliun di rekeningnya.

”Saya katakan kepadanya, saya tidak bisa melakukannya karena saya tidak tahu tentang transaksi yang ada di rekeningnya,” ujarnya. Pernyataan tersebut dilontarkan karena sebelumnya Najib mengklaim bahwa bank sentral tahu tentang uang itu dan tak berbuat apa-apa.

MACC juga memanggil Riza Aziz. Putra tiri Najib itu tiba pada pukul 13.32 waktu setempat. Dia bakal ditanya soal penggunaan dana jutaan dolar AS dari 1MDB untuk pembuatan film Hollywood. Misalnya, The Wolf of Wall Street.

Terpisah, Menteri Dalam Negeri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin menyampaikan terima kasihnya kepada Indonesia karena telah berhasil menangkap Kepala UMNO Sungai Besar Datuk Seri Jamal Yunos. Dia ditangkap saat potong rambut di salah satu salon di Jakarta Selatan.

”Kepolisian Malaysia tengah mengatur keperluan untuk membawa Jamal pulang,” tegas Muhyiddin.

Jamal sudah ditahan pada 22 Mei lalu. Namun, karena kesehatannya bermasalah, dia sempat dirawat di Ampang Puteri Specialist Hospital. Tapi, pada 25 Mei 2017 dia malah melarikan diri dari rumah sakit tersebut dan menjadi buron. Pengacaranya, Datuk Mohd Imran Tamrin akan terbang ke Indonesia untuk mendampingi Jamal. (sha/c11/dos/JPG)