Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12813

Kemenpar Genjot Pariwisata Sumut

0

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) Komisi X Sofyan Tan mengatakan, Indonesia beruntung Presiden Joko Widodo memilih Menteri Pariwisata bukan berasal dari Bali. Sehingga, lanjut Sofyan, dalam kebijakannya, tidak hanya terfokus pada pengembangan Bali saja.

“Kita ini beruntung punya Menteri Pariwisata Arief Yahya. Karena beliau ini tahu betul potensi-potensi pariwisata di Indonesia. Beliau tidak hanya terfokus mengembangkan Bali, tapi justru menciptakan 10 Bali Baru dari daerah lainnya,” ujar Sofyan Tan, Sabtu (25/11).

Pernyataan itu disampaikannya pada seminar Pengembangan Pariwisata Sumatera Utara di Hotel Aryaduta, Medan, 25 November 2017.

Sofyan menjelaskan, secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di jalur palayaran internasional Selat Malaka yang dekat dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Menurutnya, percepatan infrastruktur kunci kesejahteraan Sumatera Utara baik itu pelabuhan, bandara maupun jalan tol.

“Di dalam penataan kawasan, pembangunan infraktruktur penunjang seperti hotel, restoran dan memperbanyak atraksi wisata serta peningkatan kemampuan SDM harus dilakukan Sumatera Utara,” ujar Sofyan.

Sofyan menambahkan, Sumatera Utara saat ini juga memiliki 10 proyek strategis nasional di Sumatera Utara. Salah satunya percepatan infrastruktur transportasi, listrik, dan air bersih untuk 10 kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) prioritas Danau Toba.

“Pengembangan sektor pariwisata ini perlu didukung bukan hanya oleh kesiapan akses transportasi seperti bandara dan jalan, tapi perlu juga dilakukan penataan kawasan, pembangunan infraktruktur penunjang. Seperti hotel, restoran dan memperbanyak atraksi wisata serta peningkatan kemampuan SDM dan tidak kalah pentingnya adalah budaya,” tutur Sofyan.

Perkembangan pariwisata Indonesia terkini, lanjut Sofyan, yakni jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2017 mencapai 1,35 juta wisman. Dengan capaian ini optimis target 15 juta wisman akhir tahun 2017 akan terlampaui.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia sangat tinggi. Mencapai 22,4% per tahun dan menjadi top 20 in the world. Untuk menjadi world class destination kami akan menggunakan standar dunia terutama unsur Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas (3A). Unsur atraksi, sudah menuju ke arah sana bahkan memiliki keunggulan terutama dalam hal nature, culture, dan manmade,” tambah Sofyan.

Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Tazbir mengatakan, banyak sekali tujuan wisata yang ada di Sumatera Utara. Bahkan, masyarakat Sumatera Utara beruntung memiliki icon Danau Toba yang brand-nya sudah sangat kuat.

“Apabila pemerintah Sumut serius menggarap sektor pariwisata ini bukan tidak mungkin akan sesukses Bali. Karena Sumut punya Danau Toba. Yang perlu dilakukan pemerintah adalah bagaimana membangun sarana dan prasarana untuk kepentingan pariwisata tersebut,” ujar Tazbir didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Kemenpar, Eddy Susilo.

Tazbir menambahkan, apabila sarana dan prasarana sudah tersedia semua bukan tidak mungkin pariwisata akan maju dan memberikan pendapatan daerah yang cukup besar. Tazbir menegaskan, sarana dan prasarana merupakan ruh dalam pembangunan dan menuju kejayaan, makanya pemerintah melakukan pembangunan.

“Selain itu, harus ada pengembangan destinasi. Yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas SDM pariwisata. Ini untuk meningkatkan daya saing pariwisata nasional. Lalu ada peningkatan promosi pariwisata Indonesia melalui berbagai media (digital dan konvensional) di dalam dan luar negeri,” papar Tazbir.

Kementerian Pariwisata saat ini serius mendorong pengembangan destinasi wisata potensial khususnya Sumatera Utara dan Danau Toba sebagai icon. Sebab itu, pengembangan wisata alam, budaya dan sport serta wisata MICE (Meeting Incentive Conference & Exhibition) di Sumatera Utara lebih mudah.

“Danau Toba merupakan destinasi wisata yang telah dikenal sejak lama, sehingga relative lebih mudah dibranding baik itu alamnya, budayanya, bahkan wisata MICE-nya,” pungkas Tazbir.

Kementerian Pariwisata yang dikomandoi Arief Yahya mempercepat pengembangan berbagai destinasi wisata di Sumatera Utara dengan ikon Danau Toba sehingga akan makin banyak wisatawan lokal dan mancanegara berkunjung ke provinsi itu.

“Provinsi Sumatera Utara memiliki banyak objek wisata yang menarik dan perlu dikembangkan, apalagi sudah terbentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, badan itu bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk dalam 10 destinasi prioritas nasional. Dengan adanya badan otoritas tersebut, ditambah dengan makin banyaknya rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu, serta Bandar Udara Silangit dan Bandar Udara Sibisa, maka jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan itu akan bertambah.

“Konsep 3A yakni Atraksi, Akses, dan Amenitas harus terus digenjot di level implementasi. Khusus untuk menambah Akses, membuka pintu lebih banyak wisman ke Indonesia. Tentu ini akan menaikkan volume wisman menuju Medan, Sumatera Utara, dengan ikon Danau Toba,” jelas Menpar Arief Yahya. (*)

Serahkan Keputusan Pilkada di Daerah

0
Zulkiflin Hasan membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) di Tanjungpinang, Sabtu (25/11) lalu. Acara tersebut juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Asman Abnur, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan membuka secara resmi, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PAN Kepri, Sabtu ( 25/11) lalu di Hotel CK, Tanjungpinang. Lewat Rakerwil tersebut, Zulkifli Hasan meminta seluruh Kader PAN di Provinsi Kepri untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita punya tanggungjawab besar untuk menjaga keutuhan NKRI. Khususnya PAN Kepri yang berada di benteng utara Indonesia ini,” ujar Zulkifli Hasan dalam sambutannya.

Pada kegiatan yang bertajuk ” Menjahit Kembali Merah Putih ” tersebut, pria yang duduk sebagai Ketua MPR tersebut mengharapkan, lewat Rakerwil ini lahir gagasan-gagasan hebat dari PAN Provinsi Kepri yang berguna bagi kepentingan pembangunan negara kedepan.

“Harus ada terobosan yang kita lahirkan. Apalagi PAN adalah partai politik yang mengusung Jargon Nasionalisme,” paparnya.

Ditanya apakah sudah membuat keputusan politik yang strategis dalam menghadapi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang 2018 nanti. Menjawab pertanyaan tersebut, Zulkifli menegaskan telah menyerahkan sepenuhnya kepada DPD PAN Tanjungpinang untuk membuat keputusan.

“Kalau memang yang lain, tentu harus calon yang kompten. Kalau memang ada kader, juga harus kader yang militan. Dan ini menjadi ranahnya DPD untuk membuat keputusan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Kepri, Hamid Rizal menambahkan, lewat Rakerwil ini, bisa mendapatkan masukan-masukan stratgis dari kader-kaser PAN di Provinsi Kepri. Apalagi dalam menyonsong Pemilu Serentak pada 2019 mendatang. Harapan besarnya adalah PAN mendapatkan perolehan kursi yang signifikan pada Pemilu nanti.

“Kita berharap PAN di Provinsi Kepri bisa memberikan yang terbaik. Dan mendapatkan banyak kursi DPRD di Kepri pada Pemilu nanti,” ujar Hamid Rizal yang merupakan Bupati Natuna tersebut.

Turut hadir dalam Rakerwil tersebut adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Asman Abnur, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Syahrul.(jpg)

Dukungan ke Mustafa Adalah Keputusan DPP

0

batampos.co.id – Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kepri, Abdul Basith membantah pernyataan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun yang menyatakan dukungan terhadap Mustafa Widjaja bukan merupakan keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dimana Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan, baik itu PKB, Partai Demokrat, maupun Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah merupakan keputusan tertinggi partai.

“Dukungan yang sudah kami sampaikan bersama tiga partai, belum lama ini adalah SK dari DPP. Artinya bukan DPW yang membuat keputusan” ujar Abdul Basith, Minggu (26/11).

Menurut Basith, keputusan tersebut adalah merupakan sikap politik pihaknya sebagai partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur). Sehingga tidak ada lagi, asumsi-asumsi yang menilai, pihaknya tidak ingin menuntaskan polemik Wakil Gubernur Kepri. Basith berharap, baik NasDem maupun Gerindra bisa membuat pertimbangan.

“Kami tidak ingin ada ketimpangan dalam roda organisasi pemerintahan. Pada tingkatan kami sudah final. Artinya tuntas atau tidaknya polemik ini tergantung pada NasDem dan Gerindra,” tegas Abdul Basith.

Terpisah, Akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOl) Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengemukakan penilainya. Menurutnya,
meskipun Gerindra belum secara tegas menyatakan dukungan terhadap calon wagub kedua dan masih bertahan dengan nama Fauzi Bahar, tetapi masih terbuka peluang untuk bagi calon lain, terutama Mustafa Widjaja untuk melakukan pendekatan kepada DPP Partai Gerindra.

“Kita tahu ini tidak mudah, sebab Fauzi Bahar punya background militer yang sama dengan Ketua Umum Gerindra. Tapi jika semua pihak punya komitmen untuk sama sama membangun Kepri yang lebih baik, tentu ego masing,” ujar Endri Sanopaka.

Ia memberikan apresiasi partai pendukung termasuk Demokrat yang memiliki kursi paling banyak dalam koalisi namun ikut sepakat atas satu nama yang sama dengan PKB dan PPP. Dijelaskannya, langkah tersebut adalah upaya untuk memecah kebutuan proses Pemilihan Cawagub Kepri.

“Tapi kalau ternyata nanti kembali muncul ego diantara partai dan juga Gubernur sendiri, yah sebaiknya pemerintah pusat dalam hal ini harus tegas, bila perlu diberikan sanksi dengan politik anggaran sebagaimana yang pemerintah pusat sudah lakukan sekarang,” tegas Endri.

Ditegaskannya juga, apabila dalam waktu dekat ini ternyata muncul kembali polemik wagub. Selain sanksi politik, rasanya sanksi sosial juga dapat diberikan pada kepemimpinan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. Yakni, dengan menyatakan mosi tidak percaya secara kolektif.

“Tidaknya adanya sanksi hukum, jika Gubernur tidak memiliki Wagub menjadi penyebab molornya tahapan-tahapan yang sudah disusun oleh Pansus Wagub DPRD Kepri,” tutup Endri Sanopaka.(jpg)

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemprov Bentuk Bank Data

0

batampos.co.id – Pemprov Kepri terus berupaya untuk mengusung asas transparansi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut adalah dengan membangun Comand Centre sebagai pusat Bank Data Pemprov Kepri. Comand Centre tersebut akan gesa pada pembangunan 2018 mendatang.

“Di era keterbukaan informasi sekarang ini, kita juga harus berinovasi. Sehingga bisa mengimbangi tuntutan masyarakat tentang informasi publik,” ujar Sekrtaris Daerah Kepri, TS. Arif Fadillah menjawab pertanyaan media di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang belum lama ini.

Dijelaskannya, pekerjaan pembangunan Comand Centre itu nanti menjadi tanggungjawab besar Dinas Komunikasi dan Infomasi (Diskominfo) Provinsi Kepri. Khususnya dibidang progres pembangunan dan penggunaan anggaran daerah, Diskominfo akan bersinergi dengan Biro Pembangunan, Pemprov Kepri dalam menyajikan data-data yang di update setiap hari.

“Artinya Diskominfo Kepri akan menjadi corong dalam menyuarakan tentang transparansi publik di Pemprov Kepri,” papar Sekda Arif.

Menurur Arif, proses pembenahan-pembanaham sudah dilakukan lewat tahun anggaran 2017 ini. Sedangkan anggaran 2018 nanti, yakni untuk menyempurkan lagi infrastruktur-infrastruktur pendukung untuk pembangunan Comand Centre, Pemprov Kepri. Selain perangkat tentunya akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal untuk mengelola Comand Centre.

“Kita ingin menjadikan Comand Centre sebagai Kapal Induknya dalam pelayanan e-goverment, e-planning. Tujuannya adalah untuk clean goverment and good goverment,” tutup Mantan Sekda Karimun tersebut

Terpisah, Kepala Diskominfo Kepri, Guntur Sakti mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk mempersiapkan perangkat-perangkat pendukung yang representatif. Proses awal memang sudah di jalankan pada tahun 2017 ini. Sedangkan pada 2018 adalah untuk penyempurnaanya.

“Kita optimis dengan adanya Comand Centre nanti. Mudah-mudahan bisa memberikan pelayanan prima yang publik kepada masyarakat ataupun pihak-pihak yang membutuhkan,” ujar Guntur menambahkan.(jpg)

Bupati Bintan Ingatkan Kepala OPD

0
BUPATI Bintan Apri Sujadi memantau pelaksanaan pembangunan
fisik jembatan pengujan, belum lama ini. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengingatkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bintan untuk menyelesaikan realisasi fisik dan keuangan tepat waktu. “Sudah saya ingatkan dan rapatkan beberapa kali, pengguna anggaran harus menyelesaikan sebelum akhir tahun ,” ungkap Apri, Minggu (26/11).

Menurut Apri, saat ini ada beberapa proyek yang sedang digesa pekerjaannya. Mulai dari pembangunan gedung community center hingga pemasangan ornamen ukiran di simpang masuk kantor Bupati Bintan Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu. “Kepada pengguna anggaran harus menyelesaikan realisasi fisik dan keuangan tepat waktu,” ujarnya.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan Juni Rianto mengatakan, hingga akhir November ini, pekerjaan pembangunan gedung community center yang menelan anggaran sebesar Rp 11,4 miliar mencapai progres 95 persen. Bahkan, dirinya menargetkan pembangunan gedung community center dua lantai ini
akan selesai lebih cepat dari target awal. “Target kita lebih cepat dari yang diperkirakan,” jelasnya.

Juni juga memastikan, pekerjaan pembangunan jembatan pengujan tahap I dan pekerjaan batu miring serta pemasangan ornamen ukiran di simpang jalan masuk kantor bupati Bintan akan selesai tepat waktu. (cr21)

Baru 17 Desa Punya BUMDes

0
Bumdes Balkis Jaya budidaya ikan kerapu jadi produk unggulan Desa Rawa Jaya Moro. F.Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dana Desa (DD) yang dibagi-bagikan Pemerintah Pusat melalui APBN bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan desa. Selain itu, desa juga bisa menggali potensi yang ada melalui pembentukan badan usaha milik desa (BUMDes). Dan, untuk Kabupaten Karimun belum semua desa mempunyai BUMDes.

”Memang, pembentukan BUMDes bukan suatu keharusan bagi desa yang menerima DD. Meski demikian, BUMDes termasuk prioritas sebagaimana keterangan dari Kementerian Desa dalam beberapa kali rapat kerja yang saya ikuti. Maksudnya, dengan adanya BUMDes di desa, maka bisa memberikan pendapatan untuk desa melalui dan akan menjadikan desa tersebut mandiri,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Karimun, Suwedi kepada Batam Pos, Sabtu (25/11).

Untuk saat ini, katanya, baru 17 desa dari 42 desa yang ada di Kabupaten Karimun telah membentuk BUMDes. Dan, sudah dilaporkan kepada pihaknya dan diteruskan ke Kementerian Desa. Tata cara pembentukannya dilakukan oleh aparat desa. Yakni, terbuka pendaftarannya untuk masyarakat di desa tersebut dalam melakukan perekrutan untuk memimpin BUMDes.

”Untuk jenis-jenis usahanya bermacam-macam. Mulai dari kerja sama dengan dunia perbankan dalam hal buka tabungan baru untuk nasabah dan transaksi keuangan. Kemudian, juga ada usaha perikanan atau tam,bak ikan, penjualan ari bersih dan lainnya. Namun, sebagian besar berdasarkan laporan yang kita terima itu kerja sama jasa perbankan. Kita berharap desa yang belum mempnyai BUMDes dapat segera membentuknya. Karena, akan mendapatkan penialaian nilai tambahan dari pemerintah pusat,” ungkap Suwedi. (san)

Biasakan Hidup Sehat

0
Ratusan warga mengikuti senam sehat Germas di parkiran Tanjungpinang City Centre, Minggu (26/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mengadakan senam sehat di pelataran Parkir TCC Mall, Minggu (26/11). Dalam kegiatan kali ini, Dinkes menggandeng organisasi Fatayat NU dan TCC Mall untuk melakukan aktivitas fisik selama 30 menit tersebut.

“Ini merupakan sosialisasi rutin yang kita lakukan. Kami mengajak masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat. Salah satunya, dengan melakukan aktivitas olahraga senam minimal 30 menit setiap hari,” jelas Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kepri, Rizal Rynaldi.

Menurutnya, aktivitas olahraga sangat penting dan memiliki banyak manfaat. Diantaranya mencegah berbagai penyakit yang kerap menyerang.

“Tren penyakit sekarang itu sudah mulai berubah. Kalau dulu di puskesmas dan rumah sakit itu kebanyakan penyakit yang di derita adalah menular. Tapi sekarang justru penyakit tidak menular yang kerap dialami masyarakat, seperti diabetes, hypertensi, gagal ginjal, jantung serta stroke. Dan itu jelas penyakit yang diakibatkan dari prilaku dan pola hidup yang tidak teratur,” terangnya.

Untuk itu, lanjutnya, perlu dilakukan tiga hal penting untuk mengatur pola hidup sehat, sehingga terhindar dari penyakit tidak menular tersebut.

Diantaranya, melakukan gerakan fisik setiap hari minimal 30 menit, mengkonsumsi makanan yang teratur. Seperti sayuran dan buah-buahan, serta rutin melakukan mengecek kesehatan.

“Hal ini untuk menjaga agar tubuh tetap sehat, dan terhindar dari penyakit,” tegasnya.

Karena itu, pihaknya akan terus mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat bagi seluruh masyarakat Kepri. “Mari kita memulai pola hidup sehat dari sekarang, sehat itu sangatlah berarti bagi diri kita dan juga keluarga. Dengan mengedepankan pola hidup sehat, segala penyakit akan bisa dicegah sejak dini,” imbuhnya. (cr20)

Helloworld Australia Ikut Dorong Destinasi Selain Bali

0

Biro perjalanan raksasa Australia, Helloworld ikut mendorong destinasi selain Bali dalam paket wisatanya. Hal ini akan dilakukan seiring semakin besarnya permintaan pasar di Melbourne, Australia.

“Kita sudah bicarakan dengan Helloworld, akan ada lima destinasi yang menjadi sasaran Helloworld selain Bali. Dan ini sedang dijajaki dengan baik semoga akan muncul banyak paket dan wisatawan yang datang ke tanah air selain ke Bali,” ujar Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Emil Hardy Ridwan.

Ke-5 destinasi dan pintu masuk ke Indonesia itu adalah Lombok, Jakarta, Makassar, Labuan Bajo, Yogyakarta. “Ini sudah dikoordinasikan dengan beberapa maskapai, dan yang paling utama adalah Garuda Indonesia karena Garuda memiliki flight ke berbagai destinasi tersebut, jika itu terlaksana dengan baik maka akan banyak pintu masuk wisatawan Australia ke Indonesia,” kata pria berkewarganegaraan Australia itu.

Owner Helloworld Westfield Southland, Daniel Addiecoat membenarkan rencana pihak Helloworld melebarkan sayapnya ke berbagai destinasi selain Bali. Kata dia, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan elemen terkait di Indonesia.

“Jaringan kami yang saat ini sudah sangat komunikatif dan baik adalah di Bali dan Lombok, namun kita akan perbanyak industri yang berkoordinasi dengan kami selain di dua kota itu. Indonesia negara yang indah, dan kami yakin akan banyak yang terus berdatangan ke Indonesia,” ujar Daniel.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis, Priyantono Rudito mengatakan bahwa jika tidak ada aral melintang, kedatangan wisatawan Australia akan terus meningkat di tahun 2017 ini asalkan mendapatkan akses yang baik untuk datang ke Indonesia.

“Apalagi bulan Desember akan ada liburan panjang masyarakat Australia. Nah, untuk destinasi-destinasi baru selain Bali tentunya selain terus berpromosi, peran maskapai sebagai penyedia kursi untuk wisatawan dapat terus melebarkan aksesnya ke tanah air,” ujar pria yang biasa disapa Pak Pri itu.

Pri menambahkan, selain wisatawan konvensional, juga ada beberapa wisatawan yang memiliki minat khusus yang suka dengan Indonesia, pihaknya berharap pihak-pihak terkait terutama industri harus bisa mempersiapkan diri untuk menyambut wisatawan Australia yang memiliki minat khusus.

“Contohnya seperti Golf, diving, dan sport tourism, ini harus bisa dibuka jaringan dan pasarnya,” kata Priyantono

Menteri Pariwisata Arief Yahya memang terus menyiapkan market place digital untuk memudahkan pemasaran potensi wisata Indonesia juga ke pasar Australia.

“Antara buyer dan seller terus di media digital dipertemukan. Nanti seluruh potensi pariwisata kita dipromosikan. Para seller dan wholesaler membeli dari situ, tapi digital. Australia adalah salah satu negara yang digital tourism-nya bagus sekali, ini harus terus dilakukan,” kata pria asli Banyuwangi ini.

Menpar Arief juga dalam beberapa kesempatan menjelaskan bahwa dengan Australia sudah dilakukan program promo wisata bersama. Dalam kunjungannya belum lama ini ke Australia, Menteri Pariwisata negri Kanguru itu juga mengajak kerjasama promosi wisata dengan Indonesia.

“Joint promo Indonesia dan Australia itu sebagai single package,” kata Menpar.Kedua negara sepakat untuk menyiapkan paket program promosi wisata bersama untuk dipasarkan pada sejumlah negara.

Seperti diketahui, yang terbaru Indonesia terus berinovasi melakukan paket-paket wisata.

Salah satunya menggelar kegiatan Integrated Promotion sekaligus kerjasama inkind dengan Helloworld salah satu travel agent perjalanan terbesar Australia. Promosi tersebut dilaksanakan melalui penjualan langsung secara online dan offline melalui penjualan di seluruh outlet Helloworld yang tersebar di berbagai wilayah di negara bagian Victoria, Australia ditambah dengan kegiatan aktivasi di Westfield Southland Melbourne, salah satu Mall terbesar di negara kangguru tersebut.

Kegiatan promosi dan penjualan terintegrasi ini berlangsung antara tanggal 20 November hingga 3 December 2017 dengan kegiatan aktivasinya berlangsung antara tanggal 20 hingga 26 November.(*)

Ketua MPR Dukung UU Daerah Kepulauan

0
Zulkifli Hasan membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) di Tanjungpinang, Sabtu (25/11) lalu.

batampos.co.id – Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan mendukung terbentuknya Undang-Udang Daerah Kepulauan. Karena dengan lahirnya UU tersebut akan memberikan asas keadilan bagi daerah-daerah kepulauan untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Memang untuk membangun daerah kepulauan membutuhkan biaya yang besar. Apalagi dalam pembagian Dana Alokasi dari Pusat hanya memperhitungkan jumlah penduduk dan luas daratan,” papar Zulkiflin Hasan usai membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW Partai Amanat Nasional (PAN) di Tanjungpinang, Sabtu (25/11) lalu.

Menurut Ketua Umum PAN tersebut, tidak adil rasanya jika pembagian keuangan negara hanya memperhatikan luas daratan dan kuantitas penduduk. Paradigma tersebut akan membuat timbulnya ketidakseimbangan pembangunan, antara daerah daratan dengan kepulauan. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dibangun berdasarkan atas asas keadilan.

“Pembangunan daerah kepulauan dengan daratan, tentu berbeda konsepnya. Hal-hal seperti ini yang harus dipertimbangkan. Ini juga yang membuat saya sangat setuju adanya UU Daerah Kepulauan,” paparnya.

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun sangat mengharapkan UU Daerah Kepulauan segera ditetapkan. Ia yakin, dengan adanya UU tersebut bisa menjadi stimulus bagi percepatan pembangunan di tujuh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri. Kecilnya luas daratan Kepri, menjadi penyebab kecilnya pembagian Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

“Kita terus mengawal Rancangan UU yang sudah ditetapkan. Sehingga bisa menjadi UU. Karena keberadaan UU itu nanti, akan memperkuat langkah kita dalam mempercepat pembangunan Kepri kedepan,” papar Gubernur Nurdin. (jpg)

Belum Ada Calon Independen

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang sudah membuka secara resmi pendaftaran bagi calon perseorangan atau independen yang ingin mengikuti pilkada hingga 29 November mendatang. Namun, hingga kini belum ada kabar terdengar bakal ada figur yang maju lewat jalur non-partai politik.

Pengamat politik Tanjungpinang, Zamzami A. Karim menaksir, bisa jadi memang tidak ada yang berminat maju lewat jalur independen. “Kalau dilihat dari nuansa desas-desusnya memang semakin ke sini semakin memudar, bahkan nyaris tidak terdengar,” ungkap Zamzami, Minggu (26/11).

Bila memang juga ada dan berkeinginan mendaftar di menit-menit akhir, Zamzami menyebutkan, semestinya kabar ini akan terdengar luas. Mengingat untuk maju pilkada via jalur non partai diperlukan setidaknya 14.621 KTP sebagai bukti dukungan. Dengan jumlah sebanyak itu yang tersebar di seluruh kecamatan, nyaris mustahil, kata Zamzami, jika gaungnya tidak terdengar.

“Atau jangan-jangan memang tidak ada calon independen di Pilkada Tanjungpinang kali ini. Karena kalau ada, untuk mengumpulkan syarat dukungan minimum, tidak mungkin sampai tidak terdengar adanya calon independen yang bakal maju,” ujarnya.

Dalam amatan Zamzami, peluang memenangi kontestasi Pilkada via jalur independen juga sangat terbuka, sama halnya dengan sokongan partai politik. Apalagi, sepengamatan Zamzami, sebenarnya masyarakat juga sudah menunggu adanya figur yang tampil berani maju lewat jalur independen.

“Kesempatan dan peluang independen maupun parpol bisa menang itu sama. Namun, untuk calon independen ini semua tergantung figur,” bebernya.

Kini, masa pendaftaran calon kepala daerah jalur independen tinggal tiga hari. Zamzami skeptis ada figur atau tokoh masyarakat yang berani menempuh langkah politik ini. “Masih ada kemungkinan dukungan kepada calon independen ini masuk. Walau hanya kemungkinan kecil,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria menginformasikan, jelang tiga hari penutupan pendaftaran jalur independen, masih nihil peminat. “Sampai hari kedua belum ada tanda-tanda pendaftaran di KPU Kota. Namun help desk masih terus kami buka. Ini saja kami lagi jaga,” ujar Robby. (aya)