Kamis, 14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12593

Polisi Limpahkan Berkas Penyelundupan Barang Impor

0

batampos.co.id – Berkas kasus penyelundupan barang impor yang lolos di Batam dan berhasil diamankan di Pelabuhan ASDP Tanjunguban Januari lalu akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (kejari)Tanjungpinang, Senin (19/2).

Penyerahan barang bukti berikut tersangka penyelundupan barang impor bernama Edi Yanto alias Edi,34, dilakukan setelah pihak Kejari Tanjungpinang menyatakan perkara tersebut sudah lengkap (P21).

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 104 atau 113 UU RI Nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan atau Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf J UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Kasus ini menjadi atensi pihak kepolisian,” kata Kanit Unit III Satreskrim Polres Bintan Ipda Angga Riatma.

Karena itu, pihaknya akan senantiasa meningkatkan pengawasan beberapa titik yang disinyalir tempat masuknya barang barang selundupan. (met)

Karena Kata-Kata Adalah Senjata (2)

0

LIMA kedai kopi yang tersebar di kawasan kota itu berturut-turut telah disepakati sebagai stasiun pertemuan 1 hingga 5. Pertemuan mingguan dikabarkan lewat pesan dengan jumlah kancing di kotak pos di alamat mereka masing-masing. Apabila ada tiga kancing, artinya pertemuan diadakan di kedai kopi nomor 3. Jam pertemuannya disepakati pada pertemuan sebelumnya.

Adnan mengetahui juga kode itu.

Ia beberapa kali diminta pamannya untuk memasukkan kancing ke kotak pos di beberapa alamat. Ia harus melakukan tugas itu lepas tengah malam, untuk mengurangi kemungkinan diketahui oleh intel PID. Ia tahu itu adalah alamat-alamat para pengurus partai yang sudah dilarang dan dibubarkan oleh penguasa kolonial, tetapi seperti pamannya, mereka tak berhenti bergerak. Malam itu, Adnan harus memasukkan lagi kancing ke dua alamat yang ia sudah tahu sebelumnya, dan sebuah alamat baru.

Masing-masing dua kancing.

Akan ada pertemuan di stasiun nomor 2.

_|_

Kedai Kopi Tak Kie, di Kawasan Glodok, tepatnya di Jalan Pintu Besar Selatan, pagi itu sedang ramai. Di sana memang selalu ramai. Adnan duduk di meja paling belakang, dan menyukai aroma kopi bubuk dan uap kopi yang meruap dari wilayah penyeduhan. Ia teringat pada aroma kopi bubuk di tokonya dulu di Pematang Padang. Oh, berapa tahun sudah kota itu aku tinggalkan?

Kopi susunya yang hangat baru ia nikmati dalam dua-tiga sesapan. Ia menunggu seseorang dari Medan yang dalam surat ayahnya yang datang minggu lalu ia diminta untuk menemuinya. Orang itu disebutkan sebagai anak sahabat ayahnya hendak mulai memperluas perdagangannya ke Batavia.

Adnan dengan cermat mengawasi orang-orang yang datang dan pergi. Ia menebak-nebak saja, sebab ia tak tahu raut wajah orang yang hendak menemuinya itu. Ia membawa surat yang ia terima dari ayahnya. Di surat itu, surat yang ia selipkan di buku catatan kecilnya, ayahnya bilang bahwa foto Adnan telah diberikan pada orang itu agar ia mudah mengenalinya.

Di tengah keasyikan mengamati itu, Adnan justru melihat gadis yang ia ajak berkenalan di trem beberapa waktu lalu. Ia yakin sekali itu adalah dia, tak mungkin dia bisa lupakan wajah cantik itu. Rambutnya kini ditata dengan sederhana, rambut yang panjang, yang terhimpun rapi pada satu ikatan.

Tapi siapa yang bersamanya?

Lelaki tua tegap dengan gaya angkuh seorang ambtenaar atau inspektur polisi itu apakah ayahnya? Mungkin, keduanya ada kemiripan, putih pada kulit, dan bulat telur pada potongan wajah. Wajah seorang priyayi. Dan lelaki muda itu? Dia sama sekali tak mirip dengan si ambtenaar angkuh. Lelaki yang dijodohkan dengan si cantik? Si cantik itu tampak kikuk pada si lelaki. Seperti belum terlalu kenal, dan saling menjaga jarak. Adnan menertawakan dirinya sendiri. Apa urusannya jika gadis itu memang hendak dinikahkan dengan siapapun? Nama si gadis cantik itu pun dia belum tahu.

Si gadis tampak terkejut ketika ia menemukan Adnan dari mejanya mengamatinya. Adnan tersenyum, entah untuk apa, tapi jelas itu senyum untuk si gadis. Si gadis lekas-lekas menunduk.

Si lelaki muda mengikuti arah pandang si cantik. Ia menemukan Adnan, lalu mengeluarkan foto dari saku bajunya. Ia lantas berdiri menuju ke meja di mana Adnan menunggu.

“Adnan? Aku Djamal…” Ia tunjukkan foto Adnan.

“Ya, oh, rupanya kamu orangnya. Maaf, aku tak mengenalimu, ayahku tak menyertakan gambarmu di suratnya.”

“Ah, tak apa. Yang penting kita sudah bertemu toh. Oh ya mari, kukenalkan…”

Djamal membawa Adnan ke meja di mana dia, si gadis, dan ambtenaar tadi duduk. Ia memperkenalkan Adnan sebagai pedagang muda yang sukses di Batavia yang berasal dari kota yang sama dengannya.

“Oh, pedagang? Apakah sekarang pedagang juga dicari-cari sama polisi?”

Si ambtenaar menatap pada Djamal lalu keduanya menoleh pada Adnan.

“Oh, ini orang yang ketemu kamu di trem?” tanya si ambtenaar kepada Naila. “Kenapa kau lari menghindari patroli polisi waktu itu?” kali ini pertanyaan diarahkan kepada Adnan.

“Ah, cuma salah paham…”

“Kau ikut pergerakan? Seperti anak-anak muda itu juga?”

“Saya cuma pedagang. Berjualan batik, kain, tembakau. Yah, dagang apa saja. Kadang mengumpulkan hasil bumi lainnya juga…”

“Ya. Jangan ikut-ikut. Kalau berdagang, berdagang saja. Itu lebih baik. Berhubungan dengan orang-orang pergerakan itupun kalau bisa hindari. Cuma bikin repot kita…. Kita sedang bikin razia dan penangkapan besar-besaran. Orang-orang pergerakan itu mau dibersihkan semua,” ujar si ambtenaar seperti memberi nasihat atau peringatan, bukan kepada Adnan, tapi kepada Djamal.

Perkenalan dan pertemuan yang tidak nyaman.

Tapi setidaknya bagi Adnan, kini ia tahu gadis itu bernama Naila. Naila Bratanata. Nama belakang Naila adalah nama si ambtenaar, ayahnya. Begitupun sebaliknya bagi Naila, setidaknya ia tahu juga, Adnan tidak berbohong soal nama ketika ia memberitahukannya dalam pertemuan buru-buru di trem waktu itu.

Adnan dengan lekas bisa menilai siapa si ambtenaar. Jelas, dia tidak berada di pihak orang-orang pergerakan. Naila kemudian lebih banyak diam. Ia seperti menyesal tadi bicara soal Adnan yang dicari polisi yang membawa pembicaraan mereka menjadikan Adnan seakan terpojok.

“Sukarno sudah ditangkap. Partai Nasional-nya kena verbond. Tak boleh bikin kegiatan politik kecuali kegiatan sosial dan ekonomi. Tapi, orang-orang bodoh dan keras kepala itu mana bisa tak berpolitik? Saya kira bagus sekali ketika Mr. Martono umumkan pembubaran sendiri partai itu. Itu seluruh pengurus Partai Nasional harusnya juga ditangkap dan dibuang. Dengar-dengar mereka diam-diam sudah bikin partai lagi. Parindo? Apa itu namanya?”

“Mungkin…” Adnan tak lagi menyimak ocehan si ambtenaar.

Perhatian Adnan tersita oleh sosok lelaki berpiyama lusuh, dan bertopi seperti pedagang Cina, dan berjalan dengan langkah yang janggal, seperti berpura-pura pincang. Kepura-puraan dan penyamaran yang tak bisa menyembunyikan sosok yang sebenarnya: itu adalah pamannya.

Apakah Kedai Kopi Tak Kie ini yang dimaksud sebagai stasiun 2?

Berarti akan ada pertemuan di sini?

Adnan menanti dengan cemas. Pamannya duduk di meja paling depan tapi merapat ke dinding kiri, sehingga dengan leluasa ia bisa mengawasi semua kendaraan yang datang dari arah kanan kedai. Tak sampai sepuluh menit, seorang lelaki datang, bergabung di meja pamannya. Ia juga tampak seperti seorang pedagang yang lusuh dan bertopi lebar untuk menutupi wajah. Adnan tak bisa melihat dengan jelas wajahnya. Lalu beberapa menit kemudian seorang lagi menyusul. Harusnya, ada seorang lagi yang datang, mengingat ia semalam mengirim pesan kancing ke tiga alamat.

Kemudian ada sebuah mobil berhenti di depan kedai.

Adnan memperhatikan seseorang turun dan melihat dan melambai ke arah tiga orang yang sudah duduk di meja. Orang ketiga sudah datang. Jika sesekali menginap di rumah pamannya, Adnan kerap melihat sekilas tamu-tamu yang datang pada jam yang janggal untuk bertemu sebagai kolega dagang. Adnan mencoba mengingat, tiga orang itu, rasanya sekilas-sekilas pernah ia lihat. Tiga orang itu, tamu-tamu tengah malam di kantor dagang pamannya.

Belum lagi sempurna duduk si orang ketiga tadi, tiba-tiba beberapa mobil patroli polisi serentak datang dan berhenti, berlompatan menyerbu ke dalam kedai, mengepung meja di mana paman Adnan dan tiga orang temannya tadi berkumpul. Adnan melihat pamannya sempat berusaha untuk lari tapi kepungan itu terlalu rapat. Pamannya terhempas oleh poporan gagang senjata di perutnya.

Ada yang membocorkan tempat dan waktu pertemuan itu, pikir Adnan.

Adnan sempat tergerak untuk menolong pamannya, tapi tarikan lain lebih kuat mengikuti nalurinya untuk menyelamatkan diri. Ia melompat tanpa pamit ke arah dapur kedai kopi diikuti makian dan teriakan dalam bahasa Mandarin yang tak ia mengerti.

Dari pintu belakang ia lantas menghilang di antara rumah-rumah penduduk. Ia sempat melihat Naila yang terkejut dan panik, dan si ambtenaar berseru kepada polisi sambil menunjuk dia yang lari ke arah dapur.

(bersambung)

DPRD Prioritaskan Ranperda Tata Ruang

0
Ribuan unit rumah warga di kawasan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang, Suparno menggaransi rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Tata Ruang akan jadi prioritas dan dibahas secara serius. Hal ini, kata Suparno, lantaran pada tahun sebelumnya ranperda ini gagal mencapai kesepakatan untuk disahkan.

“Mengingat urgensinya juga, memang ranperda ini harus jadi prioritas kami ke depannya,” kata Suparno, Senin (19/2).

Politisi asal Fraksi PDI Perjuangan ini melanjutkan, ranperda tata ruang ini akan bermanfaat bagi Tanjungpinang ke depannya dalam melakukan penataan kawasan serta peruntukan lahan. Termasuk pula di antaranya pengembalian fungsi zonasi agar tidak lagi terjadi tumpang tindih. Hal ini yang kelak, kata Suparno, akan memudahkan kerja-kerja mengundang penanaman investasi di ibu kota.

“Makanya, itu yang pertama akan kami gesa di tahun ini,” tegas Suparno.

Suparno menuturkan, akhir bulan ini seluruh daftar program legislasi daerah (prolegda) sudah selesai. Mengenai ranperda inisiatif DPRD, kata Suparno, juga sedang dalam pembahasan di tingkat komisi. Ia mengharapkan kinerja rekan-rekan di komisi tetap prima di tengah kesibukan hiruk-pikuk Pilkada. (aya)

Ekspor Kepri Turun 15,7 Persen

0

batampos.co.id – Perkembangan nilai ekspor di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Januari lalu mengalami penurunan mencapai 15,7 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Panusunan Siregar menjelaskan, penurunan nilai ekspor di awal triwulan 2018 ini disebabkan turunnya ekspor komoditas migas sebesar 7,29 persen dan nonmigas sebesar 19,19 persen.

“Ekspor migas pada Januari 2018 mencapai 297,55 juta Dollar AS atau turun 7,29 persen dibanding Desember lalu. Sedangkan Ekspor nonmigas Januari senilai 626,30 juta Dollar AS atau turun 19,19 persen dibanding bulan sebelumnya,” sebut Panusunan, Senin (19/2).

Ada pun nilai ekspor ini merupakan sumbangan dari pintu masuk Pelabuhan Batu Ampar sebesar 296,38 juta Dollar AS, disusul Pelabuhan Tarempa 181,27 juta Dollar AS, Pelauhan Kabil Panau sebesar 126,74 juta Dollar AS, Pelabuhan Sekupang sebesar 182,73 juta Dollar AS dan Pelabuhan Belakangpadang dengan raihan 112,54 juta Dollar AS.

Ada pun Singapura masih menjadi negara tujuan utama aktivitas ekspor Provinsi Kepri. Pada Januari 2018 kemarin, tercatat nilai total ekspor ke Singapura mencapai 486,92 juta Dollar AS. Ekspor ke Singapura ini setara dengan kontribusi sebesar 52,71 persen.

Sementara negara kedua tujuan utama ekspor Kepri bukan negara jiran lainnya yang berdekatan. “Tapi ke Amerika Serikat. Nilai totalnya mencapai 65,22 juta Dollar AS,” kata Panusunan.

Selebihnya, negara utama tujuan ekspor Kepri adalah, Malaysia, Tiongkok, Thailand, Jepang, Perancis, India, Jerman, dan Australia. Keseluruhan nilai ekspor pada April 2017 ke 10 negara tersebut berjumlah 802,2 juta Dollar AS. (aya)

Dua Mantan Kades Dituntut Hukuman Berbeda

0
Dua Kades di Bintan, Yusran Munir dan Hamdan digiring petugas Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dua Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bintan, yakni Kades Penaga, Hamdan dituntut hukuman 3 tahun 6 bulan penjara dan Kades Malang Rapat Yusran Munir dituntut 3 tahun penjara serta denda masing-masing Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (19/2). Keduanya diketahui terlibat korupsi penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2016.

Kedua terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Terdakwa Hamdan juga diwajibkan membayar Uang Pengganti (UP) Rp517 juta yang telah dikembalikan terdakwa sebesar Rp70 juta, sedangkan terdakwa Yusran Munir diwajibkan membayar UP Rp 364 juta yang telah dikembalikan terdakwa sebesar Rp 100juta.

“Jika terdakwa Hamdan tidak membayarkan UP tersebut maka akan diganti dengan kurungan penjara 1 tahun 9 bulan, sedangkan terdakwa Yusran jika tidak membayar UP, maka diganti dengan kurungan penjara 1 tahun 6 bulan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda.

Usai pembacaan tuntutan tersebut, Hakim yang ketua Iriati Khoirul Ummah menunda persidangan dengan agenda mendengar pledoi kedua terdakwa. “Sidang ditunda hingga pekan depan untuk mendengar pembelaan terdakwa,” tutup Iriati.

Sebelumnya diberitakan, Kades Penaga, Hamdan dan Kades Malang Rapat Yusran Munir, diduga merugikan negara dalam penggunaan DD dan ADD Tahun Anggaran 2016 lalu sebesar Rp 500 juta.

Hamdan diketahui telah merugikan negara senilai Rp 300 juta. Sedangkan Yusran Munir sebesar Rp 200 juta, atas penggunaan Dana Desa lewat Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Malang Rapat sebesar Rp 1,8 miliar.

Modus yang digunakan adalah membuat Surat Pertanggungjawaban (SPj) untuk sejumlah kegiatan sehingga dana cair 100 persen, namun ada beberapa kegiatan fiktif karena tidak adanya SPj. (odi)

Datangkan Barongsai Usir Aura Tidak Bagus

0
Barongsai Citia Vidia Sasana Tanjungbalai Karimun ketika melakukan ritualnya di setiap rumah warga Tionghoa. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Walaupun tahun baru Imlek sudah berlalu, mulai dari makan bersama hingga open house diadakan oleh warga Tionghoa yang ada di Karimun. Pada hari ke empat, Senin (19/2), banyak warga Tionghoa yang melakukan ritual dengan memangil barongsai untuk mengusir aura tidak bagus dan membawa keberuntungan di rumahnya.

“Kalau istilah secara mendalam saya kurang pahamlah. Yang penting, niat kita memohon agar tahun baru Imlek sekarang bisa membawa keberuntungan di kedai saya. Ya biar ramai pengunjung untuk ngopi disinilah,” kata salah seorang warga Tionghoa asal Karimun, Kodrad.

Dirinya, hanya mempersiapkan beberapa buah jeruk untuk dilakukan ritual oleh barongsai. Selain itu di halaman kedai kopinya, sudah tergantung daun bawang untuk diambil oleh barongsai yang akan dilemparkan ke halaman kedai.
“Ini sudah tradisi kita setiap tahun baru Imlek. Dan, ada sedikit rezeki angpao buat pengurus barongsai,” ujarnya.

Sementara itu Mia Seng, Pembina Barongsai dari Citia Vidia Sasana Tanjungbalai Karimun mengungkapkan, kesenian barongsai hanya tampil untuk kegiatan tertentu saja. Seperti, pembukaan kantor, pernikahan, peresmian klenteng, kuil, vihara dan agenda tahunan yaitu Imlek yang biasanya penutupan tahun baru Imlek atau merayakan festival Cap Go Meh.

“Penampilan barongsai rata-rata mereka berharap, tahun baru Imlek dapat membawa keberuntungan dan kebahagiaan. Mulai dari keluarga, usaha dan sebagainya sesuai permintaan,” ungkapnya sambil mengarahkan anggotanya untuk melanjutkan aktraksi barongsai ditempat yang lain.

Sedangkan pantauan dilapangan, barongsai yang berasal dari Citia Vidia Sasana Tanjungbalai Karimun dengan menggunakan alat peralatannya melakukan ritualnya satu persatu memasuki rumah warga Tionghoa, hotel, kedai kopi yang berada di kota Tanjungbalai Karimun. Dan banyak warga masyarakat yang melintas untuk menyaksikan aktraksi barongsai yang dimainkan oleh anak-anak muda Tionghoa. Dengan memainkan barongsai, yang mengikuti irama musik seperti singa.

“Bagus kok. Saya dokumentasikan dengan telepon pintar buat anak-anak lihat. Kelihaian anak-anak muda itu memainkan barongsai. Ini menjadi tontonan yang menarik bagi saya,” kata Pendi salah seorang warga Karimun. (tri)

Jangan Paksa Wali Murid Bayar Biaya Pelajaran Tambahan

0

batampos.co.id – Biasanya, menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN), pelajar yang duduk di kelas terakhir, seperti pelajar SMP kelas 9 akan mengikuti pelajaran tambahan. Atau biasa disebut dengan terobosan yang akan dimulai setelah habis waktu normal belajar disekolah. Hanya saja, ada SMP yang membebankan biaya pelajaran tambahan tersebut kepada pelajar. Dan, ini dianggap memberatkan oleh orang tua siswa.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim menyebutkan, memang ada sekolah 9 atau kelas tiga SMP yang menerapkan biaya tambahan untuk program pelajaran tambahan. ”Perlu diketahui, disetiap sekolah sudah ada komite sekolah. Melalui komite ini, jika ada hal-hal yang berkaitan dengans ekolah dibahas bersama dengan wali murid,” ujarnya kepada Batam Pos, Senin (19/2).

Artinya, kata Bakri, terkait dengan masalah tambahan pelajaran untuk pelajar SMP kelas tiga dan ada biaya, maka dibicarakan dalam rapat musyawarah komite sekolah. Pihak sekolah tidak boleh menentukan sendiri berapa besarnya biaya untuk pelajaran tambahan tersebut. Karena, sudha tentu akan timbul keberatan dari pihak wali murid. Selain itu, kalau memang ada pelajar yang tidak mampu, maka jangan dikenakan biaya.

”Bahkan, saya juga menghimbau kepada pihak sekolah, jika ada wali muri8d yang mampu membayar dengan cara menyicil, maka hal itu diperbolehkan. Janagn paksa wali murid untuk segera membayar lunas. Cara-cara seperti ini tidak diperbolehkan. Terkait masalah ini, maka dalam waktu dekat kita akan mengadakan rapat dengan para kepala sekoalh. Salah satunya untuk membahas masalah ini,” paparnya. (san)

Sosialisasi Anti Kekerasan Anak

0
Sosialisasi prilaku sehat terhadap para pelajar di SMKN 1 Karimun, F. DOK PP, KB, PP, PA Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP, KB, PP, PA) Karimun, kemarin (19/2) melakukan sosialisasi kepada para pelajar SMKN 1 Karimun dalam rangka stop kekerasan terhadap
anak melalui program pembinaan ke sekolah dengan tema. Mari tingkatkan perilaku sehat dengan nilai agama, etika, moral, budaya bagi anak dan remaja dilingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

”Nah, melalui program ini kita harapkan. Pelajar bisa meningkatkan perilaku sehat sebagai benteng untuk menekan angka kekerasan terhadap anak,” jelas Kepala Bidang Perlindangan dan Pemenuhan Hak Anak Khairita, kemarin (19/2).

Walaupun saat ini, program pembinaan terhadap anak didik hanya dialokasikan untuk 400 pelajar atau untuk sementara dipulau Karimun. Sehingga kuota secara keseluruhan yang mencapai 4 ribu pelajar se kabupaten Karimun, namun nanti bisa diinformasikan kepada teman-teman sekolahnya secara estapet.

”Sesuai arahan dari Pak Bupati, agar terus dilakukan pemantauan langsung ke lapangan terhadap prilaku anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/Sederajat,” ungkapnya.

Menurut Khairita lagi, didalam sosialisasi tersebut juga menyampaikan tentang hak dan perlindungan anak sesuai dengan UU no35 tahun 2014. Bahwasannya, anak harus mendapatkan perlindungan sesuai tingkatannya hingga ke ditengah-tengah masyarakat. Dengan bermitra P2TP2A, informasi tentang anak bisa di dapatkan oleh siapa saja.

”Dalam proses perlindungan anak, kita memiliki 13 tim kooridnasi yang satu dengan yang lain ada kaitannya. Baik itu penyelesaikan masalah kasus anak maupun hingga proses hukum,” tuturnya.

Dimana, saat sosialisasi tersebut antusias para pelajar untuk bertanya cukup kritis terhadap fungsi dan tugas Perlindungan Anak. Berbagai pertanyaan dilontarkan para pelajar, dengan menghadirkan narasumber psikolog dari RSUD M Sani sebagai tim P2TP2A. Salah satunya memberikan penyuluhan bagaimana mengontrol emosi, supaya tidak menjadi negatif melainkan positif yang bisa bermanfaat.

”Sosialisasi ini mulai dari SMPN dan SMAN/Sederajat secara kontinyu. Intinya, kita ingin menekan terjadinya kasus anak. Dan paling penting juga peranan orangtua untuk tetap memantau aktivitas anak-anaknya,” kata wanita berjilbab.(tri)

Utak-atik Nomor Cantik

0

batampos.co.id – Nomor urut sudah didapatkan 14 kontestan pemilu. Kini mereka berpacu dengan waktu untuk menyiapkan materi kampanye terbaik. Untuk membungkus program dan janji yang akan disampaikan kepada publik.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menyatakan faktor utama yang menentukan sukses satu partai adalah program. ”Yang penting parpol punya program populis sederhana, tidak ngawang-ngawang, lebih mudah berkesan di benak masyarakat,” katanya, Senin (19/2).

Nomor urut cantik bukan segalanya. Meski itu juga penting untuk membantu sosialisasi.

”Kalau nomor satu memang sosialisasinya mudah. Tapi kalau nomor dua digit kalau sosialisasinya masif, juga bisa membekas di benak masyarakat,” papar Pangi.

Setiap partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 sudah mendapatkan nomor urut. Nomor itu akan memudahkan partai untuk melakukan sosialisasi dan mengenalkan kepada masyarakat. Namun, nomor urut tidak berpengaruh secara signikan dalam pemenangan pesta demokrasi.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini sependapat dengan Angga. Nomor urut tidak punya pengaruh signifikan dalam pemenangan pemilihan. Hal itu bisa terlihat dalam Pemilu 2014.

Alumnus fakultas hukum Universitas Indonesia (UI) itu menerangkan, Partai Nasdem ketika itu memperoleh nomor urut 1, tapi hanya menduduki peringkat sembilan secara nasional. PKB yang mempunyai nomor urut 2 hanya berhasil di urutan enam dalam peraihan suara nasional. Begitu juga PKS yang memiliki nomor urut 3, perolehan suaranya berada di rangking 7.

PDIP yang berada di nomor urut 4 berhasil menjadi juara pemilu dengan perolehan suara tertinggi. Partai Golkar yang mempunyai nomor urut 5 sukses menduduki urutan kedua dalam perolehan suara.

Titi menambahkan, nomor urut memang memudahkan parpol dalam mencari dan menyusun jargon, materi, desain dan slogan kampanye. Tapi, korelasinya dengan kemenangan parpol tidaklah signifikan.

”Apalagi partai kita kan tidak terlalu banyak. Kurang dari 20,” ucapnya.

Namun, ke internal partai, nomor urut punya daya magis tersendiri. Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, nomor urut 3 yang didapatkan partainya sangat bermakna. Dalam prespektif ideologi, angka tiga melambangkan tekad perjuangan bangsa seperti yang disampaikan presiden pertama Soekarno, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

”Trisakti ini juga sebagai Nawacita Presiden Jokowi,” tuturnya.

Menurutnya, angka tiga tidak hanya simbolisasi salam metal. Angka tiga membawa spirit perjuangan kepartaian yang bergerak ke bawah, berada di tengah rakyat dan menyadari bahwa rakyatlah yang menjadi jiwa dan energi perjuangan partai. Salam metal atau merah total adalah salam yang digelorakan anak-anak muda pada Pemilu 1997 untuk menentang rezim yang otoriter.

Sementara itu, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding mengatakan nomor urut 1 akan melecut partainya untuk menjadi nomor satu dalam pemilu.

”Kami akan segera melakukan sosialisasi nomor PKB,” ucapnya.

Pihaknya kini tengah menyusun konsep yel-yel, jingle, dan desain nomor, sesuai dengan nomor urut yang didapatkan.

Yusril Resmi Gugat KPU

Upaya hukum akhirnya ditempuh Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, setelah partainya dinyatakan tidak lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Gugatan sengketa penetapan disampaikan ke Bawaslu, Senin (19/2). Dia mengklaim mempunyai bukti kuat bahwa partainya memenuhi syarat (MS) dalam verifikasi.

Menurut Yusril, gugatan itu disampaikan kepada Bawaslu karena pihaknya tidak puas dengan penetapan parpol peserta pemilu yang diputuskan KPU. Gugatan sengketa itu didasari bukti kuat. Yusril mengaku mendapatkan bukti bahwa pleno KPU Papua Barat telah menyatakan PBB MS di atas 75 persen kabupaten/kota. Keputusan KPU Manokwari Selatan yang semula menyatakan PBB TMS di kabupaten tersebut sudah dikoreksi oleh KPU Papua Barat.

”Kami punya berita acara (BA) yang menyatakan PBB MS di Papua Barat,” terangnya.

Dia juga mempunyai rekaman video yang berisi pengumuman KPU Papua Barat yang menyatakan PBB MS. Bukti-bukti itu sangat kuat. Walaupun sudah ada bukti, KPU tetap ngotot bahwa partainya tidak lolos. Apalagi, tutur dia, TMS hanya di satu kabupaten saja.

”Kami sangat dirugikan,” urai dia.

Sebelumnya, tutur dia, pada rapat pleno penetapan parpol peserta pemilu, komisioner KPU sempat melakukan kesalahan fatal. Yaitu, menyebutkan bahwa PBB TMS di Sumatera Utara.

”Tapi KPU kemudian meralat dan meminta maaf,” paparnya.

Pria kelahiran Belitung itu menyatakan, keputusan KPU sangat merugikan partainya. Karena KPU tetap tidak mengubah keputusannya, PBB pun melakukan perlawanan dengan mengajukan gugatan.

“Jika KPU mengatakan siap menghadapi gugatan PBB, maka kami berkali lipat siap melawan KPU,” ucapnya.

Bahkan, pihaknya tidak hanya mengajukan gugatan perdata, tapi juga pidana. Dia siap mempidanakan semua komisioner KPU jika mereka terlibat dalam konspirasi menggagalkan PBB mengikuti Pemilu 2019.

“Konspirasi itu harus dibongkar,” terang politikus yang juga pengacara itu.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, lembaganya akan mengecek berkas gugatan PBB. Ada waktu tiga hari untuk mengecek berkas gugatan.

“Kalau tidak memenuhi persyaratan, ya akan kami kembalikan,” ucapnya. (lum/oni)

 

WN Malaysia Tewas di Kontrakan

0
Polisi mengeluarkan mayat WN Malaysia Lee Chok Fei yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Senin (19/2). F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Lee Chok Fei, 54 WN Malaysia dengan nomor paspor A15014532 yang dikenal di kalangan rekan-rekannya sebagai loya atau ahli feng shui, kemarin (19/2) pukul 11.30 WIB ditemukan tewas membusuk di dalam rumah kontrakannya di Perumahan Siang Hwa Garden Nomor 141 Jalan Telaga Riau RT 006/ RW 002, Kecamatan Karimun.

”Diketahuinya ada mayat di dalam rumah setelah pemilik rumah kontrakan, Cui Kiat mendapatkan telepon dari warga sekitar bahwa di rumah yang di kontrak oleh Lee Chok Fei mengeluarkan bau busuk dan banyak lalat. Mendapatkan laporan dari warga, pemilik rumah bersama dengan ketua RT setempat mendatangi rumah yang dimaksud,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Senin (19/2).

Kemudian, lanjut Lulik, pintu rumah dibuka dari luar. Pada saat pintu terbuka langsung mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ternyata, Lee Chok Fei sudah meninggal dunia dalam keadaan terbaring di bagian tengah rumah. Setelah itu, Tim Inafis Polres Karimun melakukan pemeriksaan terhadap mayat dan juga memeriksa di dalam rumah. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan tubuh.

”Kondisi tubuh Lee Chok Fei sudah membengkak dan diperkirakan sudah meninggal dunia empat hari lalu. Tim medis dari RSUD M Sani juga telah melakukan visum luar. Juga tidak ditemukan adanya tanda kekerasan ditubuhnya. Untuk statusnya memang ditemukan adanya paspor, namun sudah habis masa berlakunya. Berdasarkan pengakuan RT stempat Lee Chok Fei sudah tinggal di komplek perumahan tersebut sejak 2014,” paparnya.

Menyinggung tentang izin tinggal Lee Chok Fei, Lulik menyebutkan, jika melihat paspor yang sudah habis masa berlakunya pada 2010 dan juga keterangan RT setempat diduga sudah melebihi batas waktu. ”Kemungkinan sudah over stayed atau melebihi waktu izin tinggal yang diberikan,” ungkapnya.

Ahui, salah seroang teman Lee Chok Fei yang ditemui di kamar mayat RSUD M Sani menyatakan tidak mengetahui jika temannya itu adalah warga negara asing (WNA) asal Malaysia. ”Saya benar-benar tidak tahu kalau kawan itu (Lee Chok Fei, red) orang Malaysia. Karena, saya pernah bertanya asal dari mana. Pengakuannya berasal dari Selatpanjang. Namun, keluarganya ada tinggal di Batam dan Tanjungpinang,” jelasnya. (san)

Play sound