batampos.co.id – Merpati menjadi simbol dari harapan pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang pada pertengahan tahun nanti akan berlangsung dengan aman, tertib, dan damai. Pada kegiatan deklarasi kampanye damai di lapangan Pamedan, Minggu (18/2) pagi kemarin, masing-masing pasangan calon kepala daerah dan seluruh elemen pelaksanaan pemilu melepaskan burung merpati ke langit luas.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria berharap, pesta demokrasi lima tahunan yang sudah di depan mata dapat disambut dengan riang laksana merpati yang diterbangkan. “Pilkada harus disambut dengan bahagia. Tidak ada lagi politik uang atau ujaran kebencian, apalagi sampai menebar berita kebohongan yang bisa merugikan pasangan calon,” kata Robby.
Komitmen mewujudkan Pilkada yang damai dari masing-masing elemen, termasuk di antaranya pemerintah daerah, aparat kepolisian, Panwaslu, juga masing-masing tim pemenenangan, kata Robby, adalah kunci utama di balik kesuksesan penyelenggaraan Pilkada Tanjungpinang 2018 ini. Terlebih mendukung Robby dkk dalam mewujudkan partisipasi pemilih mencapai 77,5 persen.
“Masing-masing elemen harus bisa bekerja sebagaimana tupoksinya, dengan begitu kita optimistis bisa menyambut Pilkada dengan senang dan damai,” ujarnya.
Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Maryamah juga mengimbau kepada masing-masing tim pemenangan pasangan calon agar mengedepankan integritas dalam berkampanye dengan tidak melanggar batasan-batasan yang sudah ditetapkan.
“Bagaimana caranya untuk sama-sama menaati peraturan yang ada. Jadi jangan ada lagi pelanggaran nanti, karena kami berpedoman kepada aturan yang ada,” katanya.
Pada deklarasi kampanye damai kemarin, setiap pasangan calon diminta membanyakan puisi dan menyampaikan komitmennya dalam menjunjung kesantunan, demokrasi beretika, dalam partisipasinya pada Pilkada tahun ini. Kemudian agar lebih semarak dan terasa membahanan seantero kota, dilaksanakan pula pawai arak-arakan mobil hias dari masing-masing tim pemenangan yang diikuti oleh seluruh simpatisan dan juga kader-kader partai politik pengusung. (aya)
batampos.co.id – Inflasi di awal tahun 2018 yang dialami Tanjungpinang berada di angka 0,18 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi Batam sebesar 0,99 persen, Provinsi Kepri atau di skala nasional sebesar 0,62 persen.
Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tanjungpinang, Riono meminta TPID untuk terus melakukan pengawasan dan mempertahankan inflasi dengan melakukan berbagai inovasi serta upaya untuk menekan inflasi di Kota Tanjungpinang.
Ia pun menyarankan agar ASN dan masyarakat di Kota Tanjungpinang dapat memanfaatkan lahan yang ada di rumah, untuk menanam cabai atau komoditas bahan makanan yang mempengaruhi angka Inflasi. “Ini agar kebutuhan kita dapat terpenuhi secara mandiri,” ujarnya.
Sementara itu Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan sedikitnya ketersediaan stok kebutuhan barang, seperti bongkar muat barang yang terlambat, dan faktor cuaca yang buruk.
“Tujuan kita menekan angka Inflasi di Kota Tanjungpinang untuk menghidupkan perekonomian dan menjaga jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau turis yang masuk ke Tanjungpinang” ucapnya.
Ke depan, sambung Ariza, pemerintah akan mendorong percepatan pembangunan di tingkat Kelurahan dan Kecamatan, melalui program pemberdayaan masyarakat. Nanti, anggaran yang ada di masing-masing Kelurahan dan Kecamatan bisa di kelola sendiri guna meningkatkan Infrastruktur di wilayah Kelurahan di Kota Tanjungpinang.
Dari data resmi yang dilansir Badan Pusat Statistik, diketahui penyumbang terbesar atas inflasi yang mencapai 0,18 persen di Kota Tanjungpinang adalah kelompok bahan makanan dan makanan jadi.
Ada 53 Komoditas mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Tanjungpinang, diantaranya cabai rawit, kol putih/kubis, cabe hijau, buncis, tomat buah, tomat sayur, daun bawang, dan ikan.
Untuk komuditas ikan diperkirakan akan terus memberikan inflasi bagi Kota Tanjungpinang hingga pertengahan bulan Februari. Hal tersebut terjadi dikarenakan masih musim angin yang menyebabkan pasokan ikan itu sendiri juga sulit masuk terutama dari Anambas, ombak yang tinggi menjadi kendala dalam pasokan ikan ke Tanjungpinang. (aya)
TENTU saya tidak sabar menunggu waktu satu bulan. Saya sudah berusaha bersikap tenang. Saya tenang-tenangkan.
Tapi sesekali tetap muncul kegelisahan. Ancaman kanker di balik berat badan yang terus turun hanya berhasil membuat ketenangan itu terlihat di permukaan.
Tanpa ijin dokter saya memeriksakan darah ke laboratorium. Dua minggu lebih cepat dari “tunggu satu bulan lagi”. Toh saya sudah tahu parameter apa saja di dalam darah yang bisa mengindikasikan kanker.
Saking seringnya ke laboratorium.
Terutama yang terkait dengan kanker hati dan kanker paru.
Hari itu petugas laboratorium terperangah. “Kok banyak sekali yang diperiksa, Pak?” tanyanya.
Saya teliti lagi daftar itu. Justru kurang!
Sekalian saya mau periksa alergi. Kok saya sering batuk-batuk kecil? Lalu saya hitung: 42 items yang saya minta.
Rupanya petugas itu terperangah bukan soal banyaknya item yang saya ajukan. Tapi bagaimana cara mengemukakan kepada saya, berapa biayanya.
Dengan ragu dan dengan suara ditahan, petugas itu bilang… ”Pak…biayanya ini Rp 15 juta sekian…”
Setelah saya bilang “Wow…mahal ya…”
Dia lantas meneliti lagi daftar itu.
Tentu saya mampu membayarnya. Tapi pikiran saya melayang jauh. Begini mahalnya kesehatan. Bagaimana dengan yang tidak mampu? Menyerah untuk meninggal? Dengan dalih berserah pada takdir?
Di sinilah letak perlunya kebijakan negara di bidang kesehatan. Banyak negara maju mengambil kebijakan menjamin kesehatan rakyatnya dibanding bagi-bagi program sosial yang nilainya juga triliunan rupiah.
Orang miskin yang berhasil keluar dari garis kemiskinan lantaran kerja keras, akan dengan mudah jatuh miskin lagi manakala salah satu anggota keluarganya jatuh sakit. Apalagi kalau yang sakit adalah anggota keluarga yang menjadi tulang punggung.
Saya ingat tahun 2013. Saat BPJS lahir.
Saat itu negara baru mampu menyediakan anggaran Rp19 triliun per tahun. Saya usul agar dinaikkan menjadi Rp 35 triliun. Setidaknya Rp 25 triliun.
Secara pengelolaan, BPJS memang di bawah kementerian BUMN saat itu sehingga saya merasa harus ikut menanganinya.
Saya bersama direksi BPJS sudah menghitung. Dengan anggaran Rp 19 triliun pasien tidak akan puas. Jenis sakit yang bisa di-bpjs-kan terbatas. Dokter juga tidak puas. Honor dokter hanya Rp1.000 untuk satu pasien. Padahal ongkos parkir saat itu sudah Rp2.000. Harga diri dokter seperti jatuh di bawah tukang parkir.
Waktu saya usulkan Rp 35 triliun saya juga beralasan begini: jangan tanggung-tanggung dalam membela orang miskin. Tapi juga jangan memanjakan dan membuat mereka malas. Membuat mereka sehat pun harus disertai setelah sehat harus kerja keras.
Tapi anggaran negara memang terbatas. Akhirnya diputuskan tetap Rp 19 triliun. Dengan harapan tiap tahun harus dinaikkan. Sekalian dicoba dulu apakah harus ada sistem yang masih perlu dikoreksi.
Terutama bagaimana mengatasi kasus seperti berikut ini. Ada orang mampu periksa ke dokter jantung yang mahal. Setelah hasil diagnosa mengharuskannya operasi jantung dia tidak langsung operasi.
Dia masuk BPJS dulu. Dengan iuran yang kurang dari Rp 30 ribu. Dengan BPJS itu dia bisa operasi jantung gratis. Setelah operasi dia minta dirawat di ruang VIP. Katanya: akan bayar sendiri.
Kejadian seperti itu benar-benar ada. Mungkin sekarang peluang penyalahgunaan seperti itu sudah diatasi. Atau belum. Saya tidak mengikuti lagi perkembangannya.
Sekarang anggaran BPJS mungkin juga sudah jauh meningkat. Sesuai dengan bertambah besarnya APBN.
Tapi tiap tahun juga akan terjadi “rebutan” anggaran. Antar kementerian. Termasuk kementerian keuangan yang harus menyerap anggaran luar biasa besar untuk bayar hutang dan cicilan. Yang tidak bisa ditawar.
Di sinilah letak perlunya “kebijakan yang harus memihak”. Memihak yang miskin. Dengan cara yang benar. Bukan kebijakan yang mengeluarkan anggaran besar tapi hasilnya ternyata hanya memelihara dan melestarikan kemiskinan.
Dahlan Iskan bersama sahabatnya bersenam pagi
Kepada petugas laboratorium, saya juga mengatakan apakah biaya yang Rp 15 juta itu tidak bisa dikurangi. Dia memeriksa daftar lebih teliti.
“Beberapa item ini ada diskonnya, Pak,” katanya.
Setelah hitung-hitung jatuhnya Rp 13 juta sekian.
Saya lihat lagi daftar apa saja yang harus diperiksa dari darah saya. Bisakah dikurangi.
Ternyata tidak ada lagi. Lalu saya hitung berapa items yang harus diperiksa. Ternyata 42 items. Wowwww… banyak sekali. Tapi biarlah.
“Pengambilan darahnya nanti seperti donor darah pak…,” ujar petugas itu sambil senyum.
“Sudah biasa..” jawab saya.
Memang itu bukanlah pengambilan darah yang terbanyak. Sudah sering seperti itu. Baik saat operasi ganti hati dulu atau operasi aorta akibat dissection kali ini.
“Hasilnya tidak bisa hari ini semua, pak…” kata petugas. Ada yang baru jadi di hari Valentine tanggal 13 Februari dan ada yang baru jadi di malam tahun baru Imlek 15 Februari.
Itu, terutama yang terkait dengan indikasi munculnya kembali kanker, yang labnya perlu waktu sampai empat hari.
Hasil yang hari juga bisa keluar adalah darah lengkap dan sebangsanya. SGOT bagus (19), SGPT bagus (19), kolesterol bagus (151). Trigliserida sip (4,8). Gula darah baik (99). Asam urat notmal (5,2). Kreatinin gak masalah (0,91). Urine ok.
Tapi bukan itu yang saya tunggu. Angpao yang paling berharga yang saya tunggu di hari raya Imlek ini adalah kabar baik dari laboratorium tentang indikasi munculnya kembali kanker yang semoga tidak. (*)
batampos.co.id – Figur calon wakil presiden (cawapres) dinilai mampu menjadi penentu kemenangan calon presiden (capres) pada Pemilu Presiden 2019. Berdasar hasil survei Poltracking Indonesia, Prabowo Subianto selaku capres dinilai mampu bersaing dengan Joko Widodo jika bisa memilih sosok cawapres yang tepat.
Dalam simulasi Poltracking, duet Prabowo dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa bersaing dengan Jokowi yang digandengkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda dalam paparan survei Peta Elektoral Kandidat dan Prediksi Skenario Koalisi Pilpres 2019 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (18/2).
Hanta menyatakan, Poltracking melakukan simulasi pertarungan head-to-head antara Jokowi dan Prabowo. Dua figur tersebut hingga saat ini masih menjadi pilihan utama responden terkait figur capres.
Dalam simulasi cawapres, Prabowo disandingkan dengan Anies dalam koalisi Gerindra, PKS, dan PAN melawan duet Jokowi-AHY dalam koalisi partai pendukung pemerintah ditambah Partai Demokrat.
’’Skenario ini apabila SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) bergabung ke Jokowi,’’ kata Hanta.
Dari pilihan 1.200 responden pada 27 Januari hingga 3 Februari, pasangan Jokowi-AHY meraih 43,0 persen dan Prabowo-Anies 30,9 persen. Masih ada sekitar 26,1 persen responden yang belum menentukan pilihan. ’’Bisa terjadi rematch antara Jokowi dan Prabowo,’’ kata Hanta.
Dalam simulasi lain, Poltracking melakukan prediksi koalisi apabila Jokowi yang didukung partai pemerintah melawan koalisi Prabowo ditambah dengan dukungan dari SBY.
Jokowi dicoba dipasangkan dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai cawapres menghadapi duet Prabowo yang bersanding dengan AHY. Hasilnya, masih terjadi persaingan ketat. Pasangan Jokowi-Gatot mendapat 43,0 persen dukungan dan Prabowo-AHY meraih 29,4 persen. Sebanyak 27,6 persen pemilih belum menentukan pilihan.
Hanta menyatakan, komposisi itu kurang lebih konsisten dengan hasil survei Poltracking pada waktu yang sama. Tiga figur teratas yang dipilih publik sebagai cawapres yang cocok untuk Jokowi adalah AHY, Ridwan Kamil, dan Anies. Sementara itu, tiga besar cawapres pilihan publik untuk Prabowo adalah AHY, Anies, dan Gatot.
’’Nama AHY maupun Anies cukup kompetitif untuk bersaing sebagai cawapres,’’ ujar Hanta.
Di tempat yang sama, legislator muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait menilai, hasil survei yang dipaparkan Poltracking bisa menjawab potensi pencalonan di pilpres mendatang. Dengan penolakan Mahkamah Konstitusi atas uji materi ambang batas pencalonan presiden, simulasi terkait sosok cawapres bisa dilakukan lebih jelas.
’’Untuk sosok cawapres, tinggal Jokowi mau yang gimana,’’ kata Ara – sapaan akrab Maruarar.
Menurut dia, jika elektabilitas Jokowi sudah tinggi, sosok cawapres tidak perlu mempertimbangkan elektabilitas. Sebaliknya, jika elektabilitas belum cukup, figur cawapres yang dipilih harus bisa mendongkrak suara. Namun, bisa saja figur cawapres dipilih berdasar pertimbangan lain.
’’Bisa soal harmoni atau kekompakan, atau pertimbangan mempersiapkan estafet di Pilpres 2024,’’ ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPP Partai Demokrat Roy Suryo mengapresiasi munculnya nama AHY dalam berbagai survei pilpres. Namun, Roy menyatakan bahwa hingga saat ini Demokrat belum secara resmi menetapkan sosok capres maupun cawapres.
’’Kami belum pernah menyebut rising star kami, Mas AHY, sebagai cawapres. Sekarang kan sudah banyak calon lain menyebut cawapres, lha capres-nya sopo,’’ katanya.
Menurut Roy, Partai Demokrat tidak ingin terburu-buru. Saat ini pun AHY sudah mendapat tugas berat menjadi komandan Satgas Pemilu Partai Demokrat.
’’Mas AHY masih punya masa depan panjang. Usianya kan tidak hanya untuk Pilpres 2019, tapi juga untuk pilpres ke depan,’’ tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, meski Prabowo belum resmi mengajukan diri sebagai capres, Partai Gerindra sudah mempersiapkan diri mendukung calon pilihannya itu. Menurut Fadli, dirinya optimistis pada saatnya nanti Prabowo akan mendeklarasikan diri dan bakal terjun di tengah masyarakat untuk meningkatkan elektabilitas.
’’Pak Prabowo belum melakukan tatap muka, tapi surveinya menjanjikan. Kalau ke depan Pak Prabowo maju, akan ada kejutan,’’ ujar Fadli. (bay/c4/oni/jpg)
batampos.co.id – Sebuah misi dari Presiden Xi Jinping yaitu memberantas korupsi, membuat penjara penuh dengan para narapidana. Menurut sumber dari penjara yang tidak ingin disebutkan namanya, tidak ada cukup ruang untuk menampung keluarga yang akan menjenguk.
Penjara Qincheng sudah penuh sesak dengan para koruptor sehingga tak mampu menampung keluarga yang akan menjenguk pada saat Imlek.
Qincheng sering dianggap sebagai kandang harimau. Menampung setidaknya 1,3 juta pejabat yang tersandung kasus korupsi dari kelas harimau hingga kelas lalat.
Jenderal Zhou Yongkang, politisi Bo Xilai, mantan pembantu presiden Ling Jihua, dan mantan jenderal Guo Boxiong, termasuk orang-orang yang ditahan di sana.
Biasanya, para narapidana yang berusia lebih dari 60 tahun dapat menantikan makan dengan anggota keluarga pada Tahun Baru Imlek. Namun, tidak untuk kali ini.
Kesengsaraan bertambah ketika pengunjung juga tidak diperbolehkan hadir pada dua minggu sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek.
Tidak seperti penjara ‘VIP’ untuk kerah putih yang dibayangkan oleh orang-orang, Qincheng dijaga ketat. Beberapa mantan narapidana mengungkapkan, mereka juga dianiaya di sana.
Qincheng adalah satu-satunya penjara di Tiongkok yang dikelola oleh Kementerian Keamanan Publik. Pemimpin prodemokrasi Tiananmen mengatakan, ketika dia dipenjara di Qincheng, tidak ada yang baik tentang penjara itu, bahkan untuk tamu VIP sekalipun.
Anies Baswedan sempat tak boleh ikut dalam penyerahan medali (Pemprov DKI)
batampos.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang tak boleh ikut turun ke lapangan bersama rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam seremoni penyerahan piala di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Padahal Persija Jakarta sebagai kampiun dalam ajang Piala Presiden 2018.
Padahal, Anies merupakan salah satu tamu yang diundang dalam final Persija vs Bali United. Selain itu, Anies selaku gubernur merupakan “tuan rumah”. Ironisnya, Anies tak bisa memberikan medali kepada pemain Persija yang notabene berbasis di Jakarta dan klub yang “dibelanya”.
Menengok ke belakang, situasinya berbeda sekali dengan gelaran Piala Presiden 2015 lalu. Pada partai puncak di tempat yang sama, dalam penyerahan gelar kepada Persib Bandung, Gubernur Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), justru turut mendampingi Jokowi. Memakai jersey Persija, dia ikut menyerahkan medali kepada pemain Persib satu per satu. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pun turut serta.
Situasi yang mirip tapi degan rentang waktu tiga tahun, perbedaan perlakuan kepada Ahok dan Anies itu ikut menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, salah satu anggota DPR, Fahri Hamzah, ikut mengomentarinya.
“Adegan ini kalau benar harus dijelaskan kepada publik oleh @KemensetnegRI . Kenapa gubernur DKI @aniesbaswedan Gak boleh ikut sementara pejabat Gak jelas pada ikut? Ahok aja diajak naik mobil RI1 padahal terdakwa…#NgawurKalian !!,” tulis Fahri dalam akun Twitter pribadinya.
Komentar salah satu warganet
Mengenai hal itu, pihak Istana Negara langsung memberikan klarifikasi. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, situasi yang dialami Anies merupakan protokoler Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres).
Anggota Paspampres yang menghalangi langkah Anies disebut menjalankan tugas dengan hanya mengizinkan pejabat yang namanya terdaftar, untuk ikut rombongan Presiden Jokowi dalam acara seremoni juara. Dalam hal ini, berarti nama Anies tidak masuk daftar.
Berikut penjelasan lengkap Bey Machmudin dalam keterangan tertulis:
“Usai pertandingan final Piala Presiden 2018, beredar video pendek saat-saat menjelang penyerahan piala. Dalam video terlihat anggota Paspampres mencegah Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden.
“Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.
“Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.
“Selama pertandingan, Presiden Jokowi dan Gubernur Anies sangat menikmati jalannya pertandingan final. Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.
“Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija.
“Jakarta, 18 Februari 2018 “Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
batampos.co.id – Nilai investasi di Batam berdasarkan izin usaha pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2016.
Dalam catatan Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi berdasarkan izin usaha pada tahun 2017 berjumlah 1.116.895,10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 73 proyek.
“Nilainya jauh lebih besar dibanding tahun 2016 yang membukukan angka 446.230,20 juta dolar Amerika dari 72 proyek,” kata Direktur PTSP BP Batam, Ady Soegiharto, Sabtu (17/2).
Perusahaan-perusahaan besar yang masuk ke Batam pada tahun 2017 antara lain PT Enerco RPO Internasional yang bergerak dibidang oil refinery dengan nilai investasi, 90 juta dolar AS. Perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KILK ini merupakan perusahaan dalam negeri.
Ada juga perusahaan PT Esun International Utama Indonesia, yang bergerak dibidang daur ulang logam. Perusahaan yang berinvestasi sekitar 4 juta dolar AS ini, merupakan investor asal Singapura dengan memanfaatkan I23J dan KILK pada 24 Januari 2017.
Sementara perusahaan PT Infocus seperti disebutkan di atas, merupakan industri peralatan komunikasi tanpa kabel. Perusahaan gabungan Singapura dan Tiongkok. Demikian dengan PT Asus Technology Indonesia Batam, bergerak dibidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel, dengan memanfaatkan fasilitas I23J.
Sementara perusahaan lain yang memanfaatkan I23J, adalah PT Indo Kreasi Grafika. Perusahaan ini bergerak di bidang industri kemasan dan kotak dari keras dan karton, dengan nilai investasi, 3,8 juta dolar AS. Perusahaan asal Malaysia ini masuk pada 2 Mei 2017.
Kemudian, ada PT Blackmagic Design Manufacturing, yang bergerak di bidang industri peralatan film dan broadcast. Nilai investasi perusahaan asal Australia yang masuk pada 12 April 2017 ini sekitar 4 juta dolar AS.
Untuk tahun 2018, sudah ada sejumlah investor yang masuk seperti PT Royal Newport Plastic, lalu PT Hongseng dan juga perusahaan dalam negeri yakni PT Energi Unggul Persada.
Ada juga industri yang melakukan perluasan seperti PT Cladtec Bi-Metal Manufacturing dengan nilai ekspansi sebesar 67 juta Dolar Amerika.
Untuk tahun 2018 hingga saat ini, total investasi masuk sudah mencapai 94 juta dolar AS.”Disamping itu Caterpillar akan melakukan ekspansi dan ada juga ada investor yang akan membawa perusahaan pendukung masuk ke Batam,” katanya.(leo)
batampos.co.id – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang melalui Pelabuhan Ferry Internasional mengalami peningkat bila dibandingkan dengan libur Imlek tahun 2017 lalu. Hal ini disampaikan Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Jumarly, Sabtu (17/1).
“Tahun ini banyak wisman barat, selain Singapura yang rutin datang melalui Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang,” kata dia.
Menurutnya wisman tersebut akan berlibur ke salah satu resort yang ada di Pulau Sugi, Kecamatan Moro, Karimun. Mereka biasanya rombongan dan memboyong keluarganya sekaligus untuk berlibur di pulau tersebut.
Ia menyebutkan pasca perayaan Imlek Jumat (16/2) jumlah pengunjung lebih banyak dibandingkan h-1. Berdasarkan data manifest penumpang, jumlah penumpang yang datang mencapai 4.220, sedangkan yang berangkat hanya 1. 244 penumpang.
Menurutnya, dibanding tahun lalu, kenaikan wisman yang masuk lewat PFS mencapai 50 persen. “Yah, mungkin ada destinasi-destinasi baru Kepri yang sekarsng tengah berkembang dan menarik keinginan wisman untuk berkunjung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bus pariwisata juga terlihat ramai sejak pagi, untuk menjemput tamu mereka. Ia berharap tren positif ini bisa membangkitkan pariwisata yang ada di Batam, Kepri umumnya.
“Kalau ramai semua berimbas, mulai dari transportasi, perbelanjaaan, hingga penginapan,” tutupnya.
Sementara itu, antrian kendaraan hingga ke luar pelabuhan terlihat di Pelabuhan Domestik Sekupang. Konter-konter tiket terlihat juga ramai didatangi calon penumpang.
Kepala Pos Syahbandar PDS, Trino Palapa mengatakan jumlah penumpang yang melalui PDS masih ramai. Libur panjang ini juga dimanfaatkan mereka untuk berkumpul bersama keluarga mereka.
“Masih ramai yang mudik, sebagian memang mudik pasca perayaan tahun baru, karena mau sembahyang arwah di hari kelima imlek,” terangnya.
Menurutnya, pelayaran ramai juga terjadi di PFS, hingga sore kemarin sedikitnya 11 ribu lebih yang masuk dari h-3 jelang Imlek.
“Dua pelabuhan ramai, dan Alhamdulillah pelayaran berjalan dengan baik dan lancar dengan kondisi cuaca yang kondusif,” tutupnya.(yui)
Pengunjung mencari spot foto menarik di sekitar land mark Kebun Raya Batam yang berlokasi di Nongsa, Sabtu (17/2). Kebun Raya Batam menjadi destinasi wisata baru meskipun belum rampung pembangunannya. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
batampos.co.id – Selama ini masyarakat hanya mengetahui wisata Pantai Nongsa dan Pantai Melayu saja di daerah Nongsa. Tapi kian hari, kian banyak pilihan tempat wisata di daerah ini.
Kini yang terbaru ada wisata Kampung Terih, Kebun Raya Batam, pantai Bale-Bale dan wisata bakau. Tempat wisata baru ini, menjadi magnet baru. Sabtu (17/2), tempat-tempat ini dipenuhi masyarakat Batam yang memanfaatkan momen libur Imlek dan akhir pekan.
Salah seorang warga yang ditemui Batam Pos di Kebun Raya Batam, Yanti mengatakan mengatahui tempat-tempat wisata baru ini dari media sosial.
“Saya lihat cantik sekali tamannya, makanya tertarik ke sini,” kata warga Bengkong itu, Sabtu (17/2).
Yanti tidak sendirian, ia bersama temannya Uswah. Wanita kelahiran 27 tahun silam itu, mengatakan saat ini banyaknya pilihan wisata di Nongsa.
“Barusan saya dari Pantau Bale-Bale, bagus juga,” ungkapnya.
Pantauan Batam Pos di Kampung Terih, cukup banyak masyarakat yang mendatangi kampung wisata ini. Kampung yang gembar gemborkan menjadi destinasi wisata yang baru oleh Pemko Batam, cukup menarik minat masyarakat. Penataan kampung yang ciamik dan serta kekinian, melepaskan rasa penasaran masyarakat.
“Oooo jadi seperti ini. Awalnya penasaran, karena dapat kiriman foto Kampung Terih dari teman melalui WhatsApp. Ternyata sesuai dengan aslinya,” ucap Fahrur, 23.
Pemuda asli Riau ini menuturkan selama di Batam, tempat wisata di Kota Bandara Madani ini tak banyak.
“Dulu itu hanya jembatan Barelang, pantai di sekupang, Tanjungriau, Pantai Nongsa. Tapi sekarang ini sudah banyak pilihan, jadi tidak pusing lagi berakhir pekan di mana,” tuturnya.
Ia mengatakan sudah memiliki jadwal untuk menghabiskan akhir pekannya. “Sabtu ini saya di Kampung Terih, besok saya ke Kebun Raya Batam. Minggu depannya, saya mau ke pantai yang ada di Galang. Informasinya ada pantai cantik juga di sana,” ucapnya.
Bagi Fahrur, dengan banyaknya pilihan wisata di Batam, akan membuat masyarakat tak lagi tertarik ke luar negeri. Karena di Kotanya sendiri, masih banyak tempat-tempat yang didatangi.
“Dulu kan banyak berakhir pekan ke Malaysia, Singapura, karena tempat berlibur di Batam ini terbatas. Kalau sekarang sudah banyak pilihan, jadi pasti tak bosan lagi,” ungkapnya.
Pemuda yang bekerja di daerah kawasan Nagoya itu berharap Pemerintah Daerah terus meningkatkan jumlah destinasi wisata. Tentunya tak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mancanegara.
“Semakin banyak orang berwista ke daerah sendiri, yah makin meningkatkan pendapatan masyarakat sendiri. Dari pada ke luar negeri, membuat kaya orang sana saja,” ungkapnya. (ska)
Ayu menunjukan produk yang dijual secara online kepada temannnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tutupnya ratusan toko pasca perayaan Imlek di Batam ternyata berdampak kepada penjual online. Banyak penjual online yang harus menunda pengiriman karena belum bisa mengambil pesanan dari pembeli.
Rata-rata penjual online di Batam merupakan reseller yang bergantung pada toko-toko tas di kawasan Nagoya dan Baloi. Apalagi pemilik toko tas kebanyakan dari masyarakat Thionghoa yang sedang merayakan pergantian tahun.
Anis, salah satu penjual onlineshop tas di Batam mengatakan telah ada pemberitahuan kepada pelangganya jika pengiriman pesanan tak bisa tepat waktu. Hal itu dikarenakan stok barang yang dipesan (tas atau parfum, red) belum bisa dikirim.
“Kami hanya bilang pengiriman agak lama, karena gudang persediaan tas tutup. Namun pasti barang terkirim,” terang wanita yang sudah dua tahun bergelut dengan bisnis online.
Dikatakan Anis, ia menjadi reseller beberapa toko di kawasan Nagoya dan Baloi (Pasar Pinuin). Namun karena libur imlek, seluruh toko yang biasa menjadi tempat ia berlangganan tutup.
“Ada beberapa tempat, tiap toko beda-beda model dan harga juga,” ujar Anis.
Hingga sekarang, menurut Anis masih banyak warga luar daerah yang mencari tas online dari Batam. Hal itu dikarenakan harga yang lebih murah dan kualitas lebih baik dari daerah lain.
“Masih banyak, namun tidak seperti dua tahun lalu. Kalau sekarang yang beli bisa dihitung, beda dengan dulu,” jelasnya.
Tak hanya penjual online shop, sejumlah warga juga kesulitan dalam membeli peralatan elektronik karena pada tutupnya toko-toko elektronik. Karena toko-toko yang tutup tak hanya di kawasan bisnis center, tapi juga di pusat perbelanjaan mal.
“Mau cari sesuatu, tapi toko elekronik banyak tutup. Mudah-mudahan tutupnya tak lama,” kata Ibenk.
Pantauan Batam Pos, Sabtu (17/2) siang kawasan Bisnis center Nagoya terlihat sepi. Hal itu juga terlihat dari sepinya kendaraan yang kerap parkir di pinggir jalan. Bahkan, kawasan itu tak terlihat adanya juru parkir. (she)