Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12237

Jalan-jalan di Korea Ditemani Oppa, Mau?!

0

batampos.co.id – Dalam drama (K-Drama) atau film korsel, sering kali para aktor disapa dengan panggilan ‘Oppa’. Oppa sendiri adalah istilah penuh kasih sayang yang digunakan oleh perempuan Korea untuk memanggil keluarga laki-laki, teman, atau kekasih yang lebih tua.

Tapi bisakah para turis bertemu dengan ‘Oppa’ impiannya ketika bertandang ke negeri Ginseng tersebut?

Jawabannya tentu iya. Seperti dilansir dari Koreaherald, Senin (4/2), perusahaan software Korea Selatan telah membuat layanan tur khusus ‘Oh My Oppa’. Mirip dengan aplikasi Tiongkok ‘Hire Me Plz’, ketika berlibur ke Korsel, para turis bisa ditemani ‘Oppa’ impian yang selama ini hanya bisa ditatap lewat layar kaca.

Dalam sebuah wawancara yang dilansir dari Hellokpop, Senin (4/2), CEO Winwincook, Lee Joon-woo, mengatakan konsep liburan ditemani dengan ‘Oppa’ ini lahir dari lelucon umum. Ketika turis asing berkunjung ke Korsel, mereka justru tidak bisa melihat pria-pria tampan di jalanan layaknaya film atau drama korea.

Pengunjung asing biasanya berharap melihat pria-pria tampan di jalanan seperti di K-drama tetapi selalu kecewa.

“Kami pikir, kami akan menyajikan para turis ini dengan pria yang dapat kami banggakan. Meskipun itu adalah lelucon pada awalnya, kami menindaklanjuti dengan situs web yang sebenarnya, dan reaksi media sosial telah melampaui harapan kami,” ujar Lee.

Layanan ‘Oh My Oppa’ sendiri telah berhasil diuji coba pada Maret 2018, dan perusahaan sedang mempersipakan peluncuran secara penuh bulan ini.

Diambil dari situs ‘Oh My Oppa’, layanan ini telah menampilkan tujuh pria Korea tampan yakni Arami, Sean, Hue, William, Jake, Sam, dan Ryan. Tentunya jumlah ‘Oppa’ akan terus bertambah. Pemandu wisata yang terdaftar di situs ini kebanyakan adalah teman-teman pribadi Lee dan rekomendasi oleh kenalan.

Meskipun para Oppa dilayanan ‘Oh My Oppa’ bukanlah pemandu tur profesional, mereka ramah dan senang membantu turis. Tentunya dengan biaya layanan yang telah ditetapkan. Sedangkan kegiatan yang bisa diikuti dalam rangkaian tur ‘Oh My Oppa’ antara lain mengunjungi kafe, tur kota, dan mengambil foto.

Tetapi untuk tempat-tempat wisata yang membutuhkan pembayaran, hanya akan dilakukan jika ada kesepakaran kedua belah pihak.

Lee mengungkapkan permintaan untuk pemandu wisatanya datang dari negara-negara di seluruh dunia seperti Prancis, Inggris, Jerman, Hong Kong, Thailand dan Indonesia. Dia sendiri juga telah menguji layanan dengan bekerja sesekali dengan nama ‘Joon’.

Untuk mengatasi persepsi negatif ‘Oh My Oppa’ untuk menjadi layanan pengawalan pria tingkat tinggi, Lee menekankan ‘oppa’ yang ditampilkan adalah soosk yang diketahui orang asing melalui K-drama.

Secara internal pun, perusahaan menerapkan panduan ketat kepada calon ‘Oppa’, yang memastikan mereka cocok untuk mengambil peran layanan duta besar Korea bagi para wisatawan. Misalnya, pemandu diberitahu untuk tidak mengatur tur malam atau pergi minum dengan para turis yang dialokasikan.

Jadi, Siapkan tas ransel Anda dan bersiap bertemu Oppa impian di Korsel!

(ana/JPC)

Anggota DPRD Batam Minta Pelebaran Jalan Jangan Terfokus di Pusat Kota

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam diminta melakukan pelebaran jalan merata. Pelebaran jalan tidak hanya terfokus di pusat kota. Wilayah mainland seperti Sagulung, Sei Beduk, dan Batuaji juga perlu diperbaiki infrastrukturnya.

“Masih banyak wilayah yang perlu diperbaiki infrastrukturnya. Termasuk di tiga wilayah ini belum tersentuh sampai saat ini,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jeffry Simanjuntak, Minggu (1/4).

Ia meminta Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Daerah Kota Batam, tidak hanya terfokus di satu daerah saja. Jika memang ada pelebaran jalan, politisi PKB tersebut meminta harus ada kajian secara umum, dan menyeluruh.

“Kita sepakat dengan pelebaran pemko. Tapi diwilayah seperti Sagulung, Batuaji, masih sering terjadi macet,” tuturnya.

Bapelitbang diminta memperhatikan dengan benar apa saja yang jadi rujukan prioritas yang dijadikan patokan pembangunan.

“Karena teknisnya ada dibapelitbang. Harusnya ada rujukan,” sesalnya.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Batam, Eki Kurniawan menilai, pelebaran jalan dari Muka Kuning-Batuaji sudah sangat mendesak. Apalagi setiap jam sibuk, jalan tersebut sudah menjadi langganan macet akibat tidak mampu lagi mengurai jumlah kendaraan.

“Pagi dan sore hari saat pertukaran shift karyawan, kawasan tersebut selalu macet,” katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melakukan pelebaran di pusat kota saja. Semua wilayah di Kota Batam yang menjadi titik kemacetan harus tersentuh. “Seharusnya sudah jadi prioritas. Coba lihat pagi hari, seperti apa kemacetannya,” imbuh Eki.

Sebuah alat berat dari Dinas Bina Marga Kota Batam sedang melakukan pembongkaran bangunan yang berada di tepi jalan kawasan Bengkong, Selasa (27/3). Pembongkaran tersebut untuk dilakukan pelebaran jalan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

 

Sebelumnya, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam juga sedang mengebut penyelesaian proyek pelebaran jalan di sejumlah titik di Batam. Beberapa poin yang digesa, di antaranya di Simpang BNI Sei Panas menuju Simpang Fly Over Laluan Madani, dari arah Planet Holiday ke The Hills, dan sejumlah titik lainnya.

“Itu sudah berjalan. Alat berat sudah kita kerahkan. Mudah-mudahan cuacanya mendukung,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur. (rng)

Liburan Usai, Turis kembali Padati Pelabuhan Laut, Balik

0
Ribuan orang memadati pintu keberangkatan Terminal Pelabuhan Ferry Internasional Batamcenter. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Arus balik libur akhir pekan terlihat ramai di Pelabuhan Internasional Batam Center, Minggu (1/4). Terdata, sebanyak 10 ribu lebih turis yang didominasi asal Malaysia dan Singapura mulai meninggalkan Batam.

Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Center, Erwin Sjafrizal mengatakan, arus balik mulai terlihat ramai sejak pukul 14.00 WIB. Sementara itu, jumlah penumpang yang berangkat hingga siang ini menjadi 79 kapal.

“Karena di momen libur seperti ini ada ekstra keberangkatan ke Singapura sebanyak 12 kapal,” katanya.

Memasuki sore hari ini arus balik long weekend terus meningkat. Ini terlihat dari ratusan turis yang terus mengalir tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center. Begitu juga dengan penumpang lokal, terpantau cukup ramai.

“Kita perkirakan hingga sore arus balik akan terus meningkat,” lanjut Erwin.

Ia melanjutkan penumpang yang ramai masih didominasi tujuan ke Singapura. Pihaknya syahbandar mengaku sudah berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan. Setiap penumpang yang boarding harus di sesuaikan dengan jadwal kapalnya.

“Kita juga sudah berikan jadwalnya,” tutur Erwin.

Dari segi petugas keamanan, lanjutnya, ia mengaku bekerjasama dengan pihak pengelola pelabuhan. Agar sekuriti yang bertugas bisa mengatur boarding, ruang tunggu, dan lainnya. Agar tidak mengalami kepadatan yang cukup parah. (rng)

Lima Kapal Perang TNI AL berada di Natuna

0
tni al

batampos.co.id – Lima kapal perang TNI AL berada di perairan Natuna, Kepri. Ada apa di sana?

Komando Armada Barat (Koarmabar) menggelar latihan tempur di perairan Natuna Utara, selama 4 hari dari tanggal 27 Maret sampai dengan 30 Maret 2018.

Latihan tempur laut tersebut melibatkan 5 unsur KRI Koarmabar yakni

  • KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355,
  • KRI Cut Nyak Dien-
  • 375, KRI Lemadang-632,
  • KRI Clurit-641 dan
  • KRI Alamang-644.

Untuk unsur Udara melibatkan 1 Pesawat Patroli Udara Maritim jenis Cassa P-852 serta Pangkalan TNI AL yang terdiri dari Lantamal IV Tanjung Pinang, Lanal Batam, Lanal Ranai dan Lanal Tarempa.

Kegiatan latihan tersebut merupakan gebrakan pertama Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M,. dalam mengawali tugasnya sebagai Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar).

Pangarmabar menjelaskan, latihan tempur laut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan unsur-unsur Koarmabar dalam menghadapi kontijensi yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah kerja Koarmabar.

“Semua ini perlu diuji, mengingat wilayah perairan barat Indonesia memiliki tantangan dan permasalahan yang kompleks dan dinamis,” ujar Pangarmabar.

Latihan-latihan tersebut antara lain latihan melewati medan ranjau, latihan pertahanan udara, latihan komunikasi taktis, latihan manuver taktis, latihan air joining procedur dengan pesawat Cassa TNI AL, Latihan Pek Nubika peperangan anti kapal permukaan, peperangan anti udara, simulasi VBSS serta latihan penembakan meriam.

Dalam kesempatan tersebut, Pangarmabar mengikuti dan memimpin secara langsung latihan di atas kapal markas KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355 dengan didampingi Danguspurlabar, Asintel Pangarmabar, Asops Pangarmabar, Asintel Guspurlabar dan Asintel Lantamal IV. (ptt)

Stan Komersil Batam Menari Ludes, Diborong 200 Pelaku UKM

0

batampos.co.id – Sebanyak 200 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Batam akan berpartisipasi dalam kegiatan Batam Menari yang diselenggarakan BP Batam pada 8 April mendatang. Mereka akan menjual produk-produk terbaiknya, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan dan lainnya.

Jika dilihat dari angka, jumlah pelaku UKM ini sedikit lebih banyak, dibanding kegiatan BP Batam sebelumnya. Saat itu panitia hanya bisa menampung sekitar 100-an UKM.

Pelaksana Tugas Kabiro Umum dan Sekretariat BP Batam yang juga panitia kegiatan Batam Menari, Ilham Eka Hartawan mengakui, antusiasme pelaku UKM yang ingin terlibat pada setiap even BP Batam terbilang tinggi. Terbukti pelaku UKM yang mendaftar lebih dari 200 orang. Begitupun dengan even kali ini.

“Kami minta maaf ada beberapa UKM yang tidak bisa diakomodir. Karena tenda yang kami siapkan hanya 200,” kata Ilham kepada wartawan, Jumat (30/3).

Salah satu cara untuk menyiasati antusiasme pelaku UKM ini, panitia kegiatan memberi kesempatan prioritas bagi pelaku UKM yang belum pernah ikut terlibat sebagai peserta. Sedangkan bagi yang sudah pernah ikut, diminta menunggu, dan akan dilibatkan lagi pada kegiatan berikutnya. Saat ini pendaftaran menjadi peserta UKM pada even Batam Menari sudah ditutup.

“Setiap kegiatan kami cari UKM yang baru, tidak UKM yang lama. Ini untuk kasih kesempatan kepada pelaku UKM yang lain,” ujarnya.

Diakui Ilham, pihaknya tidak memungut biaya sewa kepada pelaku UKM yang ikut meramaikan even BP Batam. Bahkan pihaknya menyediakan tenda untuk stand-stand UKM, beserta listriknya.

“Jadi mereka tinggal bawa dagangannya saja. Termasuk kursi, tempat meja dan tempat masak,” kata Ilham.

Dari kegiatan sebelumnya, rata-rata pelaku UKM merespon positif, mereka bisa ikut dilibatkan dalam even BP Batam. Dari sisi pendapatan, mereka juga mengaku untung.

“Pernah kami tanya, di kegiatan itu mereka bisa untung sampai 6 persen,” ujarnya.

Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto mengatakan, setiap kali BP Batam menggelar even, pihaknya akan berusaha melibatkan pelaku UKM. Dengan begitu diharapkan ada perputaran ekonomi di Batam.

“Ini juga untuk menumbuhkan produk UKM supaya bisa muncul ke permukaan. Jadi semacam pembinaan dari BP Batam kepada pelaku-pelaku UKM,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.

Kegiatan Batam Menari sendiri, ditargetkan bisa diikuti 16 ribu orang, bertempat di seputaran bundaran BP Batam. Selain sebagai pesta rakyat bagi masyarakat Batam, ditargetkan bisa meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). (leo)

Perusahaan Diimbau Segera Lapor SPT Sebelum 31 April

0
Foto: Dok Jawa Pos

batampos.co.id – Masa Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk pribadi sudah berakhir. Sekarang masa pelaporan SPT untuk badan atau perusahaan akan segera berakhir juga pada 31 April mendatang.

“Badan banyak yang belum mengerti dengan sistem pelaporan pajak. Tapi kami siap melayani jika mereka datang untuk konsultasi,” kata Kasubbag Umum Kantor Pajak Pratama (KPP) Batam Selatan M Nursyah Alam, Sabtu (31/3).

Ia mengimbau kepada badan atau perusahaan agar segera melaporkan SPT-nya sesegera mungkin untuk menghindari denda sebesar Rp 1 juta yang akan dibayarkan pada pelaporan berikutnya.

Sedangkan untuk SPT pribadi, maka dendanya sebesar Rp 100 ribu yang dibayarkan pada pelaporan SPT tahun berikutnya. Untuk pelaporan SPT pribadi yang telah berakhir ini, Nursyah mengakui banyak kendala yang terjadi seperti ketidaktahuan masyarakat mengenai sistem pelaporan e-filling.

“Tapi yang paling sering terjadi adalah mereka banyak yang kehilangan Electronic Filling Identification Number (EFIN). Sehingga mereka antri hanya untuk itu saja,” jelasnya.

EFIN adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kepada wajib pajak. Tapi mengurusnya harus di kantor pajak tempat wajib pajak mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Sedangkan untuk data terakhir, Nursyah mengakui pihaknya belum merekapitulasi hasil akhir.”Tapi yang jelas banyak wajib pajak yang datang itu pada saat-saat akhir,” katanya.

Pantauan Batam Pos memang banyak wajib pajak yang datang pada hari terakhir tersebut. Hal tersebut menyebabkan kantor pajak buka di akhir pekan.(leo)

Judi Sie Jie Marak Moral Rusak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya judi sie jie yang tersebar se-Batam hingga sudah memasuki kalangan pelajar baik SMP hingga SMA, mendapatkan kecaman dari kalangan tokoh agama. Salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Kyai Haji (KH) Usman Ahmad, Jumat (30/3) siang.

Kepada Batam Pos, KH Usman meminta pemerintah segera bertindak, khususnya aparat penegak hukum dalam memberantas praktek perjudian yang menyasar kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Apalagi judi sie djie ini sudah masuk dan meracuni kalangan pelajar di Batam. Ini jangan sampai terjadi. Pemerintah dan aparat kepolisian harus segera bertindak, tumpas hingga ke akarnya, kalau perlu tangkap juga kalau ada oknum yang menjadi beking,” ujar KH Usman Ahmad.

Semua pendidikan, lanjutnya, harus steril dari yang namanya praktek perjudian.

Selama ini dari beberapa kali penangkapan dan penggerebekan terkait judi sie-jie, belum satupun menyentuh ke bandarnya. Hanya beberapa pengecer maupun pembelinya saja.

“Saya yakin polisi di Batam akan mampu memberantas perjudian sie jie di Batam. Takutnya kan banyak praktek judi sie jie di belakangnya ada beking oknum orang. Itu yang harus juga diberantas,” terangnya.

Sebab, kalaupun nantinya praktek judi sie jie ini masih marak terjadi dan tak mampu diberantas di Batam, KH Usman Ahmad menegaskan, jangan salah kalau masyarakat yang sudah jengkel atas maraknya praktek judi sie jie di Batam yang akan bertindak turun sendiri memberantas praktek perjudian sie jie.

“Itu yang selalu kami hindari, jangan sampai emosi masyarakat memuncak dan bertindak sendiri terkait judi sie jie ini. Intinya judi sie jie ini tak hanya merusak akal, moral masayarakat saja, selain dilarang oleh agama manapun juga, aturan pemerintah juga melarangnya,” terang KH Usman Ahmad.

Sementara ketua Persatuan Mubaliq Batam, Maryono mengatakan, praktek judi sie jie yang marak di Batam ini yang disasar adalah kalangan masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah.

“Itu yang membuat praktek judi sie jie cepat berkembang pesat di Batam. Ini harus segera ditangani dengan cara bersinergi antara Pemko Batam bersama aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian,” ujar Maryono.

Judi sie djie saat ini tak hanya menjamur di kawasan perkotaaan Batam saja. Di daerah pulau-pulau pun jauh dari perkotaan Batam pun, praktek judi sie jie juga marak dan menjamur di masyarakat kecil.

“judi sie djie ini marak di Batam karena bandar utamanya mampu melihat peluang dan kesempatan di Batam perekonomiannya yang lagi down, banyak masyarakat jadi pengangguran. Kalau sudah menganggur, pelarian masyarakat kalangan bawah adalah dengan mencoba peruntungan di judi sie jie. pemerintah dan kepolisian harus segera bertindak atas maraknya judi sie djie di Batam,” terang Maryono.

Sementara untuk judi sie jie yang sudah merambah ke kalangan pendidikan atau pelajar, Maryono meminta dewan pendidikan Batam segera turun tangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar perjudian sie djie tak meracuni dan menggerogoti generasi pelajar di Batam.

“Orangtua tua adalah kunci utama agar anak tak ikut terjerumus dalam praktek judi sie djie. Itu kuncinya,” ujar Maryono mengakhiri. (gas)

Lahan Tidur Batamcentre Jadi Prioritas

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil kembali pemilik lahan tidur pada Senin (2/4) dan Rabu (4/4). BP akan mempertanyakan komitmen mereka kembali dalam mengelola lahan yang telah diberikan kepadanya tapi ditelantarkannya.

“Progres yang utama di Batamcentre dulu. Kalau kemana-mana (wilayah lain, red) ya tak selesai,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo Sabtu (31/3) di Gedung BP Batam.

Ia mengatakan target untuk menyelesaikan pemanggilan lahan tidur di Batamcentre memakan waktu hingga tiga bulan.”Karena banyak yang perlu waktu hingga satu bulan dan paling lama tiga bukan untuk mempersiapkan business plan,” jelasnya.

Lukita juga mengatakan penyelesaian lahan tidur masih menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat 10 pemilik lahan tidur yang di wilayah Batamcentre akan panggil ulang untuk melihat progres keseriusan para pemilik lahan tidur tersebut. Dimana sebelumnya BP Batam sendiri juga sudah memanggil sekitar 21 pemilik lahan tidur.

Wilayah Batamcentre diakuinya menjadi prioritas utama, karena itu pihaknya berharap lahan-lahan yang saat ini tidak difungsikan tersebut bisa dimanfaatkan. Sehingga dengan demikian tentu akan dapat menggerakan perekonomian Batam. Persoalan lahan diakuinya memang menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.(leo)

Cuaca Panas, Mal Diserbu

0

batampos.co.id – Sejumlah mal diserbu ribuan pengunjung pada Sabtu (31/3). Ternyata pengunjung yang memadati mal tak hanya warga lokal, namun juga wisatawan asing.

Padatnya pengunjung mal diduga karena cuaca yang cukup terik. Sehingga banyak yang memilih berada di dalam mal, daripada berlibur ke pantai.

Seperti yang terlihat di pusat perbelanjaan Nagoya Hill. Sejumlah tempat berbelanjaan diserbu pembeli. Para penjual pun memanfaatkan momen itu dengan berbagai diskon menarik. Kepadatan mal dapat dilihat dari sulitnya mendapatkan parkir karena area sudah penuh dengan kendaraan.

Hendriko warga Batamcenter sengaja datang ke Nagoya Hil karena ia tak mendapatkan parkir di mal Batamcenter. Selain untuk berbelanja kebutuhan bulanan, ia datang juga mengisi waktu liburan.

“Mau belanja bulanan. Tadi di Batamcenter tak dapat parkir makanya ke Nagoya Hil,” imbuhnya.

Menurut dia, mal merupakan alternatif bersama keluarga disaat cuaca panas. Ia lebih memilih ke mal daripada berlibur ke pantai.

“Jauh dari pantai saja sudah panas, apalagi di pantai. Tadi liat suhu cuaca sampai 32 derajat, makanya lebih milih ke mal biar adem,” ujar pria beranak satu ini.

Hal senada juga dikatakan Ichanda yang menghabiskan akhir pekannya di mal. Selain berbelanja, ia juga ingin bersantai dimal karena cuaca panas diluar.

“Panas banget diluar, makanya memilih ke mal. Jadi adem,” imbuhnya. (she)

Sarden Bercacing, Kasus Pertama sejak Industri Ikan Kaleng Ada

0
Petugas merapikan jejeran kaleng sarden dan ikan makerel yang masih terpajang di salah satu minimarket di Cinere, Depok, Sabtu (31/3). (Hendra Eka/Jawa Pos)

batampos.co.id – Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang adanya 27 merek produk ikan makerel (mackerel) dalam kaleng yang berparasit cacing dan instruksi penarikan dari pasar memukul usaha pengalengan ikan. Itu adalah kasus pertama yang mereka alami dan mereka pun meminta ada tindakan bijaksana dari pemerintah.

Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) Ady Surya menyatakan, selama bertahun-tahun menjalankan bisnis pengalengan ikan, belum pernah ada keluhan ataupun risiko kesehatan akibat konsumsi ikan kalengan tersebut. “Pertanyaan kami, apakah ini sudah masuk tahap bahaya sehingga harus dimusnahkan?” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (31/3).

Dalam proses produksi sendiri, ungkap Ady, sudah ada manajemen risiko jika salah satu bahan ikan mengandung cacing. Karena itu, disiapkan dua lapis proses yang akan memastikan matinya cacing anisakis.

Yang pertama adalah pemrosesan bahan baku. Ikan yang didapat akan dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan bersuhu di bawah (minus) 20 derajat Celsius. Menurut penelitian ilmiah, cacing anisakis akan mati dalam suhu serendah itu.

Tidak cukup sampai di situ, bahan mentah akan memasuki proses pemanasan. Ikan akan dipanaskan dalam suhu 121 derajat Celsius. Padahal, dalam suhu 60 derajat Celsius saja, cacing akan mati. “Closing-nya adalah sterilisasi,” katanya.

Ady menjamin anggota-anggota Apiki sangat ketat dalam jaminan mutu dan keamanan pangan. Terbukti dengan berbagai lisensi yang dikantongi, mulai sertifikat halal MUI, kewajiban standardisasi SNI, MD dari BPOM, serta dari International Standard Organization (ISO).

Ady mengaku siap membuktikan komitmennya jika pemerintah mau duduk bersama. Mempertemukan Apiki dengan kementerian pembina (KKP dan Kemenperin), Kemendag, serta tentu saja BPOM. “Ayo tabayun. Apakah pemahaman parsial publik mau dibiarkan berkembang liar atau dibiarkan saja industri ini mati pelan-pelan?” ucapnya.

(JPG/c10/ang)