Jumat, 10 April 2026
Beranda blog Halaman 12668

Pilot Lion Air Tertangkap Saat Pesta Narkoba

0

batampos.co.id – Pilot dan Lion Air lagi-lagi tersandung kasus narkoba. Kali ini giliran pilot senior berinisal MS yang ditangkap polisi karena kedapatan mengonsumsi sabu di Kupang, NTT, Senin (4/12) malam. Padahal MS dijadwalkan menerbangkan pesawat Lion Air rute Kupang-Surabaya pada keesokan harinya, Selasa (5/12).

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon C Nugroho, mengatakan MS ditangkap dalam penggerebekan tim nya di kamar 205 sebuah hotel di Kupang. Saat digerebek, MS sedang pesta narkoba dan minuman keras bersama sejumlah pramugari.

“Dari hasil tes urine, tersangka (MS) ternyata positif menggunakan narkotika golongan I jenis sabu-sabu,” kata Anthon saat jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Selasa (5/12) malam.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti berupa satu buah bong (alat isap), dua buah korek api gas, setengah paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,75 gram, setengah botol miras merek Wisky Black Label, satu buah jarum suntik, dan satu buah telepon genggam. MS langsung ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 112 KUHP sub Pasal 127 KUHP, Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini juga, tersangka sudah dijeblosken ke sel tahanan Mapolres Kupang Kota untuk proses hukum lebih lanjut,” kata Anthon.

Sementara untuk para pramugari, kata Anthon, tidak ada yang positif menggunakan narkoba. Sehingga mereka dibebaskan usai menjalani tes urine.

Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko, membenarkan ada pilot senior Lion Air yang tertangkap tangan sedang menggunakan narkoba. Penangkapan tersebut terjadi pada Senin malam (4/12) di kamar salah satu hotel di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

”Diduga sedang menggunakan narkoba saat dilakukan penggeledahan,” tuurnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), Selasa (5/12).

Rama mengaku berterima kasih kepada pihak kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terus melakukan pemberantasan pengedaran dan penggunaan narkoba.

”Kami sangat mendukung  termasuk pemberantasan penggunaan di kalangan awak pesawat,” imbuhnya.

Menurut Rama, menejemen Lion Air melakukan pengecekan kesehatan setiap awak pesawat setiap pagi pada penerbangan perdana mereka sesuai ketentuan. Khusus untuk pilot juga dilakukan tes kesehatan setiap enam bulan sekali.

Rama menjelaskan, MS termasuk pilot senior dan telah bekerja di Lion Air sejak tahun 2014. Selama ini MS dinilai memiliki catatan kesehatan yang baik.

”Sikap dan perilakunya juga baik,” ungkapnya.

Jika memang yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna narkoba, maka pihak menejemen Lion Air akan mengenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan.

”Termasuk pemberhentian sebagai pegawai,” ujar Rama.

Karena terbukti menggunakan sabu dan ditahan di Mapolres Kupang Kota, posisi MS sebagai pilot Lion Air rute Kupang-Surabaya pada Selasa (5/12) kemarin digantikan pilot lain. Sehingga jadwal penerbangan tersebut tidak terganggu. (lyn/jpg)

Dokumen Lengkap, 15 Menit Perizinan BP Batam di MPP Kelar

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik BP Batam yang sudah mulai beroprasi, Selasa (5/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo berjanji jika persyaratan untuk mengurus perizinan di Mall Pelayanan Publik (MPP) dilengkapi, maka akan selesai dalam tempo 15 menit.

“Kami ingin berikan pelayanan terbaik. Kalau sudah lengkap maka 15 menit paling lama siap. Karena selama ini, kelengkapan dokumen sering jadi kendala,” ujar Lukita saat meninjau persiapan MPP, Selasa (5/12).

Lukita kemudian mengatakan BP Batam melayani 117 perizinan di MPP. Dan semuanya sudah online. Namun eks Sekretaris Menteri Perekonomian (Sesmenko) ini akan mengevaluasi seluruh perizinan tersebut dalam beberapa hari kedepan.

“Kami akan lihat perizinan yang sudah ada dulu. Apakah masih diperlukan atau apakah syaratnya disederhanakan,” jelasnya.

BP Batam ingin menyederhanakan persyaratan karena mengurus banyak syarat untuk satu perizinan sangat menyulitkan masyarakat.”Perizinan bisa lama karena kelengkapan dokumen sering jadi kendala,” paparnya.

Lagipula setelah Peraturan Kepala (Perka) BP Batam 27/2017 terbit, maka ada jaminan bahwa BP Batam akan memverifikasi dan menyelesaikan izin paling lama tujuh hari setelah permohonan mengurus perizinan masuk.”Kami berkomitmen sederhanakan dan memudahkan masyarakat, itu tujuannya,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo mengatakan perizinan lahan sudah ada di MPP. Salah satu perizinan terbaru yakni hak tanggungan juga ada.

“Hak tanggungan daftarnya online, tapi masih dicek secara manual,” jelasnya.

Perizinan lahan termasuk Izin Peralihan Hak (IPH) akan diupayakan selesai dalam tujuh hari sesuai dengan aturan yang ada dalam Perka 27/2017.

Pantauan Batam Pos, pelayanan perizinan BP Batam di MPP di lantai dasar Gedung Sumatera Convention Centre berjalan lancar. Selain BP, konter perizinan milik Pemko Batam juga sudah beroperasi.

Untuk instansi lain yang sudah mulai beroperasi antara lain perbankan yakni BNI. Sedangkan konter untuk Samsat dan Imigrasi akan segera diisi.

MPP juga menyediakan konter khusus untuk asosiasi pengusaha seperti Real Estate Indonesia (REI) Batam dan lainnya. Lalu untuk ibu-ibu yang membawa balita dan anak-anak, MPP menyediakan ruang menyusui dan juga tempat bermain anak-anak.

Salah seorang pengunjung, Naek Hutagalung mengatakan ia mengapresiasi pelayanan di MPP. Meskipun harus berjuang untuk melengkapi dokumen, ia yakin pelayanan kedepan akan semakin baik.

“Datang kesini untuk mengurus perpanjangan UWTO. Memang baru selesai setelah beberapa jam. Tapi ini lebih baik dari yang sebelumnya,” katanya singkat.(leo)

Maksimalkan Kinerja, Dirgahayu Polairud

0
Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Firi berbincang dengan Dirpolair usai upacara peringatan HUT Polairud di Mapolda Kepri, Selasa (5/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri memperingati HUT ke-67 Polairud di lapangan Mapolda Kepri, Selasa (5/12).

Mengambil tema Korp Polairud siap mewujudkan Polri yang promoter guna menukung suksesnya pengamanan Pilkada, Kapolda Kepri, Irjen Didid Widjanardi berjanji akan meningkatkan kinerja Polairud di Kepri, meski dengan keterbatasan jumlah personel dan sarana.

“Dengan keterbatasan inilah, bagaimana caranya agar kinerja Polairud Polda Kepri bisa lebih ditingkatkan lagi. Salah satunya, saya berharap kepada personel Polairud Polda Kepri meningkatkan motivasi kinerja dan tugasnya untuk menekan kerugian negara dari aksi penyelundupan di perairan,” ujar Irjen Didid Widjanardi.

Untuk penegakan hukum di perairan Kepri, lanjut Irjen Didid, kendalanya tak hanya keterbatasan jumlah personel dan sarana saja.

“Terkait undang-undang mengenai penegakan hukum di perairan, yang berwenang itu tak hanya dari Polairud saja. ada aparat negara lainnya, ada instansi pemerintah juga seperti KKP yang juga memiliki wewenang melakukan penegakan hukum. Jadi, Polairud tak bisa sepenuhnya memiliki kewenangan penegakan hukumnya,” terang Irjen Didid.

Polairud, lanjut Irjen Didid, hanya berwenang untuk penegakan hukum perikanan dan kelautan, sebatas wilayah teritorial saja. Lepas dari itu, tak punya kewenangan penuh.

Pasukan Polair Polda Kepri meningalkan lapangan uasai mengikuti upacara peringatan HUT Polairud di Mapolda Kepri, Selasa (5/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Makanya kendala tersebut, kadang-kadang diantisipasi dengan melibatkan penyidik PPNS dari KKP. Intinya Polairud Polda Kepri harus memperkuat sinergitas dengan lembaga lainnya yang memiliki kewenangan juga dalam penegakan hukum di perairan,” kata Irjen Didid.

Intinya, lanjut Irjen Didid, bagaimana kinerja Polairud Polda Kepri dalam menegakkan hukum di laut, bisa mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat Kepri dari sektor kelautan.

“Sebab di wilayah Kepri ini, 96 persennya merupakan wilayah perairan. Itu yang harus kami tekankan ke personel Polairud Polda Kepri,” ujar Irjen Didid mengakhiri. (gas)

Siswa SMP Kritis Dianiaya Begal di Batuaji

0
Heskiel Herianto Pangaribuan, 14, ditemani Event Sirait ibundanya di ruang ICU RSUD Embung Fatimah, Batuaji korban begal, Selasa (5/12). . F. Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga Iwan Pangaribuan dan Even Sirait, warga perumahan Villa Mukakuning tengah dirundung kemalangan. Pasalnya Heskiel Herianto Pangaribuan, 14 putera pertama mereka kini terbaring kritis di ruangan ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji sejak, Jumat (1/12) lalu.

Heskiel merupakan korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh sekelompok remaja saat melintas di jalan lingkungan depan SMKN I Batam, Batuaji, Jumat malam.

Akibat penganiayaan berat itu Heskiel masih koma sampai, Selasa (5/12) siang. Dia mengalami luka yang cukup serius di bagian pelipis kanan, batok kepala bagian belakang dan pundaknya. Menurut keterangan petugas medis di RSUD, luka-luka yang dialami Heskiel itu akibat hantaman bendal tumpul yang berakibat fatal bagi fungsi otaknya.

“Yang paling berdampak itu di batok kepala bagian belakang. Hantaman itu menyebabkan batang otak dan syaraf jadi tak berfungsi,” ujar Even Sirait, ibu Heskiel yang menerangan hasil keterangan medis dari pihak rumah sakit.

Penanganan medis sendiri sudah berjalan maksimal. Setelah dua hari ditangani ruangan instalasi gawat darurat (IGD), Heskiel kini dirawat di ruangn ICU dengan peralatan medis yang sesuai.

“Kondisinya masih kritis. Nanti kalau sudah agak baik baru ke ruangan rawat inap,” ujar seorang petugas medis di ruangan ICU.

Menurut Iwan Pangaribuan, aksi penganiayaan yang menimpah anaknya itu diduga dilakukan oleh kelompok remaja begal. Itu karena menurut keterangan saksi dari tiga rekan anaknya kalau penganiayaan itu terjadi karena Heskiel mencoba mempertahankan sepeda motornya yang hendak dirampas oleh kelompok pelaku.”Saat kejadian anak saya bersama tiga rekannya. Anak saya dipukul karena mencoba mempertahankan sepeda motornya,” ujar Iwan.

Ketiga rekan Heskiel, kata Iwan juga tak bisa berbuat banyak saat itu sebab kelompok pelaku lebih banyak. “Mereka hanya bisa nolong Heskiel ke rumah sakit setelah ditinggalkan para pelaku,” tuturnya.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke Mapolsek Batuaji saat itu juga, namun sampai siang kemarin, para pelaku belum diamankan. Padahal menurut Iwan identitas salah satu pelaku sudah diketahui berdasarkan keterangan dari tiga rekan Heskiel yang selamat.

“Ya kami tetap berharap agar pelaku semuanya ditangkap. Bagaimanapun ini sudah keterlaluan. Anak kami masih kritis sampai saat ini,” ujar Iwan.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko saat dikonfimasi mengakui adanya laporan itu dan sampai siang kemarin pihaknya masih mengejar para pelaku. (eja)

Pasien Cuci Darah Tak Dilayani, RSUD Batam Sebut Klaim BPJS Kesehatan belum Dibayar Penuh

0
Pasien antre diruang tunggu RSUD Embung Fatimah, Batuaji untuk berobat, Selasa (5/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah pasien cuci darah di Poli Hemodialisa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam harus menelan rasa kecewa. Sebab rumah sakit tersebut belum juga melayani pasien cuci darah. Padahal, beberapa di antara pasien tersebut sudah antre sejak pekan lalu.

“Dari hari Kamis (30/11) lalu saya belum dilayani, alasannya selang tranfusi darahnya gak ada,” ujar pasien hemodialisa di RSUD Batam yang tak ingin namanya dikorankan, Selasa (5/12).

Wanita penderita gagal ginjal tersebut mengatakan, Kamis (30/11) lalu memang jadwal rutin ia cuci darah. Namun karena sampai saat ini tak juga dilayani rumah sakit, ia terpaksa harus menahan rasa sakit selama sepekan belakangan.

“Satu kali tak cuci darah saja, saya sudah meriang. Perasaan saya sudah gak enak,” katanya.

Pasien lain juga mengeluhkan terhentinya layanan cuci darah di RSUD Embung Fatimah Batam. Sebab cuci darah bagi pasien gagal ginjal sudah terjadwal. Sehingga ia meminta pihak rumah sakit untuk tidak main-main dengan pasien cuci darah.

“Kalau terlambat (cuci darah) begini, ya tak taulah nasib saya,” ungkapnya.

Pasien tersebut dijadwalkan cuci darah pada Senin (4/12). Namun hingga kemarin ia belum bisa melakukan cuci darah di RSUD Batam.

“Katanya alat (selang) nya tak ada,” jelasnya.

Terkait selang tranfusi darah yang kosong ini, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Embung Fatimah Batam, Sri Rupiati, mengatakan persoalannya sebenarnya ada pada anggaran. Menurut dia, selama ini banyak pasien cuci darah yang ditanggung oleh Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Namun selama ini BPJS Kesehatan tidak membayar klaim RSUD Embung Fatimah secara penuh.

Akibatnya, kata Rupiati, pihaknya kesulitan memenuhi sejumlah peralatan dan perlengkapan untuk layanan cuci darah. Salah satunya selang transfusi darah. “Kami juga tak bisa berjalan sendiri. Kalau BPJS tak bayar full tentu banyak persoalan yang kami hadapi. Ini bukan sekali ini saja tapi sudah lama berlangsung,” tuturnya.

Namun hal ini langsung dibantah Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Batam, Irfan Rachmadi. Ia mengatakan selama ini BPJS selalu membayar tagihan sesuai aturan. Baik dari segi waktu dan nilainya. Sebab, jika telat membayar klaim, BPJS akan mendapat denda. Karena adanya aturan itu, BPJS mengklaim selalu taat dalam pembayaran tagihan.

“Tagihan paling lama dibayar 15 hari sejak klaim masuk. Jika telat, bisa kena denda nol koma sekian persen dari tagihan. Karena itu diatur dalam Perpres,” terang Irfan, Selasa (5/12).

Dikatakannya, selama ini pembayaran tagihan untuk RSUD Embung Fatimah selalu lancar. Pihaknya, baru akan membayar tagihan jika data klaim untuk pembayaran dari RSUD sudah lengkap dan terverifikasi.

“Kami baru akan membayar jika rumah sakit meminta klaim pembayaran. Hal itu akan langsung kami lapor ke pusat. Dari pusat baru mengirim ke kami untuk dibayarkan ke rumah sakit bersangkutan,” imbuh Irfan.

Meski begitu, Irfan tak menampik jika pihaknya beberapa kali tidak membayar penuh klaim RSUD Embung Fatimah. Alasannya, data klaim yang diberikan RSUD sering tak lengkap. Bahkan, beberapa kali pihaknya menemukan klaim yang ternyata tidak sama sekali pernah ditangani oleh RSUD terhadap peserta BPJS.

“Hal ini mungkin adanya kesalahan input,” ujarnya.

Menurut dia, sebelum membayar tagihan, BPJS pasti akan mem-verifikasi data klaim. Apakah ada itu sesuai dengan laporan yang diajukan ke BPJS. Seperti untuk jenis penyakit dan penanganan peserta BPJS seperti apa dan masuk ke dalam kelompok apa.

“Kalau datanya lengkap, maka klaim akan langsung kami cairkan. Jika tak lengkap, kami kembalikan lagi untuk dilengkapi,” ujar Irfan.

Disisi lain, Irfan menegaskan jika seharusnya penanganan di rumah sakit tak bergantung pada pembayaran BPJS. Sebab, tugas rumah sakit adalah melayani masyarakat yang sakit, bukan menelantarkannya karena alasan macam-macam.

“Bagaimana pun pasien harus dilayani. Itu sudah wajib. Jangan sampai rumah sakit membeda-bedakan pasien miskin dan kaya. Apalagi pasien sakit ringan dan berat. Mereka semua wajib dilayani,” tegas Irfan.

Bahkan, Irfan heran dengan alasan RSUD Embung Fatimah tak melayani pasien karena alasan kehabisan selang transfusi darah. Padahal selama ini rumah sakit lain, termasuk rumah sakit swasta, tidak pernah mengeluhkan hal seperti itu.

“Ini yang herannya, rumah sakit pemerintah punya anggaran yang tak berbatas langit, beda dengan swasta. Tapi yang mengeluh malah rumah sakit pemerintah,” katanya. (she/cr19).

Anggota DPRD Kepri: Pemilihan Isdianto Adalah Terobosan

0
Isdianto

batampos.co.id – Polemik wakil gubernur Kepri akan berakhir dalam pemilihan gubernur yang diagendakan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kepri, besok, Kamis (7/12).

Isdianto calon tunggal yang diusulkan beberapa partai pengusung hampir dipastikan akan menjadi wagub. DPRD berharap dengan pemilihan Isdianto ini, pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal.

“Saya berbicara sebagai anggota dewan. Saya tegaskan, bahwa saat ini kita itu butuh Wagub. Dan saya mau katakan bahwa pemilihan Isdianto tidak dipaksakan, tetapi ini murni terobosan dari DPRD Kepri,” kata anggota DPRD Kepri, Onward Siahaan.

Ia mengatakan selama ini, beberapa urusan pemerintahan terkendala karena wakil gubernur kosong. Padahal topografi Kepri sangat tidak memungkinkan, provinsi ini tanpa wakil gubernur.

“Misalnya, kalau pak Gubernur ke Lingga untuk kunjungan, lalu siapa yang di Tanjungpinang atau daerah lain. Dan pemilihan wagub ini juga sangat mendesak untuk penataan di internal,” katanya.

Terkait pemilihan Isdianto, Onward mengatakan bahwa semua sudah sesuai ketentuan. Di mana masalah usung-mengusung calon itu lumrah. Teapi ia menegaskan dalam beberapa waktu lalu, di awal Nurdin Basirun menjadi wagub hampir semua partai pengusung mengusulkan dua nama. Salah satunya adalah Isdianto.

“Jadi dulu itu ada beberapa partai pengusung yang mengusung dua nama, Agus dan Isdianto. Tetapi belakangan ada calon yang tidak memenuhi syarat, dan berubah lagi usulannya,” katanya.

Usulan yang terbaru dari beberapa partai pendukung, menurut Onward juga tidak mendapat respon positif dari Nurdin selaku gubernur. Dan menurutnya, Nurdin malah menerima Isdianto sebagai pendampingnya.

“Jadi sebagai sekretaris Gerindra, saya katakan bahwa kami ini menunggu. Tetapi yang jelas dari awal kami memang mendukung dan memberikan dua nama yakni pak Isdianto dan Fauzi Bahar,” katanya.

Dengan pemilihan Isdianto sebagai wagub Kepri, bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Di mana untuk menyelesaikan permasalahan seperti ini harus ada ketentuan dan undang-undang yang berlaku.

“Jadi saya tegaskan sekali lagi bahwa pemilihan Isdianto ini sebagai Wagub adalah terobosan yang luar biasa. Ini tidak dipaksakan sama sekali,” katanya. (ian)

Harga Cabai Masih Tinggi dan Langka

0
Aji salah satu pedagang di Pasar Mitra Raya Batamcenter sedang merapihkan dagangannnya, Mingggu (3/12). Harga cabai yang sempat naik di pasar tersebut kini mulai beranjak turun dengan harga 60 per kilo. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga cabai merah kriting masih bertahan pada angka Rp 60 ribu per kilonya di pasar tradisional Batam. Selain masih langka, kualitas cabai merah kriting masih tak sebagus dari yang biasanya.

Novi penjual nasi padang di Bengkong mengeluhkan harga cabai merah kriting yang masih mahal. Padahal untuk memasak beragam makanan, ia mengutamakan cabai.

“Kalau warung padang, cabai itu paling utama. Biasanya untuk gulai, rendang, balado, pokoknya semuanya wajib pakai cabai. Tapi sekarang harga cabai mahal,” imbuh Novi.

Menurut dia, ia tak mungkin mengurangi porsi cabai saat membuat masakan padang, karena hal itu dapat mengurangi rasa masakan juga. Apalagi untuk menaikan harga juga tak mungkin.

“Serba salah kami, dikurangi rasanya bisa beda. Dinaiki harga, pelanggan bisa kabur. Mau tak mau kami tetap masak sesuai porsi, meski mahal,” ujar Novi.

Namun, Novi mengaku punya siasat agar tak terlalu rugi. Ia menganti sambal cabai merah dengan hijau agar harga biasa seimbang dengan pendapatannya.

“Biasanya untuk sambal kami lebih banyak yang merah, tapi sekarang banyakkan yang hijau. Harga cabai hijaukan lebih murah,” beber Novi

Sementara di pasar Tos 3000 Jodoh, harga cabai merah kriting masih Rp 50-60 ribu perkilonya. Pedagang yang jualan cabai juga masih langka.

“Harga memang segini dari kemarin-kemarin, Rp 50 ribu sekilo,” ujar Inan pedagang cabai.

Kondisi yang sama juga dikatakan Aji pedagang cabai di pasar Mitra Raya Batamcenter. Menurutnya harga cabai merah masih Rp 60 ribu perkilo. Sedangkan untuk cabai hijau Rp 40 ribu perkilonya.(she)

Anggota DPRD Batam belum Terima Tunjangan

0

batampos.co.id – Belum disahkannya Peraturan Walikota (Perwako) terkait Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Batam berdampak pada tunjangan dewan.

Hingga minggu pertama Desember ini, 50 anggota DPRD Batam ternyata belum menerima tunjangan.

“Ini sudah bulan keempat kami belum menerima tunjangan. Baru sebatas gaji pokok saja yakni Rp 1,5 juta,” keluh anggota Komisi III DPRD Batam, Werton Pangabean, Senin (4/12).

Menurut Werton, perwako tersebut adalah kewajiban kepala daerah. Sebab, ketika Perda Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD disahkan, seharusnya wali kota segera menindaklanjuti dengan perwako sehingga dasar hukum tunjangan DPRD menjadi jelas.

“Oleh sebab itu kami mendesak agar perwako ini bisa segera disahkan,” ujar Werton.

Belum diterimanya tunjangan yang meliputi perumahan dan transportasi ini, diakui dia, berimplikasi pada kinerja anggota dewan. Apalagi untuk tunjangan transportasi, sementara mobil dinas yang dipinjam pakai oleh anggota DPRD sebagian besar sudah dikembalikan.

“Sudah sejak sebulan lalu kami kembalikan. Tapi hak kami tak diberikan,” ucap dia.

ilustrasi

Hal senada juga disampaikan sekretaris Komisi III Bustamin. Menurutnya, kota Batam satu dari beberapa kota yang mengalami penundaan pembayaran gaji DPRD. Selain perwako kendala lain ialah salah satu pasal yang mengatur tentang Peraturan pemerintah 18 Tahun 2017. Dimana, tunjangan perumahan DPRD Batam tidak boleh tinggi dari perumahan di provinsi.

“Padahal secara de facto sewa rumah Batam lebih tinggi dari provinsi,” kata Bustamin.

Bila ini ditetapkan, maka dapat dipastikan tunjangan perumahan anggota DPRD Batam akan mengalami penurunan. Jika sebelumnya setiap bulan mereka menerima Rp 19 juta per bulan, maka untuk selanjutnya tunjangan DPRD Batam di bawah dari tunjangan perumahan provinsi.

“Belum tahun turunnya berapa. Tapi yang jelas dibawah provinsi,” lanjut dia.

Ia menambahkan, tertunda tunjangan ini sangat mengangu operasional mereka. Apalagi di tengah aktifitas yang padat, dewan belum menerima gaji hingga memasuki bulan keempat.

“Sangat terganggu. Padahal ini yang kita harapkan,” beber Bustamin. (rng)

Jumlah Turis Melancong ke Kepri Baru Capai 1,64 Juta

0
Sejumlah wisatawan saat tiba di Pelabuhan Internasional Sekupang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Target 3 juta wisatawan mancanegara (wisman) alias turis asing yang ditargetkan Provinsi Kepri tampaknya sulit tercapai. Dari Januari hingga Oktober 2017, jumlah wisman yang masuk ke Kepri baru mencapai 1,64 juta.

Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, jumlah tersebut meningkat 5,30 persen. Demikian yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS di Tanjungpinang.

Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif terbesar dari pintu masuk Kota Batam yakni sebanyak 1.194.309 kunjungan atau sebanyak 72,48 persen, disusul dari pintu masuk Kabupaten Bintan, Tanjungpinang, dan terakhir Kabupaten Karimun.

Khusus untuk wisman yang datang ke Kepri pada Oktober 2017 mencapai 161,7 ribu orang, turun 3,44 persen dibanding jumlah wisman September 2017 sebanyak 167,5 ribu orang. Dibanding Oktober 2016, jumlah wisman November 2016 naik 7,35 persen.

Wisman yang berkunjung ke Kepri masih didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase 49,56 persen.

“Disusul Malaysia 12,6 persen, Tiongkok 7,74 persen dan India 4,39 persen,” kata Panasunan.

Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Kepri mencapai rata-rata 53,50 persen, naik 2,00 poin dibanding TPK September 2017 sebesar 51,50 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Oktober 2008 adalah 2,17 hari, atau naik 0,17 poin dibanding dengan ratarata lama menginap tamu pada September 2017.

Sebelumnya, pemerintah membebani Kepri dengan target tiga juta wisatawan tahun 2017. Target tiga juta wisatawan ini terungkap dari Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka rapat koordinasi pariwisata di Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (rng)

40 Mobil Bekas Anggota DPRD Batam Tidak Terawat

0

batampos.co.id – Puluhan mobil dinas anggota DPRD Batam sudah dikembalikan ke Pemko Batam. Mobil keluaran tahun 2000 itu disusun berjejeran di area parkir DPRD Batam. Kondisinya tidak terawat. Bahkan sebagian unit sudah tak bisa beroperasi lagi.

Pantauan Batam Pos, tiga unit mobil itu bannya dibiarkan bocor. Cat mobil sudah mulai mengelupas akibat diparkir di halaman terbuka hingga dibiarkan kepanasan. Mobil dinas yang merupakan aset Pemko Batam itu kian tak terurus sejak sebulan lebih.

“Jumlahnya hampir 40an mobil. Diparkir sejak sebulan yang lalu,” ujar salah seorang karyawan DPRD kota Batam, Senin (4/12).

Menurut dia, sejak awal diparkir sampai saat ini tidak ada perawatan mobil. Bahkan mobil tersebut tidak pernah dipanasin.

“Sejak datang saya tengok belum pernah dihidupkan,” sebut dia.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Batam, Asril mengklaim mobil yang telah dikembalikan oleh anggota dewan tetap dirawat meski terparkir di belakang kantor. Mantan Kedis Tata Kota itu menjamin kondisi mobil akan tetap bagus saat diserahkan ke Pemko.

“Saya jamin masih bagus, meski begitu masih ada mobil yang belum dikembalikan oleh beberapa anggota dewan,” jelas Asril.

Seorang pegawai Setwan pemko Batam sedang melihat puluhan mobil dinas anggota DPRD Batam yang di parkiran gedung DPRD Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Udin P. Sihaloho, mengaku sejak awal sudah menyampaikan agar pemko segera melelang mobil tersebut. Apalagi mengingat tidak ada penganggaran di tahun depan akibat defisit APBD kota Batam tahun 2018.

“Kalau dikembalikan sementara pemko tidak punya biaya perawatan maka akan tetap seperti itu alias mubajir,” tegas Udin.

Ia mengakui, meskipun wali kota akan memberikan mobil tersebut ke pejabat eselon tiga, tentu mereka juga enggan memakainya. Pasalnya, tidak seperti mobil dinas lain, dimana bahan bakar minyak dan biaya perwatan mobil ditanggung oleh pemerintah.

“Kendalanya itu saja. Mungkin saja setengahnya sudah tak bisa hidup lagi. Karena gak pernah dipanasin. Oelh sebab itulah saya meminta agar dilelang, sehingga beban anggaran untuk biaya perawatan bisa dikurangi,” tegas Udin. (rng)