Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12367

Menkominfo Minta Warga ‘Puasa’ Medsos, Ada Masalah Dikit…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebanyak 1.096.000 atau 1,3 persen data informasi pengguna akun Facebook di Indonesia bocor perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica. Angka tersebut menempatkan Indonesia berada di urutan ketiga dalam jumlah kebocoran data Facebook.

Dalam rilis resminya Facebook menyebut korban kebocoran data terbanyak datang dari Amerika dengan total pengguna menjadi korban sekira 70,6 juta, atau sekira 81,6 persen. Sedangkan di urutan kedua ada Filipina dengan jumlah korban mencapai 1,17 juta atau sekira 1,4 persen dari total korban.

Terkait hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiatara memerintahkan Facebook Indonesia untuk mematikan (shut down) seluruh aplikasi yang dikerjasamakan Facebook dengan pihak ketiga. Utamanya yang berkaitan dengan kuis-kuis model personality test dan analisa kebiasaan seperti Cambridge Analytica.

”Jangan dibolehkan dulu di indonesia, matiin dulu,” kata Rudiantara usai memanggil pihak Facebook Indonesia, Kamis (5/4).

Rudi menegaskan bahwa semua platform media sosial wajib patuh (comply) terhadap aturan yang ada di Indoensia. Dalam hal ini, Rudi menyebut Permenkominfo Nomor 20 Tahun 2016 tentang Keamanan Data Pribadi yang merupakan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bagaimana jika melanggar? “Ya ada sanksinya, ada sanksi administrasi, denda, maupun hukuman badan,” kata Rudi.

Rudi menyebut, teguran lisan sudah beberapa kali dilayangkan ke Facebook beberapa hari lalu melalui Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika). Ia sendiri mengaku beberapa kali menelpon Facebook. Sementara sanksi administrasi berupa surat teguran juga sudah dilayangkan.

”Untuk sanksi yang bersifat hukuman badan atau kriminal, saya sudah koordinasi dengan Kapolri, mereka akan siapkan prosesnya,” jelas Rudy.

Selain itu, Rudi juga mewajibkan Facebook untuk menyerahkan hasil audit internal yang dijanjikan CEO Facebook Mark Zuckeberg terhadap semua aplikasi di platform media sosial sejagat tersebut pada pemerintah Indonesia.

Sementara pada masyarakat, Rudi mengimbau untuk sementara tidak menggunakan media sosial (medsos). Apalagi meyerahkan data-data pribadi pada aplikasi-aplikasi pihak ketiga. ”Biasanya kita kan kalo pake medsos, dimintai macam-macam di yes-yes saja, di accept begitu saja,” ujarnya.

Rudi meminta agar masyarakat “puasa” menggunakan medsos untuk sementara waktu sampai semua tertata dengan baik.

“Bukan apa-apa, kita cuma menjaga agar keamanan data kita semua terjamin,” kata Rudi.

Menurut Rudi, digunakan untuk apapun data tersebut, namanya sudah penyalahgunaan (missuse). Dalam UU ITE disebutkan, menggunakan identitas orang lain secara tidak sah di dunia maya adalah pelanggaran yang bersifat kriminal. “Kalau ini (kobocoran data pengguna, red) kan sama aja tanpa izin, bukan hanya di medsos, registrasi prabayar pun yang menggunakan data tidak sah pasti kena,” jelas Rudi.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan kantor pusat Facebook tentang perintah Menkominfo ini. “Saya tidak tahu butuh waktu berapa lama, tapi kami akan terus buka komunikasi dengan Kominfo,” katanya.

Ruben menyebut, upaya untuk mengatasi kebocoran data ini sudah dijalankan oleh Facebook sendiri. Tidak hanya di Indonesia. Sesuai statemen dari Mark Zuckeberg, tidak hanya aplikasi yang melakukan Behavioral Analysis seperti Cambridge Analytica saja yang akan diaudit, tapi seluruh aplikasi yang terdaftar di platform Facebook.

Peneliti Keamanan Siber Communication and Information System Security Research Center (CissRec) Ibnu Dwi Cahyo mengungkapkan pencurian data di Facebook itu memang berpotensi pula dipergunakan untuk kepentingan politik sama seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Data yang dicuri melalui pihak ketiga itu bisa dipergunakan untuk memotret perilaku pengguna Facebook.

”Dan paling penting itu data behaviour kita. Itu jadi riset yang mahal harganya. Seperti kita posting apa, kemana saja. Itu diteliti untuk menganalisis kebiasaan,” ujar Ibnu, kemarin.

Meskipun memang sejuta data yang dicuri itu terjadi sekitar 2013 dan 2014. Ada kemungkinan masih berlanjut hingga sekarang. Lantaran data itu diambil dengan cara pengguna Facebook memainkan kuis dari penyedia pihak ketiga. Kuis tersebut biasanya dipakai untuk bahan candaan misalnya seperti menilai wajah mirip artis siapa atau usia sekian akan seperti tokoh siapa.

”Sebelum main game itu akan ada pemberitahuan apakah aplikasi boleh mengakses data di Facebook atau tidak. Termasuk data kontak pribadi kita,” jelas dia.
Nah data yang bisa diakses itu juga termasuk data unggahan. Sebagai langkah pencegahan pengguna media sosial bisa membuat pengaturan akses informasi data pada aplikasi.

Tapi, menurut Ibnu, untuk kepentingan keamanan data jangka panjang pemerintah perlu lebih tegas kepada Facebook. Misalnya mengharuskan mereka membuat server data di Indonesia. Hal yang sama penah dilakukan pada aplikasi lainnya semisal Blackberry. ”Dengan membangun server di Indonesia. Artinya Kominfo bisa kontrol terhadap pengguna di Tanah Air,” tegas dia.

Pakar Digital Forensik Ruby Alamsyah menuturkan perlu dipastikan dulu kebocoran data sejuta akun milik warga Indonesia itu sudah dipergunakan untuk apa saja. Lantas ditelisik kemungkinan kebocoran data itu dipergunakan untuk kepentingan ilegal atau tidak. Selama ini belum ada kasus yang spesifik mengarah pada penyalagunaan data yang tercuri lewat Cambridge Analytica.

”Perlu dipastikan hal itu agar tidak terjadi kekhawatiran berlebihan di masyarakat. Kita perlu melihat secara proposional,” kata dia.
(tau/jun/JPG)

 

 

62 Kendaraan Terjaring Razia Pajak, Samsat Raup Rp 44 Juta dari Pengendara

0

batampos.co.id – Petugas gabungan Samsat Kepri bersama Polresta Barelang melakukan razia di Sri Deli, Batuampar, Kamis (5/4). Razia kali ini menyasar para pelanggar lalu lintas dan pengendara yang kedapatan menunggak pajak kendaraan bermotor.

Kasubag Penetapan dan Penerimaan KPPD Kota Batam, Syarifuddin mengatakan, sedikitnya ada 62 kendaraan yang terjaring razia. Razia yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB itu berhasil mengumpulkan Rp 44 juta dari para penunggak pajak.

“Ada yang bayar di tempat. Ada juga yang kami beri surat peringatan,” kata Syarifuddin.

Kendaraan yang membayar di tempat terdiri dari 11 mobil dan 30 unit sepeda motor. Sementara mereka yang mendapat surat peringatan, terdiri dari delapan mobil dan 18 unit sepeda motor. Razia pajak kendaraan ini masih dilakukan secara persuasif.

“Tak mungkin paksa kalau mereka tak punya uang. Makanya kita kasih surat peringatan agar segera bayar pajak,” lanjut dia.

Selain itu, surat peringatan juga diberikan bagi pemilik kendaraan yang kedapatan STNKnya sudah mati. “Sekalian kita memberikan edukasi. Kalau STNK yang sudah mati ini harus diganti. Proses pergantian dilakukan di kantor samsat,” terangnya.

Syarifuddin menambahkan, razia pajak kendaraan ini diharapkan semakin memberikan pemahaman kepada masyarakat Batam untuk taat bayar pajak. Ia mengakui, selama Juni 2018 nanti, Samsat dan Polresta Barelang akan melakukan razia sebanyak 12 kali.

“Untuk lokasi kita berpindah-pindah. Sebelumnya di Tiban dan sekarang Batuampar. Bisa saja nanti di Batamcentre,” ungkapnya.

Dalam razia kendaraan, samsat akan selalu berkordinasi dengan pihak kepolisian sebagai tim teknis. Sebab, selain pajak kendaraan, kelengkapan kendaraan juga jadi target tim gabungan. “Kalau SIM dan STNK itu domain polisi,” jelas Syarifuddin. (rng)

Puluhan Jabatan Eselon IV di Pemko Batam Kosong

0
Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan usai mengikuti apel gabungan jajaran Pemko Batam di Dataran Engku Putri Batamcenter, . F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id –  Sebanyak 46 jabatan eselon IV di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam kosong. Untuk itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta para pejabat yang kini tidak memiliki jabatan untuk mengumpulkan data ke Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKP SDM) untuk ditempatkan di jabatan yang kini kosong.

Kepala BKP SDM, M Sahir mengatakan hingga Senin (2/4) sore sudah ada 28 pejabat yang menyampaikan keinginan untuk ditempatkan di posisi-posisi yang kosong. “Kami beri waktu satu dua hari lagi,”kata Sahir.

Ia mengatakan, rata-rata posisi yang kosong berada di hinterland yakni dengan jumlah 37 posisi dan tersebar di Kecamatan Belakangpadang dan Galang. Artinya hanya sembilan di mainland.

“Sebagian dari teman-teman yang nonjob tadinya di mainland, nah untuk ke hinterland sepertinya tidak tertarik, sehingga mereka memilih tak apalah kami staf saja di Mainland,”ucapnya. Namun ia tak menampik, kekosongan karean ada beberapa posisi karean pejabat ada yang meninggal dan pindah.

Ia mengatakan, walau belum memiliki data jumlah pasti pejabat eselon IV yang nonjob juga banyak eks eks Rumah Umum Daerah Embung Fatimah. Untuk diketahui, beberapa waktu lalu rumah sakit plat merah ini disorot Badan pemeriksa Keuangan, salah satu pointnya yakni pergantian komposisi pejabata untuk posisi tertentu.

“Nanti mereka yang dari Embung Fatimah ini bisa di Pustu (Puskesmas Pembantu),”ucap dia.

Ia mengklaim, kini pihaknya tengah gencar melakukan pemerataan penugasan hingga ke hinterland, pejabat tidak seharusnya ingin bertugas di pusat kota. Bertugas di hinterland, ia yakini dapat menambah pengalaman aparatur sipil negara dalam melayani masyarakat. Penempatan disesuaikan dengan latar belakang kemampuan aparatur.

“Kini purna praja IPDN kami tempatkan dipinggiran semua, dalam rangka upaya suapay punya pengalaman. Misal di tempatkan di Pulau Karas atau Pulau Kasu, mereka dapat menimba ilmu yang banyak,”paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhamamd Rudi mengatakan jabatan yang kosong cukup banyak dan harus diisi. Ia mengaku memberikan kesempatan kembali pada beberapa pejabat yang tidak memiliki jabatan termasuk yang pernah melakukan kesalahan, namun tidak diperkenankan memegang jabatan yang berkaitan dengan keuangan.

“Orang ada saatnya salah, pada waktunya akan benar. Yang bermasalah kita kembalikan, supaya mereka memperbaiki diri,”kata Rudi.

Menurutnya, dalam mengelola Sumber Daya Manusia tidak juga bisa diterapkan hal yang frontal tanpa memebrikan kesempatan kepada pejabat untuk memperbaiki diri, semasih kesalahan dalam batas yang wajar.

‘Mereka juga butuh penghidupan untuk anak istri mereka. Kalau tidak baik juga ya tindak. Mudah-mudahan mereka membaik,”katanya.

Sementara eselon tiga tidak ada yang kosong, sementara eselon dua hanya satu yang kini dijabat pejabat sementara yakni Kepala Dinas Permukiman, Perumahan Rakyat, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam yang kini dirangkap oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Eryudhi Apriadi. Sementara dua posisi lain yang akan kosong yakni Kepala DInas Pendidikan dan Assisten ekonomi Pembangunan yang pimpinannya akan pensiun. April dan Juni mendatang. (adi)

11 Ribu e-KTP Nunggu Sekupang dicetak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Camat Sekupang Muhammad Arman menyatakan hingga saat ini sedikinya 11 ribu pengajuan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) siap untuk dicetak.

“Warga memang banyak juga yang bertanya e-KTP mereka, tapi kami sudah jelaskan bahwa pencetakkan tengah mengarah kepada masyarakat yang ada di Bengkong dan Lubukbaja,” ujarnya.

Sesuai dengan target Walikota Batam, pencetakkan e-KTP ditargetkan akan selesai Mei mendatang, jadi masih ada waktu kurang lebih satu bulan lagi untuk menyelesaikan target tersebut. “Semua proses pencetakan berada di Disduk, kami hanya menyiapkan data yang lengkap saja dan memastikan data itu sesuai dan siap cetak,” terangnya.

Lanjutnya, untuk perekaman e-KTP masih terus berjalan, terutama anak-anak sekolah yang akan melanjutkan sekolah mereka. “Pemula tetap prioritas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Said Khaidar saat ini pihaknya masih menyelesaikan pencetakkan 30 ribu e-KTP untuk beberapa kecamatan diantaranya Bengkong, Lubukbaja dan disusul nantinya Seibeduk dan Sekupang.

“Kami sudah ajukan permintaan penambahan blanko ke pusat untuk menyelesaikan kecamatan yang masih menumpuk,” jelas Said.

Pihaknya masih terus berusaha menggesa pencetakkan e-KTP tersebut agar target yang diberikan Walikota Batam bisa terwujud. Selain itu, percepatan ini juga mendukung pemilihan yang akan dimulai April 2019 mendatang. “Semuanya masih bekerja, semoga pertengahan tahun ini tumpukan selesai dan warga bisa memiliki haknya untuk punya e-KTP,” tambahya.

Sebelumnya Disdukcapil Batam telah mendistribusikan 13 ribu e-KTP ke Kecamatan Sagulung. Warga antusias mengambil e-KTP yang telah lama dinantikan karena kekosongan blanko yang sempat berlangsung tahun lalu.(yui)

Belum Semua SMA Terapkan UNBK

0
foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dilaksanakan serentak mulai Senin (9/3) mendatang. Dinas Pendidikan Provinsi Kepri telah mempersiapkan segalah sesuatu untuk menyambut pelaksaan UN itu.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir menuturkan, total ada 224 SMA/MA yang ada di Kepri. Dari jumlah tersebut 60 persen diantaranya akan menerabkan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). “40 persen lainnya masih UNBKP (Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil),” ujar Arifin.

Untuk sekolah yang akan menerapkan UNBK kata Arifin, sudah dalam keadaan siap. Dalam arti bahwa peserta UNBK ataupun pihak sekolah sudah mempersiapkan segala sesuatu agar pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar nantinya.

“Untuk sekolah yang UNBK, kami juga sudah surati pihak PLN untuk mengantisipasi pemadam listri. Persiapan sudah cukup matang,” ujar Arifin, Rabu (4/4).

Peneraban sistem UNBK di Kepri diakui Arifin memang belum merata sebab masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas penunjang yang memadai baik komputer ataupun jaringan.

“Yang ikut UNBK pun tidak semuanya memiliki fasilitas. Beberapa sekolah masih harus numpang di sekolah lain. Ya tak apa-apa asalkan tidak terganggu saja,” ujarnya.

SMAN 5 Batam di Sagulung misalkan, memasuki tahun kedua pelaksanaan UNBK, sebanyak 475 peserta UNBK dijadwalkan mengikuti UNBK di gedung SMKN I Batam. Itu karena sekolah yang dikepalai oleh Bahtiar itu belum memiliki fasilitas penunjang yang lengkap.

“Belum lengkap fasilitas kami. Tahun kedua ini masih numpang di SMKN I,” ujar Bahtiar.

Sementara SMA/MA lainnya yang masuk dalam kategori 40 persen yang melaksankan UNBKP diakui Arifin memang belum bisa menerapkan UNBK karena benar-benar belum memiliki fasilitas UNBK.”Itu yang di Hinterland yang memang benar-benar tak ada jaringan internet dan komputer belum cukup,” tuturnya.

Penerapan UNBK yang belum merata ini juga dialami oleh tingkat SMK yang sudah dimulai sejak Senin (2/4) lalu. Tingkat SMK kata Arifin masih ada 30 an sekolah yang masih UNBKP.

“Baru 60 (SMK) yang UNBK. 30 masih manual (UNBKP),” tuturnya.

Meskipun demikian Arifin menjamin jika pelaksaan UNBKP di Kepri baik tingkat SMK ataupun SMA akan berjalan lancar seperti biasanya. Dia juga menjamin bahwa soal UNBKP siswa tidak bocor ataupun mengalami kendala teknis lainnya. “Semua sudah ada SOP (Standr Operasional Prosedur). Pengawasan dari proses distribusi soal sampai pada pengawasan saat ujian sudah diatur dengan baik. Insyallah semuanya akan berjalan dengan baik,” ujar Arifin. (eja)

Masih Banyak e-KTP yang Belum Diambil

0
Pegawai dari salah satu enam kelurahan di Kecamatan Sagulung menunjukkan KTP Elektronik yang sudah siap dicetak, Selasa (3/4). Kecamatan Sagulung mendapatkan 13 ribu KTP dari Disduk yang sudah siap dicetak. Dari enam Keluarah membuka stan bagi warga yang akan mengambil KTP nya di aula Kecamatan Sagulung. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pas belum jadi ribut mana nih KTP ku… eh setelah jadi gak diambil….

Sebanyak 13 ribu keping e-KTP sudah didistribusikan ke Kecamatan Sagulung, kendati demikian ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengambil e-KTP miliknya. Firdaus, pegawai Kelurahan Seibinti mengaku hingga saat ini baru 120 keping e-KTP yang diambil oleh warganya, dari total keseluruhan 1870 keping e-KTP.

“Iya masih belum setengahnya yang terambil,” ujar Firdaus kepada Batam Pos, Rabu (4/4).

Padahal, sambungnya, sebelum pendistribusian pihaknya sudah mengiformasikan kepada warga untuk mengambil e-KTP milik mereka. “Sudah ditelepon oleh Rw masing-masing,” katanya.

Kemungkinan warga yang belum mengambil lantaran sibuk dan tak sempat datang ke kantor kecamatan. Ia memperkirakan warga akan datang saat hari libur, Sabtu dan Minggu. “Hari libur kita buka. Kemungkinan warga akan membludak di hari ini,” jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan pegawai dari Kelurahan Seipelunggut. Dari total 2800 e-KTP, yang terambil baru 300 keping. “Waktu masih banyak. Mungkin itu alasan warga belum mau ambil,” kata Ratna Juita.

Dia mengatakan pengambilan e-KTP ini mulai pukul 8.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan dibuka setiap hari.

Pendestribusian e-KTP ini akan dilakukan selama satu bulan. Agar tidak terjadi penumpukan, Camat Sagulung Reza Khadafy mengimbau kepada masyarakat Sagulung untuk segera mengambil e-KTP milik mereka.

“Yang merasa sudah merekam tahun 2016 hingga 2017 silakan datang ke aula kantor Kecamatan Sagulung,” imbau Reza.

Sementara itu, kedatangan belasan ribu e-KTP tersebut membuat sebagian warga kecewa dan kesal, lantaran e-KTP nya sudah satu tahun belum juga siap dicetak.

“Gimana tak kesal, sudah dua tahun lebih belum juga keluar KTP saya. Mau urus apa-apa tidak bisa. Jaman sekarang kan semua selalu diminta KTP, ” ujar Atminah dengan nada kesal sambil berlalu. (une)

Kejahatan Jalanan Kembali Marak

0
Anggota Sat Sabhara Polresta Barelang. F. Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Akhir-akhir ini tindak kejahatan di jalanan kembali marak. Di Batuaji dan Sagulung kejahatan semacam jambret dan pemalakan masih saja terjadi dan meresahkan masyarakat. Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Delimunte mengatakan mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah menyebar anggota polisi untuk berpatroli menyisir lokasi-lokasi yang rawan tindak kejahatan.

“Kemarin ada kasus pemalakan. Anggota langsung saya suruh patroli dan menyisir ke lokasi tersebut,” ujar Syafruddin, Rabu (4/4).

Dia mengatakan di wilayahnya lokasi rawan terdapat di Taman Makam Pahlawan, Tanjunguncang, jalan Marina City dan Seitemiang. Lokasi ini menjadi titik rawan tindak kriminal seperti pencurian dengan pemerasan (curas), pemalakan, begal maupun tindak kriminal lainnya.

“Upaya yang dilakukan dengan patroli dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada,” katanya.

Selain itu kedepannya, ia berencana untuk mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di setiap kelurahan yang ada di Batuaji. Hal tersebut untuk meminimalisir aksi pencurian yang kerap terjadi di perumahan.

“Saya maunya seperti itu. Sekarang saya sedang berkoordinasi dengan pejabat di sini,” jelasnya.

Sebelumnya sksi premanisme kembali meresahkan warga Batuaji. Segerombolan remaja memalak salah seorang siswa SMPN 38 Batam, Selasa (3/4) lalu. Kejadian tersebut bermula saat ia hendak berangkat ke sekolah.

Nahas, ditengah perjalananya ia dihadang oleh segerombolan remaja bertato dan meminta uang kepadanya. Siswa yang tak ingin disebutkan namanya tersebut mengaku remaja-remaja itu kerap terlihat nongkrong di warnet di ruko yang ada di samping Perumahan Taman Cipta Dua, Tanjunguncang. Sekelompok remaja itu memang sering meresahkan warga karena kerap menganggu anak sekolah.

“Untung anak saya tidak diapa-apain. Cuman diambil uangnya saja,” ujar Ani ibu korban.

Sementara pekan lalu, warga Batuaji, Wibowo juga mengalami nasib sial. Ia dijambret oleh orang tak dikenal saat mengendarai motor di sekitaran Perumahan RKT, Aviari, Batuaji. Akibat kejadian itu, ia kehilangan uang dan beberapa dokumen penting miliknya. Tak hanya itu, kejadian nahas itu membuat istrinya trauma. (une)

Angkutan Umum masih Banyak Berkaca Gelap

0
Angkutan umum jenis carry melintas di jalan R Suprapto, Batuaji. Angkutan umum jurusan Mukakuning Batuaji ini masih menggunakan kaca gelap dan tidak laik jalan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Meski sudah dilarang, sejumlah mobil angkutan umum di Batam masih saja berkaca gelap. Padahal, sebelumnya Dinas Perhubungan Kota Batam sudah melarang mobil angkutan penumpang menggunakan kaca gelap. Pantauan Batam Pos, angkutan jenis carry yang paling banyak dijumpai memodifikasi kaca mobil menjadi gelap. Mobil-mobil ini bebas beroperasi di jalan Batam, khususnya di Batuaji dan Sagulung.

Setelah melakukan razia beberapa waktu lalu, hingga kini dinas terkait juga belum ada tindakan lanjutan. Hal ini menjadi kekuatiran serius pengguna jasa angkutan khusus perempuan, sebab, tindakan pelecehan seksual akan mudah terjadi seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Masih banyak. Kami khusus yang pulang malam masih kuatir,” ujar Dewi Lestari, pekerja di perusahaan Shimano, Mukakuning, Rabu (4/4).

Ia pun berharap agar Dishub Batam untuk kembali turun menertibkan angkot berkaca gelap tersebut. Dewi mengaku memang rutin menggunakan jasa angkutan janis carry itu. Waktu kerja yang tak menentu kadang pulang larut malam membuatnya kuatir saat berada di dalam angkot-angkot berkaca gelap tersebut. Dia kuatir oknum sopir angkot berulah seperti yang dilakukan oleh seorang sopir angkot jurusan Bengkong belum lama ini.

“Khawatir pasti ada. Soalnya ngeri juga kalau kejadian itu kita juga yang alami,” katanya.

Hal senada juga diucapkan oleh Evi Mulyani. Karyawan di PT Yeakin Mukakuning ini rutin menggunakan mobil angkutan umum jenis carry. Ia meminta kepada dinas terkait untuk tegas melarang mobil angkutan menggunakan kaca gelap.

“Saya ada jadwal shift malam. Tapi alhamdulillah belum pernah kejadian. Soalnya kami ramai,” katanya. (une)

Mal Pelayanan Publik Batam Jadi Contoh bagi Kota Lain

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Kota Batam, Gustian Riau menyebutkan Batam sebagai wilayah percontohan pelayanan perizinan. Hal ini disampaikan pada Workshop dan Coaching Clinic Pembekalan Evaluasi Pelayanan Publik Tahun 2018 di Pemko Batam, Rabu (4/4).

“Selain Pekanbaru, Sidoarjo, dan Surabaya, kita termasuk percontohan pelayanan perizinan,” katanya.

Selain memiliki Mal Pelayanan Publik dengan puluhan layanan perizinan. Batam juga menjadi contoh bagi daerah lain karena pelayanannya sudah bagus, paling banyak izinnya, serta sudah mendapatkan kategori A.

Menurut Gustian, perizinan yang dijalankan sendiri sudah sistem dalam jaringan (online). Lewat layanan ini tentunya mempermudah pelayanan pada masyarakat dalam memperoleh perizinan melalui sistem elektronik.

“Tentu harapan kami adalah daerah-daerah yang sudah mengimplementasikan dan berkunjung ke sini kami ajarkan dari awal. Supaya semua daerah punya Mal Pelayanan Publik,” sebut Gustian.

Workshop dan Coaching Clinic ini juga bertujuan emberikan penilaian pelayanan publik. Ada 4 jenis yang akan dinilai, yakni pelayanan BPM-PTSP, RSUD, Disduk Capil, dan bina wira organisasi seluruh Indonesia.

Kategori penilaian dalam bentuk bagaimana mengimpletasikan pelayanan yang sudah diatur dalam Undang Undang (UU) dan Permenpan-RB.

“Yang diatur seperti syarat-syarat dan pelayanan publik,” sebut Gustian.

Gustian bercerita proses penggabungan pelayanan instansi-instansi selama ini, belajar dari beberapa daerah seperti Surabaya. Bahkan untuk Jakarta sendiri, belum masuk di dalam kategori pelayanan terbaik.

“Makanya lewat pertemuan ini kita ingin memberikan aspirasi kepada masyarakat. Gimana caranya mendekatkan perbedan-perbedaan yang ada diinstansi masing-masing,” tutup Gustian. (rng)

Satu Kios Liar Disewakan Rp 1,2 Juta

0
Kios liar dibangun di lahan hijau, Aviari.
| Dalil Harahap / batampos

batampos.co.id – Pembangunan kios liar terus berlanjut di daerah pasar seken aviari. Satu unit kios di sana disewakan Rp 1,2 juta sebulan.

“Kios di sini tidak dijual Bang. Disewakan saja, Rp 1,2 juta sebulan. Kalau untuk jadi hak milik tak diberikan,” kata Aris, pekerja di sana, Rabu (4/3).

Ia mengaku saat ini sudah ada sekitar 20 kios yang sudah ada penyewa. Tinggal sekitar 40 kios yang tersisa. Termasuk beberapa kios yang masih belum dibangun.

“Kalau yang arah Pemda dua itu sudah habis semua. Tapi yang sebelah sini (hadap pertokoan aviari,red) masih kosong,” katanya.

Aris mengaku tidak tahu bagaimana proses lahan tersebut bisa dijadikan tempat membangun kios liar. “Saya tidak tahu masalah itu bang. Kami hanya pekerja di sini,” katanya.

Sementara camat Batuaji, Ridwan mengaku sudah menyampaikan surat larangan pembangunan. Bahkan surat untuk pembongkaran sudah sampai kepada Satpol PP. Tetapi hal tersebut dibantah oleh pihak Satpol PP.

“Belum ada kita terima suratnya dari camat,” kata Kepala Bidtrantibum Satpol PP, Imam Tohari.

Di tempat terpisah, anggota komisi I DPRD Kota Batam Muhamad Musofa menuntut ketegasan dari pihak kecamatan dan Satpol Pp. Harusnya pembangunan baru kios liar tidak lagi ada di Batam.

“Dari dulu sudah bilang itu semua harus ditertibkan. Kalau memang sudah ada surat larangan dari camat. Apa pun ceritanya, itu harus dibongkar,” katanya.

Ia berharap agar semua pihak tak lagi menggunakan ruang terbuka hijau untuk pembangunan permanen. Di mana Batam saat ini kekurangan taman untuk ruang terbuka hijau. (ian)