Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12236

Disduk Buka Layanan Online Pembuatan Akta Kelahiran Anak

0

batampos.co.id – Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam terus memperbaiki layanan yang dapat mempermudah warga membuat akta kelahiran. Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan pembuatan akte kelahiran gratis ini melalui sistem online dengan cara membuka DisdukcapilBisa.

Masyarakat yang ingin membuat akta kelahiran anak cukup mengisi formulir dan mengunduh dokumen seperti KTP orang tua dan saksi dua orang, kartu keluarga, akta nikah, dan surat keterangan lahir.

“Dokumen itu tak perlu di scan, cukup di foto kemudian diunduh,” ujar Said, Rabu (28/3).

Dia mengatakan layanan online ini merupakan cara untuk mempermudah masyarakat mendapatkan akta kelahiran anak. Sebab ia menilai kesadaran masyarakat untuk mengurus akte kelahiran masih kurang.

“Dengan kemudahan ini masyarakat bisa mengurus dokumen anak mereka,” katanya.

Namun demikian, Said menekankan jika layanan ini hanya untuk bayi yang berumur di bawah 60 hari. Layanan ini juga tidak memakan waktu lama, hanya empat hari kerja saja.

“Kalau datanya terverifikasi, tak ada kesalahan, bisa langsung dicetak, jadi sangat singkat” jelasnya. (une)

Sewa Kamar Rusun hanya Rp 127 Ribu

0
Penghuni Rusun Tanjunguncang, Batuaji, menjemur pakaian. Tinggal dirusun itu murah dan nyaman. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Potensi aset berupa lima unit rumah susun (rusun) akan dimanfaatkan Badan pengusahaan (BP) Batam untuk mengakomodir kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Batam. Hingga saat ini, tingkat okupansinya masih sangat rendah dibawah 60 persen sehingga diimbau bagi MBR agar segera menempatinya karena BP Batam menerapkan tarif yang terjangkau.

“Rusun, kami punya lima lokasi yakni di Mukakuning, Kabil, Batuampar, Sekupang dan Tanjunguncang. Rusun paling ramai ada di Mukakuning sedangkan di Tanjunguncang masih dibangun. Masih banyak yang kosong,” kata Direktur Pengembangan Aset BP Batam Dendi Gustinandar di Gedung Marketing Centre BP Batam, Rabu (28/3).

Rusun-rusun yang memiliki empat hingga lima lantai ini akan diprioritaskan unutk mengakomodir kebutuhan pekerja terutama pekerja baru di Batam. Tarifnya cukup terjangkau. Tarif termahal mencapai Rp 172.500 per orang per bulan di luar tarif air dan listrik dan lokasinya ada di lantai-lantai bawah. Sedangkan tarif termurah mencapai Rp 127.500 perorang per bulan dan lokasinya ada lantai-lantai teratas.

“Secara keseluruhan jumlah kamar dari seluruh rusun milik BP Batam ada 1820 unit, satu kamar cukup untuk empat orang. Fasilitasnya adalah tempat tidur, lemari, air dan listrik dan gorden. Ada juga community centre-nya,” tambah Dendi.

Dendi mengimbau kepada warga-warga yang saat ini tengah bermukim di rumah liar agar segera pindah ke rusun karena sekarang fasilitasnya sudah banyak yang dibenahi dan keamanannya terjamin. Dilengkapi juga dengan sarana olahraga.”Lebih baik tinggal di rusun karena merupakan tempat tinggal yang layak. Daripada di ruli yang tidak legal dan tak bersih,” paparnya.

Berdasarkan data yang dimiliki BP Batam, rusun dengan kamar terbanyak ada di Mukakuning. Jumlahnya 576 kamar. Kemudian rusun di Kabil dengan 418 kamar. Lalu rusun di Batuampar dengan 256 kamar. Rusun di Sekupang memiliki 64 kamar dan terakhir rusun yang masih proses pembangunan di Tanjunguncang punya 160 kamar.

“Di Mukakuning dan Kabil rusunnya memiliki lantai dan lainnya punya empat lantai. Untuk tingkat huniannya, kenaikan mencapai 6 persen dari Januari 2018 sebanyak 2661 orang menjadi 2822 orang pada Februari lalu,” katanya.

Tarif sewa rusun perbulan ini nanti akan menjadi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang nanti akan digunakan untuk pembangunan kota Batam. Pada tahun lalu, BP Batam memperoleh Rp 7,679 miliar hanya dari tarif sewa rusun ini.

Dukungan pemerintah untuk memberikan hunian yang layak kepada MBR memang sangat diharapkan pengembang. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan pernah mengatakan setiap tahun Batam mendapat target untuk membangun rumah murah bersubsidi. Namun masalah yang menghadang adalah BP Batam tidak akan mengalokasikan lagi lahan untuk pembangunan rumah tapak.

“Pembangunan menuju pemukiman vertikal itu bagus. Tapi harganya rumah tapak subsidi jauh lebih murah dari apartemen subsidi,” jelasnya.

Harga rumah murah melalui pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih bisa dijangkau. Harganya Rp 129 juta per unit dan merupakan ketetapan dari Kementerian Perumahan Umum dan Pekerjaan Rakyat.

Sedangkan jika berfokus untuk membangun pemukiman vertikal, maka pasaran harganya belum bisa dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Harganya masih dua kali lipat dari harga rumah tapak subsidi berdasarkan ketetapan dari pemerintah.(leo)

Makin Diberitakan Tambang Pasir Darat makin Giat Bekerja sebab …

0

batampos.co.id – Terkait keberadaan aktivitas penambangan atau pengerukan pasir ilegal di kawasan Panglong Nongsa, sampai saat ini Pemko Batam belum mampu melakukan penertiban ataupun penutupan aktivitas tersebut.

Sebab, hasil dari penambangan pasir tersebut, tak hanya mengalir oleh penambang saja, tapi mengalir ke banyak oknum dari beberapa instansi dan institusi.

Seperti pengakuan salah satu sumber Batam Pos yang juga beraktivitas menambang pasir sebagai mata pencaharian sehari-harinya, Wa.

Menurutnya, meski saat ini media lagi gencar mempublikasikan keberadaan aktivitas penambangan pasir ilegal di kawasan Panglong Nongsa, hal tersebut tak akan mampu menghentikan atau bahkan menutup aktivitas tambang pasir ataupun ciut nyali.

“Gimana mau dihentikan, tambang pasir di sini kan sudah belasan tahun beroperasi. Mulai masih belum berkeluarga sampai saya sudah punya anak dan menghidupi anak istri, ya dari hasil cari pasir di sini,” ujar Wa, Senin (26/3).

Wa mengaku dalam sehari, mampu mengantongi uang dari hasil penjualan, bersih Rp 200 ribu. Namun ia mengaku, sebenarnya kalau tak banyak pihak yang mendatanginya yang mengaku sebagai tamu dari beberapa instansi atau institusi yang meminta upeti, ia bisa mengantongi lebih dari Rp 300 ribu perharinya.

“Makin gencar pemberitaan di media, bukannya mereka (oknum peminta upeti atau setoran) menghentikan volume kunjungannya ke penambang, justru makin sering datang meminta setoran uang dengan kompensasi aktivitas kami di jamin aman,” terang Wa.

Namun Wa tak berani menyebut secara spesifikasi siapa oknum dari institusi maupun instansi yang dimaksud.

“Itulah yang bisa saya kasih tahu. Kalau saya buka semua, taruhannya anak istri saya,” katanya.

Bahkan saat lagi bekerja di salah satu perusahaan di Batam pun, Wa sering kali mendapat telepon dari istrinya yang memberitahukan kalau ada tamu yang datang kerumahnya untuk meminta setoran.

“Gimana saya tak pusing, tak dikasih, saya takut ditangkap dan tak bisa cari pasir lagi. Dikasih, mereka bukan sekali dua kali datang, dalam seminggu ada yang sampai empat kali datang,” terang Wa.

Siapa yang membeli pasirnya selama ini? Wa mengaku, dirinya sudah memiliki pembeli tetap yang tiap hari selalu datang mengangkut pasir hasil ia mengisap menggunakan mesin pengisap.

“Kalau soal harga, seragam semua di sini. Kami ada perkumpulan koperasi. Dari situlah harga ditetapkan. Kalau pasir di sini itu harganya paling murah, apalagi kalau ada pembeli yang datang langsung bawa angkutan, bisa lebih murah lagi,” terang Wa.

Bukan hanya Wa saja yang sering didatangi oknum dari institusi ataupun instansi pemerintah. Beberapa rekannya sesama penambang pasir pun juga sama nasibnya, dimintai upeti atau yang biasa di kalangan mereka di sebut setoran.

“Tak apalah, daripada mata pencaharian saya diganggu, diintimidasi, selagi saya masih bisa memberi upeti semampu saya, ya saya kasih,” katanya.

Pengakuan salah satu penambang pasir di kawasan Panglong tersebut selaras dengan pernyataan anggota DPRD Batam dari Komisi III, Jefri Simanjuntak.

Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

Kepada Batam Pos, Jefri mengakui, kenapa selama ini penambangan pasir darat di Batam ini Pemko Batam tak berkutik dan tak mampu menutupnya. Padahal dampak kerusakan lingkungannya sudah luar biasa.

“Kalau untuk menutup itu sebenarnya soal mudah, dalam dua hari paling lama itu bisa saja ditutup semua. Yang sulit kan, aktivitas penambangan pasir itu sudah melibatkan semua pihak, banyak oknum instansi pemerintah yang ikut menikmati hasilnya. Banyak kepentingan orang besar yang saya maksud pengusaha juga yang menggantungkan pasokan pasir di Panglong itu,” ujar politikus asal dapil Sagulung ini.

Jefri menegaskan, kalaupun Pemko Batam melalui PPNS nya yakni dari DLH tak mampu untuk menertibkan aktivitas penambangan pasir darat, seharusnya polisi bisa merespon hal itu.

“Polisi ini berwenang sepenuhnya dalam menindak penambang pasir. Sebab pasalnya jelas, kesalahannya jelas, itu aktivitas ilegal. Tapi kenapa ya semuanya seolah tak mau tahu,” tanya Jefri.

Sebelumnya Kepala Distamben Provinsi Kepri, Amjon, semua yang ada di Batam adalah ilegal atau tak berizin semua. Sebab di Batam sendiri memang tidak ada dalam tata ruang satu titikpun untuk tata ruang tambang seperti pasir darat.

Pemko Batam, lanjut Amjon, pernah berkirim surat ke intansi yang dipimpinnya yang isinya ingin membuat tim terpadu untuk menertibkan aktivitas pencurian pasir atau tambang ilegal di Batam. Hal tersebut dinilai Amjon sebenarnya hal yang tak perlu.

“Sudah jelas kok, tata ruang di Batam menegaskan tak ada satu titik pun izin tambang termasuk pasir darat. Mereka itu unsurnya sudah pidana, mencuri pasir. DLH Batam harus tegas, Pemko Batam harus tegas, tangkap mereka. Begitu juga polisi berhak menangkap mereka. Karena apa, unsurnya murni itu pencurian yang masuk ranah pidana,” ujarnya.

Tugas dan tanggung jawab Distamben Kepri, lanjut Amjon, berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan adalah mengawasi, mengontrol, menginvestasi dan memberikan pengawasan kepada tambang-tambang berizin atau legal yang terdaftar.

“Pengawasan kami terhadap tambang legal. Tapi setelah berizin mereka masih melaksanakan kegiatan di luar amdal, di luar IUP, maka itu adalah jadi tanggung jawab kami untuk memperkarakan atau menindak. Kalaupun ada aktivitas tambang yang tak berizin di kami, itu bukan ranah kami, tapi ranah pemerintah daerah setempat penindakannya,” terang Amjon.

Amjon mengaku sampai saat ini pihaknya tak tahu di Batam ada aktivitas penambangan pasir darat.

“jangankan itu, titiknya di mana saja kami tak tahu, orangnya kita tak tahu, pakai PT apa juga tak tahu. Kalau pemerintah daerah setempat mengetahui itu, ya tindak lah, turunkan PPNS atau gandeng polisi untuk menindaknya, bukan dilemparkan kesalahan ke kami. Mereka itu unsurnya sudah jelas mencuri pasir. Jangan diberi angin aktivitas pencurian pasir ini, jangan diberi ruang gerak mereka beraktivitas mengeruk pasir darat,” ujar Amjon mengakhiri. (gas)

Jalan Laksamana Bintan, Bermula dari Simpang Gelael-Franky, Diperlebar April

0

batampos.co.id – Pelebaran ruas jalan Laksamana Bintan dari Simpang Gelael ke Simpang Frengky Batamcenter direncanakan dikerjakan April nanti. Untuk diketahui, proyek yang didanai dari Anggaran Pendapatandan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ini sedang dilelang.

“Kalau lelang tak masalah, April ini bisa kami kerjakan,” kata Yumasnur, Rabu (28/3) siang.

Untuk diketahui Batam kini tengah gencar pembangunan infrastrukturnya, terutama jalan. Sementara proyek infrastruktur yang dibiayai oleh APBD Kota Batam, Yumasnur mengatakan ada sejumlah paket kini yang tengah dipersiapkan untuk dilelang April nanti.

“Terbaru kami akan masukkan lagi 20 paket untuk dilelang,” ucap dia.

Sebelumnya, ia menyampaikan, sejumlah proyek fisik itu seperti pengerjaan Simpang Kuda-Bengkong Seken, Masjid Raya-Simpang Kabil, KDA-Bundaran Kantor Camat Batam Kota, Simpang Apartemen Harmoni-Simpang Polsek Lubuk Baja, Simpang Polsek Lubuk Baja-Simpang Baloi Center, Simpang Baloi Center ke -Simpang Kampung Nelayan.

¡°Kalau sudah lelang akan dikerjakan segera,¡± ujar dia.

Ditanya apakah rencana hingga November proyek fisik selesai, ia mengatakan tahun ini beberapa jalan yang akan dilebarkan ada yang dilanjutkan tahun depan. Fokus utama tahun ini, kata Yumasnur yakni pembebasan ruang jalan dari bangunan di atas Right Of Way (ROW) terlebih dahulu.

¡°Kita target buka dulu, 2019 dituntaskan,” imbuhnya. (adi)

Penyelundup Sabu 1,6 Ton Takut dengan Polisi China, Mereka Buka Mulut

0
Pasukan Brimob Polda Kepri mengawal para tersangka yang membawa sabu 1,6 ton saat ekspos di Pelabuhan Logistik Sekupang, Jumat (23/2). Ekpos pengungkapan narkoba langsung oleh Mentri Keuangan Sri Mulyani bersama Kapolri Jendral Tito Karnavian dan sejumlah Muspida. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, anak buah kapal (ABK) pembawa sabu seberat 1,6 ton akhirnya buka suara.

Mereka membeberkan siapa bos atau pemilik barang haram yang coba diselundupkan ke wilayah Indonesia tersebut. Mereka baru mau bicara setelah diperiksa polisi dari Tiongkok.

Pihaknya memang meminta bantuan polisi dari negeri tirai bambu untuk melakukan pemeriksaan kasus penyelundupan sabu sebessr 1,6 ton itu.

Sebab, para anak buah kapal yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebelumya berupaya mengaburkan keterangan ketika pihaknya melakukan pemeriksaan.

“Begitu yang datang polisi China, mereka takut sama Polisi China loh. Diperiksa, diskusi, catat, diartikan, kebuka semua. Sampai kita tahu transporternya, pengendalinya siapa, bosnya siapa,” kata dia di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/3).

Eko mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan kemarin usai jam makan siang.

“Langsung diperiksa tiga jam, dia (Polisi China) dapat perkembangan lagi yang kami nggak tahu. Luar biasa,” imbuhnya.

Dia menuturkan, kini sudah diketahui nama dan posisi dari bos dan pengendali sabu seberat 1,6 ton itu. Polisi dari Tiongkok itulah yang nantinya akan melakukan pengejaran.

“Dia bilang kalau mereka pulang, mereka langsung bekerja mengejar pengendali dan bosnya,” ujar jenderal bintang satu itu.

Jika sudah ditangkap, Kepolisian Tiongkok akan mengabarkan langsung perkembangannya ke Polri.

“Kami tunggu pengendali dan bos di sana ditangkap Polisi China, nanti mereka akan kabari kami di sini orangnya siapa,” pungkas Eko.

Sekadar informasi, pengungkapan aksi penyelundupan 1,6 ton lebih sabu di kawasan Kepulauan Riau dilakukan oleh Tim Gabungan dari Satgasus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam pada Selasa, 20 Februari 2018.

Aksi penyeludupan sabu tersebut, dilakukan dengan menggunakan kapal berbendera Singapura yang berisikan empat orang ABK beretnis Tionghoa.

Keempat ABK tersebut diketahui bernama Tan Mai,69; Tan Yi,33; Tan Hui, 43 sebagai nakhoda kapal; dan Liu Yin Hua, 63.

Kapal tersebut ditangkap saat berada di perairan Kepulauan Anambas, Kepri. Dalam penangkapan itu, petugas gabungan menemukan 81 karung yang berisikan Methampetamine yang masing-masing karung kurang lebih berisikan 20 kilogram sabu. (dna/JPC)

BRK Sebagai Wajib Pajak Kontributor Besar

0
Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika menyerahkan penghargaan sebagai wajib pajak kontributor besar kepada Dirut BRK, Irvandi Gustari di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (27/3). F. Bank Riau Kepri untuk Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau dan Kepri, Jatnika menyerahkan penghargaan kepada Dirut Bank Riau Kepri (BRK), Irvandi Gustari bersama perusahaan besar lainnya yang taat pajak.
“Ini (penghargaan,red) bukti bahwa Bank Riau Kepri sebagai perusahaan yang taat dan tertib dalam pembayaran pajak,” ujar Jatnika di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Selasa (27/3).
Dijelaskan Jatnika, bank berlogo tiga layar terkembang ini meraih penghargaan dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Kota Pekanbaru sebagai wajib pajak kontributor besar.
Kepala KPP Madya Pekanbaru, Harri Hermawan Soellas menambahkan kegiatan ini adalah salah satu cara untuk lebih dekat dengan wajib pajak. Ia juga mengimbau seluruh wajib pajak segera melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak sebelum 31 Maret 2018.
“Kami berharap wajib pajak terus berkontribusi dalam membangun daerahnya dengan taat membayar pajak,” ungkapnya.
Dirut BRK, Irvandi Gustari menyampaikan apresiasi atas penghargan yang diberikan KPP Madya Pekanbaru. Sebagai bank yang memiliki komitmen, BRK selalu mentaati kewajibannya dalam pembayaran pajak setiap bulannya.
“Sebagai Bank Daerah, Bank Riau Kepri berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak,” ungkapnya.
Sementara itu di tempat terpisah Bank Riau Kepri juga melakukan penandatanganan MoU dengan Dewan Pengurus Daerah Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Provinsi Riau, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, tentang Pembentukan dan Kegiatan APEX BPR, Rabu (28/3).
Kepala OJK Riau, Yusri mengapresiasi BRK yang memiliki komitmen untuk membangun dan membesarkan APEX Bank Riau Kepri dalam menumbuhkan perekonomian di Provinsi Riau.
“APEX Bank Riau Kepri berperan sebagai bank pengayom dari BPR yang menjadi anggotanya,” jelas Yusri.
Dirut BRK, Irvandi Gustari berharap dapat menumbuh kembangkan BPR-BPR yang menjadi anggota APEX Bank Riau Kepri dengan bersinergi sambil berbisnis.
Selanjutnya mampu meningkatkan ekspansi kredit perbankan terhadap UMKM. Secara internal, BRK akan menyempurnakan pola kerja dan program sebagai implementasi ideal BRK sebagai APEX Bank.
“Saat ini sudah ada 27 BPR yang bergabung menjadi anggota APEX Bank Riau Kepri. Dan Bank Riau Kepri merupakan 3 BPD pertama yang menjadi APEX Bank dari 27 BPD yang ada di Indonesia,” pungkasnya.(cca)

Tiga Kasus Pencabulan Anak Dibawa Umur

0
Pelaku asusila diamankan di Mapolsek Gunung Kijang usai melakukan perbuatan asusila terhadap pacarnya. F. Polsek Gunung Kijang untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Bunga, 14, sebut saja demikian korban asusila oleh bapak tiri terpaksa menanggung rasa malu. Akibat perbuatan bapak tirinya, Bunga hamil 8 bulan.
Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning melalui Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang Aiptu Edward L Manik ketika dihubungi Selasa (27/3) sore, membenarkan pihaknya menangani kasus asusila dengan tiga korban anak di bawah umur. “Tiga kasus asusila dalam sebulan,” kata dia.
Kasus pertama terungkap pada Selasa (6/3) lalu di Km 16 Kilometer Toapaya Selatan. Kisahnya, pelaku berinisial R, 47, adalah bapak tiri dari korban.
Kejadian pemerkosaan diduga telah berulang kali terjadi. Sebab akibat perbuatan pelaku, korban hamil dan usia kandungan korban sudah 8 bulan. “Pelaku dan korban tinggal satu rumah, sementara ibu korban sudah dua bulan tak pulang,” kata dia.
Kasus kedua terungkap pada Jumat (23/3) lalu di Pantai Desa Teluk Bakau. Korban sebut saja Mawar, 16, hamil 6 bulan akibat hubungan terlarang dengan si pacar lelaki berinisial Hn, 21. “Keluarga korban melaporkan ke kantor polisi,” kata dia.
Kasus ketiga terungkap Senin (26/3) lalu di Kampung Beringin Kawal. Kasus ini bermula dari kecurigaan pihak keluarga karena korban sebut saja Melati, 17, tak pulang ke rumah dalam beberapa hari.
“Ibu korban melaporkan ke polisi, karena anaknya tak ngaku dari mana,” kata dia.
Lalu pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap korban dan diketahui kalau korban telah melakukan perbuatan terlarang dengan pacarnya inisial L, 20.
Manik mengatakan, tiga pelaku telah diamankan. Pelaku inisial R dan Hn dititipkan di Rutan Tamjungpinang, sedangkan pelaku L ditahan di Maposek Gunung Kijang.
Terkait kasus asusila dengan korban di bawah umur, ia mengatakan, ketiga pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dan diancam kurungan penjara maksimal 15 tahun.(met)

Bersama Membuat Terobosan Baru di Musrenbang Kepri

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memukul gong pada pembukaan Musrenbang tingkat Provinsi Kepri di HOtel CK, Tanjungpinang, Rabu (28/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun membuka Musyawarah Rencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepri Tahun 2018 di Hotel CK, Tanjungpinang, Rabu (28/3). Musrenbang ini untuk menyusun rencana pembangunan yang dilakukan pada 2019.

Pembukaan ditandai pemukulan gong Gubernur didampingi Wakil Gubernur Isdianto, Sekretaris Daerah (Sekda) TS. Arif Fadillah, Ketua DPRD Jumaga Nadeak, Anggota DPR RI Dapil Kepri Dwi Ria Latifa beserta jajaran FKPD dan unsur terkait.

Gubernur mengatakan pentingnya bekerja bersama melakukan terobosan-terobosan yang kreatif dan energik. Terobosan kreatif itu bukan hanya milik Gubernur berserta jajaran OPD saja, namun juga pihak DPRD, Kabupaten, dan Kota juga seluruh elemen masyarakat serta pemerintah pusat dalam membangun sinergi. “Agar hasilnya dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Nurdin.

Pertumbuhan Kepri yang selama ini berpusat di Batam seharusnya dijadikan acuan bagi kabupaten dan kota lainnya untuk terus meningkatkan dan menunjukkan kemampuannya. Nurdin yakin semua daerah di Kepri mampu melakukannya. “Karena pembangunan harus merata untuk semua daerah,” lanjut Nurdin.

Menjadi poros maritim dunia dikatakan Nurdin bahwa Kepri merupakan tempat yang strategis untuk mencapai hal itu. Maka beberapa pelaksanaan proyek strategis Nasional diharapkan terus diupayakan.

Kepada Wakil Gubernur yang baru saja dilantik Presiden, Nurdin mengucapkan selamat bertugas dalam membangun Kepri. Semoga segera dapat mejawab apa yang dibutuhkan masyarakat yang tertuang dalam proses pembangunan di Kepri.

Musrenbang ini berlangsung selama 2 hari yakni 28-29 Maret 2018, dengan mengundang Drs. Eko Subowo, MBA Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri RI dan Ir. Rudy Soeprihadi Prawiradinata MCRP. PhD Deputi pengembangan regional Bappenas RI yang bertindak sebagai narasumber.

Diikuti oleh kurang lebih sebanyak 800 orang yang terdiri dari FKPD, DPR dan DPD RI, Kementerian dan Lembaga, BUMN, Bupati dan Wali Kota beserta jajaran OPD, Perguruan Tinggi, Insan Pers dan tokoh masyarakat.

“Output yang dihasilkan adalah kesepakatan program kegiatan pembangunan berserta usulan-usulan program,” kata Kepala Barenlitbang Naharuddin dalam laporannya.

Dengan mengambil tema peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan ekonomi, keberlanjutan infrastruktur serta pengembangan pusat kebudayaan Melayu Kepri, dilanjutkan Nahar merupakan cerminan dalam acuan rencana jangka menengah daerah serta menyelaraskan dengan tema pembangunan nasional.

“Sebagai forum musyawarah antar stakeholder yang dituangkan dalam rencana kerja Pemerintah Daerah,” lanjut Nahar.

Nahar melanjutkan Musrenbang tahun ini berfokus pada 5 item antara lain: peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan pusat kebudayaan Melayu, pengembangan infrastruktur wilayah dan pengembangan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak dalam penyampaian pokok-pokok pikiran DPRD mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya bersama-sama dalam menunjang kinerja pemerintah daerah. “Kita terus mengikuti dan mengevaluasi semua program pembangunan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata Jumaga.

Mewakili Menteri Dalam Negeri Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Eko Subowo mengatakan tahapan yang panjang telah dilalui sehingga sampai pada pelaksanaan Musrenbang tingkat Provinsi ini diharapkan dapat menjadi acuan yang pasti dalam program pembangunan.

“Agar semua pemangku kepentingan dapat melakukan penajaman kembali program-program yang diusulkan sehingga timbul kesepakatan bersama terkait pembangunan daerah,” kata Eko.

Kemudian Deputi pengembangan regional Bappenas RI Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan bahwa pelaksanaan Musrenbang harus terus berfokus dan mempertajam juga mensinergikan pemikiran untuk pembangunan berkualitas.“Untuk memastikan pemerataan pembangunan di seluruh daerah di Kepri,” kata Rudy.

Tampak pula hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Tokoh masyarakat, Insan Pers beserta tamu undangan lainnya. (bni)

Terjatuh di Kantor, Staf DPRD Batam Wafat

0
Yani, istri Sophian menangisi kepergian suami.

batampos.co.id – Staf senior Komisi III DPRD Batam, Sopian terjatuh di lantai ruang DPRD dan tewas mendadak terkena serangan jantung sesaat usai rapat paripurna selesai, Kamis (29/3) sekitar pukul 12.45 WIB.

Ia terjatuh dan tewas di lantai gedung DPRD Batam, tepat di dekat pintu masuk ruang Komisi III.

ASN yang sudah bertugas di DPRD Batam sejak tahun 2003 ini sebelumnya sempat mengobrol bersama salah satu kawannya sesama staf DPRD Batam.

 

Saat terjatuh, beberapa staf DPRD Batam langsung berteriak dan membopong tubuh Sopian. Begitu juga anggota DPRD Batam seperti Werton, Nono, Amintas, Sugito, Idawati Nursanti langsung ikut membopong dan mencoba memompa dada korban.

Tahu kondisi Sopian sudah parah, beberapa staf anggota DPRD Batam langsung membopong korban dan memasukkannya ke dalam mobil. Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Elizabeth Batamkota.

 

Sopian meninggalkan empat anaknya yang masih kecil-kecil dari pernikahannya bersama istrinya, Yani.

Kepada Batam Pos, anggota Komisi III DPRD Batam, Bustamin yang ikut mengantar dan membawa jenazah hingga ke RS Elizabeth Batamkota mengatakan, Sopian meninggal dunia sebelum sampai ke RS. (gas)

Kapolresta Barelang Berharap Pelaku Pembuang Bayi Bisa Diungkap

0

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki memerintahkan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) bersama polsek jajaran untuk berupaya maksimal mengungkapkan kasus pembuangan bayi di Batam.

“Kami upayakan untuk mengejar siapa pelaku pembuangan bayi ini. Kami juga sudah terima laporannya. Kami harapkan dalam waktu dekat tim di lapangan bisa segera membongkar kejahatan ini,” kata Hengki, Kamis (29/3).

Menurut Hengki, maraknya kasus pembuangan bayi tidak terjadi begitu saja. Ada aspek lain yang menjadi pemicu berlakunya pelanggaran ini. Salah satunya aspek moral orang-orang atau generasi sekarang yang tidak terbatasi. Sehingga mereka melanggar hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Faktor pemicu lainnya adalah kondisi ekonomi Batam yang masih belum pulih. Sehingga membuat oknum-oknum tersebut cenderung terbebani dengan hadirnya anak. Mereka lebih memilih meninggalkan bayinya karena tidak mampu membiayainya.

“Biasanya mereka ini orang tua yang tidak mampu membiayai anaknya karena tidak bekerja. Bisa juga karena (bayi) ini hasil hubungan yang tidak sah. Akibat dari pergaulan bebas yang memang meprihatinkan,” ulas Hengki.

Kasus pembuangan bayi menunjukkan kalau Batam memiliki masalah serius yang berkaitan dengan aspek moral, sosial dan ekonomi. Kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Mengingat Pemerintah Kota (Pemkot) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah mengupayakan perbaikan perekonomian.

foto: yuyun / batampos

Terpisah, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Batam Eri Syahrial turut merespons kasus pembuangan bayi di Sei Pelenggut. KPPAD sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait upaya menemukan siapa pelaku pembuangan bayi perempuan tersebut.

Upaya dilakukan bukan untuk mengembalikan si bayi kepada orangtuanya. Namun lebih kepada mencari asal-usul sang jabang bayi. Kalau sudah tertangkap, pelaku akan menjalani proses hukum terlebih dahulu karena memang melakukan pelanggaran.

Jika dalam jangka waktu tertentu pelaku tidak ditemukan, maka bayi tersebut diberikan pengasuhan alternatif. Seperti di panti asuhan atau perorangan atas penetapan pengadilan dan rekomendasi Dinas Sosial (Dinsos).

“Pengasuhan alternatif disiapkan kalau orang tua atau keluarga bayi tidak ditemukan,” jelas Eri.

Bayi tersebut bisa diadobsi orang atau diasuh di dalam lembaga seperti panti asuhan. Tapi proses itu dilakukan harus dibawah pengawasan Dinsos. Tujuannya agar bayi tidak lagi terlantar dan mendapat pengasuhan yang baik. Begitu juga dengan semua kebutuhannya yang tentunya akan terpenuhi. Sekaligus guna menghindari terjadinya proses adobsi secara ilegal.

Namun demikian, Eri menegaskan bahwa sekarang prioritas utama adalah mencari siapa orang tua dan asal-usul bayi. Jika nanti ada keluarga pelaku yang bisa atau memenuhi persyaratan untuk mengasuhnya, maka bayi akan diserahkan kepada keluarganya. Tapi hal tersebut setelah melalui proses panjang agar tidak terulang lagi kejadian serupa. (bbi/JPC)