Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12718

Jalan Kurang Tinggi, Jalan Marina City Masih Terendam Banjir

0
Pengendara melintas di Jalan Marina City, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (8/1). Jalan ini kerab banjir akibat terlalu rendah. Warga berharap ditinggikan supaya tidak banjir. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Upaya pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir di jalan Marina City belum maksimal. Jalan menuju kawasan wisata terpadu Marina itu masih langganan banjir saat hari hujan.

Hujan deras yang mengguyur Batam beberapa hari lalu menyebabkan jalan kembali digenangi banjir dengan tinggi mencapai sebetis orang dewasa. Aktifitas lalu lintas lumpuh total sebab kendaraan tak bisa menerobos genangan banjir tersebut.

Belum lama ini Pemerintah Provinsi Kepri telah meninggikan lokasi jalan yang terendam banjir tersebut, melalui proyek peningkatan jalan yang dikerjakan oleh CV Humbang Utama Bersatu.

Namun proyek tersebut sepertinya belum begitu mengatasi persolan banjir di sana. Itu karena jalan yang dikerjakan berupa pemasangan gorong-gorong dan semenisasi tidak cukup tinggi dari lahan di sekitar jalan. Kondisi ini diperparah lagi dengan sistem drainase jalan yang belum disemenisasi, sehingga tak ada jalur khusus untuk aliran air selain badan jalan tersebut.

Pantauan di lapangan, sistem drainase di sepanjang jalan itu memang tidak berfungsi maksimal. Itu karena drainase baru sebatas galian tanah saja. Saluran drainase belum disemenisasi sehingga kembali tertimbun tanah dan ditumbuhi semak belukar. Begitu jalan di lokasi banjir depan perumahan Devin Premier masih cukup rendah dari dataran di sekitarnya.

Kondisi jalan dan drainase yang tidak bagus itu disayangkan warga dan pengguna jalan di sana. Warga berharap agar proyek peningkatan jalan ke depannya benar-benar memperhatikan ketinggian jalan dan dibarengi dengan pengerjaan drainase.

Cuman itu solusinya. Jalan ditinggikan lagi terus bagusin drainase. Kalau hanya perbaikan jalan saja percuma. Drainase juga dibenarin,” ujar Andreas, warga Marina, Senin (8/1).

Proyek peningkatan jalan dari Pemprov sebelumnya dianggap tidak maksimal sebab belum mengatasi keluhan warga atas persoalan banjir itu. Padahal proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu sangat dinantikan warga agar persoalan banjir dan juga kerusakan jalan bisa diatasi dengan baik.

“Kami sudah ikhlaskan ruli di sepanjang jalan ini digusur agar jalan dan drainase ini dibenarin, tapi ternyata tidak ada perubahan. Banjir malah tambah parah. Ini harus diperhatikan pemerintah agar proyek-proyek kedepannya tidak sia-sia seperti ini,” tutur Bonar, warga lainnya. (eja)

Sediakan Meja-Kursi Belajar, SMPN 37 Batam Utang

0
Siswa dan siswi SMPN 37 Tembesi, Sagulung sedang belajar, Senin (8/1). Siswa kelas tujuh ini sudah memilik kursi dan meja, sebelumnya siswa ini tidak memiliki. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id –  Dua ruang kelas SMPN 37 Batam yang sempat kekosongan meja dan kursi selama empat hari akhirnya terisi.

Pihak sekolah telah mengadakan 80 unit meja dan kursi plastik untuk menunjang proses belajar di kelas 7 tersebut. Sesuai dengan jumlah kekurangan. Wakil Kepala Sekolah SMPN 37 Batam, Devi Susanti mengatakan jumlah tersebut sesuai dengan kekuranganyang terjadi di sekolahnya.

“Kurangnya 80 unit saja, bukan 240 unit yang sebelumnya diberitakan,” ujar Devi Senin ( 8/1).

Devi mengatakan pengadaan kepada puluhan mobiler tersebut masih berstatus hutang. Lantaran bantuan dari Dinas Pendidikan Kota Batam hingga saat ini belum ada.

“Mereka janji akan bantu jika ada kekurangan nanti,” katanya.

Mengenai dana yang dikumpulkan oleh orang tua siswa, Devi mengaku pungutan itu tetap berjalan. Pungutan sebesar Rp 75 ribu tersebut diberikan oleh orang tua murid secara sukarela tanpa ada paksaan. Orang tua yang memberikan uang tersebut pun harus membuat pernyataan dan ditanda tangani.

“Sebagian orang tua siswa menolak untuk membatalkan pungutan itu,” katanya.

Sementara itu, puluhan siswa yang sebelumnya lesehan dan mengeluhkan kondisi itu akhirnya berlega hati. Wajah mereka terlihat sumringah ketika mendapati ruangan kelas yang sebelumnya kosong sudah terisi meja dan kursi.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti

“Kursi dan meja yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba,” ujar Riandi, salah satu siswa kelas 7.

Sejumlah siswa di kelas tersebut juga tak lagi merasakan dinginnya keramik. Mereka juga tak lagi mendongak ketika mendengarkan penjelasan gurunya. Sekarang mereka bisa belajar dengan tenang, tanpa mengeluhkan sakit pinggang dan leher seperti yang mereka alami selama empat hari sebelumnya.

“Alhamdulilah sudah tak lesehan lagi,” katanya. (cr19)

Februari, Dishub Terapkan Pendaftaran KIR Online Berbasis Smartphone

0
Petugas Dinas POerhubungan Kota Batam sedang melakukan pengujian KIR kendraan, Jumat (22/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Batam memutuskan untuk meningkatkan layanan pendaftaran KIR Online. Jika sebelumnya berbasis web, pada Februari 2018 mendatang akan ditingkatkan menjadi berbasis Smartphone.

“Kami persiapkan aplikasinya, warga tinggal dowload aplikasinya lalu bisa daftar via mobile atau telepon pintarnya,” kata Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri, Senin (8/1).

Ia menyampaikan, layanan pendaftaran KIR Online berbasis web sudah diberlakukan sejak 2017 lalu, namun sayang layanan ini sekalipun tak dimanfaatkan oleh masyarakat atau pemilik angkutan.

“Mereka lebih pilih datang antri di kantor, layanan berbasis web itu tidak familiar,” ungkapnya.

Namun demikian ia mengklaim walau layanan KIR dilakukan secara manual, tak membuat layanan di tersebut menumpuk dan hanya perlu waktu yang tak lama. Hal ini karean pihaknya telah menerapkan layanan KIR Drive Thru dan pembayarannya juga sudah tidak lagi tunai, namun membayar memanfaatkan layanan pada kartu yang sudah disiapkan. Ia mengatakan, dengan cara ini dapat menghindari face to face yang berpotensi menghadirkan kesempatan pungutan liar (pungli).

“Kapasitas rata-rata kita bisa tampung sekitar 300 kendaraan yang uji KIR, tapi sampai sekarang masih teratasi karena masih di bawah 300-an,” imbuhnya.

Meningkatkan layanan uji KIR merupakan program yang sejak awal Yusfa dengungkan setelah dilantik menjadi Kepala dishub akhir 2016 lalu.

Menurutnya, dengan sistem online masyarakat tak akan antre lama, pemilik kendaraan hanya akan mendaftar secara online, setelahnya mereka bisa beraktivitas seperti biasa hingga ada informasi dari Dishub tentang waktu uji kir. “Mereka cukup datang sesuai dengan waktu uji kir. Ini efisien, masyarakat tak seharusnya seharian di Dishub untuk menunggu,” ucap Yusfa, dulu.

Dengan pemberlakuan sistem online ini, lanjut dia, dipastikan akan meminimalisir face to face antara petugas dan pemilik kendaraan, sehingga akan memperkecil kemungkinan ada pungutan liar. Sistem online juga bakal meningkatkan transparansi layanan karena bisa diakses masyarakat. Dengan demikian, jika ada kendaraan tak lolos uji akan diketahui kelayakan kendaraan.

“Kalau ada yang kurang kita suruh perbaiki dulu, sampai dinyatakan lulus,” katanya. (cr13)

Mukakuning- Kepri Mall Padat Merayap

0
Pemotor dan mobil padat merayap dari arah Batuaji tujuan Batamcentre, Senin (8/1). Kemacetan terjadi dari turunan bukit Deang sampai simpang Panbil Mukakuning. Kemacetan ini dikarenakan jalan terlalu sempit ditambah volume kendaraan yangs emakin banyak. Pengendara berharap jalan ini diperlebar supaya tidak terjadi macet. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemacetan di jalan Ahmad Yani mulai dari Mukakuning hingga Simpang Kabil, Batamcenter kian bertambah parah. Untuk melewati jalan tersebut butuh waktu sekitar satu jam bagi kendaraan roda empat. Kemacetan itu terjadi setiap hari disaat jam sibuk yakni pagi dan sore hari.

Kemacetan terjadi karena volume kendaraan yang melintas disaat jam sibuk sangat banyak. Jalan yang lebarnya sekitar 12 meter sepertinya tak mampu lagi menampung padatnya kendaraaan yang melintasi jalan dua jalur itu.

Dari Batuaji, situasi jalan yang tak bersabahat terjadi di dua tempat yakni Mukakuning dan Simpang Kabil atau sebelum Kepri Mall. Mukakuning kemacetan terjadi mulai dari Dam Mukakuning hingga ke simpang Panbil. Sementara di simpang Kabil, macet mulai dari depan gedung Pemadam Kebakaran Mukakuning sampai depan Kepri Mall.

Kemacetan arus lalulintas ini tidak saja dirasakan pengendara kendaraan roda empat tapi juga roda dua. Untuk kendaraan roda dua butuh waktu sekitar 30 menit untuk melewati jalur jalan yang padat merayap itu. Padahal kendaraan roda umumnya sudah menggunakan pinggiran aspal jalan yang tak dilalui kendaraan roda empat, namun kemacetan tetap saja terjadi.

Batam Pos yang mencoba melintasi dua titik lokasi macet itu dengan kendaraan roda dua setidaknya memakan waktu sekitar 30 menit. Di mukakuning kemacetan memakan waktu sekitar 15 sampai 20 menit. Begitu juga di depan Kepri Mall.

Pantauan di lapangan, kemacetan terjadi karena memang volume kendaraan yang melintasi badan jalan itu sangat padat. Ruas jalan yang ada sepertinya sudah tak cukup lagi menampung kendaraan yang ada. Kondisi ini diperparah lagi dengan aktifitas angkutan kota (Angkot) yang berhenti untuk naik atau menurunkan penumpang.

Situasi yang tak bersabahat itu menjadi keluhan serius pengguna jalan di sana. Aktifitas warga jadi terhambat akibat kemacetan itu. Tidak saja pekerja, pelajar dan warga yang hendak berpergian dengan pesawat kerap terlambat sampai ke tempat tujuan. Warga berharap agar pemerintah terkait secepatnya mengatasi persoalan itu.

“Kalau tidak bisa tambah jalan, sebaiknya dilebarkan lagi jalan ini. Kendaraan tambah banyak sementara jalan begini-begini saja terus ya tambah macetlah,” ujar Sarwono, seorang pengendara di Mukakuning, kemarin.

Harapan serupa juga disampaikan para sopir kendaraan operasional perusahaan di Batam. Situasi jalan yang kerap macet itu menyebabkan aktifitas produksi perusahaan terhambat. Itu karena material untuk aktifitas produksi perusahaan kerap terlambat tiba di perusahaan karena kendaraan operasional mereka terjebak macet.

“Ini bisa menghambat iklim investasi di Batam. Pemerintah harus perhatikan persoalan ini,” tutur Toto Warman, seorang sopir kendaraan operasional. (eja)

Anggaran Belum Cair, Penertiban Bangunan Liar Belum Dilakukan

0
Ilustrasi Satpol PP melakukan razia. Foto: jpnn

batampos.co.id – Sejak direncanakan untuk ditertibkan pekan pertama Januari 2018, penertiban bangunan warga yang berdiri di atas buffer zone yang akan terdampak pelebaran jalan tak kunjung dilakukan. Tim beralasan, tersendatnya rencana tersebut karena terkendala anggaran.

“Tunggu anggaran keluar, makanya belum dilakukan (penertiban),” kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpo PP Batam, Imam Tohari, Senin (8/1).

Ia menyampaikan ada beberapa titik yang tinggal ditertibkan, bahkan ini telah direncakan sejak pekan pertama tahun 2018 ini.

“Contohnya di depan Edukit itu (jalan Raja Haji Fisabillah) , seharusnya sudah mulai kami tertibkan,” terangnya.

Namun demikian, ia berpendapat anggaran tersebut tengah diproses. Anggaran diperlukan, kata dia, untuk keperluan peralatan hingga konsumsi tim terpadu.

“Biasanya sekitar tanggal 15 Januari, mudah-mudahan cepat turun. Kita tunggu saja,” imbuhnya.

Selain titik pelbaran jalan yang akan dibongkar tersebut, bangunan liar di sepanjang ruas jalan Laksamana Bintan dari Simpang Gelael ke Simpang Frengki sudah mendapat Surat Peringatan (SP) III. Bangunan pada ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Frengky ke Simpangkabil dan bangunan pada ruas jalan Simpang Kuda-Bengkong Seken telah mendapat SP I.

“Untuk yang dari Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloicenter dan Simpang Baloi center ke arah Universitas Internasional Batam (UIB) sedang kami himbau,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan penertiban ini meruapakan suatu keharusan agar proyek pelbaran jalan dapat berjalan dengan baik. Namun ia menegaskan dalam prakteknya, petugas diminta untuk menghindari benturan fisik dengan warga.

“Ini tidak boleh terjadi, sampaikan dengan baik. Bahwa ini juga untuk kepentingan mereka,” ucapnya.

Terkhusus di ruas jalan Raja Haji Fisabillah (Flyover-Simpang Gelael), RUdi menyampaikan akan membangun lima lajur, hal ini untuyk mengimbangi berdirinya Flyover Laluan Madani. Tak hanya itu, di sisi kanan dan kiri ruas jalan setelah diperbaiki akan digelar serupa pasar malam, seperti di singapura.

“Kita buat ada lampu-lampunya. Dan aktivitasnya kita tentukan, bisa dua kali tiap bulannya,” pungkasnya. (cr13)

Pasir Putih Residence Cashback Rp 50 Juta

0
Hunian tipe 80/126 di Perumahan Pasir Putih Residence. F.Nurjanah untuk Batam Pos 

batampos.co.id – Pengembang PT Limindo Putra Properti memberikan promo untuk pembelian hunian di Perumahan Pasir Putih Residence di Batamcenter. Konsumen bisa mendapatkan cashback 50 juta.

“Sekarang kami tawarkan harga termurah. Ditambah bonus iPhone X,” ujar Marketing Perumahan Pasir Putih Residence, Nurjannah di Batamcenter, Senin (8/1).

Pembelian hunian ini konsumen dibebaskan biaya pengurusan sertifikat Akta Jual Beli (AJB), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Perumahan Pasir Putih Residence dibangun dengan total 150 unit tipe 78/81, 88/126, 98/126. Hunian ini diharga Rp 1,3 milyar dengan bangunan dua lantai, terdiri dari 3 kamar tidur, ruang tamu, dan 2 kamar mandi.

“Harga jauh terjangkau. Kalau mau pilih unit bisa bayar booking fee dulu, karena unitnya terbatas,” tutur Nurjannah.

Keunggulannya, huniannya berada di lokasi strategis dan fasilitas eksklusive seperti taman bermain, indihome dan gazebo. Sedangkan huniannya berdekatan dengan Pelabuhan Batamcenter, pusat perbelanjaan Mega Mall, pusat pemerintahan, dan sekolah.

“Bagi yang ingin berinvestasi juga bisa jadi pilihan. Karena kawasan ini sangat menjanjikan,” jelas Nurjannah.

Informasi lebih lanjut dan pemesanan hunian ini bisa mengunjungi kantor pemasaran di Pasir Putih Residence blok A nomor 12. (opi)

Tak Ada Petugas, Pengendara Nekat Langgar Rambu Larangan

0
Meskipun sudah dipasangan spanduk himbauan larangan parkir namun sejumlah pemilik kendaraan tidak mengindahkan himbauan tersebut. Terlihat sejumlah kendaraan parkir di jalan Engku Putri Batamcenter, Senin (8/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah pengendara roda empat tetap memarkirkan kendaraan di sepanjang Jalan Engku Putri atau tepatnya di depan Kantor Imigrasi Batam meski sudah ada larangan parkir. Bahkan, pengendara tersebut tak takut akan saksi pengembosan hingga penderekan karena parkir disana.

Kemarin siang, puluhan mobil secara bergantian terparkir di sepanjang jalan tersebut. Padahal di kawasan tersebut sudah ada rambu-rambu dilarang parkir. Bahkan disana juga telah terpasang spanduk besar larangan untuk tidak parkir. Di spanduk tertulis jika kawasan tersebut dilarang parkir, jika tetap nakal maka pemilik kendaraan harus siap dengan saksi pengembokan, pengembosan hingga penderekan.

Veronika pengendara mobil Xenia mengaku terpaksa parkir disana karena tak adanya lahan parkir. Apalagi kedatangannya ke Imigrasi hanya untuk mengantarkan berkas untuk permohonan paspor.

“Saya mau parkir dimana, bingung. Saya sebentar saja kok,” terang wanita berusia sekitar 45 tahunan ini.

Kenekatannya karena melihat banyaknya mobil yang juga parkir disana. Bahkan, ia sengaja menghiraukan rambu-rambu dilarang parkir.

“Yang lain bisa, jadi saya ikutlah,” ujar wanita ini tetap ngotot parkir disana.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri mengakui kesadaran masyarakat untuk tidak parkir sembarangan masih kurang. Padahal sudah jelas di daerah tersebut dilarang parkir, apalagi sudah ada rambu-rambu dilarang parkir berserta spanduk.

“Tahun 2017 petugas Dishub rutin berjaga dan kawasan tersebut bebas dari pengendara nakal. Dan sekarang ternyata disaat kami tak ada, pengendara parkir disana,” terang Yusfa.

Karena melihat minimnya kesadaran pengendara, ia pun berencana kembali menugaskan petugas Dishub untuk berjaga. Pihaknya pun tak segan-segan menerapkan beberapa sanksi kepada pengendara nakal.

“Besok (hari ini, red) petugas kami akan kembali berjaga disana. Jadi pengendara nakal akan langsung ditindak,” pungkas Yusfa. (she)

Listrik dan Air Masalah Utama di Pulau

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat berkunjung ke pulau, Minggu (7/1). F. Humas Pemprof Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya, selalu ikut dalam setiap kegiatan kunjungannya ke pulau-pulau terpencil. Terutama OPD yang menangani masalah listrik dan air serta infrastruktur pendukung lainnya. Karena hal tersebut yang sering menjadi pertanyaan masyarakat dalam setiap kunjungannya.

“Saya ini sering ke pulau-pulau. Makanya saya minta betul agar OPD ikut dalam kunjungan ke pulau-pulau. Banyak masyarakat di pesisir yang bertanya masalah listrik dan air. Secara teknis tentu OPD terkaitlah yang bisa menjawabnya. Listrik serta air ini adalah dua kebutuhan pokok yang selalu ditanya,” kata Gubernur saat rapat bersama pimpinan OPD di ruang kerjanya, Pulau Dompak, lantai 4, Tanjungpinang, Senin (8/1).

Rapat OPD ini diselenggarakan setiap hari Senin, guna membahas progres kegiatan serta mendeteksi berbagai persoalan yang menghambat dalam pelaksanaannya. Dalam memimpin rapat ini Gubernur didampingi Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah dan Kepala Barenlitbang Naharuddin. Tampak hadir juga Asisten Pemerintahan Raja Ariza, Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum dan Administrasi Umum M. Hasbi.

Gubernur memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada OPD untuk menyampaikan segala jenis kegiatan yang sudah mendesak untuk dilakukan, dan secara teknis harus dimantapkan.

Pada intinya Gubernur menginginkan agar seluruh OPD konsentrasi dengan kegiatannya masing-masing dengan menjaga komunikasi serta koordinasi. Agar apapun yang menjadi kendala bisa diselesaikan secara bersama. Sehingga semua program kerja pemerintah bisa berjalan sesuai rencana bahkan lebih cepat dan tepat sasaran.

Sepanjang 2017, puluhan pulau dikunjungi Gubernur. Beberapa pulau tersebut dikunjungi karena teragendakan. Beberapa lainnya dikunjungi Gubernur sambil menyusuri lautan dan menyinggahi pulau-pulau yang terlintasi.

Di penghujung 2017 dan awal 2018 ini sudah 15 pulau disinggahi Gubernur. Antusias warga sangat tinggi menyambut kehadiran Gubernur yang kadang tiba-tiba. Sesampai di pulau-pulau, Gubernur selalu menyempatkan diri bertanya masalah yang ada di masyarakat. Masalah-masalah itu ada yang didapatkan solusinya saat itu atau dibawa kembali ke ibu kita untuk dicarikan formulasi penyelesaiannya. Ini semau agar pulau-pulau di Kepri perlahan-lahan semakin bedelau.

“Untuk menuntaskan setiap permasalahan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh waktu dan proses. Pembangunan bukan seperti main sulap, tiba-tiba langsung jadi. Yang pasti, semua diselesaikan satu persatu sesuai skala prioritas,” kata Nurdin dalam berbagai kesempatan kunjungannya ke pulau-pulau.
Kepri merupakan provinsi dengan jumlah pulau terbanyak di Indonesia. Ada 2.408 pulau yang membentang di Negeri Segantang Lada ini. Seribu lebih di antaranya berpenghuni.
Karena itu, Gubernur selalu menyempatkan diri mengunjungi pulau-pulau. Saat menjelajah, persoalan Konektivitas menjadi salah satu prioritas Nurdin. Sementara, dengan masyarakatnya, konektivitas hati selalu terbangun setelah kunjungan kunjungan tersebut.
Di pulau-pulau, pembangunan sumber daya manusia juga selalu menjadi bahan perhatian Nurdin. Dia selalu mendorong anak-anak pulau melanjutkan pendidikan yang semakin tinggi.
“Jangan pernah bersentuhan dengan narkoba,” Nurdin selalu mengingatkan masalah ini kepada anak-anak.
Kepri yang berada di posisi strategis juga menjadi “keuntungan” buat perusak generasi muda dengan memasok narkoba. Apalagi kawasan ini berbatasan langsung dengan dengan sejumlah negara tetangga. (bni)

Panwaslu Awasi KPU

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Memasuki masa pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah, Senin (8/1) kemarin, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang akan menerapkan pola pengawasan melekat di sekretariat KPU Tanjungpinang. Pengawasan ini akan berlangsung sampai Rabu (10/1) sebagai hari terakhir pendaftaran bakal paslon.

Ketua Panwaslu Tanjungpinang, Maryamah menjelaskan, pengawasan melekat ini bertujuan untuk memastikan prosedur yang dilakukan KPU Tanjungpinamg dalam melayani pendaftaran sudah sesuai dengan aturan yang ada. “Semakin mendekati masa pemilihan, pengawasan yang dilakukan sudah pasti akan semakin intensif,” tegas Maryamah, kemarin.

Bahkan, sambung Maryamah, pengawasan terhadap pelaksanaan Pilkada Tanjungpinang 2018 sudah digesa sejak masa-masa awal pengumuman secara resmi terkait pelaksanaan pilkada sejak tahun lalu.

Senada dengan itu, Kordiv Pencehagan dan Hubungan Antar Lembaga, Muhamad Zaini mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Panwaslu telah berkoordinasi dan mengirimkan surat imbauan agar KPU memperhatikan ketepatan waktu dan prosedur dalam menerima pendaftaran pasangan calon. Tak lupa juga serta memperhatikan kelengkapan dan keabsahan berkas. “Dalam surat ‘cinta’ tersebut, kami pun mengimbau agar mendepankan sikap adil, setara dan netral sesuai amanat UU dan PKPU dalam menerima pendaftaran pasangan calon,” ujar Zaini.

Zaini menambahkan, bahwa saat ini Panwaslu telah membentuk Pokja Pencalonan dengan membentuk tim pengawasan yang selalu siap dan siaga melakukan pengawasan secara intensif.

Ia turut mengimbau kepada para pasangan calon wali kota dan wakil wali kota yang akan mendaftar, agar melengkapi berkas syarat calon dan syarat pencalonan. “Hindari pemalsuan berkas, karena sesuai Pasal 184 UU No.10 Tahun 2016, sanksinya sangat berat,” imbaunya. (aya)

Ngesti Santuni Nenek Korban Kebakaran

0
Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menyerahkan bantuan kepada Ropiah, nenek korban kebakaran di Desa Ceruk. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau kondisi Ropiah, 80 warga Ceruk yang mengalami musibah kebakaran, Senin (8/1). Rumah nenek renta ini diduga sengaja dibakar anaknya sebelumnya, Minggu (7/1) hingga ludes.

Beruntung dalam kebakaran tersebut Ropiah dan suaminya yang sudah renta berhasil diselamatkan warga setempat. Saat ini Ropiah dan suaminya diungsikan dirumah keluarganya di Desa Ceruk Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Wakil Bupati Natuan Ngesti Yuni Suprapti menyampaikan dukungan moral kepada Ropiah dan suaminya yang hilang seluruh harta bendanya dalam insiden kebakaran. Ngesti didampingi Kepala Desa Ceruk juga menyerahkan bantuan untuk kebutuhan Ropiah dan suaminya.

Saat meninjau korban, Ngesti meminta kepada masyarakat dan pihak keluarga tidak memojokan pelaku pembakaran rumah Ropiah yang merupakan anaknya sendiri. Agar tidak menambah beban kejiwaannya yang berakibat memicu hal tidak diinginkan lagi.

“Musibah ini jangan sampai terus menyalahkan dan memojokan pelaku. Karena pelakunya juga mengalami keterbelakangan mental,” kata Ngesti.

Ngesti juga berharap, keterbelakangan mental anak korban juga akan diminta dinas teknis untuk melakukan pendapingan dan upaya agar kembali pulih secara normal.(arn)