Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12251

Selidiki Kasus Kebakaran di Batu Merah, Polisi Otopsi Seekor Anjing

0
Anggota Inafis Polresta Barelang melakukan olah tkp dan korban kebakaran di gudang air Kawasan Industri Mega Cipta batumerah Batuampar, Kamis (21/6). Pada kejadian tersebut 6 orang korban meninggal dunia. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Kepri Kombes Pol dr. Djarot Wibowo mengatakan, tim dari Labfor berhasil menemukan korban lain dalam peristiwa kebakaran. Yaitu seekor anjing yang diduga milik keluarga korban.

Untuk memberikan tambahan fakta dalam mengungkap kasus ini, proses otopsi juga dilakukan terhadap mayat anjing tersebut.

“Kami akan lihat apakah ada jelaga dalam saluran napas anjing tersebut. Begitu juga dengan paru-parunya. Ini akan membantu menyimpulkan apa yang terjadi sebelumnya,” kata Djarot ketika dihubungi, Jumat (22/6).

Jelaga adalah butiran arang halus yang lunak. Jelaga terjadi dari hasil asap lampu atau pembakaran dan biasanya berwarna hitam.

Djarot belum menjelaskan secara pasti bagaimana pengaruh temuan fakta dari hasil otopsi mayat anjing yang ikut jadi korban kebakaran. Namun, pemeriksaan terhadap sebab kematian anjing akan menjadi fakta lain.


Kepala Bidang (Kabid) Dokter Kesehatan (Dokkes) Polda Kepri Kombes Pol dr. Djarot Wibowo

“Sampai saat ini tim kami sedang melakukan otopsi. Nanti setelah hasilnya diketahui, kami akan lihat sebab kematiannya. Apakah sama atau tidak,” terang Djarot.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran melanda sebuah rumah di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Insiden terjadi pada Kamis (21/6) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Ada enam korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Mereka merupakan satu keluarga. Kemudian seorang asisten rumah tangga mengalami luka-luka. Sekarang kondisinya masih kritis dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Batam.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Kami tunggu pemeriksaan dari tim labfor untuk memeriksa penyebab kebakaran,” kata Didid yang turun langsung ke TKP.

Adapun identitas korban meninggal adalah Koko (anak), Joshua (kepala keluarga), Wiliam (anak), Eby (anak), Ace (anak), dan Pang Pang (istri).

Lalu asisten rumah tangga bernama Anggit yang menjadi korban luka.

Hasil pemeriksaan sementara, para korban tewas setelah menghirup gas monoksida (CO). Namun kenapa mereka sampai menghirup gas tersebut, sampai sekarang masih menjadi misteri. Tim dari Labratorium Forensik (Labfor) Mabes polri yang turun melakukan pemeriksaan, juga belum memberikan penjelasan terkait sebab kejadian ini.

(bbi/JPC)

Pemko Batam Optimis Capai Target Pajak dan Retribusi Daerah, Meskipun ….

0
Sejumlah reklame berjejer dikawasan Baloi. Pemerintah akan menata kembali titik reklame. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Dari sembilan obyek, hanya pajak reklame yang penerimaannya berada di atas 50 persen. Tepatnya 59,61 persen.

Sementara realisasi delapan obyek pajak lainnya baru di kisaran 40 persen. Seperti pajak hiburan baru 42,55 persen atau senilai Rp 13,5 miliar, pajak hotel 42,67 persen, dan pajak restoran 44,75 persen.

Meski demikian, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam menargetkan realisasi target pajak sebesar 50 persen pada akhir Juni 2018.

“Saya kira masih ada waktu. Karena memang batas akhir pembayaran tiap tanggal 20 setiap bulannya. Bulan ini karena bertepatan dengan libur Lebaran, sehingga memang belum kami evaluasi,” kata Kepala BP2RD Kota Batam Raja Azmansyah, Jumat (22/6).

Azman tidak memastikan kapan tepatnya hasil evaluasi keluar. Namun, dia yaki kalau 50 persen pembayaran pajak akan tercapai. Kalaupun nantinya ada hal-hal yang membuat target tidak tercapai, BP2RD akan melakukan pembinaan terhadap wajib pajak. Sehingga bisa mendukung target yang ditetapkan pemerintah.

Secara keseluruhan, penerimaan pajak Kota Batam baru mencapai angka Rp 318 miliar. Angka tersebut baru sekitar 32,78 persen dari target penerimaan pajak 2018 sebesar Rp 970 miliar.

Dari sembilan objek pajak yang ada di Batam, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Diikuti pajak jalan dan PBB.

Sementara pajak hiburan baru mengalami kenaikan menjadi sebesar 35 persen. Angka itu tidak terlalu signifikan menyumbang pendapatan daerah. Tahun ini, pajak hiburan hanya berada di angka Rp 27 miliar dengan kenaikan 35 persen tersebut. “Hiburan ini memang tidak signifikan. Cuma berada di garis tengah dibanding pajak lain,” tambah Azman.

(bbi/JPC)

Untuk Penerimaan CPNS Pemko Batam Pastikan Belum Ada Keputusan Soal Kuota

0
Ribuan Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel bersama.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengonfirmasi terkait beredarnya informasi terkait Laporan Penetapan e-formasi Tenaga Honorer, Pegawai tidak tetap, Pegawai Tetap non-PNS dan Tenaga Kontrak pengangkatan CPNS tahun 2016-2019.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) Kota Batam bahkan mengaku telah mempertanyakan hal tersebut ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia.

“Mohon maaf, kami sudah cek ke Kemenpan RB, belum ada (keputusan kuota),” kata Sahir melalui aplikasi pesan singkat Whatsapp, Kamis (21/6) malam.

Untuk diketahui, Pemko Batam kini kekurangan atau butuh sebanyak 2.148 PNS baru. Dengan rincian, tenaga guru SMP sebanyak 481 orang, tenaga guru SD 551 orang, tenaga kesehatan untuk RSUD 263 orang, tenaga kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batam 140 orang, dan 723 tenaga fungsional dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Jumlah tersebut cukup banyak, mengingat penerimaan baru ini bertujuan untuk mengisi kekosongan setelah 220 ribu PNS dari seluruh Indonesia memasuki masa pensiun. Pengajuan PNS oleh Pemko Batam mencapai 10 persen dari total kebutuhan nasional.

Menyikapi ini, Sahir masih berharap banyak akan keputusan Kemenpan RB. Sementara berdasarkan rapat BKPSDM Batam dan BKP SDM Kepri beberapa waktu lalu yang dapat terkafer jika merujuk pada jumlah yang pensiun adalah 70 orang.

“Ini hasil rapat bersama. Kami tetap berharap dari Menpan RB bisa lebih, kita tunggu saja,” imbuhnya, belum lama ini.

Sahir dalam kesempatan yang lain juga menegaskan penetapan kuota berdasarkan jumlah pensiun tak mewakili kebutuhan PNS Batam yang cukup besar, terlebih untuk tenaga kesehatan dan pendidikan.

“Kami ditawari sesuai angka pensiun, kami tidak mau. tahun 2017 lalu, di Batam kan hanya pensiun 70 orang. Bahasa saya, kami nawarlah, jangan 70 itu, kami butuh banyak” paparnya. (iza)

Perizinan BP Batam belum Bisa Diujicoba

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik BP Batam yang sudah mulai beroperasi, Selasa (5/12/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam masih menunggu aplikasi Online Single Submission (OSS) dirampungkan oleh pemerinhtah pusat.

Karena aplikasi OSS belum rampung, maka BP belum bisa mengujicoba sejumlah perizinan yang direncanakan akan terintegrasi dengan OSS.

“Kalau di BP yang dilimpahkan itu izin investasi 3 jam (i23J) dan angka pengenal impor. Keduanya merupakan izin hulu yang harus terintegrasi dengan OSS,” kata Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto, Kamis (21/6).

Ady mengatakan kedua perizinan ini sudah siap untuk diintegrasikan dengan OSS.

“Namun aplikasinya belum ketahuan. Karena masih disiapkan pemerintah pusat,” katanya.

Jikalau aplikasinya diluncurkan nanti, OSS baru hanya bisa terintegrasi dengan perizinan hulu seperti i23J.

“Sedangkan untuk perizinan hilir seperti perizinan lalu lintas barang belum. Maka sangat diharapkan agar bisa segera diintegrasikan,” jelasnya.

OSS kata Ady bersifat seperti garansi bagi investor agar tidak ragu dalam menanamkan modalnya di Batam kelak.

“Apalagi saya dengar nanti, jika i23J dipasangkan dengan oSS, proses perizinan akan lebih cepat selesai. Dari 3 jam jadi 30 menit,” paparnya.

Perizinan lalu lintas barang sangat penting karena sudah menyangkut proses produksi.

“Ya kita tunggu saja perintah dari Jakarta. Yang pasti kami sudah bertukar informasi,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos di MPP tadi, loket pelayanan perizinan milik BP batam sudah berjalan normal seperti biasa.

Banyak masyarakat datang untuk mengurus perizinan seperti perizinan IPH, reklame dan lainnya.

Di satu sisi, pengusaha juga berharap agar OSS segera diluncurkan. Namun ia meminta agar jangan terburu-buru meluncurkannya. Harus benar-benar siap.

Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung mengatakan prinsip dari reformasi perizinan berusaha adalah mengubah proses perizinan dari konvensional menjadi online.

Tujuannya adalah untuk menjalin komitmen dan pengawasan serta kepastian dalam berusaha.

“Dalam pelaksanaannya kan perlu petunjuk legal, sistem yang terintegrasi secara elektronik dan sejumlah pedoman serta juknis pelaksanaan,” katanya.

Ayung berharap agar OSS cepat dibenahi sehingga bisa diluncurkan.

“Bagi kami yang penting, sistem dapat bekerja secara efektif sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaan,” paparnya.

Untuk itu infrastrukturnya harus dikerjakan dengan baik, jangan bermasalah pada saat peluncuran nanti.”Karena menggunakan sistem online bandwith yang sangat besar. Dan faktor SDM profesional juga penting dalam mengawasi sistem itu dapat bekerja dengan baik. Kita tunggu kesiapan dari sistemnya,” ucapnya lagi. (leo)

Pak Wali Sebut Pelebaran Jalan Sesuai Jadwal

0

batampos.co.id – Hari pertama masuk usai cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriah, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Batam Jefridin langsung meninjau kelanjutan pembangunan jalan di Kota Batam, Kamis (21/6).

Dalam kesempatan tersebut, ia memboyong berbagai pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut serta meninjau jalan. Tiga lokasi yang ditinjau Wako yakni pelebaran jalan Simpang KDA, Kecamatan Batam Kota. Selanjutnya rombongan meninjau lokasi pelebaran jalan di Simpang Kara Batamcentre atau tepatnya di depan kawasan Camo Industri. Dilanjutkan melihat proses pelebaran jalan di Simpang Frengki-Simpang BNI.

¡°Saya sengaja mengajak seluruh pimpinan OPD agar mereka tau. Kalau saya dan Pak Wawa selalu mutar untuk melihat apa yang kurang dan yang perlu ditambah. Termasuk jalan ini harus dibuka,¡± ujarnya.

Ia mengatakan, kini pelebaran jalan yang dilakukan Pemko Batam berjalan sesuai dengan rencana. “”Progressnya lebih dari bagus, artinya pekerjaan sesuai dengan jadwal,” ucap dia.

Setiap jalan akan dilebarkan setiap lajurnya akan dilebarkan menjadi tiga hingga empat lajur. Dengan memanfaatkan semua lahan yang miliki pemerintah. Ia memastikan, pelebaran jalan tidak mengganggu Penetapan Lokasi (PL) bangunan yang ada di sekitar pelebaran jalan.

“Ada Sembilan titik yang dilebarkan tahun 2018 ditamnbah dua titik jadi totalnya ada sebelas titik,¡± sebutnya.

Titik-titik pelebaran jalan, dua di antaranya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Yaitu ruas Simpang Frengki-Simpang BNI Sei Panas dan Simpang BNI Sei Panas-Underpass Pelita.

Sedangkan sembilan lainnya dilebarkan oleh Pemerintah Kota Batam. Yakni Planet Hoilday Hotel-Simpang The Hills Hotel, Underpass Pelita-Telkom-Irinco, Apartemen Harmoni-Simpang Baloi, Simpang Jam-Simpang BNI, Simpang Kuda-Bengkong Seken, Masjid Raya-Simpang Kabil, KDA-Bundaran Kantor Camat Batam Kota, Indomobil-Simpang Baloi, dan Simpang Baloi-Kampung Nelayan.

Beberapa ruas merupakan proyek lanjutan tahun lalu. Proyek pelebaran yang termasuk baru yaitu Jalan Laksamana Bintan, antara Simpang Kuda Sei Panas dengan Bengkong Seken. Alat berat sudah masuk di kawasan ini dan pelebaran akan segera dimulai.

“Nanti Simpang Kuda itu diratakan habis. Lengan jalan dibuka lagi. Dibuat lampu merah di situ, jadi bisa langsung belok dari Sei Panas ke Underpass Pelita,” kata dia. (iza)

BP Batam Janji Perbaiki Penanaman Pipa IPAL

0
Sejumlah kendaraan melintas dijalan M Tahir Batamcenter F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penggalian untuk pemasangan pipa di sepanjang jalan kecil Engku Putri, Teluk Tering, dikeluhkan warga. Pasalnya, penggalian yang dimulai sejak akhir tahun lalu itu hingga kini tak kunjung usai.

Pembatas jalan yang dipasang hingga ceceran tanah bekas galian, membuat ruas jalan tersebut terlihat kotor dan sempit.

“Pengerjaannya makan badan jalan. Susah dipakai lajur dua arah. Jadi kayak buka tutup. Kan itu mengganggu,” terang Supardi, yang kerap ngetem di jalan tersebut sebagai supir taksi online.

Apalagi ketika hujan, galian yang terbuka meluapkan air hingga ke jalan. “Saat tanah bercampur air jadinya jalan sangat licin. Jelas membahayakan bagi pengendara motor. Ada juga pengendara motor yang tergelinicir karena galian ini,” sambung Riyan, sesama supir taksi online yang juga ngetem di samping Harmoni One Hotel tersebut.

Usaha sekitar yang didominasi bidang kuliner, juga mengeluhkan hal serupa. “Parkiran jadi susah. Kadang ada yang terpaksa parkir di ujung jalan depan karena pembatas-pembatas galian yang menghambat jalan masuk ke tempat kami,” ungkap salah satu pemilik usaha makanan khas Jawa, Marni.

Umumnya warga sekitar yang rata-rata pemilik usaha ini mengaku dirugikan dengan kondisi penggalian yang tak kunjung usai. Selain jalan menjadi sempit dan licin, tanah merah dari galian itu juga menimbulkan debu saat cuaca panas.

“Kalau pengerjaannya nampak setiap hari, mungkin kami tidak keberatan. Ini sudah berbulan-bulan, karena pengerjaannya sering terbengkalai. Yang dirugikan ya kami, malas orang mau kesini karena susah parkir dan segala macamnya,” ungkap wanita paruh baya itu.

Dari pedagang parkir di kawasan tersebut yang akrab disapa Abang menyebutkan, volume kendaraan yang parkir sejak ada galian memang berkurang.

“Hampir setengahnya kurang dari sebelumnya. Biasanya siang itu ramai baik kendaraan pribadi atau ojek. kalau sekarang rata-rata ojek saja, yang pribadi sepi,” bebernya.

Mereka pun meminta agar proyek BP Batam tersebut dapat segera terselesaikan, hingga aktivitas di jalan kecil Engku Putri itu dapat kembali normal.

“Selesaikan saja segera, biar tidak mengganggu lahan rezeki kami,” sahut beberapa pemilik usaha lainnya.

Usai Lebaran, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggesa proyek penanaman pipa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Sebelumnya, proyek ini banyak dikeluhkan masyarakat karena seperti dikerjakan asal-asalan. Imbasnya adalah banyak jalan yang rusak dan banyak kendaraan yang terperosok di dekat lubang penggalian. Contohnya di Harmoni One dan di dekat Simpang Maymart.

“Sebelumnya juga, jika ada keluhan kami akan langsung genjot,” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam, Muhammad Taofan, Kamis (21/6).

Sisitem saluran limbah yang sudah jadi.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

Taofan kemudian menjelaskan ada sejumlah kendala mengapa proses perbaikan dikerjakan usai Lebaran.

“Karena masalah cuaca yang sering hujan dan juga karena ada Lebaran,” katanya lagi.

BP memang sudah mengganti subkon lama dengan subkon yang baru. Dan subkon baru ini dari Korea Selatan yang meminjamkan dana lunak untuk pembangunan IPAL.

“Subkon dari Korea ini yang nanti akan melaksanakan proyeknya sedangkan kami dari BP berperan sebagai pengawas,” ucapnya.

Subkon sebelumnya yakni PT Batam Global Jaya memang tak menjalankan tugasnya dengan baik. Kepala Bidang Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam Iyus Rusmana mengatakan subkon tersebut tidak bekerja sesuai metodologi dan SOP. Sehingga diputus kontraknya.

Akibat dari pekerjaan yang tidak merunut pada SOP, BP menerima banyak komplain dari masyarakat.

Komplain yang diterima sangat bervariasi. Namun pada umumnya terjadi karena amblesnya tanah karena kontruksi pipa. Ada juga yang terjadi karena pengecoran, membuat genangan air dimana, berdebu dan lainnya.

BP, kata Iyus, akan berusaha mengakomodir komplain masyarakat. (nji/leo)

Lima Hari Sampah Belum Diangkut

0
Tong sampah yang sudah penuh belum diangkut oleh Dinas Kebersihan terlihat di pinggir jalan.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tumpukan sampah di Perumahan Puri Agung II, Mangsang hingga kini belum diangkut oleh petugas kebersihan, Kamis (21/6). Warga setempat mengaku sampah sudah hampir lima hari belum diangkut, terhitung sejak dua hari setelah Lebaran.

“Lima hari sudah sampah ini belum diangkut-angkut, armada kebersihan sama sekali belum terlihat sampai har ini, ” ujar Nur, warga Perumahan Puri Agung, Blok D.

Dia mengaku warga setempat cukup kecewa, sebab, mereka sudah rutin membayar retribusi sampah setiap bulan, namun pengangkutan sampah masih saja terlambat. “Sampahnya sudah sampai dua bak. Penuh semua,” katanya.

Akibat tumpukan itu, rumahnya mulai diserang lalat. Apalagi sejak lebaran banyak sampah basah yang diduga menyebabkan mudahnya lalat bersarang. Selain itu ia juga khawatir jika tumpukan sampah yang menumpuk di depan rumahnya sampai berbau busuk dan menjadi sarang penyakit.

Sebelumnya, Camat Seibeduk Science Taufik Riyadi mengaku akan segera menyelesaikan masalah keterlambatan tersebut, namun hingga saat ini sampah di Perumahan Puri Agung Blok C dan D tersebut masih belum juga diangkut. “Segera mungkin akan diangkut. Soalnya kendala armada,” kata Science.

Dia mengatakan proses pengangkutan sampah di perumahan tetap berjalan sesuai jadwal. Terkait keterlambatan itu, Science meminta warga untuk bersabar dan berjanji petugas akan menyelesaikan pengangkutan secepat mungkin. Petugas juga terus bekerja dan berupaya melayani masyarakat semaksimal mungkin.

“Tak semuanya numpuk. Masalah sampah itu sudah teratasi, karena ada sedikit masalah, makanya terkendala,” jelasnya. (une)

Pasien Rawat Jalan Membludak di RSUD Batam

0

batampos.co.id – Pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji sudah kembali normal. Poli klinik rawat jalan yang sebelumnya tutup karena liburan Lebaran sudah kembali buka sejak, Kamis (21/6).

Pantauan Batam Pos, siang kemarin, sebanyak 21 poli klinik rawat jalan yang ada di rumah sakit bertipe B+ beroperasi normal seperti biasa. Puluhan pasien terlihat ramai antre giliran di masing-masing poli. Poli yang paling banyak didatangi pasien terhitung ada tiga poli yakni poli kulit, medical cek up dan poli anak. Jumlah pasien di tiga poli itu masing-masing diatas 20 pasien.

Sementara data dari loket pendaftaran manual hingga, pukul 12.00 WIB, terhitung lebih dari 100 pasien yang antre di berbagai poli klinik yang ada. “Untungnya yang daftar online dua hari kedepan baru bisa berobat. Kalau serentak semua hari ini bisa repot kami,” ujar petugas di loket pendaftaran.

Jumlah pasien yang berobat di hari pertama masuk kerja ini diakui petugas di sana meningkat drastis. Itu karena masyarakat sengaja tahan jadwal berobat mereka sebab sepekan belakang ini poli klinik rawat jalan tutup karena libur. “Ada juga semacam penyakit musimam. Apalagi anak-anak. Ya selama lebaran kebanyakan makan atau minuman kaleng jadi mancret, diare dan lain sebagainya makanya jadi banyak yang berobat hari ini,” ujar petugas medis di poli klinik anak.

Direktur RSUD Ani Dewiyana, mengakui membludaknya pasien di hari pertama buka itu. Namun demikian tegas Ani tidak ada masalah yang ditemui sebab seluruh petugas medis disana sudah masuk kerja semua.

“Kami sudah prediksi itu. Makanya petugas semua masuk. Tadi saya sudah cek langsung hanya satu petugas di bagian apotik yang tidak masuk karena sakit,” ujar Ani. (eja)

Derita Pekerja di Jepang

0
ilustrasi

batampos.co.id –  Gulfnews pada Jumat, (22/6/2018) melansir seorang pegawai dihukum karena terbiasa pergi membeli bento untuk makan siang beberapa menit lebih awal.

Pria berusia 64 tahun itu seorang pekerja biro transportasi air di Kota Kobe. Ia didenda dan dimarahi setelah dia ditemukan meninggalkan mejanya hanya tiga menit sebelum dimulainya istirahat.

Dia tercatat melakukannya 26 kali dalam tujuh bulan. Pejabat senior di biro kemudian mengadakan konferensi pers yang disiarkan televisi, di mana mereka menggambarkan perilaku pria itu sangat disesalkan.

Seorang juru bicara biro itu mengatakan kepada AFP, istirahat makan siang adalah dari jam 12 siang hingga jam 1 siang.

“Namun ia meninggalkan mejanya sebelum istirahat,” ujarnya.

Pekerja itu telah melanggar undang-undang layanan publik yang mengharuskan karyawan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan mereka terlebih dahulu. Media lokal melaporkan insiden itu segera setelah anggota parlemen mengesahkan undang-undang yang ditujukan untuk mengatasi jam kerja Jepang yang panjang.

Bulan lalu, majelis meloloskan RUU yang membatasi lembur 100 jam sebulan sebagai tanggapan atas peningkatan jumlah karyawan yang meninggal akibat karoshi, atau kematian akibat terlalu banyak pekerjaan. Pemerintah terpaksa bertindak menyusul kecaman publik atas kematian Matsuri Takahashi, seorang karyawan 24 tahun dari periklanan Dentsu, yang bunuh diri pada 2015 setelah dipaksa bekerja lebih dari 100 jam lembur dalam sebulan, termasuk di akhir pekan.

Kasus Takahashi memicu panggilan untuk mengatasi budaya tempat kerja yang sering memaksa karyawan untuk meluangkan waktu lama untuk menunjukkan dedikasi mereka. Dalam kertas putih pertamanya tentang karoshi pada tahun 2016, pemerintah mengatakan satu dari lima karyawan di Jepang beresiko kematian akibat terlalu banyak pekerjaan.

Banyak orang bertanya-tanya apakah aturan itu akan diterapkan pada orang-orang yang meninggalkan meja mereka untuk merokok atau pergi ke toilet. Ada yang berkata, “Bagaimana dengan semua politisi yang tidur di parlemen? Mereka seharusnya dipecat, kalau begitu.”

Investigasi karyawan yang membeli bento lebih awal di jam makan siang itu ditemukan setelah seorang rekan senior melihatnya keluar. Ia melihat pria itu berjalan ke restoran terdekat yang menjual makanan takeaway saat makan siang.

Manajemen senior menghitung berapa banyak waktu yang dihabiskannya dari mejanya dan memberinya gaji setengah hari, menurut Sora News 24.

(ina/JPC)

Polsek KPPP Awasi Setiap Pelayaran

0
Calon penumpang Kapal Ferry saat naik kapal di Pelabuhan Domestik Punggur.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Arus balik menuju Kota Batam masih berlangsung dalam beberapa hari kedepan. Kapolsek KPPP AKP Reza Morandi Traigan menegaskan bahwa pihaknya akan tetap untuk melakukan pemantauan di setiap pelabuhan di Kota Batam.

Ia mengimbau kepada seluruh penumpang yang hendak berangkat ke pulau-pulau untuk menggunakan life jacket atau jaket pelampung serta harus membeli asuransi.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, karena musibah tidak akan tahu kapan terjadinya” tuturnya.

Untuk kapal penumpang dari Pelabuhan Sekupang yang melayani penumpang ke beberapa pulau, semuanya harus menggunakan pelampung. Selain itu, pihaknya juga meminta kepada perusahaan pelayaran untuk tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas.

“Kita lakukan ini sebagai bentuk antisipasi kecelakaan laut. Sama seperti kejadian di Danau Toba kemarin. Paling penting itu, kita antisipasi dulu sebelum kejadian,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Reza, untuk mewaspadai datangnya cuaca buruk yang seketika saja bisa terjadi, pihaknya tetap mengacu pada imbauan yang dirilis BMKG Batam yang setiap harinya selalu mengupdate kondisi cuaca.

Kendati demikian, hingga kini arus transportasi laut dari beberapa Pelabuhan di Batam masih berlangsung lancar dan kondusif. Namun, jika sewaktu-waktu cuaca berubah, maka pihaknya meminta kepada pengelola jasa transportasi laut melakukan penundaan pemberangkatan. Hingga, kondisi cuaca kembali normal.

“Kita akan terus imbau kepada pengelola jasa transportasi laut untuk lebih mengutamakan keselamatan penumpang. Kita tidak ingin adanya korban akibat cuaca yang buruk,” tuturnya.

Tak hanya itu, tambahnya, Polsek KPPP juga mengimbau bagi pengelola Fery, jika di tengah perjalanan terjadi cuaca buruk, maka disarankan untuk menempuh jalur yang aman. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang hingga sampai ke daerah tujuan.

“Kami sudah berkoordinasi. Antisipasi kalau di tengah perjalanan mengalami kondisi cuaca buruk, maka disarankan untuk mencari jalur aman,” imbuhnya. (gie)