Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12376

Mengenal Cacing Parasit di Sarden

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Cacing parasit yang ditemukan pada ikan makarel adalah jenis parasit Anisakis sp yang merupakan anggota Anisakidae.

Anisakis sp dapat menginfeksi manusia dan menyebabkan anisakiasis. Anisakiasis adalah infeksi akibat parasit pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh konsumsi makanan laut mentah atau kurang matang yang mengandung larva nematoda Anisakis sp. Seperti apa wujud parasit tersebut?

“Parasit cacing yang besar itu sekitar 2 centimeter. Warnanya kayak cacing umumnya lah kemerahan,” papar Ahli Endoskopi Gastrointenstinal Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB. kepada JawaPos.com, Jumat (31/3).

Pria yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) tersebut menjelaskan selama 18 tahun dia menjadi ahli endoskopi belum pernah menemukan pasien dengan keluhan terkontaminasi cacing parasite tersebut. Banyaknya adalah temuan cacing lain dalam tubuh pasien.

“Selama ini saya belum pernah menemukan ada yang terinfeksi cacing ini di perutnya. Adanya cacing gelang dalam tubuh manusia, cacing cambuk juga,” kata Ari.

Lalu mengapa bisa ada cacing di dalam tubuh manusia? Ari mengungkapkan penyebabnya adalah seringkali mengonsumsi makanan mentah.

“Ya pokoknya mengonsumsi makanan mentah itu, seperti sayur lalapan atau lainnya. Cacing parasit dalam makarel larvanya hanya membesar, tidak beternak dalam tubuh,” jelas Ari.

Ari menegaskan tak boleh ada sama sekali cacing atau parasit di tubuh kita. Sedangkan bakteri baik yakni probiotik tak masalah ada di dalam tubuh untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Sebab jika cacingan maka keluhannya nyeri perut, atau gatal pada dubur itu yang kermi ya. Wajah pucat, Hb turun, pucat. Maka wajib konsumsi obat cacing bagi yang bekerja di ladang misalnya. Khawatir tertular, menempel,” papar Ari.

(ika/JPC)

Tumis Kulit Durian, Ini Bukan Kuliner !

0
Tumis kulit durian. (Istimewa)

batampos.co.id – Aguan Suryanto, warga Batam, ialah pecinta durian. Sayang harga durian di batam amatlah mahal.

Aguan protes.

Caranya, unik.

Dia memposting foto dan video tumisan kulit durian.

Kepada JawaPos.com, Aguan mengaku memang benar-benar memasak kulit durian. Meski demikian, masakan hasil kreasinya tersebut tidak benar-benar dikonsumsi.

“Cuma pajangan saja, ini protes karena harga durian mahal di Batam,” kata Aguan, Sabtu (31/3).

Ketika itu, Aguan hendak membeli durian Jenis Musang King. Harganya Rp 250 ribu per kilogram. Sementara satu buah durian yang dia beli seberat 2 kilogram. Artinya, Aguan harus membayar Rp 500 ribu untuk satu buah durian.

Meskipun memprotes mahalnya harga durian jenis Musang King, Aguan mengaku tidak tahu pasti berapa harga pasaran di daerah lain. Dalam postingan gambar dan video tumisan kulit durian, Aguan turut menuliskan sebuah keterangan.

“Durian mahal di Batam jadi sayang kalau kulitnya dibuang, jadi kulit durian kita tumis saos sambal buat makan malam…ha…ha..ha.. ini sebagai protes harga durian di Batam,” tulis Aguan.

Dari postingan yang diunggah, beragam tanggapan mengalir mengisi lini kolom komentar. Setidaknya ada 6.900 komentar dan 83.000 kali postingan itu dibagikan.

Sebagai informasi, Musang King adalah jenis durian unggulan yang berasal dari Malaysia. Durian ini dikenal memiliki rasa yang lezat melebihi durian lainnya. Bentuk khasnya adalah memiliki biji yang kecil dengan tekstur isi (daging buah) yang tebal.

Dalam situs artikel yang diposting di situs urbania.com, harga Musang King di pasar Singapura berada di kisaran Rp 250 ribu per buah. Sementara durian jenis lain dijual dengan harga tertinggi hanya mencapai Rp100 ribu per buah. Sedangkan harga jenis durian yang sama di pasar indonesia jauh lebih mahal. Yakni, mencapai Rp 300 ribu per buah.

Berat durian Musang King antara 1,5-2 kilogram. (bbi/JPC)

Misteri Kematian Abellia Delta Wahyuni, Terkuak

0

batampos.co.id – Abellia Delta Wahyuni meninggal di kamar kosnya, di Teluk bakau, Nongsa, Senin (26/3/2018), sekira pukul 17.30 Wib. Bagian kepala perempuan yang akrab disapa Meli ini bersimbah darah.

Menyedihkan.

Polisi menduga Meli mati sebab dibunuh, tapi siapa yang membunuh?

Polsek Nongsa bekerjsama sengan Polresta Barelang mencari keterangan dan menggali data dari lokasi kejadian dan orang-orang sekitar Meli.

Hariyanti, 47, salah seorang yang dimintai keterangan oleh Polisi mengaku mendapatkan pesan singkat dari Juni Aryadi, pacar Meli.

Namanya layanan pesan singkat (SMS), isinya pun pendek. “Aku mau ngomong tapi takut, tapi ini sudah terjadi.”

Ini ialah data yang sangat penting.

Polisi bergerak.

Info awal yang didapat target telah ada di Bengkulu.

Kontak dengan Sat reskrim Polres Bengkulu dilakukan.

Koordinasi apik menghasilkan kerja ciamik. Jumat (30/3/2018) sekira pukul 16.30 Wib Polisi berhasil menangkap target, Juni Aryadi. Juni, pria kelahiran 30 juni 1987. Ia selama di Batam tinggal di Kampung Puncak Teluk Bakau, Kecamatan Nongsa.

Juni (kiri) saat ditangkap di Bengkulu.

Juni pun berkisah mengapa ia tega membunuh Meli.

Hari nahas itu Meli pulang kerja sekira pukul 15.00.

Meli mendapati Juni tidur di kamarnya.

Terjadi pertengkaran diantara keduanya. Sumber kemarahan Meli ialah cemburu. Meli menganggap Juni kerap main hati dengan perempuan lain melalaui jejaring sosial.

Kemarahan Meli sejenak mereda. Meli keluar rumah beli nasi goreng.

Sekembali dari beli nasi goreng Meli kembali marah.

Meli tak jadi makan. Nasi goreng itu dimakan Juni padahal Meli beli nasi goreng sebab merasa lapar.

Meli makin marah, Juni rebahan di kasur. Meli memukul-mukul Juni. Bahkan pada bagian kepala Juni.

Kemarahan Meli reda. Meli lelah. Meli pun tertidur.

Rupanya saat inilah Juni ambil kesempatan membalas dendam. Dengan kayu yang diambilnya dari luar rumah, Juni memukul Meli.

Juni tak yakin Meli sudah mati. Juni mencekik meli.

Juni pun pergi.

Sebelum pergi Juni mengambil 5 ponsel milik Meli dan duit Rp.550.000 dari dompet Meli.

Uang itu Juni gunakan membeli tiket pesawat ke Pekan Baru dan tiket travel ke Kepahiang, Bengkulu, tempat kediaman orangtuanya. (*)

Polemik Labuh Jangkar Belum Tuntas

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri memiliki semangat yang kuat untuk meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuh Jangkar sejak April 2017 lalu. Akan tetapi, tekad tersebut belum sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Kadishub Kepri, Jamhur Ismail mengakui, tumpang tindih regulasi masih menjadi masalahnya.

“Memang kita sempat bloking retrebusi labuh jangkar tahun lalu, tetapi karena belum adanya regulasi yang kuat. Keinginan tersebut belum bisa diwujudkan,” ujar Jamhur, kemarin.

Ditegaskan Jamhur, pihaknya sudah berupaya dengan berbagai cara, mulai dari Focus Group Discussion (FGD) dan sebagainya. Tetapi juga masih belum ada titik temunya. Ia berharap di 2018 ini, persoalan tersebut tuntas. Dikatakannya, PAD Labuh Jangkar memang menjadi harapan untuk menambah pundi-pundi pendapatan daerah. Atas dasar itu, Pemprov Kepri sedang menggesa pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Retrebusi Labuh Jangkar.

“Sampai saat ini, jasa labuh jangkar masih ditangan Kemenhub. Padahal pengelolaan ruang laut 0-12 mil adalah kewenangan daerah,” papar Jamhur.

Masih kata Jamhur, penerapan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah sudah berlaku. Meskipun Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan aturan tersebut masih belum terbit. Menurut Aziz, untuk mengelola retrebusi tersebut, Pemprov akan membentuk UPT Retrebusi Labuh Jangkar.

“UPT ini yang sedang kita gesa pembentukannya. Saat ini sedang dikaji oleh Biro Organisasi. Jika memang nanti bertabrakan dengan regulasi pusat, harus diadu. Mana kewenangan yang paling kuat,” tegas Jamhur.

Ditambahkannya, keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Daerah yang sudah direvisi pada 2017 lalu adalah merupakan regulasinya. Diluar retrebusi, pengelolaan labuh jangkar akan dihandle oleh Badan Usaha Pelabuhan.

“Fokus kami saat ini, ada kontribusi dari sektor labuh jangkar untuk daerah. Karena dengan berdebat, persoalan ini tidak akan tuntas,” tutupnya.

Terpisah, Kabid Pendapatan, Badan Pengelola Pajak dan Retrebusi Daerah (BP2RD) Kepri, Herman mengatakan penerimaan pendapatan dari sektor retrebusi labuh jangkar di 2017 memang tidak optimal. Karena banyak jasanya yang masuk ke pusat.

“Di 2018 ini, target dari sektor labuh jangkar adalah Rp 60 miliar. Salah satu siasatnya adalah dengan membentuk UPT khusus,” ujar Herman.(jpg)

Beneran Cacing itu Bergerak-gerak di Ikan ketika Kaleng Dibuka

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam bekerja sama dengan Kecamatan Sagulung,  Kelurahan Tembesi,  TNI dan Kepolisian merazia grosir,  minimarket yang menjual ikan kaleng yang mengandung cacing,  Sabtu (31/3/2018).

Dalam razia ikan makarel dalam saus tomat kaleng dalam kemasan ini,  Dinkes menemukan cacing yang masih hidup dan bergerak berwarna putih.  Cacing keluar dari dalam ikan setelah dibelah menggunakan sendok.

“Cacingnya pada keluar dari dalam ikan,” ujar dokter Shinta dari Puskesmas Seilangkai saat di lokasi razia. “Ikan kaleng yang kami temukan merek Jojo.  Yang bergerak dan nampak jelas dua ekor.  Dan yang kecil-kecil banyak.”

Ini merk sesuai rilis Kementerian Kesehatan RI dan BPPOM RI.

Razia ada dua tim dengan 13 titik lokasi,  mulai dari Buana Impian,  Cipta Asri,  Plaza Tembesi,  SP Plaza,  Supermarket Top 100 dan lainnya.

Masih kata Dokter Shinta,  mereka lakukan razia karena sangat berbahaya bagi manusia yang menkomsumsinya.  Sesui perintah Kementerian Kesehatan dan BPPOM.  Ada tiga item pertamanya,  lalu ada 27 item lagi yang tidak boleh diedarkan, ujarnya.

Sementara di Supermarket Top 100 Tembesi,  Sagulung pihak Dinkes tidak menemukan ikan kaleng dari 27 item yang dilarang beredar yang mengandung cacing. (ali)

Limbah Minyak Berasal dari TB Ascelente

0
Terlihat limbah minyak mencemari perairan Sengarang, Rabu (28/3). Limbah ini berasal dari tugboat tangkapan Lantamal IV Tanjungpinang, TB Ascelente yang tenggelam, Rabu (28/3). F. Faradilla/batampos.co.id

batampos.co.id – Limbah minyak yang mencemari kawasan Teluk Kriting, Tanjungpinang berasal dari TB. Ascelente tangkapan Lantamal IV Tanjungpinang yang bersandar di Derma Yos Sudarso Markas Komando Lantamal IV.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor KH. Mardianus Samuel Pontoh menyampaikan permintaan maaf, atas adanya kejadian tersebut.

“Tumpah minyak dari TB Ascelente merupakan kejadian yang tidak kami duga. Karena peristiwa tersebut terjadi ketika hujan deras,” ujar Mayor KH. Mardianus Samuel Pontoh dalam siaran persnya kepada media, Rabu (28/3) malam lalu.

Dijelaskannya, tenggelamnya tug boat tersebut pada Rabu (28/3) pagi, yakni saat hujan deras dan gelombang laut tinggi yang disertai dengan angin kencang. Sehingga menyebabkan kapal tenggelam dan minyak yang berada di dalam kapal tumpah. Lantamal IV Tanjungpinang melakukan upaya penanganan terhadap tumpahan minyak kapal tersebut.

“Kita sudah melakukan quick respon, yakni dengan cara memasang oil boom milik Pertamanina Tanjung Uban di sekitar TB. Ascelente,” tegasnya.

Meskipun demikian, lantaran ombak dan arus serta angin kencang membuat oil boom yang dipasang untuk melokalisir tumpahan minyak tidak berjalan mulus. Sehingga mengalami kebocoran dan membuat tumpahan minyak terbawa arus sampai ke sekitar Teluk Keriting.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Lantamal IV segera berkordinasi dengan KPLP dan Pertamina Tanjung Uban serta KSOP Tanjungpinang untuk mengatasi tumpahan minyak agar tidak melebar ke perairan laut. Menyiasati hal itu, pihaknya menaburkan rinso dan oil skimmer, supaya minyak diatas permukaan air laut dapat mengikat kemudian tenggelam.

“Pertamina Tanjung Uban juga melakukan penyedotan menggunakan mesin dan sampai Kamis dini hari berhasil mengangkut minyak dari laut sekitar 30 drum dan 1 tanki kapasitas 5 KL,” paparnya.

Dikatakannya juga, terkait dengan tumpahan minyak yang telah sampai ke pantai Teluk Keritng, Lantamal IV telah melakukan koordinasi dengan masyarakat melalui Ketua RW 15, Kelurahan Tanjunpinang Barat, Tanjungpinang. Menurut Mardianus, kapal tersebut merupakan tangkapan pihaknya beberapa tahun lalu yang telah berkekuatan hukum tetap dan dalam proses pelelangan. (jpg)

Musrenbang Tampung Ratusan Kegiatan

0

batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian (Barenlitbang) Pemprov Kepri, Naharuddin mengatakan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2018 ada ratusan usulan kegiatan untuk rencana kerja 2019 nanti. Setelah difinalkan, pagu yang diusulkan tembus pada angka Rp 2,6 triliun.

“Fokus pembahasan di Musrenbang tahun ini, tetap mengarah pada target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kepri,” ujar Naharuddin menjawab pertanyaan media usai penutupan Musrenbang di Hotel CK, Tanjungpinang, Kamis (29/3).

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menjelaskan, prioritas pembangunan yang terdepan adalah untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pariwisata dan pengentasan kemiskinan. Ditegaskannya, jika mengacu pada kekuatan APBD Kepri, tentu tidak semua bisa diakomodir di 2019 nanti.

“Apabila kekuatan belanja langsung kita Rp 1,9 triliun, artinya akan ada skala prioritas,” papar Nahar.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri itu juga mengatakan, rencana pembangunan infrastruktur strategis melalui proyek tahun jamak atau multiyears jika dimasukan dalam rencana kerja tersebut. Karena pembangunannya akan berakhir 2020 mendatang.

“Semua rencana pembangunan yang disepakati adalah prioritas bagi daerah,” paparnya lagi.

Dikatakannya juga, untuk infrastruktur di bidang perhubungan, prioritas utama adalah pembangunan pelabuhan bongkar muat di Penagi, Natuna, Pelabuhan Tanjunguban, Pelabuhan Selat Durian, Karimun, dan kelanjutan konekting Pelantar I dan II Tanjungpinang.

Sementara itu, untuk infastruktur jalan mengacu pada usulan bupati dan walikota. Baik itu di Batam, Natuna, Lingga, dan Kota Tanjungpinang. Bahkan pembangunan infrastruktur jalan juga merupakan skala prioritas pada kegiatan 2019 mendatang.

“Rencana-rencana strategis ini nanti, akan kita padatkan pada penyusunan APBD 2019 mendatang,” tutup Naharuddin.

Kegiatan Musrenbang tingkat Provinsi Kepri yang secara resmi ditutup Wakil Gubernur Kepri, Isdianto. Pada kesemapatan itu, Isdianto Barenlitbang Provinsi Kepri maupun Kabupaten dan Kota agar mencermati kembali dokumen perencanaan pembangunan yang ada. Sehingga dalam mengaplikasikannya bisa tetap berada dalam koridor yang direncanakan, yakni sesuai dengan RPJMD dan visi serta misi pemerintah daerah.(jpg)

Akan Banyak Jalan Nasional di Anambas

0

batampos.co.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Kepulauan Anambas segera usulkan Kecamatan Jemaja sebagai pusat kegiatan nasional (PKN). Pasalnya, Kecamatan Jemaja sudah memiliki pelabuhan sebagai akses transportasi laut dan bandara akses transportasi udara.

Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Kabupaten Kepulauan Anambas, Khairul Anwar, mengatakan, jika sudah menjadi pusat kegiatan nasional, maka ke depan kecamatan tersebut bisa diusulkan agar dibangun jalan nasional. “Saat ini Kecamatan Jemaja belum ada Jalan Nasional,” ungkapnya kemarin.

Jalan Nasional yang akan dibangun di Jemaja kurang lebih sepanjang 20 km. Yakni dari Bandara Letung dan Pelabuhan Berhala. “Syarat untuk dibangun jalan nasional yakni harus PKN dan PKW,” katanya lagi.

Dirinya menjelaskan, data pusat kegiatan nasional (PKN) dan pusat kegiatan wilayah (PKW) dilakukan pada tahun 2014 lalu dan dilakukan pembaruan lima tahun sekali. “Jadi, kecamatan Jemaja akan diusulkan menjadi PKN pada tahun 2019 mendatang,” ujarnya.

Khairul menyinggung, selain mengusulkan pembangunan PKN di Kecamatan Jemaja, DPUPR juga mengusulkan pembangunan Jalan Nasional di Kecamatan Siantan penghubung ke Kecamatan Palmatak.

Lanjutnya, jika di Kecamatan Siantan ada pelabuhan dan sudah ditetapkan sebagai PKN, di Kecamatan Sudah karena sudah ada Bandara. Nantinya akan dihubungkan dari Konjo, Siantan menuju Peninting, Palmatak. “Untuk tahap awal melalui RoRo dan selanjutkan pembangunan jembatan,” ungkapnya mengakhiri. (sya) 

Lampu Lampion dari Bahan Daur Ulang

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi melihat salah satu daur ulang hasil karya siswa di lomba kreativitas dan inovasi, kemarin. F. Kominfo Bintan 

batampos.co.id – Lampu lampion hasil karya siswa SMP Negeri I Bintan Timur keluar sebagai Juara I lomba kreatvitas dan inovasi yang ditaja Dekranasda Bintan di Gedung LAM Kabupaten Bintan, Kamis (29/3). Perwakilan SMP Negeri 1 Bintan Timur, Indra tidak mengira bakal keluar sebagai Juara I.

Diakui dia, mereka gembira karena karya lampu lampionnya bisa menang di ajang adu kreativitas daur ulang barang bekas. Bahkan diunggulkan menjadi terbaik dari semua karya yang diperlombakan.

Ia berharap ke depan, mereka bisa terus berkarya dan hasilnya bisa dipasarkan lebih luas. Tidak hanya itu, dari karyanya ia berharap, setidaknya mampu membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Bintan.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Deby Maryanti mengaku senang melihat kreativitas dan inovasi yang dilakukan para peserta dalam hal ini siswa SD dan SMP di Kabupaten Bintan. Dimana sampah yang dijadikan bahan dasar daur ulang mampu menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. “Saya kagum melihat berbagai hasil kerajinan tangan yang dibuat adik-adik,” kata Deby.

Berdasarkan hasil penilaian pemenang oleh dewan juri, untuk kategori Sekolah Dasar (SD), juara 1 diraih SDN 1 Telok Sebong, juara 2 SDN 2 Bintan Timur, dan juara 3 diraih SDN 2 Bintan Timur. Untuk Kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP), juara 1 diraih SMPN 1 Bintan Timur, juara 2 SMPN 4 Bintan, juara 3 SMPN 2 Bintan Timur. Sedangkan kategori SMA diraih SMA Negeri 1 Telok Sebong.(met)

Targetkan UNBK Menyeluruh di 2019

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat memantau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Batam tahun lalu. F. Humas Pemprov Kepri untuk batampos.co.id 

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menargetkan tahun 2019 mendatang, tujuh kabupaten/kota di Kepri sudah serentak menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kendala untuk tahun ini adalah persoalan jaringan informasi teknologi (IT).

“Kunci utama kita adalah jaringan IT, karena masih banyak daerah yang blank spot,” ujar Nurdin menjawab pertanyaan media, Rabu (28/3) lalu di Hotel CK Tanjungpinang.

Menurut Gubernur, di tahun 2018 berjalan ini, pihaknya terus menambah perangkat-perangkat pendukung UNBK di sejumlah daerah di Kepri. Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, Pemerintah Pusat terus menggesa program palapa ring, tentu hal itu menjadi harapan untuk membuka akses IT di sejumlah daerah di Kepri.

“Pada 2019 nanti, besar harapan kita semua pelaksanaan UNBK di Kepri sudah menggunakan sistem IT,” harap Gubernur.

Dikatakannya juga, untuk persiapan UNBK tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri terus melakukan pemantauan ke daerah-daerah. Bahkan sampai ke daerah terdepan yang ada di Kepri. Ia berharap pelajar Kepri yang ikut UN tahun ini, bisa memberikan yang terbaik.

“Belakangan ini, kami juga terus memberikan motivasi bagi adik-adik yang akan mengikuti UN. Baik itu ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) ataupun Sekolah Menengah Atas,” papar Gubernur Nurdin.

Ditambahkannya, lewat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPMJD) Kepri 2016-2021, ada target khusus dibidang pendidikan. Yakni selain menuntaskan persoalan jaringan IT, pihaknya juga punya tanggungjawab untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) dan peningkatan Ruang Kelas RKB)

“Khusus RKB dan USB kita sudah lakukan pembangunan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anggaran daerah,” tutup Gubernur Nurdin.

Seperti diketahui, secara umum ada 23.201 pelajar SMA/SMK, dan MA di Kepri yang akan menjalani UN tahun ini. Adapun rinciannya adalah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sebanyak 6.067, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 7.858, Bahasa 114, dan Agama 168. Sedangkan untuk SMK dari berbagai jurusan sebanyak 8.994 peserta.

Dari 248 sekolah SMA/SMK dan MA yang akan menggelar UN, 115 sekolah dinyatakan siap untuk menggelar UN secara mandiri. Sedangkan 15 sekolah akan menumpang disekolah-sekolah terdekat yang menggelar UNBK. Sementara itu, ada 118 sekolah akan menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).(jpg)