Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12249

Sabu Rp 8 Miliar Dimusnahkan

0
Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang bersama Kajari Bintan Sigit Prabowo melakukan pemusnahan barang bukti sabu seberat 8 kilogram di Mapolres Bintan, Jumat (22/6). F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Bintan memusnahkan 8 kilogram (kg) sabu di Mapolres Bintan, Jumat (22/6). Pemusnahan barang bukti senilai Rp 8 miliar itu dipimpin langsung Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bintan AKP Joko Purnawanto menjelaskan, sabu yang dimusnahkan tersebut berasal dari dua kasus berbeda. “Sebanyak 3 kilo kita amankan dari tiga tersangka di salah satu penginapan di Kijang saat operasi pekat,” katanya. Sisanya, sebanyak 5 kg diamankan petugas di Desa Bintan Buyu. “Hanya para pelakunya lolos dari pengejaran,” sambungnya.

Padahal, menurutnya, para pelaku sudah menjadi target operasi (TO) petugas. Dimana saat itu petugas menerima informasi bakal dilakukan transaksi sabu di Desa Bintan Buyu. “Informasinya sabu akan dibawa ke kawasan Berakit. Dugaan sementara sabu berasal dari Malaysia,” ujar Joko.

Dari informasi tersebut, tim bergerak ke lokasi. Dicurigai sekitar empat pelaku berkendara sepeda motor melaju kencang memasuki kawasan Desa Bintan Buyu membawa sabu. ”Kami keluarkan beberapa kali tembakan peringatan ke udara, namun mereka tetap kabur. Hanya sabu 5 kilogram dalam tas yang tertinggal. Para pelakunya kabur,” katanya.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menjelaskan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya dalam penangkapan tersebut. “Tembakan peringatan tak diindahkan pelaku, akhirnya mereka lolos,” kata Boy.

Kepala BNN Kota Tanjungpinang Hasyim Panggabean menyampaikan, memberantas narkoba tak semudah yang dibayangkan.”Karena narkoba merupakan sindikat yang terstruktur dan rapi,” katanya. Karena itu, diperlukan kerja sama berbagai lini dalam memberantas narkoba.(met)

Dua Agen Tiket Kena OTT

0

batampos.co.id – Dua agen tiket kapal SB Rizki Putra tujuan antarpulau berinisial NM dan MR ditangkap Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Rabu (13/6) lalu.

Kedua terduga pelaku tersebut dilaporkan sejumlah penumpang yang protes, sebab menjual tiket di atas harga normal. Selain itu, pihaknya juga menyita barang bukti uang sebesar Rp 8 juta.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan pihaknya, berdasarkan protes penumpang yang akan mudik ke Tembilahan. “Terduga pelaku menaikkan harga tiket hingga Rp 50 ribu,” ungkapnya di Mapolres Tanjungpinang, Jumat (22/6).

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Ucok, terduga pelaku beralasan menaikkan harga tiket untuk menutupi biaya pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM). “Kedua terduga pelaku mengaku saat berlayar ke Tanjungpinang tidak membawa penumpang,” ujarnya.(odi)

Bupati Kecewa, 34 Proyek Belum Dilelang

0
Perkantoran pemerintah di Pasir Peti, Desa Pesisir Timur, Kecamatan Siantan memiliki pemandangan yang indah ke arah laut. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengaku kecewa terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya, hingga saat ini masih ada 34 paket belum dilelang.

”Total anggarannya Rp 32 miliar lebih. Jangan sampai anggarannya dikembalikan,” ungkap Haris, saat menegur Dinas PUPR Anambas, Jumat (22/6).

Menurutnya saat ini sejumlah paket proyek tersebut sudah harus dilelang karena sudah masuk bulan Juni atau paruh pertama 2018. “Ini keterlambatan yang tak mesti kita lakukan dan terjadi,” ungkapnya lagi.

Menanggapi hal ini Plt Kepala Dinas PUPR Anambas Khairul Anwar, apa yang dikatakan bupati merupakan data lama yang belum ter-update. Dirinya mengakui di dinas PUPR ada 64 paket. Dari jumlah tersebut sudah dilelang 48 paket tinggal 14 paket yang belum keluar Surat Perintah Tugas (SPT) pelelangan.

“Itu perlu diklarifikasi, itu data lama. Yang baru sudah ada. Sekarang tinggal 14 paket saja yang belum keluar SPT,” ungkapnya.

Dari 14 paket yang belum keluar SPT tersebut salah satunya yakni land clearing kantor OPD di pusat perkantoran Pasir Peti senilai Rp 9,7 miliar dan sejumlah proyek aspirasi.
Sementara Kepala Bagian Administrasi dan Pembangunan, Teti Arnita menguraikan, 34 paket tersebut belum ada usulan lelang. Yang terdiri dari 18 paket di Dinas Pekerjaan Umum (PU), dua paket pada Dinas Pariwisata, sembilan paket pada Dinas Pendidikan, tiga paket dari Dinas Perikanan, Pertanian dan Pangan serta dua paket dari Bagian Umum.

”Ini sama sekali belum ada dokumen lelang dari OPD terkait. Bahkan Pak Bupati mengingatkan agar paket itu segera dilelang karena dikhawatirkan ada kendala pada pembangunan, mengingat waktu sudah mepet,” jelasnya.

Teti menyinggung, hingga saat ini Unit Layanan Pengadaan (ULP) Anambas tidak ada kendala untuk pelelangan. Total paket ada 129 dengan pagu Rp 178 miliar.
“95 di antaranya sudah dilelang, ada proses pengumuman, ada juga yang pekerjaannya sudah berjalan,” ucapnya.(sya)

Nasib Calon Kadisdik Segera Diputuskan

0

batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri TS Arif Fadillah mengatakan nasib tiga calon Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri yang sudah menjalani lelang jabatan akan diputuskan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, pekan ini. Ini setelah Kadisdik Kepri Arifin Nasir resmi pensiun pada awal Juli mendatang.

”Kita tunggu perintah dari gubenur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Jika harus dikocok ulang, kita akan laksanakan,” ujar Arif menjawab pertanyaan media di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Kamis (21/6).

Arif yang merupakan Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, proses seleksi lelang jabatan yang digelar Pemprov Kepri beberapa waktu lalu sudah dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Begitu juga mengenai perkembangan-perkembangan yang terjadi.

”Tahapan konsultasi juga terus dilakukan. Karena memang kita tidak ingin terjadi perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan aturan yang sudah ada,” tegas Arif.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lewat Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas penggunaan APBD Kepri tahun 2017 menemukan adanya cacatan ”dosa” Calon Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Temuan tersebut bisa menjadi batu sandungan bagi masing-masing calon untuk menjadi Kadisdik Kepri.

Terkait temuan tersebut, kata Arif Fadillah selaku Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Provinsi Kepri, tidak menampik. Menurutnya, temuan di Disdik Kepri tersebut menjadi kendala, karena melibatkan oknum pejabat Disdik yang saat ini lolos open bidding. Saat ini ia masih menunggu keputusan Gubernur Kepri apakah prosesnya diulang atau dilanjutkan.

”Memang kemarin ada kendala di situ, (temuan LHP, red). Tapi kita masih telusuri. Hal itu yang masih harus kita pelajari,” papar Arif.(jpg)

Pencuri Modul Tower Telkomsel Dibekuk

0
Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya (tengah) dan Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto menunjukkan dua unit modul telekomunikasi milik Telkomsel yang dicuri. F. Sandi Pramosinto/batampos.co.id

batampos.co.id – Tower telekomunikasi milik Telkomsel Site Id TBK 294 di Jalan Poros, Kecamatan Meral menjadi sasaran penjarahan atau pencurian pada akhir bulan lalu dan awal bulan ini. Hal ini terungkap setelah alarm dari tower tersebut berbunyi dan masuk ke grup piket petugas Kisel. Tepatnya pada Kamis (24/5) dan Sabtu (2/6).

”Pencurian yang pertama pelaku berhasil mengambil 12 unit baterai yang ada di tower tersebut. Kerugian Telkomsel pada kejadian yang pertama Rp 90.823.200. Baterai ini harganya Rp 7.568.600 per unit,” ujar Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya didampingi Kapolsek Meral AKP Hadi Sucipto, Jumat (22/6).

Pencurian yang kedua kalinya masih di tower yang sama. Ka­li ini pelaku tidak hanya me­ngambil 12 baterai, tapi juga modul yang merupakan peralatan telekomunikasi sebanyak dua unit.

Harga satu unit modul telekomunikasi tersebut Rp 31.956.100. Sehingga, pada pencurian yang kedua ini kerugian semakin besar. Yakni sebesar Rp 245.558.600.
”Waktu alarm dari tower tersebut berbunyi, petugas dari Kisel langsung melakukan pengecekan pada tengah malam tersebut. Diketahui gembok yang mengunci pintu pagar telah terbuka,” ujarnya.

Dari kejadian ini, Polsek Meral yang menerima laporan dari petugas tersebut langsung melakukan penyelidikan. Akhirnya, pada Sabtu (9/6), satu orang tersangka Wahyudin berhasil diamankan di Dumai. Sebelum ditangkap di Dumai, Wahyudin sem­pat melarikan diri ke Sumate­ra Utara (Sumut).

Namun, sete­lah dilakukan pengejaran ak­hir­nya sampai ke Dumai dan di­tangkap di sa­na. Polisi kemudian melakukan pe­ngembangan hingga dilakukan penangkapan tersangka lain, Elman di Tanjungbalai Ka­rimun. Sedangkan satu orang la­gi pelaku berinisial Nv dikabar­kan telah melarikan diri ke Riau.

Tersangka Wahyudin dan Nv merupakan orang yang paham tentang elektronik. Bahkan keduanya merupakan oknum karyawan subkontraktor perusahaan telekomunikasi.
Menyinggung tentang awal pengungkapan kasus pencurian yang merugikan Telkomsel ratusan juta rupiah itu, Kapolres menyebutkan, setelah menerima laporan, anggotanya langsung turun ke lapangan melakukan penyelidikan. Termasuk mendatangi perusahaan jasa ekspedisi atau pengiriman barang, sebab polisi yakin modul itu besar kemungkinan dikirim ke pembeli via jasa ekspedisi di Karimun.

”Ternyata benar. Ada perusahaan jasa ekspedisi menghubungi anggota Polsek Meral bahwa ada barang-barang yang dilaporkan hilang sesuai dengan nomor serinya. Yakni dua unit modul elektronik. Sehingga anggota mendatangi kantor jasa ekspedisi dan membuka CCTv. Dari CCTv diketahui wajah dan ciri-ciri pelaku,” paparnya.

Dari penangkapan ini, kata Kapolres, polisi menyita dua unit modul elektronik yang rencananya akan dikirimkan ke suatu kota. Kemudian alat bukti kejahatan untuk membuka gembok juga disita. Termasuk satu unit mobil pikap sewaan ikut diamankan karena digunakan untuk mengangkut barang hasil curian dari lokasi.
Sementara itu, untuk baterai yang dicuri sudah dijual kepada seseorang di Tanjungbalai Karimun. Tersangka Nv saat ini masih dicari keberadannya. (san)

Polda Kepri akan Pantau Kampanye melalui Medsos selama Masa Tenang Pilkwako Tanjungpinang

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Walikota Batam Muhammad rudi dan Muspida memeriksa pasukan saat apel gelar pasukan pengamanan Idul fitri di Dataran Engku Putri Batamcenter, Rabu (6/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri akan mengirimkan 218 orang personel untuk membantu mengamankan Pilwako Tanjungpinang. Penguatan pengamanan ini untuk menjaga pelaksanaan Pilwako Tanjungpinang, 27 Juni mendatang.

“Sebagian personel sudah dikirimkan beberapa waktu lalu, sebanyak 102 orang personel,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Jumat (22/6).

Personel yang telah dikirimkan tersebut, kata Erlangga untuk mengamankan debat pasangan calon. Debat publik pasangan calon ini biasa digelar sebelum tahapan pemilihan.

Secara keseluruhan, Erlangga mengatakan 766 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan pilwako. Personel gabungan ini terdiri dari unsur Polda Kepri, Polres Tanjungpinang, TNI, serta perangkat daerah.

“Saat masa tenang, kami juga akan melakukan patroli juga,” tuturnya.

Patroli ini tak hanya di jalan raya atau perumahan saja. Tapi juga patroli cyber, untuk memantau pasangan calon yang masih melakukan kampanye terselubung.

“Kampanye melalui media sosial selama masa tenang juga akan kami pantau,” ungkapnya.

Selain itu, pemantauan juga akan dilaksanakan satu hari menjelang pemilihan. Kegiatan ilegal seperti

“Serangan Fajar”, juga menjadi hal yang diantisipasi. “Kalau ditemukan pelanggaran, tentunya akan kami tindak,” tuturnya. (ska)

Mudik Saat Arus Balik

0
Calon penumpang antri di pintu masuk keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Fenomena cukup unik terjadi di Idul Fitri tahun ini. Sebagian kecil masyarakat Batam memilih mudik saat arus balik Idul Fitri.

Ini dibuktikan dari data Bandara Internasional Hang Nadim Batam, sejak H+1 hingga H+5 penumpang yang memadati terminal kedatangan diatas angka 9 ribuan orang. Terhitung selama lima hari setelah lebaran, penumpang yang keluar Batam sebanyak 46.634 orang.

Sedangkan penumpang yang datang dari H+1 hingga H+5 sebanyak 43.436 orang. Jumlah penumpang saat arus mudik dan datang diprediksi tidak akan sama.

“Ada beberapa alasan kenapa penumpang saat arus mudik lebih besar dibandingkan arus balik,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim, Suwarso, Jumat (22/6).

Ia mengungkapkan alasan arus mudik lebih banyak dibandingkan arus balik, karena libur anak sekolah yang masih panjang. Sehingga banyak yang memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur. Orang-orang yang tak memilih pulang kampung ketika arus mudik, mereka memilih selepas lebaran saat arus balik kembali ke kampung halamannya. Momen ini ditunjang juga dengan harga tiket yang relatif lebih murah dibandingkan saat arus balik.

“Juli kalau enggak salah, anak-anak baru masuk anak sekolah,” ungkap Suwarso.

Kondisi inilah yang membuat mudik kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan penumpang datang ke Batam diprediksi akan terjadi lagi menjelang berakhirnya liburan anak sekolah. Suwarso mengungkapkan, secara umum penumpang yang menggunakan jasa Hang Nadim tahun ini melonjak 4,22 persen dibandingkan tahun lalu. “Ekonomi yang semakin membaik,” ungkapnya.

Taufik salah seorang penumpang yang memilih mudik saat arus balik ditemui Batam Pos Jumat (22/6) lalu menuturkan dirinya baru mengajukan cuti ke perusahaannya sehabis libur lebaran usai.

“Alasannya karena anak-anak libur panjang aja. Lagian masih suasana lebaran, mau silaturahmi juga,” tuturnya singkat.

(ska)

 

Pemko Batam Ingin Dam Tembesi Dikelola Pusat Tak Usah Lembaga Lain

0
Waduk Tembesi saat diabadikan dari udara beberapa waktu lalu. foto: ATB/Benny Andrianto

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam surati pemerintah pusat terkait pengelolaan dam Tembesi. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam Suhar, Jumat (22/6).

Saat ini dam Tembesi berada di bawah Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menurutnya dam membutuhkan perawatan yang baik agar bisa menghasilkan air dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Batam.

“Kalau pusat mereka kan punya anggaran perawatan berkala, jadi hal ini bisa menjamin ketahanan dan kestabilitas waduk dalam menghasilkan air bersih,” jelasnya.

Dam Tembesi mampu menghasilkan hingga 600 liter per detik saat ini masih dalam tahap desalinasi atau payau.

“Sebenarnya sudah bisa dimanfaatkan namun belum sempurna,” sebutnya.

Ia menjelaskan pasca pembangunan waduk wajib dirawat. Tidak saja menghasilkan air saja. Melainkan juga ada perawatan agar kondisi waduk tetap sesuai dengan sediakala.

“Untuk itu kami berharap pengelolaan tetap di pusat saja. Tidak usah ke yang lain,” ujarnya.

Suhar menambahkan berkaca dari waduk Seiharapan yang kondisinya saat ini tengah kritis. Menjadi salah satu alasan kenapa Pemko Batam tetap menginginkan pengelolaan di pusat.

“Kami tahu saat waduk udah kritis saja. Tentu banyak warga yang akan terdampak dari kondisi waduk tersebut,” ucapnya.

Ia menyebutkan, saat ini pengelolaan waduk yang lama berada di bawah Badan Pengusahaan (BP) Batam termasuk Seiharapan. Pihaknya meminta waduk yang baru dalam tahap pembangunan yakni Tembesi dan Seigong tetap berada di pusat.

“Kan ada perwakilan mereka di sini yaitu Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV jadi pasti mereka bisa menjamin waduk berfungsi dengan baik,” terangnya.

Saat ini ada lima waduk yang melayani kebutuhan masyarakay Batam dalam mendapatkan layanan air bersih yakni dam Seiharapan, Seiladi, Nongsa, Muka Kuning dan Duriankang.(yui)

Bentuk Tim Inti Renang untuk Tingkatkan Skill dan Prestasi

0

batampos.co.id – Tim cabor renang (cabor) Kota Batam yang dipersiapkan untuk gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) yang digelar 20-28 Juli mendatang segera memasuki pemusatan latihan (TC). Popda yang sedianya digelar di Lingga nanti akan menjadi pemanasan bagi atlet renang Kota Batam untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Diungkapkan oleh Sekretaris Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Batam Helmy Destra jika beberapa atlet renang sudah memulai berlatih kembali paska libur lebaran. Hanya saja menurutnya belum semua atlet mulai berlatih.

“Beberapa atlet memang telah mulai berlatih kembali. Ini memang dikarenakan libur lebaran dan sekolah. Perkiraannya pekan depan sudah mulai berlatih kembali,” terang Helmy, Jumat (22/6).

Menurut Helmy, atlet renang Kota Batam yang mulai berlatih kembali ini tengah mengembalikan kondisi fisik dan skill di klub masing-masing. “Memang hingga saat ini atlet renang yang akan berlaga di ajang Popda berlatih di bawah asuhan klub masing-masing. Belum menjalani pemusatan latihan terpadu,” ungkapnya.

“Nanti memang akan diselenggarakan pemusatan latihan. Mungkin akan digelar di awal Juli. nantinya akan kita drill atlet renang Kota Batam yang akan berlaga di Popda guna meraih hasil maksimal,” paparnya.

Tak cuma itu, Helmy juga menerangkan jika sebanyak 12 atlet akan terjun di ajang Popda. “Kota Batam akan menurunkan enam atlet putra dan enam atlet putri di ajang Popda,” tuturnya.

“Mereka akan terjun di 24 nomor yang diperlombakan. Seperti biasa, sama dengan penyelenggaraan sebelum nya, cabor renang mendapat target juara umum dalam ajang Popda,” ungkap Helmy.

Cabor renang memang menjadi salah satu cabor unggulan Kota Batam dalam meraih medali. Tak hanya di tingkat kejuaraan pelajar, di tingkat provinsi cabor renang kerap menjadi andalam dalam meraup medali.

“Karenanya di tahun 2018 ini kami mencanangkan beberapa program yang bisa membina dan meningkatkan baik itu kemampuan maupun prestasi atlet renang Kota Batam,” paparnya.

Salah satu atlet renang putri tengah berlaga dalam Porkot V Batam di kolam renang Sekolah Harapan Utama.
foto: batampos / ryan agung pambudi.

Sementara itu Ketua Umum PRSI Kota Batam M Al IChsan menegaskan jika peningkatan prestasi dan kemampuan atlet renang Kota Batam menjadi fokus utama pembinaan. Beberapa langkah dimulainya dengan meningkatkan mutu dan frekuensi kejuaraan.

“Di akhir 2018, kami menargetkan Kota Batam sudah memiliki tim renang inti dan cadangan. Nantinya tim ini akan kami kirim untuk berlatih secara rutin di Singapura untuk meningkatkan kemampuannya,” tegas Ichsan.

Bagi Ichsan, peningkatan skill dan prestasi adalah faktor utama untuk mengembangkan cabor renang. “keberadaan tim Kota Batam akan memudahkan dalam pencarian atlet yang akan mewakili Kota Batam alam beragam kejuaraan,” urainya.

“Selain itu keberadaan tim ini akan memancing motivasi bagi atlet renang Kota Batam untuk bersaing dan meningkatkan kemampuannya,” kata Ichsan.

Helmy menambahkan jika ini (tim renang Kota Batam, red) juga menjadi ajang regenerasi atlet renang. Tak hanya peningkatan kemampuan, tetapi menurut Helmy, akan membuat iklim persaingan terjaga.

“Selain itu, dengan meningkatkan frekuensi kejuaraan, baik itu antarklub, antarpelajar, akan membuat atlet renang semakin termotivasi dan terbiasa dalam bertanding. Ini membuat jam terbang atlet akan semakin meningkat,” tegasnya.

Tim inti renang Kota Batam, akan terdiri dari atlet-atlet yang lolos dalam seleksi yang diselenggarakan dalam kejuaraan. Menurut Helmy, anggota tim renang Kota Batam memang belum ditentukan jumlah dan orangnya.

“Nanti kami dari PRSI Kota Batam akan memilih atlet mana yang akan masuk menjadi anggota tim renang Kota BaTam. Dari beragam kejuaraan pasti akan terlihat atlet renang yang menonjol,” jelas Helmy.

Selain itu, terkait dengan gelaran Porprov, Helmy mengaku hingga saat ini belum ada panggilan dari Komite Olahraga nasional Indonesia (KONI) Kota Batam mengenai pembentukan skuad renang. “Belum ada undangan dari KONI mengenai pembentukan tim. Tapi untuk renang memang tidak sulit, karena sewaktu-waktu bisa,” terangnya.

“Untuk atlet yang berangkat ke Porprov adalah atlet yang meraih medali di ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Batam 2016 silam. Semuanya sudah ada dan tinggal mengumpulkan mereka untuk menjalani TC,” ujarnya.

Helmy mengakui jika untuk atlet renang yang akan diterjunkan di Porprov beberapa adalah atlet renang yang turun di Popda. “Ya beberapa memang atlet renang yang terjun di Popda,” tuturnya.

“Ini malah bagus, artinya mereka masih panas usai berlaga di Popda, diteruskan dengan berlaga di Porprov. Kami mohon doa dan support dari masyarakat agar tim Kota Batam bisa meraih hasil maksimal di dua event tersebut,” pinta Helmy.(yan)

Tol Pekanbaru-Dumai Terkendala Pembebasan Lahan 12 Hektare

0
Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. (Virda Elisya/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pengerjaan jalan tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, menemui kendala.

Pembebasan lahan seluas 12 hektare untuk seksi I Pekanbaru-Minas.

Lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan konsesi milik Chevron.

“Masalahnya kan hanya di lahan itu, lahan itu kuasa pertambangan Chevron, keluar dia punya sertifikat (saat ini lahannya dikuasi oleh masyarakat) dan sekarang sudah diambil alih oleh Kementerian ATR,” ungkap Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim saat meninjau tol tersebut, Jumat (22/6).

Untuk pengerjaan seksi I tersebut, sudah terbentuk ruas jalan dan ada 22,6 meter yang telah diaspal. Namun masih terputus-putus.

“Kalau yang sedikit itu selesai bisa langsung lanjut ke seksi II. Tadi kita lihat sudah tembus jalan nasional kilometer 85. Jalan lintas utara tepatnya di Minas. Nanti di sana akan ada underpass,” sebutnya.

Sementara itu, untuk pembebasan lahan secara global sudah tidak ada permasalahan lagi. Itu lantaran jalan tol yang merupakan bagian dari jalan Trans-Sumatera yang menghubungkan Pekanbaru dengan Dumai ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Ini sudah ada payung hukumnya Peraturan Presiden. Kalau ini tak cepat, takutnya nanti ini tak jadi. Jangan sampai anggaran pembangunan tol pindah ke daerah lain,” sebutnya.

Oleh sebab itu Wan Thamrin pun berjanji setiap bulan akan meninjau tol yang dikerjakan sejak 2016 ini dan akan dibangun sepanjang 131,5 kilometer oleh PT Hutama Karya ini.

“Jelang masa jabatan saya habis saya akan lihat terus progresnya,” tutupnya.

(ica/JPC)