PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau ketika menyerahkan 9 unit mesin ketinting kepada nelayan Berkat. F. Tri Haryono/Batam Pos.
batampos.co.id – PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau kembali menyalurkan bantuan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR). Kali ini berupa sembilan mesin ketinting yang disumbangkan untuk Koperasi Usaha Bersama (KUB) Berkat Desa Tulang Kecamatan Karimun dengan total harga Rp 15.750.000. Diharapkan bantuan ini bisa meningkatkan penghasilan para nelayan tersebut.
“Bantuan ini semoga bermanfaat bagi nelayan di Desa Tulang untuk meningkatkan aktivitasnya. Bantuan diberikan setelah kelompok nelayan mengajukan proposal kepada kami,” jelas Kabag Humas dan PPM PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau, Afriano didampingi Djuriza dan Eka Budi, Sabtu (9/12).
Mesin ketinting tersebut diberikan langsung kepada Ketua KUB Berkat, Amir beserta anggota. Atas bantuan tersebut, Ketua nelayan KUB Berkat mengucapkan terima kasih. Mesin tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk menangkap ikan di sekitar Pulau Karimun. “Alhamdulillah, dapat membantu operasional bagi anggota saya dalam menangkap ikan. Yang bisa menambah penghasilan nantinya,” tuturnya.
Para nelayan Berkat gembira menerima bantuan dari PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau. Dengan wajah ceria dan tersenyum satu persatu mesin tersebut dicoba dan akan langsung dipasangkan ke kapal nelayan masing-masing.
Selain penyerahan bantuan sembilan unit mesin ketinting, PT Timah Tbk Wilayah Operasi Kepri dan Riau juga menyalurkan bantuan dalam bentuk barang ke surau AS Sallamah yang berada di Kecamatan Baran II berupa atap spandek, baja ringan dan perabung dengan total bantuan mencapai Rp 25.950.000 yang diserahkan langsung kepada pengurus surau.
“Terima kasih atas bantuannya, kami sangat-sangat membutuhkan barang material bangunan ini,” ucap salah seorang pengurus surau AS Sallamah. (tri)
batampos.co.id – Jajaran Polres Karimun berhasil melakukan penangkapan terhadap 8 orang yang terlibat dengan aktivitas perjudian jenis nomor sie jie, judi makau atau nomor ekor dan juga judi jenis kartu remi. Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda-beda dalam waktu tiga hari pekan lalu. Pengungkapan penjualan judi jenius nomor sie jie dilakukan pada Rabu (6/12) di Kecamatan Meral.
“Berdasarkan informasi dari masyarakat, maka Tim Opsnal langsung bergerak ke alamat yang disebutkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Senin (11/12).
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial Ak dengan barang bukti uang tunai hasil penjualan nomor sie jie dan juga judi Makau sebesar Rp 2.227.000.
“Kami juga menyita satu unit ponsel yang yang digunakan untuk menerima pesanan nomor,” tambahnya.
Dari pengakuan tersangka Ak, yang bersangkutan belum lama menjual nomor sie jie Singapura dan judi Makau. Hasil penjualan diserahkan ke seorang bandar judi berinisial Xo. Saat ini, tersangka Ak masih dalam pengembangan. Fokus kini mencari keberadaan Xo yang disebut tersangka sebagai seorang bandar tempat menyetorkan hasil penjualan sie jie.
Selain itu, pada Sabtu (9/12) di Jalan Teluk Air, Kecamatan Karimun juga dilakukan penangkapan terhadap tiga orang pelaku yang terlibat dengan judi sie jie. Dua tersangka adalah penjual nomor sie jie masing-masing berinisial Tj dan Sy.
“Sedangkan, satu orang lagi De ikut ditangkap disebabkan pada saat Tim Opsnal melakukan penangkapan yang bersangkutan (De, red) sedang membeli nomor sie jie. Selain itu, disita barang berupa uang tunai hasil penjualan sie jie Rp 263 ribu dan kertas untuk menulis nomor sie jie,” papar Lulik.
Selanjutnya, kata Lulik, unit Reskrim dari Polsek Meral juga berhasil melakukan penangkapan terhadap empat orang masyarakat yang sedang bermain judi kartu remi. Penangkapan dilakukan pada Minggu (10/12) dini hari pukul 00.45 WIB di salah satu rumah di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat.
Dari empat orang yang diamankan tersebut tiga orang adalah ibu rumah tangga berinisial Sm, Ts dan Ma. Ikut diamankan juga satu orang pria berinisial Ca. Barang bukti yang ditemukan berupa uang pertaruhan sebanyak Rp 479 ribu dan dua set kartu remi. (san)
batampos.co.id – Proposal Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna untuk meminta penambahan modal sebesar Rp 5 miliar ditolak Pemerintah Daerah (Pemda), meski sudah disetujui Komisi DPRD.
Ketua Komisi III DPRD Natuna Harken mengatakan, proposal Perusda dengan program rumah pangan tidak disetujui dalam APBD 2018. Komisi III menilai program rumah pangan tersebut bagus sehingga direkomendasikan.
“Rumah pangan bisa kerjasama dengan Bulog, jadi harga pangan bisa sama rata terutama di pulau pulau. Memang harga jualnya tetap sama pedagang lain,” ujar Harken, Senin (11/12).
Tidak disetujuinya proposal teraebut kata Harken, Komisi III mengusulkan Perusda dibubarkan. Karena tidak lagi dibantu dan didukung anggaran pemerintah daerah.
“Bubarkan saja Perusda, tidak bisa dibuat lagi oleh Perusda, tidak ada solusi lain,” sebut Harken.
Ditanya kenapa Komisi III menyarankan penjualan aset dan pinjaman dana di Bank kepada Perusda Harken mengatakan perlu persetujuan badan pengawas Perusda.
“Soal pinjam bank tanyakan langsung kepada Perusda. Kami hanya membahas proposal program perusda,” sebutnya.
Sementara Sekretaris Komisi III Marzuki mengatakan, Pemerintah dapat membubarkan Perusda dan mengganti dengan membentuk BUMD atau persero. Sehingga perusda dapat lebih memiliki bidang khusus yang dapat dikelola.(arn)
batampos.co.id – Senin pertama hari kerja tahun 2018 akan menjadi hari yang sibuk dan heboh juga dinanti masyarakat Tanjungpinang. Sebab, pada 8 Januari itu, secara resmi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Tanjungpinang membuka pendaftaran bakal calon pasangan kepala daerah dari unsur dukungan partai politik.
Ketua KPUD Tanjungpinang, Robby Patria, menjelaskan, pembukaan akan dilangsungkan selama tiga hari hingga 10 Januari. “Walau masa waktunya tiga hari, tapi jangan menit-menit terakhir. Dikhawatirkan ada syarat yang belum lengkap, sehingga harus dilengkapi,” kata Robby, Senin (11/12).
Memang, sudah menjadi kewajiban KPU selaku penyelenggara akan siaga 24 jam menanti partai politik mengantarkan pendaftaran bakal calon kepala daerah yang diusungnya. Namun, belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, kata Robby, ketika ada syarat yang belum lengkap dan waktu yang terbatas bisa menggagalkan keikutsertaan bakal calon pada Pilkada Tanjungpinang.
“Kalau daftar di hari pertama kemudian ada yang belum lengkap, bisa dilengkapi sampai hari ketiga. Ada waktu yang bisa dimanfaatkan. Kalau di hari terakhir nanti bisa kocar-kacir,” ujar Robby.
Selain itu, Robby menyarankan, kepada partai politik pengusung agar sudah mulai mencicil persyaratan pendaftararan sebagaimana yang diatur Peraturan KPU sejak sekarang. Karena memang ada beberapa persyaratan yang diperkirakan makan waktu dalam mendapatkannya.
Tidak hanya berkas administratif saja, tapi juga kesehatan fisik dan mental bakal calon kepala daerah.
Setiap kandidat yang bakal mengikuti pemilihan kepala daerah Tanjungpinang pada tahun depan mesti dinyatakan sehat secara fisik, mental, dan harus bebas narkoba. Robby menjelaskan, persyaratan ini sifatnya mutlak dan tidak bisa ditawar-tawar.
Disebutkan Robby, sesuai dengan Peraturan KPU no 3 tentang Pencalonan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikolog Seluruh Indonesia, dan Badan Narkotika Nasional akan menjadi pihak yang memeriksa calon kepala daerah yang mendaftar di KPU Tanjungpinang. (aya)
batampos.co.id – Polsek Dabo Singkep kembali mengamankan empat anak usia sekolah, SP (12), Jr (14), Ij (14) dan Es (13) saat membongkar rumah milik Jony Fang di Tanah Sejuk. Ke empat anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) dan SMP ini sebelumnya juga membobol dua kantor lurah dan menggondol sejumlah barang milik negara tersebut.
Sebelumnya, warga Kelurahan Dabo Lama dihebohkan dengan terbongkarnya gudang kantor lurah Dabo Lama, Jumat (2/12). Maling yang membongkar gudang kantor lurah tersebut dan memboyong enam unit HT berikut perangkat cas, satu unit HP merk Sony, satu unit kamera pocet digital, sepasang pengerjaan speker komputer merk acer, dan satu unit borgol milik linmas.
Perkiraan kerugian yang dialami sebesar Rp 7 juta rupiah. Saat itu, warga dan petugas di Kantor Lurah Dabo Lama belum mengetahui pelaku yang membobol gudang kantor Lurah Dabo Lama dengan mencongkel jendela menggunakan gunting dan tang.
Belum selesai dengan musibah kehilangan itu, ke esokan harinya, Sabtu (3/12), giliran warga kelurahan Dabo yang mendapat kejutan. Kantor Lurah Dabo juga dibobol selang sehari setelah kelurahan Dabo Lama.
Aksi kali ini, pembobol menggondol satu unit modem wfi dan satu unit tap merk advan. Tak puas dengan hasil tersebut, kelompok pencuri cilik ini kembali melancarkan aksi mereka di salah satu rumah warga di Tanah Sejuk, rumah milik Jony Fang.
Namun aksi kali ini yang membuat mereka harus berurusan dengan hukum. Pasalnya, saat melancarkan aksi Sp tertangkap tangan oleh pemilik rumah yang mereka bobol. Namun ketiga pencuri lainnya berhasil kabur.
“Setelah kami amankan, dari pengembangan SP mengaku bekerjasama dengan tiga tersangka lainnya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Dabo, Iptu Abdul Azis.
Selanjutnya, Buser Polsek Dabo mengamankan tiga tersangka lainnya untuk dimintai keterangan. Bersama mereka juga diamankan seluruh barang bukti hasil curian mereka yang masih lengkap.
Azis menambahkan, untuk seluruh tersangka tidak dilakukan penahanan karena masih di bawah umur. Selanjutnya menunggu koordinasi dengan korban pencurian mereka, apakah dilakukan tindakan difersi dan sebagainnya. (wsa)
batampos.co.id – Wakil Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), Hery Suryadi mengajukan prapradilan atas penetapan tersangka dugaan korupsi program integrasi sistem akademik dan administrasi Umrah yang dikeluarkan Polda Kepri.
“Benar, permohonan gugatan dari tersangka Hery sudah kami terima, Kamis kemarin,” ujar Humas PN Tanjungpinang, Eduart Marudut P Sihaloho di PN Tanjungpinang, Senin (11/12).
Ia menuturkan, permohonan gugatan tersebut diajukan melalui kuasa hukum pemohon, yakni Cholderia Sitinjak, Rendi Rinaldi F Hasibuan, serta Bayu Rizal. “Gugatan praperadilan ini tentang sah atau tidaknya penetapan tersangka yang dilakukan penyidik Polda Kepri,” terangnya.
Eduart menambahkan, sidang praperadilan tersebut direncanakan akan digelar Kamis (28/12) mendatang.
Sebelumnya, Polda Kepri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan program integrasi sistem akademik dan administrasi Umrah Tanjungpinang.
Penetapan tersangka dalam kasus Umrah ini dilakukan setelah penyidik Polda Kepri mendapat kesimpulan dari gelar perkara atas pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) beberapa waktu lalu. Keempat tersangka dalam kasus korupsi Umrah ini diantaranya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) HS, Direktur Kontraktor Pelaksana PT Jovan Karya PerkasaHG , serta dua orang dari distributor YZ dan UZ. Kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 12 miliar. (cr20)
batampos.co.id – Investor Garuda Maintenance Facility (GMF) akan segera menyelesaikan kesepakatannya dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait pembangunan fasilitas Maintenance Repair and Overhaul (MRO) di Bandara Hang Nadim.
“GMF ini baru kami akan selesaikan. Seminggu ini akan punya satu angka mengenai kesepakatan dengan pihak GMF,” ujar Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Senin (11/12).
GMF kata Lukita meminta dua syarat penting yang harus dipenuhi oleh BP Batam yakni lahan matang dan jalur taxiway.”Hal tersebut sangat diharapkan GMF sebagai investor,” jelasnya.
GMF menandatangani fakta kerjasama dengan BP Batam pada Februari kemarin. Mereka akan membangun gudang logistik dan fasilitas MRO. Gudang logistik dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan persediaan suku cadang untuk operasional hangar di lahan tersebut dan juga untuk line maintenance di area Sumatera dan sekitarnya.
Lukita juga menyebut selain progres dengan GMF yang semakin mendekati tahap akhir, maskapai penerbangan Lion juga berniat untuk memperluas fasilitas MRO yang mereka miliki di Hang Nadim. (leo)
batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah meminta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkonsultasi ke Inspektorat terkait penggunaan dana anggaran di sisa tahun ini. Hal ini tidak terlepas dari keterlambatan penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2017 yang baru dibagikan ke masing-masing OPD akhir pekan lalu.
“Walau waktunya memang sangat singkat, proses pengelolaannya harus tetap profesional, akuntabilitas dan transparan. Makanya pelaporannya nanti, setiap OPD harus konsultasi dengan Inspektorat, sehingga tidak ada masalah di kemudian hari,” ujar Lis, Senin (11/12).
Adapun total anggaran DPA tahun anggaran 2017 yang diserahkan kepada masing-masing kepala OPD sesuai dengan struktur perubahan APBD 2017. Terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp 976 juta lebih, kemudian belanja tidak langsung sebesar Rp 376 juta lebih, dan belanja langsung sebesar Rp 600 juta lebih.
Kepada semua OPD, sambung Lis, program dan kegiatan yang tertera di dalam DPA harus dipertanggungjawabkan, dilaksanakan dengan hati-hati, sungguh-sungguh dan mentaati peraturan yang berlaku. Ia tak mau waktu yang singkat ini lantas dijadikan alasan dan kendala. “Harus tetap bisa profesional dalam segala situasi,” tegasnya.
Di masa akhir jabatannya ini, Lis juga mengingatkan, tahun 2018 mendatang Kota Tanjungpinang akan melaksanakan Pilkada. Karena itu, ia berharap kepada kepala OPD untuk tetap fokus dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pembangunan daerah. Setiap OPD, kata dia, punya peran vital dalam menyukseskan pilkada tahun depan. “Laksanakan kegiatan sesuai dengan koridor yang ada, serta menjaga situasi keamanan pelaksanaan Pilkada mendatang,” pungkasnya. (aya)
batampos.co.id – Sudah kurang dari sebulan masa pendaftaran calon kepala daerah, ternyata masih banyak partai politik yang belum mengantongi rekomendasi dari pengurus pusat tentang nama-nama yang akan diusung pada Pilkada Tanjungpinang tahun depan.
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Tanjungpinang, Alfin juga membenarkan hal tersebut. Hingga kini, belum ada rekomendasi dari pengurus pusat partainya tentang nama yang akan diusung partainya. Bagi Alfin, ada alasan tersendiri di balik keputusan partainya yang hingga kini belum juga menerbitkan rekomendasi.
“Karena dinamika politiknya. Hanya ada satu partai saja yang bisa maju sendiri. Sedangkan sisanya kekuatannya terbilang merata. Makanya komunikasi politiknya sangat dinamis,” kata Alfin, kemarin.
Kondisi semacam ini, dinilai Alfin, justru membuat konstelasi pilkada di Tanjungpinang unik. Kata dia, dinamika ini justru akan mengasah kemampuan seluruh partai politik dalam menyiasati pilkada. Baik itu dalam mengasah kecerdasan dalam komunikasi, maupun kemampuan menggalang kekuatan berkoalisi.
“Nanti dilihat lagi bagaimana pertimbangannya. Chemistry masing-masing kandidat dan koalisi partai politik masih terus diintensifkan. Mungkin, last minute rekomendasi baru keluar,” ungkap Alfin.
Mitra koalisi PKS dalam Koalisi Setara, Partai Gerindra juga belum mengantongi rekomendasi dari pengurus pusat. Kendati ketua di tingkat provinsinya sudah nyaris dipastikan maju pada Pilkada Tanjungpinang, hingga kini belum ada rekomendasi yang masuk.
“Hingga kini memang masih belum keluar. Bisa minggu depan atau detik-detik terakhir,” kata Endang Abdullah, Ketua DPC Partai Gerindra Tanjungpinang.
Hanya saja, Endang ingin menegaskan, bahwa komitmen partainya sampai hari ini masih tetap akan berkoalisi dengan PKS. Endang mengklaim, komunikasi dan koordinasi dua partai ini semakin hari semakin solid saja. Karena, kata dia, fokus koalisi ini tidak serta-merta Pilkada Tanjungpinang saja. “Tapi kami bicara lebih jauh sampai Pemilu 2019 ke depan,” ungka Endang.
Kemudian, dari Partai Demokrat yang tergabung bersama Partai Golkar, PKPI, dan PPP dalam Koalisi Anak Pinang, pun belum dapat memastikan kandidat yang diusung lantaran belum ada rekomendasi yang diterbitkan pengurus pusat. “Belum ada. Insyallah dalam waktu dekat ini,” ujar Pepy Candra, Ketua DPC Partai Demokrat Tanjungpinang.
Namun di sebalik itu semua, ada kabar yang cukup mengejutkan. PDI Perjuangan sebagai satu-satunya partai politik yang bisa mengusung kandidatnya sendiri, dikabarkan sudah memutuskan pasangan yang akan diusunt. Informasi yang beredar menyebutkan, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri telah memberikan restu kepada Lis Darmanysah dan Maya Suryanti sebagai pasangan yang akan diusung pada Pilkada Tanjungpinang.
Namun, kabar ini tidak lekas diiyakan oleh pengurus PDI Perjuangan di Tanjungpinang. “Memang, tersiar kabar seperti itu, bahwa Bu Mega sudah menerbitkan rekomendasi. Tapi, sampai hari ini, kami, di DPC, belum menerima rekomendasi tersebut secara tertulis,” ujar Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Tanjungpinang, Syahrial, dihubungi Batam Pos, kemarin.
Syahrial sendiri juga tidak dapat memastikan sumber informasi yang berkembang santer hari-hari ini. Namun sejauh amatannya, ia memperkirakan pengumuman pasangan yang bakal diusung PDI Perjuangan pada Pilkada Tanjungpinang akan diumumkan para gelar Rakornas Tiga Pilar yang akan diikuti seluruh kader PDI Perjuangan di Jakarta pada 15-17 Desember mendatang.
“Itu analisa saya. Karena momennya ada di situ dan disaksikan oleh semua kader elite PDI Perjuangan,” ucap Syahrial.
Jikalau memang benar bahwasanya Maya Suryanti yang terpilih mendampingi Lis Darmansyah pada Pilkada mendatang, sambung Syahrial, tentu itu menjadi pilihan yang sudah bulat dan sarat pertimbangan. Lagi pun, memang putri mantan wali kota tersebut sudah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di DPP PDI Perjuangan, beberapa waktu lalu.
“Ya kalau benar Bu Maya, itu bagus. Sesuai dengan hasil fit and proper test kemarin. Tapi kami di DPC baru bisa menindaklanjuti seluruh persyaratan pendaftaran jikalau memang rekomendasi sudah ada. Karena syarat itu wajib dan menjadi acuan kami dalam bekerja,” pungkas Syahrial. (aya)
batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna kembali menemukan satu penderita HIV. Pengidapnya adalah wanita penjaja seks komersial (PSK).
Menurut Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah Pemkab Natuna, ditemukannya satu pengidap virus HIV tersebut, setelah Dinas kesehatan melakukan pendataan dan pengambilan sampel darah di sejumlah tempat hiburan malam di Ranai.
“Dari 82 sampel darah yang diambil, satu orang positif pengidap HIV. Penemuan ini menambah daftar warga terjangkit,” kata Hikmat, Senin (11/12).
Sebelumnya kata Hikmat, Dinas kesehatan melakukan pengambilan sampel darah selama dua hari berturut-turut, pada Sabtu dan Minggu kemarin di tempat hiburan malam.
“Sasaran pemeriksaan kemarin, tempat yang berisiko tertular, yakni wanita penjaja seks. Semua tempat hiburan kami sisir, sekaligus melakukan konseling,” ujar Hikmat.
Dalam pelaksanaan di lapangan, Dinkes melibatkan sejumlah pihak pada kegiatan ini seperti Komisi Penanggulangan Aids(KPA), Klinik VCT, dan sejumlah Konselor HIV.
Sejak 2009 lalu penduduk yang sudah ditemukan terkena HIV/AIDS sekitar 90 orang dan 30 orang diantaranya sudah meninggal dunia. Saat ini penderita positif HIV akan diserahkan penanganannya kepada Dinas Sosial, Dinas kesehatan hanya sebatas melakukan pengambilan sample darah, pemberian konseling dan pengobatan dasar.
“Kami minta kepada yang positif agar tidak lagi melakukan pelayanan seks supaya tidak menularkan virusnya kepada orang lain. Selain itu kami minta untuk melakukan pengobatan rutin,” ujarnya.(arn)