Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12549

10 Tahun Grands i Hotel

0
Famous Dancer tampil memukai diatas panggung saat pembukaan Hut Grands I Hotel yang ke-10 di Nagoya, Sabtu (3/3). Dengan penampilan Famous Dancer ini pengunjung hotel atau tamu undangan sangat terhibur. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Hotel bintang 4 yang resmi di buka sejak 1 Maret 2008 dengan nama i Hotel, kian menunjukkan eksistensinya di Kota Batam. Dalam perkembangannya, di tahun keenam tepatnya 2014 lalu, i Hotel merenovasi kamar hingga public area, kemudian melakukan re-branding menjadi Grands i Hotel di 2016.

“Semua ini kami lakukan dengan totalitas dalam memberikan pelayanan prima, sebagai tugas utama. Dengan slogan ‘your home away’ kami berkomitmen agar senantiasa mengedepankan pelayanan dan mengutamakan kenyamanan tamu,” ungkap General Manager Grands i Hotel, Anngelynne Lee, dalam acara perayaan HUT Grands i Hotel ke 10, Sabtu (3/3).

Di 10 tahun Grands i Hotel ini, merupakan pertama kalinya digelar perayaan nan meriah dengan melibatkan tamu undangan dari para rekanan. “Biasanya dirayakan internal, atau kegiatan CSR,” ujar Executive Secretary Grands i Hotel, Reni.

Ia menjelaskan, konsep perayaan kali ini lebih memperkenalkan dan mendekatkan Grands i Hotel ke masyarakat lokal, maupun yang sedang berkunjung ke Batam. Salah satunya, Grands i Hotel turut andil menyemarakkan kegiatan Car Free Night BP Batam, melalui even Zumba Colour Night dengan mendatangkan instruktur dari lokal dan mancanegara serta bintang tamu Liza Natalia selaku Zumba Ambassador for Indonesia.

“Kegiatan itu diadakan tepat di bundaran BP Batam yang dimulai pukul 18.30 WIB, Sabtu (10/3) nanti,” sebut Reni.

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyediakan t-shirt, minuman, serta kupon door prize untuk peserta yang membayar HTM senilai Rp 75 ribu. Pembelian tiket dapat dilakukan dari sekarang di Grands i Hotel, maupun di hari pelaksanaan acara. “Untuk grandprize berupa sepeda motor, Tv dan sepeda,” jelasnya.

Grands i Hotel yang memiliki 165 kamar terdiri dari superior, deluxe, suite serta apartemen itu, juga tidak kalah aktif dalam program CSR terkhusus untuk program pendidikan. “Sampai saat ini, kami sudah memiliki lima panti asuhan untuk menerima beasiswa pendidikan terhadap anak-anaknya, mulai dari SD hingga SMA. Semoga keberadaan Grands i Hotel dapat terus berkontrubusi dalam perkembangan Kota Batam,” pungkas Reni. (nji)

Bayar Rp 25 Juta Langsung Huni Taman Golf Residence 3 Sukajadi

0
Bukit Indah Sukajadi mengadakan Sukajadi expo 2018 di Mega Mall, Batamcentre, Kamis (2/3) Tampak stan pameran berjejer yang mengikuti pameran. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Properti Taman Golf Residence 3 Sukajadi memberikan promo menarik selama Pameran Sukajadi Expo 2018 di Atrium Timur Mega Mall mulai 2-18 Maret. Hanya dengan Rp 25 Juta, konsumen sudah bisa langsung menghuni perumahan mewah tersebut.

Marketing Executive TGR Sukajadi, Siska mengatakan selain Rp 25 juta langsung huni, selama pameran TGR Sukajadi juga memberikan bonus lainnya, seperti member Golf Padang Sukajadi, sambungan indie home selama satu tahun.

“Serta bonus tambahan member platinum 1 tahun, voucher menginap dan hape samsung,” terang Sisa.

Tak hanya bonus, Perumahaan TGR Sukajadi juga memiliki banyak keunggulan seperti dekat dengan jalan raya dan Mal, tanah yang luas (seperti hook), tipe rumah couple, suasana yang nyaman dan asri. Bahkan spesifikasi bangunan rumah dibangun dengan bahan-bahan berkualitas.

“Untuk tipe rumah standar 135/200, bahkan kelebihan tanah ada yang sampai 362 meterpersegi. Perumahaan ini sudah solt out 70 persen. Jadi sisanya tinggal 30 persen lagi dan ready stok,” ujarnya.

Menurut dia, harga rumah dimulai dari Rp 2 miliar. Pembayaran cash bertahap pun lebih lama yakni hingga 48 kali. “Pembayaran cash keras juga mendapat potongan harga,” imbuh Siska.

Pameran Sukajadi Expo 2018 berlangsung hingga 18 Maret mendatang dan diikuti 12 stand. Diantaranya properti, hotel, office building, PT. Adhya Tirta Batam (ATB), padang golf, dan perbankan. Selama pameran pengembang menargetkan penjualan sebesar 40 milyar. (she)

Banyak Rusak, DLH Beli 20 Bin Kontainer

0
Petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup sedang merapihkan sampah di TPS Legenda Batamcenter yang akan diangkut ke tempat pembuangan akhir Punggur.
| F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tahun ini akan meremajakan bin kontainer yang sudah mengalami kerusakan. Puluhan bin kontainer yang rusak ini akan segera diganti dengan yang baru agar pengangkutan sampah bisa berjalan lebih baik lagi.

Kepala Bidang Sampah DLH Batam Faisal Novrieco mengatakan tahun ini pihaknya berencana menambah sedikitnya 20 unit bin kontainer melalui proses e-Katalog.

Ia menyebutkan 20 bin kontainer tersebut akan menggantikan posisi bin kontainer yang kondisinya rusak namun masih beroperasi hingga saat ini. Lebih dari 40 bin kontainer saat ini kondisinya rusak karena termakan usia namun masih layak digunakan.

“Masih bisa dipakai, namun kalau bisa menggunakan bin yang baru tentu akan lebih baik,” kata dia, Sabtu (3/3).

Ia menyebutkan untuk pembelian satu unit bin kontainer sampah ini menghabiskan Rp 45 juta rupiah. Penambahan 20 bin ini tentunya cukup membantu DLH dalam mobilisasi pengangkutan sampah dari sumber menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yang berada di Punggur, Nongsa.

Faisal mengungkapkan saat ini dari 45 bin kontainer sampah yang kondisinya rusak, 15 diantaranya sudah berhasil diperbaiki dan sudah kembali diopersikan. “Total yang aktif ada 180 bin,” sebutnya.

Kerusakan yang terjadi pada bin kontainer saat ini masih bisa diatasi. Beberapa bin juga sudah ditambal untuk menutup lubang yang ada di tiap dinding bin kontainer. “Ya, sejauh ini masih aman, saat proses pengangkutan sampah dari sumber ke TPA anggota kami sudah mengantisipasi sehingga sampah tidak jatuh ke jalan,” terangnya.

Ia menyebutkan saat ini 160 bin kontainer telah tersebar di 160 titik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS). Jumlah kebutuhan bin ini diperkirakan akan bertambah seiring adanya pengajuan penambahan pelayan pengangkutan sampah yang masuk ke DLH.

Pelaksana Tugas (Plt) DLH Batam, Herman Rozi beberapa waktu lalu mengungkapkan ada beberapa perumahan baru yang membutuhkan layanan seperti Sekupang dan Batamkota. “Tentu membutuhkan bin kontainer untuk diletakkan di TPS komplek mereka. Kami berharap selain mengganti bin yang rusak. Beberapa dari bin tersebut juga bisa mengisi TPS-TPS baru,”tutupnya. (yui)

Dinkes Anggarkan Rp 1,5 Miliar untuk Alkes Puskesmas Tanjunguncang

0
Pembangunan Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji sudah rampung dikerjakan, Selasa (30/1). Tetapi pihak kontraktor belum membayar sisa gaji pekerja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Batam menganggarkan Rp 1,5 miliar tahun ini untuk melengkapi beberapa perlatan medis untuk Puskesmas Tanjunguncang yang baru beroperasi Februari lalu.

“Beroperasi sudah, namun untuk alat kesehatan (alkes) masih belum lengkap,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmasjadi, Sabtu (3/3).

Ia menjelaskan pelayanan medis yang dibuka masih yang umum saja dengan peralatan yang belum lengkap. Seperti perawatan untuk pelayanan gigi masih belum ada. “Inilah yang lagi kami pesan di e-Katalog alkesnya, agar pelayanan bisa lebih maksimal lagi,” ujarnya.

Hampir satu bulan dibuka, pelayan di Puskesmas Tanjunguncang cukukp ramai. Pasien yang biasanya berobat di Puskesmas Batuaji sangat terbantu dengan beroperasinya yang di Tanjunguncang ini.

“Meskipun pelayan kami belum maksimal, Alhamdulillah bisa membantu warga sekitar,” imbuhnya.

Selain permasalahan alkes, pihaknya juga masih menggunakan tenaga medis yang juga bertugas di puskemas lain. Didi mengungkapkan hingga saat ini kepala puskesmas juga masih dijabat Pelaksana tugas. “Untuk nama-namanya sudah kami usulkan ke pimpinan. Tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari pimpinan saja,” tambah mantan Direktur RSUP Kepri ini.

Menunggu SK turun tentu pelayanan harus tetap jalan. Disinggung mengenai tenaga medis lainnya seperti perawat hingga dokter Didi mengau tidak ada penambahan atau perekrutan tahun ini. “Kami masih memanfaatkan yang ada dulu. Jika kurang mungkin tahun depan baru dilakukan perekrutan,” jelasnya.

Dia berharap proses pemesanan alkes ini bisa berjalan dengan baik sehingga tahun ini Puskesmas Tanjunguncang memiliki alkes yang lengkap.

“Prosenya sudah jalan, jika tak ada kendala mungkin pertengahan tahun sudah ada,” tutupnya.(yui)

Tiongkok Ingin Relokasi Pabrik ke Batam

0
Yuan China

batampos.co.id – Sejumlah pengusaha di Tianjin, Tiongkok, berencana merelokasi pabrik-pabrik mereka ke wilayah Kepri, terutama Batam. Saat ini banyak pabrik di Tianjin yang ditutup karena ketatnya aturan dan regulasi terkait kesehatan lingkungan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Wacana relokasi ini disampaikan kepada Penasihat Ekonomi Gubernur Kepri yang juga Wakil Ketua Kadin Indonesia bidang Pengembangan Wilayah dan Investasi, Johanes Kennedy, saat rapat di Tianjin, Kamis (1/3) lalu. Menurut Johanes, rapat tersebut dihadiri langsung oleh direktur kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Tianjin.

“Ini sangat luar biasa karena mereka sangat berminat untuk merelokasi sejumlah perusahaannya ke Kepri dan Batam pada khususnya,” kata Johanes.

Pria yang akrab dipanggil Jhon ini menyebut saat ini ada ribuan perusahaan di Tianjin, Tiongkok. Dan sudah sangat banyak yang terpaksa ditutup karena ribuan pabrik itu menyebabkan polusi udara yang sangat tinggi. Sehingga mereka berencana merelokasi pabrik tersebut ke wilayah Kepri.

Jhon menjelaskan, Tianjin termasuk kota terbesar di Tiongkok setelah Beijing. Tianjin adalah kota industri yang sangat padat. Menurut dia, perusahaan yang sudah ditutup tidak mungkin lagi bisa beroperasi lagi di wilayah Tiongkok.

“Makanya kita menunggu, mudah-mudahan Batam menjadi tujuan utama (relokasi) mereka,” katanya.

Bahkan Direktur FTZ Tianjin, Bao Jian, sudah menyatakan akan langsung datang ke Batam untuk melihat lokasi dan tempat untuk relokasi industri yang dimaksud. “Jadi mereka akan ke Kepri untuk menjajaki relokasi industri,” tambahnya.

Managing Director Panbil Group itu mengatakan, ada beberapa syarat yang diajukan pengusaha Tiongkok sebelum relokasi ke Batam. Salah satunya adalah kemudahan pengurusan perizinan, khususnya terkait izin Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Juga Batam harus melengkapi beberapa infrastruktur pendukung.

“Jadi kita harus siapkan pelabuhan mereka nantinya. Termasuk lahan karena butuh lahan yang luas. Termasuk keandalan air dan listrik,” katanya.

Setelah pertemuan dengan pejabat FTZ Tianjin, Jhon juga menggelar rapat dengan Direktur Divisi Perdagangan dan Ekonomi Tianjin, Wang Xing Chun. Dan wacana relokasi pabrik ke Batam masih menjadi pembahasan utama.

“Memang mereka sudah niat betul mau relokasi industri. Tergantung kesiapan kita,” katanya.

Direktur Divisi Perdagangan dan Ekonomi Tianjin Wang Xing Chun rapat dengan Johanes Kennedy membicarakan relokasi industri.

Sayangnya Jhon enggan mengungkap nama-nama pabrik yang berencana relokasi ke Batam itu. Menurut dia, daftar perusahaan itu akan disampaikan saat Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo berkunjung ke Tianjin, dalam waktu dekat.

“Ini sangat bagus untuk Batam dan Kepri pada umumnya,” kata Jhon.

Selain membicarakan wacana relokasi industri, nantinya gubernur dan kepala BP Batam akan menjajaki kerja sama dengan pengusaha dan pemerintah Tiongkok. Yakni terkait rencana investor Tiongkok membiayai sejumlah proyek besar di Kepri. Misalnya pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh dan proyek Jembatan Batam-Bintan.

“Kabar gembira ini harus kita sambut. Kita harus mempersiapkan segala sesuatu dan berharap semua ini akan cepat terealisasi,” katanya.

Berbeda dengan Jhon, pengamat ekonomi dan kebijakan publik dari Politeknik Negeri Batam Muhammad Zainuddin mengatakan, rencana relokasi industri Tiongkok ke Batam itu bukan serta merta menjadi kabar baik. Menurut dia, pemerintah tidak boleh sembarangan menarik investasi asing.

“Di satu sisi dapat meningkatkan ekonomi, tapi pemerintah jangan sporadis memasukkan investasi,” kata Zainuddin.

Menurut Zainuddin, sejak awal Batam dicanangkan menjadi kawasan industri teknologi tinggi. Sehingga pemerintah harus tetap berada pada rencana tersebut dalam membangun Batam.

Sebab, kata Zainuddin, beberapa investasi asal Tiongkok yang akan masuk ke Batam bergerak di bidang industri plastik. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan dan polusi udara di Batam.

“Jika kalau mau memasukkan industri berteknologi rendah seperti plastik, mungkin perlu ditentukan zona tersendiri,” katanya.

Sementara Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik rencana masuknya investasi Tiongkok ke Batam. Termasuk rencana 70 investasi asal Tiongkok yang bekerja sama dengan Kadin Kepri.

“Ini kabar baik. BP Batam tak bisa kerja sendiri,” kata Lukita, belum lama ini.

Meski begitu, Lukita berjanji akan memperketat aturan terkait kesehatan lingkungan dan Amdal. BP Batam juga sudah memiliki kawasan pengelolaan limbah berbahaya untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Pertanyaan teman-teman sudah jadi catatan. Kami akan jaga koridornya,” janjinya.
***

Margot Robbie Nomine Oscar Terpopuler

0

batampos.co.id – Margot Robbie telah dinobatkan sebagai nomine Aktris Terbaik Oscar tahun ini. Kini, jelang ajang penghargaan itu digelar, rupanya nama Robbie menjadi yang paling banyak dicari di Indonesia via Google. Selain dia, nama Denzel Washington juga tercatat paling populer di antara nominator lainnya. Denzel menjadi nominator Aktor Terbaik dalam ajang Oscar ke-90 itu.

Fakta itu didapat berdasarkan penelusuran dari Google Trends atas dua kategori Piala Oscar 2018 yaitu Aktor dan Aktris Terbaik dalam satu bulan terakhir (27 Januari-27 Februari 2018).

Pada kategori Aktris Terbaik, Margot Robbie untuk film I, Tonya mendominasi pencarian Google di Indonesia. Dia mengalahkan kepopuleran aktris lain dalam kategori sama seperti Meryl Streep (The Post), Sally Hawkins (The Shape of Water), Saoirse Ronan (Lady Bird), dan Frances McDormand (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri).

Margot Robbie sebelumnya sempat berperan dalam film the Wolf of Wall Street (2013) dan Suicide Squad (2015). Tahun ini, nama aktris kelahiran 1990 itu mendapat nominasi Piala Oscar pertamanya berkat film I, Tonya, yang menceritakan tentang kisah hidup seorang atlet seluncur.

Sementara pada kategori Aktor Terbaik, nama Denzel Washington untuk film Roman J. Israel, Esq unggul dalam hasil pencarian Google. Ia mengalahkan nomine lain, seperti Timothee Chalamet (Call Me By Your Name), Daniel Day Lewis (Phantom Thread), Daniel Kaluuya (Get Out), dan Gary Oldman (The Darkest Hour).

Selain karena kembali bersaing di Oscar, Washington juga dikenal atas perannya sebagai tokoh-tokoh legendaris, seperti aktivis hak asasi manusia Malcom X (Malcom X, 1992) dan Rubin ‘Hurricane’ Carter, seorang petinju legendaris asal New Jersey yang terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan di film The Hurricane (1999). (jpg)

BI Yakin Pelemahan Rupiah hanya Sementara

0
ilustrasi money changer

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) punya cukup amunisi untuk meredam pelemahan rupiah. Salah satunya cadangan devisa yang dimiliki Indonesia pada Januari 2018 lalu sebesar 131,98 miliar dolar AS, naik dibanding posisi Desember 2017 yang sebesar 130,20 miliar dolar AS. Pekan lalu, rupiah melemah dan sempat menyentuh angka Rp 13.800 per dolar AS. BI pun masuk ke pasar untuk melakukan intervensi, baik di pasar valas maupun pasar obligasi.

Hasilnya, rupiah pada akhir pekan lalu ditutup di harga Rp 13.746 per dolar AS, keluar dari area Rp 13.800 per dolar AS. Namun jika dihitung lebih luas, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) dalam sepekan tercatat melemah 0,56 persen. Sementara sejak awal Februari 2018, rupiah melemah 2,57 persen.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan, tren kenaikan cadangan devisa yang kuat ditopang oleh membaiknya perekonomian sepanjang tahun lalu. Dia yakin cadangan devisa nantinya masih akan mampu tumbuh lebih baik kendati BI harus melakukan operasi pasar.

Dody menjelaskan, pemerintah menerima devisa dari pajak minyak dan surat utang valas, yang kemudian masuk ke APBN. Dana valas tersebut kemudian ditukar ke rupiah di bank sentral, kemudian valasnya masuk ke cadangan devisa.
“Saya tidak bisa meramalkan cadangannya akan jadi berapa, tetapi yang pasti masih bisa naik,” ujarnya di sela-sela pelatihan wartawan ekonomi di Jakarta, Sabtu (3/3).

Dia menambahkan, BI melihat perekonomian dalam jangka panjang. Sehingga, pelemahan rupiah yang disebut hanya sementara ini tak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sesungguhnya. Jika melihat tren dolar AS yang menguat, Dody yakin cadangan devisa bisa meningkat.

Namun saat ditanya soal aliran dana asing, dia tak  menjawab detail. Hingga akhir Januari, aliran dana asing masih tercatat masuk ke Indonesia sebesar 2 miliar dolar AS. “Untuk yang Februari, saya belum pegang datanya. Maret akan seperti apa, I don’t know,” lanjutnya.

Dengan peringkat investment grade yang disematkan oleh lembaga-lembaga rating ke Indonesia, ditambah data inflasi yang rendah dan pertumbuhan ekonomi yang positif, Dody yakin tahun ini Indonesia masih akan menjadi tujuan investasi asing, baik investasi asing langsung (foreign direct investment) maupun portofolio. “Tapi memang sudah ada dana yang keluar, dari surat utang dan saham,” ungkapnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, volume intervensi BI di pasar tak bisa serta merta diukur dari cadangan devisa. “Misalnya kalau ada penurunan cadangan devisa, berarti BI intervensinya sejumlah selisih dari cadangan yang sekarang dengan yang sebelumnya, enggak begitu,” tuturnya.
Sebab, cadangan devisa juga dibentuk oleh variabel-variabel yang lain. Misalnya, pembayaran utang, penerimaan ekspor migas, dan penerimaan lelang surat utang.

Doddy menjelaskan, cadangan devisa pada akhir Januari 2018 cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,2 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga berada di atas standar kecukupan internasional yakni sekitar tiga bulan impor. Cadangan devisa kali ini termasuk yang terbaik, karena merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, melemahnya rupiah memang hanya sementara. Dia menilai pasar lebih dipengaruhi sentimen-sentimen di AS. Sementara dari sisi domestik, perekonomian Indonesia masih cukup baik meski pertumbuhan ekonomi belum mampu melaju kencang.

“Ini hanya sementara, soal dolar AS menguat. Suku bunga di dalam negeri memang sepertinya tidak ada ruang untuk penurunan kembali kalau rupiahnya seperti ini,” ungkapnya.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan, cadangan devisa bisa berkurang jika volume intervensi dari pemerintah untuk menaikkan rupiah cukup besar. “Pemerintah perlu mencari sumber devisa lain di luar sektor migas. Misalnya menaikkan devisa ekspor non migas dan devisa dari pariwisata,” tuturnya. (rin/jpg)

Parkir Sembarang Tempat, Mobil Diderek

0
Ilustrasi parkir sembarangan
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Aksi parkir sembarang di ruas jalan umum kerap terjadi pada ruas jalan Batam. Hal ini membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Batam geram. Oleh karena itu, dinas tersebut melakukan penderekkan mobil pelanggar di sekitar ruas jalan Engkuputri, Jumat (2/3).

Hari itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam Edo Purba menyampaikan ada tiga mobil yang diderek dan langsung dibawa ke Kantor Dishub Batam di Jalan Sudirman Sukajadi, Batam Kota.

“Niatnya ini efek jeralah, supaya tak ada lagi parkir sembarangan. Padahal sudah ada spanduk masih saja ada yang parkir sembarang,” kata Edo.

Dalam eksekusinya, Edo menyampaikan pihaknya terlebih dahulu mengimbau pemilik kendaraan untuk memindahkan kendaraannya. Namun jika pemilik kendaraan memindahkan kendaraannya, petugas Dishub akan langsung mengambil tindakan menderek kendaraan tersebut.

“Tak tunggu-tunggu lagi, langsung kami derek,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri menyampaikan hal ini dilakukan guna menegakkan aturan yang ada. Ia menyampaikan, pemilik kendaraan akan mengambil mobilnya ke Kantor Dishub Batam. Mobil akan dilepaskan pasca pemilik kendaraan membuat pernyataan untuk tidak memarkir sembarang kendaraannya.

“Sementara ini dulu (surat pernyataan) tindakan kami, kami harap mereka tidak ulangi lagi,”imbuhnya.

Ia mengatakan, ke depan jika pihaknya mendapati pelanggaran yang sama oleh kendaraannya yang sama juga, pihaiknya selain menderek dan menilang, pelanggara juga akan membayar denda ke kas daerah.

“Satu mobil Rp 500 ribu,” pungkasnya. (adi)

Ruli Diperjualbelikan, Disperkimtan Curiga Pemiliknya Kaya

0

batampos.co.id – Jual beli dan sewa rumah liar (ruli) marak di Seibeduk. Seperti yang terjadi di Ruli sebelum SMK Negeri 3 Batam.

Tampak di depan dua unit ruli kosong ada papan bertuliskan ‘Rumah ini dijual/disewakan’ pada papan tersebut juga lengkap tertera nomor yang bisa dihubungi.

“Kami tak tahu siapa yang punya. Ada nomor itu dihubungi saja,” kata seorang warga sembari berlalu.

Sementara itu seorang warga Perumahan Garden Ayu Permai, Icha, mengaku heran dengan aktivitas tersebut. Pasalnya banyak warga yang di perumahan resmi susah payah menyicil untuk mendapatkan hunian.

“Kalau sudah jual belikan tak lagi miskin namanya, tapi mau usaha ruli,” ucapnya.

Ia berpendapat hal ini bukan berarti ia tak memiliki empati pada sesama. Ia menduga aktivitas jual beli dan sewa ruli dilakukan oleh oknum yang ingin mencari untung dari ruli. “Harusnya pemerintah betul-betul menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Herman Rozie mengaku paham dengan persoalan tersebut. Kini, kata Herman, Pemko Batam tengah mendata ruli berdasar berdasar satu nama dan satu alamat.

“Kalau punya banyak disewakan sama mereka. Ketika ada apa-apa minta ganti rugi juga,” kata Herman.

Ia menyampaikan, pendataan kelak akan ketahuan siapa yang benar-benar warga tidak mampu secara ekonomi dan terpaksa tinggal di ruli dengan masyarakat yang mampu tapi seolah-oleha miskin dengan tinggal di ruli.

“Jual beli ruli, jangan-jangan orang kaya mereka. Saat ada kebijakan minta ganti rugi banyak, suara (protes) paling besar,” imbuhnya. (adi)

Pasien Katarak Tidak Bisa Berobat di RSUD Batam sebab …

0
Warga antre untuk berobat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Kamis (2/3). Warga mengeluhkan tidak adanya alat operasi mata katarak dan kekosongan obat. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kekosongan stok obat-obatan serta kekurangan peralatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam yang dipersoalan beberapa waktu lalu ternyata belum diatasi secara baik. Masih banyak pasien yang kecewa lantaran belum bisa menikmati layanan medis yang maksimal karena persoalan tersebut hingga, Jumat (2/3).

Seperti yang dialami keluarga Adjen Harahap yang berdiam di Dapur 12 Sagulung. Sudah sebulan ini mereka berusaha bolak balik ke rumah sakit bertipe B itu untuk mengobati penyakit mata katarak salah satu anggota keluarganya namun belum bisa dilayani sampai siang kemarin. Alasanya obat dan peralatan medis untuk mengobati penyakit mata tersebut belum ada di rumah sakit tersebut.

“Sudah lima kali bolak balik ke sini, tapi bapak saya belum bisa ditangani sama sekali. Katanya alat (medis) dan obat tak ada sampai hari ini,” ujar Adjen kepada wartawan, kemarin.

Situasi yang kurang bersahabat itu membuat keluarga Adjen pasrah. Mereka mengaku tak sanggup jika harus membawa sang bapak ke rumah sakit lain sebab keterbatasan biaya pengobatan. Sebagai peserta BPJS, Adjen tetap berharap agar RSUD bisa segera menangani penyakait bapaknya.

“Mau berobat ke rumah sakit lain belum punya biaya kami. Kami berharap agar tercover sama BPJS ini tapi malah begini jadinya,” ujar

Adjen juga mengaku sudah mempertanyakan ke pihak RSUD apakah ada solusi lain misalkan memberikan rujukan ke rumah sakit lain agar pengobatan bapaknya dicover oleh BPJS namun belum ada kepastian. Petugas medis di RSUD malah memintah keluarga Adjen bersabar sebab saat ini mereka sedang mengupayakan untuk melengkapi kekurangan obat dan peralatan medis tersebut.

“Katanya tunggu kalau sudah ada akan dipanggil, tapi sampai hari ini (kemarin) tak dipanggil-panggil. Mau sampai kapan lagi kami tunggu,” tutur Adjen.

Manajeman RSUD saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan yang pasti. Bahkan mereka berdalih belum mengetahui adanya persoalan itu.

“Kami cek dulu. Setahu saya obat sudah ada,” ujar Humas RSUD Novi

Senada disampaikan Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana yang mengaku belum tahu ada keluhan keluarga Adjen itu. “Bentar kami cek dulu,,” ujar Ani.

Disinggung terkait ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis secara umum diakui Ani sudah diatasi secara baik. Bahkan obat bantuan dari Pemprov masih tersedia sampai saat ini.

“Mungkin obat-obat jenis tertentu yang habis. Kalau secara umum masih tersedia kok,” ujar Ani.(eja)

Play sound