Minggu, 17 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12808

Libur Natal, Wisnus Padati Hang Nadim

0
Calon penumpang pesawat memedati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Senin (18/12). Lonjakan penumpang memasuki liburan sekolah dan menjelang natal dan tahun baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Libur panjang saat Natal dan Tahun Baru, tidak hanya dimanfaatkan untuk pulang kampung. Tapi juga untuk berlibur. Petugas Bandara International Hang Nadim mencatat hingga kini sebanyak 30.875 orang yang datang ke Batam. Sedangkan yang pergi hanya sebanyak 28.933 orang.

“Mereka yang datang ke sini, untuk liburan,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (21/12).

Ia merinci H-7 (18/12) penumpang yang berangkat keluar Batam dari Hang Nadim sebanyak 8.530 orang, di H-6 (19/20) 7.828 orang, H-5 (20/12) 7.890 dan hitungan sementara di H-4 (21/12) sebanyak 4.685. Sedangkan yang datang di H-7 (18/12) sebanyak 8.714 orang, di H-6 (19/12) 8.371 orang, H-5 (20/12) 8.992 orang dan penghitungan di H-4 hingga pukul 13.00 sebanyak 4.580 orang.

“Perkiraan nanti di H-4 baik datang dan pergi sebanyak 8 ribuan,” ucapnya.

Suwarso mengatakan untuk saat ini belum ada penambahan extraflight. Dan untuk tiket penerbangan keluar dari Batam ke beberapa daerah seperti Medan, Jakara sudah mulai penuh.

“Kami juga menunggu untuk extraflight,” ucapnya. (ska)

Pemda Harus Berkomitmen Kembangkan Pariwisata di Batam

0

batampos.co.id – Sektor pariwisata di Batam bisa dikembangkan asal pemerintah daerah disini mau berkomitmen. Selain itu harus juga menggandeng pelaku pariwisata dengan tujuan untuk memperkuat gaung promosi wisata Batam di dalam negeri maupun diluar negeri.

“Sinergi dari semua pihak. BP Batam dan Pemko Batam harus menggandeng pelaku wisata untuk promosi. Nanti jadi tidak efektif jika tidak dilakukan,” ungkap pengamat kebijakan ekonomi Batam, Suyono Saputro di Gedung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Kamis (21/12).

Promosi yang gencar juga harus dibarengi upaya dari pemerintah daerah untuk menciptakan destinasi wisata baru dan juga mengembangkan pariwisata berbasis olahraga.”Selama ini kurang destinasi hanya andalkan Barelang, pantai dan wisata belanja untuk tarik wisatawan. Dan banyak datang saat event saja,” ungkapnya.

Sedangkan di Malaysia dan Singapura banyak memiliki destinasi wisata yang menarik seperti Legoland, Sentosa Island dan Marina Bay Garden.”Disana wisatawan datang berbondong-bondong tiap hari, bukan hanya tiap event saja. Jadi bagusnya BP dan Pemko duduk bersama rumuskan destinasi baru dan buatlah sesuatu yang berbeda dari yang lain,” jelasnya.

Setelah itu, rencana bersama antara BP dan Pemko harus disusun secara sistematis.”Menyusunnya harus sistematis dan terstruktur. Hubungan antar lembaga pemerintah dan stakeholder sekarang sudah berjalan dengan baik sehingga bisa diajak kerjasama,” jelasnya.

Pendapat berbeda dikemukakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Panusunan Siregar. Ia menyatakan bahwa lebih baik pemerintah daerah di kota Batam fokus saja bagaimana upaya untuk menjadikan Batam sebagai surga investasi.

“Kembangkan pariwisata di tempat lain saja. Agar kekuatan ekonomi jangan terpusat di Batam saja. Batam tak cocok lagi didorong jadi pariwisata, karena Natuna dan Anambas juga bisa dimaksimalkan untuk pengembangan pariwisata,” katanya.

Pemusatan terhadap suatu sektor kata Panusunan dapat membuat Batam menjadi ketergantungan nanti.”Jika Batam nanti bermasalah karena terlalu terpusat pada sektor tertentu nanti semua kena. Lebih baik pariwisata di tempat lain saja,” katanya lagi.

Salah satu pengusaha di Batam sekaligus Wakil Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), Wirya Silalahi mendukung upaya untuk mempercepat pertumbuhan industri pariwisata di Batam.

Turis dari Negara Korea berjalan di kawasan Batam Centre hendak berfoto di depan Welcome To Batam. Tulisan Welcom To Batam adalah salah satu daya tarik turis lokal maupun turis Manca Negara untuk masuk ke Kota Batam. Turis lokal maupun Manca Negara banyak berkunjung ke Batam di hari-hari libur, seperti hari Sabtu dan Minggu. F Dalil Harahap/Batam Pos

“Hitungannya jelas dan signifikan membantu ekonomi Batam. Hasil hitungan BP Batam, wisman itu membelanjakan uang sekitar 300 Dolar Amerika atau Rp 4 juta per wisman. Penambahan 1.5 juta wisman setahun, berarti ada penambahan Rp 6 triliun per tahun ke Batam. Artinya telah mengkover sekitar 50 persen atau 150 ribu pekerja dari 250 ribu pekerja yang di-PHK,” kata Wirya.

Selama ini wisman Batam telah mencapai 1,5 juta dan ini terjadi sejak 15 tahun yang lalu.”Artinya selama 15 tahun pariwisata di Batam telah stagnan, tidak ada perkembangan berarti. Jelas ini adalah kegagalan dunia pariwisata di Batam,” ungkapnya.

Batam kata Wirya dianugerahkan lokasi strategis dan dekat dari Singapura dan Malaysia. Wisman dari kedua negara ini paling banyak datang ke Batam, yaitu sekitar 855 ribu dari Singapore dan 186 ribu dari Malysia pada tahun 2015. “Totalnya 72 persen dari wisman yang selama ini datang ke Batam,” paparnya.

Penduduk Singapura sekitar 5,5 juta jiwa dan penduduk Kota Johor Bahru di Malaysia sekitar 500 ribu jiwa. “Bila 1 persen saja penduduk Singapura dan Kota Johor Bahru mau berakhir pekan di Batam, maka ada sekitar 60 ribu calon wisman potensi datang ke Batam setiap minggu. Ini artinya ada sekitar 3.12 juta wisman hanya dari kedua Negara ini dalam setahun.Atau bertambah 1,62 juta wisman hanya dari kedua negara ini,” ungkapnya.

Pemerintah daerah kata Wirya harus mengubah pola pikir yang menginginkan wisman datang karena ingin berwisata. Tapi diubah menjadi wisman datang karena ingin menghabiskan akhir pekan di Batam

Menurut Wirya, wisman dari negara tetangga Singapore atau Johor mencari tempat untuk melepaskan kejenuhan sehingga Batam bisa memanfaatkannya. “Biasanya datang untuk makan dan minum, santai di café atau resto, memanjakan diri dengan perawatan tubuh di salon, spa atau pijat refleksi.Apalagi kalau harganya jauh lebih murah dari tempat asal mereka,” papar Wirya.

Namun sebelum mencoba promosi gencar kesana, ada hal-hal yang harus dipersiapkan pemerintah daerah yakni kemudahan mendapat informasi, transportasi nyaman, kemudahan dan kenyamanan di pelabuhan ferry internasional, kenyamanan di hotel dan penginapan dan tersedianya destinasi wisata baru.”Kapasitas pelabuhan ferry harus ditingkatkan atau buat yang baru untuk mengakomodir pertambahan jumlah wisman nanti,” jelasnya.

Untuk fasilitas hotel dan penginapan, BP Batam dan Pemko Batam cukup mempermudah izin pembangunan hotel dan resort baru.

Jangan lagi membuat bingung dan berbelit-belit urusan ini. Kalau juga masih kurang, mungkin BP Batam, Pemko, Pemprov dan Kementerian Pariwisata bisa menggalakkan pengadaan homestay di Batam, yang melibatkan masyarakat setempat,” paparnya.

Pemerintah sebenarnya tidak perlu menyiapkan semua ini Biarkan masyarakat yang membuatnya, sambil memberdayakan ekonomi rakyat.”Pemerintah cukup sebagai fasilitator dan membuat kemudahan dalam urusan ijin membuat dan membangun tempat-tempat destinasi pariwisata ini,” ungkapnya.

Jika semua ini sudah dilakukan, maka pemerintah juga perlu memonitor pertumbuhan wisman di Batam. Apakah memang tumbuh dengan nyata dengan melihat angka kedatangan wisman.

Ini menjadi indikator jelas bagi BP Batam, Dinas Pariwisata Kota Batam maupun Pemprov Kepri.

Ia menyarankan agar membuat target yang nyata dan bisa diukur dengan jelas. Dan menjadikannya sebagai parameter mengukur keberhasilan suatu instansi.

“Misalnya, target yang dibuat peningkatan wisman 20 persen setiap tahun, dalam waktu 2,5 tahun target 50 persen. Lakukan evaluasi setelah 2.5 tahun, bila melenceng jauh copot pejabat yang terkait. Sehingga pejabat tersebut harus melakukan pekerjaannya dengan serius dan produktif, bukan dengan tindakan-tindakan yang lebih banyak basa-basi, seremoni dan tidak produktif,” tegasnya.(leo)

Kapolda Tutup Pendidikan Alih Golongan di SPN Tanjungbatu

0
Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs.Didid Widjanardi menyematkan tanda pangkat perwira pada Salah satu anggota pada penutupan pendidikan alih golongan (PAG) di SPN Polda Kepri di Tanjungbatu. F. Imam Soekarno/batam Pos.

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol. Drs. Didid Widjanardi menutup Pendidikan Alih Golongan (PAG) di SPN Polda Kepri di Tanjungbatu, Kamis (21/12) kemarin. Sebanyak 31 orang anggota Bintara Polri selama satu bulan mengikuti PAG dari bintara ke perwira, dan kini berhak menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Dalam amanahnya Kapolda mengatakan agar perwira polri yang baru dilantik agar dapat menjalankan tugas, dan amanah dengan baik. Tugas polri ke depanya semakin kompleks sehingga polri dituntut profesional.

Selanjutnya, mereka akan mengemban tugas sebagai kekuatan fungsi staf dan operasional dengan bidang dan keahlian masing- masing. Baik di tingkat markas besar maupun di satuan wilayah.

“Jadikan semua dasar kopetensi yang diperoleh sebagai pondasi dasar awal yang harus dipupuk dan dikembangkan. Diharapkan dengan pendidikan yang singkat ini belum mampu sepenuhnya memberikan bekal yang optimal. Sehingga perlu dikembangkan secara pribadi dan terus menerus,” tegas Kapolda.

Dilantiknya 31 anggota perwira Polri hari ini, menambah peningkatan jumlah perwira sebanyak 2.999 orang. Para perwira dituntut untuk menjalankan peran dengan baik serta sebagai jembatan antara pimpinan dan bawahan. Diharapkan menjadi pimpinan tingkat dasar yang mampu memberikan motivasi dan menggerakan bawahan dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan. Dan dapat menterjemahkan tugas pokok menjadi kegiatan operasional harian yang implementatif. (ims)

Polisi Bekuk Enam Tersangka Judi Sijie

0
batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polres Tanjungpinang, berhasil mengamankan 6 orang tersangka dalam kasus perjudian jenis Sijie di dua lokasi berbeda, Rabu (6/12).
Keenam tersangka tersebut, yakni Ss, 55, Jks, 35, Na, 22, serta Sg, 44, berperan sebagai penjual Sijie. Sementara dua lainnya, Ta, 47, dan By, 40, berperan sebagai pembeli.
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Dwihatmoko Wiraseno menuturkan penangkapan terhadap ke enam pelaku ini berawal dari informasi masyarakat yang resah dengan adanya perjudian dilokasi tersebut.
“Semua pelaku kita amankan tanpa perlawanan. Diantaranya, Ss, Jks, dan Ta, ditangkap di Kampung Serai Kilometer 8. Dilanjutkan Na, Sg, dan By, di Jalan Raja Haji Fisabililah Kilometer 8,” jelasnya.
Ia menuturkan dari tangan ke enam pelaku ini juga berhasil diamankan barang bukti, berupa empat lembar rekapan pasangan Sijie, uang tunai sebesar Rp 469 ribu, serta lima unit ponsel.
“Saat ini kami masih memburu Mrp yang diduga sebagai bandarnya,” tegasnya.
Akibat perbuatannya ke enam tersangka ini akan dijerat Pasal 303 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara.
“Mudah-mudahan bandar yang statusnya sudah menjadi DPO bisa segera kita temukan,” imbuhnya. (cr20)

Tersangka Korupsi BAJ Ditangkap di Apartemen Mewah

0
Tersangka M Nasihan. F.Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Setelah 3 bulan menjadi buron, akhirnya tersangka dugaan korupsi Dana Asuransi Kesehatan (Askes) PT Bumi Asih Jaya (BAJ), Mohammad Nasihan berhasil ditangkap di salah satu apartemen mewah di Residence 8, Jalan Senopati Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/12) sekitar pukul 16.10 WIB.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Yunan Harjaka menuturkan penangkapan tersebut, dilakukan langsung oleh tim Adhyaksa Monitoring Centre (AMC) Kejagung RI.
“Penangkapan ini berlangsung di Lobby Tower 3, Apartemen Residence, tanpa ada perlawanan,” ujarnya, di Kantor Kejati Kepri, Kamis (21/12) malam.
Usai menangkap tersangka, lanjut Yunan pihaknya juga sudah menyita beberapa aset, baik benda bergerak maupun benda tetap yang ada di daerah Cilandak, berupa rumah dan tanah milik tersangka yang diperkirakan mencapai Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar.
“Tim kita masih terus mendalami seluruh aset tersangka yang ada disana (Jakarta, red),” sebutnya.
Menurutnya, selama pelarian tersebut, tersangka diperkirakan hanya beraktivitas di seputaran Jakarta.
“Pengakuan tersangka, selama pelarian dia hanya berada disitu. Tidak pergi kemana-mana. Apalagi ke luar Jakarta,” tuturnya.
Yunan menegaskan pihaknya akan segera menuntaskan penanganan terhadap perkara tersebut.
Insyaaalah, kalau tidak ada halangan bulan depan sudah kita limpahkan kasus ini ke pengadilan untuk segera disidangkan,” terangnya.
Dirinya juga mengimbau dan meminta kepada seluruh buronan Kejati Kepri, yang berada dimana pun untuk bisa segera menyerahkan diri.
“Segeralah menyerahkan diri sekarang juga, karena tidak ada tempat untuk berlindung. Hanya waktu yang bericara, pasti akan tertangkap,” tegasnya.
Tersangka Mohammad Nasihan, mengaku siap untuk menjalani proses hukum selanjutnya di Pengadilan.
“Saya nggak mau berdebat disini. Persoalan hukum kita selesaikan dengan hukum, karena perdebatan yang paling adil di pengadilan oke. Jadi saya nggak mau berdebat dari pada panas situasinya, kita jalani saja prosesnya tapi kita buka di pengadilan nanti seluruhnya,” ungkapnya.
Dirinya juga menegaskan untuk tidak gentar menghadapi proses hukum yang menimpanya.
“Kok gentar, ini persolan hukum. Hukum bukan aduh kuat ya hukum itu adu benar,” tegasnya.
Usai ditangkap tim AMC Kejagung RI, tersangka langsung diterbangkan ke Tanjungpinang, menggunakan pesawat Sriwijaya. Tersangka M Nasihan kini ditahan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. (cr20)

Ratusan Anak Ikut Sunatan Massal

0
Bupati hadiri sunatan massal yang digelar LMB Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Lebih dari 100 anak mengikuti sunatan massal yang dilakukan Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun, kemarin (21/12). Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan liburan anak sekolah.

Bupati Karimun Aunur Rafiq yang hadir memberikan apresiasi kepada Organisasi Masyarakat (Ormas) LMB Kabupaten Karimun, yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak yang kurang mampu untuk dilakukan sunatan secara gratis.

”Sebagai umat muslim, kaum pria diwajibkan untuk disunat. Agar bisa sah dalam melaksanakan shalat maupun ibadah lainnya,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, di rumah kediaman Ketua DPW LMB Provinsi Kepri Datok Panglima Azman Zainal.

Lanjutnya, dengan meringankan beban bagi keluarga kurang mampu ini. Berarti telah membantu Pemerintah Daerah, dalam rangka memberikan kemudahan dalam membantu anak-anak yang ingin di khitanan. Artinya, anak-anak yang kurang mampu tersebut diberi kesempatan untuk khitanan secara gratis oleh LMB Kabupaten Karimun.

”Semoga menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua. Dan ini sebagai contoh kepada organisasi maupun komunitas lainnya, untuk berbagi sesama umat islam,” pesannya.

Sementara itu Ketua panitia sunatan masal Timbalan Datok Panglima Bungsu Samsuddin DPC Khusus LMB Sungai Lakam mengatakan, peserta sunatan masal atau khitanan ini sebanyak 100 lebih anak yang berasal dari Kelurahan Parit Benut, Sei Raya, Meral Kota, Baran Barat, Baran Timur, Sei Lakam Barat dan Timur serta Tanjungbalai Karimun.

“Sebelumnya dilakukan pendataan bagi anak-anak yang kurang mampu. Masing-masing anak diberikan satu sarung baru,” Samsuddin.

Sedangkan, Ketua DPW LMB Kepri Datok Panglima Azman Zainal mengungkapkan aksi bakti sosial yang dilaksanakan oleh DPD LMB Kabupaten Karimun sudah menjadi tradisi saat masuk liburan sekolah. Dan tradisi tersebut, dilanjutkan oleh penerusnya agar keberadaan LMB di Kabupaten Karimun sebagai organisasi masyarakat benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat itu sendiri.

”Intinya, di keluarga LMB tidak ada perbedaan suku maupun etnis. Siapa saja boleh bergabung, untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat serta Pemerintah Daerah dalam mengisi pembangunan,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, para peserta sunatan masal yang didampingi oleh orangtua dengan duduk santai sambil berbincang-bincang menunggu antri berikutnya untuk dilakukan sunatan oleh tim medis dari Puskesmas Tanjungbalai Karimun, RSUD M Sani, Dinas Kesehatan dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Karimun.(tri)

Operasi Lilin, Tingkatkan Pengamanan Pusat Keramaian

0
KAPOLRES Bintan AKBP Boy Herlambang memeriksa kesiapan pasukan dalam pengamanan operasi lilin 2017 di Mapolres Bintan, Kamis (21/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, pengamanan pusat keramaian masyarakat di Kabupaten Bintan akan ditingkatkan selama operasi lilin seligi tahun 2017 berlangsung.

“Tempat tempat keramaian masyarakat yang rawan di kabupaten Bintan seperti pelabuhan, objek wisata antara lain Lagoi, dan perbatasan Bintan Tanjungpinang akan dipantau terus,” ungkapnya usai memeriksa persiapan pasukan di Mapolres Bintan, Kamis (21/12) kemarin.

Ia juga mengatakan, sekitar 418 personel gabungan yang terdiri dari 200 personel kepolisian dan 218 personel dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta anggota Pramuka akan disebar di 9 pos pengamanan dan 3 pos pelayanan.

Meski belum belum menerima laporan ancaman aksi teroris, pihaknya berkoordinasi dengan pihak intelijen kemungkinan adanya ancaman. Pihaknya juga akan melakukan sweeping atau razia apabila ditemukan penjualan petasan yang tidak mengantongi izin resmi.

Untuk pengamanan terhadap 37 gereja di Kabupaten Bintan, pihaknya akan menurunkan tim penjinak bom (jibom) dari Brimob untuk mensterilkan gereja sebelum kegiatan Misa Natal dan kegiatan lainnya yang dilakukan jemaat umat nasrani di gereja.

“Gereja yang jumlah jemaatnya banyak akan kami terjunkan 12 personel, sedangkan yang jemaatnya tidak terlalu banyak sekitar 5 personel,” kata dia.

Ia juga mengimbau kepada jemaat yang ingin beribadah ke gereja agar tidak membawa tas yang besar. Jika ada tas yang besar dan mencurigakan, ia sudah memerintahkan anggotanya untuk memeriksa isi tas tersebut.

Sementara untuk pelayanan masyarakat di kantor kantor kepolisian, ia memastikan tidak ada terganggu. karena dalam operasi ini hanya 2/3 personel yang dikerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, sisanya atau sekitar 1/3 personel tetap berjaga di kantor kepolisian.

“Yang di mako tetap standby karena kita punya tahanan yang harus dijaga serta masyarakat yang sewaktu-waktu melapor,” tukasnya.

Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan operasi lilin seligi 2017 di kawasan Bintan akan difokuskan di dua titik, yaitu kawasan wisata dan rumah ibadah. Dua tempat itu memang tiap libur akhir tahun banyak dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati libur panjang.

“Untuk pengamanan rumah ibadah juga akan kita fokuskan agar masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru dapat melaksanakan aktifitasnya dengan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya. (cr21)

Nurdin Berharap Isdianto Segera Dilantik

0

batampos.co.id – Berkas penetapan dan pengesahan Isdianto sebagai Wakil Gubernur Provinsi Kepri sisa masa jabatan 2016-2021 masih dalam proses. Hal ini dibenarkan oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Menurutnya, sejauh ini Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga telah melapor ke Menteri Dalam Negeri.

“Sama pak Is (sapaan akrab Isdianto) saya sudah ketemu. Saya dari dulu temannya berbicara, bekerja, bercanda dan bermacam-macam. Jangan kita politisi ini semua. Mari kita lapang dada,” seru Nurdin.

Nurdin menegaskan, di sisa akhir masa jabatannya ia ingin berbuat semaksimal mungkin untuk membuat Provinsi Kepri lebih baik kedepannya dan mensejahterakan masyarkat Provinsi Kepri. Baik itu dengan mengerahkan segala tenaga maupun pikiran. Untuk itu, ia berharap kepada semua pihak bisa memberikan dukungan penuh agar tujuan itu bisa tercapai.

‘Mari kita lakukan bersama untuk menggali potensi Kepri yang serba terbatas. Saya yakin dan percaya semuanya akan bisa berubah lebih baik kedepannya,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak ada kelompok-kelompok tertentu dengan terpilihnya Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri. Meskipun yang meloloskan Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri merupakan partai yang berlawanan dengan partai pengusungnya saat mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kepri.

“Bahkan, Nasdem yang pertama meloloskan Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri,” bebernya.

Nurdin menambahkan, dirinya juga sudah bertemu dengan Isdianto. Menurutnya, tidak ada pesan khusus yang disampaikannya kepada Isdianto. Ia menegaskan, inti dari pertemuannya dengan Isdianto beberapa waktu yang lalu bahwa Isdianto siap untuk membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Kepri. Ia pun berharap Isdianto segera dilantik untuk menjadi Wakil Gubernur Kepri.

“Pasti saran semua partai sama, bagaimana menjaga pemerintahan ini dan membantu gub, bagaimana menjaga pemerintahan ini kondusif, gubernur sesuai dengan tanggung jawab. Jadi tidak usah pesan khusus. Makin cepat (dilantik) makin bagus,” imbuhnya. (cr1)

Puluhan Remaja Mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor Masjid

0
Puluhan Remaja Mengikuti Pelatihan Pemuda Pelopor Masjid f Ist

batampos.co.id – Puluhan remaja masjid di Tanjungpinang dan Bintan mengikuti pelatihan pemuda pelopor di Masjid Raya Nur Illahi, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (20/12). Pelatihan yang mengusung tema Pemuda Pelopor Masjid ini ditaja Centra Citra Remaja Raflesia Bengkulu dengan mitra lokal di Kota Tanjungpinang.

Pihak Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) Bidang Kepeloporan Desa dan Daerah Khusus pada Asisten Deputi Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda sebagai penggagas kegiatan.

Kepala Bidang Kepeloporan Desa dan Daerah Khusus Kemenpora, Sopti Popiyati mengatakan peserta yang mengikuti pelatihan terdiri dari remaja berusia 16 sampai 30 tahun. Karena remaja menurutnya, merupakan usia aktif di tengah masyarakat. “Sebetulnya kegiatan ini juga terbuka untuk umum. Tapi kita bawa suasananya ke Masjid, supaya menyentuh ke jiwa anak muda, agar terpanggil ke arah positif,” ungkapnya.

Menurut Sopti, jika nantinya remaja sudah sering mendatangi masjid, diharapkan dapat berkembang menjadi pemuda yang berkarakter, cerdas, bertaqwa, beriman, dan dapat melakukan kegiatan yang positif di lingkungan sekitarnya. Sehingga bisa mengajak orang sekitarnya ke arah yang lebih baik.

Dijelaskan Sopti, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh Indonesia yang terbagi dalam beberapa zona, diantaranya zona Sumatra satu dan dua. Zona Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan zona Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilaksanakan selama satu hari penuh.

“Untuk wilayah Kepri atau di Tanjungpinang berada di zona Sumatra dua. Setelah ini, kami akan melaksanakan di Riau dan terakhir di Padang pada tanggal 23 Desember ini,” jelasnya.

Sopti memastikan, kegiatan ini akan terus berlanjut. Sebab, untuk memberikan materi tidak cukup hanya satu hari saja. Demi pemuda dan pemudi yang ada di Indonesia atau khususnya di Kepri bisa tumbuh, berkembang, dan mempunyai karakter yang kuat.

“Jika pondasi agamanya sudah kuat. Tentunya pemuda dan pemudi ini tidak gampang dikotori dengan hal-hal yang negatif. Malah sebaliknya, mereka bisa menumbuhkan hal yang positif,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, Maifrizon berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini. Ia berharap, kedepan Tanjungpinang semakin sering mendapat pelatihan dari Kemenpora. Selain itu kepada seluruh remaja diharapkan untuk mengikuti pelatihan ini hingga selesai.

“Saya berharap para peserta dapat memetik hikmahnya dan menjadi pelopor di Kepri atau khususnya di Tanjungpinang. Kami juga berharap kepada para peserta untuk mengaplikasikannya di tengah masyarakat,” pungkasnya.(cr1)

2018, Ekonomi Kepri Diprediksi Tumbuh 4,6 Persen

0
Suasana jual beli di Pasar Bintan Centre Tanjungpinang, Rabu (22/2). Pasar ini dikelola oleh BUMD Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera optimis pertumbuhan ekonomi Kepri tahun depan akan tumbuh hingga 4,6 persen. Untuk mewujudkannya, pemerintah daerah harus segera menggenjot sektor pariwisata dan segera mengeluarkan insentif baru untuk mempermudah industri agar bisa berkembang.

“Pertumbuhan ekonomi tahun depan akan tumbuh antara 2,42 persen hingga 4,6 persen,” kata Gusti usai Pertemuan Tahunan BI Perwakilan Kepri 2017 di Gedung BI, Kamis (21/12).

Gusti menjelaskan ada empat langkah mengupayakan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pertama, hilirisasi sumber daya alam. Hilirisasi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah suatu produk.

Kedua, mengembangkan maritim, agribisnis dan pariwisata. Ketiga, mengupayakan iklim investasi daerah agar semakin kondusif dan keempat adalah membangun infrastruktur.

Menurut Gusti, sektor jasa pariwisata memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Batam memiliki kelengkapan yang dibutuhkan untuk mengembangkannya seperti lokasi strategis, geografis kepulauan (wisata maritim) dan budaya khas Melayu.

“Sejumlah daerah telah memiliki branding wisata yang cukup terkenal, baik internasional maupun nasional, yaitu Batam dan Bintan,” paparnya.

Meski memiliki potensi besar, peranan pariwisata terhadap perekonomian Kepri masih minim. Pangsa sektor pariwisata terhadap PDRB Kepri dalam kurun waktu 2010-2016 rata-rata sebesar 2.38 persen. Sedangkan pertumbuhan wisman Kepri juga sangat stagnan.

“Dalam lima tahun terakhir hanya sebesar 6,1 persen (yoy), lebih rendah dibanding Bali 9,1 persen maupun nasional 8,0 persen. Pangsa wisman juga stagnan diangka 20-22 persen,” ujarnya.

BI Kepri menganggap pariwisata harus dikembangkan untuk menjadi sumber alternatif ekonomi baru, khususnya di Batam. Jalannya juga searah dengan keinginan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang akan segera merumuskan agenda event pariwisata berskala internasionabersama. Pariwisata dan juga perikanan dianggap tidak terpengaruh sama sekali oleh kondisi ekonomi global yang tengah melemah.

Gusti menyarankan agar pemerintah daerah saling bersinergi untuk mengembangkan pariwisata.

“Supaya bisa mendorong pembangunan infrastruktur yang mendukung upaya konektivitas antar daerah. Jadi ketika wisman masuk Batam, bisa juga masuk daerah lain,” paparnya.

Lalu, ciptakan destinasi wisata baru dan tingkatkan sumber daya manusia (SDM)-nya. Inti dari kegiatan pariwisata adalah bagaimana melayani wisman dengan baik. Sehingga dibutuhkan ilmu dasar hospitality agar bisa menjadi SDM pariwisata yang handal.

“Semacam pusat informasi pariwisata (tourism centre) juga perlu dikembangkan sehingga turis yang datang bisa dapat informasi,” ungkapnya.

Kegiatan promosi juga harus digalakkan. Namun sebelum promosi keluar negeri, pemerintah daerah harus membangun infrastruktur dan memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana menyambut dengan ramah para wisman yang datang.

“Promosi bisa jadi bumerang kalau tak siap. Jadi bukan sekadar bangun infrastruktur wah wah, tapi juga bagaimana bangun pariwisata berbasis masyarakat,” ungkapnya.

Gusti memahami kalau banyak wisman asing yang juga ingin menginap di rumah penduduk.

“Makanya ada program dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang ingin mengembangkan pariwisata homestay. Itu yang coba dilakukan di Pulau Penyengat yang memperkenalkan budidaya Melayu dan wisata religi,” harapnya.

Investasi Harus Dikembangkan

Teknisi Batam Aero Technic (BAT) sedang melakukan perawatan pesawat lion air di MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) Lion Air Grup, di Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (12/12). F Cecep Mulyana/Bata,m Pos

Kepala BI Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putera juga menyarankan kepada pemerintah daerah agar terus mengembangkan investasi.

“Ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, mendorong realisasi investasi infrastruktur konektivitas untuk meningkatkan efisiensi dan kelancaran arus barang dan jasa di Kepri,” ungkapnya.

Kedua, saat ini portofolio investasi Kepri sejak tahun 2000 masih didominasi negara tertentu saja. Sehingga masih ada peluang untuk mendorong investasi yang atraktif dengan menggandeng negara lain yang berpotensi.

“Sehingga untuk menarik negara lain, perlu upaya ketiga yakni mengakselerasi investasi melalui Kepri Incorporated sebagai forum untuk membahas persoalan kinerja perekonomian dan investasi,” ungkapnya.

BI Kepri juga melihat sejumlah usulan proyek strategis seperti pembangunan jembatan Batam-Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, pengembangan Pelabuhan Batuampar, pengembangan Bandara Hang Nadim, KEK Pulau Asam di Karimun, KEK Galang Batang di Bintan, KEK Pariwisata di Anambas dan KEK industri perikanan di Natuna, pembangunan bandara di Bintan dan fasilitas MRO Garuda Indonesia perlu dipercepat eksekusinya.

“Dan kami yakin dapat mendorong perekonomian kedepan,” ungkapnya.

BI Kepri juga mendukung rencana BP Batam untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dengan menjadikan Batam sebagai pusat logistik. Tujuannya adalah untuk membuat arus barang, orang dan jasa menjadi lebih efisien.(leo)

Play sound