Kamis, 28 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12248

Perubahan Cuaca Ekstrem di Laut Itu …

0
Proses evakuasi korban tenggelamnya KM Berkat Anugerah di Perairan Pulun, Lingga. (Istimewa)

batampos.co.id – Perubahan cuaca ke arah ekstrem karena munculnya awan Cumulonimbus diduga menjadi pemicu tenggelamnya KM Berkat Anugerah GT 20 tenggelam di Perairan Pulun, Kecamatan Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (24/6).

Berdasarkan citra satelit cuaca pada Minggu kemarin, diperoleh informasi bahwa pada pukul 06.30 WIB hingga pukul 08.00 WIB menunjukkan adanya liputan awan Cumulonimbus. Kondisi tersebut berpotensi menghasilkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lingga.

Liputan awan Cumulonimbus yang meluas berpotensi menghasilkan angin kencang (gusty). Sehingga dapat menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut.

“Saat kapal yang memuat 13 penumpang, 10 ton kelapa, dan lima ton pisang ini berada di peraiaran Pulun, kondisi cuacanya tengah terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi Geofiksika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim Batam Suratman dalam keterangannya, Senin (25/6).

Sebelumnya, peringatan terhadap kondisi cuaca telah diinformasikan. Diperkirakan terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Kepri. Di antaranya di Letung, Jemaja, Jemaja Timur, Singkep Barat, Singkep Selatan, Selayar, Senayang, Lingga dan sekitarnya.

Namun dari data analisis pada Minggu 24/6) kemarin, diperoleh informasi bahwa tinggi gelombang laut umumnya berkisar antara 0,1 sampai 0,5 meter di wilayah perairan Kabupaten Lingga dan sekitarnya.

Sementara itu, kecelakaan laut tersebut mengakibatkan seorang penumpang perempuan tewas. Korban atas anam Eri, 45, warga Kecamatan Bengkong, Batam. Dia meregang nyawa setelah terlalu banyak menelan air.

Seorang penumpang yang sempat hilang ditemukan dalam keadaan selamat. Sementara 11 penumpang lainnya berhasil diselamatkan kapal MV Oceanna 10 yang berlayar dari Kabupaten Lingga menuju Batam.

Seluruh penumpang kapal Berkat Anugerah yang rencananya berlayar dari Jambi tujuan Pelabuhan Bagan, Kecamatan Sungai Beduk, Batam itu langsung dibawa ke Pelabuhan Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Lingga. Mereka lantas memperoleh pertolongan pertama. (bbi/JPC)

Kisah Tenggelamnya KM Berkat Anugerah

0
Proses evakuasi korban tenggelamnya KM Berkat Anugerah di Perairan Pulun, Lingga. (Istimewa)

batampos.co.id – KM Berkat Anugerah bertolak dari Pelabuhan Nipah Panjang, Jambi pada Sabtu (23/6) pukul 21.00 WIB. Muatannya 10 ton kelapa, lima ton pisang, dan 13 orang. Rinciannnya, satu nakhoda, satu KKM, dua Klasi dan sembilan orang penumpang. Kapal berlayar menuju Pelabuhan Bagan, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

Minggu pagi sekitar pukul 07.20 WIB, KM Berkat Anugerah tiba di Perairan Pulun. Ketika itu cuaca sedang buruk. Angin barat dan hujan dengan intensitas sedang datang menerpa. Kapal kemudian dihempas gelombang besar hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Para penumpang kapal terjun ke laut. Mereka pun terombang-ambing di perairan Pulun. Sampai akhirnya kapal MV Oceanna 10 datang dan melakukan upaya penyelamatan korban.

Dalam evakuasi tersebut berhasil diselamatkan 12 orang. Dengan rincian, 11 korabn elamat dan satu korban tewas.

“Berdasarkan informasi bahwa satu orang penumpang lainnya dinyatakan hilang dan sudah ditemukan,” kata Kasat Polairud Polres Lingga AKP Paten Tarigan dalam kegerangannya, Minggu (24/6) malam.

KP 2006 Satpolairud Polres Lingga dan KP 1007 Ditpolairud Polda Kepri juga diturunkan untuk melakukan penyelamatan. Kedua kapal bertolak dari Pelabuhan Jagoh menuju Perairan Pulun.

Pukul 14.00 WIB, pencarian korban hilang membuahkan hasil. Andre, 30, ditemukan dalam kondisi selamat. Selanjutnya, para korban dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.

(bbi/JPC)

Pencuri Babak Belur Dihajar Masa

0

batampos.co.id – Walhidayah, 36, pencuri ponsel milik salah satu pedagang pasar Jodoh Kios Yasha, babak belur diamuk masa, Minggu (17/6) lalu. Teriakan maling dari korban, Mesy Oktavia Hamzami, 29 membuat suasana pasar itu jadi riuh. Warga mengejar Walhidayah usai kepergok mencuri.

Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah mengatakan, awalnya korban yang sedang berjualan di pasar itu tertidur di meja kasir. Walhidayah yang lewat di depan kios korban, melihat ponsel korban di atas meja kasir. Melihat adanya kesempatan itu, Walhidayah mengambil ponsel tersebut dengan melewati belakang kursi yang diduduki korban.

“Saat hendak keluar, tersangka tidak sengaja menyenggol kursi yang diduduki oleh korban hingga membuat korban terbangun. Setelah bangun, korban langsung berteriak,” kata Ricky, Minggu (24/6) siang.

Mengetahui aksinya telah dipergoki oleh korban, Walhidayah langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor yang diparkirkannya di depan kios milik korban. Namun, saat hendak kabur dengan membawa ponsel yang diambilnya itu., Walhidayah langsung diamankan oleh warga yang mendengar suara teriakan dari korban.

“Tersangka ini kemudian langsung diamankan oleh warga yang berada di lokasi kejadian. Dia sempat dipukul sama warga yang geram sama pelaku ini,” katanya.

Usai diamankan sama warga, selanjutnya warga menyerahkan Walhidayah ke Polsek Batuampar untuk diproses lebih lanjut. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor, dan dua unit ponsel. Atas perbuatannya, Walhidayah dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara.

“Pelaku kita amankan setelah ditangkap sama warga karena diduga melakukan pencurian. Sejauh ini penyidik masih mintai keterangan pelaku,” imbuhnya. (gie)

Sunatan Massal Bantu Warga Kurang Mampu

0

batampos.co.id – Yayasan Inaayah Batam bekerja sama dengan Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Batam menggelar sunatan massal di kantor Kecamatan Sagulung, Minggu (24/6). Kegiatan yang merupakan rangkaian peresmian Yayasan Inaayah Batam ini diikuti oleh 120 peserta sunat dari kalangan anak yatim piatu dan kaum duafa yang tergabung dari tiap wilayah di Batam seperti Sagulung, Seibeduk, Batuaji, Bengkong, Nongsa dan wilayah lainnya.

Ketua Yayasan Inaayah Batam, Inaayah mengatakan sunatan massal ini merupakan kegiatan yang baru pertama kali diadakan. Tujuannya untuk membantu keluarga kurang mampu, terlebih, kegiatan ini juga dinilai mengandung nilai keagamaan dan kesehatan. “Karena ini bagian dari ibadah wajib laki-laki yang beragama Islam untuk di sunat,” ujar Inaayah disela kegiatan.

Dia mengatakan target awal dari kegiatan sosial itu sekitar 100 anak, namun karena banyaknya minat peserta sunat yang daftar sampai hari pelaksanaan sehingga yang terlaksana hingga akhir kegiatan mencapai 120 orang.”Banyak orang tua yang ingin mendaftar, tapi karena keterbatasan tim medis dan lainnya kami batasi hanya 120 anak saja,” katanya.

Inaayah menjelaskan proses pelaksanaan sunatan massal itu pihaknya mendapat bantuan tenaga medis dari Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, IDI Batam juga tim bantuan medis Fakultas Kedokteran Uniba. “Alhamdulillah acaranya sukses berkat kerja sama dengan para sponsor, saya berharap ke depannya kami bisa mengadakan kegiatan sosial lainnya lagi. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada donatur dan sponsor yang mau membantu mensukseskan acara ini,” katanya.

Perwakilan Ikatan Alumni (Iluni) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, dr Agung Hadi Prabono Sp.f mengatakan kegiatan sunatan massal dari Yayasan Inaayah ini sejalan dengan program sosial Inalu Fakultas Kedokteran UISU. “Dari pihak kami sudah sering melakukan kegiatan ini. Kami bantu dan support kegiatannya dengan menyiapkan tenaga medis,” kata Agung yang juga dokter Forensik RSUD Batam ini.

Dia menyebutkan pihaknya menyiapkan 10 orang tenaga dokter dari Inalu FK UISU untuk mensuskseskan kegiatan tersebut. Sementara itu, anak-anak yang mengikuti sunatan massal itu juga diberi bingkisan perlengkapan salat, uang saku, dan juga perlatan sekolah. “Acara ini gratis dan diprioritaskan untuk anak-anak yang kurang mampu,” tutup Agung. (une)

Cuaca Hujan Tak Kurangi Antusias Warga Berlibur di Pantai

0
Warga memadati Pantai. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lokasi wisata jembatan Barelang kembali dipadati wisatawan, Minggu (24/6). Pantauan Batam Pos, meskipun kondisi cuaca Batam kurang bersahabat, namun antusias masyarakat untuk menghabiskan akhir pekan di sana masih cukup tinggi.

Rismayani, pengunjung lokasi wisata Jembatan Barelang dan Pantai Dendang Melayu, mengatakan jika kedua ikon wisata Batam itu memang salah satu lokasi wisata favorit masyarakat Batam untuk berakhir pekan. Tak heran jika di hari libur seperti ini mereka datang berbondong-bondong untuk bersantai sambil menikmati pemandangan laut dari atas jembatan dan mengabadikan momen tersebut dengan berswa foto bersama keluarga dan sahabat.

“Lokasinya cukup dekat. Tiketnya pun terjangkau,” katanya.

Pengelola Jembatan Barelang, Arman mengaku kunjungan wisatawan di dua lokasi tersebut sudah mulai berkurang.

“Sudah tak ramai lagi. Tak macam minggu lalu, wisatawan lokal maupun mancanegara ramai yang ke sini,” sebutnya.

Di Pantai Tegar Putri yang terletak dijembatan enam, Galang juga tak kalah ramainya. Banyak wisatawan sengaja mengunjungi pantai tersebut untuk melepas penat sebelum memasuki hari kerja. “Datang sama teman-teman. Sengaja jauh-jauh karena memang pingin ke sini,” kata Dinda, warga Batamcenter ini.

Meski cuaca tengah mendung, tidak membuat dia dan ratusan wisatawan lainnya untuk membatalkan niatnya menikmati hari libur misalnya dengan berenang, bermain pasir dan lainnya.

“Tadi sempat kehujanan, tapi karena sudah niat mau main pantai, saya lanjutin perjalanannya bersama teman-teman kerja,” jelasnya. (une)

Harga Daging masih Mahal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Seminggu pasca Lebaran Idul Fitri harga komoditas di pasar tradisional masih tinggi, Minggu (24/6). Saat ini harga daging sapi mencapai Rp 95 ribu per kilo sedangkan daging ayam Rp 38 ribu.

“Harga daging sapi semakin naik, harga daging ayam juga belum turun-turun,” ujar Ridwan pedagang daging sapi di Pasar SP Plaza, Sagulung.

Dia mengatakan tingginya harga komoditas tersebut lantaran pasokan daging yang mulai menipis. Belakangan ini distributor hanya mendistribusikan sekitar 15 kilogram daging kepada setiap pedagang, padahal biasanya sampai 30 kilogram dalam sehari.

“Dapatnya susah, mungkin karena selesai Lebaran,” katanya.

Selain itu, tingginya harga daging juga diikuti daya beli masyarakat yang turun. Ridwan mencontohkan, pasokan daging sapi sebanyak 15 kilogram itu bisa terjual selama dua hari. “Biasanya 50 kilogram daging pun bisa terjual dalam sehari,” katanya.

Di Pasar Fanindo Batuaji harga komoditas tersebut dijual berbeda. Harga daging sapi dijual Rp 85 hingga Rp 90 sementara daging ayam Rp 36 ribu.

“Setiap pasar memang beda-beda, tergantung harga dari distributor,” kata Aan pedagang daging sapi di Fanindo.

Ditanya pasokan daging, Aan mengaku memang sedikit menipis. Berbeda dengan saat menjelang Lebaran, pasokan daging sapi maupun ayam cukup melimpah.

“Paling-paling dapat 20 kilogram. Itupun tak langsung laku karena masih sepi,” katanya.

Sementara untuk harga sayur lokal hijau di kedua pasar tersebut terpantau normal. Murni penjual sayur mengatakan harga bayam dan kangkung dijual Rp 7 ribu dari harga sebelumnya Rp 14 ribu. Demikian juga untuk harga cabai, tomat, bawang putih dan merah, sawi.

“Harga sayur sudah pada turun, tapi pembelinya masih sepi,” tutupnya. (une)

Ribuan KTP Menumpuk di Kecamatan

0
Petugas merapihkan KTP warga yang sudah jadi.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 6.500 keping KTP elektronik menumpuk di Kecamatan Bengkong. Ribuan KTP ini tak kunjung diambil warga, sementara pihak kecamatan mengklaim telah melakukan berbagai imbauan agar warga segera mengambil dokumen kependudukan tersebut.

“Jumlah yang menumpuk ini, dari yang dicetak reguler maupun yang dicetak darurat,” terang Camat Bengkong M Tahir, Minggu (24/6) siang.

Tahir menyampaikan, awalnya KTP yang tercetak secara reguler sebanyak 3 ribu keping sementara yang tercetak darurat sebanyak 9.800 keping. Dari sekian banyak yang belum diambil yakni dari KTP yang dicetak darurat.

“(Yang tercetak darurat) hanya sekitar 40 persen yang sudah ambil,” imbuhnya.

Ia menyesali keadaan tersebut, karena saat mencetak darurat pihaknya bekerja ekstra dan warga selalu mendesak kecamatan segera memberikan solusi terkait tuntutan warga tersebut.

“Jangan hanya mendesak kami pada saat kepengurusan dokumen seolah-olah emergency atau darurat, maunya KTP selesai dua jam atau tiga jam. Tapi saat ini KTP sudah siap (dicetak), sampai kini belum diambil,” paparnya.

Berbagai cara sosialisasi, ia mengklaim telah lakukan baik mengunakan media spanduk hinga media sosial hingga mengumuman di masjid-masjid.

“Lewat grup Whatsapp lurah, grup Whatasapp forum RT RW hingga sms ke orangnya sudah kami lakukan. Kami pun umumkan di masjid-masjid,” ucapnya.

Ia mengaku kini masih terus mencari cara agar KTP terebut terdisribusikan dengan baik. Termasuk mempertimbangkan apakah bisa dokumen ersebut dbagi oleh RT RW, namun sepengetahuannya KTP merupakan dokumen penting yang tidak bisa dititipkan sembarang. Menurutnya, ia akan kembali menyampaikan ke RT RW dan lurah agar meneruskan informasi tentang KTP ke warganya masing-masing.

“Kalau hilang siapa yang tanggungjawab, takutnya disalahgunakan orang, bisa berbahaya nanti. Makanya yang lebih baik, warga datang ke kecamatan,” ucapnya.

Selain imbauan, pihaknya juga sempat melakukan layanan ekstra. Namun lambat laun,layanan ini tak terlalu diminati dan warga yang datang ke kecamatan perlahan sepi.

“Sebelum ini, satu bulan kami buka layanan estra. Hari-hari pertama saja ramai. Kami akan buka lagilah, kalau yang datang ramai,” pungkasnya. (iza)

Pasokan Minim, Harga Ikan Laut Makin Mahal

0

batampos.co.id – Kondisi cuaca yang kurang bersahabat di perairan Lingga , berdampak pada menipisnya ketersediaan atau pasokan ikan di pasar. Karena pasokan ikan segar dari nelayan menipis, otomatis harga ikan saat ini di Lingga naik. Begitu juga ikan yang kondisinya kurang segar, oleh pedagang ikan dijual dengan harga yang juga tinggi.
Cuaca yang kurang bersahabat juga membuat banyak nelayan memilih menambatkan perahunya daripada memaksakan untuk melaut.

”Apalagi dari Dabo memang tak ada lagi pasokan ikan. Ini ikan yang dijual bukan dari nelayan di Dabo, tapi dari nelayan di beberapa pulau dan nelayan dari Tanjungpinang,” ujar salah seorang pedagang ikan di Pasar Dabo Singkep, Sahrul, Minggu (24/6).

Harga ikan di pasar basah Dabo Singkep saat ini harganya tinggi dan bervariasi sesuai kondisi ikan. Seperti misalnya ikan selar saat ini perkilogramnya harganya mencapai Rp 45 ribu dari sebelumnya yang hanya Rp 30 ribu saja.

Begitu juga dengan tongkol saat ini dipatok Rp 30 ribu perkilogramnya dari sebelumnya yang hanya Rp 25 ribu. Untuk udang saat ini harga perkilogramnya Rp 80 ribu dari sebelumnya Rp 65 ribu.

Minimnya pasokan ikan serta harganya yang mahal saat ini, membuat masyarakat yang biasanya mengkonsumi ikan laut, saat ini beralih membeli ayam potong meski harganya juga mahal mencapai Rp 40 ribu perkilogramnya pasokan dari Batam dan Tanjungpinang. (wsa)

Nelayan dan Nakhoda Diminta Waspada

0

batampos.co.id – Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan KSOP Kelas II Tanjungbalai Karimun, Syahrinaldi mengimbau kepada nelayan di Karimun agar lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya di laut. Sebab, saat ini intensitas turun hujan tinggi, disertai hembusan angin kencang dan petir.

Sesuai dengan informasi yang didapat dari BMKG Karimun memprediksi hingga akhir Juni ini curah hujan masih tinggi. Hingga saat ini untuk pelayaran wilayah Karimun ke berbagai tujuan masih beroperasi seperti biasa. Namun pihaknya tetap intens berkomunikasi ke para nakhoda kapal memantau kondisi dan situasi cuaca di laut.

”Tujuan Batam, Tanjungpinang, Selatpanjang maupun pulau di sekitar Karimun masih normal pelayarannya, meski tiaphari hujan deras mengguyur, rute tersebut masih layak digunakan berlayar, asalkan harus lebih meningkatkan kewaspadaannya untuk nakhoda,” terang Syahrinaldi.

Imbauan kepada nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut juga dikatakan oleh Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun, Amirullah. Faktor cuaca yang terus-menerus hujan deras ini memang mempengaruhi hasil nelayan dalam mencari ikan di laut jadi berkurang. Mereka berangkat melaut subuh dan pulang malam hari.

“Apabila cuaca di tengah laut tak memungkinkan untuk dilanjutkan melaut, lebih baik segera berlindung dengan bersandar ke pulau terdekat,” terang Amirullah.

Data yang didapat dari BMKG Karimun, suhu udara di pagi hari mencapai 27 hingga 32 derajat celcius. Sedangkan kelembaban udara di angka 70 sampai 95 persen dengan kecepatan angin mencapai sembilan kilometer per jam. (tri)

Festival Pulau Senoa Kembali Digelar

0
Peserta lomba pacu kolek sedang berlaga di Festival Pulau Senoa yang digelar di Kabupaten Natuna, Minggu (24/6). F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Festival Pulau Senoa kembali digelar Pemkab Natuna. Event pariwisata yang didukung pemerintah Provinsi Kepri diisi berbagai kegiatan, Minggu (24/6).

Acara ini dibuka Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar dan Asisten Deputi Kementerian Pariwisata. Lomba yang digelar diantaranya pacu kolek, panjat pinang, voli pantai, lari goni, hingga kuliner dan pelestarian penyu dengan pelepasan tukik di pantai Pulau Senoa. Diharapkan event ini bisa membangkitkan pariwisata di Kabupaten Natuna.

Kadis Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar mengatakan, digelarnya Festival Pulau Senoa di Natuna dengan harapan daerah Natuna menjadi salah satu destinasi wisatawan asing dan lokal. Saat ini pemerintah berupa membenahi infrastruktur yang kurang sehingga nantinya wisatawan akan semakin tertarik berkunjung.

Selain itu, Pemerintah Provinsi sudah membantu mempromosikan pariwisata Natuna. Namun tak dipungkiri kedatangan wisatawan sangat didukung berbagai hal. Diantara akses transportasi dan infrastruktur.

”Ke depan festival Pulau Senoa mesti dirancang ulang agendanya, untuk menyesuaikan jadwal kedatangan rombongan yacht mancanegara di Natuna. Semoga kedepannya infrastruktur pendukung bisa dibangun di pulau ini. Dan festival ini menjadi festival nasional,” katanya.

Sementara itu, sepanjang pantai dipadati masyarakat lokal. Warga rela mengantri untuk mendapatkan tumpangan pompong dipelabuhan untuk menyeberang di pulau Senoa yang dapat ditempuh sekitar 15 menit dari Desa Sepempang, guna menyaksikan berbagai kegiatan dalam festival Pulau Senoa.(arn)