Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 12224

Dekat Pemilu, Anggaran Bansos Ditambah

0

batampos.co.id – Memasuki tahun terakhir kepemimpinannya, Presiden Joko Widodo mengubah kebijakan politik anggaran. Jika di empat tahun awal kepemimpinannya difokuskan untuk membangun infrastruktur, satu tahun terakhir akan difokuskan pada pembangunan manusia.

Tahun 2019 adalah tahun dimana pemilihan presiden digelar.

Kepastian tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat kabinet paripurna terkait pagu indikatif 2019 di Istana Negara, Jakarta, kemarin (9/4). Presiden pun meminta para menterinya untuk menyusun program dengan perspektif pembangunan SDM di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Susun program khusus mengenai investasi SDM,” ujarnya.

Presiden meminta, program pembangunan manusia di 2019 memiliki daya ledak yang besar, sebagaimana pembangunan infrastruktur tiga tahun terakhir yang perubahannya sangat terasa. Namun bukan dari wacananya belaka, melainkan juga manfaatnya.

“Saya tidak ingin, nanti hanya ada tambahan anggaran tetapi tidak kelihatan masif, tidak kelihatan ada perubahan, pergeserannya,” imbuhnya.

Oleh karenanya, dia meminta Menteri harus benar-benar menyusun program secara terukur dan riil. Balai Latihan Kerja (BLK) misalnya, dalam programnya harus jelas siapa yang jadi objek pelatihan, ada berapa yang ditraining berapa, waktunya berapa lama, dan apa yang harus dikuasai dalam kurun tersebut.

“Jangan hanya ada tambahan anggaran saja, tapi kegiatannya tidak kelihatan masif, brukkk,” tuturnya. Selain itu, agar lebih efektif, perlu juga dilakukan sinergitas antar Kementerian/Lembaga.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, perubahan paradigma politik anggaran tidak akan menghambat pembangunan infrastruktur. Semua proyek yang sudah dibangunsudah direncanakan berlanjut sampai tahun 2019 atau lebih tetap berjalan. Hanya saja, diakuinya, dari anggaran yang diterima tahun 2019 nanti, alokasinya tidak hanya untuk fisik, namun juga dibagi ke pembangunan SDM. Salah satu programnya adalah sertifikasi pekerja konstruksi.

“Kita punya pengembangan SDM. Kita punya training keselamatan konstruksi. Sertifikasi pekerja konstruksi akan digencarkan,” ujarnya.

Basuki menjelaskan, hal itu dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing pekerja Indonesia. Sebab, dari sekitar 8 juta pekerja konstruksi di Indonesia, hanya 700 – 800 ribu saja yang sudah bersertifikasi.

Sementara itu, jumlah anggaran infrastruktur dari 2013 hingga tahun ini terus mengalami kenaikan. Pada 2013, total anggaran untuk sejumlah proyek infrastruktur mencapai Rp 155,9 triliun. Jumlah tersebut melonjak drastic pada 2018 dimana anggaran infrastruktur sebesar Rp 410,4 triliun. Tahun depan, pemerintah tidak lagi fokus pada pembangunan proyek infrastruktur, melainkan lebih kepada program-program social. Anggaran infrastruktur pun diprediksi akan menurun dibanding tahun ini. “

“Sesuai disampaikan Presiden (dan) Wapres, seluruh menteri harus tetap menjaga dan fokus pelaksanaan APBN 2018, sehingga semua program-program yang untuk masyarakat itu bisa dirasakan. Apakah itu program yang tadi merupakan prioritas infrastruktur, tapi sekarang fokusnya lebih kepada sumber daya manusia, sehingga program sosial seperti PKH, program untuk membantu kelompok  miskin, pendidikan, kesehatan. Itu semuanya harus ditingkatkan dari sisi akselerasi dan eksekusinya. Itu merupakan satu instruksi yang akan kita lakukan,” jelas Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia memastikan, meski infrastruktur tidak lagi menjadi fokus utama dalam APBN tahun 2019, pihaknya memastikan bahwa sejumlah proyek infrastruktur yang telah direncanakan maupun yang sudah berjalan, tetap bisa dirampungkan sesuai rencana. Bedanya, Kementerian terkait dalam hal ini Kemen PUPR dan Kemenhub tidak bisa lagi sekedar mengandalkan APBN. Dia harus mencari alternative pendanaan proyek lainnya, salah satunya melalui skema pembiayaan infrastruktur Kemitraan Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau dengan kata lainmenggandeng swasta.

“Alokasi untuk infrastruktur terutama untuk kementerian seperti Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan. Itu akan tetap dilakukan pada level yang relatif konstan. Namun mereka sekarang akan melakukan berbagai macam inisiatif melalui KPBU. Sehingga anggaran untuk alokasi belanja, modalnya akan tetap meningkat. Sedangkan space dari fiskalnya akan dipakai lebih banyak kepada belanja sosial dan pendidikan,”jelasnya.

Sedangkan rencana target penerimaan dan belanja negara, Sri Mulyani menuturkan bahwa total penerimaan negara akan ditargetkan meningkat antara 7,6 persen. Dari sisi belanja negara, untuk belanja pemerintah pusat akan dinaikkan sekitar 7,3 persen dan untuk belanja ke daerah termasuk untuk transfer dana desa terdapat peningkatan  sekitar 8,3 persen.

ilustrasi

“Tapi semuanya masih di dalam hitungan pagu indikatif. Yang jelas tahun depan, pemerintah akan berusaha mendesign APBN 2019 yang dari sisi satu adalah dia tetap memberikan stimulus dan support terhadap perekonomian dan perbaikan sosial. Namun dia tidak menciptakan beban yang terlalu besar sehingga menimbulkan pengaruh terhadap persepsi maupun kredibilitas dari APBN,”imbuhnya.

Terkait menurunnya anggaran infrastruktur tersebut, pengamat ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menuturkan hal tersebut justru akan membuat kinerja APBN tahun depan, tidak kredibel. Sebab, dengan adanya pemangkasan belanja infrastruktur, sementara target Proyek Strategis Nasional tidak dikurangi, maka yang akan dipaksai mendanai adalah BUMN. Dampaknya, kinerja BUMN akan terganggu dengan kondisi utang yang makin menumpuk.

“Jadi sebaiknya jumlah PSN dipangkas 120 proyek lebih agar beban pembiayaan infrastruktur terkendali,” jelasnya, kemarin. Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan 245  proyek infrastruktur yang masuk dalam PSN.

Selain itu, Bhima juga mengkritisi, rencana pemerintah untuk melakukan pemambahan belanja social. Dia menilai, dengan kebijakan bersifat populis tersebut, maka kredibilitas fiscal bisa turun. Begitu juga dengan rencana pemerintah menaikkan target penerimaan negara, hal tersebut akan membuat shortfall makin membengkak.

“Tahun ini targetnya (pajak) naik 20 persen dibanding realisasi tahun lalu. Padahal penerimaan pajak dua tahun terakhir growth nya 4 persen. Shortfall pajak akan membesar, pemerintah akan terbitkan utang lebih banyak untuk tutup defisit anggaran. Nanti ini akan berefek ke kepercayaan investor dan evaluasi credit rating utang,”urainya. (far/ken)

Awetkan Jasad Ibu demi Uang Pensiun

0

 

Sampai Rabu (4/4) lalu, tidak ada yang tahu bahwa Bina sebenarnya sudah meninggal pada 7 April 2015. Kecuali, anak lelakinya, Subhabrata Majumdar, dan suaminya, Gopal. Selama tiga tahun terakhir, mereka sengaja menutupi kematian Bina dari publik. Dengan demikian, Majumdar bisa terus mengambil uang pensiun sang ibu.

Lantas, selama tiga tahun itu ke mana Bina?

’’Kami menemukan mayat perempuan itu di dalam freezer. Jasadnya sudah diawetkan,’’ kata Amitabh Bhattasali, personel Kepolisian Kolkata, sebagaimana dikutip BBC, Jumat (6/4) lalu.

Jenazah Bina terbaring di dalam freezer di lantai 1. Sebelum dibekukan, mayat tersebut dibalsam supaya awet.

Di hadapan polisi, Majumdar mengakui perbuatannya. Dia sengaja membalsam jenazah ibunya dengan senyawa kimia. Pria yang pernah bekerja di pabrik kulit itu dulu setiap hari bersentuhan dengan zat kimia. Bagi Majumdar, tidak sulit mengetahui larutan apa saja yang dibutuhkannya.

’’Tersangka lebih dulu mengeluarkan organ dalam sang ibu sebelum mengawetkannya,’’ ujar seorang polisi. (hep/c14/dos/JPG)

Membangun Optimisme

0

Upaya untuk menumbuhkan kembali ekonomi Batam terus dilakukan. Semua pihak sepakat jika perekonomian “tetangga” Singapura ini harus sehat, kuat, dan kokoh.

Dahsyat. Spektakuler. Itulah sedikit gambaran untuk mewakili event Batam Menari. Lautan manusia memenuhi bundaran Batam Center. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatatnya sebagai rekor baru.

Event garapan Badan Pengusahaan (BP) Batam itu mampu menyedot perhatian orang. Tidak hanya dari Batam. Melainkan dari seluruh penjuru negeri ini.

Wisatawan domestik berdatangan sejak Jumat (6/4) melalui Bandar Udara Hang Nadim. Kebetulan, saat itu saya sedang ada jadwal pertemuan dengan Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso.

Parkiran bandar udara internasional itu sudah penuh sejak pagi. Bus maupun mobil tampak terparkir rapi. Beberapa saya lihat terpasang spanduk atau stiker bertuliskan nama daerah. Saking ramainya, saya pun kesulitan mencari tempat parkir. Hehehehe

Di pintu kedatangan saya memerhatikan lalu-lalang orang yang membawa koper besar sambil menyeruput kopi di sebuah kafe. Karena penasaran saya pun iseng. Pertanyaan pun muncul.

“Ada agenda apa di Batam,” tanya saya kepada salah satu orang yang duduk di meja sebelah saya. “Mau ikut Batam Menari,” jawab pria paruh baya itu. Katanya, dia berasal dari Bandung, Jawa Barat (Jabar). Dia tidak sendiri. Melainkan bersama kelima rekannya.

Memang. Tidak semua penumpang yang turun, saya tanya. Kebetulan saya ada janji bertemu Direktur BUBU Hang Nadim. Namun setidaknya sudah ada gambaran jika kesibukan bandara pagi itu karena event Batam Menari. Event lokal itu bikin heboh seantero negeri.

Siang harinya selepas salat Jumat, saya dapat penjelasan yang lebih rinci dari kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. Peserta tidak hanya berasal dari Batam, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Luar biasa.

Yang menarik, event menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan. Maklum, sejauh ini Batam masih menjadi tempat tujuan untuk weekend. Tidak hanya wisatawan domestik, melainkan juga mancanegara.

Kabar baiknya, Lukita menyebut jika hotel dan penginapan di Batam terisi penuh. Bahkan, saya dan keluarga pun tidak kebagian hotel untuk merayakan weekend. Kami pun terpaksa weekend di rumah. Hahahahaha

Kenapa memilih di rumah? Karena sejak Sabtu (7/4), jalanan di Batam Center macet total. Buktinya, waktu tempuh dari kantor saya di Graha Pena menuju Perumahan Taman Raya tahap III lebih lama. Sekira 2,5 jam baru sampai. Saya dan keluarga pun takut keluar. Malas kena macet. Hihihihihi

Meski tidak datang langsung, namun saya menyaksikan sendiri kemeriahan Batam Menari lewat foto dan video yang dikirim melalui grup whatsapp karyawan Batam Pos dan media sosial (medsos). Benar-benar luar biasa. Ramai. Meriah.

Terlepas dari kemeriahan itu, ada memang ada “misi terselubung” dari BP Batam. Sebuah misi mulia. Yaitu menggairahkan perekonomian Batam. Ini yang harus kita dukung.

Apakah hanya dengan pariwisata? Tidak juga. Namun setidaknya ada niat baik untuk mengembalikan kejayaan Batam. Ada upaya untuk meningkatkan ekonomi. Lebih baik berusaha daripada tidak sama sekali. Apalagi kalau cuma mengkritik. Ups

Tidak hanya pariwisata, pembenahan infrastruktur dan pembangunan destinasi wisata baru juga akan menjadi salah satu cara memperbaiki ekonomi Batam. Plus regulasi yang tidak berbelit-belit dan kebijakan yanh pro terhadap investasi jadi faktornya.

Bagi saya, Batam Menari dapat menumbuhkan optimisme bagi Batam. Mungkin, saat ini dampaknya belum terlihat. Tapi jika event itu rutin digelar, akan menarik wisatawan untuk datang.

Kalau wisatawan domestik dan mancanegara berbondong-bondong ke Batam, sudah pasti ekonomi akan berputar. Tingkat okupansi hotel tinggi. Tidak lesu lagi. Bahkan bisa menarik investor untuk berinvestasi di Batam.

Ini yang kita inginkan bersama. Ekonomi Batam tumbuh, masyarakat sejahtera. Sukses untuk Batam Menari. Terima kasih telah menumbuhkan optimisme bagi Batam. ***

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

Triwulan Pertama, PAD Batam hanya 17,45 Persen

0
ilustrasi

batampos.co.id – Memasuki triwulan pertama, realiasi pajak dan retribusi daerah Kota Batam berada diangka 17,45 persen, atau Rp 219,5 miliar dari target sebesar Rp 1,25 triliun.

Angka tersebut terdiri dari realiasi pajak sebesar Rp 166,2 miliar dan retribusi Rp 20,3 miliar.

Dari sembilan sektor pajak, pajak reklame yang berada diangka 32,97 persen atau realisasi Rp 2,2 miliar dari target Rp 6,9 miliar.

Pajak hotel realisasi 23,06 persen dengan angka Rp 27 miliar.

Begitu juga dengan pajak restoran, terealisasi Rp 16,8 miliar atau 24,55 persen.

Adapun realiasi pajak yang masih rendah yakni pajak mineral bukan logam sebesar 494 juta atau 5,85 persen. Pajak PBB-P2 Rp 9,3 miliar atau sebesar 5,88 persen.

Selain itu ada juga pajak bea perolehan hak tanah bangunan yang baru terealiasi Rp 62,8 miliar atau 16,5 persen.

“Untuk pajak mineral bukan logam memang begitu kondisi yang kita dapatkan. Mungkin nanti akan ada peningkatan pada bulan-bulan ke depan,” kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Pemko Batam, Raja Azmansyah, kemarin.

Sementara untuk retribusi daerah sendiri, pelayanan persampahan terealisasi 21,31 persen atau Rp 7,4 miliar dari target Rp 35 miliar. Untuk parkir tepi jalan umum Rp 1,9 miliar atau19,38 persen dari target Rp 10 miliar. Retribusi pengujian kendaraan bermotor sebesar 24,8 persen.

Paling rendah retribusi izin mendirikan bangunan yakni targt Rp 30 miliar baru realisasi 4,75 persen atau sebesar Rp 1,4 miliar. Kondisi yang sama juga terlihat di retribusi pengendalian menara telekomunikasi dari target Rp 5,6 miliar tercapai Rp 81 juta atau 1,45 persen.

Terpisah, anggota komisi III DPRD Kota Batam Mulia Rindo Purba meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Di mana diprediksi akan banyak OPD penghasil yang tidak akan memenuhi target.

“Menurut saya akan banyak OPD yang tidak akan memenuhi target. Misalnya BPHTB yang anjlok dan juga dari pendapatan pariwisata,” katanya.

Ia mengaku dalam waktu dekat akan digelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah OPD penghasil. Ini untuk melihat realisasi pendapatan asli daerah. “Kita akan lihat berapa nantinya di triwulan pertama yang sudah didapatkan. Tetapi saya yakin, pendapatannya tidak akan terlalu jauh dibanding tahun lalu,” katanya.

Menurut Mulia Rindo kondisi perekonomian sangat mempengaruhi pendapatan daerah. Misalkan pajak hiburan dan hotel yang minim karena tingkat hunian yang masih rendah.

“Tetapi kami berharap itu jangan menjadi alasan utama. Harus bekerja keras untuk PAD ini,” jelasnya. (rng)

ACT Himpun Kekuatan Relawan Untuk Kemanusiaan

0
Anca Ardiansyah bersama beberapa narasumber memberikan pemaparan materi pada acara Batam Community Gathering yang diselenggarakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Kantor Pemko Batam, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Aksi Cepat Tanggap (ATC) Kepri menggandeng Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kepri gelar acara Community Gathering di Aula Lantai 4 Kantor Wali Kota Batam, MInggu (8/4) kemarin.

Kepala Cabang ATC Kepri Brinanti Sandwika Jalius mengatakan acara tersebut guna menjalin silaturahmi dengan komunitas se Batam. Menurutnya, di Batam cukup banyak komunitas kemanusiaan. Potensi ini jika terhimpun dengan baik aksi kemanusiaan dipastikan akan lebih terasa.

“Kami ingin himpun kita ini agar berada dalam frekuensi yang sama. Kalau berjamaah efeknya lebih masif dan tentu besar,” ucap dia.

Dalam kesempatan ini, pihaknya mengundang sekitra 170 komunitas, dari komunitas kedaerahan (paguyuban) hingga klub motor. Dari sekian banyak yang diundang, ia mengaku acara tersebut dihadiri lebih dari 100 perwakilan komunitas.

“Ada harapan ke depan banyak agenda yang bisa bersama-sama kami lakukan,” harap dia.

Menurutnya, sejak ACT Indonesia didirikan 2005 lalu sudah melakukan berbagai kegiatan kemanuasiaan. Tak terkecuali ACT Kepri, walau baru hadir di Batam Januari 2018 ini, berbagai kegiatan sudah dilakukan dari menggelar kegiatan konser amal, program bantu masjid, hingga ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang gerakan kemanuasiaan sejak dini.

“Artinya kita manusia. Sudah tentu punya kewajiban untuk memanusiakan manusia,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, kini sedang proses menghimpun bantuan beras atau dana yang akan diwujudkan melalui program Kapal Kemanusiaan untuk Suriah. Targetnya ada 1.000 ton beras yang akan dikirim pada 21 April 2018 nanti.

“Dari Kepri kirim uang cash, nanti akan dibelikan beras dari petani-petani kita (Indonesia) sendiri,” pungkasnya. (adi)

Tagar #2019GantiPresiden bikin PDIP Keberatan

0
Kaos #2019GantiPresiden sudah marak diperjualbelikan di lapak-lapak. Gerakan ini juga mendadak viral di sosmed dan sempat menjadi trending topic. (JawaPos.com)

batampos.co.id – Tanda pagar alias tagar #2019GantiPresiden, membuat PDIP geram.

Anggota Komisi II dari Fraksi PDIP Komarudin Watubun memprotes gerakan itu. Pernyataan keberatan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II dengan KPU-Bawaslu di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut Komarudin, gerakan itu dinilainya telah masuk materi kampanye untuk pilpres 2019. Karena itu dirinya meminta Badan pengawas pemilu (Bawaslu) bertindak.

Menanggapi protes itu Anggota Bawaslu Abhan menilai, saat ini belum ada aturan khusus yang mengatur mengenai kampanye di pilpres 2019 mendatang. Sehingga, katanya, peredaran hastag itu pun dinilainya tidak melanggar.

“Hal tersebut belum diatur dan ini juga belum ada paslon dan belum masuk penetapan calon. Maka saya kira belum ada aturan larangan,” kata Abhan.

Senada dengan Abhan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, saat ini belum ada definisi yang konkrit apakah tagar itu bisa masuk dalam kegiatan kampanye. Sebaliknya, kegiatan itu pun belum diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).

“Kalau kegiatan itu masuk dalam kategori kampanye maka sudah diatur (di dalam PKPU Kampanye). Jadi tugas pertama kita adalah mendefinisikan apakah kegiatan itu masuk dalam kegiatan kampanye atau tidak. Kalau masuk kategori kampanye, maka jelas dilarang. Kalau tidak masuk, maka belum diatur PKPU,” tutur Arief.

Sebagai informasi, tagar 2019 Ganti Presiden digagas oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendadak viral di media sosial.

Bahkan, tagar itu telah mengundang Presiden Jokowi ikut angkat bicara. Ia menuturkan, kaus ganti presiden dinilai tidak akan dapat menggantikan posisinya.

(aim/JPC)

Proyek Reklamasi di Sagulung Membandel, Polisi Turun Tangan

0
Inilah hutan bakau yang ditimbun oleh salah satu pengembang di Sagulung, Kamis (2/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Sagulung menahan lima truk pengangkut tanah sejak, Jumat (6/4) lalu. Truk-truk tersebut diamankan dari lokasi proyek penimbunan hutan bakau di belakang kaveling Flamboyan, kelurahan Seipelenggut, Sagulung.

Informasi yang diterima di lapangan, penahanan lima truk beroda sepuluh itu berkaitan dengan aksi protes warga selama ini. Warga protes karena aktifitas proyek itu merusak lingkungan sekitar. Selain merusak lokasi hutan bakau yang menjadi lokasi resapan air, proyek tersebut juga mengotori jalan lingkungan di sekitar lokasi proyek. Beberapa waktu proyek itu sudah dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam karena tidak mengantongi izin kajian lingkungan, namun belakangan pihak proyek kembali beraktifitas sehingga ditertibkan pihak kepolisian.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti terkait penahanan lima truk pengangkut tanah tersebut. Itu karena truk-truk tersebut diamankan oleh Satuan Ditreskrimum Polda Kepri.

“Polda yang amankan. Saya belum tahu apa persoalannya. Di sini hanya dititipkan sementara saja,” ujar Hendrianto.

Meskipun demikian Hendrianto tak menampik jika penangkapan truk-truk itu karena keluhan warga dan juga aktifitas proyek yang tidak mengantongi perizinan yang lengkap.

“Bisa jadi, karena belakangan sering dikomplain proyek itu,” ujar Hendrianto.

Sementara Camat Sagulung Reza Khadafi membenarkan penangkapan lima truk itu karena persoalan proyek reklamasi di lokasi hutan bakau belakang kaveling Flamboyan.

“Sebelumnya sudah kami layangkan surat ke DLH terkait proyek itu. DLH kemudian koordinasi dengan Polda karena proyek itu masih beraktifitas. Makanya truk-truk itu diamankan,” ujar Reza.

Tindakan pihak kepolisian itu diapresiasi Reza. Itu karena proyek reklamasi itu memang bermasalah selama ini.

“Kami sudah cek ke lapangan memang berdampak bagi lingkungan. DLH juga sudah periksa ternyata memang tak ada izin yang lengkap. Penindakan (pihak kepolisian) ini kami apresiasi agar diperhatikan oleh proyek-proyek lainnya kedepan,” ujar Reza.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga di kelurahan Seipelenggut pada umunya mengeluhkan aktifitas proyek penimbunan hutan bakau di belakang kaveling Flamboyan. Proyek itu merusak lingkungan sekitar sebab jika hutan bakau semuanya ditimbun maka bencana banjir akan mengancam ketenangan warga di sana. Selain itu aktifitas kendraan proyek juga mengganggu kenyaman warga. Kendaraan proyek yang bekerja hingga malam hari membuat lingkungan sekitar jadi tak tenang. Jalan lingkungan yang dilalui kendaraan proyek jadi kotor dan berdebuh. (eja)

Polisi Ringkus Komplotan Pencuri di Bawah Umur

0
Ilustrasi ailinstock

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batamkota meringkus seorang komplotan pencuri sepeda motor yang masih di bawah umur. Aksi mereka beberapa bulan terakhir sangat meresahkan warga. Pelaku berinisial Ds, 15 ditangkap di kawasan Botania, Batamcenter, Selasa (27/3) lalu. Sementara, satu rekan Ds masih dalam pencarian oleh Unit Reskrim Polsek Batamkota.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus mengatakan, penangkapan terhadap Ds bermula dari diterimanya laporan dari Hendri yang kehilangan motornya saat terparkir di depan rumahnya, Perumahan Bandar Srimas, Batamkota, Senin (26/3). Hendri yang saat itu baru pulang dari tempat kerjanya sekitar pukul 18.00 WIB langsung masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.

“Kemudian sekitar pukul 02.30 WIB, korban dibangunkan oleh Ketua Rt perumahannya bahwa sepeda motornya telah dicuri dan sedang berada di dekat lapangan bola Perumahan Bandar Srimas,” kata Firdaus.

Dijelaskannya, pada saat kejadian itu warga melihat Ds bersama dengan rekannya tengah mendorong sepeda motor milik Hendri. Namun, warga yang merasa kenal dengan sepeda motor itu langsung berteriak dan berusaha mengejar pelaku. Mengetahui aksinya telah diketahui oleh warga, Ds pun meninggalkan sepeda motor itu di lapangan bola Perumahan Bandar Srimas.

“Karena pelakunya tidak berhasil ditangkap, kemdian warga datang ke Polsek Batamkota untuk membuat laporan. Warga merasa sudah resah, karena sering terjadinya kehilangan di tempat mereka,” tuturnya.

Usai menerima laporan itu, Unit Reskrim Polsek Batamkota pun langsung menuju ke lokasi kejadian untuk dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sesampainya disana, polisi menemukan sepeda motor milik Hendri yang ditinggalkan oleh Ds karena aksinya diketahui oleh warga dan Ds berhasil kabur. Di lokasi kejadian, polisi pun melakukan penyisiran untuk menangkap pelaku.

“Setelah anggota kita berusaha mencari, akhirnya anggota Unit Reskrim Polsek Batamkota mengamankan seorang yang kita curigai sebagai pelakunya di kawasan Botania. Karena pelaku saat itu dalam keadaan badan kotor dan berlumpur,” katanya.

Dari kecurigaan itu, Ds pun kemudian dibawa ke Polsek Batamkota untuk dimintai keterangannya. Saat di Polsek Batamkota, Ds mengakui perbuatannya, bahwa yang mencuri sepeda motor milik Hendri adalah dirinya dengan rekannya berinisial Ab. Sejauh ini, Polsek Batamkota telah menetapkan Ab ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dari pengakuannya, aksi pencurian ini tidak hanya sekali dilakukannya. Tersangka juga telah mencuri di enam lokasi berbeda di wilayah Bengkong dan Batamkota. Sejauh ini, kami baru mengamankan dua barang bukti dan mencari barang bukti lainnya,” imbuhnya. (gie)

Polisi Ungkap Kasus Trafiking

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan Topik Rahman, 38, Jumat (6/4) siang di rumah makan 888, Lubukbaja. Ia diamankan karena telah membawa Yosep, 18, yang akan dipekerjakannya sebagai pembersih kapal di perairan out of port limit (OPL).

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap menuturkan, penangkapan ini bermula dari diterimanya laporan orang tua korban yang kehilangan anaknya sejak, Jumat (23/3) lalu. Terakhir kali, Yosep meminta izin kepada orang tuanya untuk keluar pergi bermain besama dengan teman-temannya.

“Namun sampai laporan itu kita terima, korban belum kembali ke rumah dan orang tuanya juga telah mencari korban ke rumah teman-temannya dan tempat korban biasa main, namun tidak ditemukan,” kata Awal, Minggu (8/4) siang.

Usai menerima laporan itu, kemudian Unit Reskrim Polsek Lubukbaja melakukan penyelidikan di lapangan. Dari hasil penyelidikan dan memintai keterangan dari beberapa orang saksi, salah satu saksi mengatakan bahwa ia sempat meliaht Yosep pergi bersama dengan Topik. Dari sana, polisi pun mengejar Topik untuk mendapatkan keberadaan Yosep.

“Akhirnya kami mendapat informasi bahwa tersangka sedang berada di rumah makan 888. Kemudian dari informasi itu, pelaku kami amankan saat tengah makan siang,” tuturnya.

Usai diamankan, Topik mengaku bahwa Yosep sedang berada di perairan OPL untuk dipekerjakan sebagai pembersih kapal. Kemudian, Yosep pun dijemput dan dikembalikan kepada pihak keluarganya. Dari pengakuan Yosep kepada penyidik, ia terpaksa mengambil pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Dari pengakuan korban, dia ini yang memang mau pekerjaan tu. Katanya untuk mencari uang rokok sama makannya sehari-hari. Korban selama ini tidak bekerja dan sudah lama putus sekolah,” kata awal.

Awal menambahkan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah ada pekerja lainnya yang dikirimkan Topik ke Perairan OPL. Disana, gaji sebagai pembersih kapal tergantung dari pesanan kapal yang mau dibersihkan. Biasanya, mereka akan mendapakan upah sebesar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu perharinya.

“Kerjaan disana tergantung berapa orang yang bekerja. Karena disana banyak pekerjanya,” imbuh Awal. (gie)

Online Single Submission Batam akan Diluncurkan Akhir April

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sistem Online Single Submission (OSS) Batam akan diluncurkan akhir April ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal (DPM) dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, keberadaan sistem ini akan semakin mempermudah bagi investor, untuk melakukan pelayanan perizinan terkait investasi.

“OSS itu merupakan tahapan yang paling domain. Rencananya OSS akan di launching langsung oleh pemerintah,” ujar Gustian.

Gustian mengakui akan melangsungkan rapat pada 11-13 April di Lombok membahas perihal peluncuran  OSS tersebut. Daerah yang diresmikan meliputi Batam, Palu, dan Palangkaraya.

“Pemko sudah siap dengan apa yang diperlukan untuk kebutuhan OSS, seperti integrasi sistem (untuk berusaha), beserta tim satgas jenis perizinan,” katanya.

Sementara itu perihal peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP), juga akan dilangsungkan pada April ini. Diresmikan langsung oleh Presiden Indonesia, Jokowi. Namun terkait tanggal kepastian, Gustian tak bisa memastikan.

“Terkait tanggal tak bisa dipastikan. Pak Presiden akan datang secara langsung. Namun persiapan di Mal Pelayanan Publik sudah siap 100 persen. Jadi tak ada persiapan yang perlu dilakukan lagi secara khusus,” paparnya.

Gustian mengatakan semua pelayanan perizinan sudah menggunakan sistem online. Dari sebelumnya 33 perizinan online sekarang jadi 71 yang ada di PTSP.

“Lagi berjalan proses integrasinya. Jadi sekarang lagi mengumpulkan data-data perizinan di kepolisian, imigrasi, dan BP Batam, paling lambat 5 bulan selesai,” jelasnya. (rng)