Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12454

Ana Queen; Antara Makan dan Cantik

0

batampos.co.id – Wanita kerap bermasalah dengan bentuk tubuh. Takut kegemukan, dan juga takut kekurusan. Keduanya bisa jadi masalah. Tapi, bagi ibu dua anak ini seolah aman dengan postur tubuhnya meski gemar makan.

Ia adalah Ana Queen. Wanita kelahiran April 1988 tersebut, mengaku senang dengan hunting kuliner.

“Saya senang travelling dan sekarang saya doyan makan,” ujar Ana dengan tawa khasnya.

Makna doyan makannya itu juga tidak tertutup dengan menu tertentu. “Sejauh ini masih bisa menikmati banyak makanan. Suka semua. Tapi kalau saya disuruh milih, lebih ke japanese food, korean dan western food,” sebutnya.

Hal itu diikuti dengan aktifitasnya di luar ibu rumah tangga, yang juga sering mendampingi suami saat bertemu klien.

“Kami punya pabrik di Tanjunguncang, dan rata-rata tamu datang dari luar terutama dari Jepang. Nah, ketemu klien itu kan enaknya sembari makan,” ungkap Ana.

Untuk menjaga agar tubuhnya tetap proposional, wanita dengan tinggi 158 centimeter ini mengimbanginya dengan olahraga.

“Saya rutin gym. Selain sehat, kecantikan juga terjaga dengan olahraga. Jadi olahraga haruslah buat wanita,” pungkasnya. (nji)

KRI Pulau Rusa Tangkap Kapal Angkut Minuman Keras Ilegal di Selat Singapura

0
Kapal pengangkut miras noncukai diamankan di Lanal Batam. (Dok. Koarmabar)

batampos.co.id – KRI Pulau Rusa (PRA)-726 berhasil menangkan KM Setia Kawan GT 95 di Perairan Selat Singapura.

Kapal kargo tersebut kedapatan mengangkut 150 karton minuman keras (miras).

Awalnya, KRI Pulau Rusa melaksanakan patoli di Selat Singapura dalam rangka Operasi Benteng Sagara-18 BKO Guskamlabar. Petugas kemudian mendeteksi kapal kargo yang melakukan manuver mencurigakan.

Selanjutnya, KRI PRA-726 melaksanakan prosedur pengejaran, penangkapan dan penyelidikan (Jarkaplid). Hingga akhirnya kapal kargo tersebut berhasil dihentikan di Utara Karang Galang. Petugas lantas melakukan penggeledehan.

“Dilakukan Jarkaplid karena kapal ini tidak seperti kapal-kapal biasanya. Manuvernya malah menjauh ketika didekati kapal patroli,” kata Kadispen Armada Barat Letkol Laut (P) Agung Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis (12/4).

Hasil pemeriksaan diketahui, KM Setia Kawan GT 95 membawa 11 ABK. Semuanya Warga Negara Indonesia (WNI). Sesuai dokumen port clearance, kapal tersebut berlayar dari Singapura menuju ke Thailand.

Namun dokumen port clearance itu diduga palsu. “Yang paling memberatkan adalah kapal memuat barang ilegal, minuman keras noncukai,” ujar Agung.

Atas dugaan kesalahan dan pelanggaran, maka kapal dikawal KRI Pulau Rusa-726 menuju dermaga Lanal Batam untuk proses hukum lebih lanjut.

(bbi/JPC)

Pak Walikota Batam: Kita Lihat Ini, Nanti Selesai atau Tidak

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan komitmen Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menghibahkan sepenuhnya pengelolaan jalan ke Pemko Batam dalam tiga bulan, terhitung sejak 4 April lalu.

“Beliau sendiri yang ngomong di depan Menko Perekonomian (Darmin Nasution), Gubernur (Kepri Nurdin Basirun) dan tim BP Batam. Tiga bulan lagi beliau janji persoalan jalan (pengalihan) akan clear,” ucap Rudi di Sekupang, Kamis (12/4).

Ia berharap janji tersebut dapat terealisasi, karena kini Pemko Batam sedang fokus membangun infrastuktur jalan. Sebelumnya antara BP Batam dan pemko BAtam telah menandatangani pinjam pakai 669 ruas jalan, seiring janji Lukita ini kelak tidak hanya 669 ruas jalan yang akan dikelola Pemko Batam namun semua ruas jalan dari ruas jalan provinsi hingga nasional.

“Semuanya, jatuhnya hibah. Kita lihat ini nanti selesai atau tidak,” imbuhnya.

Ia mengatakan, selain untuk kepentingan pelebaran jalan, pengalihan aset dipandang perlu untuk menghindari kemungkinan persoalan hukum di kemudian hari karena membiayai pembangunan pada aset yang bukan milik Pemko Batam. “Suatu waktu kalau lari ke hukum ini jadi masalah, karena kami gunakan uang negara diatas lahan yang bukan milik Pemko Batam. Tak hanya kami, polsek dan lain juga tinggal di atas lahan yang bukan miliknya,” paparnya.

Ia mengatakan, peralihan kelak tak hanya soal badan jalan namun juga menyertakan ruang milik jalan atau ROW. Dengan demikia, tak hanya badan jalan pihaknya akn membangun pedestrian, drainase dan taman.

“Maka jalan selesai tak di Nagoya saja, sampai ke Batuaji sana nanti,” ucap dia.

Menurutnya, kelola jalan kini yang masih di BP Batam membuat program anatar BP Batam dan Pemko Batam tumpang tindih. Ia mencontohkan, jika Pemko Batam membangun jalan ada saja kegiatan penanaman pipa yang berujung pada terganggunya proyek yang sudah dikerjakan Pemko Batam

“Kami tukang bikin jalan, BP tukang bongkar jalan. loh iya ini fakta. Supaya tak begitu, aset serahkan ke kami , sehingga besok siapa yang gali pipa izinnya ke DBM SDA, cari namanya Yumasnur (Kepala DBM SDA),” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, sejatinya awalnya dalam suatu pertemuan di Kantor Wali Kota Batam terkait jalan antara BP Batam dan Pemko Batam ada kesanggupan dari Lukita terkait pinjam pakai sekian ribu ruas jalan, namun belakangan hal tersebut berubah dan jumlah ruasnya berkurang. Soal ini ia mengklaim langsung menelepon Lukita mempertanyakan komitmen tersebut. (adi)

Kenalan di Facebook, Janda 42 Tahun Nikah dengan Jejaka 26 Tahun

0
Pasangan peserta nikah massal, Ida Mulyati dan Sanita menunjukkan buku nikah di Masjid Nurusyahadah, Desa Gesik Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/4). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

batampos.co.id – Kisah asmara keduanya dibangun dari media sosial Facebook. Padahal keduanya tinggal di desa yang sama, Desa Gesik, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Itulah jodoh.

Janda satu anak bernama Ida Mulyati, 42, akhirnya menemukan pasangan baru. Tak tanggung Ida menikah dengan pemuda 26 tahun bernama Sanita.

Tiga tahun menjanda, ibu rumah tangga itu mengaku tertarik dengan Sanita saat kesan pertama berkenalan di Facebook. Ida mengaku, meski terpaut jarak 14 tahun dengan Sanita, akan tetapi dia merasa cocok dengan kekasih hati yang baru saja menikah secara gratis.

“Awalnya ya kenalan di Facebook. Ngobrol-ngobrol, akhirnya saling suka dan mengajak menikah,” ungkap Ida usai melangsungkan isbath nikah di acara nikah massal di Masjid Nurusyahadah, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Kamis (12/4).

Karena keadaan ekonomi yang tidak mencukupi membuat acara resepsi pernikahan, Ida dan Sani memilih melangsungkan pernikahan secara massal yang diselenggarakan oleh Aparatur Desa Gesik.

Ida dan Sanita merasa bersyukur karena pernikahan keduanya tercatat secara resmi di KUA dan sudah punya buku nikah. Sebelumnya, Ida dan Sanita sudah menikah pada 2017 lalu, sehingga belum memiliki buku nikah.

“Saya cerai tahun 2015, punya anak satu cowok umur 13 tahun. Sudah nikah kiyai (siri) sejak 2017 lalu. Alhamdulillah, senang punya suami lagi,” ungkapnya.

Kelucuan cerita peserta nikah massal pun diungkapkan pria asal Blok Desa Kaum, Desa Gesik, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Sumanta (34) sumringah, dan berbunga-bunga sambil memamerkan buku nikah usai melangsungkan pernikahan massal di Masjid Nurusyahadah di dekat balaidesa setempat.

Bermodal mas kawin Rp 50 ribu, Sumanta berhasil meminang wanita pujaan hatinya, Ratnasari, 30. Dia mengaku, senang dan bangga bisa karena sudah resmi tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Pria penarik becak itu mengaku, selama ini tidak punya buku nikah, karena status pernikahannya dengan Ratnasari hanya sebatas nikah agama.

“Alhamdulillah, seneng, punya buku nikah. Masih kuat. Mau dibawa kemana saja, nggak masalah, sudah punya buku nikah ini,” ungkap kegembiraan usai pembacaan isbath nikah.

Sementara, Kepala KUA Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, Agus Mustamin mengatakan, nikah massal yang diselenggarakan di Masjid Nurusyahadah ini atas usulan dari Desa Gesik, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon. Peserta nikah massal diikuti oleh sembilan pasangan.

Sementara enam pasangan lainnya harus melangsungkan nikah di KUA, karena sebelumnya sudah menikah atau belum bercerai, sehingga harus mendapatkan surat rekomendasi dari pengadilan agama terlebih dahulu.

“Kalau yang tiga pasangan ini sudah bercerai dan belum menikah, jadi isbath nikah bisa langsung dilaksanakan,” ujarnya. (wiw/JPC)

133 Siswa Mundur dari Peserta USBN, Pilih Menikah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pada hari keempat pelaksanaan USBN (ujian sekolah berstandar nasional) ada kejutan. Tidak kurang dari 133 siswa mengundurkan diri dari perseta USBN.

Informasi itu diungkapkan Kabid SD-SMP Dinas Pendidikan Jember – Jawa Timur, Dhebora Krisnawati. Hingga sore kemarin, pihaknya masih melakukan rekapitulasi data peserta ujian yang mengundurkan diri.

“Masih kami rekap, belum masuk semua datanya,” ujarnya.

Namun dari sebagian sekolah yang dijadikan sampel, tidak kurang dari 133 siswa tercatat mundur sebagai peserta USBN. Sebagian besar berasal dari sekolah-sekolah di daerah pinggiran. Antara lain, Sumberbaru, Sumberjambe, dan Balung.

“Ini masih sebagian sekolah, belum semua,” imbuh Dhebora.

Beragam alasan ratusan peserta USBN itu mengundurkan diri. Di antaranya, ada yang meninggal karena kecelakaan dan ada juga yang memilih bekerja. Sebagian besar peserta mengundurkan diri dari perserta ujian karena hendak menikah.

Meski berusia belia, stigma masyarakat yang masih konservatif membuat mereka harus meninggalkan kepentingan pendidikan.

“Misalnya di Balung, peserta sudah ikut ujian pada hari pertama. Tapi, di hari kedua mereka tidak boleh ikut ujian sama tunangannya,” kata Dhebora.

Peserta yang memutuskan mengundurkan diri menulis surat keterangan pengunduran diri mereka dan menandatanganinya di atas meterai. Menurut Dhebora, pemahaman warga tentang kurang pentingnya pendidikan menjadi faktor utama fenomena tersebut.

“Mereka merasa tidak butuh sekolah. Walaupun sekolah gratis, orang tua merasa tidak butuh membiayai sehingga jadinya seperti itu. Padahal, sudah difasilitasi luar biasa,” terangnya.

Berdaras pantauan Jawa Pos Radar Jember, pelaksanaan USBN di SMPN 1 Jenggawah juga diikuti lima lembaga pendidikan lainnya. Di antaranya, SMPN Terbuka 1 dengan 54 peserta ujian, namun enam siswa mengundurkan diri. SMP Walisongo tercatat 16 peserta dan yang mengundurkan diri satu siswa. Kemudian, SMP Salafiyah Mifda terdapat 26 peserta dan yang mengundurkan diri 1 siswa.

Sedangkan di SMP Islam Jenggawah tercatat 14 peserta ujian, lima siswa mengundurkan diri. Dengan demikian, tersisa 9 siswa yang mengikuti ujian. Begitu juga peserta dari SMP Baitur Rohim tercatat 19 siswa, namun tiga siswa mengundurkan diri.

“Bahkan, ada satu siswi dari SMP Salafiyah Miftahul Huda memilih mundur karena 26 April nanti harus menikah,” ujar Harjunadi, ketua Subra 09 SMPN 1 Jenggawah.

Harjunadi, yang juga kepala SMPN 1 Jenggawah, mengungkapakan bahwa seharusnya siswa yang berencana menikah pada 26 April mendatang itu menunggu selesai ujian.

“Mereka sudah tiga tahun bersekolah, tetapi tidak bisa mengikuti ujian hanya dengan alasan menikah,” ujarnya.

(lin/jum/c4/diq)

Ada 14 Kamar Kos Tergerus Pelebaran Jalan

0
Sebuah alat berat sedang melakukan pembongkaran bangunan yang ada di pinggir jalan Baloicenter, Kamis (12/4). penertiban yang berada di simpang baloicenter ini untuk pelebara jalan. f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 18 bangunan yang berdiri di atas Right Of Way (ROW) sekitar Simpang Baloi Center (Jalan Taman Baloi dan Jalan Duyung) ditertibkan. Di antara bangunan yang terdampak yakni kos-kosan dengan total kamar 14 unit.

“Kali ini yang kami tertibkan ada 12 bangunan, sisanya sudah dibongkar sama pemiliknya,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam Imam Tohari, Kamis (12/4).

Ia menyampaikan, penertiban ini dilakukan guna menjemput rencana pelebaran ruas jalan Jalan Taman Baloi dari Simpang Nelayan hingga Simpang Baloicenter. Lanjut Imam, setelah penertiban tersebut pihaknya akan bergeser ke Sungaijodoh tau Samping BCA, di lokasi ini ada 33 bangunan yang akan ditertibkan.

“Sebenranya bulan ini tiga titik, satunya di depan BCS Mall. Tapi lokasi ini yang ditertibkan hanya pagar-pagar saja,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan pihaknya akan terus memantau proses pembukaan ruang jalan tersebut. Pelebaran ruas jalan tersebut kini sedng proses lelang.

“Jika tidak ada kendala Mei sudah bisa dikerjakan (pelebaran jalan),” ungkapnya.

Tak hanya di ruas jalan tersebut, beberapa jalan lain yang direncanakan akan dikerjana Mei mendatang adalah ruas jalan dari Simpang Harmoni One menuju Irinco hingga ke Simpang Polsek Lubukbaja, dan Simpang Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloicentre. Dan ruas jalan dari Simpang Kuda ke Simpang Bengkong Seken.

“Kami tinggal tunggu proses lelangnya saja,” pungkasnya. (adi)

Pandangan Kemenko Soal KEK di Batam

0
foto: viral

batampos.co.id – Kementerian Koordinator Bidang EKonomi sangat optimis bahwa konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan cara yang tepat untuk mengatasi kelesuan ekonomi di Batam. Pasalnya, di dalam wilayah KEK akan tercipta konglomerasi usaha yang mampu meringankan biaya produksi dan utilitas.

“KEK perlu dimunculkan supaya konglomerasi itu ada. Menciptakan skala ekonomi dimana harga produksi akan lebih murah begitu juga dengan ongkos listrik lebih murah karena digunakan bersama,” kata Deputi I Bidang Koordinasi EKonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir di Hotel Radison saat acara Diskusi antara Bank Indonesia (BI) Pusat dengan Media, Kamis (12/4).

Skala ekonomi adalah suatu fenomena turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi. Penyebab utama dari skala ekonomi adalah biaya-biaya tetap dalam produksi seperti biaya pembelian gedung, mesin atau infrastruktur produksi lainnya.

Peningkatan hasil produksi memungkinkan suatu perusahaan untuk mengalokasikan biaya-biaya tetap tersebut dalam komponen-komponen biaya produksi per unit. Komponen biaya tetap per unit akan menurun seiring dengan meningkatnya jumlah produksi.

Skala ekonomi ini sangat cocok jika terjadi di Batam karena dapat berperan menjaga kestabilan industri di Batam. Namun untuk menuju kesana, masih butuh waktu panjang. Pemerintah harus siap untuk memberikan insentif agar banyak investor yang tertarik untuk datang ke Batam.

Pemerintah pusat masih percaya bahwa KEK juga dapat membantu mengembalikan kejayaan industri.

“Jika mau menjadi negara berpendapatan tinggi, seharusnya pertumbuhan industri lebih besar dari pertumbuhan ekonomi. Tapi sekarang terbalik,” ujarnya.

Ia menilai bahwa pelemahan industri bukan hanya bermuara saja pada pelemahan ekonomi global. Tapi juga bersumber dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih lambat daripada waktu untuk mengekstrak sumber daya alam (SDA) menjadi bahan baku industri. Sehingga industri lokal di Batam sangat ketergantungan dengan impor bahan baku dari luar negeri.

Makanya vokasi pendidikan industri juga menjadi sarana penting sebagai pendamping kebijakan KEK yang diperuntukkan bagi tenaga kerja lokal.

“Ini konsen kami bagaimana industri kembali ke masa kejayaannya,” jelasnya.

Penerapan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Batam sendiri akan segera dipercepat. Badan Pengusahaan (BP) Batam akan merencanakannya untuk segera berjalan pada tahun 2019.

“Sebagaimana yang sudah disampaikan, kami berharap pada 2019 sudah diputuskan KEK sudah bisa dijalankan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Media Center BP Batam.

Prosesnya sedang digesa menuju ke sana. BP Batam akan melibatkan berbagai stakeholder penting seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Bea Cukai (BC), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Kadin Batam dan Kepri, Apindo Kepri dan lainnya.

Dalam pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution telah disepakati bahwa upaya percepatan persiapan KEK Batam akan segera dilakukan.

“Kami sudah sampaikan dalam pertemuan itu dan kami juga ingin membahas lebih lanjut dengan pihak lainnya,” katanya.

Perlunya diskusi ini karena agar ketika KEK dilaksanakan, tapi tidak mengganggu kelancaran investasi yang selama ini sudah menunjukkan titik-titik kebangkitan.”Ini sesuai dengan keputusan Presiden agar segera dilakukan,” jelasnya.(leo)

Komisi I DPRD Batam Kebanjiran Aduan Lahan

0

batampos.co.id – Selama tiga bulan awal 2018 ini, Komisi I DPRD Batam kebanjiran laporan pengaduan masalah lahan dari masyarakat. Pengaduan sengketa lahan tersebut bermacam macam seperti misalnya terkait sertifikat rumah yang sudah lunas tapi tak bisa diambil, masalah PL, WTO dan permasalahan kavling.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardiyanto kepada Batam Pos, Kamis (12/4) siang.

“Jumlah pengaduan terkait lahan itu banyak sekali masuk ke Komisi I DPRD Batam. Kalau mau semua ditindaklanjuti, dalam seminggu itu minimal kami harus menggelar rapat dengar pendapat (RDP) sebanyak dua kali,” ujar Budi Mardiyanto.

Tapi hal tersebut, lanjutnya, tak mungkin semua bisa serentak diselesaikan. Kalau semua minta diselesaikan serentak, permasalahan pengaduan lainnya di luar lahan tak akan bisa terakomodir.

Masih kata Budi, dari bermacam pengaduan terkait lahan yang masuk ke Komisi I DPRD Batam, yang paling mendominasi adalah sengketa antara pengembang dengan masyarakat selaku pembeli rumah.

“Itu aduan yang paling banyak. Masyarakat selaku pembeli rumah ini mengadu kredit rumahnya sudah lunas, namun sertifikat rumahnya tak bisa didapatnya. Mau komplain, ternyata pihak pengembangnya sudah tak ada di Batam,” jelasnya.

Pengaduan kedua yang mendominasi adalah terkait kaveling. Masyarakat keberatan kaveling yang mereka sudah beli, mendadak ditarik atau ternyata sudah dialokasikan ke perusahaan.

“Dari pengaduan terkait lahan kaveling oleh warga, ada pengaduan warga lahan kaveling yang dibelinya ditarik lagi. Penyebabnya apa, karena dalam tiga bulan setelah lahan kaveling dibeli, masyarakat tak segera memfungsikan lahannya seperti dilakukan pembangunan, tapi dibiarkan begitu saja,” terangnya.

Dalam aturan, lanjutnya, selama tiga bulan tak dilakukan pembangunan di atas lahan kaveling, harus ditarik. Itu yang warga kebanyakan tak mengetahuinya. “Makanya hal tersebut juga menjadi penyebab tumpang tindihnya permasalahan lahan kaveling di Batam,” ujar Budi mengakhiri. (gas)

Pak Walikota Minta BP Batam Fokus Urus Industri

0
Kepala BP Batam, Lukita D Tuwo bersama Walikota Batam, Rudi SE

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengaku paham kini ekonomi Batam masih lesu. Untuk itu ia meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemegang mandat pemerintah pusat untuk menarik investor di Batam fokus pada kegiatan utamanya tersebut.

“Tanggungjawab utamanya ada di BP Batam bukan Pemko Batam. Kami minta fokuslah utus industri, kalau enggak kasihan rakyat,” kata Rudi, Kamis (12/4).

Ia mengatakan, hal ini bukan tanpa alasan sektor yang jadi andalan Batam bertahun-tahun lamanya tersebut sedang mengalami masalah. Industri banyak yang hengkang. “Saya sebagai wali kota juga punya tanggung jawab sesuai Undang-undang 23 tentang Pemerintah Daerah,” katanya.

Sementara itu, sebelumnya diberitakan Batam Pos ada satu perusahaan elektronik secara reguler akan mengurangi karyawannya karena sepi order. Jumlahnya tak tanggung, jika orderan tetap sepi sekitar 1000 karyawan terancam tidak dilanjutkan kontraknya. Ketika ditanya, Rudi mengaku belum mendapat informasi langsung hal ini namun ia kembali menegaskan tugas utama tentang investasi merupakan tanggung jawab BP Batam.

“Soal investasi ini di BP Batam, tapi sama-sama kita hadapilah. Saya kan panggil Kepala Disnaker untuk mengetahui hal ini nanti (kemarin) sore,” ucap dia.

Ia mengaku sekarang pihaknnya tak akan mampu urus Industri, karena sejatinya Pemko Batam tidak dipersiapkan untuk hal tersebut. Sebaliknya, BP Batam tidak dipersipakan untuk mengurusi masyarakat.

“Itu memang bukan bidang kami, tetapi kalau besok-besok serahkan ke kami pasti kami siapkan (SDM). BP Batam kan disipakan untuk urus industri. Tapi sekarang udah campur aduk,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti usai menghadap Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, soal tidak diperpanjangnya kontrak 1000 karyawan di salahs atu perusahaan elektronik di Batam tidak terjadi sekaligus. Dan bahkan tidak akan terjadi jika seandainya orderan kembali banyak.

“Dalam waktu berjalan kalau ada order lagi mereka akan merekrut yang baru untuk operator. Inini sebenarnya reguler sih . Semua perusahaan pasti kayak begitu,” kata dia.

Menurutnya semulanya rencana pemutusan pada persuahaan tersebut dilakukan dalam jangka waktu setahun. Ia berumpama misal sebulan sekitar 50 orang, jika ada order perusahaan akan merekrut kembali karyawan baru dengan jumlah yang disesuaiakan dengan orderan. “Jangan khawatir, ini rutin sebenarnya,” kata dia.

Soal nasib karyawan yang tidak diperpanjang kontraknya ia mengarahakan untuk mencari perusahaan lain, ia mengklaim selain ada perusahaan yang tidak memperpanjang kontrak perusahaanya, ada juga yang kerap menerima karyawan baru.

“Di tempat lain kan ada buka pekerjaan juga, masih ada yang buka,” pungkasnya. (adi)

SMKN I Batam Gelar Pelatihan UKK dan Sertifikasi Kepada Siswa

0
Siswa SMKN 1 saat mengikuti uji kompetisi keahlian permesinan di SMKN 1 Batam di Batuaji, Kamis (12/4). |. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam gelar Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) kepada siswa kelas 12 yang baru saja selesai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian sekaligus sertifikasi ini diikuti 586 siswa yang terdiri dari 578 siswa SMKN I Batam, 10 siswa dari SMK

SMK Kolose Tiara Bangsa dan SMK Darusallam Batam.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pembina SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Badrun serta disaksikan oleh Kabid Pembina SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Muh M Dali di aula SMKN I Batam, Kamis (12/4) pagi.

Kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya menuturkan, ujian UKK dan sertifikasi ini sudah berjalan sejak empat tahun belakangan ini. Dalam pelaksananya SMKN I sebagai sekolah yang melaksanakan ujian dan sertifikasi namun juga melibatkan siswa dari SMK lain untuk meningkatkan komptensi para siswa yang akan segera berhadapan dengan dunia kerja.

“Ini salah satu implementasi dari program revitalisasi SMK yang dicanangkan oleh bapak Presiden (Joko Widodo) melalui instruksi presiden nomor 6 tahun 2016,” ujar tuturnya.

Tujuan dari kegiatan tersebut untuk mencetak lulusan SMK yang siap diserap sebagai tenaga kerja. Melalui ujian dan sertifikasi itu menunjukan siswa yang akan tamat sebentar lagi sudah siap terjun ke dunia kerja.

“Kemampuan mereka sudah teruji. Jika lulus nanti mereka sudah siap bersaing untuk mendapatkan pekerjaan,” tuturnya.

Dalam prakteknya, ujian UKK dan sertifikasi ini siswa diuji dan disertifikasi dengan bidang keahliannya masing-masing oleh lembaga sertifikasi yang profesional dan terpercaya.

“Ada beberapa lembaga sertifikasi yang kita libatkan termasuk pihak industri juga,” ujar Lea.

Lembaga sertifikasi yang dilibatkan diantaranya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP3) Surabaya untuk jurusan Mekatronika, Lembaga sertifikasi Festo dari Jakarra untuk jurusan Industri dan Otomasi Industri, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSPP1) SMKN I Batam untuk jurusan juruan permesinan dan tekni jaringan komputer (TKJ) serta Lembaga Mesin Indonesia (LMI) Bandung untuk jurusan welding. “Pihak industri juga dilibatkan untuk membimbing ujian dan sertifikasi ini sesuai dengan kebutuhan (tenaga kerja) industri di sini,” tutur Lea.

Badrun dalam arahannya mengapresiasi upaya dari SMKN I untuk mempersiapkan siswa mereka dengan ujian dan sertifikasi itu. Di jaman yang serba modern ini sertifikasi profesi memang sangat dibutuhkan agar siswa tamatan SMK mampu bersaing baik secara global ataupun lokal.

“Persaingan kerja semakin ketat. Tidak saja secara global tapi lokal juga cukup sengit sekarang persaingannya. Anak-anak memang harus disiapkan secara matang. Makanya melalui program revitalisasi SMK ini pihak sekolah dituntut untuk menciptkan terobosan-terobosan yang tepat buat meningkatkan dan mematangkan keahlian siswanya,” tuturnya.

Secara nasional diakui Badrun memang penyerapan tenaga kerja dari tamatan SMKN masih rendah. Data dari BPS tahun 2017 lalu menunjukan tamatan SMK menyumbang 11,41 persen bagi angka pengangguran di negara ini yang mencapai angka 7,04 juta jiwa. Untuk itu dia berharap agar segenap SMK yang ada di Indonesia pada umumnya untuk terus meningkatkan mutu dan kaulitas pendidikan di sekolah masing-masing sesuai dengan program revitalisasi SMK agar siswa masing-masing sekolah bisa bersaing nantinya.

“Pemerintah tentu sangat mendukung. Selain meluncurkan program-program unggulan, kami juga tengah berupaya keras agar proyek ataupun lembaga dan instansi pemerintah menyerap tamatan SMK sebagai tenaga kerja. Namun itu tentu tak bisa semua makanya anak-anak ini perlu juga dibekali dengan keahlian untuk beriwirausaha,” pesan Badrun. (eja)