Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12211

Saat di Bali Belanja Produk Kecantikan dan Makanan Tradisional, Ya, di Secret Garden Village

0
Secret Garden Village, destinasi unik yang menjadi tempat wisata belanja. Seluruh produk dijual dengan harga terjangkau. Bahkan, ada beberapa jenis produk yang ijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga di pasaran. (ISTIMEWA)

batampos.co.id – Sejuknya udara pegunungan di Baturiti, Tabanan bisa Anda nikmati di sini, di Secret Garden Village.

Ini ialah salah satu destinasi wisata yang cukup unik yang dimiliki Pulau Bali. Wisatawan diajak melihat produksi produk kecantikan.

Di Secret Garden Village wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan produk kecantikan Herborish, juga membelinya di factory outlet yang disediakan. Selain itu, tersedia juga fasilitas berbelanja lainnya yang cukup menarik, yakni di Sunday Market Secret Garden.

Sesuai dengan namanya, Sunday Market Secret Garden ini hanya buka setiap hari Minggu dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 16.00 Wita. Di Sunday Market ini, tersedia beragam jenis produk yang diproduksi oleh Oemah Herborist Beauty Factory Outlet dan produk lainnya.

Operational Manager Secret Garden Village, Ambarwati, mengatakan, ide awal untuk membuat Sunday Market ini adalah sebagai media sosialisasi untuk memperkenalkan Secret Graden Village kepada masyarakat. “Selama ini, yang datang ke tempat ini adalah wisatawan asing maupun domestik, masyarakat sekitar yang datang hampir tidak ada. Karena itulah, kami ingin masyarakat yang ada di sekitar lokasi kami berdiri bisa mengenal tempat kami,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Dengan memperkenalkan potensi wisata itu, masyarakat juga turutserta mempromosikan produk yang menjadi daya tarik wisatawan tersebut. Konsep dari Sunday Market ini adalah mengundang masyarakat yang ada di sekitar Secret Garden untuk datang dan melihat potensi wisata yang dimiliki oleh Secret Garden Village.

Produk yang dijual di Sunday Market ini, cukup beragam. Selain produk yang diproduksi oleh Secret Garden, Sunday Market juga menjual beragam jenis produk lainnya, berupa komoditi hasil pertanian masyarakat dan produk kerajinan dari UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar areal objek wisata ini.

Ambarwati mengatakan, seluruh produk dijual dengan harga yang terjangkau. Bahkan, ada beberapa jenis produk yang diakui Ambarwati dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran. “Sunday Market ini juga untuk menarik minat pengunjung karena ada fasilitas outbound,” lanjutnya.

Ramai Dikunjungi Wisatawan Tiongkok

Selain masyarakat lokal yang merupakan target utama, Sunday Market juga menyasar wisatawan Tiongkok. Wisatawan Tiongkok yang datang ke Sunday Market, sebagian besar membeli beragam jenis produk kerajinan dan produk makanan yang dijual oleh masyarkat sekitar.

Pada hari biasa, Secret Garden Village memang ramai dikunjungi wisatawan Tiongkok dan wisatawan domestik. Rata-rata wisatawan yang datang ke destinasi wisata ini tertarik untuk mengikuti aktivitas beauty tour dan belanja produk kecantikan. “Dalam sehari objek wisata ini rata-rata dikunjungi 400 orang, di mana 70 persennya adalah wisatawan Tiongkok,” jelasnya.

Produk makanan yang dijual rata-rata jenis makanan dan minuman tradisional, seperti loloh (jamu tradisional), jajan Bali hingga ayam betutu.

Dengan adanya beragam jenis makanan khas Bali ini, lanjut Ambarwati, wisatawan yang bisa secara langsung menikmati makanan dan minuman khas Kabupaten Tabanan.

(bx/gek/yes/JPR)

Mal Pelayanan Publik Batam Jadi Percontohan Perizinan

0
foto: agus bagjana / posmetro batam

batampos.co.id – Hampir semua kabupaten/kota yang ada di Indonesia sudah datang ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Batam. Tujuannya adalah untuk melihat dan mencontoh operasional MPP yang menurut kemenPAN RB tersebut adalah yang terbaik di Indonesia.

“Kalau yang sudah datang hendak belajar dan melihat proses perizinan di Batam sudah banyak. Sudah hampir semua kabupaten atau kota yang ada di Indonesia,” Kata kepala BPM-PTSP Pemko Batam Gustian Riau, Rabu (2/5).

Ia mengatakan, banyaknya perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota ke MPP ini kemungkinan besar karena keinginan pusat agar diberikan kemudahan perizinan bagi warga dan investor. Di mana Batam sudah melakkannya lebih dulu.

“Kalau Batam ini sudah jalan dengan MPPnya. Tetapi sejak dari dulu, perizinan di Pemko memang sudah mendapat apresiasi,” katanya.

Di MPP ini lebih dari 340 perizinan bisa diurus. Semua kita buat sebaik mungkin agar semua investor bisa nyaman. Termasuk proses perizinan dan durasi pengurusan izin dibuat terbuka dan transparan.

“Masalah perizinan ini adalah masalah yang mendasar dalam hal perizinan. Dengan MPP ini mudah-mudahan akan semakin banyak investor yang datang ke Batam,” katanya.

Konsep MPP ini menurut Gustian memang sudah sesuai dengan keinginan investor dan pemerintah pusat. Tujuannya untuk mempermudah pengurusan izin dengan menempatkan semua instansi yang mengeluarkan izin berada dalam satu gedung.

“Jadi dari segi waktu dan biaya , sangat murah. Dan tentunya sangat cepat. Dalam waktu dekat, MPP ini akan segera diresmikan oleh pak presiden,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur Sihaloho mengatakan presiden Joko Widodo sangat serius untuk memangkas birokrasi khususnya untuk investasi. Menurutnya, MPP ini sangat bagus dan sudah lama ditunggu.

“Kalau selama ini banyak urus izin di tempat yang berbeda-beda. Jadi sekarang sudah mudah, karena hanya di satu tempat saja,” katanya. (ian)

Tim Terpadu Segera Bongkar Kios Liar Aviari

0
Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Tim Terpadu Kota Batam Suzaeri menegaskan akan segera membongkar kios liar yang ada di sekitar pasar seken aviari. Di mana laporan mengenai keberadaan kios tersebut sudah banyak. Terlebih kios tersebut untuk lokasi penghijauan.

“Itu akan segera kita bongkar. Tidak boleh dibiarkan di sana karena memang itu untuk ruang terbuka hijau,” katanya di kantor kecamatan Batuaji, Rabu (2/5).

Menurutnya, pasar seken aviari saat ini sangat semrawut. Padahal lokasi tersebut bisa ditata dan menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung yang hendak berbelanja.

“Itu sudah sangat semrawut. Dan memang harus ditertibkan. Apalagi camat sudah mengeluarkan surat agar dihentikan pembangunannya,” katanya.

Sementara itu, camat Batuaji, Ridwan juga mengaku bahwa pihak pengelola kios tersebut membandal karena terus melanjutkan pembangunan. Dan ia berharap warga untuk bisa bijaksana dalam memilih tempat berusaha.

“Intinya itu bangunan ilegal dan akan dibongkar. Batam ini sudah kekurangan RTH. Kok yang ada masih digunakan untuk kios liar,” katanya.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mendukung tim terpadu untuk menertibkan kios liar tersebut. Ini juga penting agar tidak ada lagi oknum yang mengambil keuntungan dari menggunakan lahan milik negara.

“Itu jelas untuk RTH kalau nanti dibongkar oleh tim terpadu, ya tidak boleh protes. Memang itu bukan untuk komersil,” katanya.

Menurutnya, kios liar tersebut hanya menguntungkan orang-orang tertentu. Tetapi merugikan pemilik ruko yang jelas legalitasnya. “Yang di ruko bayar pajak. Tetapi kioa liar itu tidak ada,” katanya. (Ian)

Mitos, Makan Mie Instan Bikin Kanker Usus

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seringnya makan mi instan yang bisa memicu kanker usus. Benarkah demikian? Founder & Chief Executive Officer, Internist & Vaccinologis In Harmony Clinic, dr. Kristoforus HD, SpPD menjelaskan, anggapan itu merupakan mitos belaka. Sebab, hingga kini penyebab kanker secara pasti belum dapat diketahui.

“Makan mie = kanker usus? Kalau bikin begitu artinya sudah dilarang BPOM dari zaman dulu lah,” kata Kristoforus kepada JawaPos.com, Kamis (3/5/2018).

Jika memang bisa menyebabkan bahaya atau penyakit, Kristoforus menegaskan justru mi instan banyak diterima dan diekspor ke negara maju.

“Nyatanya mi bisa di-approve di mana-mana,” katanya.

Meniru budaya masyarakat Tiongkok dan Jepang yang menjadikan mi sebagai makanan utama boleh-boleh saja. Terutama sebagai menu utama saat sarapan. Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Dr Hardinsyah MS menegaskan anak-anak pun boleh sarapan mi di pagi hari.

“Sarapan paling baik mengandung karbo, protein, sayur dan buah. Anak-anak dididik jika makan mi boleh saat sarapan, asalkan harus dilengkapi protein (misalnya telur atau ikan) dan sayur misalnya sawi (sebagai sumber serat, Red),” kata Hardinsyah.

Hardinsyah menjelaskan anak yang tidak sarapan saat datang ke sekolah mudah lemas, sulit konsentrasi, juga pikiran tidak fokus. Tips pintar makan mi adalah dikonsumsi tidak berlebihan.

“Prinsipnya adalah gizi seimbang. Jika makan mi sudah dapat karbonya, maka dilengkapi dengan zat gizi lain seperti sayuran dan telur,” kata Hardinsyah. (ika/ce1/JPC)

Urus Izin Tidak Boleh Lebih Dari Satu Jam

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan dokumen perijinan di Dinas Penanaman Modal PTSP Batam di Mall Pelayanan Publik Sumatera Promotion Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi meneruskan pesan Presiden Joko Widodo agar perizinan tidak lebih dari satu jam. Tidak hanya di internal Pemko Batam, pesan tersebut akan diteruskan ke semua instansi yang ada di Batam.

“Kami akan panggil mereka (instansi lain) terkait ini,”kata Rudi usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 di Dataran Engkuputri Batam, Rabu (2/5).

Menurutnya, hal ini ia harus sampaikan karena tugasnya sebagai kepala daerah yang harus memastikan pesan tersebut sampai. Ia mengaku, pesan ini disampaikan presiden kepada seluruh kepala daerah se Indonesia.

“Saya kepala daerah dan bertanggung jawab tentang daerah, maka semua instansi harus duduk,” imbuhnya.

Kelak, jika perintah tersebut tidak bisa dilakukan sepenuhnya, secara bertahap sesuai perintah presiden akan didahulukan mana perizinan yang akan dapat didahulukan.

“Nanti regulasi dari pusat seperti Undang-undang maupun di kementerian akan padu jadi satu, ini oleh pusat bukan di daerah,”terangnya.

Untuk menjemput arahan presiden ini, ia meminta seluruh aparatur negara dapat bergegas mempersiapkan diri dan aturan yang tidak berbelit-belit.

“Sehingga perintah presiden dapat dilaksanakan. Urusan apapun baik di TNI, Polri maupun sipil tidak boleh melebihi satu jam,” pungkasnya. (iza)

Batam Pintu Masuk Utama, Maret 2018 Kunjungan Wisman Meningkat

0
Turis Singapura mengunjungi Pulau Ranoh, Kelurahan Pulau Abang, Galang, Minggu (29/4). Tempat wisata pasir putih ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan luar dan lokal. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri.

Menurut data yang dikeluarkan BPS, jumlah kunjungan wisman pada Maret tahun ini mencapai angka 234.156 kunjungan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 13,69 persen dibanding Februari 2018 yakni sebesar 205.964 kunjungan. Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2017 lalu, kunjungan wisman Maret 2018 juga mengalami kenaikan, yaitu sebesar 35,06 persen.

Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar mengatakan, jumlah kunjungan terbanyak masih melalui pintu masuk Kota Batam, yakni 74,76 persen. Angka ini juga mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 132.551 kunjungan.

“Selain Batam pintu masuk lain yakni Bintan, Tanjungpinang dan Karimun,” kata Panusunan, Rabu (2/5).

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Januari-Maret 2018 didominasi oleh wisman berkebangsaan
Singapura dengan persentase sebesar 47,04 persen.

Sedangkan, secara kumulatif jumlah kunjungan wisman pada kuartal pertama tahun ini (Januari – Maret 2018), jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai angka 597.106 kunjungan. Naik 22,1 persen dibanding jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 488.672 kunjungan.

“Sebanyak 280.898 wisman yang masuk ini berkebangsaan Singapura,” paparnya.

Sementara itu, untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada bulan Maret 2018 mencapai rata-rata 55,61persen atau turun 3,17 poin dibanding TPK Februari 2018 sebesar 58,78 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing pada hotel berbintang adalah 2,01 hari, atau naik 0,05 poin dibanding rata-rata lama menginap tamu pada Februari 2018.

bila melihat klarifikasi hotel, rata-rata menginap tamu asing tertinggi dicapai oleh hotel bintang 5,” jelas Panusunan. (rng)

Pasar Induk akan Dibangun 5 Lantai

0
Bangunan Pasar Induk Jodoh terlihat rusak karena tidak terawat. Pemko Batam berencana akan merenopasi pasar tersebut. F. Cecep/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan memprioritaskan pedagang lama untuk menempati Pasar Induk Jodoh. Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam Zulkarnain menyebutkan, sampai saat ini sudah ada 86 pedagang yang terdaftar, yang sesuai rencananya dipindahkan setelah pembangunan pasar selesai.

“Kita prioritaskan pedagang disana. Data terakhir 86 pedagang,” kata Zulkarnain, Rabu (2/5).

Selain pedagang lama, pembangunan pusat niaga ini nantinya juga akan menampung Pedagang Kaki Lima (PK5) se Batam. Desain pasar induk lima lantai ini nantinya bakal mengadopsi Pasar Klewer Solo.

“Arahan Wali Kota, Pasar Induk dibangun lima lantai. Sehingga PK5 yang lain juga bisa berjualan di sana,” tutur dia.

Terkait pembangunan sendiri, Zulkarnain mengaku sudah mempersiapkan desain bangunan. Pembangunan Pasar Induk Jodoh baru bisa dilakukan setelah ada serah terima proses hibah dari BP Batam kepada Pemko Batam.

“Sebagaimana statemen Wali Kota sambari menunggu proses hibah, kita bersihkan dulu. Yang jelas bangunan tua tersebut harus dirobihkan. Disini kita meminta kesadaran pedagang disana untuk pidah,” imbuhnya.

Sambil menunggu proses hibah selesai, pihaknya juga harus menili harga jual bangunan saat ini. Hal ini diperlukan untuk pertanggung jawaban anggaran.

“Karena itu aset pemerintah, maka harus dihitung. Tahun 2003 dibangun sekitar Rp 53 miliar. Kalau lihat kondisi sekarang bisa jadi Rp 10 miliar,” paparnya.

Perhitungan aset pasar induk ini nantinya akan melibatkan Kantor Pelayananan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Mereka akan menilai harga bangunan, sebelum nantinya dilaporkan ke kas negara.

“Jadi tidak bisa semena-mena dirobohkan, karena dulu pakai APBN, maka perlu prtanggungjawaban,” jelas Zulkarnain.

“Setelah itu selesai baru bisa dirobohkan,” lanjut dia.

Untuk anggaran sendiri, ia memperkirakan di atas Rp 100 miliar.

“Paling tidak gambarannya sudah terlihat. Bangunan lima lantai. Angka pastinya kita masih menunggu kebijakan dari wali kota,” tutupnya. (rng)

Animo Masyarakat Ikut Pemutihan, Tinggi

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan surat kendaraan dikantor Samsat Kepri digedung Graha Kepri, Rabu (2/5). Animo masyarakat tinggi dengan adanya program pemutihan pajak kendaraan bermotor direncanakan dari 1 Mei hingga 31 Agustus. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Animo masyarakat tinggi ikut program pemutihan pajak kendaraan bermotor direncanakan dari 1 Mei hingga 31 Agustus. Sedari Rabu (2/5) pagi masyarakat ramai mengantri di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kepri, Batam.

Salah seorang petugas di lapangan yang enggan namanya dikorankan, menyebutkan dari pagi hingga pukul 14.00 tercatat sebanyak 500 antrian. “Ada (antrian,red) di pajak tahunan, lima tahunan, drive thru, dan tempat lainnya. Cukup tinggi ini bang, dibandingkan hari biasanya,” katanya saat ditemui Batam Pos, Rabu (2/5).

Namun ia enggan menjelaskan detail lebih lanjut tentang animo masyarakat. “Kami ini satu pintu bang, detailnya tanya ke atasan saja,” ucapnya singkat.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Batam Teddymar membenarkan adanya peningkatan jumlah orang yang membayar pajak di Kantor Samsat Kepri, Kota Batam. “Benar, namun saya belum pegang data. Tapi dari pantauan saya, pagi tadi memang rame,” tuturnya.

Teddy mengatakan program ini bertujuan untuk memberikan keringanan pajak kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak terlalu terbebani membayar pajak dalam jumlah yang besar. Namun di balik semua ini, kata Teddy Pengprov Kepri ingin memprediksi pendapatan pajak yang sebenarnya.

“Kami itu ingin memetakan kendaraan bayar pajak di Batam itu berapa. Data rillnya,” ungkap Teddy.

Oleh sebab itu, setiap pembayaran pajak nantinya masyarakat akan disodorkan formulir. Di formulir itu meminta masyarakat menjelaskan berapa kendaraan yang dimilikinya, dan status kendaraan itu saat ini.

“Kadang kan gini, atas nama A tercatat memiliki 3 kendaraan. Namun sebenarnya yang aktif itu satu kendaraan saja, sedangkan duanya lagi itu sudah hilang di curi. Data inilah yang kami pastikan,” ucapnya.

Teddy mengatakan kendaraan yang dimiliki masyarakat terkadang menjadi tahanan pihak kepolisian. Karena masyarakat tak mengurusnya, akhirnya barang itu mengendap di kepolisian dalam waktu lama.

“Namun beberapa pihak masih mengitung itu sebagai barang wajib pajak. Padahal sudah jadi barang bukti. Kami ingin mencocokan data dan melihat berapa sih kendaraan yang kena pajak itu,” tuturnya.

Setelah mendapatkan data valid kendaraan wajib bayar pajak, Teddy mengatakan pihaknya bisa mengkalkulasikan jumlah pendapatan pajak daerah. “Kadang masyarakat tidak melaporkan kalau kendaraanya di tahan polisi, atau kendaraan itu sudah diselundupkan keluar Batam. Inilah yang kami sedang coba dapatkan datanya,” ungkapnya.

Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kepri AKBP Agung Surya berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. Pemutihan pajak ini berupa keringanan tunggakan pajak kendaraan 50 persen, penghapusan denda pajak kendaraan, lalu pembebasan bea balik nama.

Prosedur program ini dijelaskan Agung, STNK yang telah habis masa berlakunya waj

ib dibawa yang asli saat pengurusan. Selain itu juga wajib bawa BPKP asli, identitas pemilik, surat kuasa (apabila pemilik berhalangan hadir), dan cek fisik kendaraan bermotornya di samsat Batam center.

Sementara itu untuk pengurusan pajak yang STNK masa berlakunya belum habis (5 tahun), masyarakat dapat datang langsung ke Samsat Batam Center, Samsat Corner BCS Mall, Samsat Corner Harbourbay, Samsat Mall Pelayanan Publik, Samsat Keliling dan Samsat Pembantu Batu Aji. Syarat-syarat yang perlu dibawa yakni STNK asli dan KTP asli, jika pemilik berhalangan hadir dilampirkan surat kuasa bermaterai.

Sedangkan untuk kendaraan yang belum ganti pemilik, masyarakat diwajibkan untuk melakukan proses ganti pemilik ke unit BPKB di Polda Kepri. Syarat yang perlu dibawa STNK asli, BPKB asli, KTP asli pemilik baru, fotocopy KTP pemilik lama, kwitansi jual beli dan cek fisik kendaraan di Polda Kepri.

“Setelah itu masyarakat diarahkan ke Samsat Batamcenter untuk melakukan pembayaran pajaknya. Walau bea balik nama gratis, masyarakat tetap membayar biaya PNBP BPKP (proses ganti pemilik), untuk roda 2 atau 3 sebesar Rp 225.000, roda 4 atau lebih Rp 375.000,” ungkapnya. (ska)

Sebanyak 1.254 Pelanggaran Selama Operasi Patuh

0
Anggota Satlantas Polresta Barelang, Brigadir Yudhi memeriksa surat-surat kendaraan saat razia di Temneggung Abdul Jamal, Rabu (2/5). F Esebius

batampos.co.id – Polda Kepri mencatat selama Operasi Patuh dari 26 April hingga 2 Mei terjadi 1.254 pelanggaran yang dilakukan pengendara roda dua dan roda empat di Kepri.

Pelanggaran ini didominasi oleh pengendara kendaraan roda dua, dengan latar belakang profesi karyawan swasta. Usia dominan yang melakukan pelanggaran itu rentang dari 26 hingga 30 tahun.

“Kami keluarkan tilang sebanyak 831, sedangkan tindakan berupa teguran saja, 423 kali. Kalau dibandingkan tahun lalu, ini meningkat,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Rabu (2/5).

Ia mengatakan tahun lalu dengan rentang waktu yang sama, tilang di keluarkan saat operasi patuh hanya sebanyak 538, sedangkan teguran hanya 397. Erlangga mengatakan persentase pelanggaran meningkat hingga 34 persen.

“Di beberapa lini meningkat persentasenya,” ungkapnya.

Erlangga menerangkan kesalahan yang acap kali dilakukan pengendara yakni tidak menggunakan helm standar SNI, melawan arus, menggunakan ponsel saat mengemudi, pengendara di bawah umur dan tidak menggunakan safety belt.

“Sepeda motor terlibat pelanggaran sebanyak 732, sementara itu roda empat hanya 98 saja,” tuturnya.

Pemetaan pelanggar aturan lalu lintas ini, kata Erlangga tak hanya berdasarkan jenis kendaraanya. Namun juga berdasarkan kelompok umur, profesi, dan lokasi.

“Pelanggar itu paling banyak di usia produktif, profesi paling banyak itu karyawan swasta disusul pelajar dan mahasiswa. Sedangkan lokasi paling banyak ditemukan pelanggaran itu di kawasan pemukiman penduduk, lalu perbelanjaan dan perkantoran,” tuturnya.

Erlangga mengatakan selama operasi patuh, jajaran Ditlantas mencatat sebanyak 12 kejadian di Kepri, di dominasi di daerah Batam. Korban meninggal dunia sebanyak 2 orang, luka berat 7 orang, dan luka ringan 12 orang. Kendaraan yang paling sering terlibat kecelakaan lalu lintas adalah sepeda motor, usia korban kecelakaan di rentang 16 hingga 20 tahun, tercatat 19 korban. “Pelakunya juga diusia muda,” tutur Erlangga.

Penyebab kecelakaan ini disebabkan faktor dari kelalain pengemudinya sendiri, kata Erlangga mereka tidak dapat menjaga jarak serta melanggar batas kecepatan yang telah ditentukan. “Kecelakaan itu sering terjadi dari pukul 06.00 hingga 18.00,” ungkap Erlangga.

Dirlantas Polda Kepri Yuli Kurniawan berharap masyarakat dapat mematuhi aturan berlalulintas. Ia berkeyakinan masyarakat yang patuh akan aturan di jalan raya, akan terhindar dari marabahaya. “Kami selalu tekankan ke masyarakat itu, pakai helm standar, safety belt, jangan melawan arus, kecepatan melebihi ketentuan, dan patuhi rambu-rambu lalu lintas,” ucapnya.

Aturan itu, kata Yuli dibuat untuk menghindarkan masyarakat dari hal-hal yang tidak diinginkan. Terkait aturan-aturan itu, kata Yuli saat operasi simpatik sudah di sampaikan pihaknya. (ska)

Lurah Minta Siswa Terdekat Harus Tertampung

0
Murid SDN 018 Sagulung berbaris saat mengikuti kegiatan sekolah, Senin (30/4). Tahun ini penerimaan PPDB tidak tertampung karena minim ruang kelas baru. Diharapkan Pemko Batam segera manambahnya supaya tertampung. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dilaksanakan Juni mendatang.

Lurah Tembesi, Muhammad Hafiz Rozie mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan Kepala Sekolah yang ada di wilayahnya.

“Terkait pemetaaan zonasi sudah kita bahas, tapi hasilnya langsung ke Disdik saja,” ujar Hafiz, Rabu (2/5).

Dalam pertemuan itu, pihaknya sudah menyampaikan aspirasi dan keinginan warga melalui perangkat Rt/Rw. ia menginginkan siswa terdekat yang mendaftar PPDB harus tertampung semua.

“Anak-anak harus bisa sekolah,” katanya.

Dia mengatakan pemetaan zonasi memang sedikit terkendala, sebab jumlah sekolah yang ada di wilayahnya cukup minim. Untuk sekolah dasar (SD) hanya enam sekolah, SMP hanya dua dan SMA ada satu.

“Untuk hasilnya kami tunggu dari Disdik,” jelas Hafiz.

Untuk daya tampung, Hafiz tidak bisa membeberkan, sebab itu bukanlah domainnya.

“Langsung dari sekolah saja,” ungkapnya.

Camat Sagulung, Reza Khadafy mengatakan saat ini memang pihak kelurahan dan Kepala Sekolah tengah membahas batas pemetaan zonasi per kelurahan.

“Baru bahas. Nanti kalau itu selesai, baru rapat dengan camat,” ucap Reza.

Sebelumnya Kecamatan Sagulung memanggil sejumlah kepala sekolah terkait PPDB tahun 2018. Dalam rapat pertama tersebut dia telah meminta lurah untuk membantu pihak sekolah dalam merumuskan zonasi di masing-masing wilayah mereka.

“Yang sering jadi masalah itukan daya tampung. Jadi saya inginnya sekolah kasih kami data itu sehingga pemetaan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya. (une)