Selasa, 28 April 2026
Beranda blog Halaman 12716

Bayar Pajak Makin Praktis Secara Online

0
kepala Bapenda Kamarulazi soft launching SIMDA Pendapatan Online. Tri Haryono/Batampos

batampos.co.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Karimun, membuat inovasi terbaru dalam sistem pembayaran pajak oleh masyarakat berbasis online. Untuk menambah fasilitas kepada wajib pajak daerah untuk melaksanakan penyampaian Surat pemberitahuan Pajak Daerah secara online (e-SPTPPD). Kemarin (18/12) dilaksanakan soft launching Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Pendapatan Online di ruang pelayanan Bapenda yang disaksikan langsung Konstantin Siboro dari BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

“Untuk mempermudah pelayanan, sehingga para wajib pajak cukup masuk ke web side www.bapenda.karimunkab.go.id. Kemudian, silahkan memilih aplikasi pembayaran pajak online lalu login dan entri SPT Masa. Setelah entri e-SPTPD maka Wajib Pajak akan mendapatkan kode bayar, lalu bisa langsung melakukan pembayaran di Bank Riau Kepri,” jelas Kepala Bapenda Kamarulazi.

Lanjutnya, dalam penerapan SIMDA Pendapatan online, Bapenda Karimun bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat dan Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau serta menggandeng Bank Riau Kepri dalam membangun system pembayaran pajak daerah secara online. Sehingga SIMDA Pendapatan adalah produk dari BPKP yang telah dipergunakan oleh banyak daerah dalam pengelolaan pendapatan, namun dalam penerapan secara online baru Pemerintah Kabupaten Karimun.

“Kita yang pertama menggunakan aplikasi SIMDA Pendapatan online di Indonesia. Dan akan terus melaksanakan pengembangan, bersama BPKP agar tersedia aplikasi tersebut lebih baik dan mudah diakses,” tuturnya didampingi Konstantin Siboro dari BPKP Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau.

Dengan adanya fasilitas SIMDA Pendapatan online, supaya dapat mempermudah bagi wajib pajak dalam proses membayar pajak. Sehingga, dapat mempersingkat waktu dalam pengurusan administrasi pajak dan dapat diakses diluar baik di kantor maupun ditempat-tempat umum yang mempunyai akses internet.

“Intinya, kita memberikan kemudahan bagi wajib pajak dalam proses pembayaran. Kedepannya Bapenda Karimun juga bekerjasama dengan Bank Riau Kepri akan mengembangkan proses pembayaran lewat ATM dan Internet Banking,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang wajib pajak ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, untuk proses administrasi dengan fasilitas SIMDA Pendapatan online cukup mudah dan tidak memakan waktu lama. “Hanya hitungan detik, sudah bisa kita bayar pajak. Semuanya tertera didalam web side tersebut, termasuk angka nominal yang harus dibayarkan,” singkatnya. (tri)

Pakde Tio Warga Wiradesa, Kabupaten Pekalongan Jalan Kaki Keliling Indonesia

0
Seorang pejalan kaki keliling nusantara saat berada dikantor DPRD Batam, Senin (18/12/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Lelah Sutiyo Suyatno sepertinya terbayar usai mendapat kesempatan berfoto dengan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad di luar Lobi Gedung DPRD Batam, Senin (18/12). Padahal pundaknya masih memikul tas dengan beban 24 kilogram dan sebuah tongkat kayu.

“Keinginan saya, berfoto dengan setiap pimpinan daerah. Dan Alhamdulillah tadi saya diterima untuk berfoto,” ujar pria berambut gondrong ini dengan senyum sumringahnya.

Sutiyo atau akrab disapa Pakde Tio mengaku datang jauh-jauh dari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hebatnya, untuk sampai ke Batam, Pakde Tio hanya mengandalkan kedua kakinya alias jalan kaki. Bahkan, ia rela meninggalkan anak-anaknya di Kampung untuk bisa mencapai keinginan tersebut.

“Sebelum kesini, saya sudah lebih dulu ke Dumai, juga jalan kaki dari Kampung saya. Saya habiskan waktu satu tahun dan delapan bulan untuk keliling sumatra,” imbuh Pakde Tio.

Diceritakannya, selama beberapa tahun terakhir ia habiskan waktu untuk berkeliling Indonesia. Seluruh wilayah mulai Propinsi, Kota hingga Kabupaten sudah ia tempuh hanya dengan berjalan kaki.

“Saya sudah keliling semuanya, kecuali Aceh. Insyallah dari Batam saya akan ke Aceh, namun mau istirahat dulu. Di Batam, saya mau ke Jembatan Barelang. Jembatan 1 sampai 6. Selama ini saya penasaraan dengan cerita orang-orang,” kata pria kelahiran 1966 silam.

Menurut dia, banyak suka duka yang ia hadapi selama perjalanan. Bahkan ia pernah diejek, namun tekad untuk berkeliling Indonesia tak mematahkan semangatnya untuk terus berjalan kaki. Selama perjalanan, ia mendapat banyak respon dari warga, namun banyak respon warga yang berbaik hati dan menyambut kedatangannya.

“Saya berjalan dengan memikul berat tas ini. Isi tas ini tak bisa dikurangi karena kebutuhan saya ada disini. Suka duka jangan ditanya, susah saya ceritakan. Yang pasti dalam perjalanan saya, masih banyak yang baik hati,” ceritanya.

Disinggung tujuannya keliling Indonesia dengan cara berjalan kaki, Pakde Tiyo mengaku hanya sebagai pencinta alam yang mencari keindahan alam Indonesia. Ia menikmati setiap perjalanannya meski seorang diri. Bahkan ia rela tidur diemperan toko dan tempat luang lainnya.

“Saya jalan kaki karena keinginan, bukan ikut-ikut orang lain. Makanya saya jalan sendiri dan tak mau ditemani,” pungkas pria ini. (she)

Om Wakim Tewas Bersimbah Darah

0
Polisi mengevakuasi mayat Yakim yang ditemukan tewas di pinggir jalan. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Warga Jalan Kapten Tandean, Kecamatan Meral Barat,digemparkan dengan penemuan sesosok mayat yang bersimbah darah. Pria yang diketahui sebagai Yuakim alias Om Wakim, 60, ditemukan warga yang melintas di jalan tersebut.

Kapolsek Meral AKP Syaiful Badawi menjelaskan, warga yang menemukan mayat bersimbah darah di pinggir jalan adalah Kasrin dan Joni Iskandar. Keduanya warga Parit Benut yang akan ke Sei Bati untuk melihat speedboat. Namun, di tengah jalan menemuikan mayat pria yang tidak dikenal terkapar di pinggir jalan. ”Lantas, keduanya mengetuk pintu rumah yang ada di sekitar lokasi kejadian,” ujar kapolsek Meral AKP Syaiful Badawi, Senin (18/12)

Setelah itu, kata Kapolsek, penemuan mayat ini dilaporkan kepada Polsek Meral. Anggota langsung mendatangi lokasi kejadian. Dan, memang kondisi wajahnya sangat mengenaskan dan belum diketahui siapa pria yang meninggal dunia. Karena, terdapat luka robek pada wajahnya dan matanya juga rusak. Baru setelah sidik jari diambil oleh Tim Inafis Polres Karimun diketahui identitas pria yang meninggal.

”Setelah identitas diketahui, maka hasil penyelidikan kita bahwa berdasarkan keterangan saksi pukul 03.00 WIB Yuakim alias Om Wakim berjalan sendiri dari Payalabu, Desa Pangke. Memang sebelumnya ada duduk bersama teman-temannya. Hanya saja Om Wakim pulang terakhir dan sendirian. Selain itu, kita lihat di lokasi kejadian tidak ditemukan senjata tajam. Memang, darah cukup banyak, namun hanya ada di sekitar kepala korban saja,” paparnya.

Untuk itu, lanjut Badawi, belum dapat disimpulkan apa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Bisa saja penyebab akibat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) karena dilanggar dan kemudian ditinggalkan begitu saja. Selain itu, polisi juga menemukan serpihan tulang-tulang kecil di lokasi kejadian. Bahkan, ada juga tuklang kecil yang ditemukan jaraknya dua meter dari mayat Om Wakim.

”Bisa juga disebabkan akibat pembunuhan. Hal ini jika melihat kondisi luka pada bagian kepala depan. Kening mengalami luka parah dan dalam. Kemudian, mata sebelah kiri juga rusak parah mengeluarkan darah. Telinga sebelah kiri juga mengeluarkan darah. Untuk itu, kasus ini masih dalam penyelidikan dan saat ini ditangani oleh Sat Reskrim Polres Karimun,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara secara terpisah menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis diketahui bahwa bola mata sebelah kirim pecah dan termasuk ke dalam. ”Selain itu, tulang wajah juga pecah. Luka pada bagian wajah 10 centi meter dan lebarnya satu setengah meter. Penyebab luka berdasarkan pemeriksaan tim medis karena benda tajam,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Lulik, untuk penyebab kematian apakah dibunuh atau akibat Lakalantas dengan modus tabrak lari masih dalam penyelidikan. Saat ini penyidik sudah memanggil dan melakukan pemeriksaan 5 orang saksi yang kenal dengan korban. Bahkan, termasuk saksi yang malam harinya bersama-sama dengan korban. (san)

Dua Pancung Tabrakan di Perairan Pulau Bulang

0

batampos.co.id – Kecelakaan laut terjadi di perairan pulau Bulang. Boat pancung yang membawa 11 penumpang dan pancung boat kosong terlibat tabrakan di perairan teluk Male, pulau Bulang, kecamatan Bulang, Minggu (17/12) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Insiden tersebut merenggut korban nyawa sebab Ismail sang nahkoda atau tekong pancung boat yang bermuatan penumpang ditemukan tewas setelah dinyatakan hilang selama 18 jam.

Tidak itu saja Faizal, satu penumpang juga dinyatakan hilang dan belum ketemu sampai Senin (18/12) malam tadi.

Informasi diperoleh, kecelakaan laut tersebut juga melukai sejumlah penumpang lainnya. Dari sebelas penumpang ada diatas pancung boat itu hanya empat orang yang selamat. Sementara enam penumpang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Penumpang yang mengalami cidera dan harus dirawat di rumah sakit diantaranya; Hanindia bocah dua tahun, Rasya bocah 10 tahun, Sayid Abdilah bayi 11 bulan, Syarifah Dahlia,24, Lisnawati, 31 serta Umi, 52. Mereka dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji dan di rumah sakit Badan Pengusahaan Batam di Sekupang.

Sementara penumpang lain yang selamat dan tidak mengalami cidera adalah Sara Nabilah,6, Sayid Ahmad, 33, Illiyasa, 35 dan Ria.

Menurut sejumlah saksi dari korban yang selamat, tabrakan dua boat pancung itu terjadi diduga karena gelombang dan arus laut yang cukup keras di sekitar lokasi kejadian. Sebelum kejadian boat pancung yang ditumpang para korban dan dinahkodai oleh Ismail (korban yang hilang) bergerak dari pulau Bulang Lintang menuju pelabuhan Sagulung. Pancung tersebut bergerak tanpa lampu dan beriringan dengan pancung boat lain yang dinahkodai oleh Iyan. Dua pancung tersebut sama-sama memuat penumpang dengan jumlah yang hampir sama.

“Kami baru pulang hajatan di pulau Bulang. Mau pulang ke Batam. satu keluarga besar makanya pakai dua pancung,” ujar Said Ahmad, korban yang selamat saat dijumpai di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji, Kemarin.

Saat memasuki lokasi kejadian atau sekitar 10 menit berlayar dari pulau Bulang, mendadak dari arah berlawanan muncul pancung boat kosong yang dinahkodai oleh Sulihan dalam posisi laju. Karena arus laut cukup kencang dan suasana gelap, pancung boat yang ditumpang para korban tak bisa mengelak. Tabrakanpun terjadi. Dua pancung tersebut sama-sama terbalik. Seluruh penumpang termasuk dua nahkoda pancung tercebut ke dalam laut. Beberapa penumpang bahkan ada yang terkurung dibalik pancung boat yang terbalik.

“Untungnya pancung yang dibelakang kami langsung mendekat dan menyelamatkan kami ke dalam pancung itu,” tutur Iliyasa, korban lainnya.

Karena panik dengan situasi tersebut para penumpang dewasa yang selamat hanya fokus menyelamatkan balita dan anak-anak yang terjebak di dalam boat yang terbalik. Setelah semua penumpang dievakuasi ke dalam boat yang dinahkodai oleh Iyan, mereka baru sadar kalau Ismail sang nahkoda boat yang ditabrak dan Faizal penumpang lain tidak ada diatas boat bantuan itu.

“Ternyata dua orang hilang. Kami coba selam cari tapi tak bisa karena gelap dan arus laut cukup kencang,” tutur Said.

Karena ada yang cidera akibat kecelakaan itu, Sulihan nahkoba boat yang menyelamatkan membawa para korban ke pelabuhan Sagulung. Para korban semuanya dilarikan ke RSUD Embung Fatimah Batam sebelum ada yang dirujuk ke RSBP Batam di Sekupang.

Menurut keterangan Sulihan, sebelum tabrakan terjadi, dia sudah berusaha mengelak dengan bergerak ke arah kiri, namun tabrakan tetap tak bisa dielakan sebab pancung yang dinahkodai oleh Ismail juga bergerak ke arah yang sama.

“Saya ke kiri, mereka juga bergerak ke arah yang sama. Lautpun bergelombang jadi susah nak ngelak,” tutur Sulihan.

Ismail korban yang meninggal dan Faizal, korban hilang diakui Iyan, nahkoda pancung yang menyelamatkan para korban, saat terjadi duduk di bagian depan dan belakang pancung. Sehingga diduga keduanya terlempar saat saat tabrakan terjadi.

“Kalau duduk di depan dan belakang tak pegangan, bisa jadi terlempar mereka saat tabrakan terjadi,” tutur Iyan.

Usai mengevakuasi para korban, aparat kepolisian dan nelayan sekitar langsung bergerak mencari Ismail dan Faizal dilaprokan hilang. Upaya pencharian membuhkan hasil. Ismail berhasil ditemukan sudah meninggal dunia di dekat lokasi kejadian, Senin (18/12) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Sementara Faizal belum ditemukan.

“Kami sudah terjunkan dua kapal pencarian dari Polairud Polda Kepri tapi belum ketemu. Arus cukup kencang. Nelayan juga sudah banyak membantu tapi baru satu (jenazah Ismail) yang ditemukan,” ujar Komandan Kapal Polairud Bripka Adi Lestari di pelabuhan Sagulung, kemarin.

Menurut keterangan para saksi, diakui Adi kecelakaan laut itu diduga karena arus laut yang cukup kencang.

“Mereka juga tak pakai lampu dan pelampung,” ujar Adi.

Kasat Polair Polresta Barelang AKP Arsyad membenarkan kejadian laka laut itu. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Yang meninggal itu nahkoda kapalnya. Satu lagi masih dalam pencarian. Enam penumpang lain terluka dan dirawat di rumah sakit,” ujar Arsyad.

Terkait penyebab kecelakaan, seperti keterangan saksi, kata Arsad dugaan kuat karena kondisi alam yakni laut bergelombang yang diperparah dengan minimnya penerangan pancung.

“Pancung itu tak ada lampu lokasi kejadian itu persis di persimpang pulau yang arusnya deras. Itu yang memperburuk keadaan,” ujar Arsyad.

Dengan adanya kejadian itu Arsyad kembali mengingatkan masyarakat nelayan atau penambang pancung boat di seluruh Batam agar lebih berhati-hati lagi kedepannya. Situasi laut yang sedang bergelombang sebaiknya diantisipasi dengan perlengkapan pengaman.

“Minimal life jacket harus ada. Itu wajib sebenarnya. Sudah sering kali kami himbau bahkan memberikan bantuan life jacket tapi masih saja yang nekad berlayar tanpa alat pengaman seperti itu,” tutur Arsyad. (eja)

Pemko Batam Terima 6 Aset dari BP Batam

0
foto: yusuf hidayat / batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah menyerahkan enam aset ke Pemko Batam. Adapun ke enam aset tersebut adalah

  1. Pasar Induk Jodoh,
  2. Kantor Wali Kota Batam,
  3. Kantor DPRD Kota Batam,
  4. Masjid Raya Batamcenter,
  5. Masjid Baiturrahman Sekupang,
  6. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur.

“Alhamdulilah enam aset sudah diberikan. Terima kasih kita ucapkan kepada Ketua BP Batam yang juga hadir pada Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Batam yang ke-188,” kata Rudi saat pembukaan paripurna, Senin (18/12).

Menurut dia, pada tahap pertama ini pemko akan memprioritaskan pembangunan Pasar Induk Jodoh di awal tahun 2018.

“Tugas kita akan mulai membersihkan Tos 3000, Jodoh dan pasar tradisional yang ada di sekitar lokasi,” ucap Rudi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang menyambut baik penyerahan aset tersebut. Menurut dia, pemko sudah bisa mulai menata pasar induk tersebut, mengingat Detail Engineering Design (DED) nya sudah dianggarkan.

“Kita bersihkan dulu. Nanti back up penganggarannya kita masukan di APBD Perubahan 2018,” kata Sallon.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura. Diakuinya, dengan peralihan aset ini menjadi patokan untuk penganggaran.

“Beda cerita kalau belum aset kita, tak bisa dianggarkan,” katanya.

Nyanyang berharap penataan pasar induk ini bisa segera dilaksankan, mengingat akan kebutuhan lokasi bagi pedagang kaki lima.

“Kebutuhannya cukup banyak. Makanya kita minta pedagang kaki lima yang ditertibkan ditempatkan disana,” jelasnya. (rng)

Terjatuh Saat Melihat Aksi Demo, Kabid Disdik Meninggal Dunia

0

 

Gabungan mahasiswa saat menggelar aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kepri. Saat demo ini berlangsung Mardiana terjatuh kemudian tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal. F. Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Berita duka menyelimuti Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Dimana, salah satu pejabat terbaiknya Kabid Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Mardiana meninggal dunia usai menyaksikan aksi demo sejumlah mahasiswa Stisipol dan Aliansi Mahasiswa Peduli beasiswa yang menuntut transparansi dan kejelasan proses penerimaan beasiswa, di depan Kantor Disdik Provinsi Kepri, di Dompak, Tanjungpinang, Senin (18/12).

Diduga penyebab meninggalnya perempuan berusia 54 tahun ini, dikarenakan kaget lalu terjatuh saat hendak melihat proses demo yang sempat berlangsung anarkis tersebut. “Saat unjuk rasa terjadi ibu (Mardiana, red) ini berada empat meter dari lokasi unjuk rasa, berdiri tepat di tepi parit. Jadi pada saat adanya situasi dorong-dorongan antara anggota Polres, dengan masa aksi, mungkin ibu ini agak kaget kemudian kakinya salah melangkah lalu terjatuh dan pingsan,” jelas Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, Senin (18/12).

Mengetahui keadaan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengamanan dengan membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Kepri. “Karena kondisi kritis langsung dibawa ke rumah sakit. Sempat beberapa saat diperiksa setelah itu, tak tertolong lagi dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Ardiyanto memastikan meninggalnya pejabat terbaik Disdik Kepri itu, tidak ada keterkaitannya dengan masa aksi demo yang berunjuk rasa tersebut, dikarenakan posisi antara seluruh pegawai Disdik Kepri jauh dari masa aksi.

“Meninggalnya beliau itu murni karena sudah takdir. Jadi jangan dikaitkan dengan demo tersebut, karena posisinya juga sangat jauh berada dibelakang petugas kepolisian,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan pihaknya kini sudah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai Kordinator Lapangan (Korlap) yang memicu aksi tersebut, berlangsung anarkis.

“Tiga orang yang diduga memicu sehingga terjadinya dorongan ini sudah kami amankan untuk dimintai keterangan di polres. Ini akan kami dalami lagi lebih lanjut,” tuturnya.

Pria berpangkat melati dua ini juga mengimbau kepada para mahasiswa, agar tidak usah khawatir terkait adanya indikasi dugaan korupsi yang dilakukan Disdik Provinsi Kepri, karena tidak adanya transparansi dan kejelasan terhadap proses penerimaan beasiswa. Sebab pihaknya kini sudah memerintahkan penyidik untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

“Kita lagi tangani lebih lanjut masalah ini. Dan sudah saya perintahkan penyidik, khususnya jika ada indikasi KKN, akan kami ungkap dan akan kami sidik, serta tindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, dokter spesialis Emergency RSUD Provinsi Kepri, Dr, dr Yusmanedy, membenarkan Mardiana sempat dibawa ke RSUD Provinsi, namun nyawanya sudah tak bisa tertolong.

“Kalau saya curiga dia sakit jantung karena begitu datang memang jantungnya sudah berhenti. Tanda kehidupannya juga sudah tidak ada. Kemungkinan meninggalnya sudah dijalan,” ungkapnya.

Menurutnya pihaknya sempat melakukan tindakan medis melalui alat bantu pompa jantung, namun tak juga bisa tertolong. “Sempat sih jantungnya berdetak selama hampir setengah jam, setelah dipompa pakai alat pompa listrik jantung, tapi setelah itu kembali lagi jantungnya tak merepon dan akhirnya meninggal dunia,” imbuhnya. (cr20)

Kapolri Ancam Pengusaha Hiburan

0

batampos.co.id – Pengungkapan laboratorium narkotika di diskotek MG International Club membuat Polri waspada. Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan kapolres dan kapolda untuk mengumpulkan pengusaha tempat hiburan malam, seperti diskotek, karaoke dan panti pijat. Peredaran dan produksi narkotika di tempat hiburan malam harus diberantas.

Tito menuturkan, pengungkapan laboratorium narkotika di diskotek MG mampu diendus dalam operasi gabungan Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Tujuan operasi itu memang memotong jalur suplai.

”Sasaran utama memotong suplai narkotika itu,” ujar Kapolri, Senin (18/12).

Permintaan narkotika atau demand itu lekat sekali dengan tempat hiburan malam. Karena itu, dalam waktu dekat pengusaha tempat hiburan malam dan asosiasinya akan dikumpulkan.

”Harus diwarning tidak ada toleransi untuk narkotika,” tegasnya ditemui di Lobi Gedung Utama Mabes Polri, kemarin.

Apalagi, saat ini momentum tahun baru yang biasanya permintaan terhadap narkotika meningkat. ”Operasi akan lebih gencar dilakukan,” jelas jenderal berbintang empat tersebut.

BNN saat ini memiliki tekad yang begitu kuat dalam menindak peredaran narkotika. Namun, tentunya dalam kondisi semacam ini, BNN tidak bisa sendirian.

”Mari pemuka semua agama membangun ketahanan dari ancaman narkotika. Jangan hanya soal yang berbeda-beda saja,” tegasnya.

Sementara Kepala Humas BNN Kombespol Sulistiandriatmoko mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap karyawan diskotek MG masih berlanjut. Setelah menetapkan lima orang tersangka, ada tiga orang lagi yang diperiksa. ”Dua perempuan dan satu laki-laki,” tuturnya.

Ketiganya merupakan karyawan dari diskotek tersebut. Yang perempuan merupakan waiters dan lelaki merupakan sekuriti. ”Mereka dalam pendalaman, diperiksa sejauh apa keterlibatannya,” ujarnya.

Untuk pemilik diskotek bernama Rudy dan operator laboratorium narkotika, penyidik masih melakukan pengejaran.

”Masih dikejar keduanya,” jelasnya kemarin.

Langkah lainnya, BNN sedang memastikan jumlah member dari diskotek MG. Diskotek itu memiliki sistem keanggotaan (member) yang mendapatkan fasilitas untuk bisa membeli sabu dan ekstasi cair. ”Member ini kami telusuri,” jelasnya.

Sepanjang member ini memiliki keterlibatan dalam peredaran dan produksi, tentunya akan dilakukan pemeriksaan terhadap mereka. ”Yang terindikasi terlibat,” papar polisi dengan tiga melati di pundaknya tersebut.

Bagaimana mendeteksi diskotek yang menjadi tempat peredaran narkotika? Dia menjelaskan bahwa ada informasi bahwa diskotek MG itu tertutup terhadap warga. Ketua RW dan RT setempat yang ingin memeriksa tidak diberikan akses. ”Kalau menemukan yang begini lapor saja, bagus itu. Nanti langsung kami periksa,” jelasnya.

Yang juga penting, sebenarnya BNN tidak bisa sendirian dalam mendeteksi narkotika di tempat hiburan malam. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata yang menerbitkan izin terhadap diskotek juga memiliki tanggungjawab untuk mengawasi. ”Harapan kami begitu, mereka mengawasi lalu bila melihat yang tidak beres laporkan ke BNN dan Polri,” paparnya.

Sementara Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari menuturkan, dalam pemeriksaan diketahui bahwa modus operandi dari diskotik MG itu, pembeli wajib memperlihatkan kartu member kepada karyawan yang disebut Captain. ”Captain inilah yang kemudian meminta kurir untuk menyiapkan narkotika cair,” jelasnya.

Kurir ini kemudian meminta penghubung untuk mengambil narkotika cair di tempat produksi. Narkotika cair diserahkan penghubung ke kurir. Lalu kurir ini meminta pembayaran pada pembeli dan langsung menyerahkan narkotika cair.

Kartu member diskotek MG ini berlaku selama enam bulan. Setelah masa berlakunya habis, maka harus diperpanjang dengan tarif Rp 600 ribu.

Narkotika cair ini memiliki beberapa nama sebutan. Di antaranya Aqua Setan, Aqua Getar, dan Vitamin. Dengan kode itulah pengunjung memesan narkotika cair tersebut. ”Untuk jumlah pengunjung setiap akhir pekan rata-rata mencapai 250 orang dan untuk hari biasa sekitar 75 orang,” ujarnya.

Dia mengatakan, telah dilakukan pendataan terhadap barang bukti yang ditemukan. D iantaranya dua zat prekusor Heliotropine dan Asetat Glasial. Lalu ada berbagai zat kimia lainnya, HgCL2, Nitroethana, Benzochinone, dan KOH. Untuk peralatan membuat narkotika, yakni labu bulat, labu pisah, corong, tabung destilasi, dan alat pereaksi kimia.

”Ada juga beberapa limbah hasil kristalisasi atau sisa produksi,” terangnya. (idr/jpg)

Bandara Hang Nadim mulai Padat

0
Calon penumpang pesawat memedati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (18/12). Lonjakan penumpang memasuki liburan sekolah dan menjelang natal dan tahun baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Masyarakat Batam mulai memadati Bandara International Hang Nadim,Senin (18/12), untuk mudik ke kampung halamannya merayakan Natal dan Tahun Baru.

“Normalnya itu biasanya 6.500 orang, baik berangkat atau datang. Tapi hari ini, yang berangkat sudah melebihi 7400 orang. Angka ini masih terus naik. Saat ini saya belum pegang rekapan terakhirnya,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Senin (18/12).

Ia mengatakan daerah tujuan yang paling padat itu ke Medan, Surabaya, Pekanbaru dan Jakarta. Dan Jumlah pemudik Natal diperkirakan Suwarso setiap harinya makin Naik. “Puncaknya nanti di 23 hingga 24 Desember,” ucapnya.

Untuk mengantipasi lonjakan penumpang yang semakin tinggi. Sejumlah maskapai sudah berancang-ancang melakukan penambahan penerbangan. “Yang baru fix itu Sriwijaya Air, sudah meminta extra flight ke Jakarta. Maskapai lainnya masih ancang-ancang,” ujar Suwarso.

Meningkatnya jumlah penumpang yang memadati Hang Nadim, tidak menurunkan pelayanan dan pengawasan petugas bandara. Suwarso mengatakan pihaknya telah membuat posko pelayanan di dalam terminal.

“Besoknya (19/12) direncanakan pendirian posko pengamanan. Di posko itu ada polisi, TNI, Avsec, BMKG juga,” ucapnya.

Dari pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat para calon penumpang berdesak-desakan di pintu masuk terminal Hang Nadim. Walau jumlah penumpang makin banyak yang antri, petugas satuan pengamanan bandara tetap melakukan pengawasan secara ketat.

Petugas meminta satu per satu calon penumpang memasuki pintu walkthrough. Setiap alat itu berbunyi, petugas memeriksa menggunkan metal detektor.

“Satu satu yah masuknya. Ikat pinggang, jam dan jaket mohon dilepas,” himbau petugas ke para penumpang.

Stevanie, salah satu penumpang tujuan Medan mengatakan sudah cukup lama dirinya mengantri. Tapi ia mengapresiasi pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas bandara.

“Saya tau, karena akhir-akhir di bandara sering ditangkap narkoba. Menurut saya pemeriksaan ini hal yang wajar,” ucapnya.

Wanita yang memiliki lesung pipit ini, mengatakan tujuannya ke Medan untuk merayakan natal bersama keluarga.

“Tidak ada keluarga di sini. Lagian sudah dua tahun tidak pulang saat natal. Ada kesempatan cuti, saya ingin natalan di kampung,” ujarnya. (ska)

Dihantam Ombak, Kapal Kargo Tenggelam

0
ENAM awak kapal dievakuasi tim gabungan dari Basarnas, Polair Polres Bintan dan TNI AL. F.Satpolair Polres Bintan untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kapal Motor (KM) Putra Sagulung tenggelam setelah dihadang ombak setinggi empat meter di perairan Marapas, Desa Mapaur, Bintan, Mingu (17/12). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, enam orang awak kapal berhasil diselamatkan setelah lima jam terombang-ambing di lautan. Yakni, Erwan ,46, Endes ,21, Antonius ,63, Muhammad Aziz ,21, Rio Astar ,18, Cely ,33.

Menurut Informasi di lapangan, kejadian nahas tersebut bermula ketika kapal yang mengangkut bahan kebutuhan pokok tersebut berangkat dari Tarempa Anambas menuju Kijang, Bintan. Setiba di Pulau Marapas, Senin (18/12) sekitar pukul 03.00 kapal diterjang ombak setinggi 4 meter.

Akibat kejadian itu, lambung kanan kapal bocor hingga kapal karam dan tenggelam. Waktu itu, sejumlah awak kapal menyelamatkan diri dengan meloncat ke laut.

Dengan bantuan fiber, mereka mengapung di laut dan terpisah karena terombang-ambing gelombang besar. Sekitar pukul 07.30 WIB, empat orang korban ditemukan Awang, nelayan yang sedang mencari ikan.

Awang kemudian menyelamatkan mereka dan membawa ke pulau Tanjung Elong, Kecamatan Mantang. Sekitar pukul 08.00 WIB, nelayan bernama Aziz dan Ibrahim berhasil menemukan dua korban selamat lainnya yang mengapung dan membawa ke pulang Tanjung Elong Mantang.

Kasat Polair Polres Bintan, AKP Norman DJ mengatakan, informasi hilangnya kapal kargo milik Ahong berdasarkan informasi dari pos AL di Senggarang. Mereka mengabarkankapal kapasitas 34 GT hilang kontak di Pulau Marapas, Desa Mapur.

Sekitar pukul 13.40 WIB, pihaknya bersama Basarnas dan Pos Kamla TNI AL
melakukan pencairan. Sekitar pukul 14.20 WIB diterima kabar bahwa enam orangnelayan tersebut telah diselamatkan dan dibawa ke pulau Tanjung Elong.
“Lalu kami melakukan evakuasi korban yang selamat,” katanya

Semua korban kemudian dibawa ke Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Bintan. (cr21)

Akhir Desember Jalang Layang Simpang Jam Beroperasi, selanjutnya Bangun Jalan Layang di Simpang Kepri Mall

0
Jalan layang malam hari di simpang Jam, Batamcentre, Jumat (15/12).  F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jalan layang Simpang Jam sudah selesai dibangun. Diprediksi akhir Desember jalan layang ini sudah mulai beroperasi. Selain jalan layang Simpang Jam, Pemko juga merencanakan pembangunan jalan layang baru di Simpang Kepri Mall di tahun 2018.

“Untuk Detail Engineering Design (DED) jalan layang di Kepri Mall sudah kami buat,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (18/12).

Guna pembangunan jalan layang ini terealiasi, ia mengajak seluruh unsur pemerintahan kota Batam, baik pemko, DPRD dan BP Batam bersama-sama mendatangi Kementerian PUPR memberikan DED tersebut. Sehingga ketika DED sudah masuk di kementerian bisa langsung dianggarkan.

“Kehadiran jalan layang ini sangat penting terutama dalam mengatasi kemacetan. Makanya kita rencanakan tahun 2018 sudah mulai dibangun kementerian PUPR,” terang Rudi.

Selain jalan layang, ia juga mengajak seluruh unsur pemerintah daerah untuk mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tujuannya ialah untuk meminta aset Mal Pelayanan Publik (MPP) yang saat ini dimiliki oleh provinsi Kepri untuk diserahkan ke pemerintah kota.

“Bersama-sama kita (Pemko dan DPRD) ke kemendagri. Karena provinsi di bawah kemendagri, aset itu bisa diserahkan,” kata Rudi.

MPP ini diakui Rudi, bisa dimanfaatkan sebaik mungkin jika ditangani langsung oleh Pemko. Apalagi sedikitnya di MPP ini memiliki 400 pelayanan publik baik swasta dan pemerintah.

“Kalau sudah kita yang punya, lantai dua dan tiga bisa kita manfaatkanm,” beber Rudi. (rng)