batampos.co.id – Sebanyak 200 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Batam akan berpartisipasi dalam kegiatan Batam Menari yang diselenggarakan BP Batam pada 8 April mendatang. Mereka akan menjual produk-produk terbaiknya, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan dan lainnya.
Jika dilihat dari angka, jumlah pelaku UKM ini sedikit lebih banyak, dibanding kegiatan BP Batam sebelumnya. Saat itu panitia hanya bisa menampung sekitar 100-an UKM.
Pelaksana Tugas Kabiro Umum dan Sekretariat BP Batam yang juga panitia kegiatan Batam Menari, Ilham Eka Hartawan mengakui, antusiasme pelaku UKM yang ingin terlibat pada setiap even BP Batam terbilang tinggi. Terbukti pelaku UKM yang mendaftar lebih dari 200 orang. Begitupun dengan even kali ini.
“Kami minta maaf ada beberapa UKM yang tidak bisa diakomodir. Karena tenda yang kami siapkan hanya 200,” kata Ilham kepada wartawan, Jumat (30/3).
Salah satu cara untuk menyiasati antusiasme pelaku UKM ini, panitia kegiatan memberi kesempatan prioritas bagi pelaku UKM yang belum pernah ikut terlibat sebagai peserta. Sedangkan bagi yang sudah pernah ikut, diminta menunggu, dan akan dilibatkan lagi pada kegiatan berikutnya. Saat ini pendaftaran menjadi peserta UKM pada even Batam Menari sudah ditutup.
“Setiap kegiatan kami cari UKM yang baru, tidak UKM yang lama. Ini untuk kasih kesempatan kepada pelaku UKM yang lain,” ujarnya.
Diakui Ilham, pihaknya tidak memungut biaya sewa kepada pelaku UKM yang ikut meramaikan even BP Batam. Bahkan pihaknya menyediakan tenda untuk stand-stand UKM, beserta listriknya.
“Jadi mereka tinggal bawa dagangannya saja. Termasuk kursi, tempat meja dan tempat masak,” kata Ilham.
Dari kegiatan sebelumnya, rata-rata pelaku UKM merespon positif, mereka bisa ikut dilibatkan dalam even BP Batam. Dari sisi pendapatan, mereka juga mengaku untung.
“Pernah kami tanya, di kegiatan itu mereka bisa untung sampai 6 persen,” ujarnya.
Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto mengatakan, setiap kali BP Batam menggelar even, pihaknya akan berusaha melibatkan pelaku UKM. Dengan begitu diharapkan ada perputaran ekonomi di Batam.
“Ini juga untuk menumbuhkan produk UKM supaya bisa muncul ke permukaan. Jadi semacam pembinaan dari BP Batam kepada pelaku-pelaku UKM,” kata Bambang, beberapa waktu lalu.
Kegiatan Batam Menari sendiri, ditargetkan bisa diikuti 16 ribu orang, bertempat di seputaran bundaran BP Batam. Selain sebagai pesta rakyat bagi masyarakat Batam, ditargetkan bisa meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). (leo)
batampos.co.id – Masa Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) untuk pribadi sudah berakhir. Sekarang masa pelaporan SPT untuk badan atau perusahaan akan segera berakhir juga pada 31 April mendatang.
“Badan banyak yang belum mengerti dengan sistem pelaporan pajak. Tapi kami siap melayani jika mereka datang untuk konsultasi,” kata Kasubbag Umum Kantor Pajak Pratama (KPP) Batam Selatan M Nursyah Alam, Sabtu (31/3).
Ia mengimbau kepada badan atau perusahaan agar segera melaporkan SPT-nya sesegera mungkin untuk menghindari denda sebesar Rp 1 juta yang akan dibayarkan pada pelaporan berikutnya.
Sedangkan untuk SPT pribadi, maka dendanya sebesar Rp 100 ribu yang dibayarkan pada pelaporan SPT tahun berikutnya. Untuk pelaporan SPT pribadi yang telah berakhir ini, Nursyah mengakui banyak kendala yang terjadi seperti ketidaktahuan masyarakat mengenai sistem pelaporan e-filling.
“Tapi yang paling sering terjadi adalah mereka banyak yang kehilangan Electronic Filling Identification Number (EFIN). Sehingga mereka antri hanya untuk itu saja,” jelasnya.
EFIN adalah nomor identitas yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) kepada wajib pajak. Tapi mengurusnya harus di kantor pajak tempat wajib pajak mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Sedangkan untuk data terakhir, Nursyah mengakui pihaknya belum merekapitulasi hasil akhir.”Tapi yang jelas banyak wajib pajak yang datang itu pada saat-saat akhir,” katanya.
Pantauan Batam Pos memang banyak wajib pajak yang datang pada hari terakhir tersebut. Hal tersebut menyebabkan kantor pajak buka di akhir pekan.(leo)
batampos.co.id – Maraknya judi sie jie yang tersebar se-Batam hingga sudah memasuki kalangan pelajar baik SMP hingga SMA, mendapatkan kecaman dari kalangan tokoh agama. Salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, Kyai Haji (KH) Usman Ahmad, Jumat (30/3) siang.
Kepada Batam Pos, KH Usman meminta pemerintah segera bertindak, khususnya aparat penegak hukum dalam memberantas praktek perjudian yang menyasar kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Apalagi judi sie djie ini sudah masuk dan meracuni kalangan pelajar di Batam. Ini jangan sampai terjadi. Pemerintah dan aparat kepolisian harus segera bertindak, tumpas hingga ke akarnya, kalau perlu tangkap juga kalau ada oknum yang menjadi beking,” ujar KH Usman Ahmad.
Semua pendidikan, lanjutnya, harus steril dari yang namanya praktek perjudian.
Selama ini dari beberapa kali penangkapan dan penggerebekan terkait judi sie-jie, belum satupun menyentuh ke bandarnya. Hanya beberapa pengecer maupun pembelinya saja.
“Saya yakin polisi di Batam akan mampu memberantas perjudian sie jie di Batam. Takutnya kan banyak praktek judi sie jie di belakangnya ada beking oknum orang. Itu yang harus juga diberantas,” terangnya.
Sebab, kalaupun nantinya praktek judi sie jie ini masih marak terjadi dan tak mampu diberantas di Batam, KH Usman Ahmad menegaskan, jangan salah kalau masyarakat yang sudah jengkel atas maraknya praktek judi sie jie di Batam yang akan bertindak turun sendiri memberantas praktek perjudian sie jie.
“Itu yang selalu kami hindari, jangan sampai emosi masyarakat memuncak dan bertindak sendiri terkait judi sie jie ini. Intinya judi sie jie ini tak hanya merusak akal, moral masayarakat saja, selain dilarang oleh agama manapun juga, aturan pemerintah juga melarangnya,” terang KH Usman Ahmad.
Sementara ketua Persatuan Mubaliq Batam, Maryono mengatakan, praktek judi sie jie yang marak di Batam ini yang disasar adalah kalangan masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah.
“Itu yang membuat praktek judi sie jie cepat berkembang pesat di Batam. Ini harus segera ditangani dengan cara bersinergi antara Pemko Batam bersama aparat penegak hukum lainnya seperti kepolisian,” ujar Maryono.
Judi sie djie saat ini tak hanya menjamur di kawasan perkotaaan Batam saja. Di daerah pulau-pulau pun jauh dari perkotaan Batam pun, praktek judi sie jie juga marak dan menjamur di masyarakat kecil.
“judi sie djie ini marak di Batam karena bandar utamanya mampu melihat peluang dan kesempatan di Batam perekonomiannya yang lagi down, banyak masyarakat jadi pengangguran. Kalau sudah menganggur, pelarian masyarakat kalangan bawah adalah dengan mencoba peruntungan di judi sie jie. pemerintah dan kepolisian harus segera bertindak atas maraknya judi sie djie di Batam,” terang Maryono.
Sementara untuk judi sie jie yang sudah merambah ke kalangan pendidikan atau pelajar, Maryono meminta dewan pendidikan Batam segera turun tangan dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar perjudian sie djie tak meracuni dan menggerogoti generasi pelajar di Batam.
“Orangtua tua adalah kunci utama agar anak tak ikut terjerumus dalam praktek judi sie djie. Itu kuncinya,” ujar Maryono mengakhiri. (gas)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil kembali pemilik lahan tidur pada Senin (2/4) dan Rabu (4/4). BP akan mempertanyakan komitmen mereka kembali dalam mengelola lahan yang telah diberikan kepadanya tapi ditelantarkannya.
“Progres yang utama di Batamcentre dulu. Kalau kemana-mana (wilayah lain, red) ya tak selesai,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo Sabtu (31/3) di Gedung BP Batam.
Ia mengatakan target untuk menyelesaikan pemanggilan lahan tidur di Batamcentre memakan waktu hingga tiga bulan.”Karena banyak yang perlu waktu hingga satu bulan dan paling lama tiga bukan untuk mempersiapkan business plan,” jelasnya.
Lukita juga mengatakan penyelesaian lahan tidur masih menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat 10 pemilik lahan tidur yang di wilayah Batamcentre akan panggil ulang untuk melihat progres keseriusan para pemilik lahan tidur tersebut. Dimana sebelumnya BP Batam sendiri juga sudah memanggil sekitar 21 pemilik lahan tidur.
Wilayah Batamcentre diakuinya menjadi prioritas utama, karena itu pihaknya berharap lahan-lahan yang saat ini tidak difungsikan tersebut bisa dimanfaatkan. Sehingga dengan demikian tentu akan dapat menggerakan perekonomian Batam. Persoalan lahan diakuinya memang menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.(leo)
batampos.co.id – Sejumlah mal diserbu ribuan pengunjung pada Sabtu (31/3). Ternyata pengunjung yang memadati mal tak hanya warga lokal, namun juga wisatawan asing.
Padatnya pengunjung mal diduga karena cuaca yang cukup terik. Sehingga banyak yang memilih berada di dalam mal, daripada berlibur ke pantai.
Seperti yang terlihat di pusat perbelanjaan Nagoya Hill. Sejumlah tempat berbelanjaan diserbu pembeli. Para penjual pun memanfaatkan momen itu dengan berbagai diskon menarik. Kepadatan mal dapat dilihat dari sulitnya mendapatkan parkir karena area sudah penuh dengan kendaraan.
Hendriko warga Batamcenter sengaja datang ke Nagoya Hil karena ia tak mendapatkan parkir di mal Batamcenter. Selain untuk berbelanja kebutuhan bulanan, ia datang juga mengisi waktu liburan.
“Mau belanja bulanan. Tadi di Batamcenter tak dapat parkir makanya ke Nagoya Hil,” imbuhnya.
Menurut dia, mal merupakan alternatif bersama keluarga disaat cuaca panas. Ia lebih memilih ke mal daripada berlibur ke pantai.
“Jauh dari pantai saja sudah panas, apalagi di pantai. Tadi liat suhu cuaca sampai 32 derajat, makanya lebih milih ke mal biar adem,” ujar pria beranak satu ini.
Hal senada juga dikatakan Ichanda yang menghabiskan akhir pekannya di mal. Selain berbelanja, ia juga ingin bersantai dimal karena cuaca panas diluar.
“Panas banget diluar, makanya memilih ke mal. Jadi adem,” imbuhnya. (she)
Petugas merapikan jejeran kaleng sarden dan ikan makerel yang masih terpajang di salah satu minimarket di Cinere, Depok, Sabtu (31/3). (Hendra Eka/Jawa Pos)
batampos.co.id – Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tentang adanya 27 merek produk ikan makerel (mackerel) dalam kaleng yang berparasit cacing dan instruksi penarikan dari pasar memukul usaha pengalengan ikan. Itu adalah kasus pertama yang mereka alami dan mereka pun meminta ada tindakan bijaksana dari pemerintah.
Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia (Apiki) Ady Surya menyatakan, selama bertahun-tahun menjalankan bisnis pengalengan ikan, belum pernah ada keluhan ataupun risiko kesehatan akibat konsumsi ikan kalengan tersebut. “Pertanyaan kami, apakah ini sudah masuk tahap bahaya sehingga harus dimusnahkan?” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (31/3).
Dalam proses produksi sendiri, ungkap Ady, sudah ada manajemen risiko jika salah satu bahan ikan mengandung cacing. Karena itu, disiapkan dua lapis proses yang akan memastikan matinya cacing anisakis.
Yang pertama adalah pemrosesan bahan baku. Ikan yang didapat akan dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan bersuhu di bawah (minus) 20 derajat Celsius. Menurut penelitian ilmiah, cacing anisakis akan mati dalam suhu serendah itu.
Tidak cukup sampai di situ, bahan mentah akan memasuki proses pemanasan. Ikan akan dipanaskan dalam suhu 121 derajat Celsius. Padahal, dalam suhu 60 derajat Celsius saja, cacing akan mati. “Closing-nya adalah sterilisasi,” katanya.
Ady menjamin anggota-anggota Apiki sangat ketat dalam jaminan mutu dan keamanan pangan. Terbukti dengan berbagai lisensi yang dikantongi, mulai sertifikat halal MUI, kewajiban standardisasi SNI, MD dari BPOM, serta dari International Standard Organization (ISO).
Ady mengaku siap membuktikan komitmennya jika pemerintah mau duduk bersama. Mempertemukan Apiki dengan kementerian pembina (KKP dan Kemenperin), Kemendag, serta tentu saja BPOM. “Ayo tabayun. Apakah pemahaman parsial publik mau dibiarkan berkembang liar atau dibiarkan saja industri ini mati pelan-pelan?” ucapnya.
batampos.co.id – Apes bagi Tuti, 50, warga Kaveling Flamboyan saat makan Pujasera pinggir jalan depan Vihara Sagulung Baru (Saguba), Jumat (30/3) sekitar pukul 22.00 WIB.
Karena asyiknya makan, tas yang ia letakkan di atas meja pun hilang. Di dalam tas itu terdapat uang Rp 3 juta dan dokumen penting lainnya.
Tuti pun langsung membuat laporan ke polsek Batuaji. Sambil menangis, mengaku kecewa karena uang tersebut baru diambilnya dari salah satu mesin ATM. “Setelah selesai makan tas itu tak ada lagi. Saya langsung tanya ke dua cowok di samping, mereka bilang gak ngeliat. Saya tanya ke orang yang berada dekat parkir juga gak lihat,” ungkapnya.
Padahal uang itu rencananya untuk membeli kebutuhan sehari-hari. “Habis semua uang. Saya enggak tahu lagi mau bilang sama siapa,” ujar Tuti.
Ia mengaku pasrah dengan kejadian tersebut. Dia berharap agar polisi bisa mengungkap siapa maling yang mengambil tasnya.
Petugas Mapolsek Batuaji yang menerima pengaduan Tuti menyarankan agar melapor kejadian itu ke Mapolsek Sagulung lantaran kejadiannya berada di wilayah hukum Mapolsek Sagulung.
“Kejadiannya di Sagulung, sebaiknya ibu lapor ke Polsek Sagulung saja,” ujar petugas Polsek Batuaji.
AKP Hendrianto
Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat dikonfirmasi berharap agar masyarakat lebih waspada lagi kedepannya. Jika membawa barang berharga hendaknya perhatikan keamanan barang dan keselamatan diri.
“Bila perlu jangan barang berharga yang belebihan. Kalaupun terpaksa ya harus benar-benar perhatikan keamanan saat di jalan,” ujar Hendrianto. (ali)
batampos.co.id – Minat warga Indonesia khususnya Batam untuk berliburan ke negeri Singa ternyata masih tinggi. Meski saat ini harga rupiah akan dolar singapura sedang merosot. Dimana harga 1 dolar singapura dihargai Rp 10500-Rp 10600.
Moza salah satu warga yang hendak berangkat ke Singapura mengaku berangkat untuk berliburan. Ia pun tak memikirkan tetang nilai mata uang Indonesia yang tengah jatuh.
“Tinggi sih tukarnya, cuma kalau untuk ongkos transportasi lebih murah ke Singapura dibandingkan harus belibur ke luar Batam,” ujarnya singkat.
Tingginya minat masyarakat ke Singapura bisa dilihat dari jumlah penumpang keberangkatan di Pelabuhan Internasional Batamcenter. Jumlah penumpang hari ini, Sabtu (31/3) diperkirakan meningkat dibandingkan kemarin (Jumat (30/3).
“Keberangkatan pagi hari tadi ramai. Rata-rata warga Indonesia. Sedangkan untuk kedatangan menurun jika dibandingkan kemarin,” ujar Sobri Kasi Operasional Pelabuhan Internasional Batamcenter.
Menurut dia, beberapa operator kapal sudah mengajukan penambahan armada kapal untuk keberangkatan. Namun ia belum bisa menyebutkan berapa jumlah penumpang yang berangkat dari pelabuhan Internasional Batamcenter.
“Untuk jumlah penumpang belum kami hitung. Rata-rata yang berangkat orang Indonesia. Datanya baru bisa keluar besok,” imbuh Sobri.
Sementara, Kepala Imigrasi Kelas 1 Khusus Batam, Lucky Agung Binarto menjelaskan jika jumlah penumpang yang datang mulai berkurang dibandingkan Jumat (30/3). Dimana petugasnya sempat kewalahan menghadapi jumlah penumpang yang membludak.
“Kalau sekarang sudah agak tenang dibandingkan kemarin. Kemarin, jumlahnya luar biasa, makanya petugas cukup kewalahan. Tinggal persiapan arus balek penumpang besok untuk tujuan Singapura,” terang Lucky.
Menghadapi penumpang yang ramai, pihaknya hanya bisa menyiagakan petugas Imigrasi. Hal itu dikarenakan konter cap paspor di Imigrasi Batamcenter terbatas.
“Tempat cap paspor hanya 8 konter, kalau pun kami tambah petugas tidak bisa. Jadi hanya bisa menyiagakan petugas, jika ada yang lelah,’ imbuh Lucky.
Menurut dia, ia sudah meminta penambahan konter cap paspor ke Pelabuhan Batamcenter. Dan dari permintaanya itu, pihak Pelabuhan Batamcenter pun berjanji akan menambah 4 konter cap paspor imigrasi. Dua untuk kedatangan dan dua untuk keberangkatan.
“Masing-masing akan ditambah dua konter untuk kedatangan dan keberangkatan. Ditambah jelang puasa nanti,” pungkas Lucky. (she)
batampos.co.id – Riwayat travel umrah Bumi Minang Pertiwi (BMP) di ujung tanduk. Lantaran kedapatan menelantarkan jamaah di Arab Saudi dan di Malaysia, travel yang berbasis di Padang itu bakal dicabut izin operasionalnya. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan tidak tinggal diam terkait kasus terlantarnya jamaah umrah dari BMP.
Informasi terbaru 84 jamaah yang terlantar di Saudi sudah tiba di Indonesia. Pemulangan jamaah dari Saudi itu menyusul pemulangan 91 orang jamaah BMP lainnya yang tertahan di Malaysia dan gagal berangkat ke Saudi. BMP merupakan travel resmi dengan izin dari Kemenag. Travel umrah yang berpusat di Kota Padang itu mengantongi izin bernomor 53 Tahun 2017. Izin operasional itu berlaku sampai 3 Februari 2020.
Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan pantauan Kemenag menyimpulkan telah terjadi penelantaran jamaah. Penelantara itu terjadi di Jeddah dan di Malaysia. Penelantaran di Malaysia lebih parah karena berujung gagal berangkat. “Karenanya setelah kami lakukan review dan jika telah memenuhi syarat, kami akan cabut izin BMP,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/3).
Kemenag menetapkan segala bentuk penelantaran jamaah merupakan pelanggaran di dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) 8/2018 tentang Penyelengaraan Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Sesuai dengan ketentuan Pasal 25 PMA 8/2018 travel umrah dilarang menelantarkan jamaah. Di mana penelantaran itu berakibat jamaah gagal berangkat ke Saudi, melanggar masa berlaku visa, dan terancaman keamanan serta keselamatannya. Sanksi bagi travel yang menelantarkan jamaah masuk kategori berat. Travel umrah yang melanggar Pasal 25 itu terancam sanksi pencabutan izin.
Lebih lanjut Mastuki menjelaskan kasus penelantaran jamaah dan batal berangkat kerap menjadi faktor krusial untuk travel umrah. Setiap kali ada kasus wanprestasi seperti itu, jamaah selalu menjadi korban. Meskipun ujungnya Kemenag mencabut izin travel yang menelantarkan jamaah, Mastuki menegaskan Kemenag harus mengutamakan perlindungan jamaah. “Perlindungan jamaah kami dahulukan, baru penanganan travel-nya,” katanya.
Seperti pada kasus BMP Kemenag berkoordinasi dengan Tim Kantor Urusan Haji (KUH) di KJRI Jeddah untuk proses pemulangan 84 jamaah. Sebelum diterbangkan pulang ke tanah air, jamaah BMP yang terlantar itu mengakui mendaftar umrah dengan tarif beragam. Ada yang Rp 19,5 juta, Rp 20 juta, dan Rp 22,5 juta per orang. Pemulangan jamaah BMP itu melalui dua penerbangan dengan rincian 39 orang di penerbangan pertama dan disusul 45 jamaah di penerbangan berikutnya.
Berulangnya persoalan penyelenggaraan umrah menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan MUI sangat prihatin atas kasus penipuan umrah. Apalagi umrah adalah perjalanan ibadah yang sangat dirindukan umat Islam.
Zainut menegaskan Kemenag harus bertindak cepat setiap ada kasus pelanggaran atau penipuan oleh travel umrah. Menurutnya Kemenag tidak cukup hanya mencabut izin operasional travel umrah nakal. “Tetapi (Kemenag, red) harus juga dengan tindakan menekankan proses pidananya. Karena telah melakukan penipuan terhadap jamaah,” tuturnya.
ilustrasi
Dia juga mengatakan munculnya kasus umrah mulai dari First Travel, Solusi Balat Lumampah (SBL), kemudian ABU Tours, dan sekarang BMP, menunjukkan lemahnya pengawasan dan upaya pencegahan. Kemenag sebagai regulator harus memperketat pengawasan dan pencegahan supaya persoalan penipuan umrah tidak berulang kembali.
Kasus terlantarnya jamaah travel BMP juga mendapat sorotan dari DPR. Nasyirul Falah Amru, anggota DPR dari Fraksi PDIP mengatakan, Kemenag harus menindak tegas biro travel yang jelas-jelas tidak bertanggungjawab terhadap jamaah. “Apalagi para jamaah diterlantarkan di negara orang,” terang dia.
Evaluasi terhadap izin travel itu harus segera dilakukan. Jangan sampai kemenag membiarkan kasus yang sangat merugikan para jamaah itu berlarut-larut. Jika dari hasil evaluasi itu diketahui bahwa BMP tidak profesional dalam melaksanakan tanggungjawabnya, maka izin operasional bisa dicabut.
PBNU itu sangat menyesalkan persoalan tersebut muncul kembali. Padahal, kasus itu sudah berulang kali terjadi. Hal itu menunjukkan BMP tidak belajar dari kasus sebelumnya. Menurut dia, biro perjalanan umroh harus sadar bahwa usaha mereka tidak seperti bisnis atau industri lainnya. Travel itu melayani para jamaah untuk beribadah. Jadi, ada nilai ibadahnya dalam menjalankan usahanya. “Bukan keuntungan semata yang dikejar,” terang Sekretris Umum Baitul Muslimin (Bamusi) itu.
Kedepannya, lanjut dia, para jamaah akan semakin mendapat perlindungan setelah pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8/2018 sebagai pengganti PMA Nomor 18/2015 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah. Dalam aturan itu disebutkan bahwa jamaah umrah harus diberangkatkan selambat-lambatnya enam bulan sejak mereka mendaftar.
Selain itu, tutur dia, biro travel juga dilarang menggunakan dana jamaah untuk kepentingan bisnis lain. Jadi, pembiayaan perjalanan umrah tidak akan terganggu. “In bentuk perlindungan nyata kepada Umat Islam yang akan umrah,” terang legislator asal dapil Jatim X itu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan bahwa pemerintah tidak bisa masuk terlalu jauh dalam persoalan biro perjalanan umrah yang bermasalah. Seperti memberikan talangan dana bagi warga yang dirugikan oleh biro tersebut. Lantaran persoalan tersebut melibatkan swasta dengan masyarakat. Meskipun berbagai aturan telah buat pemerintah untuk melindungin masyarakat.
”Pemerintah sudah mulai memberikan suatu aturan-aturan. Jangan terlalu murah, ini kan akibat ponzi system, jadi dikumpul (dana) yang terkumpul itu membayar yang pergi, tetapi ponzi itu naik terus dan menjadi naik dan kecil di atas,” ujar JK setelah peletakan batu pertama Masjid At Thohir, Cimanggis, Depok, Sabtu (31/3).
Pria yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia itu mengingatkan para jamaah yang ingin berangkat umrah jangan sampai tergiur dengan biaya yang murah. Karena itu berpotensi kuat sebagai bentuk penipuan. Misalnya bisa memberangkatkan umrah hanya dengan Rp 13 juta. ”Kalau harga murah, pasti setelahnya itu ada mandek,” kata dia.
Dia memastikan bahwa penegakan hukum terhadap pemilik biro umrah yang bermasalah itu akan dilakukan dengan tegas. Mereka akan dijerat dengan hukuman yang berat. ”Double dia punya anu, punya dosa. Dunia dan akherat,” tegas JK. (wan/lum/jun)
batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan isyarat bahwa era Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) akan memberikan banyak kemudahan bagi pengusaha.
“FTZ sudah diputuskan untuk menjadi KEK. Tapi KEK Batam akan berbeda dengan tempat lain. Di tempat lain dimulai dari nol, tapi di Batam sudah ada berbagai macam industri,” jelasnya belum lama ini.
Soal penetapan KEK sebagai zona enclave, penyebabnya adalah karena KEK sebenarnya tidak mengenal konsep pemukiman didalamnya.”Makanya harus ada zona enclave, dibatasi mana masuk KEK dan mana luar KEK,” katanya.
Setelah memetakannya dengan akurat, ia melihat bahwa memang Nongsa Digital Park (NDP) yang baru siap menyandang status KEK.
“Mengenai kapan, kami dari BP Batam bertugas menyiapkannya bersama NDP. Tapi ujung-ujungnya diproses bersama di Dewan Nasional KEK,” katanya.
Proses penetapan KEK itu diluar kontrol BP Batam yang hanya bertugas mempersiapkannya.
“Tapi kami akan siap untuk KEK. Setelah NDP siap jadi KEK, maka yang lainnya nanti akan menyusul,” katanya.
Ia mengingatkan KEK itu punya banyak insentif.
“Misalnya kalau investasi dapat dipertimbangkan dapat Tax Holiday dan Tax Allowance. Di KEK daftar negatif investasi juga tak berlaku kecuali untuk bisnis senjata. Pembangunan universitas dan rumah sakit internasional dapat dilakukan, jadi KEK sangat relevan,” paparnya.
Lukita juga menjanjikan kalau proses pengurusan visa dan tenaga kerja akan dipermudah.”Proses layanan dan investasi pokoknya akan lebih mudah,” janjinya.
Panggil Pemilik Lahan Tidur
Selain akan memberi banyak kemudahan bagi pengusaha, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil kembali pemilik lahan tidur pada Senin (2/4) dan Rabu (4/4). BP akan mempertanyakan komitmen mereka kembali dalam mengelola lahan yang telah diberikan kepadanya tapi ditelantarkannya.
“Progres yang utama di Batam center dulu. Kalau kemana-mana (wilayah lain,red) ya tak selesai,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Gedung BP Batam, Sabtu (31/3).
Ia mengatakan target untuk menyelesaikan lahan tidur di Batamcentre memakan waktu hingga tiga bulan.”Karena banyak yang perlu waktu hingga satu bulan dan paling lama tiga bulan untuk mempersiapkan business plan,” jelasnya.
Lukita juga mengatakan penyelesaian lahan tidur masih menjadi prioritas pihaknya. Dalam waktu dekat 10 pemilik lahan tidur yang di wilayah Batamcentre akan panggil ulang untuk melihat progres keseriusan para pemilik lahan tidur tersebut. Sebelumnya BP Batam telah memanggil sekitar 21 pemilik lahan tidur.
Wilayah Batamcentre diakuinya menjadi prioritas utama, karena itu pihaknya berharap lahan-lahan yang saat ini tidak difungsikan tersebut bisa dimanfaatkan. Sehingga dengan demikian tentu akan dapat menggerakan perekonomian Batam. Persoalan lahan diakuinya memang menjadi salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan.(leo)