Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12615

Malam Ini, Jalan Sekitar Dataran Engku Putri Ditutup

0

batampos.co.id – Polda Kepri akan menutup jalan-jalan disekitaran Dataran Engku Putri, Batamcenter, 31 Desember mulai dari pukul 18.00. Dirlantas Polda Kepri AKBP Yuli Kurniawan menuturkan jalan yang ditutup itu yakni Jalan Raja H Fisabiillah, Engku Putri, dan Ahmad Yani.

“Bagi masyarakat yang ingin masuk ke Dataran Engku Putri, kami menyediakan kantong-kantor parkir,” katanya saat ditemui Batam Pos di Mapolda Kepri, Jumat (29/12).

Yuli mengatakan pihaknya menyediakan lima kantong parkir, yang terletak di di Kantor BP Batam, Jasa Raharja, BPJS, Asrama Haji dan PT Gas. Tempat parkir ini disediakan karena kendaraan mulai pukul 18.00 (31/12) sudah tidak bisa memasuki jalan-jalan di Kawasan Engku Putri.

“Ada jalan yang biasanya dua arah, kami jadikan satu arah saja,” ucap Yuli.

Jalan di depan kantor BPJS biasanya dua arah, saat 31 Desember hanya satu arah dari persimpangan Jalan Ahmad Yani menuju ke Jalan Raja M Tahir. Begitu juga jalan dari Polsek Batamkota menuju bundara Pusat Informasi Haji.

“Nantinya setiap persimpangan akan dijaga olah Polantas, mengatur arus lalulintas kendaraan,” ujarnya.

Yuli mengatakan tidak hanya persimpangan sekitaran Batam Center saja yang akan dijaga oleh Polisi Lalu Lintas (Polantas). Tapi daerah-daerah yang akan menjadi pusat keramaian saat perayaan tahun baru. “Nagoya, Harbour Bay, Bukit Senyum,” tuturnya.

Sebanyak 100 personel Polantas yang diturunkan untuk menjaga arus lalu lintas tetap lancar selama perayaan tahun baru. Selain itu juga diperkuat dari satuan lainnya yakni Shabara, Intelkam, Reskrim. “Polda, Polresta, dan Polsek turun semua untuk pengamanan,” ungkapnya.

Ia menghimbau saat perayaan tahun baru nanti, masyarakat tetap mematuhi aturan berlalu-lintas. Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“Bagi pengendara roda dua selalu memakai helm, roda empat menggunakan sabu pengaman. Dan paling penting berkendara dengan baik dan tidak ugal-ugalan,” ujarnya.

Pada 31 Desember itu ada beberapa kegiatan di Dataran Engku Putri. Dari pukul 18.00 berlangsung acara “Car Free Night”. Mendekati pergantian tahun baru, Pemko Batam mendatangkan band ibukota yakni Cokelat dan juga band lokal. Puncaknya saat pergantian tahun baru dimeriahkan dengan pesta kembang api.

Meriahnya acara saat pergantian tahun baru ini, tentunya bakal menyedot perhatian masyarakat. Sehingga hal ini diantisipasi pihak kepolisian, dengan memberikan pengamanan extra ketat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dinas Pariwisata Kota Batam Pebrialin mengatakan pesta kembang api durasinya cukup lama. Dan ia berharap hal ini dapat menghibur masyarakat dan menarik wisatawan lebih banyak ke Batam. “Durasinya sekitar 15 menit,” tuturnya. (ska)

Libur Akhir Tahun, 11 Ribu Penumpang Tinggalkan Batam

0
Calon penumpang pesawat memedati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (18/12). Lonjakan penumpang memasuki liburan sekolah dan menjelang natal dan tahun baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 11 ribu lebih penumpang tercatat meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Sabtu (30/12). Jumlah penumpang ini meningkat drastis dibandingkan akhir pekan biasa. Diduga para penumpang menyebrang ke Malaysia atau Singapura untuk menikmati libur akhir tahun 2017.

Pantauan Batam Pos, ribuan penumpang memadati area Pelabuhan Batamcenter. Rata-rata mereka yang berangkat membawa ransel atau koper berukuran cukup besar. Tak hanya bagian dalam Pelabuhan Batamcenter yang padat, bagian luar juga telihat padat. Bahkan, jalan di depan Pelabuhan Batamcenter sempat macet.

Kasi Ops Pelabuhan Internasional Batamcenter, Sobri mengatakan lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Jumat (29/12) sore. Namun, lonjakan penumpang kembali terjadi mulai Sabtu (30/12) pagi hingga sore hari. Dari data sementara, jumlah penumpang yang berangkat meninggalkan Batam sekitar 11 ribu penumpang.

“Jumlah ini jauh meningkat dibanding akhir pekan biasa. Dimana pada akhir pekan biasa jumlah penumpang hanya 5000an. Semua kapal yang berangkat hari ini full,” terang Sobri.

Tak hanya penumpang berangkat, jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Internasional juga meningkat. Pihaknya pun telah mengantisipasi agar tak terjadi penumpukan penumpang baik dikeberangkatan ataupun kedatangan. Beberapa instansi yang bertugas di Pelabuhan juga menambah jumlah anggota, diantaranya Beacukai, Imigrasi, Ditpam dan polisi untuk pengamanan.

“Jumlah penumpang berangkat dan datang hampir sama-sama meningkat. Antisipasi dengan penambahan petugas dari berbagai instansi di Pelabuhan, tujuannya agar tak ada penumpukan,” imbuh Sobri.

Untuk penumpang yang masuk ke Batam didominasi warga negara Singapura dan Malaysia. Rata-rata WNA dari negara tetangga Batam itu datang untuk berbelanja dan perawatan.

“Rata-rata yang masuk dari Malaysia dan Singapura, biasanya mereka bisa sampai dua atau tiga hari untuk berbelanja dan menikmati makanan murah disini,” terang Sobri.

Menurut Sobri, puncak arus balik penumpang yang berangkat atau kedatangan diduga kembali terjadi Senin (1/1) 2018. Beberapa armada kapal juga telah mengajukan penambahan kapal untuk mengakut penumpang.

“Untuk hari ini tak ada, namun Senin besok diperkirakan ada penambahan kapal yang berangkat ataupun datang,” pungkas Sobri. (she)

Dishub Pemko Batam Operasikan Pelra Sekupang

0
Penumpang boat pancung. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setelah pengerjaan yang cukup panjang, akhirnya awal tahun nanti Pelabuhan Rakyat yang berada di samping Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) dioperasikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

“Desember ini pengerjaan rampung, jadi awal tahun sudah bisa ditempati,” kata Kepala Dishub Batam, Yusfa Hendri, Sabtu (30/12).

Ia mengungkapkan tahun ini pihaknya menggelontorkan dana sebesar Rp 3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2017 untuk penyelesaian gedung bertingkat tersebut. Saat ini tinggal finalisasi penataan seperti kios yang berada di lantai dasar, hingga lantai satu sebagai kantor atau ruang rapat, dan ruang VIP untuk tamu.

Dia menambahkan ke depan, pihaknya juga akan memperbaiki dermaga pelabuhan yang dilalui penumpang tujuan Belakangpadang ini, agar memungkinkan disandari kapal milik Pemko Batam.

“Biasanya kan ada kunjungan pimpinan, jadi mereka bisa lewat pelra ini saja, sebut Yusfa.

Awal tahun nanti, beberapa personil dari Dishub Batam juga sudah mulai ditempatkan di pelra tersebut. Yusfa menambahkan dengan adanya personil ini, pengamanan dan pengawasan di pelra bisa lebih ditingkatkan. “Khususnya saat angin utara, kan banyak pengemudi yang tidak melengkapi dan menggunakan alat keselamatan.

Ini tentu akan menjadi salah satu fokus kami agar bisa dibenahi. Jangan ada lagi karena sudah biasa atau alasan lainnya,” papar mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.

Ia menngungkapkan, pelra Sekupang merupakan salah satu pelabuhan yang sering dilewati wisatawan baik lokal maupun luar. Dia berharap keberadaan pelra ini bisa menunjang faslitas pelra dan memberi wajah baru bagi wisatawan. “Fasilitas seperti toilet juga sudah dibenahi,” tutupnya.(cr17)

Pilot Malindo Air Asal Malaysia Tertangkap di Batam

0
Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri melakukan razia rutin di Bandara International Hang Nadim Batam, Sabtu (30/12/2017).

Dari razia itu, terjaring satu orang pilot Maskapai Malindo Air karena hasil tes urinnya positif menggunakan narkoba.

Pilot bernama Ahmad Syahman bin Saharuddin, berusaha membuang sabu seberat 1,90 gram ke di toilet. Sabu itu disimpan dalam kotak kacamata milik pilot berkewarganeraan Malaysia itu.

“Kami akan proses sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Indonesia,” kata Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan, Sabtu (30/12).

Ahmad Syahman, sejak menginjak kakinya di terminal kedatangan Bandara International Hang Nadim Batam, sudah dipantau oleh beberapa anggota BNNP Kepri. Dari caranya berjalan, berbicara dan gerak gerik matanya, petugas BNNP Kepri menduga Ahmad dalam pengaruh narkoba.

Namun petugas BNNP Kepri tidak langsung menangkap Ahmad. Sesuai rencana awal, pemeriksaan tas-tas milik penumpang tetap dilakukan pihak Bea Cukai Batam. Pemeriksaan tidak hanya menggunakan mesin X-ray saja, tapi juga menurunkan anjing pelacak khusus narkoba.

Satu per satu tas milik penumpang masuk X-ray dan diendus anjing pelacak. Ahmad yang sebelumnya sudah diberitahu pemeriksaan ini hanya kepada penumpang saja. Terlihat cukup santai menunggu gilirannya untuk memasukan tasnya ke dalam x-ray.

Namun begitu giliran Ahmad dan krunya, General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Suwarso meminta Pilot, Co Pilot dan dua orang pramugrinya menjalani tes urin. Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air bersikap kooperatif. Dengan patuhnya ketiga orang ini mengikuti permintaan Suwarso.

Sedangkan pilot Maskapai Malindo Air, Ahmad ini berusaha untuk tidak mengikuti tes urin itu. Ia mengatakan kepada Suwarso, bahwa dirinya sedang terburu.

“Tapi saya bilang sebentar saja,” ucap Suwarso.

Lalu dia mengeluarkan alasan lain, dirinya akan dipanggil pihak Lion Air grup. Tapi alasan ini berhasil dipatahkan Suwarso.

“Dia bilang lagi, sudah selesai buang air kecil, tapi saya bilang lagi ke dia nanti minum. Ikuti saja tesnya, tak lama,’ ungkap Suwarso.

Setelah sekitar 10 menit debat. Akhirnya Ahmad mau mengikuti tes itu. Ahmad terlebih dahulu mengambil gelas untuk menampung air seninya. Lalu disusul oleh Co Pilot dan dua pramugari Malindo Air.

Co Pilot dan dua pramugari ini tak berapa lama keluar. Dan menyerahkan air seni ke petugas BNNP.

“Hasilnya negatif,” ucap Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan.

Sedangkan Ahmad belum juga keluar dari toilet. Ia beralasan tidak bisa buang air kecil. Sehingga petugaspun menunggu pilot asal Malaysia di depan pintu toilet.

Ahmad masuk ke dalam toilet pukul 11.15. Namun hingga pukul 12.10 belum juga bisa buang air kecil. Petugas sudah memberikan minum, tapi tetap juga tidak bisa.

Akhirnya Ricard meminta Kabid Brantas BNNP Kepri Bubung Pramiadi membawa saja Ahmad menuju ke Kantor BNNP di Nongsa.

“Bawa saja, di kantor kita lanjutkan,” ujarnya.

Ahmad digiring keluar dari toilet. Tapi sebelum keluar, ia membuang kotak kacamatanya. Aksi ini ketahuan oleh petugas. Dan petugas itu mengkode Kabid Brantas BNNP Kepri. Mengerti kode itu, Bubung meminta anggotanya segera membawa Ahmad ke BNNP Kepri.

Setelah sampai di BNNP Kepri, Ahmad akhirnya bisa buang air kecil. Hasil tesnya positif.

“Kami akan bawa hasil ini ke BNN Pusat, untuk uji konfirmasi,” ungkap Ricard.

General Manager Operasional Hang Nadim, Suwarso menegaskan Pilot Malindo Air ini dilarang untuk terbang. Nantinya akan disiapkan pilot cadangan, yang akan membawa pesawat ini kembali ke Malaysia.

“Untungnya mereka baru besok (hari ini, red) berangkat, jadi ada waktu menyiapkan pilot cadangan,” ujarnya.

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko membenarkan adanya pilot Malindo Air positif mengkonsumsi zat narkotika.

“Atas nama manajemen Lion Air Group, kembali mengucapkan terima kasih banyak dan mengapresiasi kinerja dari BNN yang terus melakukan pemberantasan Narkoba khususnya di kalangan awak pesawat, yang dimana hal ini sejalan dengan prinsip perusahaan dalam memberikan larangan keras terhadap pegawai nya jika terbukti memiliki ataupun mengkonsumsi obat-obat an terlarang,” tuturnya.

Ia mengatakan akan menyerahkan proses hukum ini kepada pihak yang berwenang, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika terbukti bersalah, yang Ahmad akan menerima sanksi tegas.

“Sanksinya berupa pemberhentian hubungan kerja,” katanya.

Soal penerbangan Batam ke Subang, Rama meminta masyarakat tidak perlu risau. Pihaknya sudah menyiapkan pilot penganti.

“Sehingga tidak akan mengganggu operasional pada penerbangan tersebut,’ ucapnya.

Selain memeriksa Pilot Malindo Air. Pihak BNNP Kepri juga melakukan tes urin terhadap pilot dan serta kru dari Maskapai Citilinkd dan Lion Air. Namun hasilnya negatif, kru dari Citilink dan Lion Air ini bebas dari narkoba. (ska)

Bidang Pariwisata Dominasi Pelatihan Disnaker

0
Batam berkonsentrasi menjadi kota destinasi wisata. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali menggelar pelatihan untuk tenaga kerja yang ada di Batam. Tahun ini program peningkatan keahlian tenaga kerja paling banyak dibuka untuk mereka yang bergelut di dunia pariwisata.

“Karena Batam lagi menuju kota wisata, jadi butuh SDM yang mumpuni, makanya pariwisata paling diunggulkan disamping yang lainnya,” kata Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, Sabtu (30/12).

Tahun ini sedikitnya ada 11 bidang keahlian dengan total kuota pelatihan mencapai 843 orang dari bidang perhotelan dan pariwisata seperti, pengembangan bahasa inggris, barista, house keeping hingg sertifikasi HRD dan marketing, sedangkan untuk bidang industri ada 13 bidang dengan kuota peserta sebanyak 130 tenaga kerja, dan sektor lainnya 100 peserta.

“Total keseluruhan ada 956 peserta yng akan diikutkan dalam pelatihan peningkatan kompetensi pekerja ini,” sebutnya.

Rudi menyebutkan baik pelatihan untuk pencari kerja maupun tenaga kerja tahun ini memang tidak sebanyak tahun lalu. Hal ini disebabkan pendapatan IMTA yang menurun. “Kami menyesuaikan dengan anggaran yang ada, kalau banyak anggaran tentu banyak juga pelatihan yang kami gelar dan begitu sebaliknya,” terangnya.

Rudi menambahkan, untuk memaksimalkan pelatihan ini, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan persatuan pariwisata yang ada di Batam. “Jadi untuk peningkatan kompetensi langsung dikirim dari asosiasinya, biar lebih terokordinir,” jelas mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam ini.

Ia berharap peningkatan kompetensi ini bisa menjadi nilai jual bagi tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih tinggi lagi, dan siap bersaing dengan tenaga kerja asing (TKA).

“Ya semoga mereka bisa berkarir di luar Batam dengan gaji yang lebih besar juga, karena kompetensi mereka sudah setara dengan TKA,” ujarnya.

Disinggung mengenai anggaran yang dihabiskan untuk pelatihan ini, Rudi mengaku tidak begitu ingat, namun nilainya tidak sebanyak tahun lalu yang mecapai Rp 15 miliar.Untuk waktu pelaksanaan, ia menyebutkan sekitar bulan Mare atau April karena pihaknya akan menggelar pelatihan untuk pencari kerja terlebih dahulu di Januari nanti.(cr17)

Lipesia pun Digelar di Batam

0

batampos.co.id – Kompetisi sepakbola antar perusahaan yang dulu dikenal dengan nama Galakarya atau Liga Karyawan akan hadir kembali dengan nama baru ‘Lipesia’ yang merupakan singkatan dari Liga Pekerja Indonesia.

Lipesia merupakan gawean bareng antara Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)serta berkoordinasi dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akan digelar di 34 provinsi di Indonesia.

Melibatkan 544 perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Tentunya, Kepri termasuk salah satu provinsi yang bakal menghelat Lipesia 2018 ini. Lipesia Zona Kepri 2018 akan dilangsungkan mulai 20 Januari hingga 16 Februari 2018 di Stadion Temenggung Abdul Jamal Batam.

“Mainnya Sabtu dan Minggu, sehingga tidak mengganggu jadwal kerja para karyawan,” ujar Ketua panitia Haris Suhendar kepada Batam Pos, Sabtu (30/12).

Jumlah peserta di setiap provinsi sebanyak 16 tim. Ke-16 tim dibagi ke dalam beberapa grup. Bertanding menggunakan sistem setengah kompetisi. Para juara provinsi akan bertanding di 6 Zona Regional yang dibagi ke dalam 8 grup. Para juara grup berhak melaju ke babak 8 Besar Nasional.

“Sampai saat ini sudah ada 11 tim yang konfirm ikut ajang ini. Pendaftaran akan ditutup tanggal 6 Januari 2018,” kata Haris.

Dikatakan, berdasarkan aturan yang berlaku peserta Lipesia adalah karyawan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Dengan rentang usia mulai 20 sampai 40 tahun.

“Partai final nasional dijadwalkan digelar 1 Mei 2018 yang bertepatan dengan Hari Buruh atau May Day,” sebutnya.

Haris berharap Lipesia ini dapat menjadikan sarana berkreasi yang menyehatkan seluruh pekerja di Indonesia serta mengeratkan persatuan para Industriawan dalam satu kegiatan sepakbola.

“Semoga kegiatan ini dapat membantu program pemerintah dalam Percepatan Pembangunan Sepakbola di Indonesia,” tutup Haris. (cr16)

Polresta-Pemko Batam Sepakat Sukseskan Program Kampung Anti Narkoba

0
Kapolresta Barelang Kombes Hengki (tengah) bersama Wakapolresta (kanan) dan Kasat Reskrim memberikan keterangan pengungkapan narkoba saat ekpos di Mapolresta Barelang, Rabu (27/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Mengantisiasi maraknya peredaran narkoba di lingkungan masyarakat Batam, Kapolresta Barelang, Kombes Hengki berencana menggandeng Pemko Batam untuk membuat program kampung anti narkoba.

Hal tersebut disampaikan Kombes Hengki saat membuka rapat koordinasi peningkatan peran RT/RW dalam rangka penegakan hukum bagi organisasi radikal dan anti pancasila, guna mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Jumat (29/12) siang.

“Kami tak ingin peredaran narkoba tahun depan ini marak di Batam. Untuk menekan peredaran narkoba di masyarakat, salah satu caranya yakni dari Polresta Barelang menggandeng Pemko Batam untuk mengimplementasikan kampung anti narkoba di Batam. Kalau untuk mengandalkan personel polisi, jumlahnya sangat terbatas,” ujar Kombes Hengki.

Peran serta masyarakat seperti misalnya memberitahukan adanya oknum yang bertransaksi narkoba di lingkungan masyarakat, lanjut Kombes Hengkis, sangat membantu sekali bersama-sama memberantas keberadaan peredaran narkoba di masyarakat.

“Dari Polresta Barelang untuk mengawali program kampung narkoba nantinya terealisasi dengan efektif, salah satunya akan lombakan masing-masing Polsek yang tersebar di 12 Kecamatan. Perlombaan yang saya maksud adalah, siapa yang mampu memberantas peredaran narkoba terbanyak di wilayah kerjanya Polsek, merekalah yang akan kami kasih reward, baik itu untuk anggota maupun Kapolseknya,” terang Kombes Hengki.

Seperti apa nantinya teknis program menggalakkan kampung anti narkoba, Kombes Hengki mengatakan, hal itu masih akan ia godok bersama jajajaran Kasat-Kasat.

Sementara, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar mendukung penuh apa yang akan dicanangkan oleh Kapolresta Barelang, Kombes Hengki yang akan membuat program kampong anti narkoba.

“Kami dari Pemko Batam sepenuhnya akan mensupport program tersebut demi masa depan masyarakat Batam. Apa yang Pemko Batam bisa dan mampu bantu untuk mendukung program tersebut, saya pasti akan mendukung sepenuhnya. Bila perlu dari Pemko Batam dilibatkan untuk mensukseskan program kampung anti narkoba di Batam,” terang Amsakar Achmad.

Amsakar juga tak mau kalah dengan Polresta Barelang demi terwujudnya program kampung anti narkoba. Ia berencana akan memanggil seluruh camat maupun lurah di Batam.

“Saya berencana akan lombakan camat-camat dan lurah-lurah se-Batam. kelurahan atau kecamatan mana saja yang mampu menekan dan memberikan informasi adana peredaran narkoba di wilayahnya, apalagi sampai ikut menangkap oknum pengedar narkobanya, dari Pemko Batam nantinya akan memberikan reward bagi kecamatan atau kelurahan terbaik yang sudah mampu menekan adanya peredaran narkoba,” terang Amsakar. (gas)

Kepala BP Batam Menjelaskan Mengapa Aktif dalam Kegiatan Pariwisata

0
Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo memberikan pemaparan kepada waratawan pada acara silaturahmi dengan insan media di Gedung BP Batam, kamis (28/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pada akhir tahun 2017 Badan Pengusahaan (BP) Batam secara mengejutkan menggarap 3 acara besar kegiatan pariwisata. Dua wisata olahraga dan sebuah karnaval.

Di hadapan wartawan, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan diatas kertas tiada keuntungan yang bisa didapatkan oleh BP dari kegiatan pariwisata.

“Sebagai BLU (Badan Layanan Umum) pendapatan BP Batam hanya berasal dari Bandara, lahan serta pelabuhan,” ujar Lukita di Balairung BP Batam, Jumat (29/12/2017), malam.

Turis datang ke Batam, makan di restoran, menginap di hotel dan sebagainya berarti pemasukan bagi PAD.

“Ya kalau ada pemasukan itu dari pelabuhan, tapi itu kecil,” imbuhnya.

“Tapi kami ingin ekonomi Batam bangkit,” imbuhnya.

Lukita mengakui bahwa BP Batam juga punya tugas untuk mengembangkan pariwisata. Hal tersebut terlampir di UU FTZ yang menyatakan ada penugasan dari pemerintah pusat ke BP Batam untuk mendukung pariwisata.

“Perppu tentang FTZ yang kemudian jadi UU FTZ, ada pariwisata. Untuk membangkitkan ekonomi,” sambungnya.

Pariwisata, kata Lukita, akan menjadi sumber ekonomi baru di Batam. BP Batam memilih program yang cepat membangun ekonomi Batam, karena event pariwisata merupakan yang paling cepat.

“BP Batam akan bangun destinasi pariwisata selain event wisata. Hanya saja bangun destinasi butuh waktu dua tahun. Nah, sambil membangun, BP Batam akan membantu Pemko Batam meningkatkan kunjungan wisman,” tegas Lukita.

Lukita mengungkapkan, mereka menyiapkan pusat ekonomi baru yang juga mendukung parIwisata. Lokasinya di Nongsa, Tanjungpinggir dan juga Batamcentre.

“Ada beberapa resort yang akan dibangun (swasta). Di Tanjungpinggir sekitar 230 hektar, termaksud untuk wisata. Nanti ada disana Elang Laut, seperti garuda wisnu di Bali dan sudah ada investor tunggal yang akan membangunnya. Makanya kami selesaikan dulu lahannya,” Lukita menguraikan.

Mengembangkan parawisata sangat memerlukan destinasi wisata baru. Namun untuk membangun destinasi pariwisata membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Ada beberapa investor yang ingin berinvestasi besar. Tapi tidak bisa saya sebutkan dan ini tidak main-main. Bisa miliaran dolar dan harus jajaki. Makanya saya bilang, destinasi itu butuh waktu,” ulangnya.

Tahun 2018 serangkaian kegiatan wisata sudah diagendakan.

Sementara itu, pagi ini, BP mengadakan car free day, di bundaran BP Batam. Aneka kegiatan dilaksanakan di sana termasuk bazzar untuk menghidupkan ekonomi rakyat. (leo)

Pemko Batam Upayakan Hindari Defisit Tahun 2018

0
Ribuan Pegawai Nwegeri Sipil Pemko Batam meninggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tidak tercapainya target pendapatan di Tahun 2017, membuat terjadinya rasionalisasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam di tahun depan.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RB) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan menghindari defisit yang serupa di tahun 2018 mendatang, pihaknya akan berusaha berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memaksimalkan pendapatan disektor yang tak tercapai seperti pajak hotel, PBB, hingga BPHTB.

Raja menyebutkan ke depan pihaknya akan membangun komunikasi lebih dini dengan semua stakeholder yang terlibat, untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut.

Untuk diketahui tahun ini tersendatnya izin peralihan hak di BP Batam tahun ini turut serta mempengaruhi pendapatan utama daerah seperti BPHTB, PBB hingga IMB. “Awal tahun kami sudah mulai membahas tentang ini,” sebut dia.

BP Batam sebagai leading sektor yang mengeluarkan izin peralihan hak ini diharapkan bisa bekerjasama dengan Pemko Batam. Menurutnya BP Batam tahun ini telah melakukan berbagai upaya terkait regulasi sehingga memudahkan perizinan, dan tentunya ini akan berdampak bagi semuanya.

“Jadi dengan perubahan tersebut kami harapkan di tahun depan ada keyakinan defisit bisa ditekan atau dihindari, dan pendapatan bisa meningkat,” terangnya.

Ia menambahkan, potensi peningkatan pendapatan itu pasti ada, apalagi berdasarkan laporan BP Batam terkait perkembangan investasi di Batam seperti pertumbuhan pembangungan apartemen di Batam dan juga informasi dari REI.

Pembenahan yang dilakukan ini merupakan upaya Pemko Batam dalam menghindari defisit dan percepatan pencapaian target pendapatan. “Jadi kalau ditemukan hambatan, tim koordinasi ini akan bertindak cepat jadi masalah terselesaika dengan cepat,” tutupnya.

Seperti diketahui tahun ini Pemko mengalami defisit yang cukup besar yang nilainya mencapai Rp 168 miliar. Berbagai upaya dilakukan Pemko Batam hingga menunda pengerjaan beberapa rencana pembenahan kota.(cr17)

Tahun 2018, Tahanan Wanita akan Dipindahkan ke LPP

0
Warga binaan Lapas Kelas IIA Batam, Tembesi, Sagulung bersama warga binaan perempuan lainnya saat mengikuti Maulid Nabi SAW , Kamis (7/12/2017). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 98 orang warga binaan wanita di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Barelang Kelas II A Batam rencananya akan dipindahkan secara perlahan ke Lembaga Pemasyarakat Perempuan (LPP) di Baloi.

Kalapas Batam, Surianto mengatakan pemindahan puluhan warga binaan tersebut untuk menekan kelebihan kapasitas warga binaan baik di Lapas ataupun Rutan.

“98 warga binaan wanita ini dipindahkan, supaya blok wanita itu dipakai oleh warga binaan pria nantinya,” ujar Surianto, Jumat (29/12).

Dia mengatakan pemindahan warga binaan wanita itu rencananya akan dilakukan pada bulan Januari 2018 mendatang.

“Tahun depan sudah bisa dipindahkan semua secara bertahap. Nantinya jika ada napi wanita baru, akan langsung diarahkan ke sana,” kata Bapak asal Sulawesi Selatan ini.

Wacana pemindahan warga binaan wanita tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum dan HAM terkait pengadaan LPP di Batam yang sudah keluar sejak awal tahun 2017 lalu.

“Batam sudah ada Lembaga pemasyarakatan perempuan jadi otomatis warga binaan wanita harus ditempatkan di sana,” ucapnya.

Dia mengatakan saat ini jumlah warga binaan yang ada di Lapas mencapai 1.280 orang. Jumlah ini tentu sangat tak ideal, sebab daya tampung Lapas hanya bisa menampung 485 orang.

Meskipun belum memiliki gedung sendiri, namun hadirnya LPP yang saat ini menumpang di gedung Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) Baloi sangat membantu pihaknya untuk menekan jumlah warga binaan yang sudah melebihi kapasitas daya tampung Lapas. (cr19)