batampos.co.id – Ratusan TKI saat ini berada di Kantor Polair Sekupang. Beberapa dari mereka terlihat tengah menukarkan uang yang mereka punya ringgit dengan rupiah.
Hasan misalnya, pria asal Cilacap ini menjadi salah seorang TKI yang menukarkan uangnya.
“Tadi tukar 310 ringgit,” kata dia.
Uang tersebut akan digunakan untuk membeli makan dan kartu SIM baru untuk menghubungi saudaranya di kampung. (yui)
batampos.co.id – Sepeda motor Royal Enfield milik Presiden RI Joko Widodo turut dipamerkan di lokasi pameran Otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta sejak, Kamis (19/4/2018).
Bersanding dengan sepeda motor classic Honda CB 125 milik Gibran Rakabuming Raka, putra sulungnya, sepeda motor bergaya chopper itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung di lokasi IIMS itu.
Siapa saja yang datang ke lokasi pameran otomotif tersebut pasti menyempatkan diri untuk berfoto dengan dua sepeda motor clasic tersebut. “Ini punya pak Presiden dan mas Gibran. Makanya jadi perhatian. Banyak yang foto-foto disini sejak pemeran ini dibuka,” ujar Anggi, penjaga stand pameran sepeda motor Clasic kepada Batam Pos, Jumat (20/4).
Saking banyaknya peminat untuk berfoto, sepeda motor orang nomor satu di Indonesia itu terpaksa diberi garis pembatas berwarna merah.
Sepeda motor berplat nomor B 6366 ZJV itu tampak berbeda dengan sepeda motor clasic lainnya. Dipadu warna keemasan dan dengan jok warna hitam, sepeda motor itu tampak mencolok. Meskipun secara umum bodinya lebih ramping dari jenis-jenis sepeda motor classic yang dipamerkan lainnya, namun chopperland milik Jokowi itu terlihat lebih bergaya sebagai sepeda motor classic.
Berbeda dengan sepada motor clasic milik Gibran puteranya. Sepeda motor Honda CB 125 tampak lebih lebar warna cat bodi kombinasi biru mudah dan putih. Sepeda motor yang disematkan angka 69 itu juga menyita perhatian banyak pengunjung. (eja)
batampos.co.id – Sekertaris Daerah Labupaten Lingga Juramadi Esram membuka kegiatan budaya turun temurun di Kabupaten Bunda Tanah Melayu dalam menyambut bulan suci Ramadhan, yakni kegiatan Haul Jamak di Daik Lingga, belum lama ini. Juramadi berpesan agar kegiatan ini dilaksanakan terus hingga anak cucu.
“Bukan hanya kegiatan budaya, namun kegiatan ini lebih kepada mempererat tali silaturahmi antara warga,” kata Juramadi saat memberikan sambutan.
Selain itu, Juramadi juga mengajak dengan adanya kegiatan Haul Jamak ini, masyarakat lebih merasakan suka cita dalam menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan. Karena seperti yang diketahui bersama, bulan suci Ramadhan adalah bulan untuk mengumpulkan amal sebagai bekal kelak.
Haul Jamak yang dilakukan setiap setahun sekali dalam satu bulan sebelum Ramadhan, menurut Juramadi akan dapat menarik wisatawan jika dijadikan suatu agenda wisata di Kabupaten Lingga. Untuk itu, kegiatan ini kedepan dapat dipromosikan lebih luas agar diketahui warga lainnya.
“Di Bintan, saat Israk Mikraz itu banyak dikunjungi warga Malaysia dan Singpura. Makam Bukit Batu ramai oleh turis karena di promosikan dengan baik,” kata Juramadi memberikan contoh agar kegiatan Haul Jamak juga mendapat perhatian khusus.
Haul Jamak yakni kegiatan doa bersama untuk para leluhur biasanya diadakan dalam satu bulan menjelang bulan suci Ramadhan. Haul Jamak dilakukan bergiliran dari satu Masjid ke Masjid lainnya membaca doa dan ayat Alquran serta makan bersama di penghujung kegiatan. (wsa)
batampos.co.id – Kondisi ekonomi Batam yang belum pulih berimbas pada kemampuan masyarakat membayar cicilan properti mereka. Tak sedikit mereka yang kehilangan pekerjaan terpaksa merelakan rumah disita bank karena tak mampu lagi membayar cicilan.
Kepala Cabang BTN Batam, Ali Irfan, membenarkan banyaknya kredit macet properti belakangan ini. BTN sendiri tak ingin merugi, sehingga properti yang menunggak melebihi batas toleransi yang diberikan terpaksa disita untuk dilelang.
“Kami hanya memberikan tenggang waktu selama tiga bulan. Kalau tak dilunasi juga, baru bank bisa ambil alih (sita),” katanya, Kamis (19/4).
Rumah sitaan tersebut dilelang dengan harga miring. BTN bisa melelangnya sendiri atau menyerahkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). “Mengapa lewat KPKNL karena BTN merupakan aset negara. Setelah masuk administrasinya, maka bisa diurus KPKNL,” paparnya.
Irfan mengungkapkan, BTN Batam menampilkan informasi mengenai rumah yang dilelang tersebut di website www.rumahmurahbtn.com. Website ini menyajikan informasi mengenai properti termasuk rumah lelang. Website ini diluncurkan sejak Januari 2018.
Ia menyebutkan tahun 2018 ini, ada 106 properti yang dilelang BTN Batam. Terdiri dari rumah, ruko, dan townhouse. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga yang sesungguhnya. Penyebabnya karena kondisi rumah yang tidak terawat lagi setelah ditinggal pemiliknya. Kondisi rumah-rumah lelang ini memang memprihatinkan. Bahkan ada sebagian besar fisik bangunanya sudah hancur.
Irfan mencontohkan salah satu rumah tipe 30/66 di Perumahan Putra Jaya Residence Tanjunguncang. Harga normal rumah yang menggunakan fasilitas KPR bersubsidi ini sekitar Rp 129 juta. Namun setelah rumahnya disita, maka harganya saat ini jatuh di angka Rp 89 juta. Bahkan ada yang dihargai Rp 78,6 juta.
Ada juga salah satu rumah di Perumahan Marina Green Tanjunguncang bertipe 21/60 yang harganya sekitar Rp 85 juta. Setelah disita dan dilelang, harga hanya Rp 46 juta.
“Beli lewat lelang juga nanti dimediasi lewat KPR lelang. KPR lelang juga merupakan salah satu alternatif pembiayaan BTN. Tentunya nilai jualnya ditentukan dengan harga likuidasi yang merupakan harga wajar properti tersebut,” jelasnya.
Menurut Irfan, penyebab utama mengapa banyak terjadi kredit macet adalah daya beli masyarakat yang sangat menurun. “Yang jadi penyebab utama itu biasanya korban PHK atau penghasilannya yang menurun karena pelemahan ekonomi,” katanya.
Meskipun kredit macet banyak terjadi, namun angka Non Performing Loan (NPL) di BTN masih terjaga di angka 1,8 persen. Nilai tersebut memang mampu menjaga kesehatan BTN. Tapi mereka tetap berhati-hati dalam memberikan KPR.
“Tahun ini target KPR sebanyak Rp 800 miliar dengan aliran dana per bulan rata-rata Rp 70 miliar. Turun dibanding tahun lalu yang targetnya mencapai Rp 1,2 triliun,” sebutnya.
Irfan mengakui kehadiran website untuk menjual rumah lelang ini mampu membantu BTN dalam mempertahankan NPL-nya meskipun banyak terjadi kredit macet.
Portal web dan aplikasi daring www.rumahmurahbtn.com telah menampung 5.200 unit aset properti sejak diluncurkan pada 9 Januari 2018 silam. Aplikasi ini mampu mendorong rumah mangkrak sebagai aset macet, terjual dengan harga likuidasi yang merupakan harga wajar properti tersebut.
Aset properti tersebut terdiri dari rumah subsidi dan nonsubsidi, tempat usaha dan kavling tanah. Tersebar hampir di seluruh Indonesia dan diawasi sedikitnya 64 cabang BTN.
Sejak diluncurkan sampai sekarang, aset yang terjual rata-rata dengan rentang harga Rp 300 juta – Rp 900 juta. Hingga pertengahan April, total penjualan tercatat mencapai 106 unit dengan nilai total Rp 30,7 miliar.
Selain memberikan peluang bagi masyarakat mendapatkan rumah murah serta peluang berinvestasi, langkah ini memberi kesempatan Bank BTN untuk menambah transaksi KPR dari rumah bekas jika nasabah menginginkan proses kredit dari rumah bekas tersebut.
“Kualitas kredit Bank BTN bisa membaik dengan membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk membeli rumah lelang tersebut. Di sisi lain Bank BTN juga bisa memasarkan produk lain seperti KTA dan Kredit Agunan Rumah,” katanya.
Rumah bekas bisa didaur ulang menjadi aset yang menguntungkan. Sejumlah investor bahkan mampu meraup untung sebesar harga 1 rumah baru melalui pembelian rumah bekas melalui mekanisme lelang.
Rumah bekas yang dilelang memang dibanderol dengan harga miring dan kalau beruntung bisa mendapatkannya tanpa persaingan ketat saat dilelang. Tak jarang, tanpa proses renovasi, rumah bekas tersebut laris dijual kembali.
Di tempat terpisah, Kepala Perhimpunan Bank Swasta (Perbanas) Kepri, Daniel Samzon, mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lesu memang memicu daya beli masyarakat semakin lesu. Kondisi itu memang sangat berpengaruh kepada sektor KPR di perbankan.
“Banyak rumah dijual bahkan banyak yang masih menyicil rumah malah kabur pulang kampung karena tak bisa bayar cicilan,” jelasnya lagi.
Fenomena ini tentu mengganggu kinerja perbankan secara umum. Ketika rumah kredit ditinggal pergi pemiliknya, maka bank akan mengalami kesulitan dalam melelangnya karena daya beli masyarakat tengah menurun.
Seorang warga melihat rumah kosong di Tanjunguncang, Batuaji akibat kredit macet. | Dalil Harahap/Batam Pos
Pengaruh lain yang menyebabkan hal tersebut juga karena proses penerbitan IPH yang sempat macet pada tahun lalu. Karena hal tersebut, maka perbankan memberikan solusi untuk melakukan proses akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menerbitkan dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) sebelum penandangatangan Akta Jual Beli (AJB). PPJB berfungsi sebagai pengganti IPH, namun fungsinya tidak mengikat secara hukum.
“PPHB belum punya kekuatan hukum. Sehingga ada apa-apa bakalan susah, sangat berisiko meskipun rekeningnya sudah ditahan,” imbuhnya.
Di samping banyak terjadi kredit macet, saat ini bank-bank konvensional bersikap konservatif dalam mengeluarkan kredit, begitu juga dengan masyarakat yang juga ikut-ikutan menahan diri untuk mengajukan kredit.
“Kalau bicara mengenai perusahaan, pengusaha mana yang sekarang berani ekspansi. Pengusaha sekarang sangat berhati-hati. Mereka saat ini hanya berpikir bagaimana cara melunasi kredit,” katanya lagi.
Saat ini, pola pikir pengusaha lebih tertuju bagaimana caranya bisa bertahan dan tetap eksis daripada mengajukan kredit yang akan menjadi beban baru perusahaan. Sehingga tingkat kredit modal kerja menurun drastis.
“Untuk ekspansi sendiri juga gak bisa. Karena ekspansi butuh banyak biaya. Jadi pengusaha pun harus ngerem,” imbuhnya.
Sedangkan pada masyarakat, perilaku ekonomi berubah secara drastis. Sikap konservatif dan menahan keinginan dipilih mengingat gaji yang tak kunjung naik. “Masyarakat lebih memilih untuk menahan keinginan membeli sesuatu secara kredit,” jelasnya.
Sepi Peminat
Sementara itu, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kota Batam menyebutkan minat masyarakat untuk ikut lelang terbilang rendah. Berbanding terbalik dengan jumlah hak tanggungan yang dilelang. Terbukti dari 146 hak tanggungan yang dilelang tahun 2018, baru terjual 18 unit.
Kepala Seksi Pelayanan Lelang KPKNL Batam, Dian Subakti, mengungkapkan sepinya peserta lelang sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Bahkan ada beberapa lelang malah tidak ada pesertanya. Alhasil, harus dilelang ulang.
“Saat ini agak sulit laku. Karena beberapa lelang tak ada pesertanya,” kata Dian, Kamis (12/4).
Bila melihat permintaan lelang yang masuk dari pihak perbankan sendiri terbilang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari jumlah hak tanggungan yang dilelang tiap bulan rata-rata 45 sampai 50 unit. Sebagian besar hak tanggungan seperti ruko dan rumah yang dilelang ini merupakan rumah sitaan bank atau kredit macet perbankan.
“Memang menurun saat ini. Kadang kita lelang 20 cuma laku 2. Lelang lima laku satu,” sebut Dian.
Bila dibandingkan data tiga tahun terakhir, lelang hak tanggungan terbilang cukup baik. Misalnya di tahun 2015, dari 524 kali yang dilelang, laku terjual 116 unit. Tahun 2016 ada 373 kali, dengan penjualan 88 unit. Sementara di tahun 2017, KPKNL melelang 552 kali hak tanggungan kredit macet perbankan. Terjual 84 unit.
“Paling banyak kredit macet di BTN. Biasanya sekali lelang bisa mencapai 20 unit,” paparnya.
Proses lelang rumah kredit macet di KPKNL, kata Dian, dimulai dari permintaan lelang oleh pihak perbankan. Baik itu bank pemerintah atau swasta akan mengajukan dengan melampirkan beberapa persyaratan seperti perjanjian kredit debitor dengan bank, sertifikat hak tanggungan, akta pemberian hak tanggungan dan bukti kredit macet.
“Biasanya yang masuk lelang itu dinyatakan macet oleh bank dan baru bisa diajukan pelelangan,” jelasnya.
Setelah persyaratan dilengkapi pihak perbankan, kemudian pihak KPKNL akan memeriksa berkasnya. Syarat-syarat yang dilengkapi ini haruslah sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 tentang Proses Lelang. “Kalau KPKNL sudah menyatakan lengkap, barulah kantor lelang membuat surat balasan untuk memberikan jadwal lelang,” paparnya.
Ia menambahkan, dalam hal ini pihak bank wajib mengumunkan pelelangan di media cetak sebanyak dua kali. Rentang waktu pun dibatasi per 15 hari. Hal ini dimaksud agar ada kesempatan dan tenggang waktu bagi kreditur untuk mengajukan keberatan atau gugatan. Selain itu, juga untuk menginformasikan bahwa akan ada pelelangan.
“Jadi ada dua, pertama memberi tahu pada pihak yang berkepentingan mengajukan keberatan atau gugatan. Kedua, orang yang berminat lelang jadi banyak. Karena kita mengandalkan pengumuman itu,” lanjutnya.
Selain diumumkan di koran, lelang juga ditampilkan secara online di website lelangdjkn.kemenkeu.go.id.
“Kalau tak sempat baca koran bisa buka di website tersebut. Di link ini menampilkan lelang seluruh Indonesia. Jadi misalnya mau pilih wilayah Batam tinggal klik KPKNL Batam,” papar Dian lagi.
Semantara nononline, lelang ditentukan jadwal dan lokasinya. Biasanya di KPKNL atau bank bersangkutan. Pemenang lelang adalah mereka yang menawar dengan harga tertinggi. Namun tidak sedikit juga peserta lelang hanya satu orang, sehingga tidak ada saingan, harga yang didapatkan pun adalah harga limit pihak bank.
“Tapi kalau banyak yang nawar, kadang-kadang bisa dua kali lipat dari harga limit,” jelasnya. (rng)
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menurunkan tim yustisi untuk menertibkan pelanggaran pembuangan sampah di jalan yang ada di Kota Batam.
Kepala Bidang Persampahan, DLH Kota Batam, Faisal Novrieco mengatakan kegiatan penertiban sudah mulai berjalan di April ini. Tim yang terdiri dari PPNS DLH, Kepolisian dan Satpol PP Batam ini sudah turun ke jalan guna menemukan warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya.
Ia menyebutkan untuk memaksimalkan penertiban, tim yustisi akan turun dua hingga tiga kali seminggu. Target operasi adalah beberapa jalan yang selama ini menjadi tempat mereka membuang sampah material.
“Biasanya mereka buang di jalan yang dekat dengan hutan,” sebutnya.
Faisal menambahkan ini merupakan upaya Pemko Batam dalam menekan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) liar. “Jika ada satu pelanggar maka akan ada lagi pelanggar yang lain. Untuk mencegah ini makanya kami turun,” ujarnya.
Ia menyebutkan jenis pelanggaran yang banyak dijumpai adalah warga membuang sampah material bangunan di pinggir jalan. Salah satu lokasi yang menjadi tempat mereka adalah dekat Perumahan Sandona, Tibanindah Sekupang.
“Kemarin ada satu yang kami tilang di lokasi tersebut. Mobil bak terbuka yang memuat bahan material berencana membuang sampah material di pinggir jalan,” sebutnya.(yui)
Sejumlah turis asal Singapura asyik berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Watan selaku pengurus ASITA Bandung menyebutkan ada beberapa hal mendasar yang harus diperbaiki di Batam dalam rangka meningkatkan wisata di Kota Batam.
Pertama, adanya kebijakan fiskal. Menurutnya kebijakan fiskal menurunkan kunjungan wisata ke daerah.
“Fiskal ini mengakibatkan paket wisata tujuan Singapura dan Malaysia lebih murah,” ungkapnya.
Kedua, transportasi rental bus wisata di Batam dinilai kurang dan tidak layak.
“Sebenarnya ini yang kurang dari Batam untuk itu kami meminta kepada baik pemerintah maupun penguasaha armada bis pariwisata untuk memperbaiki armada dan mengubah pola pelayanan menjadi ramah,” ucapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, “diperlukan investasi armada transportasi untuk kenyamanan wisata karena dalam satu waktu kami membawa jumlah paket lebih dari 100 orang tujuan Batam, Singapura, Johor ada beberapa bis wisata yang mogok saat berada di Batam,” ungkapnya.
Sementara pelaksana harian Direktur Promosi dan Humas Ady Soegiharto menyambut baik saran dan masukan yang diberikan para asosiasi Agen Tour and Travel Jawa Barat dalam pertemuan tersebut. Menurutnya persoalan armada atau ketersediaan transportasi wisata di Kota Batam telah menjadi perhatian pihaknya.
Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar pertemuan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bandung dan Asosiasi Agen Tour and Travel (ASITA) Jawa Barat disela acara Indonesia Marketeers Festival 2018 di Hotel Grand Mercure, Bandung, Kamis (9/4/2018).
“BP Batam telah mengidentifikasi dan salah satu kendala ialah memang ketersediaan transportasi seperti rental bus wisata ini,” ucapnya.
Ia dan tim pengembangan wisata di BP Batam akan membawa masukan yang diperoleh dalam pertemun tersebut aakepada pimpinan dana akan segera ditindaklanjuti dalam pertemuan selanjutnya.
“Pertemuan awal kami disini akan dicatat dan dilaporkan oleh tim segera untuk menjadi bahan pertimbangan menciptakan akselerasi wisata di Kota Batam,” lanjutnya.
Lebih terang ia menjelaskan BP Batam saat ini tengah gencar menggerakkan sektor wisata dengan melibatkan UMKM masyarakat Batam mulai dari BP Batam International Culture 2018, BP Batam Marathon International Championship 2018, BP Batam Car Free Night, Pasar Wisata Kuliner dan Batam Menari 2018. “ternyata “meledak” artinya mendapat perhatian dan antusias masyarakat di batam ternyata haus hiburan,” ucapnya.
Kasubdit Humas Mohamad Taofan menyebutkan pihaknya telah bekerja sama dengan PHRI dan Asita Batam dan Yogyakarta untuk menciptakan destinasi baru dan kunjungan wisatawan pada masing masing daerah.
“Kami menyebut Batam sebagai teras Indonesia dikarenakan berdekatan dengan negara tetangga dan kemudian potensi pariwisata di Batam sangat banyak dan baik,” ujarnya
Selanjutnya saat ini BP Batam juga tengah menyusun rencana destinasi wisata di setiap bulannya dan pihaknya juga sedang mengembngkan destinasi pariwisata olahraga.
“Contoh ada bukit dangas untuk track sepeda dan ini tidak dimiliki Singapura dan Johor, kemudian destinasi wisata keluarga itu ada di pulau abang dan pantai di sekitar Batam,” tutupnya. (*)
batampos.co.id – Video berdurasi 5 menit dengan latar belakang keindahan alam Kepulauan Riau mendapatkan Honorary Award pada The XIV International Tourism Film Festival di Bulgaria.
Film ini produksi Kementerian Pariwisata pada tahun 2017 lalu yang di sutradarai oleh Cundra Setiabudhi, Sony Seniawan dan Ferry Rusli sebagai cameraman, Titien Wattimena sebagai scriptwriter, serta Donny Irawan sebagai sound designer.
Video Wonderful Riau Islands bersama video Wonderful Indonesia – Raja Ampat (The Four Kings) Papua dan Wonderful Indonesia – The More You Feel, The More You Know, maju bersaing dalam ajang the XIV International Tourism Film Festival yang diikuti oleh 49 film. Konsisten keikutsertaan selama tiga tahun berturut-turut membuat Indonesia mendapatkan apresiasi tinggi dari tim juri ITFF 2018.
“Video dengan keindahan alam, produksi yang bagus, membuat kami lebih mengenal Indonesia dan berharap mengetahui destinasi pariwisata Indonesia lainnya selain Bali”, ujar Simeon Idakiev, Jury Chairman of the XIV ITFF 2018.
Dubes RI untuk Bulgaria, Ibu Sri Astari Rasjid, bersama delegasi Kementerian Pariwisata, mewakili pemerintah Indonesia menerima penghargaan pada malam penganugerahan festival tersebut di kota Veliko Tarnovo, Bulgaria.
Penghargaan ini menandai Indonesia mampu bersaing dikancah internasional baik dari segi destinasi pariwisata maupun produksi video promosi pariwisata. Selain itu, branding Wonderful Indonesia semakin bergaung di dunia khususnya di wilayah Eropa timur.
Video ini ialah destinasi branding untuk Kepri yang diproduksi Kemenpar pada tahun 2017 untuk dapat digunakan oleh seluruh stake holder pariwisata di Kepri sebagai video official pariwisata Kepri tahun ini.
Semoga dengan video tersebut dapat mengangkat citra dan daya saing pariwisata Kepri di panggung nasional dan internasional. Salam pesona indonesia. (*)
batampos.co.id – Tingkat inflasi dari Januari sampai Maret 2018 di Kota Tanjungpinang terkendali cukup baik.
Dengan persentase 0,15 persen, jauh di bawah angka inflasi Batam sebesar 1,20 persen dan nasional 0,99 persen.
“Kebutuhan pokok masyarakat Tanjungpinang bahkan menyebabkan terjadinya deflasi 0,18 persen di bulan Maret,” kata Kepala BPS Kota Tanjungpinang, Mangamputua dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang di kantor Walikota Tanjungpinang, Kamis (19/4).
Dalam rapat yang dipimpin Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setdako Tanjungpinang, Irwan terungkap bahwa kelompok bahan makanan menjadi sektor dominan penyumbang terjadinya deflasi. Hal tersebut mengartikan bahwa rata-rata bahan kebutuhan pokok dan makanan di Tanjungpinang mengalami penurunan pada bulan Maret.
“Inflasi di Tanjungpinang cukup terkendali. Kalau ini bertahan, maka Tanjungpinang akan berhasil memenuhi target infalsi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen. Sejauh ini
angka inflasi Tanjungpinang jauh di bawah inflasi Batam dan nasional,” ungkap Mangamputua.
Untuk tetap mempertahankan terkendalinya inflasi di Tanjungpinang periode April 2018, dan untuk menghadapi puasa Ramadan Mei mendatang, TPID Tanjungpinang telah mempersiapkan beberapa langkah strategis.
Mulai Kamis 19 April 2018, Bulog Sub Divre Tanjungpinang melaksanakan operasi pasar beras di pasar-pasar tradisional. Operasi pasar beras tersebut merupakan bagian dari Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) di Kota Tanjungpinang.
Selain menggelar operasi pasar, Bulog Sub Divre Tanjungpinang juga melaksanakan GSHP pada Rumah Pangan Kita (RPK) yang terdapat di kelurahan-kelurahan. Tujuannya,
masyarakat memenuhi kebutuhan beras, gula, dan minyak goreng di RPK terdekat.
Persediaan beras di gudang Bulog saat ini sebanyak 975 ton, dan April ini juga pasokan akan bertambah sebanyak 1.500 ton. Sedangkan persediaan minyak goreng sebanyak 33.700 liter, gula pasir tersedia sekitar 1.068 kilogram.
“Pasokannya masih akan terus bertambah. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kesulitan kebutuhan pokok menjelang bulan puasa nanti,” tambah Irwan. (cca)
batampos.co.id – Sebanyak 106 penumpang yang terdiri 101 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dan lima awak speed boat berhasil diselamatkan setelah sempat terombang ambing di laut lepas akibat speed boat yang mereka tumpangi kehabisan bahan bakar saat berlayar dari Malaysia menuju Batam.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, speed boat bermesin empat dengan kapasitas 200 tenaga kuda (PK) bertolak dari Kota Tinggi, Malaysia dengan tujuan Batam pukul 24.00 WIB waktu Malaysia. Namun baru dua jam perjalanan, speed boat kehabisan BBM sehingga terombang-ambing di laut dan hanyut hingga ke Selat Singapura.
Saat terseret arus ke Selat Singapura, speed boat ini terlihat oleh kapal patroli Singapura, tepatnya di Perairan Horsbourgh, Selat Singapura, Kamis (19/4) sekitar pukul 02.30 WIB. Saat kapal patroli itu mendekat, awak speed boat dan beberapa penumpang panik, sehingga memilih loncat ke laut. Sempat dikira speed boat tersebut tenggelam, namun ternyata tidak.
Kepala Ops PPLP Tanjunguban, Sugeng Riyanto, mengatakan awalnya pihaknya menerima informasi awal ada kapal bermuatan ratusan TKI tenggelam di Selat Singapura. Informasi juga datang dari SAR Tanjunguban dan Tanjungpinang yang mereka peroleh dari MPA Singapura. Data awal disebutkan ada sekitar 96 orang tenggelam di perairan Horsbourgh, Selat Singapura dan baru empat dievakuasi coast guard Singapura.
Mengetahui hal tersebut, berbagai satuan di Kepri langsung mengerahkan armada ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelematan. Armada yang dikerahkan antara lain; KP Baladewa dari Polda Kepri, KP Bangau, KN SAR Purworejo, dan KAL Mapor.
Pihak Singapura juga mengerahkan police Coast Guard, PH 051, PH 055, dan PH 057. Sedangkan unsur Malaysia mengerahkan Kapal Diraja Kenyang untuk membantu penyelamatan.
“Semua berhasil diselamatkan,” ujar Sugeng.
Hal senada dikatakan Komandan KN Sarotama P-112, Desi Susanti. Menurutnya, kejadian bermula saat speed boat yang membawa penumpang 101 TKI bergerak dari Malaysia ke Indonesia.
“Informasi yang kami terima dari KP Baladewa, speed boat ini akan merapat ke Batam atau Bintan,” katanya.
Setiba di perairan Selat Singapura, tepatnya di posisi koordinat GPS: 01-19-049 N/104-22-543 E, kapal patroli Singapura yang kebetulan melakukan patroli memergoki speed boat yang membawa penumpang TKI ilegal tersebut.
Saat kapal patroli Singapura mendekat, penumpang, tekong, dan awak kapal yang jumlah totalnya 106 orang, panik. Mereka memilih melompat ke laut.
Kemudian sekitar pukul 10.50 WIB, seluruh penumpang dan awak kapal speed boat berhasil dievakuasi KP Baladewa 8002.
Salah seorang TKI ilegal Hairon Isanudin, 29, mengatakan boat yang ditumpanginya itu berangkat dari Kota Tinggi, Malaysia dengan tujuan Batam. Mereka berangkat pukul 24.00 WIB waktu Malaysia. Setelah dua jam perjalanan, kapal yang ditumpanginya itu kehabisan bahan bakar hingga terombang-ambing di lautan hingga sampai ke Selat Singapura.
“Saya mau pulang ke Lombok. Perjanjiannya, mereka minta saya bayar 1.300 ringgit Malaysia untuk sampai ke Lombok. Tapi sebelum berangkat, mau naik kapal diminta lagi 100 ringgit,” katanya.
Hairon mengaku telah bekerja di Malaysia selama empat tahun. Di Malaysia, Hairon sehari-hari bekerja di kebun sawit dengan bayaran 1.500 ringgit Malaysia. Saat berangkat ke Malaysia, ia menggunakan paspor wisata dengan masuk melalui Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia.
“Karena masuk pakai paspor pelancong itu, kami pulang lewat gelap. Rencana kalau sudah sampai Batam, langsung naik pesawat untuk pulang ke Lombok,” tuturnya.
Kapolresta Barelang Kombes Hengki membenarkan KP Baladewa 8002 dibantu Ditpolair Polda Kepri telah mengamankan kapal speed boat tersebut.
“Semua penumpang selamat dan berhasil dievakuasi ke kapal Baladewa 8002. Dari 101 TKI, dua di antara dalam keadaan sakit dan hamil. Mereka yang sakit dan hamil ini langsung dirawat,” kata Hengki.
Ditambahkannya, seluruh TKI ilegal yang berada di dalam kapal itu beserta satu speedboat langsung dibawa ke Kantor Ditpolair Polda Kepri di Sekupang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, mereka juga mengamankan lima ABK untuk dimintai keterangannya.
Sementara itu, Kapten KP Baladewa 8002 Kompol Jazuli Dani Irawan mengatakan salah satu dari lima orang ABK yang hendak melarikan diri dengan terjun ke laut berhasil diamankan polisi.
“Mereka sempat terombang-ambing selama beberapa jam sebelum kita evakuasi ke kapal Baladewa. Untuk empat ABK dan satu tekong kapal langsung kita serahkan ke Ditpolair Polda Kepri,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengatakan untuk tahap awal pihaknya mengadakan penyelamatan. Selanjutnya baru ke pengusutan modus dan siapa-siapa yang bermain dalam jaring pemulangan TKI ilegal tersebut.
“Tentunya akan kami usut, tapi saat ini kami fokus ke penyelamatan dulu,” katanya, Kamis (19/4).
Setelah kondisi psikis dan fisik para TKI berangsur-angsur pulih, pihak kepolisian akan meminta keterangan terkait keberangkatan mereka secara ilegal dari Malaysia guna mencari tahu siapa yang membawa mereka dari Malaysia.
“Tak ada yang tenggelam, semuanya berhasil kami selamatkan,” kata Erlangga. (met/ska/gie)
batampos.co.id – Penyidik Mabes Polri menetapkan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris sebagai tersangka dalam kasus sengketa lahan yang melibatkan PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ). Sang bupati dinilai melakukan fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, dan menyalahgunakan wewenang.
Status tersangka Abdul Haris disebutkan dalam surat bernomor B/26/IV/RES.1.24/2018/Bareskrim yang ditujukan ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Surat penyidik tersebut ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak itu bertujuan memberitahu bahwa Bupati Anambas dipanggil untuk diperiksa penyidik terkait kasus yang disangkakan kepadanya. Yakni tindak penyalahgunaan wewenang, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 421 KUHP, pasal 311 KUHP dan pasal 335 KUHP.
“Surat perintah penyidikan Nomor: SP.Sidik/624/IV/2017/Dittipidum, tertanggal 28 April 2017.” Demikian poin salah satu isi surat pemberitahuan ke Gubernur yang diteken Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.
Surat tersebut tindak lanjut dari Mabes Polri atas pelaporan yang dilakukan pihak PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ), dengan nomor laporan LP/359/IV/2017/Bareskrim per tanggal 6 April 2017. Pelapor atas nama Mohamad Abdul Rahman.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku belum mengetahuinya. “Saya cek dulu,” katanya saat dikonfimasi Batam Pos, Kamis (19/4).
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Abdul Haris sempat diperiksa sebagai saksi atas dugaan tindak pidana penyalahgunaan wewenang, fitnah, dan perbuatan tidak menyenangkan karena telah menghentikan kegiatan pembibitan PT KJJ. Surat pemanggilan saksi waktu itu bernomor S.Pgl/351/VII/2017/Dittipidum.
Setahun setelah pemanggilan sebagai saksi, Mabes Polri akhirnya menetapkan Abdul Haris sebagai tersangka dan harus menjalani pemeriksaan lanjutan.
Sekedar megingatkan kembali, pendirian perkebunan karet PT KJJ ini cukup pelik. Tak hanya mendapatkan penolakan dari Bupati Anambas, tapi juga dari masyarakat setempat. Nah, pada 29 Juni 2016 silam, sekelompok massa merangsek masuk ke kawasan tempat PT KJJ menyimpan kendaraan serta alat beratnya. Kedatangan masyarakat ini bentuk protes atas pendirian perkebunan karet di Pulau Jemaja, Anambas.
Protes masyarakat ini karena sejak PT KJJ beraktivitas menyebabkan masyarakat kekurangan sumber air bersih, serta limbah hasil penebangan dibuang ke laut tak jauh dari tempat kegiatan perusahaan itu.
Semua pihak tak menyangka kedatangan masyarakat ke perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) itu berbuntut pembakaran kendaraan dan alat berat milik perusahaan. Akibatnya PT KJJ merugi sebesar Rp 100 miliar.
Kasus pembakaran alat berat ini ditangani Polda Kepri. Puluhan saksi sempat diperiksa hingga penetapan beberapa tersangka dan menyusul sang bupati sebagai tersangka juga.
Bupati Membenarkan
Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris.
Terkait pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka, Bupati Anambas Abdul Haris yang dikonfirmasi Batam Pos membenarkan. Ia mengaku dipanggil penyidik Mabes Polri terkait permasalahannya dengan PT KJJ. Ia dilaporkan atas tuduhan telah melakukan perbuatan fitnah dan perbuatan yang tidak menyenangkan, serta penyalahgunaan wewenang.
“Saya tidak masalah, itu sudah biasa. Saya akan jalani saja. Saya tetap menghormati proses hukum,” ujar Abdul Haris, kemarin.
Ia menegaskan, penghentian operasional PT KJJ ia lakukan semata-mata untuk membela masyarakat. “Saya berbuat untuk masyarakat,” ungkapnya. (ska/sya)