Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12725

Dw, Anak Korban Pembunuhan masih Trauma Namun…

0
Polisi membungkus mayat Deli Cinta, 28, menggunakan kantong mayat dan memeriksa barang bukti di Perumahan Central Raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Deli Cinta adalah korban pembunuhan dengan tangan dan kaki diikat posisi telungkup setengah bugil. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus pembunuhan terhadap Deli Cinta Sihombing, 28, menyisakkan trauma mendalam bagi anak korban, Dw yang baru berumur dua tahun. Kakak pertama korban, Budi Sihombing menuturkan, keponakannya tersebut memang mengalami trauma, lantaran terkurung selama sehari bersama jasad ibunya tanpa makan dan minum. Bahkan sampai saat ini, Dw masih menangis dan menanyakan keberadaan ibunya tersebut.

“Setelah diperiksa dokter memang dia trauma,” ujar Budi saat ditemui di rumahnya di Kaveling Kamboja, Sagulung, Jumat (22/12).

Namun demikian, trauma tersebut tidak menimbulkan efek gangguan mental terhadap keponakannya.

“Kondisinya stabil, sudah bisa makan dan minum juga,” katanya.

Kasus yang dialami Dw, ini pun mendapat perhatian dari Psikolog Fetty Nurhidayati SPsi PSI. Ia mengatakan Dw harus mendapat perhatian khusus dari orang terdekatnya.

“Anaknya trauma pasti, apalagi sampai menyaksikan kejadian tersebut secara langsung,” kata Fetty saat dihubungi Batam Pos.

Dia mengatakan usia dua tahun merupakan usia emas, dimana anak usia tersebut dapat menyerap apapun yang ia alami. Untuk itu perlu pemantauan ekstra untuk memulihkan kondisi Dw.

“Ingatannya kuat. Pasti kejadian itu dia ingat detail, cuman dia tidak mengerti dengan kejadian tersebut,” katanya.

Untuk mengatasi trauma anak tidak berkepanjangan, ada baiknya anak dijauhkan dari situasi ketakutan. Dalam kasus yang dialami Dw, ia menyarankan baiknya dijauhkan dari tempat tinggalnya, karena akan menimbulkan efek traumatik.

Selain itu, cara paling mudah untuk menghilangkan rasa trauma pada anak adalah dengan mengajaknya bicara. Minta padanya untuk menceritakan apa yang sedang ia rasakan. Dari pembicaraan itu, mulailah belajar untuk memahami apa yang dirasakan anak.

“Secara perlahan juga anak itu diberikan masukan. Jelaskan saja apa yang pernah ia alami,” jelasnya.

Namun demikian, anak yang mengalami trauma harus didampingi psikolog atau diterapi.

“Memang agak sulit menghilangkan trauma, malahan gak bisa dihilangkan, cuman dengan cara itu, seengaknya bisa mengurangi trauma,” ungkapnya.

Dalam kasus Dw yang ditemukan terkurung bersama mayat ibunya, sebaiknya anak tersebut sebisa mungkin menghindari keadaan yang mengingatkan kejadian tersebut.

“Misalnya dia terkurung dalam keadaan gelap kemudian kondisi ibunya saat ditemukan tewas bersimbah darah,” tutupnya. (cr19)

Keluarga Deli Menunggu Alfius, Suami Deli Datang

0
Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jenazah Deli Cinta Sihombing, yang ditemukan tewas dengan posisi setengah telanjang di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12) lalu sudah dikembalikan ke keluarga. Jenazah Deli dimakamkan oleh pihak keluarga di Pemakaman Umum Seitamiang, Jumat (22/12) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebelum dimakamkan, jenazah Deli sempat disemayamkan di rumah Budi Sihombing, kakak pertamanya di kaveling Kamboja II blok KK/75, RT001/RW 015, kelurahan Seipelenggut, Sagulung.

Suasana duka menyelimuti rumah kediaman keluarga Budi sepanjang hari kemarin. Roli Silalahi, ibu Deli tampak terlukai lemas disamping jenazah puteri bungsunya. Wanita paruh baya itu tak lagi bisa berteriak sebab suaranya sudah parau. Dia terus menangisi kematian tragis anaknya itu. Disampingnya duduk anak-anaknya yang lain yang juga dalam suasan duka yang mendalam.

Budi yang sempat menemui wartawan menuturkan, secara agama keluarga besarnya sudah mengiklaskan kematian adik bungsunnya itu. Namun secara hukum mereka sangat berharap agar aparat kepolisian mengusut tuntas kematian Deli itu.

“Kami yakin adek kami ini dibunuh, maka siapapun pelakunya tolong ditangkap dan dihukum yang setimpal. Siapapun dia haru pertanggung jawabkan perbuatannya ini,” ujar Budi.

Kepada Alfius Agustinus Koula, suami Deli yang sampai siang kemarin tak diketahui keberadaanya, Budi berharap agar segera datang menemui pihak keluarga sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai seorang suami.

“Kalau merasa tak bersalah kenapa harus lari. Kenapa nomor (ponsel) tidak aktif. Kami tak menuduh. Tapi tunjukan rasa tanggung jawabmu sebagai suami. Adek kami ini sudah meninggal, setidaknya datanglah lihat dia. Kalaupun ini (kematian Deli) karena perbuatanmu, datanglah atau serahkan diri ke polisi. Kami tak akan ambil tindakan sendiri. Saya janji itu,” tutur Budi.

Diceritakan Budi, sampai siang kemarin Alfius, suami Deli memang belum diketahui keberadaanya dimana. Alfius menghilang setelah kematian Deli diketahui warga. Padahal diakui Budi, sebelum Deli ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan, Alfius diketahui sedang berada di Batam. Dia yang selama ini brofesi sebagai teknisi mesin kapal dan sering belayar sudah kembali ke Batam sejak sebulan yang lalu.

“Adik ketiga saya bilang, Alfius ini sudah sebulan tak berlayar. Berarti dia di Batam saat adik kami ini dibunuh. Makanya kehilangan dia disaat adik kami meninggal jadi tanda tanya besar. Seberat apapun masalah atau sejengkel apapun dia dengan adik kami, tak seharusnya dia menghilang seperti ini. Istrimu ini Alfius, kok teganya kau seperti itu,” tutur Budi, seraya mengusap air matanya.

Sikap tak bertanggung jawab yang ditunjukan Alfius itu menguatkan dugaan keluarga jika kematian Deli akibat perbuatan Alfius sendiri. Sehingga mereka berharap agar polisi secepatnya menemukan Alfius untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.

“Kalau tak bersalah, kenapa dia harus lari. Polisi harus cari dia secepatnya agar terungkap semua kejadian ini,” ujar Budi.

Dugaan keluarga tentang keterlibatan Alfius atas kemarian Deli itu dibenarkan warga yang datang melayat ke rumah duka ataupun di lokasi kejadian. Itu karena Alfius dan Deli selama ini diinformasikan sering terlibat cek cok. Keluarga muda tersebut sering ribut.

Pihak kepolisian Batuaji saat dikonfirmasi hanya membenarkan jika Deli adalah korban pembunuhan. Sementara pelaku dan motif pembunugan polisi belum berkomentar banyak sebab masih dalam penyelidikan.

“Semua kemungkinan ada, kami harus pastikan dulu dengan penyelidikan yang lebih dalam lagi,” ujar Kapolsek Batuaji.

Penyelidikan terakhir polisi sudah memeriks delapan orang saksi baik dari warga di lokasi kejadian ataupun keluarga korban. Mobil Toyota Rush BP 1661 HI milik keluarga korban juga belum diketemui sampai sore kemarin. Begitu juga dengan Alfius suami korban juga belum diketahui keberadaanya. (eja)

Pembangunan Jembatan Tahap Dua Dianggarkan Rp 8 Miliar

0
Pekerja memasang pinggir jembatan di jembatan pengujan Desa
Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, kamis (22/12) kemarin. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pembangunan Jembatan Pengujan tahap I yang menelan anggaran sekitar Rp 5,4 miliar di Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan rampung. Tahun depan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar untuk melanjutkan pekerjaan jembatan tahap II tersebut.

“Sudah selesai 100 persen, kemarin (kamis) pekerjaan terakhir pemasangan realing jembatan (pinggir),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan Junirianto yang dihubungi Batam Pos pada Jumat (22/12).

Untuk pekerjaan tahap kedua, ia mengatakan, tahun depan telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih untuk pekerjaan lanjutan. Pekerjaan tahap dua lanjutnya, dilakukan pembangunan jembatan dengan rangkap baja di bagian tengah untuk jembatan sepanjang 80 meter.

“Di situ alur kapal nelayan jadi dibangun menggunakan rangka baja tanpa tiang,” kata Junirianto.

Tak hanya pembangunan jembatan rangka tengah tanpa baja, kata juni, tahun depan, akan dilanjutkan pekerjaan sebagian jembatan yang belum dilantai dan dicor.

Awalnya, pembangunan jembatan pengujan dengan lebar 3 meter dimulai pembangunan dari sisi selat bintan I sekitar 200 meter, lalu  dilanjutkan tahun depan pembangunan sekitar 80 meter dari Selat Bintan II.

Sementara itu, Kades Pengujan Zulfitri memastikan ganti rugi kelong dan kerambah milik nelayan sudah selesai. Ia berharap, pembangunan jembatan pengujan segera cepat selesai dan terealiasi sehingga dapat digunakan. “Mudah mudahan tahun depan bisa digunakanlah,” harapnya.

Disinggung nasib pekerja pokcai ke depan? Ia mengatakan, pihaknya akan memberdayakan usaha pokcai menjadi usaha pariwisata sehingga tetap
hidup . “Pemerintah akan menggandeng dan bekerjasama dengan pemilik
pokcai,” katanya. (cr21)

Hari Ini Puncak Mudik Hari Natal

0
Calon penumpang pesawat memadati saat melakukan chek-in di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Lonjakan penumpang di Bandara Hang Nadim bertepatan dengan liburan sekolah, Natal dan Tahun Baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan penumpang memadati Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (22/12). Sebagian besar penumpang merupakan masyarakat Batam yang hendak mudik ke Medan, Pontianak, Jakarta dan Pekanbaru.

General Manajer Operasional Bandara Hang Nadim Batam Suwarso mengatakan lonjakan penumpang sudah mulai terjadi di H-7 natal. Setiap hari selalu ada peningkatan jumlah penumpang jelang hari natal.

“Sejak H-7 sampai sekarang sudah lebih dari puluhan ribu penumpang yang meninggalkan Batam dari Bandara Hang Nadim,” ujar Suwarso, Jumat (22/12).

Tak hanya penumpang yang berangkat, lonjakan penumpang juga terjadi di kedatangan. Jumlah penumpang datang pun lebih banyak dibanding penumpang berangkat. Diantaranya H-5 atau tanggal 20 Desember penumpang datang 8992 orang, penumpang berangkat 7890 orang, H-4 atau tanggal 21 Desember penumpang datang 9056, sedangkan penumpang berangkat 8.214 orang.

“Untuk hari ini, diperkiraan jumlah yang sama. Diduga kedatangan banyak dari wisatawan lokal yang ingin berwisata ke Batam kemudian keluar negeri (Singapura dan Malaysia serta negara lainnya,’ jelas Suwarso.

Dikatakan Suwarso, puncak arus mudik natal diperkirakan terjadi hari ini dan Minggu (23-24/12). Diperkirakan jumlah penumpang yang berangkat ada diangka 10 ribu orang.

“Puncak mudik besok (hari ini, red) dan Minggu,” ujar Suwarso.

Menurut dia, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang natal dan tahun baru, sejumlah maskapai telah mengajukan extra flight. Diantaranya untuk maskapai Lion Air mengajukan extraflight untuk tanggal 24,25,28 dan 29 Desember untuk Rute Jakarta -Batam-Jakarta, maskapai Sriwijaya15 Desember-15 Januari 2018 Jakarta-Batam-Jakarta

“Kami telah menyetujui extraflight dari beberapa maskapai,” imbuh Suwarso. (she)

Hasil Lab Suspek Difteri Negatif, Rafiq Imbau Warga Tetap Waspada

0

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq memastikan kalau Virus Difteri yang menyerang balita belum sampai ke Bumi Berazam. Meski ada beberapa bayi yang diduga suspek difteri, namun hasil laboratorium di Jakarta menyebutkan negatif.

Alhamdulillah, di Kabupaten Karimun belum ada warga yang terserang virus difteri. Ini setelah sampel darah balita suspek dikirim ke laboratorium di Jakarta, dinyatakan negatif,” ujar Bupati, Jumat (23/12) kemarin.

Beberapa tahun sebelumnya, lanjut Bupati, juga dikabarkan virus difteri menyerang balita. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap lingkungan, keluarga, maupun famili suspek, hasilnya dinyatakan negatif.

“Hingga kini, saya belum mendapat laporan ada balita yang terserang difteri. Meski begitu, kita tetap mengimbau kepada warga agat tetap waspada. Terutama yang mempunyai anak balita agar selalu memeriksa kesehatannya,” tutur Rafiq.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun telah melakukan sosialisasi ke seluruh puskesmas, dan puskesmas pembantu (pustu) untuk pencegahan penyebaran virus difteri. Terutama imbauan diberikan kepada masyarakat yang mempunyai bayi usia 0 sampai 1 tahun agar mengikuti program imunisasi nasional.

“Sejak beredar kasus difteri di Pulau Jawa, staf Dinkes langsung turun ke lapangan untuk melakukan antisipasi. Meski berstatus suspek, namun hasilnya negatif. Mudah-mudahan, jangan sampai ada di daerah kita ada bayi terjangkit difteri,” ujar Kepala Dinkes Karimun, Rachmadi.

Langkah pencegahan yang paling utama agar terhindar dari serangan difteri adalah rutin membawa balita untuk imunisasi. Program imunisasi digelar secara rutin yang dilaksanakan di Posyandu maupun kunjungan ke rumah masyarakat. Berdasarkan data Dinkes, angka keberhasilan Pekan Imunisasi Nasional untuk Kabupaten Karimun mencapai lebih 80 persen. (enl)

Deli Cinta Dibunuh dengan Cara Dicekik

0
Polisi membungkus mayat Deli Cinta, 28, menggunakan kantong mayat dan memeriksa barang bukti di Perumahan Central Raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Deli Cinta adalah korban pembunuhan dengan tangan dan kaki diikat posisi telungkup setengah bugil. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri telah menyelesaikan otopsi terhadap Deli Cinta Sihombing yang ditemukan meninggal di Perumahan Centra Raya, Kamis (21/12) lalu. Dari hasil otopsi diduga Deli dibunuh dengan cara dicekik. Sehingga menyebabkan sumbatan pada saluran nafas.

“Korban juga mengalami patah tulang leher, tulang rawan cincin, patah tulang gondok,” kata Kabiddokes Polda Kepri Kombes Pol Djarot W, Jumat (22/12).

Ia mengatakan pihaknya juga menemukan adanya darah yang mengering di leher dan kulit kepala korban. “Dugaan dicekik, lalu dibekap juga,” ucap Djarot.

Djarot mengatakan dari hasil pemeriksaan, prediksi kematian korban 8-24 jam sebelum ditemukan oleh tetangganya. Kaki korban yang menghitam, dijelaskan Djarot karena sudah mulai terjadinya pembusukan. “Korban ini diikat dengan tali gorden bersama dengan anaknya,” ujarnya.

Selain sudah mengantongi penyebab kematian korban dan prediksi kematian. Djarot mengatakan pihaknya juga memiliki beberapa sidik jari. Apakah itu milik pelaku atau korban, Djarot menuturkan berkas itu sudah diserahkan ke penyidik. “Kami akan melakukan Swap DNA, melihat apakah ada tindakan pemerkosaan atau tidak. Hasilnya dua hari lagi,” tuturnya.

Sementara itu Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari anak korban. “Walau umurnya 2,5 tahun, pasti akan tahu dengan siapa ibunya sebelum meninggal,” ucapnya.

Namun karena kondisi anak tersebut masih trauma dan shock, pihaknya masih mengoptimalkan pemeriksaan saksi lainnya. “Hingga saat ini sudah empat orang saksi kami minta keterangan,” tuturnya.

Nantinya, kata Hengki pihaknya akan meminta keterangan dari suami korban. “Kami belum bisa menyimpulkan. Tapi yang jelas diduga ada tindak pidana,” pungkasnya. (ska)

Terowongan Sei Panas Retak, BP Batam bilang Itu hanya…

0
Foto terowongan Sei Panas yang beredar melalui medsos.

batampos.co.id – Melalui jejaring sosial, beredar foto bagian bawah viaduk / terowongan Sei Panas yang retak-retak.

Pesannya jelas, hati-hati lewat di sana.

Benarkah retak itu berbahaya?

Direktur Humas dan Promosi BP Batam Ir. Purnomo Andiantono, M.Sc menjelaskan bahwa retak yang nampak dari bawah ialah retak rambut.

“Bangunan beton biasanya deformasi (transformasi sebuah benda dari kondisi semula ke kondisi terkini, red) dulu baru ambruk, kalau belum ada deformasi berarti cuma retak rambut atau tidak terstruktur,” jelas Andi.

“Retak-retak kecil ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan, yaitu perubahan suhu panas dan dingin yang drastis. Misalnya rumah dibangun pada musim panas, setelah selesai terpapar hujan terus menerus,” urainya.

Pria yang mengawali karir di BPPT ini yakin tiada yang perlu dikuatirkan pada terowongan itu.

“Kalau lihat bentuk underpass yang tidak mlendung (kembung, red)atau bengkok, masih aman,” tegasnya.

Terowongan ini dibangun pada 2017, lalu. Saat usia bangunan masih muda, retak-retak rambut pun sudah bisa dideteksi.

Andi menambahkan, sekalipun retak rambut tidak membahayakan, namun cukup mengganggu pemandangan.

Staf BP Batam, kata Andi, sudah cek ke lapangan.

Hasilnya, dari hasil pengamatan, pengukuran dan analisa kerusakan dapat ditarik kesimpulan bahwa retak-retak yang terjadi di pelat atas jembatan underpass disebabkan oleh faktor plastic shrinkage yang umumnya sekitar 1 % dari volume beton dan belum termasuk faktor kehilangan air akibat penguapan.

“Bisa juga kita undang tenaga ahli dari labaoratorium jalan dan dan jembatan PU untuk cek kembali setelah underpass digunakan lebih dari 10 tahun. (ptt)

BOMC Serap 400 Tenaga Kerja

0
CEO Gallant Venture, Frans Gunara. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Sejumlah perusahaan patungan asal Singapura akhirnya meneken kontrak kerja sama untuk pengembangan kawasan yang bergerak di bidang marine, Bintan Offshore Marine Center (BOMC).

Pembangunan kawasan mulai dilakukan pada lahan seluas sekitar 12 hektare di Kawasan Industri Bintan (KIB) Lobam, yang dikelola PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).

“Hampir 1,5 tahun kami melobinya namun sejak awal mereka komitmen dan akhirnya meneken kontrak kerja sama,” ungkap CEO Gallant Venture, Frans Gunara yang ditemui di Lagoi Bay, kawasan pariwisata terpadu Lagoi, jumat (22/12) siang.

Selama ini, ia mengatakan, pihaknya mengembangkan konsep bisnis yang tidak menimbulkan konflik dengan Singapura. “Apa yang tidak dikerjakan industri Singapura, maka kita kerjakan. Termasuk BOMC. Di sini tempat yang cocok buat industri mereka, usaha yang bergerak di bidang marine, seperti reparasi kapal dan fasilitas dan sparepart untuk industri galangan kapal,” jelasnya.

Saat ini, katanya, sedang dilakukan pematangan lahan di kawasan BOMC yang diperkirakan memakan waktu sekitar 3 bulan. Setelah 6 bulan, pembangunan kawasan BOMC akan dilakukan. “Mungkin 6 bulan sudah mulai pembangunan infrastrukturnya,” katanya.

Terkait jumlah tenaga kerja, Frans memperkirakan, akan menyerap sekitar 400 tenaga kerja. Ia berharap, BOMC berkembang pesat sehingga kawasan industri di Lobam ini bisa kembali bergairah dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Sementara itu, GM Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Surya Cahyadi membenarkan akan dibangun BOMC di kawasan Industri Bintan, Lobam. Selain BOMC, tahun depan dua hingga tiga perusahaan yang sedang menjajaki investasi di kawasan ini. Investor baru itu berasal dari Thailand dan Singapura yang bisnisnya bergerak di bidang peternakan
dan pergudangan.

“Semoga kawasan Industri Bintan di Lobam ke depannya makin cerah,”
harapnya. (cr21)

Pelabuhan Sekupang dan Punggur Siap Hadapi Arus Mudik Natal

0
Pelabuhan Domestik Sekupang . F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) BP Batam, Nasrul Amri Latif mengungkapkan Pelabuhan Domestik Sekupang dan Punggur siap menghadapi arus mudik Natal dan Tahun Baru.

“Seluruh fasilitas di pelabuhan, sudah bisa dioptimalkan,” katanya pada Batam Pos, Jumat (22/12).

Ia mengatakan di Pelabuhan Domestik Sekupang, seluruh fasilitasnya sudah bisa digunakan. Begitu juga dengan Pelabuhan Telagapunggur. Ia mengatakan parkiran di pelabuhan itu, dapat menampung kendaraan dalam jumlah banyak.

Selain itu, Pelabuhan Telaga Punggur memiliki tempat parkiran alternatif.

“Bagian atas bisa digunakan. Di Punggur cuman lift saja yang belum bisa digunakan. Selebihnya sudah jalan semua,” ucapnya.

Nasrul mengatakan kedua pelabuhan ini tidak hanya siap dalam sisi pelayanan saja. Tapi pengamanan juga. Pihak Kanpel BP Batam bekerjasama dengan seluruh instansi, agar mudik Natal dan Tahun Baru kali ini berjalan lancar.

“Ada Syahbandar, Polisi, Marinir juga,” ujarnya.

Akibat kondisi cuaca yang sering berubah-ubah. Nasrul mengatakan pihaknya juga telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak BMKG.

“Peranan BMKG penting, memberikan informasi terkait cuaca. Saya juga sudah bertemu dengan para pemilik kapal, mereka menyatakan kesiapan melayani arus Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Dari pantauan Batam Pos di Pelabuhan Telagapunggur, masih belum terlihat arus mudik Natal dan Tahun Baru. Penumpang yang pergi atau datang, masih normal. Di terminal keberangkatan tidak terlihat adanya penumpukan penumpang. (ska)

Tersangka Korupsi Umrah Baru Diserahkan Ke Kejaksaan Tahun Depan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri akan menyerahkan empat orang tersangka kasus dugaan korupsi sistim akademik Universitas Maritim Raja Ali Haji (umrah) ke kejaksaan awal tahun depan. Kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 12 miliar ini, dinyatakan berkasnya lengkap oleh pihak kejaksaan, Selasa (19/12) lalu.

“Kasus dugaan korupsi Umrah sudah p21,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Jumat (22/12).

Erlangga mengungkapkan ada beberapa alasan penyerahan tersangka dan barang bukti, tidak bisa dalam waktu dekat.

“Libur natal, tahun baru. Jadi kalau melihat situasinya di 2018 baru bisa,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata Erlangga pihak masih menetapkan empat orang tersangka. “Belum ada penambahan,” ucapnya.

Empat orang tersangka itu yakni Wakil Rektor UMRAH Hery Suryadi, Direktur PT Jovan Karya Perkasa Henri Gultom, penyusun draft tender Ulzana Zizi dan Distributor Yusmawan. Terkait dengan gugatan pra peradilan yang diajukan oleh Hery Suryadi, Erlangga menegaskan hal itu adalah hak dari tersangka.

“Kami ikuti saja prosedurnya,” ujarnya singkat.

Kasus dugaan korupsi di Umrah ini, akan terus berlanjut di tahun depan. Seperti yang disampaikan oleh Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo, bahwa ada dua proyek lagi yang diduga di korupsi. Dua proyek itu yakni pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman. Dana untuk pengerjaan proyek ini sebesar Rp 40 miliar dikerjakan oleh PT KI. Lalu proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan, dengan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT AIT.

“Ketiga proyek ini merupakan kuncuran dana dari APBN 2015,” ungkap Ponco. (ska)