Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12817

BNN Sasar Pegawai DPRD Kepri

0

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri menyasar ratusan pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri. Tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan Pemerintah Daerah.

Sekretaris Dewan, Hamidi mengatakan tes urine yang digelar, Senin (11/12) adalah merupakakn instruksi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun. “Tes ini sendiri, ditujukan kepada 134 pegawai Setwan yang terdiri dari 94 ASN dan 40 PTT,” ujar Sekwan Hamidi, disela-sela kegiatan.

Menurut Hamidi, Komitmen pihaknya adalah untuk ikut memerangi Narkoba, dimulai dari internal DPRD seperti instruksi bapak Gubernur. Hamidi meminta kepada seluruh pegawai Setwan DPRD Kepri untuk bebas dari pengaruh penyalahgunaan narkoba. Dengan begitu, Ia berharap kinerja pegawai di lingkungan Setwan Kepri dapat lebih baik lagi.

“Selain kinerjanya meningkat, kami juga berharap dapat meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap kami pegawai Setwan,” tegas Hamidi.

Ditempat yang sama, Kabid Pengadaan, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Nora Fitri mengatakan bahwa tes urin merupakan kegiatan rutin. Untuk tahap pertama, BKPP telah melakukan tes kepada seluruh pejabat eselon dua hingga empat.
Selanjutnya, pihaknya melakukan tes setidaknya kepada enam organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkungan pemprov Kepri.

“Kemarin sudah kita cek Disperindag, Satpol PP, Badan Pendapatan, Dinas Pendidikan, Dishub dan Sekretaris Dewan. Kedepan, semua OPD juga akan kami gilir,” ujar Nora.

Tes urine itu akan menjadi agenda rutin dari BKPP. Hasilnya akan dilaporkan secara resmi kepada Sekda secara tertulis. Menurut Nora, hasil tes hari ini (kemarin,red) akan disampaikan melalui surat kepada masing-masing pegwai. Apabila ada yang positif menggunakan narkoba, pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan BNN.

“Nanti kami sampaikan per surat dan mengenai hasilnya, berapa jumlah yang kami periksa, apakah ada yang terindikasi positif atau negatif semua. Nanti akan kami sampaikan secara tertulis. Sifatnya confidential,”tuturnya.(jpg)

Arus Mudik Natal mulai Terasa

0
foto: Humas BP Batam

batampos.co.id – Arus mudik Natal dan Tahun Baru masih sedikit di Bandara International Hang Nadim Batam, Senin (11/12). Adapun yang kembali ke kampung halamannya, sebagian orang yang mengejar tiket murah.

Agnes salah seorang penumpang tujuan Medan mengatakan bahwa dirinya memilih pulang lebih awal. “Suami masih bekerja, tapi saya dan orangtua suami pulang lebih dahulu. Karena saat ini tiket masih murah,” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (11/12).

Ia membeli tiket Batam tujuan Medan, masih diharga sekitar Rp 600 ribu. Bila ia kembali tanggal 20an Desember, tidak akan mendapatkan tiket semurah itu. “Sudah mahal. Bayangkan saya punya anak tiga, lalu sama ibunya abang (suami Agnes,red). Kalau pulang sekarang lebih menghemat biaya,” ungkapnya.

Batam Pos mencoba mengecek disalah satu situs perjalanan daring yakni Traveloka. Senin (11/12) dan Selasa (12/12), harga tiket untuk maskapai berbiaya murah seperti Citilink dan Lion Air berada dikisaran Rp 600 ribu.

Lalu saat dicek 15 Desember, harga tiket melonjak naik di dua maskapai berbiaya murah itu. Tiket dari Batam tujuan Medan dijual seharga Rp 900 ribu. Tanggal 20 Desember hingga awal tahun, tiket Batam tujuan ke Medan dijual sekitar Rp 1,1 juta.

Naiknya harga tiket ini diamini oleh General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam Suwarso. Ia mengatakan diatas tanggal 15, maskapai-maskapai sudah menerapkan harga tiket ambang batas atas.

Saat ini tiket dari 15 Desember hingg awal tahun, sudah banyak dipesan oleh masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru. Ia mengatakan ada tiga rute paling tiketnya paling banyak dipesan yakni Medan, Jakarta, dan Pekanbaru.

Untuk tujuan Medan, Suwarso mengatakan dulunya ada rute alternatif selain melalui Bandara International Kuala Namu. “Melalui Silangit, tapi sejak Februari rute itu ditutup. Karena rendahnya demand (permintaan,red),” ujarnya.

Penambahan extra flight dari maskapai penerbangan, disebutkan Suwarso masih belum ada. Karena jumlah penerbangan saat ini dinilai masih bisa diakomodir. (ska)

Kasus Penipuan Arisan Online, Ayu Divonis 18 Bulan Penjara

0
Ayu Novianti, terdakwa kasus penipuan arisan online digiring petugas usai di vonis 18 bulan penjara di PN Tanjungpinang. F. Choky Nainggolan/Batam Pos.

batampos.co.id – Terdakwa kasus penipuan dengan modus arisan online, Ayu Novianti 23, divonis 18 bulan penjara dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (11/12). Putusan tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjungpinang.

“Atas perbuatannya, terdakwa dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara,” jelas Ketua Majelis Hakim Jhonson Esron Sirait saat membacakan putusan.

Jhonson menyebutkan, terdakwa Ayu terbukti bersalah telah melakukan penipuan terhadap sejumlah korban dalam bentuk arisan yang dikelolanya.”Terdakwa (Ayu, red) terbukti bersalah melakukan tindak pidana dan melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan,” terangnya.

Mendengar putusan tersebut Ayu hanya bisa pasrah dan menerimanya. Begitu juga dengan JPU. “Karena jaksa dan terdakwa menerima, maka putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap,” jelas hakim mengakhiri sidang.

Terungkapnya kasus penipuan ini bermula dari pelaporan sejumlah korban yang mengaku sebagai anggota di arisan online yang dikelola terdakwa. Para korban yang melapor merasa ditipu dikarenakan uang arisan yang mereka kumpul telah dibawa kabur oleh terdakwa.

Korban yang melapor diperkirakan menderita kerugian mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 50 juta. Usai dilaporkan ke polisi, terdakwa tersebut sempat dinyatakan sebagai buron, hingga akhirnya berhasil ditangkap beberapa bulan kemudian di kediaman mertuanya di Bengkalis, Provinsi Riau. (cr20)

BP Susun Agenda Pariwisata Bersama Pemko Batam

0
Turis Singapura tiba di Pelabuhan Terminal Sekupang F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pariwisata diyakini dapat menjadi sektor andalan Batam untuk tahun 2018. Badan Pengusahaan (BP) Batam telah memulai langkah awal untuk mewujudkannya. Pertama-tama mereka akan menyusun agenda pariwisata bersama dengan Dinas Pariwisata Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Salah satu tugas BP Batam sesuai dengan undang-undang Free Trade Zone (FTZ) itu adalah mengurus pariwisata,” ujar Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Senin (11/12).

Koordinasi dengan Pemko Batam dianggap sangat penting karena kedua instansi pemerintah ini telah berjanji untuk saling mendukung terutama dalam bidang pembangunan pariwisata.

“Makanya kami mendukung hari jadi Batam ke-188 dengan menggelar tiga event berskala internasional. Dan pada tahun depan, kalender pariwisata akan kami susun bersama dengan Pemko Batam,” jelasnya.

Lukita juga mengatakan dengan demikian tidak ada isu yang perlu dikhawatirkan terkait koodinasi antara BP Batam dan Pemko Batam. Dua event telah dilaksanakan yakni Li-Ning Badminton Championship pada 5-10 Desember. Kemudian lomba marathon di Barelang telah digelar pada 10 Desember.

Dan event berikutnya adalah karnaval budaya di Nagoya pada 16 Desember mendatang.

Disamping event, BP Batam juga tengah mengembangkan dua kawasan wisata baru yakni kawasan agrowisata Marina di Seitemiang Sekupang dan kawasan wisata Tanjungpingir Sekupang.

kawasan agrowisata Marina ini direncanakan akan diisi oleh berbagai flora dan fauna dari seluruh Indonesia dan terdiri dari tiga zona.

Secara garis besar, kawasan agrowisata Marina akan berisi aneka ragam konten yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Rencananya, jenis wisata yang akan mengisinya antara lain wisata bonsai, wisata taman bunga, wisata kerajaan fauna, wisata kerajaan flora, wisata taman bunga non tropis, wisata kebun buah, wisata tanaman hias, wisata hidroponik, wisata kolam ikan, wisata air, wisata berkuda, wisata komposting, wisata burung, wisata peternakan kambing dan sapi, wisata outbond, wisata danau, wisata area pancing, wisata camping ground, wisata tanaman hijau. (leo)

Batam Aero Technic Butuh 187 Teknisi

0
Sejumlah mekanik sedang melakukan pengecekan pesawat Lion Air di Hanggar Lion Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam Aero Technic (BAT) merencanakan untuk mengoptimalkan Maintenance, Repair dan Overhaul (MRO) di Bandara International Hang Nadim Batam. Demi mengoptimalkan MRO ini, BAT Lion Air Group akan merekrut sebanyak 187 orang teknisi.

“Slot di BAT untuk 12 pesawat. Namun baru terisi hingga saat ini delapan saja. Kami ingin optimalkan menjadi 12 pesawat, tentunya membutuhkan tambahan tenaga kerja,” kata General Manager MRO (Maintenance, Repair dan Overhaul) Batam Aero Technic, Riki S Suparman, Senin (11/12).

187 orang yang dibutuhkan ini nantinya dipekerjakan sebagai Aircraft Licensed Enginneer dan Mechanic. Tenaga kerja yang direkrut nantinya akan bekerja melakukan perawatan pesawat.

“Ada bagian-bagiannya seperti Line Maintenance, Heavy Maintenance, Wheel Brake Shop, Emergency Equitment Shop,” ungkap Riki.

Selain itu nantinya, akan direkrut juga untuk staff teknik. Beda dengan Aircraft Licensed Engineer yang mengharuskan mengantongi lisensi A1, A4, C1, C2, dan C4. Staff Teknik harus mengantongi ijazah D3 hingga S1. “Untuk lebih lengkapnya bisa cek di situ [email protected],” ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata Riki pihaknya juga akan membangun Auxiliary Power Units (APU) Shop yang berhubungan dengan kelistrikan. Selesainya pembangunan APU Shop ini, tentunya membutuhkan tenaga kerja lagi.

“Pastinya, tapi saya kurang tau kapan dan jumlah tenaga kerja yang akan direkrut,” tuturnya.

Setelah APU selesai dibangun. BAT Lion Air Group juga terus mengembangan fasilitas yang mereka miliki. Nantinya juga akan ada Engine Shop (fasilitas untuk perawatan mesin), Landing Gear Shop, Component Shop dan pembangunan hanggar baru untuk perawatan pesawat.

BAT yang terletak di kawasan Bandara International Hang Nadim, saat ini memiliki lahan seluas 4 haktare. Saat pengajuan pembangunan MRO ini, lahan yang diminta seluas 24 haktare. Hal ini dibenarkan oleh General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso.

“4 Haktare sudah, delapan haktare dalam proses. Dan 12 Haktare masih dalam perencanaan,” ungkap Suwarso.

Suwarso mengatakan nantinya tak hanya MRO BAT Lion Air Group saja yang ada di Hang Nadim. Tapi nantu juga GMF yang masuk.

“GMF masih dalam proses, beberapa waktu lalu mereka sudah ketemu dengan Pimpinan BP Batam. Dan masih menunggu evaluasi dari pimpinan BP batam,” ucapnya.

Bila GMF merealisasikan investasinya di Batam. Tentunya mereka akan membutuhkan tenaga kerja.

“Adanya BAT dan GMF nantinya, tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang baik disekitar Hang Nadim,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan dengan masuknya masih investor di Hang Nadim. Bandara yang memiliki landasan terpanjang ini nantinya akan berbenah diri. Dan master plan bandara sedang digodok di BP Batam.

“Mungkin awal tahun, Hang Nadim nantinya akan mengalami beberapa perubahan. Lihat saja nanti,” pungkasnya. (ska)

Menanti Start Awal Tahun

0

Batam itu “surga” investasi. Tak rugi jika menggelontorkan duit di kota yang berbatasan dengan Singapura itu.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi di kota ini dianggap kurang bersahabat. Lumayan memberikan efek kejutlah. Terutama bagi dunia usaha.

Maklumlah! Bagi sebagian orang, dampaknya begitu luar biasa. Bahkan kabarnya sampai menyebabkan eksodus besar-besaran.

Terlepas dari itu semua, saya kok malah bangga berada di Batam. Kenapa? Karena saya bertemu dengan orang-orang hebat yang menolak untuk menyerah. Optimisme terus tumbuh. Semangat untuk survive terus digelorakan.

Bahkan, ketika Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut jika 2018 adalah puncak krisis Indonesia, para pelaku usaha Batam makin bergairah. Terutama sektor properti yang masih menjadi primadona. Tidak hanya warga Indonesia, namun juga ekspatriat.
Bangkitnya bisnis properti tentu tidak terlepas dari semakin meningkatnya permintaan.

Menurut hemat saya, ada beberapa faktor. Alasan yang paling simpel tentu saja pertumbuhan penduduk. Meski banyak yang eksodus meninggalkan Batam, namun jumlah penduduk lambat laun mengalami peningkatan.

Di samping itu, ada perubahan perilaku masyarakat. Jika sebelumnya mereka membeli properti untuk diri sendiri, maka berubah menjadi untuk anak dan keturunan. Belum lagi yang membeli untuk investasi.

Akhir November lalu, saya bersama rombongan Riau Pos Group (RPG) menggelar road show ke mitra iklan di Jakarta. Baik itu agensi maupun produsen. Mereka tampak santai menanggapi merosotnya ekonomi di Batam.

Selain membawa misi perusahaan, tentunya Batam Pos juga punya tanggung jawab untuk mendorong tumbuhnya ekonomi. Dalam road show selama sepekan itu, berbagai kabar terbaru saya sampaikan. Salah satunya adalah kehebatan orang-orang Batam yang survive di tengah lesunya perekonomian.

Ternyata mitra kami begitu antusias. Diam-diam, mereka juga terus mengamati kondisi terkini kota ini. Maklum, bagi mereka Batam diibaratkan sebagai “surga”. Tempat yang tepat untuk berinvestasi. Masih sangat seksi untuk pasar mereka.

Bedanya, mereka menunggu momentum yang tepat. “Tunggu tanggal mainnya,” kata salah seorang agensi iklan.

Bicara soal Batam, kami pun kompak. Sama-sama memprediksi jika ekonomi Batam akan terus tumbuh, tumbuh, dan tumbuh.

Bagi relasi kami di Jakarta, properti begitu istimewa di Batam. Karena apa? Perkembangan properti akan memberikan multiplier effect bagi sektor lainnya. Sebut saja seperti manufaktur, retail, otomotif, dan lainnya.

Pertanyaannya sekarang, kapan bisnis properti tumbuh lagi?

Kalau ditanya kapan, pasti beda-beda. Ada yang optimistis, ada juga yang pesimistis.
Tapi kalau dilihat tanda-tandanya, insya Allah mulai start pada tahun 2018.
Kenapa saya berani bilang demikian? Mungkin bisikan gaib. Hehehehe

Menurut saya, tolok ukurnya terlihat. Beberapa megaproyek diperkirakan mulai start tahun depan. Sedangkan yang sudah berjalan namun agak lambat, diperkirakan akan “ngebut” juga di tahun depan.

Beberapa megaproyek diperkirakan akan mendongkrak ekonomi Batam. Para “pemain” nasional juga ambil bagian. Sebut saja Sinar Mas Group, Agung Podomoro, hingga Ciputra. Dan masih banyak lagi pengembang lainnya.

Jika properti tumbuh, diprediksi perekonomian Batam juga akan berdampak positif. Kalau sudah begitu, Batam bisa kembali menjadi salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia.
Negara lain seperti Singapura, Malaysia, dan lainnya tentu akan melihat kondisi Batam sebagai representasi kekuatan ekonomi Indonesia. Wajar, karena letaknya berseberangan dengan perairan jalur pelayaran internasional.

Tak salah rasanya jika Batam juga dijuluki “Serambi ASEAN”. Karena Batam merupakan wajah Indonesia di dunia internasional.

Jika prediksi saya benar dan mudah-mudahan memang tidak meleset, awal kebangkitan ekonomi Batam dimulai tahun 2018. Tentunya sembari sama-sama menunggu realisasi berbagai megaproyek yang akan dibangun tersebut.

Semoga saja, 2018 menjadi start yang apik bagi pertumbuhan ekonomi Batam. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Kapal Wisata Rumah Batak Arungi Danau Toba Akhir Tahun Ini

0

Desain kapalnya sangat eye catching. Tampilannya sangat mirip dengan rumah Batak. Dan semua tampilannya, dibalut dengan tiga jenis kayu, yakni ingul, meranti dan jior.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, kapal yang dibangun itu berukuran panjang 21,5 meter, lebar 7,5 meter, dan tinggi 9 meter. Kapasitas ruang penumpangnya 60 orang dengan dimensi panjang 10 meter dan lebar 5 meter. Bila tak ada aral melintang, “kapal pesiar” skala mini itu akan dilaunching pada pertengahan Desember 2017.

“Inilah progres pembangunan kapal pesiar Pemerintah Kabupaten Samosir. Bagi yang berlibur ke Samosir pada akhir tahun, kami sudah dapat memanjakannya dengan pelayanan dan kemewahan kapal ini,” ujar Rapidin Simbolon, Sabtu (9/12).

Kapal milik Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Samosir ini dibangun dengan biaya Rp. 2,3 miliar. Anggarannya diambil dari APBD Kabupaten Samosir TA 2017. Kapal yang dikerjakan CV. Sumber Rejeki, sudah diuji coba minggu lalu berlayar di sekitaran pantai Tomok.

“Dari hasil uji coba, kapal kayu dengan mesin Marine diesel 100 PK (Paarden Kracht) tenaga kuda itu sudah siap dioperasikan. Ujicobanya berjalan lancar, tidak ada kendala,” ungkap Rapidin.

Konsultan pengawas dari CV. Konsultan Mandiri Teknik, Frando Simatupang menambahkan, kondisi pengerjaan saat ini sudah mencapai 95%. Dijelaskannya, saat ini tinggal merapikan lantai, plitur dinding kapal, dan atap berbahan aspal untuk meredam suara.

“Sudah tahap finishing. Ini tinggal plitur dinding kapal, merapikan lantai, pemasangan fasilitas di ruang penumpang, dan pemasangan atap yang hari ini akan selesai,” jelas Frando.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji langkah Bupati Samosir itu. “Peran CEO atau Gubernur, Bupati, Walikota, itu menentukan 80% kesuksesan daerah dalam membangun destinasi wisata. Negara ini hanya akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh Kementerian/Lembaga sampai ke CEO Commitmen daerah yang ada bersatu padu untuk fokus mendukung Core Business yang telah ditetapkan. Terimakasih Bupati Samosir. Garapannya sangat bagus. Salam Pesona Indonesia,” pungkas Menpar Arief Yahya.

Selama ini tidak ada yang meragukan kekuatan atraksi, baik culture maupun nature. Dua point itu selalu masuk top 20 di TTCI, World Economic Forum. “Karena itu istilahnya, potensi kita sudah global level, performansi kita jauh di bawah. Inilah yang harus kita percepat,” ungkapnya.

Lagi-lagi Menpar Arief yang pernah dinobatkan sebagai Marketeer of The Year 2013 itu mengingatkan, bahwa tugas terpenting seorang CEO itu hanya dua. Pertama menentukan arah! Kedua, mengalokasikan sumber daya, baik manusia maupun budget. “Sudahkah sesuai dengan portofolio bisnisnya?” katanya. (*)

ISEI Kota Batam Komit Bangun Pariwisata

0

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Batam bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam serta didukung Kementerian Pariwisata, menggelar seminar terkait pariwisata, Senin (11/12) di Aula kantor Walikota Batam.

Seminar mengangkat tema “Optimalisasi Potensi Pariwisata Batam Sebagai Industri Pariwisata yang berkelanjutan”, dengan menghadirkan sejumlah pembicara. Diantaranya perwakilan Bank Indonesia, BP Batam, Batam Tourism Polytechnic, Kadin Kota Batam dan lainnya.

Sementara hadir sebagai peserta 100 orang dari berbagai unsur stakeholder pariwisata (unsur pentahelix).

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Kota Batam, Pebrialin mengatakan, ISEI sebagai mitra pemerintah merasa punya tanggung jawab untuk ikut mengangkat dan mengembangkan potensi pariwisata di Kota Batam.

“ISEI ingin memberikan pemikiran konstruktif untuk membangun perekonomian di kota Batam,” ujar Pebrialin.

Ia mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam triwulan IV tahun 2017 ini, secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau melambat. Pertumbuhan ekonomi di Kepri diperkirakan hanya menguat 1,9 persen dari tahun 2016 yang sebesar 5,03 persen.

“Saat ini sektor pariwisata, termasuk akomodasi dan makanan didalamnya menyumbang Rp 2,8 triliun. Berada di posisi enam. Sehingga tentu masih bisa diperkuat,” ujarnya.

Karena itu melalui diskusi dan seminar ini diharapkan dapat merumuskan satu pemikiran bagaimana sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kota Batam.

“Dari posisi enam, kita dorong, kita optimalkan sektor pariwisata,” kata dia.

Menurutnya membangun pariwisata tidaklah hanya menjadi tugas pemerintah. Membangun pariwisata adalah pekerjaan yang berat karena itu dibutuhkan kerja sama atau semangat incorporated.

“Bagaimana pariwisata ini dapat mendorong investasi, bagaimana menghadirkan atraksi baru dengan tetap mengedepankan budaya Melayu sebagai kekuatan kota Batam,” kata Pebrialin.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepulauan Riau, Gusti Raisal Eka Putra, sebagai salah satu pembicara mengatakan, Kota Batam memang butuh sumber-sumber baru yang dapat menarik wisatawan.

Dan tidak hanya sampai disitu, sumber-sumber baru tersebut agar dapat memperpanjang length of stay wisatawan.

“Sehingga bisa lebih panjang sampai enam hari. Dan pariwisata bisa kita rekomendasikan untuk mendorong ekonomi kota Batam,” kata dia.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menempatkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan nasional. Pariwisata menjadi sektor prioritas, bahkan pariwisata menjadi core economy republik ini ke depan.

“Karena komoditas yang paling sustain dan menyentuh langsung masyarakat dengan performance ekonomi yang meningkat setiap tahunnya menanjak, hanyalah pariwisata,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Kemenpar, Eddy Susilo.

Dengan komitmen yang tinggi dari Presiden tersebut tentunya dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Tidak ketinggalan berbagai pihak termasuk asosiasi seperti Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Kota Batam yang menyelenggarkan seminar pariwisata.

“Kami harapkan tentunya kota Batam punya komitmen yang kuat dalam membangun pariwisatanya. Terlebih Batam memiliki kekayaan budaya, kuliner yang dapat menjadi modal besar dalam menarik wisatawan baik mancanegara dan nusantara,” kata Esthy.

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu mendorong pengembangan-pengembangan yang ada di Kota Batam.

Letaknya yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia membuat Kota Batam dan Kepulauan Riau secara keseluruhan punya peranan yang besar dalam menarik wisatawan.

“Dibutuhkan kreativitas dan semangat kerja bersama agar benar-benar dapat menjadikan pariwisata sebagai leading sector perekonomian nasional, termasuk kota Batam,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Batam Lebih Dari KEK

0
Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution bersama Menpan RB Asman Abnur didampingi Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, melakukan peninjauan Mall Pelayanan Publik di Gedung Sumatera Protion Center, Minggu (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution kembali menegaskan di Batam akan diterapkan Kawasan Ekonomi Khusus.

“Arahnya ke sana (KEK), tapi mungkin akan lebih dari KEK lah,” ucap Darmin usai meninjau Mal Pelayanan Publik Batam, kemarin siang.

Ia mengatakan aturan tentang KEK di Batam masih dalam proses pembicaraan. Hal ini dilakukn seiring melihat perkembangan Batam ke depan.

Lalu bagaimana dengan Rempang dan Galang (Relang)? Ia menilai kini pihaknya terlebih dahulu membicarakan Batam, menurutnya ada banyak zona KEK yang bisa dikembangkan di Batam. Dengan demikian, ketika ditanya target Relang jadi KEK, ia memilih membicarakan Batam yang kini dalam proses transformasi FTZ ke KEK.

“Di Batam ada yang pariwisata, digital, ekonomi kreatif, migas macam-macam, kita dudukkan ini dulu, setelah itu baru kita kembangkan Rempang dan Galang,”terangnya.

Darmin mengungkapkan sejatinya tak hanya bicara soal penerapan KEK untuk wilayah Batam Rempang Galang (Barelang), pihaknya mengaku sedang mempersiapkan pengembangan Barelang plus Bintan dan Karimun.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan, saya belum bisa cerita apa saja. Desainnya nanti saling mendukung, tak perlu sama asal saling mengisi,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, penerapan KEK lebih mudah dilakukan dibandingkan mengamandemen Undang-undang (UU) Free Trade Zone (FTZ). Walau memang belakangan ia sebutkan, amandemen bisa saja dilakukan namun merubah UU dinilai tak lebih baik karean banyak pertimbangan, alhasil butuh waktu yang lebih lama padahal pembanguanan ekonomi adalah hal yang penting.

“Kita tinggal nambah apa yang mesti kita tambahkan untuk KEK sehingga lebih menarik lagi,”ucapnya.

Salah satu fasilitas yang menarik pemberlakuan KEK dibanding FTZ, menurut Darmin adalah tidak adanya pembayaran bea tak hanya untuk ekspor namun juga penjulan untuk daerah lain di Indonesia.

“KEK, produksi di sini bisa dijual di daerah lain indonesia tanpa bayar bea masuk, tapi FTZ pasti bayar,”ujarnya. (cr13)

Menko Darmin Minta Tempo Perizinan Distandarkan

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Darmin Nasution mengapresiasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam. Kehadiran pusat layanan perizinan ini dinilai mampu memutus mata rantai perizinan yang panjang.

“Baguslah, sudah satu lokasinya. Terintegrasinya mulai nyambung. Kesimpulannya saya lihat ada kemajuan,” kata Darmin usai meninjau MPP Batam, Minggu (10/12) kemarin.

Turut bersama Darmin, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Badan Pengusahaan Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam Gustian Riau.

Menurut Darmin, hal yang perlu juga mulai dilakukan selanjutnya yakni membuat standarisasi berapa lama sebuah perizinan dapat terselesaikan, dalam hal ini pihaknya mendorong agar pelayanan dapat terstandarisasi dan cepat. Setelah standarisasi dilakukan, daerah yang melaksanakan MPP akan ketahuan tingkat keberhasilannya.

“Segala sesuatu pengurusan izin akan bisa diketahui masih nyangkut dimana. Dan ini saya lihat, mulai dikembangkan di sini (MPP Batam, red),” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu World Bank merilis laporan peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia 2018. Indonesia naik peringkat dari sebelumnya peringkat ke 91 dari 190 negara menjadi peringkat ke 72 dalam Doing Business Report 2018.

Ia menyampaikan, capaian tersebut akan lebih baik lagi dengan hadirnya MPP ini. Dan, ke depan pihaknya akan mencoba menghitung capaian EODB untuk selanjutnya. “Kita hitung tahun ini antara 70 sampai 75 ternyata 72. EODB ini bisa kita hitung, kita bisa prediksikan nanti lebih dari yang kita harapkan,”katanya.

Mendukung harapan ini, ia menilai daerah memang bergegas memperbaiki layanan. Ia mengaku, memang masih banyak daerah yang tidak berbuat kalau tidak didorong untuk lebih baik. Maka dari ia berharap inisiatif daerah untuk sama-sama memperbaiki kualitas pelayanan.

“Bila perlu nanti kita bikin awards. Hasilnya, jangan yang rangking 1 sampai 3 yang disebut. Sebutkan sampai 500, kalau di 499 pasti pusing nanti dia,” ujarnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution bersama Menpan RB Asman Abnur didampingi Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, melakukan peninjauan Mall Pelayanan Publik di Gedung Sumatera Protion Center, Minggu (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Batam Gustian Riau mengatakan kedatangan Menteri Darmin diharapkan memacu semangat pelayanan perizinanan di Batam lebih terintegrasi.

“Sekarang sudah online semua, pada 2018 saya sampaikan ke pak Darmin semua terintegrasi,” ucapnya.

Ia memaparkan, kini di pusat pelayanan yang hanya dikerjakan 56 hari tersebut terdapat 416 perizinan. Awalnya, banyak yang tak menyangka mal ini rampung, namun karena dukungan dari semua pihak, mal tersebut kini mulai beroperasi.

“Terutama Wali Kota Batam (Muhammad Rudi, red), dia respon betul. Kata pak Darmin, ide pak Menpan ini (Asman Abnur) luar biasa,” kata Gustian.

Ia mengungkapkan pada 2018 mendatang tak hanya terintegrasi, namun juga pihaknya menyediakan layanan sms gateway. Yakni layanan informasi agar pengurus izin dapat mengetahui secara pasti waktu yang diperlukan untuk mengurus izin. Dengan demikian tak lagi perlu menunggu lama di lokasi MPP.

“Ini juga kami akan terapkan, untuk memudahkan masyarakat,” terangnya.

Ditanya rencana peresmian oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal Rabu (13/12) mendatang, Gustian belum bisa memberikan kepastian. Karena pada tanggal yang bersamaan, Presiden Joko Widodo menyampaikan akan hadir dalam sidang Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membahas sikap AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Ini yang belum dijawab, tadi Pak Menpan RB juga belum bisa pastikan. Tapi yang jelas kami sudah siap dalam peresmiannya, sudah 100 persen,” imbuhnya.

Namun ia kembali meyakinkan mal pelayanan tersebut tetap pada rencana awal akan diresmikan langsung presiden, walau akan ada pengunduran hingga sesuai dengan jadwal Presiden Joko Widodo.

“Tanggal 13 nanti kalau ke OKI sorean, pak presiden paginya ke Batam dulu. Kalau tidak bisa (karena ke OKI), saya dengar ceritanya (waktu peresmian) tanggal 20-an ke atas,” pungkasnya. (cr13)