Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12333

Penyaluran Kuota dan Kebutuhan Premium Harus Transparan

0
Papan pengumuman premium dalam pengantaran terpasang | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) premium di sejumlah SPBU membuat pimpinan DPRD Batam angkat bicara. Ia menegaskan, Pertamina sebagai lembaga yang diberi kewenangan penyalurkan kuota premium harus segera mengklarifikasi berapa penyaluran kuota dan kebutuhan yang sebenarnya.

“Saya pikir ini harus disampaikan transparan. Kalau memang dikurangi, penyebabnya apa. Harus jelas,” tegas Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Rabu (11/4).

Diakui dia, apakah ini strategis Pertamina untuk secara tidak langsung memaksa masyarakat beralih ke Pertalite. Padahal, jika mengacu aturan yang berlaku, masyarakat harus diberi pilihan. Baik itu premium, pertalite atau pertamax wajib disediakan tanpa mengurangi kuota dan kebutuhan di daerah.

“Biarlah masyarakat memilih. Kalau dipaksa dengan cara dikurangi jelas tidak tepat,” sebut Nuryanto.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan ini menyinggung harga pertalite di Batam yang jauh lebih mahal dibanding daerah lain di Indonesia.

“Ini perlu mereka berikan penjelasan kepada masyarakat. Jika memang ada perhitungan mengenai harga, sosialikasikan kepada masyarakat,” lanjut dia.

Terkait klarifikasi harga pertalite ini, Nuryanto mengaku sudah memerintahkan komisi I dan II guna memanggil Pertamina dan pihak terkait. “Memang ada hitungan di gubernur dan DPRD Provinsi. Karena ini menyangkut masyarakat Batam, kami juga berhak tau perhitungan seperti apa,” jelas Nuryanto.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging meminta Pertamina untuk tidak menahan penyaluran Premium. Lembaga legislatif Batam itu juga meminta Pertamina segera mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

“Saat ini beberapa SPBU mengalami kelangkaan premium. Sementara, BBM yang tersedia pertalite harganya terus naik menyesuaikan pergerakan harga minyak dunia. Saya melihatnya ini sudah mengarahkan masyarakat menggunakan pertalite,” kata Uba.

Kondisi ini, kata Uba, sangat merugikan masyarakat. Dari sisi pilihan, masyarakat tidak punya alternatif lain, sebab, premium sendiri sudah sangat sulit dicari. Sementara dari sisi ekonomi, tak semua mampu beli pertalite.

“Padahal prinsipnya masyarakat tetap harus diberi pilihan, dengan menyediakan premium di SPBU,” sesalnya. (rng)

Taman Rusa Akan Jadi Destinasi Wisata

0
foto: rifki / batampos

batampos.co.id – Taman Rusa di Sekupang akan menjadi target Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Taman ini terkenal karena merupakan tempat penangkaran Rusa Totol dan juga sebagai lokasi jogging track yang sering dikunjungi masyarakat Batam.

“Kami sudah membicarakannya dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkannya sebagai destinasi wisata. Taman Rusa memiliki keunikannya sendiri makanya punya potensi yang bagus,” kata Direktur Pengembangan Aset BP Batam Dendi Gustinandar, Rabu (11/4) di Gedung BP Batam.

Rusa Totol yang memiliki nama latin Axis Axis ini didatangkan dari Kebun Raya Bogor. Saat ini jumlahnya ada 25 ekor yang dijaga oleh sekitar lima petugas disana.

Rusa ini berasal dari India dan memiliki ciri khas memiliki bintik-bintik putih di tubuhnya. Perilakunya sangat jinak dan gampang mendekat saat diberi makan oleh manusia.

“Tahap pengembangannya itu yang kami fokuskan. Karena selain bisa menjadi lokasi jogging favorit, juga bisa menjadi Kebun Raya Mini seperti di Bogor,” ujarnya.

Tempat penangkaran rusa ini juga dilintasi oleh jogging track yang lumayan panjang dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk sekadar olahraga pagi. Disamping itu, ada pondok peristirahatan di tengah lokasi. Suasananya cukup nyaman dan tenang.

Untuk bisa mencapainya, pengunjung bisa memasukinya melalui jalan masuknya dari gudang logistik Otorita Batam yang berada di jalan Dr Cipto Mangunkusumo. Jalan ini merupakan jalan menuju rumah sakit Otorita Batam. Tak lama setelah memasuki jalan tersebut, maka plang nama bertuliskan Taman Rusa Sekupang akan terlihat.

Salah seorang pengunjung, Desi Ariyanti mengatakan tiap sore usai kerja ia selalu memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi Taman Rusa. Tujuannya hanya untuk menenangkan diri sekaligus melihat rusa-rusa.

“Saya rutin mengunjunginya karena waktu melihat rusa-rusa disini bisa memperbaiki mood lagi. Lagipula suasananya tenang disini,” katanya.(leo)

Evans Ditemukan Tewas di Jalan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Warga Jalan Wiratno Kampung Baru, Tanjungpinang, Evans Machsel Supit, 31, ditemukan tewas di Jalan Raya Galang Batang, Desa Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Rabu (11/4) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sekitar 5 meter dari lokasi penemuan mayat, ditemukan motor milik korban, Suzuki Shogun BP 47XX TM di semak-semak.

Dugaan sementara korban adalah korban kecelakaan (laka) tunggal.

Korban pertama kali ditemukan oleh Satpam PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) Johan yang kebetulan melakukan patroli. Lalu kejadian itu dilaporkan ke sekuriti lainnya, Edi.

“Pak Edi melaporkan ke petugas Bhabinkamtibmas, bahwa ada pengendara yang tidur di jalan,” ujar Kapolsek Gunung Kijang, AKP Dunot P Gurning di Mapolsek Gunung Kijang, Kamis (12/4).

Anggota Polsek Gunung Kijang kata Dunot, melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan korban sudah tidak bernyawa. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib di Batu 8 Tanjungpinang.

“Sudah dilakukan visum. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” ujar Dunot.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas rumah sakit, ditemukan luka lecet sebelah kiri dan luka lebam di paha dan membentuk garis melengkung di bagian dada.

“Kemungkinan saat jatuh, korban menghantam stang motor. Sedangkan luka di paha karena gesekan,” ungkapnya.

Dunot menuturkan, awalnya korban sempat dikira korban begal.

Namun setelah divisum ternyata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kalau korban begal pasti barang-barangnya hilang. Tapi tas, hape dan dompet korban masih di TKP,” kata Dunot.

Saat ditemukan korban tidak mengenakan baju dan bercelana jeans. Korban diduga baru pulang dari tempat kerjanya dan berenana pulang ke rumahnya di Galang Batang.

Sementara pihak kepolisian telah menyimpulkan tewasnya korban karena kecelakaan (laka) tunggal. Diduga korban mengantuk dan menabrak gundukan batu lalu terjungkal.

“Korban tidak mabuk. Menurut keterangan pamannya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit. Jadi sementara kami menyimpulkan korban tewas karena laka tunggal,” katanya.

Meski demikian pihaknya tetap akan memanggil sejumlah saksi. Terutama dari pihak keluarga dan teman-teman kerja korban.

Jasad korban sudah dikembalikan ke keluarganya di Jalan Wiratno, Kampung Baru, Tanjungpinang.

“Tadi pagi sudah kami serahkan ke rumahnya di Tanjungpinang,” pungkasnya.(met)

Pemprov Riau Percayakan Transaksi Non Tunai ke Bank Riau Kepri

0
Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi (dua dari kiri), Kepala BKAD Syahrial Abdi, Kepala BAPENDA Indra Putrayana, dan Dirut BRK Irvandi Gustari menandatangani MoU tentang integrasi data setoran pendapatan daerah Provinsi Riau di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Rabu (11/4). f Bank Riau Kepri untuk Batam Pos

batampos.co.id – Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi dan Dirut Bank Riau Kepri (BRK), Irvandi Gustari menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang integrasi data setoran pendapatan daerah Provinsi Riau.

Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi berkeyakinan bahwa pengelolaan transaksi non tunai di Pemprov Riau khususnya Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA), dapat terlaksana dengan baik mengingat perkembangan teknologi yang dimiliki BRK selalu sejalan dengan perkembangan zaman saat ini.

Diakui Ahmad, Bank Riau Kepri sebagai BUMD tidak hanya melayani Pemprv Riau saja, namun juga melayani program transakasi non tunai untuk 20 Pemprov dan Pemkab Kota lainnya. “Ini tentu dibutuhkan langkah-langkah konkrit dan strategis, sehingga seluruhnya dapat terlaksana,” ungkapnya.

Sekda juga mengapresiasi BRK yang telah menginisiasi kerja sama program Pemerintah Pusat. Kerjasama transaksi non tunai ini sambungnya, merupakan tindak lanjut dari peraturan Presiden.

“Pemprov Riau dan Bank Riau Kepri siap mewujudkan good governance dan good corporate governance melalui pelaksanaan transaksi non tunai,” ungkapnya.

Dikatakan Ahmad, integrasi data setoran pendapatan daerah dapat memudahkan pengelolaan penerimaan Provinsi Riau yang dikelola BPKAD dan BAPENDA. Selain itu dapat mengontrol penerimaan daerah tunai dan non tunai yang masuk ke Kas Daerah. “Non tunai juga memudahkan dalam melakukan verifikasi, validasi, rekonsiliasi data, dan setoran penerimaan daerah,” jelasnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riau, Yusri menyampaikan bahwa perkembangan bisnis Bank Riau Kepri sehat dan memiliki kinerja yang baik.

“Transaksi non tunai ini dapat menciptakan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Turut hadir Asisten II Pemprov Riau Masperi, Asisten III Indrawati Nasution, Kepala BKAD Syahrial Abdi, Kepala BAPENDA Indra Putrayana, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko BRK Eka Afriadi di Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Rabu (11/4).

Di tempat terpisah, Bank Riau Kepri meraih penghargaan sebagai wajib pajak Pembayar Pajak Terbesar oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kantor Wilayah Riau dan Kepulauan Riau.

Penghargaan diserahkan Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko Eka Afriadi di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (9/4).

Kepala Kanwil DJP Riau dan Kepri, Jatnika mengatakan saat ini kantor pajak terus melakukan pembenahan demi peningkatan pelayanan kepada wajib pajak.

Menurut Jatnika, diperlukan sinergitas positif antara jajaran Kementerian Keuangan dalam hal ini Dirjen Pajak untuk peningkatan penerimaan negara.

“Membayar pajak adalah suatu keharusan. Sehingga tidak mesti diimbau, sudah melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Resiko BRK, Eka Afriadi mengapresiasi atas penghargan yang diberikan DJP Kanwil Riau dan Kepri.

“Sebagai bank yang memiliki komitmen, Bank Riau Kepri selalu mentaati kewajibannya dalam membayar pajak. Kami selalu berkomitmen membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak,” ungkapnya.(cca)

Ban Roda Kendaraan Harus Identik

0
Ilustrasi ban mobil tak boleh dioplos (Istimewa)

batampos.co.id – Untuk pemilik kendaraan. Coba perhatikan ban roda kendaraan Anda? identik atau campuran?!

Dalam aturan, ban tidak boleh dicampur. Kendaraan apa pun tak boleh menggunakan ban berbeda. Pengemudi harus menghindari mencampur ban yang memiliki perbedaan pola tapak, konstruksi internal dan ukuran yang berbeda. Gunakan ban identik pada semua posisi roda kendaraan. Tujuannya supaya stabilitas dan kontrol bisa dijaga secara baik. Anda juga tidak diperkenankan mencapur ban flat dengan ban bekas.

Seperti yang dikutip dalam tiretech.com, produsen ban mendesain ban mobil agar mengalami keausan secara bersamaan. Namun dalam praktik hal itu jarang terjadi. Kerap kondisi ban menipis atau aus secara tidak bersamaan. Banyak hal yang bisa mengakibatkan ban aus tidak bersamaan. Di antaranya yaitu: desain kendaraan, kondisi medan yang dilalui setiap hari, dan cara perawatan.

Ketika ban mobil menipis pada waktu yang tidak bersamaan, pengemudi biasanya dipaksa memutuskan apakah mereka harus membeli ban baru (mengorbankan nilai ekonomis dari dua ban yang belum sepenuhnya aus) atau membeli hanya sepasang ban pengganti. Mengganti ban secara bersamaan adalah pilihan terbaik. Hal tersebut akan memberikan keseimbangan yang baik. Serta memberikan keamanan terutama saat mobil dikemudikan menembus cuaca yang tidak bersahabat. Misalnya saat hujan lebat.

Membeli ban baru dalam waktu bersamaan dapat memastikan bahwa dimensi fisik ban , konstruksi internal , desain tapak dan kondisi tapak sama atau seragam. Menggunakan ban alternatif dari kategori kinerja ban yang berbeda, dengan ukuran alternatif atau tingkat kecepatan yang berbeda, dapat membuat ketidakseimbangan penanganan kendaraan dalam cuaca buruk atau saat terdorong ke batas dalam keadaan darurat.

Ban memainkan peran penting terhadap kenyamanan dan keamanan mengemudi. Jadi disarankan agar menggunakan ban yang identik atau sama dalam setiap detail, termasuk merek, model, ukuran dan kedalaman tapaknya.

(tjb/JPC)

Polisi Tangkap Spesialis Begal Batuaji

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim buru sergap (Buser) Polsek Batuaji, Selasa (10/4) siang berhasil membekuk Jimi Samuel yang diduga kerap meneror warga di sepanjang jalan di Batuaji.

Pria 20 tahun itu dibekuk setelah menganiaya dan merampas satu unit ponsel milik Doni Andre, warga Batuaji di dekat pasar Melayu pada Senin (9/4) malam lalu.

Jimi ialah seorang buruh di perusahaan galangan kapal.

Ia ditangkap di rumahnya di ruli bukit Tanjungriau. Dari tangannya polisi menyita barang bukti ponsel yang dirampas dari korban.

Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe mengatakan, hasil pengembangan, pelaku pencurian dan kekerasan terhadap warga Batuaji itu ada empat orang dan sudah dua pelaku yang diamankan termasuk Jimi.

Satu pelaku lain sudah duluan dibekuk atas kasus kriminal yang berbeda. (eja)

10 Ketrampilan yang harus Dikuasai PNS pada Era 4.0

0
Ribuan Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel bersama.
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pada era milenial ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus bisa beradaptasi dengan perubahan zaman.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, seorang PNS setidaknya harus memiliki 10 kompetensi soft skill (nonteknis). Bima mengatakan, perubahan lingkungan saat ini disebabkan salah satunya oleh revolusi teknologi 4.0 (sistem teknologi digital).

Revolusi teknologi 4.0 tersebut dapat berpengaruh terhadap pekerjaan, pekerja, dan tempat kerja.

“Pada pekerja, terjadi perubahan sistem atau pola interaksi kerja antara pekerja dan pemberi kerja,” kata Bima di Jakarta baru-baru ini.

Menurut Bima, kompetensi PNS yang dibutuhkan saat ini bukan hanya piawai dalam hal teknis. Namun yang juga memiliki keterampilan nonteknis.

Dia lantas menjabarkan kompetensi soft skill yang dibutuhkan PNS masa kini agar dapat menghadapi tantangan perubahan.

Keterampilan tersebut meliputi

  1. kemampuan memecahkan masalah kompleks,
  2. berpikir kritis,
  3. kreatif,
  4. manejemen manusia,
  5. kemampuan berkoordinasi,
  6. memiliki kecerdasan emosional.
  7. keterampilan dalam hal memberikan penilaian dan membuat keputusan,
  8. berorientasi pelayanan,
  9. memiliki kemampuan negosiasi,
  10. fleksibilitas kognitif.

Selain itu, kata Bima, untuk menjembatani gap (jarak) antargenerasi yang kerap muncul dalam dinamika organisasi, perlu kebesaran jiwa generasi old untuk memahami generasi zaman now.

“Untuk menyatukan dua generasi itu, akan lebih mudah jika generasi yang tua memahami yang muda daripada sebaliknya,” pungkasnya.

(put/JPC)

BBPPKS Gelar Rakorbang SDM dan Kelembagaan Penyelenggara Kesos

0
Harry Z. Soeratin (dua dari kanan) didampingi Kepala BBPPKS Regional I Sumatera GRM. Soerjo Darsono, Koordinator Tenaga Ahli Menteri Sosial RI Ismail Cawidu, dan Kadinsos Pemprov Kepri Doli Boniara menyanyikan lagu Indonesia Raya pada pembukaan rakorbang yang digelar BBPPKS Regional I Sumatera di Harmoni One Hotel dan Convention Centre Batam, Selasa (10/4/2018) malam. (istimewa)

batampos.co.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengkaji pemberdayaan ekonomi masyarakat, lewat stimulus kredit usaha rakyat (KUR) ultramikro dengan plafon Rp2,5 juta. KUR ultramikro ini diharapkan mampu menstimulasi masyarakat berwiraswasta (entrepreneur).

“Pemerintah mempunyai lembaga keuangan seperti Pegadaian misalnya, bisa menyalurkan KUR ultramikro ini ke masyarakat,” ujar Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial (Badiklitpensos) Kementerian Sosial, Harry Z. Soeratin membuka rapat koordinasi pengembangan (rakorbang) sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan penyelenggaraan kesejahteraan sosial (kesos) regional I Sumatera di Harmoni One Hotel dan Convention Centre Batam, Selasa (10/4) malam.

Rakorbang tersebut berlangsung sampai Jumat (13/4), diikuti kepala dinas dari delapan provinsi dan 132 kabupaten/ kota yang berada di wilayah Regional I Sumatera. Penyelenggara kegiatan adalah Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional I Sumatera yang berkedudukan di Padang.

Dalam sambutannya, Harry menekankan bahwa kegiatan rakorbang ini bermakna strategis dan fundamental. Hasil rakorbang, akan menjadi langkah awal sekaligus titik pijak yang berpengaruh signifikan untuk mengupayakan terwujudnya koordinasi maupun sinkronisasi kebijakan dan program terkait dengan pengembangan SDM dan kelembagaan penyelenggara kesejahteraan sosial, yang diharapkan akan berkontribusi signifikan dalam mendukung percepatan pembangunan kesejahteraan sosial yang profesional, inovatif, dan kompetitif.

Pada bagian akhir sambutannya, Harry mengharapkan rakorbang dapat menghasilkan butir-butir kesepakatan untuk peningkatan koordinasi, sinkronisasi, dan akselerasi pelaksanaan program pendidikan, pelatihan, penelitian, dan pengembangan kesejahteraan sosial.

Rakorbang ini dilaksanakan dua sesi utama, yaitu sesi pemaparan panel oleh para narasumber. Di antaranya Kepala Badiklitpensos, Direktur Program Pasca Sarjana Universitas Andalas, Kepala Biro Perencanaan, dan para Sekretaris Dirjen di lingkungan Kemensos RI. Sesi berikutnya focus group discussion (FGD) membahas pendidikan tinggi profesi dan vokasi pekerjaan sosial; penelitian dan pengembangan kesos.

Turut dibahas juga pendidikan dan pelatihan kesos; pengembangan profesi pekerja sosial dan penyelenggara sosial, serta sertifikasi pekerja sosial dan akreditasi LKS dan penyuluhan sosial.

Kadinsos Pemprov Kepri, Doli Boniara berterima kasih pada BBPPKS menjadikan Batam sebagai tempat penyelenggaraan acara. “Pariwisata Kepri nomor tiga di Indonesia. Di Batam aneka wisata bisa ditemui seperti wisata religius, belanja, spa, bahari, dan lainnya,” ujar Doli.

Doli berharap, rakorbang ini bisa merumuskan sinkronisasi program pusat dan daerah dalam mengentaskan persoalan sosial kemasyarakatan. (ash)

KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat sebagai Tersangka

0
Bupati Bandung Barat Abu Bakar membantah dirinya ditangkap KPK. (Siti Fatonah/JawaPos.com)

batampos.co.id – KPK menetapkan Bupati Bandung Barat AB sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan barang bukti sebesar Rp 435 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (10/4) kemarin.

“Dalam tangkap tangan yang digelar, KPK mengumpulkan barang bukti sebesar Rp 435 juta,” ungkap Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Ruang Konpers Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Awalnya, tim KPK menerima informasi terkait adanya penyerahan dana dari Kepala Sub Bagian di Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bandung Barat Ilham ke Staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Caca.

“Pada pukul 12.00 WIB tim langsung mengamankan CA (Caca) di Gedung B, Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Bersama CA (Caca), diamankan uang Rp 35 juta. Uang ini diduga terkait dengan kepentingan Bupati Bandung Barat,” tukasnya.

Selanjutnya, pada pukul 12.40 WIB tim menuju ke Gedung A Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk mengamankan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Weti Lembanawati.

Usai mengamankan, Tim menuju rumah Caca pada pukul 14.30 WIB untuk mengamankan barang bukti sebesar Rp 400 juta.

Lalu, pada pukul 13.00 WIB secara paralel, tim bergerak ke Hotel Garden Permata di Daerah Sukajadi untuk mengamankan Kepala Badan Perencanaan Pembangun Daerah Kabupaten Bandung Barat, Adiyoto dan Staf Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat, Yusef.

“Enam orang yang sudah diamankan tiba di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kedatangan enam orang ini berlangsung dalam tiga tahap, yakni pukul 18.00 WIB, 19.00 WIB, dan 22.00 WIB,” ujar Saut.

Dalam hari yang sama, KPK tiba di rumah Bupati Bandung Barat, Abu Bakar. KPK berencana mengamankan Abu Bakar. Namun, Abu Bakar memohon untuk tidak diamankan lantaran akan menjalani kemoterapi.

“Pukul 17.00 WIB di hari yang sama, tim tiba di rumah Bupati Bandung Barat, ABB, untuk mengamankan ybs. Namun, ybs memohon untuk tidak diamankan karena harus melakukan kemoterapi dan dalam kondisi yang tidak fit,” bebernya.

“Atas dasar kemanusiaan, tim melakukan pemeriksaan di rumah bupati dan melakukan koordinasi lanjutan dengan dokter bupati. Untuk kepentingan penyelidikan, tim meminta yang membuat surat pernyataan untuk datang ke Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi setelah kemoterapi di Bandung,” ungkapnya.

Namun, Abu Bakar justru membuat pernyataan pers malam harinya dan menyebut KPK hanya mengklarifikasi isu tertentu dan dia menyanggahnya.

Keesokkan harinya, Abu Bakar melakukan kemoterapi, dan usai melakukan hal tersebut, dia menepati janji sesuai dengan surat perjanjian dengan tim penyidik KPK. Saat ini, dirinya dalam perjalanan untuk menyerahkan diri ke KPK. Rencananya, Abu Bakar akan tiba di KPK hari ini sekitar pukul 23.00 WIB.

“Malam ini, ABB (Abu Bakar) datang atas kemauan sendiri setelah menerima surat keterangan dari dokter yang menyatakan dia dalam kondisi sehat untuk melakukan perjalanan ke luar kota. Petugas KPK di Bandung hanya memastikan ABB (Abu Bakar) memenuhi janji sesuai surat pernyataan yang ditandatangani malam sebelumnya,” tutupnya.

(ipp/JPC)

Beli Beras Eceran Lebih Mahal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga beras di pasaran masih tinggi. Hingga awal tahun 2018, harga beras rata-rata masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 13.500 hingga Rp 13.900 per kilogram.

“Harga ecerannya memang segitu. Kalau beli per karung isi 25 kilo lebih murah, harga Rp 333 ribu saja kalau dihitung kilo jatuhnya sekitar Rp 13. 320, ” ujar Sudirman, penjual sembako di Pasar Fanindo, Rabu (11/4).

Namun demikian, warga lebih banyak membeli beras eceran, karena terasa lebih murah.

“Paling tinggi warga beli 10 kilo, harganya sekitar Rp 130 ribu,” katanya.

Dia mengatakan sebelumnya harga beras sempat turun dikarenakan pasokan beras lancar, namun belakangan ini harga bahan pokok itu kembali naik, meskipun tidak tinggi seperti sebelumnya.

“Paling tinggi itu Rp 13.900. Kalau awal tahun kemarin ada yang sampai Rp 14.500 per kilo, sementara yang paling murah masih Rp 8 ribu kualitasnya rendah,” katanya.

Sementara mahalnya harga tersebut masih dikeluhkan sejumlah masyarakat di Batuaji. Terutama masyarakat yang ekonomi ke bawah. Menurut mereka, harga beras sekarang masih terasa mahal dan mereka cukup keberatan untuk membelinya.

“Kalau harga Rp 13 ribu itu masih mahal,” kata Jumrinah, warga Kaveling Saguba.

Untuk tetap bisa mengosumsi beras, ia terpaksa membeli beras murah seharga Rp 8 ribu per kg dan kemudian dicampur dengan beras kualitas premium. “Kalau beras murah gak bagus, terpaksa saya gabung biar bagus,” katanya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Aminah warga lain. Ia terpaksa membeli dua jenis beras. “Saya beli beras murah tiga kilo dan saya campur dengan beras premium dua kilo,” jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah bisa mengawasi pergerakan harga beras yang sering naik turun. Selain itu ia meminta pemerintah untuk menggelar pasar murah untuk membantu mereka yang kurang mampu. (une)