Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12696

Viral di Medsos, Kini Dikunjungi Ribuan Orang

0
Sejumlah pengunjung berdesakan saat menaiki objek wisata alam Buket Patong. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.idPulau Kundur memang banyak menyediakan objek wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Buket Patong di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara. Apa yang menarik dari objek wisata yang banyak dikenal lewat media sosial ini?

Nama Buket Patong, menjadi perbincangan sejak mantan Kepala Desa Teluk Radang, Ngadino, memposting lokasi Buket Patong melalui media sosial. Selain menyajikan pemandangan nan indah, dan asri, udara di lokasi yang dulunya merupakan hutan inipun lebih sejuk.

Dari postingan Ngadino itu, Buket Kampong mulai ramai didatangi pengungung. Baik yang datang dari Pulau Kundur, maupun luar. Terlebih saat pergantian tahun, diperkirakan lebih dari dua ribu pengunjung memadati areal wisata alam Buket Kampong.

Ngadino, mantan Kades Teluk Radang menyebutkan, dibukanya wisata alam Buket Patong bermula dari rasa iseng pemuda setempat. Yang mana dulunya Buket Patong merupakan hutan rimba dengan berbagai tumbuhan pohon ukuran besar. Lalu, para pemuda yang difasilitasi desa, mencoba membersihkan lokasi hingga ke puncak. Kemudian, mereka membuat tempat duduk untuk peristirahatan.

Dari atas puncak Buket Patong yang berhadapan ke Pulau Karimun, dan Tanjungbatu Kota, para pemuda mengabadikan lewat kamera ponsel. Hasilnya diposting ke media sosial FB, IG, dan Tweeter, dan mendapat respon positif dari netizen.

“Sejak diposting awal November 2017 itu, Buket Kampong menjadi viral. Puncaknya, saat pergantian tahun 2018 ramai dikunjungi. Sekitar dua ribuan pengunjung yang datang ke Buket Kampong,” ungkap Ngadino, Jumat (5/1) kemarin.

Dikatakan, Buket Patong memiliki tebing yang lumayan tinggi. Untuk mencapai puncak, pengunjung harus melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar, dan licin. Namun setelah ramai dikunjungi, telah disiapkan tali sebagai pegangan untuk membantu pengunjung ke puncak.

“Meski capek dan letih karena harus menaiki bukit yang curam, segera sirna begitu tiba di puncak Buket Patong. Karena terhampar pemandangan alam yang indah dari puncak,” tutur Ngadino.

Jika cuaca cerah, akan terlihat jelas Pulau Karimun, Kota Tanjungbatu dan sekitarnya dari atas Buket Patong. Diyakini, wisata alam Buket Patong masih ada kaitannya dengan wisata Selendang Delima Kota Virus di Desa Kundur. “Rencananya, objek wisata Buket Patong bakal dilengkapi berbagai fasilitas dan wahana permainan untuk menarik lebih banyak pengunjung,” tegas Ngadino. (ims)

Berkas Kurir Sabu di Bandara Hang Nadim Masuki Tahap I

0

batampos.co.id – Berkas kasus penangkapan seorang kurir narkotika jenis sabu di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anwar Sakdan, 32 telah masuk tahap satu Jumat (5/1). Saat ini, berkas hasil pemeriksaan telah ditangan Kejaksaan Negeri Batam.

“Kasus ini sudah kami kirimkan ke kejaksaan. Hari ini (Jumat, Red) kami kirimkan berkasnya ke Jaksa,” ujar Kasat Res Narkoba Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya, Jumat (5/12) sore.

Dijelaskan Gima, rencananya barang haram itu akan dibawa oleh Anwar ke Aceh dengan upah sebesar Rp 16 juta. Adapun sabu seberat 169 gram itu berasal dari Malaysia yang langsung dibawa oleh Anwar dengan dikemas menjadi 4 paket dan disimpan dalam anus.

“Dari pengakuannya dia sudah dua kali bawa dari Malaysia. Untuk yang kedua ini pelaku ditangkap petugas Avsec,” tuturnya.

Gima menambahkan, usai mengirimkan berkas tahap satu tersebut kepada pihak kejaksaan, selanjutnya Satres Narkoba Polresta Barelang menunggu hasil pemeriksaan oleh jaksa. Apakah berkas itu dikembalikan dengan beberapa perbaikan atau dinyatakan lengkap.

“Kalau dikembalikan, tentunya berkas itu akan kita perbaiki sesuai dengan petunjuk jaksa. Tapi kita berharap nantinya tidak banyak perubahan,” imbuhnya.

Dalam berita sebelumnya, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan Anwar dari kecurigaan petugas yang meilihat gerak gerik Anwar yang mencurigakan. Dari kecurigaan itu, kemudian dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap Anwar.

Dari hasil pemeriksaan, didapatkan empat paket sabu yang disimpan Anwar di dalam anusnya dengan total barang bukti sabu seberat 169 gram. Selanjutnya, Anwar diserahkan petugas Bea dan Cukai ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya itu, Anwar tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia diancam hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman penjara seumur hidup atau mati. (cr1)

Di Batam Ada Pelajar Belajar di Lantai

0
Siswa dan siswa SMPN 37, Tembesi, Sagulung belajar dilantai akibat tidak memiliki kursi dan meja, Jumat (5/1/2018). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan siswa kelas tujuh SMPN 37 Batam, Tembesi terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan melantai. Hal itu, lantaran sekolah tersebut tidak memiliki kursi dan meja.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti mengatakan kondisi itu sudah berlangsung selama empat hari belakangan ini. Meja dan kursi yang mereka gunakan sebelumnya merupakan milik SMA 18 yang menumpang di sekolah mereka. Karena SMA 18 pindah dan sudah memiliki gedung sekolah sendiri, mereka pun membawa seluruh meja, kursi, papan tulis dan lainnya ke sekolah barunya.

“Ada empat kelas yang belajar ngedrop ke lantai,” ujar Devi saat dikonfirmasi, Jumat (5/1).

Karena hal itu, pihak sekolah pun meminta kepada komite untuk mencarikan solusi. Oleh komite, orang tua siswa diminta untuk berkumpul, guna membahas permasalahan yang sekolah alami. Setelah berdiskusi selama satu hari, akhirnya mereka memutuskan dan sepakat untuk mengumpulkan dana masing- masing Rp 75 ribu per orang. Namun, bagi orang tua yang memiliki dana lebih, dapat menyumbang jumlah uang yang disepakati.

“Itu merupakan putusan pihak sekolah, komite dan orang tua siswa dan mereka tidak keberatan,” katanya.

Ia mengatakan dana yang terkumpul itu akan dibelikan kursi, meja dan fasilitas lainnya. Bila dikalikan dengan jumlah siswa 240 orang, dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 18 juta. Jika nominal yang terkumpul lebih dari yang diperkirakan, pihaknya pun berinisiatif untuk memperbaiki sejumlah kursi dan meja kayu milik sekolah yang telah rusak.

“Kursi dan meja itu untuk menambah jika ada kekurangan,” jelasnya.

Di tanya apakah kekurangan fasilitas tersebut sudah pernah diajukan ke pihak Dinas Pendidikan Kota Batam? Perempuan berjilbab ini mengaku belum. Sebab, kekosongan meja dan kursi baru terjadi usai libur panjang Natal dan tahun baru.

“Persoalan itu saya tak tahu. Itu wewenang kepala sekolah. Mereka yang tahu,” jelasnya.

Salah satu anggota komite sekolah SMPN, Armiardi mengatakan pungutan tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan orang tua murid.

“Jadi tidak ada unsur pemaksaan. Yang punya uang lebih bisa membayar lebih, begitu pun sebaliknya,” jelasnya.

Pungutan itu, katanya untuk memudahkan proses belajar siswa. Sebab, selama empat hari melantai, banyak siswa yang mengeluh.

“Kan kasian kalau mereka belajar dengan kondisi itu,” ucapnya.

Sementara itu, orang tua siswa, Desi Ermasari mengaku tak keberatan dengan pungutan itu. ” Kami setuju aja, itu demi anak, agar mereka memperoleh fasilitas yang memadai saat proses belajar mengajar berlangsung,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD kota Batam, Djoko Mulyono mempertanyakan pengelolaan penganggaran di SMPN 37 Batam. Hal ini menyusul masih adanya siswa di sekolah tersebut yang belajar di lantai tanpa menggunakan meja dan kursi.

“Harusnya saat penganggaran satu paket, sekolah termasuk didalamnya meja dan bangku belajar,” kata Djoko, Jumat (5/1).

Namun demikian ia meminta kondisi ini jangan berlarut-larut. Dinas Pendidikan (Disdik) kota Batam harus cepat tanggap merespon. “Bagaimana solusi itu yang kita cari bersama. Tak mungkin dianggarkan, karena APBD sudah disahkan,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, menilai ada perencanaan yang tidak matang di sekolah tersebut. Hampir setiap kali membangun sekolah, penganggarannya termasuk untuk pengadaan bangku, kuris dan perabotan sekolah lainnya.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti

“Lucu juga sekolah tidak ada meja dan bangku. Ini perencanaannya seperti apa sih dari disdik,” kata Aman.

Dan jika pun mereka memakai fasilitas di SMAN 8 harusnya disdik sudah mengantisipasi ketika fasilitas tersebut diambil alih oleh SMAN 8. Bukan sebaliknya, ketika fasilitas itu diambil alih yang dirugikan siswa, mereka belajar tanpa bangku.

“Disini ada dua kemungkinan, dianggarkan tapi barangnya tak ada atau memang tidak dianggarkan karena waktu itu SMAN 8 meminjamkan fasilitasnya karena sekolah itu belum memiliki bangunan,” terang Aman.

Ricky Indrakari, anggota Komisi IV lain menambahkan, harusnya kepala sekolah sudah mengantisipasi hal ini jauh-jauh hari. Salah satunya dengan mengusulkan rancangan anggaran belanja sekolah Pada disdik, sehingga bisa dianggaran di DPRD.

“Pernah gak kepala sekolah mengusulkan anggaran belanja sekolah. Kalau tak itu kesalahan kepala sekolahnya,” kata Ricky.

Namun begitu, untuk mengetahui secara pasti kondisi sekolah itu, Komisi IV berencana akan melakukan sidak di SMPN 37.

“Senin, (8/1) kita sidak kesana. Karena bagaimana pun harus ada solusinya,” jelas Djoko.(rng)

Sekretaris Komisi IV DPRD Menilai BPJS Kesehatan Minim Sosialisasi

0
Sejumlah warga sedang menunggu antrian saat mengurus kartu BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD kota Batam, Udin P. Sihaloho menilai, sosialisasi mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan belum optimal. Sebab, masih ada beberapa aturan baru BPJS yang sampai saat ini belum dipahami oleh masyarakat.

“Sosialisasi yang dilakukan BPJS kesehatan masih terkesan minim,” kata Udin, Jumat (5/1).

Salah satunya, kata Udin mengenai kepesertaan BPJS kesehatan. Ketika kepala keluarga mengajukan untuk menjadi peserta BPJS, secara otomatis istri dan anak yang ada di kartu keluarga diwajibkan menjadi peserta BPJS. Namun tidak disitu saja, masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, apabila anak itu sudah berumur di atas 21 tahun dan belum bekeluarga ternyata harus melaporkan kepada BPJS.

“Ini yang belum disosialisasikan. Karena kalau misal anak tersebut masih kuliah dia harus melampirkan surat kuliah dari kampus dan diserahkan ke BPJS. Kalau ini tidak dilakukan, kartu kepesertaan BPJS yang ia miliki tidak bisa dipergunakan,” sebut Udin.

Hal inilah yang belum banyak diketahui masyarakat, sehingga ketika terjadi permasalahan yang dirugikan masyarakat juga.

“Dan itu saya rasakan sendiri. Saya rasa hal ini juga dialami masyarakat lain. Kan sayang karena kurang sosialisasi, kita tak bisa mempergunakan kartu BPJS. Padahal masyarakat membayarnya setiap bulan,” sesal Udin.

Selain itu, ia menyoroti pelayanan BPJS kepada warga khususnya medis dan puskesmas serta rumah sakit yang mitra BPJS dalam menjalankan Jaminan Kesehatan Nasional. Dinilai minim sosialisasi karena banyak warga yang tak paham prosedur menggunakan jaminan sosial tersebut.

“Hal-hal seperti ini seharusnya disampaikan sehingga masyarakat paham,” terang dia.

Terkait kepesertaan BPJS bayi yang belum dilahirkan, Udin menghimbau agar jauh hari sebelum bayi tersebut lahir sudah didaftarkan sehingga ketika terjadi permasalahan yang tak diinginkan ia sudah bisa langsung diikutsertakan di BPJS.

“Minimal ketika sudah bernyawa usia 5-7 bulan sudah didaftarkan di BPJS, karena itu sudah sesuai aturannya,” jelas Udin. (rng)

Pilot Malaysia Itu Sudah Pernah Berurusan Dengan Aparat

0
Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu dan ditemukan juga barang bukti sabu dengan berat 1,9 gram, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pilot Malindo, Ahmad Syahman ternyata sudah pernah berurusan dengan pihak aparat sebelum diamankan BNNP Kepri. Hal itu ditunjukan oleh orang tua Ahmad ke BNNP Kepri. “Sudah bertemu mereka (orangtua Ahmad dengan anaknya,red). Dia menunjukan ke kami, anaknya pernah mendapatkan surat yang menerangkan dirinya mengalami kecanduan narkoba,” kata Kabid Brantas BNNP Kepri, Bubung Pramiadi, Jumat (5/1).

Surat itu,menurut Bubung tidak akan mengubah keputusan dari BNNP Kepri. Ia mengatakan pihak BNNP Kepri tidak melakukan tindakan rehabilitasi ke Ahmad Syahman.

“Dia bukan orang Indonesia, tapi WN Malaysia. Rehabilitasi itu untuk orang Indonesia saja,” ucapnya.

Bubung mengatakan seharusnya Ahmad sedari awal jujur. Tidak hanya pada keluarganya saja, tapi juga maskapai tempat dirinya berkerja. Sehingga Ahmad tidak diperbolehkan untuk menerbangan pesawat.

“Akibatnya apa, maskapai tempat dia bernaung dirugikan atas prilakunya,” ujarnya.

Hingga kini, kata Bubung pihaknya masih terus melengkapi berkas-berkas Ahamad Syahman. Dijelaskan Bubung, hal ini untuk menuntaskan kasus ini dan mengirim tersangka menuju ke persidangan. “Kami masih menunggu hasil laboratorium, pemeriksaan saksi dan penetapan atas barang bukti (1,9 gram sabu yang dibuang Ahmad,red). Prosesnya masih lama,” tuturnya.

Ahmad Syahman, Pilot asal Malaysia yang diamankan BNNP Kepri, Sabtu (30/12) saat digelar operasi bersinar. Operasi tersebut tidak hanya menyasar ke penumpang saja, tapi juga para pilot. Pria berusia 35 tahun ini tes urinnya dinyatakan positif terindikasi narkoba. Dan petugas BNNP Kepri menangkap basah Ahmad berusaha membuang sabu yang disimpan dalam kotak kacamata.

Atas perbuatan Ahmad ini, BNNP Kepri menjeratnya dengan pasal 112 dan 115 Undang-undang no 35 tentang narkotika. (ska)

Akhirnya, BPJS Kesehatan Tanggung Seluruh Biaya Perawatan

0

batampos.co.id – Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar Komisi IV DPRD Batam bersama dengan Efendi, orangtua bayi yang dirawat dan perwakilan BPJS Kesehatan serta Direktur RS Elizabeth, menghasilkan keputusan, Jumat (5/1) siang.

Pihak BPJS Kesehatan Batam yang diwakili humasnya, Irpan menegaskan, BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya perawatan dan perobatan pasien bayi yang masih berumur belasan hari atas nama M Rizki Satria sebesar Rp 54 juta.

“Kemarin kami langsung tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan pihak RS Elizabeth, namun sempat tak tercapai kesepakatan. Alasan pihak rumah sakit, ada kemungkinan selisih biaya antara yang ditanggung BPJS dengan biaya perawatan yang tergolong pasien umum. Selisih itulah yang menjadi keberatan pihak rumah sakit,” ujar Irpan Rahardi.

Irpan mempertanyakan sikap pihak RS Elizabeth yang sebelumnya sempat bersikukuh keberatan saat koordinasi dengan BPJS terkait selisih biaya yang ditanggung BPJS dengan RS Elizabeth. Namun di saat RDP, Direktur RS Elizabeth menyatakan mau, bahkan seandainya BPJS tak bisa di klaim, pihak RS Elizabeth akan menggratiskan seluruh biaya perobatan dan perawatan bayi M Rizki ini.

“Aneh lah, apa gara-gara di RDP kan, mereka (pihak RS Elizabeth) berubah drastis mau menggratiskan biaya itu. Wartawan harus pantau juga apakah uang pasien yang sudah masuk di awal Rp 10 juta itu benar-benar dikembalikan pihak rumah sakit atau tidak,” ujar Irpan.

Sementara dari pihak RS Elizabeth yang diwakili direkturnya, Sahat Hamonangan Siahaan juga menegaskan, pihak RS Elizabeth tak pernah mempersulit, apalagi saat koordinasi dengan BPJS terkait biaya pasien Bayi M Rizki.

“Kami gratiskan. Tak ada itu kami permasalahkan selisih biaya seperti yang dikatakan BPJS Kesehatan. Dari awal kami tak ada menahan pasien seperti yang sudah diberitakan media. Tanggal 30 Desember itu, kamilah yang berinisiatif merujuk pasien ke RS Otorita Batam,” ujar dokter Sahat.

ilustrasi

Pasien bayi atas nama M Rizki ini sengaja dirujuk oleh pihak RS Elizabeth akhir bulan lalu, lanjut Sahat, karena menunggu kondisinya membaik. Sebab kalau langsung dirujuk saat itu juga, kondisinya masih belum bisa dan rawan dipaksakan dipindah dari ruang NICU atau ruang ICU khusus perawatan bayi.

“Permasalahannya sih, karena dari awal masuk RS Elizabeth, dari BPJS Kesehatan itu tak mau menjamin atau menanggung biaya pasien ini. Makanya muncullah tagihan itu sebagai pasien umum,” terang Sahat.

Apabila nantinya BPJS menanggung seluruh biaya perawatan dan perobatan pasien M Rizki, Sahat menegaskan, uang pembayaran awal sebesar Rp 10 juta yang sudah dibayarkan orangtua pasien, akan dikembalikan utuh.

Sementara anggota DPRD Batam dari Komisi IV, Riki Indrakari mengatakan, ada hak-hak normatif dari peserta BPJS Kesehatan ini yang belum dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan.

“Sehingga kami dudukkan, bahwa pasien dan orangtuanya itu harus tetap menjadi tanggungjawabnya BPJS Kesehatan, sebagaimana sudah diatur dalam Permenkes Nomor 28 Tahun 2014, bahwa bayi dari kepesertaan umum dapat dilaporkan 3 x 24 jam. Sehingga bayi perawatannya ditanggung BPJS Kesehatan,” ujar Riki Indrakari.

Sebab, lanjut Riki, orangtua pasien ini sebelumnya sudah melaporkan anak yang dikandungan 10 hari sebelum persalinan.

“Itu seharusnya pasien bayi ini tak perlu diperlakukan atau diberlakukan seperti peserta reguler yang harus menunggu aktifnya nomor peserta atau virtual account selama 14 hari dari mulai pendaftaran awal. Kondisinya kan saat itu emergency dan memang lahir sebelum waktunya. Ini yang kami RDP kan. Semoga tak terjadi lagi di kemudian hari seperti nasib bayi M Rizki,” terang Riki. (gas)

Catatan Bens Leo tentang Yon Koeswoyo

0

SEKITAR pukul 05.40 WIB, Jumat (5/1), handphone saya berdering. Dari ujung telepon, Nomo Koeswoyo mengabari, ”Dik Bens, Mas Yon meninggal dunia. Tolong wakili saya dulu ya. Rumah duka di Jalan Salak, Pamulang. Saya menyusul ke rumah duka.”

Ini berita mengejutkan. Yon Koeswoyo, sang legenda, wafat.

Berita mengejutkan itu dikirim Nomo, abang Yon, dari rumah tinggalnya di Magelang, Jawa Tengah. Belum genap dua pekan sebelumnya, Nomo, juga kedua anaknya, Chicha dan Reza Koeswoyo, membesuk Yon di rumahnya di Pamulang, Tangerang Selatan.

Ketika itu Yon sedang kurang sehat setelah show bersama Koes Plus ”Pembaharuan” di Kediri. ”Itulah show terakhir Om Yon bersama kami. Saat itu Om Yon juga mengajak Kenas main gitar karena Om Yon belakangan memang kurang sehat untuk menyanyi sambil main gitar. Om Yon menjadi vokalis, Kenas main gitar,” ujar Sonny, basis Koes Plus ”Pembaharuan”.

Kenas, 17, adalah putra terkecil Yon dari pernikahannya dengan Bonita. Sudah lebih dari dua tahun terakhir Kenas naik panggung dengan lagu-lagu Beatles. Tapi, ayahnya mengajari dia bermain lagu-lagu Koes Plus/Koes Bersaudara dengan gitar.

”Pesan terakhir yang sempat kami dengar dari Om Yon, hendaknya Kenas bisa melanjutkan keperkasaan generasi Koeswoyo dengan memainkan lagu-lagu Koes Plus dan Koes Bersaudara. Karena David Koeswoyo dan Damon, putra Om Tonny Koeswoyo, sudah memiliki dunia sendiri dengan ngeband dalam formasi Junior atau band lainnya,” masih kata Sonny.

David dan Gerry Koeswoyo adalah abang Kenas dari ibu berbeda. Sedangkan Damon pernah satu band dengan Anang Hermansyah di Kidnap Katrina.

Kehadiran Nomo dan keluarga sangat menghibur Yon yang sepulang dari Kediri sempat dirawat lima hari di RS Medika Bumi Serpong Damai (BSD). Seperti biasa, kebiasaan Yon jika dijenguk saat sakit selalu ingin menyanyi.

”Mas Yon itu bandel, mengaku takut dokter. Main di panggung adalah terapi sakitnya,” kata Bonita, sang istri sekaligus manajer Koes Plus ”Pembaharuan” dan Yon.

Peristiwa paling mengharukan terjadi pada Januari 2017. Ketika itu Yon yang sedang diopname di Eka Hospital BSD dibesuk Benny Panjaitan. Padahal, vokalis dan gitaris band Panbers tersebut saat itu sudah terkena stroke dan harus duduk di kursi roda. Benny, seperti diketahui, akhirnya meninggal pada 24 Oktober tahun lalu.

”Mereka berdua seperti pengin saling menyanyikan lagu hit masing-masing. Tapi, yang keluar adalah lagu (Hidup) Terkekang karya almarhum Bang Benny yang disenandungkan Mas Yon,” cerita Ruslandi, salah seorang kerabat Panbers Club Band.

Yang mengharukan, ungkap Ruslandi lebih lanjut, Benny sempat menyerahkan uang Rp 300 ribu kepada Yon yang saat itu habis cuci darah. ”Mbak Bonita sampai kaget karena sebenarnya Bang Benny lebih memerlukan banyak uang untuk mengobati strokenya dibanding Mas Yon yang berangsur sehat. Tapi, itulah arti persahabatan musisi senior,” kenang Ruslandi.

Saat Yon baru pulang dari opname di Eka Hospital, komunitas musisi Indonesia Kita pimpinan Renny Djajoesman juga sempat menyambanginya di rumah. ”Yang mengharukan, Mas Yon mau menghibur kami yang besuk dengan menyanyi lagu-lagu Koes Plus tanpa mau dicegah. Jadi, benar kata orang, terapi Yon Koeswoyo itu dengan manggung atau main musik,” papar Renny.

Yon juga merasa tersanjung ketika pada 2015 lagu ciptaannya, Curiga, direkam penyanyi perempuan yang tengah meroket namanya saat itu, Indah Dewi Pertiwi. ”Umurku sudah 75 tahun, masih bisa nulis lagu dan direkam penyanyi perempuan yang sedang top-topnya, Indah Dewi Pertiwi. Ini membanggakan, Dik,” kata Yon waktu saya menyambangi rumahnya awal 2016.

Koes Plus ”Pembaharuan”

Dalam formasi Koes Bersaudara hingga Koes Plus dengan masuknya drumer Murry pada 1968, Yon dan Yok termasuk kreator penciptaan lagu di luar almarhum Tonny. Sebaliknya, Nomo terlihat kreatif justru setelah mengundurkan diri sebagai drumer Koes Bersaudara.

Nomo mencipta banyak lagu buat putrinya, Chicha Koeswoyo, dan band bentukannya, No Koes. Begitu pula Yok yang sempat sibuk mengorbitkan putrinya, Sari Yok Koeswoyo.

Yon menciptakan banyak hit untuk Koes Plus. Di antaranya Bunga di Tepi Jalan, Terlambat, Hatiku Beku, dan Hidup yang Sepi. Yang menarik disimak adalah karakter Koes Bersaudara dan Koes Plus yang ternyata tercipta dari duet legendaris Yon dan Yok. Tapi, harus diakui, Yon-lah yang lebih memiliki vokal jernih, range vokal lebar, dengan warna suara yang lembut dan mendayu-dayu.

Dalam teori musik, apabila seorang pencipta lagu mampu membawakan lagu ciptaannya sendiri melalui kepiawaiannya menyanyi, dia akan punya potensi jadi hitsmaker. Dan Yon beruntung, dia menjadi vokalis utama band kreatif bernama Koes Bersaudara dan Koes Plus itu hingga akhir hayatnya.

Fenomena yang menarik dari sejarah Koes Bersaudara dan Koes Plus adalah tekad Yon untuk melanggengkan dinasti Koeswoyo sebagai ”dinasti musisi”. Caranya, dengan terus melanjutkan kiprah Koes Bersaudara-Koes Plus, baik di panggung maupun dapur rekaman.

Tatkala Nomo mengundurkan diri dari Koes Bersaudara serta digantikan Murry, lalu Koes Bersaudara resmi berganti nama menjadi Koes Plus, Yon memilih tetap bertahan bersama Tonny dan berduet dengan adiknya, Yok. Tapi, tatkala Yok mulai memilih bersolo karir dengan mencipta lagu-lagu berspirit perjuangan, Yon memilih melanjutkan kiprah Koes Plus bersama Sonny (bas), Seno (drum), serta Danang dan Wahyu (bergantian, main keyboard dan gitar melodi).

Pada show terakhir di Kediri, Yon menyanyi dengan durasi dua jam. Sebanyak 25 lagu hit Koes Plus/Koes Bersaudara dia bawakan di depan sekitar 2.000 penonton fanatiknya.

Tentang nama Koes Plus ”Pembaharuan”, Sonny mengatakan, nama itu lahir dari gagasan Harry Tjahjono. Harry yang novelis banyak bergaul dengan keluarga Koeswoyo sejak John, Tonny, Nomo, Yon, dan Yok dari Koes Brothers (nama sebelum Koes Bersaudara) berkumpul di kompleks Koes Bersaudara, Jalan Haji Nawi, Cipete, Jakarta. ”Mas Harry Tjahjono ingin mengingatkan banyak orang bahwa Om Yon melanjutkan peran Koes Plus di industri musik Indonesia ini ditata dengan penuh perjuangan,” kata Sonny.

Masa Depan Koes Plus

Jika salah satu karakter kuat dari Koes Plus adalah warna suara Yon Koeswoyo, lalu bagaimana kelanjutan Koes Plus setelah Yon wafat? Menurut hemat saya, kita boleh berharap dari Kenas Koeswoyo yang masih belia. Kenas relatif masih mudah ”dibentuk” dibanding David atau Damon Koeswoyo yang sudah memiliki dunia sendiri di panggung maupun rekaman.

Keluarga besar Koeswoyo memutuskan untuk memakamkan Yon pagi ini. ”Karena kami ingin Om Yon bisa diantar putranya, David, yang saat ini sedang berada di Raja Ampat, Papua, untuk kegiatan musiknya. Kami memutuskan Om Yon dimakamkan satu liang lahad dengan Om Tonny di TPU Tanah Kusir. Biar mereka bisa melepas rindu,” ujar Chicha Koeswoyo dengan mata berkaca-kaca.

Didapat kabar, Koes Plus ”Pembaharuan” masih menyisakan satu kontrak main pada 20 Januari 2018. Berpulangnya Yon membuat konser tersebut otomatis akan batal. Sebab, untuk sementara waktu, sulit mencari vokalis dengan karakter menyanyi dan vokal seperti Yon.

Selamat jalan pulang ke rumah Tuhan di surga, sang legenda Yon Koeswoyo. (*)

USBN SD Berpotensi Masalah

0
Ilustrasi pelajar SD. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Belum ada kejelasan terkait pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) untuk delapan mata pelajaran (mapel) di jenjang SD. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) yang mengaturnya juga belum keluar. Dengan masa persiapan yang mepet, pelaksanaan USBN di SD berpotensi masalah.

Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menuturkan pada prinsipnya pelaksanaan USBN untuk delapan mata pelajaran sudah siap. Tinggal menunggu diterbitkannya Permendikbud tentang Ujian Nasional dan USBN 2018. Draft Permendikbud sudah disusun dan dibahas untuk kemudian disahkan Mendikbud Muhadjir Effendy. BSNP sendiri merupakan otoritas penyelenggara ujian nasional.

’’Saya terima info hari ini (kemarin, red) tadi masih dibahas internal kementerian,’’ katanya saat dikonfirmasi kemarin (5/1). Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan sampai saat ini BSNP juga belum mengeluarkan kisi-kisi USBN jenjang SD. Sebab BSNP masih menunggu terbitnya Permendikbud itu.

Pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan pelaksanaan USBN merupakan sebuah kebijakan yang ironi. Dia masih ingat tahun lalu Kemendikbud berupaya memoratorium ujian nasional (Unas). Tetapi sekarang malah menambah jumlah mata pelajaran USBN di jenjang SD. Meskipun USBN soal dari Kemendikbud hanya 25 persen, tetap ada intervensi pemerintah pusat.

Indra mengatakan sampai sekarang belum ada kejelasan tentang pelaksanaan USBN delapan mapel di SD itu. Dia khawatir jika nanti pelaksanaannya di daerah menjadi kacau. Kemendikbud bisa saja lepas tangan dengan alasan SD adalah kewenangan daerah.

Di antara yang menjadi potensi persoalan di daerah adalah anggaran. Indra mengatakan pada umumnya APBD 2018 sudah diketok palu November tahun lalu. Belum tentu di dalam APBD 2018 disiapkan anggaran untuk membuat soal USBN untuk delapan mapel. Dia khawatir ujungnya sekolah bakal memungut uang ujian kepada wali murid.

’’Pengelolaan pendidikan perlu ada cetak biru,’’ katanya.

Selama pelaksanaan USBN untuk delapan mapel di SD itu masuk cetak biru, dia mengatakan masih bisa ditoleransi. Tetapi jika USBN untuk delapan mapel itu kebijakan seporadis atau dadakan, dia khawatir tidak berjalan mulus sampai di daerah. (wan/jpg)

Permudah Izin Investasi, Batam Siap Terapkan Sistem Perizinan Terintegrasi

0

batampos.co.id – Meski belum diresmikan, Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam sudah resmi beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Mal ini digadang mampu memberikan layanan perizinan yang semakin mudah, baik untuk masyarakat maupun investor.

“MPP merupakan cerminan, pintu gerbang bagi masyarakat yang ada di Kota Batam. Bukan hanya membawa nama Pemerintah Kota Batam tapi juga seluruh institusi di Batam bahkan Kepulauan Riau,” kata Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batam Firmansyah usai apel di MPP Batam, Jumat (5/1).

Firmansyah mengatakan MPP Batam ini merupakan proyek percontohan nasional. Dan menjadi satu-satunya yang terlengkap dan mengintegrasikan seluruh perizinan dari pusat ke daerah.

Pemerintah Kota Batam yakin dengan komitmen para petugas dalam memberikan pelayanan. Karena petugas di MPP merupakan pegawai pilihan dari instansi masing-masing. Sehingga bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dan sebagaimana yang diharapkan.

“Pemerintah daerah bangga, meski belum diresmikan, pelayanan sudah berjalan. Dan kita tetap punya semangat, integritas, dalam mengelola MPP. Mudah-mudahan ke depan, ini bisa berjalan baik dan bisa diresmikan sesuai rencana,” kata dia.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam Gustian Riau menyebutkan, bulan ini ada tiga instansi dan badan usaha yang bakal bergabung di MPP Batam. Di antaranya Telkom, PT Pos Indonesia, dan Telkomsel.

“Mereka tinggal bawa perlengkapannya, tempat udah kami siapkan,” ucap dia, kemarin.

Soal peresmian MPP Batam, Gustian mengatakan pihaknya akan tetap menunggu jadwal Presiden Joko Widodo. ” Tetap tunggu beliau, sekarang kami tidak ada kendala lagi tinggal diresmikan,” imbuhnya.

Semangat mempermudah izin investasi juga digelorakan Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam. Menurut Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Bambang Purwanto, pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Kebijakan itu bertujuan meningkatkan standar pelayanan perizinan berusaha yang efisien, mudah, dan terintegrasi tanpa mengabaikan tata kelola.

“Untuk mendukung program pemerintah tersebut BP Batam telah melaksanakan layanan perizinan secara online dan secara bertahap menuju sistem perizinan terintegrasi secara elektronik,” kata Bambang, belum lama ini.

Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik, Jumat (5/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan saat ini banyak rencana investasi yang sulit terealisasi karena masih terkendala persoalan-persoalan perizinan dan administrasi.

”Izin dikasih BKPM, tapi dalam pelakasnaanya selalu tidak jalan,” ujar Sofjan, Jumat (5/1).

Dia menyebut, saat ada sekitar 50 miliar dolar AS dana asing yang akan diinvestasikan di dalam negeri. Dari 50 miliar dolar AS itu paling banyak di sektor energi dan manufaktur.
Namun sampai saat ini rencana tersebut belum terwujud karena masih terkendala perizinan.

Sofjan menuturkan, saat ini pemerintah sedang berupaya keras untuk mengatasi persoalan-persolan tersebut. Khususnya menggerakan satuan tugas percepatan ekonomi yang ada di Kementerian Koordiantor bidang Perekonomian.

”Begitu banyaknya investasi yang masuk minta izin. Tapi ada saja masalah di segala bidang. Termasuk masalah di daerah-daerah yang menghambat pelaksanaanya itu,” kata Sofjan yang tercatat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Apindo itu.

Sofjan menuturkan bahwa realisasi investasi itu akan punya dampak signifikan terhadap perbaikan ekonomi. Karena dapat memberikan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. ”Yang gerakan ekonomi itu investasi,” tegas dia.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong tidak membantah bahwa sistem perizinan investasi di dalam negeri masih belum baik. Menurut dia, yang harus dilakukan adalah mengubah mindset dari penguasa menjadi pelayan. Khususnya, di sektor birokrasi. ’’Tadi presiden pakai istilah, feodal sekali kita duduk dengan gagah dan megah, menganggap kita penting dan menunggu investor seakan mereka butuh kita,’’ ucap Lembong usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, kemarin.

Padahal, yang sebenarnya terjadi adalah Indonesia yang butuh investor.
Seringkali, perizinan menjadi terlalu panjang di level pemeirntah daerah. Karena itulah, kebijakan single submission harus segera diterapkan untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut. Pihaknya diberi tenggat waktu paling lambat Maret sudah harus berjalan. Saat ini, sistemnya sedang disiapkan.

’’Beberapa hari lalu pak Darmin (Nasution, Menko Perekonomian) juga bisik-bisik ke saya, gedungnya di mana ya,’’ tambahnya seraya tertawa.

Menurut dia, ada dua sektor yang investasinya paling berpeluang tumbuh pesat tahun ini. Yakni, pariwisata dan e-commerce. Pariwisata menjadi unggulan karena mayoritas berada di sektor jasa. ’’Hasilnya cepat, dampak lapangan kerjanya cepat, dan pengahasilannya cepat. Devisanya jalan,’’ terangnya usai ratas.

Untuk e-commerce, BKPM sudah membuat hitungan. Selama 2017, total investasi e-commerce lebih dari 5 miliar dolar AS. Itu setara separo dari total investasi migas di tahun yang sama. ’’Nilainya besar sekali, perkiraan saya 50-80 persen year on year (yoy) pertumbuhannya,’’ lanjutnya. Sehingga, e-commerce perlu terus didukung.

Khusus e-commerce peluang modal masuk dari Tiongkok cukup besar. setidaknya ada dua pemain utama asal Tiongkok yang hendak masuk, yakni Alibaba dan Tencent. Khusus Tencent, dikabarkan hendak menanamkan modalnya sebesar Rp 16 triliun di salah satu unicorn Indonesia, Go-Jek.

Selebihnya, investor lain yang juga tidak kalah besar berasal dari ventura-ventura yang ada di Silicon Valley, Amerika Serikat. ’’Kami sedang upayakan agar lebih banyak yang masuk dari Eropa dan Jepang,’’ tutur mantan Menteri Perdagangan itu.

Bahkan, Jepang disebut sebagai Sleeping Giant. Softbank Jepang sudah menjadi investor utama di Grab. Softbank diketahui baru saja menggalang dana investasi terbesar sepanjang sejarah, yakni 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.300 triliun.

Untuk saat ini, pemerintah akan berupaya mempertahankan momentum yang ada. Presiden sudah meberi penekanan pada kualitas investasi, bukan kuantitas. ’’Masyarakat ini tidak peduli investasi. Yang mereka pedulikan itu lapangan kerja yang cepat, memberikan penghasilan yang lebih tinggi, bisa bikin pekerjaan kita naik kelas,’’ ujar Lembong. Kualitas itu yang akan menjadi fokus tahun ini.
(byu/jun/jpg)

Instruksi Kapolri, Pemeriksaan Calon Kepala Daerah Ditunda

0

batampos.co.id – Mabes Polri menginstruksikan kepada jajaran kepolisian untuk tidak memeriksa calon kepala daerah yang berurusan dengan kasus selama musim pilkada. Larangan tersebut merespons opini negatif terhadap pemeriksaan wali kota Samarinda dan Makassar yang bersaing dengan Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin dalam kontestasi Pilgub Kaltim.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mempertegas sikap fair-nya dengan memutasi perwira tinggi yang akan maju dalam Pilkada 2018. Di antaranya, Dankorbrimob Irjen Murad Ismail, Wakabaintelkam Irjen Anton Charliyan, dan Safaruddin.

Menurut Tito, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto untuk menunda proses hukum terhadap calon kepala daerah selama tahapan pilkada. ”Namun, kami tetap mengadepankan asas equality before the law,” terang Kapolri di lobi Gedung Utama Mabes Polri, Jumat (5/1).

Meski demikian, kebijakan tersebut akan menghentikan proses hukum. Pemeriksaan calon kepala daereh akan berlanjut setelah selesainya tahapan pilkada. Baik, calon yang terpilih atau tidak. ”Hal ini untuk mencegah agar penegak hukum tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk menjatuhkan pasangan calon yang sedang berkompetisi dalam pilkada,” paparnya.

Tito juga menepis adanya kriminalisasi yang dilakukan Polri terhadap calon kepala daerah tertentu. Kata dia, kriminalisasi adalah objek kasus bukan pidana tetapi dipaksakan menjadi pidana. Dia mejamin semua proses hukum berunsur pidana dan bukan kriminalisasi. Apalagi, kasus tersebut sudah terjadi hampir satu tahun. ”Kalau seperti itu ya penegakan hukum, tolong hati-hati menggunakan bahasa kriminalisasi,” ujarnya.

Yang utama, Tito mengajak semua aparat bersikap netral dalam pilkada. Sebab itu, Polri akan bekerja sama dengan Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan sebagainya untuk melakukan memorandum of understanding (MoU). ”Jaga netralitas penegak hukum dan jangan menjadi alat politik,” tegasnya.

Langkah Kapolri tersebut benar-benar di luar dugaan. Sebab, selain menunda pemeriksaan calon kepala daerah, Kapolri juga langsung memutasi sejumlah perwira tinggi yang maju pilkada.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Sesuai telegram Kapolri nomor ST/16/1/2018 tertanggal 3 Januari 2018, Irjen Safaruddin yang menjadi sebab-musabab pemeriksaan Wali Kota Samarinda dan Makassar dimutasi dari Kapolda Kaltim menjadi Pati Baintelkam Polri. Selanjutnya, Irjen Murad Ismail digeser dari Dankorbrimob menjadi Analis Kebijakan Utama Brimob Korbrimob Polri. Murad diketahui mencalonkan diri menjadi Gubernur Maluku.

Irjen Anton Charliyan yang saat ini berposisi di Wakalemdiklat menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Sespimti Polri. Anton sempat dikabarkan akan mencalonkan diri di pilgub Jawa Barat.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menuturkan, mutasi tersebut merupakan tindak lanjut dari beberapa personil yang ikut dalam kontestasi Pilkada 2018. ”Jadi yang ikut nyalon diganti tidak dalam jabatan strategis,” jelasnya. Namun ada pula pergantian yang merupakan tour of duty. Di antaranya, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi digeser menjadi Dankorbrimob menggantikan Murad. ”Ya, ini untuk meningkatkan kinerja kepolisian,” paparnya.

Jenderal Budi Gunawan juga masuk dalam mutasi. Yakni, dari Pati di Baintelkam Polri ditugaskan di Badan Intelijen Negara (BIN). ”Namun, jabatan BIN tetap dijabat Budi Gunawan. Karena BIN tidak berdasarkan Polri. Sebagai polisi pensiun sesuai regulasi,” ujarnya. (idr/agm/jpg)