Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12395

Pak Jokowi Kenakan Kaos Putih

0

batampos.co.id – Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut. Sila cermati gambar diatas. Pikir baik-baik.

Oke silakan lanjut membaca…

Yup Anda benar…..

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi korban informasi palsu atau hoax di dunia maya. Kali ini, foto mantan Gubernur DKI Jakarta itu diedit sedemikian rupa. Sehingga, seolah-olah mengenakan kaus dengan tanda pagar atau tagar yang saat ini sedang heboh, yakni #2019GantiPresiden.

Dalam foto yang didapat JawaPos.com. Jokowi di foto itu memakai kaus putih. Lantas di bagian dadanya terdapat sebuah tulisan #2019GantiPresiden. Di Foto itu tampak Jokowi diapit oleh tiga biarawati. Kaesang Pangarep si putra Jokowi juga ada di foto itu.

Saat dikonfirmasi, ‎Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo mengatakan, foto yang beredar di media sosial adalah hoax.

“Jadi hoax ya (foto tersebut),” ujar Johan kepada JawaPos.com, Selasa (10/4).

Menurut Johan, masyarakat jangan gampang percaya hal-hal yang belum terbukti kebenarannya. Kata dia, bisa saja ada oknum iseng yang sengaja ingin merusak citra Presiden Jokowi.

“Kalau di medsos mudah untuk membuat hoax, fotonya diganti misalnya,” katanya. Pernyataan yang disampaikan Johan segaris dengan fakta di foto asli. Dari foto yang ada, Presiden Jokowi hanya mengenakan kaus putih polos. Tidak ada tulisan apa pun.

Penelusuran JawaPos.com, foto sebenarnya diambil saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Jogjakarta pada 31 Desember 2017. Kebetulan, di tengah aktivitas padatnya, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan santai di Malioboro.

Tentu saja, peristiwa sebenarnya jauh dari momen munculnya tagar #2019GantiPresiden yang muncul belakangan ini. Tagar #2019GantiPresiden ramai dengan adanya kaus dan gelang. Tujuan gerakan itu, menyerukan kepada masyarakat untuk mengganti Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Gerakan #2019GantiPresiden digagas oleh Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. ‎Dia tidak ingin Jokowi melanjutkan kepemimpinannya di periode selanjutnya.

Presiden Jokowi juga di berbagai kesempatan selalu mengeluhkan saat ini banyak yang menyerangnya dengan berita-berita hoax atau fitnah. Misalnya mulai dari isu antek asing hingga isu antek PKI. Ironisnya, itu dilakukan dengan memfitnah melalui foto-foto yang diedit.

Menurut dia, kritik atas segala yang dikerjakan pemerintah sangat wajar, bahkan sangat dibutuhkan. Namun, dia meminta agar kritik yang dilontarkan dibangun atas data yang benar. Bukan asal bicara ataupun menyebar berita fitnah.

‎Jokowi juga diketahui sudah memberikan komentar mengenai gerakan #2019GantiPresiden. Jokowi tidak ambil pusing dengan gerakan #2019GantiPresiden yang belakangan ramai disebut-sebut di media sosial. Menurut Jokowi, gerakan mencetak kaus seperti itu tidak akan mampu mengganti presiden.

Foto sebenarnya saat Presiden Jokowi berkunjung ke Jogjakarta pada 31 Desember 2017. Dia hanya mengenakan kaus putih polos. (Istimewa)

“Masa kaus bisa mengganti presiden?” kata Jokowi saat berpidato dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (7/4).

Jokowi mengatakan perubahan jabatan presiden sepenuhnya berada di tangan rakyat. Yang bisa mengganti presiden, kata Jokowi, adalah rakyat.

“Kalau rakyat itu berkehendak, ya bisa. Tapi kalau rakyat tidak mau, ya tidak bisa,” tegas Jokowi.

(ce1/gwn/JPC)

Kader Dicokok KPK, PDIP merasa ….

0
ilustrasi

batampos.co.id – AB yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap-menyuap.

“Ya benar, Bupati Bandung Barat AB ditangkap,” kata sumber internal KPK kepada JawaPos.com.

Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bandung Barat, Selasa (10/4/2018).

Jawapos.com mencoba menelusuri berapa harta kekayaan yang dimiliki oleh Bupati ini. Hal ini, Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/.

Terungkap AB memiliki harta kekayaan pada tanggal 28 Oktober 2013, senilai Rp 3,1 Miliar. Sebelumnya AB juga telah melaporkan harta kekayaan dengan total Rp 2,9 Miliar pada tanggal 7 Januari 2013. Kekayaan ini justru meningkat hampir Rp 200 jutaan.

Dalam data tersebut, AB yang merupakan alumni Univeristas Langlang Buana Bandung itu terungkap memiliki Tanah dan bangunan terletak di Bandung sejumlah empat buah senilai Rp 2,2 miliar.

Kemudian, alat tranportasi jeni mobil bermerk Daihatsu dan Toyota Kijang senilai Rp 160 juta. Ada juga harta bergerak lainnya sejenis logam mulia dan benda bergerak lainnya dengan total Rp 110 juta.

Lalu, dalam data tersebut juga ada surat berharga senilai Rp 25 juta. Dan ada juga giro dan kas sebesar Rp 619 juta.

Selain AB, tim penindakan juga membekuk sejumlah pihak lain yang diduga terkait dalam sengkarut rasuah yang kembali menyeret kepala daerah ini.

Dikonfirmasi terpisah, terkait adanya OTT ini, sejumlah pimpinan KPK belum merespons pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Sementara Juru Bicara KPK mengaku belum mengetahui adanya operasi senyap yang dilakukan lembaganya di tanah Pasundan.

“Saya pastikan dulu ya, memang ada tim yang ditugaskan di lapangan beberapa hari ini,” katanya.

Setelah itu, pihak KPK memang membenarkan perihal tim penindakkan lapangan yang tengah berada di Kabupaten Jawa Barat.

“Tadi saya cek memang ada kegiatan tim penindakan di lapangan. Ada penyelenggara negara dan sejumlah pihak yang diamankan di salah satu Kab. di Jawa Barat, sekitar tujuh orang yang di amankan,” ungkap juru bicara KPK Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Selasa (10/4).

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Demokrai Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan mengaku kecewa dan sedih. Karena semangat antikorupi yang selama ini selalu digaungkan oleh partai besutan Megawati Soekarnoputri ini belum terlaksana sepenuhnya.

“Jadi semangat itu belum sepenuhnya dilaksanakan dengan baik,” ujar Arteria kepada JawaPos.com, Selasa (10/4).

Namun demikian, Arteria mengatakan, PDIP akan menghormati proses penegakan hukum yang dilakukan oleh lembaga yang dikepalai oleh Agus Rahardjo ini, tentunya dengan mengedepankan kepada asas praduga tidak bersalah.

“Apapun itu kami hormati proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum diketahui pangkal kasus yang menjerat AB dan nominal uang suap yang diterima AB hingga dibekuk oleh Satgas Penindakan lembaga antirasuah.

(ipp/gwn/JPC)

baca juga

KPK Tangkap 6 Orang, Tak Ada Bupati Bandung Barat

Pak Polisi, Tolong Tindak Truk Pengangkut Pasir

0
foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Camat Sagulung Reza Khadafi apresiasi kepada jajaran Polda Kepri yang mengamankan lima unit truk pengangkut tanah di lokasi reklamasi penimbunan hutan bakau di belakang kaveling Flamboyan, kelurahan Seipelenggut, Sagulung akhir pekan lalu.

Dia berharap penertiban serupa juga dilakukan pada lokasi tambang pasir di sepanjang bibir dam Tembesi, Sagulung.

Kepada Batam Pos Reza menegaskan, apapun tindakan kepolisian untuk menertibkan aktifitas illegal yang berdampak lingkungan sangat didukung oleh pihaknya. Penahanan lima truk pengangkut tanah itu diakui Reza, sudah seharusnya dilakukan sebab melanggar aturan yang ada dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

“Aktifitas truk itu mengotori jalan lingkungan masyarakat di lokasi proyek. Sudah begitu proyek itu (reklamasi) tidak memiliki izin dari DLH. Sudah seharusnya ditindak tegas seperti itu,” tutur Reza.

Dia juga berharap agar penertiban serupa juga dilakukan di lokasi tambang pasir di Tembesi. Bagaimanapun aktifitas tambang pasir dan truk-truk pengangkut pasir di sana berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

“Kita berharap sama juga (penertiban truk pengangkut pasir dari lokasi tambang pasir illegal di Tembesi). Kita sudah surati DLH. Intinya apapun kegiatan yang berdampak bagi lingkungan harus ditindak tegas,” ujarnya.

Harapan ini diakui Reza cukup beralasan sebab aktifitas tambang pasir di sekitar dam Tembesi masih terus beroperasi hingga saat ini. Teguran dan penertiban yang dilakukan oleh Direktur Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam sebelumnya tak digubris oleh pelaku penambang pasir di sana.

“Kami tak punya wewenang untuk ambil tindakan. Kami hanya bisa lapor ke instansi terkait. Harapannya ya sama harus ambil tindakan tegas. Kalau tidak rusak semua lahan di sekitar dam itu,” ujar Reza.

Seperti yang diketahui Polsek Sagulung menahan lima truk pengangkut tanah sejak, Jumat (6/4) lalu. Truk-truk tersebut diamankan dari lokasi proyek penimbunan hutan bakau di belakang kaveling Flamboyan, kelurahan Seipelenggut, Sagulung.

Informasi yang diterima di lapangan, penahanan lima truk beroda sepuluh itu berkaitan dengan aksi protes warga selama ini. Warga protes karena aktifitas proyek itu merusak lingkungan sekitar. Selain merusak lokasi hutan bakau yang menjadi lokasi resapan air, proyek tersebut juga mengotori jalan lingkungan di sekitar lokasi proyek. Beberapa waktu proyek itu sudah dihentikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam karena tidak mengantongi izin kajian lingkungan, namun belakangan pihak proyek kembali beraktifitas sehingga ditertibkan pihak kepolisian.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui secara pasti terkait penahanan lima truk pengangkut tanah tersebut. Itu karena truk-truk tersebut diamankan oleh Satuan Ditreskrimum Polda Kepri.

“Polda yang amankan. Saya belum tahu apa persoalannya. Di sini hanya dititipkan sementara saja,” ujar Hendrianto.

Meskipun demikian Hendrianto tak menampik jika penangkapan truk-truk itu karena keluhan warga dan juga aktifitas proyek yang tidak mengantongi perizinan yang lengkap.

“Bisa jadi, karena belakang sering dikomplain proyek itu,” ujar Hendrianto. (eja)

Kejahatan Jalanan Masih Dominan Terjadi di Batam

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kasus kejahatan Pencurian Dengan Pemberatan (Curat), Pencurian Dengan Kekerasan (Curas), Pencurian Biasa dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) saat ini masih mendominasi di Kota Batam.

Dimana berdasarkan data yang ada, dari 733 tindak kejahatan yang terjadi di triwulan pertama 2018 ini, 37 persen diantaranya atau sebanyak 198 kasus merupakan kejahatan dalam bentuk pencurian. Dari 198 kasus tersebut, Pencurian Biasa menjadi problem serius karena telah terjadi 85 kasus selama tiga bulan ini.

Diketahui, di triwulan pertama 2018 telah terjadi 69 kasus pencurian sepeda motor yang tercatat di Polresta Barelang serta di seluruh Polsek jajaran Polresta Barelang. Dari sejumlah kasus pencurian tersebut, 42 kasus diantaranya telah berhasil diselesaikan oleh aparat kepolisian.

“Dalam satu kasus itu, ada yang mencuri lebih dari satu lokasi. Bahkan kami juga mengamankan belasan unit sepeda motor dalam sekali penangkapan,” ujar Kasubag Humas Polresta Barelang Iptu Hanif, Senin (9/4) siang.

Kemudian, untuk kasus Curat, terdapat 29 kasus yang terjadi di Batam selama tiga bulan terakhir. Dari sejumlah kasus Curat itu, empat diantaranya belum diselesaikan pihak kepolisian. Hingga kini, beberapa kasus masih dilakukan penyelidikan di lapangan. Sementara untuk Curas, ada 15 kasus dan 7 kasus telah diselesaikan.

“Sementara untuk kasus pencurian biasa, angkanya memang tinggi yakni sebanyak 85 kasus. Namun, jumlah penyelesaiannya juga tinggi, yaitu 61 kasus yang sudah berhasil diselesaikan,” tuturnya.

Sebagai upaya untuk menekan tindak kejahatan jalanan itu, patroli malam dari Sat Sabhara Polresta Barelang merupakan bentuk kegiatan preventif pencegahan terjadinya kejahatan di lingkungan masyarakat, yang bertujuan sebagai upaya mencegah tindak kriminalitas jalanan di lingkungan masyarakat serta meminimalisir tindak kejahatan.

“Setiap malam kita masih melaksanakan patroli. Untuk malam ada regu Raimas (pengurai masa) dan Batara Biru yang melaksanakan patroli siang maupun malam. Tentunya kegiatan ini akan terus kita tingkatkan,” kata Kasat Sabhara Polresta Barelang Kompol Ramses Marpaung.

Dijelaskan Ramses, untuk regu Raimas terdiri dari 12 orang personil dengan menggunakan sepeda motor yang terdiri dari 12 orang personel dari jajaran Saruan Sabhara Polresta Barelang. Untuk regu Raimas, mereka akan melakukan patroli ke seluruh wilayah Batam.

“Untuk yang Batara Biru, ada tiga unit kendaraan roda empat yang melaksanakan patroli. Dari tiga kendaraan itu dibagi ke dalam beberapa wilayah di seluruh Kota Batam. Karena Kota Batam kita nilai lumayan luas,” tuturnya.

Dalam patroli Batara Biru dalam regu pertama akan melaksanakan patroli di wilayah Batamkota dan Nongsa. Kemudian untuk regu Batara Biru kedua melaksanakan patroli di wilayah Lubukbaja, Batuampar serta Bengkong. Serta untuk regu ketiga malaksanakan patroli di wilayah Sekupang, Marina serta Mata Kucing.

“Kita lebih fokuskan patroli ke wilayah Mata Kucing dan Marina. Karena disitu termasuk salah satu zona merah yang rawan dengan kejahatan jalanan,” bebernya.

Selain kawasan Mata Kucing dan Marina, diakui Ramses bahwa pihaknya juga menetapkan jalan dari Simpang Base Camp sampai Muka Kuning sebagai lokasi yang rawan dengan kejahatan jalanan seperti jambret maupun begal yang sangat meresahkan masyarakat selama ini.

“Jadi, untuk setiap malamnya itu, kami melaksanakan patroli mulai dari pukul 20.00 WIB sampai 06.00 WIB. Kami fokus pada malam hari karena pada jam itu rawan terjadinya aksi kejahatan jalanan,” ujarnya.

Tidak lupa, Ramses juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungannya dengan mengaktifkan ronda malam. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada aparat kepolisian jika adanya tindak kejahatan.

“Masyakarakat kita minta untuk lapor ke polsek terdekat. Jika nantinya kami menemukan tindak pidana narkoba akan kami serahkan ke Satres Narkoba Polresta Barelang dan tindak pidana akan kami serahkan ke Reskrim,” imbuhnya. (gie)

Laut Tanjungpinang Banyak Sampah

0
Tampak seorang nelayan melintas di perairan Tanjungpinang yang kotor dan banyak sampah yang berserakan, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Kebersihan dan Pertamanan Kota Tanjungpinang menambah empat unit pompong untuk mengangkut sampah yang makin banyak mengapung di perairan Tanjungpinang.

Penambahan ini merupakan wujud keseriusan Pemko Tanjungpinang mengatasi persoalan sampah laut dan komitmen mempertahankan Piala Adipura.
Kepala Disperkim Kebersihan dan Pertamanan Tanjungpinang Amrialis menjelaskan, saat ini baru ada empat pompong yang beroperasi. Sementara, jumlah sampah yang harus diangkut banyak. “Jadi, mau ditambah empat lagi,” sebutnya, kemarin.

Jika penambahan armada pompong petugas kebersihan ini terwujud, Amrialis yakin penanganan sampah laut semakin cepat. Terlebih cakupan wilayah yang harus ditangani tersebar merata dan luas. Mulai dari Pelantar 3, Pelantar 1, Kampung Bugis, Penyengat, Tepi Laut, dan Tanjungunggat.

“Dengan begitu, pengangkutan sampah dari laut ke darat bisa semakin maksimal. Kami ini banyak armada di darat, kalau di laut yang masih kurang.”

Saat ini, sambung Amrialis, yang bisa dilakukan adalah membagi tugas empat pompong yang tersedia di sejumlah wilayah tersebut. Ada yang beroperasi pagi, siang, dan sore. Sistem yang diterapkannya masih manual. Mengangkat sampah satu persatu menggunakan tangan saat air surut.

Amrialis menjelaskan, idealnya pengangkutan sampah di laut menggunakan jaring agar lebih efektif.  “Tapi kami belum ada pengadaan jaring untuk sampah laut itu,” katanya.

Secara umum, tantangan menangani sampah di Tanjungpinang memang jadi kerja serius Pemko Tanjungpinang. Amrialis menyebutkan, dalam sehari setidaknya jumlah sampah yang diangkut dari darat dan laut mencapai 150 ton. “Makanya, penanganan sampah ini kerja serius kami,” pungkasnya. (aya)

Jemaja Kaya Barang Antik

0
Kepala Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Umar, memperlihatkan barang antik yang ditemukan Sopian, beberapa waktu lalu. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Kecamatan Jemaja kaya akan temuan barang antik. Bahkan, bukan hanya barang antik, perhiasan emas juga kerap ditemukan di wilayah tersebut.
Adanya temuan ini memunculkan dugaan Pulau Jemaja merupakan tempat singgah para petinggi kerajaan dan sebagai tempat menyimpan benda antik para bangsawan asing.

Warga Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Sapri, 65, mengatakan bahwa awal mula warga mencari emas dan barang antik pada 1984 silam. Saat itu, warga menemukan barang antik seperti piring, mangkok, tempayan termasuk emas murni.

Awalnya warga menjadikan temuan tersebut sebagai koleksi. Namun belakangan ada yang dijual ke kolektor barang antik. ”Selain bisa dikoleksi, juga bisa dijual, karena banyak yang mencari benda-benda ini,” ungkapnya, Senin (9/4).

Untuk penemuan emas, katanya, berawal pada saat Indonesia dilanda krisis moneter sekitar 1999. Emas ditemukan saat dilakukan pembangunan jalan Desa Mampok, Kecamatan Jemaja. Warga pun beramai-rami mencari bongkahan emas di tepi-tepi badan jalan yang baru dibuka.

Disinggung asal barang antik tersebut? Sapri mengatakan, dilihat dari tulisan, barang antik seperti mangkok, piring, dan barang pecah belah yang ditemukan bertuliskan bahasa Mandarin dan ada juga yang bertuliskan kerajaan Majapahit.

Barang-barang antik ini bukan hanya disimpan warga Jemaja. Warga Kecamatan Palmatak juga menyimpan di salah satu desa di Kecamatan Palmatak. Setiap kali ada ajang tahunan pemerintah daerah seperti MTQ dan acara bazar, benda-benda antik ini selalu dipajang di stan bazar Kecamatan Palmatak.

Kepala Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Umar, membenar kan hal itu. Tak hanya warga, dirinya juga berburu barang antik ini ketika selesai bertugas. Ia pernah menemukan mangkok warna biru yang tidak diketahui tahun pembuatannya. Dia memperkirakan barang yang ditemukan berusia ratusan tahun.

“Saya juga ikut pergi mengantik (mencari barang antik, red) dan kemarin pernah dapat mangkok dan masih tersimpan di rumah dengan baik,” sebut Umar.

Menurutnya, Minggu (8/4) lalu, sekitar 50 orang mencari barang antik di Kampung Tukik, Desa Mampok, Kecamatan Jemaja. Hasilnya, satu warga Desa Batu Berapit berhasil menemukan mangkok dan piring berjumlah 15 unit, 9 unit di antaranya masih utuh, 6 lainnya pecah.

Ia berharap, pemda dan Pemerintah Provinsi Kepri merawat dan membeli barang antik tersebut untuk disimpan dan dijadikan bukti sejarah dengan menempatkannya di tempat yang layak seperti museum atau tempat cagar budaya lainnya.(sya)

Kios Liar Rugikan Pengembang Pertokoan

0
Kios liar yang dibangun di lahan hijau dekat pasar seken Aviari, Batuaji, Kamis (5/4). Kios liar ini banyak dikomplin oleh warga karena membuat macet jalan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pembangunan kios liar di daerah pasar seken aviari terus berlanjut, senin (9/4). Padahal jelas pengembangan kios liar ini melanggar dan merugikan pengembang properti resmi seperti pertokoan.

“Kami yang punya properti pertokoan dalam hal ini sangat dirugikan. Kita jelas-jelas membayar pajak, mereka tidak. Tetapi mereka dibebaskan oleh pemerintah,” kata Werton Panggaben, Senin (9/4).

Pengusaha sekaligua anggota komisi III DPRD kota Batam ini mengatakan, dengan dibiarkannya kios liar di daerah ini, maka akan memancing oknum lainnya untuk bangun kios liar di titik yang baru.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan rasa keadilan kepada semua masyarakat.

“Kemarin sudah disampaikan bahwa pembangunan kios liar yang baru tidak boleh lagi. Tapi buktinya, itu tak kunjung ditertibkan,” katanya.

Politikus Gerindra tersebut menambahkan, pihak kecamatan dan Satpol PP harus bertindak tegas. Apalagi kontrobusi dari kioa liar tersebut tidak ada sama sekali untuk Kota Batam.

“Itu disawakan mahal. Padahal hanya kios liar. Sementara pertokoan tidak laku. Dan orang pasti memilih kios liar karena memang lebih murah daripada ruko. Tapi ingat, kios liar tak ada kontribusinya. Bahkan merusak ruang terbuka hijau,” katanya.

Sementara itu Camat Batuaji, Ridwan tetap meminta pengelola untuk menghentikan pembangunan kios liar tersebut. Ia juga meminta agar Satpol PP menertibkan kios liar tersebut.

“Sudah berkali-kali saya katakan, tidak diizinkan bangun kios liar di sana,” katanya.

Beberapa waktu lalu,Kabid Trantibum Satpol PP Kota Batam Imam Tohari menegaskan bahwa surat dari Satpol PP terkait penertiban kios liar tersebut belum ia terima. Dan ia mengatakan bahwa pembangunan kios liar di sana berdasarkan keputusan dari RT/RW.

“Mana suratnya, belum pernah saya terima. Saya juga kurang tahu masalah kios liar itu,” katanya. (ian)

Pemain Bass Keris Patih Meninggal

0
Andika Putrasahadewa

batampos.co.id –  Andika Putrasahadewa, pemain bass, grup band Kerispatih dikabarkan meninggal dunia.

Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh pihak Kerispatih. Lewat akun Instagram resmi mereka, Kerispatih menyampaikan bahwa Andika meninggal dunia pada Selasa (10/4).

“RIP @Dikabassman. Doain yang terbaik buat yang ditinggal dan doakan semoga diterima di sisi-Nya ya,” tulis akun Kerispatih Band, beberapa jam yang lalu.

Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab meninggal dunianya Dika Kerispatih. Bila dilihat dari akun Instagram-nya, Dika terakhir aktif empat hari lalu. Dia kala itu mengabarkan bahwa dirinya sudah gemuk lagi.

Kabar meninggalnya Dika Kerispatih menyisakan duka bagi keluarga, sahabat, dan penggemar. Sejumlah ucapan duka dan penghormatan disampaikan publik di media sosial untuknya.

“Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, selamat jalan brother, doa terbaik kami mengiringi kepulanganmu,” ucap Rian D’MASIV di akun Instagram.

Selamat jalan, Dika Kerispatih.

(ded/JPC)

Kapolsek Sekupang Amankan Ujian Nasional di Wilayah Hukumnya

0
Kapolsek Sekupang berfoto dengan siswa dan guru

batampos.co.id – Sempena ujian nasional tingkat SMA, KaPolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji beserta jajaran melakukan monitoring ke sekolah SMA di wilayah hukum Polsek Sekupang, Selasa (10/4/2018).

Hari ini, Kapolsek mengunjungi 5 sekolah. 2 SMA dan 3 MA (madrasah aliah).

  • SMA Negeri 4 (UNKP)
  • SMA Negeri 1 (UNBK)
  • MA Nahdatul Watan ( UNBK )
  • MA Iskandar Muda ( UNBK )
  • MA. QURAN CENTRE ( UNBK )

Di tiap sekolah Polisi menemnpatkan seorang personel untuk mengamankan.

Hasilnya nya sejauh ini pelaksanaan ujian nasional berjalan aman dan tertib. (ali)

Pererat Silatilurahmi Antara Kepri dan Riau

0
Wakil Gubernur kepri, Isdianto, saat melakukan tepung tawar saat pelantikan dan pengukuhan pengurus KBMR (2018 – 2023) di resto Golden Prawn, batam, Minggu (8/4/2018) | humas pemprov kepro

batampos.co.id – Wakil Gubernur H Isdianto meminta kepada Keluarga Besar Masyarakat Riau (KBMR) untuk terus memperkuat dan mempererat silaturahim masyarakat Kepri dan Riau. Mengingat dua provinsi ini secara historis dan sejarah memang memiliki hubungan yang sangat kuat.

“Kita ibaratkan antara Riau dan Kepri ini seperti ibu dan anak. Kalau Riau itu ibunya, maka Kepri adalah anaknya. Hubungan ini harus terus dijaga, lewat silaturahmi yang terus terjalin,” kata Isdianto saat menghadiri acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus KBMR Kota Batam Masa Khidmat 2018 – 2023 di Restoran Golden Prawn Bengkong Batam, Ahad (8/4).

Isdianto melanjutkan, dengan silaturahim yang baik diantara dua provinsi bersaudara ini, akan bisa saling membantu bahkan saling mengisi. Tentunya, dalam berbagai pembangunan di kedua daerah.

Apalagi, kata Isdianto, banyak masyarakat Kepri yang tinggal di perantauan. Baik masyarakat Riau di Kepri ataupun masyarakat Kepri di Riau. Mereka tumbuh dengan berbagai latar belakang profesi dan pekejaan. Dari mulai PNS, pengusaha dan masyarakat biasa lainnya.

”Sudah seharusnya keduanya saling bahu membahu menjaga dan memajukan tempat tinggal dan daerah asal kita,” kata Isdianto.

Isdianto memulai sambutannya dengan mengajak masyarakat yang hadir untuk mengenang dua tahun wafatnya almarhum H Muhammad Sani. Isdianto memimpin masyarakat untuk bersedekah alfatihah untuk almarhum H Muhammad Sani.

Serangkaian dengan pelantikan tersebut, juga dilakukan prosesi tepung tawar untuk Isdianto. Tepuk tepung tawar itu dimulai oleh H Makmur Ismail dari LAM Kota Batam. Kemudian ada Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad ikut melakukan tepuk tepung tawar.

Sementara itu, Ketua Umum KBMR Kota Batam H. Tengku Arizal Dachlan tak lupa bersyukur atas pelantikan dan pengukuhan ini. Diharapkan KBMR kedepan menjadi wadah menyatukan kebersamaan seluruh masyarakat perantau asal Riau, yang ada di Kota Batam. (bni)