Rabu, 13 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12613

Takut Digusur, Warga Ruli Menolak Didata

0
Ruli yang semakin menjamur di belakang kantor Lurah Bukit Tempayan, dekat Pasar Melayu, Batuaji.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah kawasan rumah liar (ruli) di Batam belum tersentuh pendataan, hal ini dikarenakan warga menolak untuk didata karena mengira pemerintah langsung melakukan penggusuran.

“Padahal kami ingin tahu berapa penduduk ruli, sehingga ke depan pemerintah mudah menata mereka,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Kota Batam, Herman Rozie, Minggu (11/2) siang.

Herman mengaku adalah salah satu persoalan yang pihaknya hadapi di lapangan. Untuk itu ia berharap kerjasama dari warga. Menurutnya, data yang akurat penataan akan lebih terarah dan tepat sasaran.

“Bukan untuk mereka yang justru jadi pengusaha di ruli, punya kos-kosan di ruli tapi mereka sendiri tinggal di tempat yang mewah,”imbuhnya.

Ia menduga, penolakan bisa saja hadir dari kelompok kepentingan yang menambil untung dari ruli, bukan warga yang betul-betul dari kalangan tidak mampu secara ekonomi.

“Yang tak mampu saat kami tanya pengen ditata, karean mereka paham kalau ditata mereka akn punya tempat yang legal dan tak khawatir sewaktu-waktu digusur,”ucapnya.

Herman menyampaikan, dugaan tersebut bukan tanpa alasan karena pihaknya merasakan langsung di lapangan, bahkan jauh-jauh hari sewaktu ia menjadi Camat Lubukbaja. Kelompok masyarakat yang mengambil untung dari ruli yang kerap bersuara lantang menolak pendataan dan penataan.

“Mereka yang punya usaha air hingga kos-kosan, ini biasanya yang paling keras menolak,”ucapnya.

Mulai Februari ini, Disperakimtan Kota Batam kembali melakukan verifikasi lanjutan rumah liar (ruli). Verifikasi terakhir, data ruli ada 30.868 unit ruli. Pendataan ini dimaksudkan agar Batam punya data valid tentang ruli.

“Verifikasi faktual ini by name by address,” kata dia.

Dalam pendataannya, Herman menyampaikan petugas juga juga akan mengambil gambar fisik rumah, dengan cara ini akan ketahuan warga yang memiliki lebih dari dua unit ruli.

“Kalau sudah begitu akan ketahuan, mana ruli yang baru atau orang kaya pura-pura tinggal di ruli, apakah layak dibantu. Saya pribadi yang kaya tidak perlu dibantu,” paparnya. (adi)

Yusnadi, Pemburu Kamera Klasik Produk Dalam dan Luar Negeri

0
Yusnadi Nazar memperlihatkan koleksi kamera jadul di rumahnya, Minggu (11/2). F. Raja Ayu untuk Batam Pos

batampos.co.idJika sudah hobi mengoleksi sesuatu barang, kemana pun akan diburu untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga yang sesuai. Hal tersebut yang dilakukan Yusnadi Nazar,34, untuk mendapatkan sebuah kamera analog antik yang berbentuk klasik.

Saat ditemui, Lelaki yang akrab disapa Odi ini sedang memajang puluhan kamera jadul di rumahnya jalan Gatot Subroto Batu 5 Tanjungpinang. Odi juga tampak sedang membersihkan dan mengotak-atik kamera jadul koleksinya agar tetap bersih dan tidak berdebu.

Lelaki yang berprofesi sebagai jurnalis foto di media cetak Batam Pos tersebut mengaku memulai mengkoleksi kamera jadul (kamera tua, red) sejak tahun 2001 lalu. Awalnya ia diberi kamera jadul milik orang tuanya. Karena kecintaanya pada fotografi menjadikan dirinya pengkoleksi kamera analog tua atau kamera jadul.

Rata-rata kamera jadul miliknya buatan tahun 1940 hingga tahun 1990 berbagai jenis yang diproduksi di berbagai negara di Eropa dan Asia dengan berbagai merek seperti Yashica, Kodak, Ricoh, Canon, Nikon, Lubitel, Zenith, Fujica, Emy K, Anny 44, Minolta, Polaroid Land Camera, Konica, Olympus, Seagull dan Agfa. Sebagian kamera jadul tersebut masih bisa berfungsi dan layak pakai.

“Rata-rata kamera saya jenis Rangefinder Fix Lens, kamera Twins Lens Reflex (TLR) medium Format dengan dua lensa, Single Lens Reflex (SLR), kamera Polaroid dan kamera Viewfinder,” Ungkap Odi.

Selain kamera buatan eropa, Ia juga mempunyai kamera buatan Indonesia yakni Fujica M1, diproduksi tahun 1980 yang memiliki keunggulan seperti membuat foto dengan tehnik Multiple Exposure.

“Kita harus bangga Indonesia juga pernah produksi kamera sendiri dan bisa dikatakan kamera buatan Indonesia ini sudah canggih pada zamannya,” katanya.

Menurutnya, memotret menggunakan kamera jadul, lebih susah dibanding menggunakan kamera digital. Mulai dari memasukkan roll film atau klise ke dalam kamera, memotret, lalu mencuci film di kamar gelap dan kemudian mencetaknya. “Karena kepuasan dan sensasi berbeda yang membuat saya suka mengkoleksi kamera jadul,” ujarnya.

Untuk menggunakan kamera jadul tersebut, sambung Odi harus terlebih dahulu membeli roll film. Namun sekarang sudah sulit untuk mendapatkannya.

“Roll film sudah tidak ada yang jual, kalaupun ada harganya mahal,” paparnya.

Kamera analog, menurutnya lebih panjang usianya daripada kamera digital. Kamera analog lebih unggul dari segi penggunaan, asalkan dirawat dengan benar dan mempunyai roll film, hingga kapanpun tetap bisa digunakan.

“Kalau kamera digital ada limit penggunaannya, sedangkan kamera tua ini tidak ada limitnya dan tahan banting,” bebernya.

Menurutnya, merawat kamera jadul cukup rumit. Karena pada saat membersihkan harus sabar dan telaten. Untuk itu dirinya harus berhati-hati saat membersihkan kamera jadul koleksinya. “Merawatnya susah susah gampang, salah sedikit aja bisa rusak,” ujarnya.

Selain kamera jadul, odi juga mempunyai sepeda motor jadul Honda bebek c70 buatan tahun 1972 dan Honda bebek Grand buatan tahun 1990 yang digunakannya untuk bekerja sehari-hari. (jpg)

Baznas Bantu Dua Sekolah

0
Penyerahan bantuan sekolah di Sekretaris Baznas Anambas kepada penerima bantuan. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kepulauan Anambas telah membagikan bantuan dana kepada dua sekolah Madrasah. Madrasah Nurul Islamiah yang berada di Kecamatan Jemaja dan Madrasah Fatahilah Tarempa di Kecamatan Siantan. Bantuan tersebut sumber dananya berasal dari sumbangan masyarakat di Provinsi Riau.

Bantuan tersebut berupa uang sebesar Rp 35 juta untuk masing-masing sekolah. Dana tersebut bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan belanja mobiler bagi kepentingan kemajuan sekolah tersebut.

“Uang sebesar Rp 70 juta yang dikumpulkan dari sumbangan masyarakat yang berada di Provinsi Riau telah diserahkan untuk dua sekolah Madrasah Nurul Islamiah dan Madrasah Fatahilah,” ungkap Ketua Baznas Kabupaten Kepulauan Anambas, Mustansir, ketika menyerahkan bantuan di kantor Baznas, Sabtu (10/2) pukul 20.00.

Katanya, bantuan itu diserahkan kepada ke dua sekolah telah melalui rapat dan survei ke lapangan oleh tim teknis Baznas. Penyerahan bantuan kemarin disaksikan oleh pihak perwakilan Kemenag Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meskipun anggaran yang dibantu bersumber dari masyarakat peduli bencana di Provinsi Riau, Baznas juga meminta kepada pengurus kedua sekolah agar dapat membuat laporan pengeluaran keuangan yang digunakan. Hal itu berguna bagi pihak Baznas menyampaikan secara transparan kepada warga yang ikut peduli di Provinsi Riau nantinya, tujuannya demi menciptakan rasa kepercayaan dan menghindari fitnah. “Tentu kita meminta kepada kedua sekolah itu membuat laporan pertanggung jawabannya,” jelas Mustansir.

Ketika ditanya terkait pencapaian target Baznas Anambas memungut Zakat kepada sejumlah kalangan, dan instansi Pemkab Anambas, ia menerangkan bahwa, Baznas Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) semulanya memberikan target sebesar Rp 360 juta dalam kurun satu tahun pendapatan pungut Zakat tercapai, namun dengan berkat kerjasama dan kesadaran masyarakat maka target yang ditentukan melebihi pencapaian target. Pada tahun 2017 Baznas Anambas telah sukses mengumpulkan anggaran zakat sebesar Rp 636 juta dari berbagai kalangan.

Tidak dipungkiri masih banyak masyarakat yang tidak mau membayar zakatnya bahkan para pekerja Aparatur Sipil Negara (ASN) juga belum semua ikut membayar, sesuai data yang ada di Baznas sekitar 50 persen saja dari total jumlah ASN yang bekerja di lingkungan Pemkab Kepulauan Anambas yang ikut membayar zakat, adapun jumlah ASN di Anambas sekitar 1600 orang.

“Tahun 2018 kita harapkan lebih meningkat lagi masyarakat yang membayar zakat. Hal itu sangat membantu bagi warga yang sangat membutuhkan. Perlu kerja sama yang baik semua pihak pastiny,” kata Mustansir. (sya)

Banyak e-KTP Siap Cetak, belum Diambil

0
ilustrasi

batampos.co.id – Camat Batuampar Tukijan menegaskan tengah menunggu hasil cetak perekaman e-KTP dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Batam. Sebab hingga awal Januari Kecamatan Batuampar mendapat jatah perekaman 4083 e-KTP dari Disduk.

“Hasil rapat di Disduk Camat Batuampar mendapat tambahan 4083 e-KTP yang telah siap cetak. Saat ini kami tengah menunggu hasilnya,” kata Tukijan, kemarin.

Menurut dia, jika cetakan itu selesai maka tak ada lagi penumpukan e-KTP di Kantor Camat Batuampar, kecuali untuk permohonan baru di bulan Januari 2018. Dimana hanya ada 446 permohonan e-KTP dan 320 permohonan KK.

“Kalau sudah kami terima, makan akan langsung diserahkan ke pemilik masing-masing. Kasihan mereka sudah lama menunggu karena kekosongan blanko beberapa waktu lalu,” jelas Tukijan.

Disisi lain, Tukijan menyebutkan masih ada sekitar 1263 e-KTP yang sudah dicetak belum dijemput warga. Ia pun telah mengirim pesan singkat kepada pemilik e-KTP. Bahkan, meminta bantuan Kelurahan untuk memberitahu kepada RT agar memberikan informasi kepada warga yang e-KTPnya sudah selesai dicetak.

“Ada 1263 e-KTP yang belum dijemput. Kami sudah minta bantuan Kelurahan agar menginformasikan ke warga dengan membuat daftar nama-nama yang e-KTPnya sudah selesai dicetak,” sebut Tukijan.

Meski di informasikan di Kelurahan, penjemputan e-KTP yang telah selesai cetak tetap dilakukan di Kecamatan.

“Jemputnya tetap di Kecamatan, Kelurahan hanya menginformasikan saja,” pungkas Tukijan. (she)

Masih Ada PK5 di Jodoh Boulevard

0
Kondisi Taman Jodoh Boulevard setelah dibersihkan dari PK5.
Foto. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi pasar Jodoh Boulevard sepertinya tak bisa benar-benar bersih dari pedagang kaki lima. Terbukti masih adanya sejumlah pedagang kaki lima yang nekat berjualan di kawasan tersebut.

“Saya jualan hanya pakai gerobak, jadi kalau ada petugas bisa langsung tarik,” ujar Ujang pedagang makanan di pasar tersebut.

Ujang mengaku tahu pasti atas larangan untuk berjualan di kawasan tersebut. Namun karena sudah punya pelanggan tetap, ia tetap bertahan, meski pernah ditertibkan beberapa waktu lalu.

“Belum dapat tempat jualan yang pas, makanya jualan disini,” terang Ujang lagi.

Sementara Camat Batuampar Tukijan tak menapik masih adanya pedagang kaki lima yang berjualan di kawasan Jodoh Boulivard. Bahkan, pihaknya memberikan dispensasi kepada para pedagang untuk berjualan di malam hari.

“Memang masih ada, tapi mereka berjualan di malam hari. Kalau di siang hari jelas di larang. Ini hanya sementara sampai pasar Induk dibangun,” tegas Tukijan.

Menurut dia, petugasnya bersama Satpol PP tetap mengawasi area tersebut agar tidak kembali digunakan untuk membangun tempat berjualan PK5. Namun, jika hanya untuk berjualan pada malam hari dan kemudian dibersihkan kembali, pihaknya masih memberi dispensasi.

“Asal tak jualan di siang hari saja. Malam silahkan jualan. Tak mungkin kita larang, kasihan mereka juga mencari rezeki dari sana,’ pungkas Tukijan. (she)

Pemenang Lomba TTG akan Dipatenkan Produknya

0
Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Wapres Republik Indonesia Jusuf Kalla saat menghadiri pameran teknologi tepat guna, tahun lalu. F. Kominfo untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan kembali membuka lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Bintan tahun 2018. Pemenang dalam lomba ini akan diberikan hak paten atas produknya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika yang dihubungi, Minggu (11/2) menjelaskan, lomba ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan ide ide kreatif dan inovatif di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap masing masing desa bisa mengikutsertakan perwakilannya.

Untuk mengikuti lomba ini, Ronny menjelaskan, peserta harus berdomisili di Kabupaten Bintan. Lomba tidak hanya diikuti masyarakat, namun bisa kalangan pelajar atau mahasiswa. Selain itu, peserta bukan hanya kelompok melainkan bisa perorangan atau individu. Bagi peserta yang berminat, ia mengatakan, bisa mengambil formulir dan melakukan pendaftaran mulai tanggal 1 Februari di kantornya.

“Pengembalian formulir paling lambat tanggal 31 Maret,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbagai kreativitas dan inovasi yang menarik telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti karya pelajar SMK Negeri 1 Bintan tentang pemanfaatan limbah bulu ayam untuk pertanian, lalu ada juga produk alarm motor maling yang hanya mengeluarkan biaya Rp 46 ribu, namun memberikan manfaat untuk memperkecil tingkat
kerawanan terhadap pencurian sepeda motor.

Tak hanya itu, ia menambahkan, produk TTG yang belum berhasil pada tahun sebelumnya dapat diikutsertakan kembali namun hadir dengan berbagai penyempurnaan atau inovasi terbaru.

Sedangkan, peserta yang mewakili Kabupaten Bintan di lomba TTG Tingkat Provinsi Kepri dan masuk 3 besar, ia mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atau Hak Paten terhadap temuan alat teknologi tepat guna tersebut.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi berharap lomba ini mampu memberikan dampak yang positif untuk kemajuan daerah di bidang teknologi melalui berbagai inovasi-inovasi terkini, yang memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat.

Dituturkannya juga, Pemkab Bintan sudah amat dikenal baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional atas prestasi dalam inovasi yang diwujudkan dalam sebuah produk saat pameran-pameran. Maka dari itu, dirinya telah meminta agar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Bintan bisa memfasilitasi hak paten bagi para pemenang agar nantinya bisa mempunyai brand yang bisa mengharumkan nama daerah. (met)

 

Dana Operasional Bus Trans Batam Tahun 2018 mencapai Rp 17 miliar

0
Fitriyani seorang petugas tiket Trans Batam Dinas Perhubungan Kota Batam saat memberikan tiket kepada salah seorang penumpang tujuan Batamcenter-Sekupang. Bus Trans Batam menjadi salah satu sarana angkutan umum warga Batam. F cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dana operasional dan pemeliharaan Bus Trans Batam tahun 2018 mencapai Rp 17 miliar. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Trans Batam Bambang Sucipto mengatakan, dana ini tersebar untuk semua koridor se Batam.

“Kini kami memiliki delapan koridor yang dilayani Trans Batam,”ungkap Bambang, Minggu (11/2).

Bambang mengaku, dana yang dikucurkan untuk operasional dan pemeliharaan tak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh jasa angkutan yang dikelola pemerintah ini. Tahun 2018 ini, UPT Trans Batam menargetkan pendapatan sekitar Rp 11 miliar.

“Ada semacam subsidi terkait ini, tidak semata-mata kejar profit,” ungkap dia.

Ia mengklaim, sebagai penyedia jasa yang berlatar belakang pemerintah pihaknya berkewajiban untuk mengembangkan pelayanan juga pendapatan. Kedua hal ini, ia klaim akan komit dijalankan UPT Trans Batam.

“Layanan kita tingkatkan, pendapatannya pun demikian. Tahun kemarin target pendapatan kami Rp 6 miliar dan tercapai Rp 7 miliar,” terangnya.

Menurutnya, kini Trans Batam semakin disukai masyakarat. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri pihaknya untuk terus memeberikan pelayanan yang baik. “Kita patut terus tingkatkan layanan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri menyampaikan, sejak 2017 pihaknya telah mengajukan 40 bus angkutan umum ke Kemenhub RI Namun pada tahun tersebut Kemenhub RI tidak mengadakan bus angkutan umum.

Menurutnya jika permintaan Pemko Batam tersebut terpenuhi, bus baru digunakan untuk menganggti beberapa bus yang lama juga untuk memenuhi kebutuhan dua koridor baru yakni Nongsa-Punggur serta Tembesi-Galang.

“Tahun ini baru ada pengadaan, kalau demikian mereka juga akan berikan untuk Batam. Berapanya, sekarang belum diketahui,” ucap Yusfa.

Ia menyampaikan, terkait pengemudi maupun kenek Trans Batam pihaknya kelak akan menerapkan seleksi yang baik, seperti tidak terlibat narkoba hingga cakap dalam berkendara.

“Tidak bisa langsung mempekerjakan orang,” pungkasnya. (adi)

Pastikan Balita Asup Vitamin A, Gratis di Posyandu Terdekat

0

batampos.co.id – Februari jadi bulan penting buat balita. Karena sepanjang bulan ini adalah bulan imunisasi vitamin A agar membantu tumbuh-kembang balita tetap dalam kondisi sehat dan prima. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kesehatan pun menaja imunisasi gratis vitamin A di seluruh Posyandu yang ada.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tanjungpinang, Handayani Ariza mengimbau agar orang tua tidak melewatkan kesempatan ini. “Bukan untuk ibu-ibu, tapi demi kesehatan anak-anak ke depannya. Maka pastikan Februari ini balitanya diajak ke Posyandu untuk mendapatkan asupan vitamin A,” ujarnya ketika menghadiri imunisasi di Posyandu Senang Hati di Kampung Bugis, kemarin.

Pemberian vitamin A buat balita ini merupakan program yang dilaksanakan setiap tahunnya, pada bulan Februari dan Agustus atau 6 bulan sekali. Vitamin A, kata Handayani, merupakan zat gizi yang penting untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh bagi balita.

“Vitamin A adalah nutrisi penting yang sangat dibutuhkan bagi proses tumbuh kembang anak. Dengan ketercukupan asupan vitamin A pada balita dan anak, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam menjelaskan, pemberian asupan vitamin ini akan diberikan kepada 17.613 balita usia 0-59 bulan dan 2.163 bayi yang ada di Tanjungpinang.

Vitamin A ini sangat penting didapatkan oleh balita agar terhindar dari kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A sendiri, kata dia, bisa mengakibatkan rabun senja yang bila tidak teratasi bisa berlanjut menjadi kebutaan.

“Penyakit lain yang bisa timbul paposyanduda anak yang kekurangan vitamin A berkelanjutan antara lain adalah mata kering, buta ayam, diare, kulit kering, lebih rentan terhadap campak dan ISPA,” terang Rustam, kemarin.

Untuk itu Rustam mengimbau kepada segenap orang tua balita di Kota Tanjungpinang untuk dapat mengunjungi posyandu di lingkungan masing-masing guna mendapatkan vitamin A ini. “Jangan ada satupun anak balita yang tertinggal,” tegasnya. (aya)

Pemda Natuna Tambah Modal Rp 5 Miliar di Bank Riau

0
Bupati Natuna Hamid Rizal, bersalaman dengan Direktu Utama Bank Riau Kepri Irvan Gustari, usai menandatangani nota kesepahaman antara Pemkab  Natuna dengan PT Bank Riau Kepri di Pekanbaru, Jumat (9/2).

batampos.co.id – Bupati Natuna Hamid Rizal, menandatangani nota kesepahaman antara pemerintah kabupaten Natuna dengan PT Bank Riau Kepri tentang penyediaan dan pemanfaatan layanan jasa perbankan di menara Dang Merdu kantor Bank Riau Kepri,  Pekanbaru, Jumat (9/2) kemarin.

Penandatangan kerjasama tersebut hadiri direktur utama, Irvandi Gustari, direktur operasional, Denny M.Akbar, direktur kepatuhan dan manajemen resiko Eka Afriadi, dan beberapa kepala divisi serta kepala cabang Bank Riau Kepri di Natuna Irsyadi Syukri.

Irvandi Gustari menyampaikan, sistem yang telah dibangun oleh Bank Riau Kepri dengan pemanfaatan teknologi informasi dan inovasi layanan yang ada, sehingga Bank Riau Kepri menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang terbaik di Indonesia.

Irvandi Gustari juga berterima kasih atas pilihan Pemkab Natuna untuk terus menjalin kerjasama dengan bank Riau Kepri dan juga menyampaikan komitmennya untuk membangun kantor cabang bank Riau Kepri yang ikonik di daerah perbatasan sebagai dukungan bagi pembangunan di kabupaten Natuna.

Hamid Rizal yang didampingi oleh sekretaris BKPAD kab Natuna Syafei dan Kabag Humas protokol Budi darma, mengatakan, bahwa kerjasama yang telah terjalin sejak lama hendaknya dapat mendukung kinerja Pemkab Natuna dalam persoalan penganggaran dengan kondisi geografis kabupaten Natuna. Dengan kondisi daerah kepulauan, penyertaan modal Pemkab Natuna sebesar 5 miliar pada tahun ini dan dukung penuh rencana pembangunan kantor cabang bank Riau Kepri yang ikonik di kabupaten Natuna.

“Nota kesepahaman yang ditandatangani untuk kerjasama pelayanan layanan jasa giro, pelayanan tabungan, pelayanan deposito dan pelayanan serta pemanfaatan layanan jasa non tunai dalam rangka optimalisasi pengelolaan keuangan daerah,” kata Hamid Rizal.

Hamid Rizal juga menghadiri acara rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan tahun buku 2017 dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) tahun 2018 Bank Riau Kepri yang dihadiri oleh 21 kepala daerah se Riau dan kepulauan Riau. Acara yang berlangsung sampai dinihari itu membahas penyertaan modal dan rencana bisnis bank Riau Kepri kedepannya.

“Pemerintah daerah terus membahas rencana kerja. Tahun ini Pemda Natuna kembali menambah penyertaan modal kepada Bank Riau,” jelas Hamid Rizal.(arn)

Bintan Terima Deviden Rp 9,8 Miliar

0

batampos.co.id – Bank Riau Kepri (BRK) membukukan laba sekitar Rp 454,395 miliar pada tahun 2017 lalu. Bank daerah ini tumbuh sebesar Rp 4,3 triliun pada tahun 2017 dari 21,22 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp 25,492 triliun.

Dari laba itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan menerima deviden sebesar Rp 9,8 miliar dari penyertaan modal sebesar Rp 38 miliar atau 3,60 persen.

Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan beberapa catatan usulan kepada jajaran direksi Bank Riau Kepri agar memaksimalkan pelayanan kepada nasabah. Apalagi saat ini, BRK belum memberikan data real time terhadap pelaporan dalam pelayanan pajak daerah.

Selain itu, pelayanan pemindah bukuan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) pemerintah daerah dirasa belum maksimal karena masih terpusat di kantor cabang Tanjungpinang. BRK belum bisa melakukan SP2D di kantor cabang pembantu atau payment point.

“Kita ketahui bahwa Kantor Cabang Tanjungpinang sendiri harus melayani tiga pemerintahan sekaligus, mulai dari Pemerintah Kota Tanjungpinang, Pemerintah Provinsi Kepri, hingga Pemerintah Kabupaten Bintan,” sebutnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras jajaran Bank Riau Kepri atas peningkatan laba di tahu lalu tersebut. Terlebih, pertumbuhan ekonomi pada triwulan III di Provinsi Riau sebesar 2,85 persen dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri 2,41 persen. “Saya apresiasi kinerja jajaran Bank Riau Kepri karena pencapaiannya di tahun 2017 lebih baik dari tahun 2016,” tukasnya. (met)