Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12818

Kadet AAL Kirab di Batam

0
Taruna Angkatan Laut (AL) kirab Kota dari BCS Mall menuju depan Graha Sulaiman, Nagaoya, Lubukbaja, Sabtu (9/12). Yang kirab sebanyak 94 Taruna dan Taruni. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kirab Kota atau pertunjukan Marching Band Kadet AAL KRI Bima Suci yang dilaksanakan Lanal Batam berhasil menyita perhatian masyarakat seputar Lubukbaja, Sabtu (9/12) siang.

Penampilan Marching Band ini diikuti lebih 93 Taruna akademi angkatan laut tingkat III angkatan 64 dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertunjukan Marching Band Kadet AAL KRI Bima Suci dimulai dari Pujasera A2 Belakang BCS Mall melewati Penuin, Windsor kemudian arah Nagoya dan berakhir di depan Graha Sulaiman.

Meski perjalanan cukup jauh, para peserta kirab terlihat bersemangat dan bangga tampil di tengah-tengah masyarakat kota Batam.

Salah satu Taruna yang menjadi peserta Kirab, Indah Amelia mengaku bangga bisa menjadi seorang taruni. Alasanya, ia ingin berbakti bagi NKRI.

“Apalagi saya memang suka tantangan. Kirab ini juga membuktikan Taruna AAL aktif,” ujar angkatan 2015 Korps Elektronika ini.

Hal senada disampaikan Rizal asal Bandung yang bangga bisa tampil di Batam sebagai Taruna AAL.

“Jarang yang bisa menjadi taruna,” ujar Korps Pelaut ini.

 F. Dalil Harahap/Batam Pos

Pelaksa Lanal Batam, Letkol Laut Mandiri Kartono mengatakan tujuan kirab untuk memperkenalkan Taruna-taruni yang aktif, khususnya akademi angkatan laut.

“Ini loh taruna dan taruni kami,” ujar Kartono disela acara.

 F. Dalil Harahap/Batam Pos

Menurut dia, respon masyarakat terhadap Kirab sangat luar biasa. Mereka mau berbondong-bondong dipinggir jalan untuk menyaksikan pertunjukan ini.

Warga selfie dengan Taruna AL, Sabtu (9/12). Kirab Kota Taruna AL ini dari BCS Mall menuju depan Graha Sulaiman, Nagaoya, Lubukbaja, Sabtu (9/12). Yang kirab sebanyak 94 Taruna dan Taruni. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Apresiasi dari masyarakat luar biasa. Mereka antusias menyaksikan pertunjukan kirab ini sampai selesai,” pungkasnya. (she)

Batam Pos Enterpreneurship School Berganti Nama menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center

0

batampos.co.id – Puncak pehelatan Al Ahmadi Award Se-Sumatera 2017 berlangsung meriah di Hotel Nagoya Hil, Nagoya, Lubukbaja (9/12) siang. Rangkaian acara diisi dengan launcing nama baru Batam Pos Enterpreneurship School (BPES) menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center. pengumuman pemenang Al Ahmadi Award Se-Sumatera, serta seminar sharing bisnis .

Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi mengatakan Al Ahmadi Award merupakan ajang pembuktian dan penghargaan untuk dunia usaha. Al Ahmadi Award digagal oleh BPES yang ternyata mendapat respon tak hanya di Batam, namun hingga keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

“Meskipun nama awalnya Batam Pos tapi tak mengurung untuk BPES berkembang dan dikenal hingga luar negeri. Hal ini membuktikan kegiatan BPES sudah melampaui batas, karena dikenal di Indonesia, Malaysia dan Singapura,” ujar pengagas berdirinya BPES.

Untuk itu, Rida pun mengubah nama BPES menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center agar cakupannya bisa lebih luas. Apalagi target Al Ahmadi Award kedepannya untuk seluruh Indonesia.

“Mulai hari ini, kami mengubah nama BPES menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center. Kami harap semua pihak bisa terus mendukung,” kata Rida Sembari melauncing nama baru di depan ratusan tamu undangan yang hadir.

Menurut dia, kedepannya Al Ahmadi Entepreneurship Center juga berkeinginan mendirikan Universitas berbasis syariah. Pembangunan Universitas ini mendapat dukungan dan bantuan dari teman-teman di Malaysia.

“Universitas ini sudah dibangun bertahap oleh teman-teman Malaysia. Mudah-mudahan dengan berdirinya Universitas berbasis syariah bisa menjadi kekuatan lain bagi Al Ahmadi Entepreneurship Center,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak termasuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Walikota Batam, Muhammad Rudi, Bank Indonesia dan DPRD Batam. Dalam kesempatan itu Al Ahmadi Entepreneurship Center juga bekerja sama dengan Universitas di Batam.

“Kami mohon dukungan semua. Semoga Al Ahmadi Entepreneurship Center bisa menjadi gerakan membangun networking untuk usaha,” papar Rida.

Direktur Al Ahmadi Entepreneurship Center, Lisya Angraini mengatakan Al Ahmadi Award 2017 merupakan yang ke 6 kalinya. Awalnya, Al Ahmadi Award hanya digelar untuk tingkat Batam, kemudian Propinsi dan merambah ke Sumatera.

“Tahun depan kami akan mengembangkan hingga Sumatera dan Jawa. Yang artinya persaingan semakin ketat untuk mendapatkan Al Ahmad Award ini,” ujar Lisya.

Menurut dia, Al Ahmadi Award bertujuan sebagai ajang pembuktian untuk dunia usaha. Sementara Al Ahmadi Entepreneurship Center dapat membangun jejaringan bisnis dan untuk tumbuh membangun usaha secara bersama.

“Selain seminar hari ini dari tiga pengusaha Indonesia, Malaysia dan Singapura, besok (hari ini, red) kami juga menggelar bisnis matching di Bank Indonesia,” jelas Lisya.

Rida K Liamsi menyerahkan piala penghargaan kepada salah satu pemenang Al Ahmadi di Hotel Nagoya Hill, Lubukbaja, Sabtu (9/12). F. Dalil Harahap/batam Pos

Usai memberi kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Al Ahmadi Award, dimana untuk kategori umum, bisnis kuliner dimenangkan pengusaha asal Palembang yakni Irwan Mahmud dengan produk Es Teler Juragan, pemenang talent Inovatif peserta dari Lampung, Yunisar dari Ical’s Craft, pemenang jasa dan Industri adalah peserta dari Jambi, Khodijah Harahap yang memiliki produk Hijab Khodijah, kemudian untuk Agri Inovatif dimenangkan lagi oleh peserta asal Lampung yakni Dayin Fujianti yang memiliki produk Zegen Lampung.

Sementara untuk kategori Young Start Up untuk kuliner dimenangkan peserta asal Sumatera Barat (Padang) Friska Chairunnisa dengan produk Blasta Korean Food Cafe, Pemenang Agri Inovatif kembali diraih peserta padang yakni Muhammad Syafrullah dengan produk Sulit Air Farm (Berkah Qurbanku), dan untuk pemenang jasa dan industri dari Batam yakni Raja Erwin Kunia dengan produk Nong Isa Tour.

Fujianti, peserta asal Lampung mengaku bangga dengan penghargaan Al Ahmadi Award. Apalagi, ia baru pertama kali ke luar dan mengikuti kompetisi ajang pemilihan pengusaha terbaik.

“Yang pasti untuk menjadi pengusaha itu harus inovatif dan kreatif agar tak ketinggalan. Apalagi saat ini persaingan dunia usaha semakin ketat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Irwan Mahmud pemenang usaha kuliner. Menurutnya, perlu kreatif dan konsep untuk memulai usaha. Seperti dirinya yang awal berusaha dari gerobak kini sudah memiliki cabang enam outlet yang tersebar di Indonesia.

“Yang pasti jangan pernah lelah dan teruslah berusaha. Persaingan memang ketat, namun yakinlah dengan produk diri sendiri. Dan intinya buatlah sesuatu yang unik namun jangan mahal,” ujar pria asal Palembang ini.

Sementara Seminar sharing bisnis diisi oleh tiga pembicara dari Indonesia, Malaysia dan Singapura yang disaksikan ratusan orang tamu serta alumni BPES. Mereka yakni salah satu owner Wakacao,
Aisyah Hafisha yang berpenghasilan Rp 24 miliar setahun, Osmirizan pengusaha asal Malaysia dan Kamaruzaman atau yang akrab disapa Chef Mel Dean, pengusaha asal Singapura.

Aisyah Hafisha yang akrab disapa Eca memulai usahanya bersama teman untuk membuktikan hasil dari tugas akhirnya tentang usaha. Bermodal Rp 50 juta bersama lima rekannya, kini mereka berhasil meraih omset Rp 24 miliar pertahun dengan memiliki 14 outlet.

“Produk kami lebih ke Indonesia, namun dibuat kekinian dengan harga terjangkau. “Beef Paper Rice” yang ditambah toping tergantung selera konsumen. intinya harga yang kami tawarkan jauh lebih murah hanya Rp 32-45 ribu dengan tampilan menarik,” ujar Eca.

Menurut dia, tak hanya memikirkan produk, seorang pengusaha juga harus memilikikan cara memasarkan produk. Dan ia memilih memasarkan produk lewat online dan brosur.

“Kebetulan dunia sosial saat ini lagi booming dan itu yang harus dimanfaatkan,” imbuh wanita berusia 23 tahun ini.

Hal senada dikatakan Osmirizan pengusaha asal Malaysia. Menurutnya suatu usaha harus memiliki sistem yang jelas. Hal itu untuk memastikan kekonsistenan terhadap produk yang dihasilkan agar tetap berkualitas dan terjaga.

“Apapun produk yang dihasilkan, buatlah sistem dalan uaha. Mesti ada record, supaya tidak lupa,” kata Osmirizan.

Tak hanya sistem, untuk berusaha juga harus diperkuat oleh niat. Niat usaha untuk maju atau seperti apa itu sangat penting dalam menjalankan usaha.

“Niat dari awal itu sudah pasti. Kalau sudah ada niat, yakinlah dengan usaha yang dijalankan,” imbuhnya.

Sedangkan Chef Mel Dean, pengusaha asal Singapura mengatakan dalam usaha harus ada keberanian serta tujuan. Tujuan usaha itu seperti apa dan untuk siapa. (she)

Tarif KSB Untuk Pemilik Pertama

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerapkan tarif UWTO Kavling Siap Bangun (KSB) hanya untuk orang pertama saja. Setelah itu, maka tarif untuk orang kedua dan seterusnya memakai tarif UWTO untuk perumahan sesuai dengan Peraturan Kepala (Perka) 9/2017.

“KSB kan memang untuk ditempati sendiri setelah direlokasi dari rumah liar,” ujar Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono belum lama ini.

Ia mengatakan dulu penghuni ruli yang mendapat KSB malah menjualnya lagi ke pihak lain.

“Sudah dikasih terus dijual lagi. Lalu masuk ruli lagi. Itu namanya bisnis ruli, makanya setelah orang kedua dan setelahnya jadi tarif normal,” ujarnya lagi.

Nilai dari tarif KSB sebesar Rp 47.100 per meter persegi dan nilai dari tarif UWTO untuk perumahan tapak senilai Rp 100.700 per meter persegi. Dan nilai berlaku untuk pengurusan sertifikat KSB yang tengah digesa pemerintah hingga akhir tahun ini.

Sedangkan Kepala BPN Batam, Asnaedi mengatakan pengurusan sertifikat tanah secara gratis ini merupakan program Presiden Jokowi untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.

“Jika syarat lengkap, maka hanya butuh waktu 14 hari saja,” katanya.

Menurut Asnaedi, banyaknya kendala adalah karena masyarakat kurang antusias dalam mengurus legalitas lahan.

“Namun saya optimis target tahun ini dapat tercapai,” jelasnya.

BPN kata Asnaedi akan terus mendorong masyarakat lewat sosialisasi agar mau mengurus legalitas lahannya.

“Ini merupakan program Presiden. Sangat sayang kalau masyarakat tidak mau urus sertifikatnya,” cetusnya.

ilustrasi

Dukung Upaya Pembenahan Perizinan

Melihat niat Badan Pengusahaan (BP) Batam yang berniat memberbaiki perizinan, kalangan industri ikut mendukung.

“Di Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 91 tahun 2017 mengenai percepatan berusaha. Semua perizinan harus diselesaikan dalam satu pintu saja,” ujar Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Ok Simatupang, Sabtu (9/12).

Kemudian sesuai arahan dari PP tersebut, perizinan harus berkonsep single submission online. Konsep ini mirip seperti di kawasan industri Johor Malaysia, dimana dalam satu gedung terdapat beragam lintas instansi agar investor mudah mengurus perizinannya.

Konsep single submission online menekankan pentingnya konsep satu server untuk menampung semua data yang diperlukan. Sehingga instansi yang disinggahi investor untuk mengurus perizinan bisa mengunduh data tersebut. Prosesnya jadi lebih cepat.

“Maka pengunjung tak perlu bolak balik untuk urus perizinan yang bermacam-macam. Cukup di satu gedung saja dengan segala kelengkapannya,” paparnya.(leo)

Pemko Batam Bangun Taman melalui CSR

0
Anak-anak ditemani orangtuanya bermain ditaman terbuka di SP Plaza, Sagulung, Jumat (1/12). Taman terbuka ini sellau ramai dikunjungi oleh warga Batuaji dan Sagulung. fasilitas bermain dan olahraga lengkap membuat semakin ramai warga datang. Warga berharap taman terbuka seperti ini dibuat oleh Pemko Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mendapatkan bantuan dari program pertanggungjawaban sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ada di Batam untuk pengembangan taman guna memperindah tata kota.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam, Herman Rozi mengatakan taman pertama yang mendapatkan sentuhan dari CSR tersebut adalah taman depan Bank BNI Batamcenter.

“Iya rencananya seperti itu, jika tak ada masalah mungkin bulan ini mereka mulai kerjakan,” kata dia, Jumat (8/12).

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam telah menggelar sayembara untuk empat sisi taman yang berada di dekat flay over atau jalan layang. Namun karena besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun taman flyover, pihaknya mencoba menawarkan beberapa alternatif kepada perusahan.

“Jadilah taman Simpang BNI tersebut,” sebutnya.

Sesuai dengan arahan Walikota Batam, Muhammad Rudi pengembangan taman akan memanfaatkan CSR perusahaan yang ada di Batam. Desain yang telah dilombakan beberapa waktu lalu diharapkan bisa direalisasikan dengan pemanfaatan CSR ini. “Nanti seluruh perusahaan akan kami tawarkan soal (taman) ini, tapi tidak menutup kemungkinan taman yang lain juga sesuai dengan anggaran yang mereka (CSR) tersedia,” imbuhnya.

Sementara itu, Area Head PGN Batam, Amin Hidayat mengatakan pada intinya PGN berkomitmen membantu pemerintah dalam upaya percantik Kota Batam. Saat ini proposal dan desain dari Dinas Perakimtan sudah ada di PGN Batam. Dan dalam waktu dekat PGN akan menyampaikan tanggapan terkait rencana pembangunan taman tersebut.

“Di Simpang BNI ini, kita lihat ada lokasi yang dibangun tugu monumental. Rencananya kita pilih titik itu. Kita sudah diberikan dokumennya, dan sudah ketemu dengan dinas terkait. Kami sedang proses,” ujar Amin.

Ia benarkan bahwa awalnya Pemko Batam menawarkan satu dari empat titik persimpangan flyover Laluan Madani Simpang Jam. Namun untuk penataan taman tersebut membutuhkan biaya cukup besar. Maka itu, PGN minta titik taman lain sesuai dengan kemampuan anggaran PGN.

“Kita upayakan akan dibangun dengan dana CSR tahun 2017. Setelah proses selesai, secepatnya akan kita bangun taman ini, sesuai dengan desain dari Dinas Perakimtan,” kata dia.(cr17)

Jalang Layang Simpang Jam Sudah 98 Persen

0
Sejumlah kendaraan melintas dibawah jalan layang yang sudah hampir selesai, Rabu (6/12). Rencananya jalan layang tersebut akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengerjaan ornamen melayu yang menghiasi dinding jalan layang atau jalan layang menjadi pekerjaan terakhir jelang diresmikannya jalan layang pertama di Batam yang diberi nama Laluan Madani ini.

“Taman sudah siap, sekarang tinggal penyelesaiaan ornamen melayu saja,” kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Flyover Simpangjam, Andre Sahat Tua Sirait, Sabtu (9/12).

Ia menyebutkan jalan layang ditargetkan rampung pada 20 Desember mendatang. Proyek yang mulai dikerjakan sejak akhir tahun 2015 lalu ini, progresnya sudah mencapai 98 persen.

“Tinggal finalisasi saja,” sebutnya.

Disinggung mengenai peresmian oleh Presiden Jokowi 13 Desember mendatang, Andre mengungkapkan belum menerima informasi resminya, namun demikian pihaknya tetap bekerja sesuai dengan rencana awal yakni penyelesaian jalan layang.

“Soal (diresmikan presiden) belum ada info, kami kerja saja dulu untuk menyelesaikan proyek ini,” ucap Andre.

Ia menambahkan setelah selesai pengerjaan jalan layang, baru dilakukan uji coba bagi kendaraan melintas.

“Sekarang tak ada ujicoba, kami tunggu selesai saja, baru tes jalannya,” imbuh Andre.

Jalan layang di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalanan mencapai 460 meter dan titik tertinggi jalan layang sekitar sembilan meter dari permukaan tanah.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyelesaiaan flyover sudah memasuki tahap akhir. Demi memperindah jalan layang, pihaknya juga telah menyiapkan desai untuk pembangunan taman di empat sisi jalan layang.

“Desain sudah ada, tinggal hepeng saja lagi,”ujarnya.

Ke depan pihaknya akan melibatkan perusahaan yang ada di Batam untuk mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bersama-sama membangun taman tersebut.

“Kami ajak semua terlibat, agar Batam menjadi lebih baik dan lebih indah dan bisa menjadi kota pariwisata,” tutupnya.(cr17)

Januari Dinsos Mulai Lelang RTLH

0

batampos.co.id – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM) tengah menargetkan pelaksanaan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada pertengahan Tahun 2018 mendatang.

“Januari kami sudah mulai lelang perencanaan,” kata Kepala Dinsos-PM Kota Batam, Hasyimah, Sabtu (9/12).

Ia menjelaskan saat ini tengah mempersiapkan kelengkapan berkas lelang yang akan dibukan awal tahun nanti. Program senilai Rp 2,2 miliar ini direncanakan sudah mulai berjalan Juni mendatang.

Tahun 2018 sebanyak 100 rumah akan mendapatkan bantuan rehabilitasi. Mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam ini merinci 60 rumah dipruntukkan bagi warga yang tinggal di hinterland (pesisir, red) sedangkan 40 rumah lagi untuk mereka yang tinggal di mainland (perkotaan,red).

Saat ini pihaknya telah menerima pengajuan dari masing-masing lurah terkait rumah warga yang berhak mendapatkan bantuan senilai Rp 22 juta per rumah ini. “Masih kami verifikasi dan cek kelapangan,” ujar mantan Kepala Sekolah SDN 007 Sekupang ini.

Ia menambahkan, untuk tahun ini penerapan RTLH mengalami sedikit perubahan pada bahan bangunan yang akan digunakan nanti. Jika sebelumnya program ini menggunakan kayu tahun ini diganti dengan baja ringan. Tujuan pergantian bahan ini guna memudahkan pengerjaan nantinya. “Kemarin selalu kendalanya sulit mendapatkan kayu, tahun ini kami coba beralih karena bahannya cukup mudah didapatkan,” terangnya.

Berkaca dari tahun ini, pengerjaan cukup lama karena menunggu keetersediaan bahan bangunan tersebut. Dia berharap program RLTH ini bisa selesai lebih cepat dari tahun ini.

“Tahun ini kami baru saja menyelesaikan program RTLH, ke depan tentu kami ingin lebih cepat dari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyebutkan beberapa program fisik yang telah direncakan di tahun 2018 sudah mulai mempersiapkan untuk dilelang. “Terutama jalan, tapi yang lain juga harus mempersiapkan (berkas lelang),” sebutnya.

Salah satu program Pemko Batam yang berjalan lambat adalah realisasi RTLH, sehingga muncul anggapan program ini akan gagal. “Nah ini saya tidak mau lagi seperti ini. Kemarin saya sudah minta instansi terkait merubah apa yang menjadi kendala, dan Alhamdulillah mereka sudah lakukan,” ujar Rudi.(cr17)

Barelang Marathon

0

Kementerian Pariwisata menghelat event sport tourism lari marathon Batam Balerang Bridge, Minggu, (10/12).

Memiliki konstruksi seperti jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat, bangunan ini menjadi simbol Kota Batam.

Jembatan Barelang terdiri dari enam jembatan di mana bangunan baju bertulang ini menghubungkan tiga pulau besar dan beberapa pulau kecil termasuk dalam provinsi Kepulauan Riau. Nama Barelang akronim dari tiga kepulaun besar di Batam; Batam-Rempang-Galang.

Obyek vital ini praktis menjadi urat nadi perekonomiam di Batam. Bukan cuma mendongkrak sektor ekonomi, resmi beroperasi pada 1997, Jembatan Balerang menjadi salah satu destinasi wisata di Kepulauan Riau (Kepri).

Event lari marathon Batam Bridge ini langsung diserbu pelari-pelari internasional. Mereka penasaran berkompetisi di atas jembatan sambil menikamti dengan panorama indah tiga pulau besar di Batam.

Sampai Senin, atau H-6, sudah ratusan peserta dari 11 negara sudah mendaftar untuk berpartisipasi dalam lari marathon ini. Para peserta itu berasal dari Singapura, Malaysia, Cina, India, Turki, Kenya, Jepang, Perancis, Mongolia dan Finlandia serta, tuan rumah Indonesia.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti berani menjamin, para peserta bakal mendapat pengalaman seru mengikuti event ini.

“Bukan cuma berlari, peserta nanti bisa sambil menikmati keindahan alam Jembatan Balerang, ikon Kepri. Penasaran? silahkan datang ke Batam dan ikuti event ini,” papar Esty berpromosi.

Dia merasa, jumlah peserta masih bisa membengkak, karena daftar peserta di meja panitia belum termasuk masyarakat dari

Kepri dan daerah-daerah lain di Indonesia. “Besar kemungkinan, peserta bakal bertambah,” ucap wanita berkacamata ini.

Peserta kemudian melintasi Jembatan II alias Jembatan Narasinga sepanjang 420 meter menghubungkan Pulau Tonton dan Pulau Nipah. Jembatan III alias Jembatan Raja Ali Haji sepanjang 270 meter menghubungkan Pulau Nipah dan Pulau Setokok. Struktur dari Jembatan II dan Jembatan III lurus dan memiliki panjang lebar tinggi 420 x 160 x 15 meter.

Jembatan IV alias jembatan Sultan Zainal Abidin sepanjang 145 meter menghubungkan Pulau Setokok dan Pulau Rempang. Bentuk dari Jembatan IV persis seperti Jembatan II dan III hanya lurus tanpa lengkungan tetapi tetap mampu menghadirkam pemandangan alam dan kepulauan nomor satu.

“Kontur jalur sangat variatif, berupa tanjakan dan turunan panjang, terpaan angin laut, dan alam khas kepulauan. Lari marathon ini jelas, menjadi tantangan tidak terlupakan,” papar Danang.

Terdapat beberapa kategori lomba lari, 42 kilometer, 21 kilometer dan 10 kilometer. Selain itu, panitia juga membuka kategori 10 kilometer untuk personel TNI-Polri dan pelajar-mahasiswa. Hadiah untuk para peserta tidak main-main, dengan total hadiah uang tunai mencapai Rp Rp 250 juta!.

Menpar Arief Yahya menilai, perlu inovasi untuk menghelat atraksi wisata seperti event sport tourism, seperti lari marathon di atas jembatan ikon Kota Batam, agar peserta merasa tertantang. Terpenting, peserta bisa membuang rasa bosan sehingga mereka dapat berkunjung lagi ke jembatan ini dalam kesempatan berbeda.

“Apresiasi untuk kerja keras panitia. Kami siap memberikan dukungan. Kami berharap ajang ini sebagai program tahunan kalender even pariwisata Kota batam,” kata Arief Yahya.(*)

DJ Maya Chan Siap Menghibur Lagi

0

batampos.co.id – Sempat vakum dan berhenti selama dua tahun, Disk Jockey (DJ) Maya Chan siap beraksi lagi menghibur penikmat lagu remix di Kota Batam lewat kepiawaiannya dalam memainkan musik dengan menggunakan alat-alat DJ.

“Sudah hampir dua tahun vakum dulu karena urusan keluarga. Terakhir nge-DJ di event party di Karimun tahun 2015 lalu,” ujar pemilik nama lengkap Awalia Maya Putri ini.

DJ Maya mengawali karirnya sebagai DJ wanita sejak 2010 silam di Padang. Maya mengaku menyukai profesi DJ karena dia suka dan ingin membuat penonton menari dan bergoyang dengan musiknya.

Wanita asal Padang ini hanya butuh waktu dua minggu baginya belajar secara privat untuk bisa menjadi DJ.

“Gampang-gampang susah buat belajar DJ,” kata DJ Maya Chan.

Baginya berprofesi sebagai DJ wanita adalah suatu tantangan yang mengasyikkan. Tantangannya yaitu seorang DJ harus bisa meremix dan mencampur beragam jenis musik dengan aliran berbeda menjadi lagu baru yang enak didengar.

“Menjadi DJ lebih menantang daripada jadi model,” imbuh wanita 30 tahun yang juga pernah menjalani profesi sebagai model cat walk ini.

Sekarang setelah dua tahun vakum, DJ Maya Chan siap beraksi lagi menghibur penonton di Kota Batam dengan alunan musik yang ia kuasai seperti House, Electro, Progressive, Breakbeat dan lain sebagainya.

“Insha Allah, Desember ini saya akan kembali nge-DJ lagi,” tutur Maya.

Tentunya, setelah dua tahun sempat berhenti, Maya mulai mempersiapkan semuanya dari awal lagi sebelum tampil kembali.

“Nyiapin mental lagi karena sudah lama vakum. Harus sering-sering latihan lagi dan nguasain lagu-lagu yang lagi update saat ini,” tutupnya. (cr16)

Mobil Bekas Anggota DPRD Dipakai Pejabat Pemko Batam

0
Seorang pegawai Setwan DPRD Batam sedang melihat sejumlah mobil dinas anggota DPRD Batam, Jumat (6/10). Pemko Batam berencana akan menarik mobil dinas DPRD Batam tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemanfaatan mobil dinas eks pemakaian anggota DPRD Batam tidak dilelang, namun lebih dimungkinkan untuk dipakai oleh pejabat Pemko Batam.

“Kalau lelang, itu pikiran paling terakhirlah,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Ia menilai, kini masih banyak pejabat eselon tiga yang belum memiliki kendaraan operasional. Untuk itu, ke depan pihaknya akan mendata berapa jumlah pasti pejabat eselon tersebut yang perlu diberi kedaraan operasional.

“Kita akan petakan dulu, ada berapa yang belum dapat kendaraan operasional,” ujarnya.

Amsakar memastikan, setelah tuntas proses pengembalian pihkanya akan menarik mobil-mobil yang kini tengah terparkir di area parkir kantor DPRD kini. “Kita tarik, walau sementara kita hidup panaskan dulu,” terangnya.

Namun ia mengaku, pemanfaatan mobil-mobil ini terlebih dahulu perlu dibicarakan dengan Sekretari Daerah (Sekda) Jefridin maupun Wali Kota Batam Muhammad Rudi. “Kami akan rembuk internal dulu. Mobil-mobil itu sayang kalau tak terpakai,” ujarnya.

Penyampaian Amsakar agar mobil tidak dilelang, namun didistribusikan ke pejabat Pemko sejatinya berbeda dengan pendapat anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho.

Apalagi melihat usianya yang mencapai belasan tahun, diprediksi bila dipertahankan akan memakan biaya perawatan yang lebih besar.

“Dari pada mubazir, kami minta agar dilelang,” kata Udin.

Hal ini bukan tanpa sebab, ketika mobil ini hanya terparkir, mobil itu akan menjadi besi tua dan tidak memiliki harga jual. Apalagi melihat tidak adanya tidak ada dianggarkan biaya perawatannya di APBD 2018.

“Kalau selama ini biaya perawatan dari kami. Kalau tak segera dilelang saya yakin akan jadi besi tua,” jelasnya. (cr13)

Malam Ini, Banyuwangi Night Festival

0

Yuk seru-seruan di Banyuwangi Night Festival atau Festival Kuwung (Pelangi) Banyuwangi. Acaranya dijamin paten. Dengan rute sejauh 2,5km, wisatawan akan dibius beragam seni dan budaya dari dalam dan luar Banyuwangi. Diikuti 500 pelaku seni yang akan menghadirkan pelangi di Banyuwangi, Sabtu (9/12/2017) malam ini.

“Inilah yang membedakannya dengan festival lainnya. Bila festival lain menampilkan satu tematik budaya. Di Festival Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan dipertontonkan. Acaranya dijamin unik karena dilaksanakan malam hari, ” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (7/12/2017).

500 Pelaku seni Banyuwangi ini, akan membawakan tema sejarah perjuangan para raja yang pernah bertahta di Bumi Blambangan. Banyak fragmen heroisme yang dikemas dalam sendratari para peserta.

“Tema ini kita angkat seiring dengan peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). Pada Desember 246 tahun lalu, terjadi perang besar Puputan Bayu antara rakyat melawan VOC (Belanda) yang kemudian diperingat sebagai Harjaba,” ujar Anas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda, menambahkan festival ini dikemas dalam sebuah parade dengan menampilkan kesenian yang lakonnya bersumber dari cerita perjuangan para tokoh raja zaman dahulu.

“Tema ini kita angkat seiring dengan peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). Pada Desember 246 tahun lalu, terjadi perang besar Puputan Bayu antara rakyat melawan VOC (Belanda) yang kemudian diperingat sebagai Harjaba,” kata Bram.

Parade ini nanti akan dibagi dalam lima kelompok besar. Masing-masing kelompok, kata Bramuda, akan membawakan lakon sejarah perjuangan masa lalu dengan sejarah yang berbeda. Seperti Payung Agung Prabu Tawangalun. Mengkisahkan kemerdekaan Macan Putih Blambangan dari pengaruh kekuasaan Mataram.

Lalu ada kisah Agunge Wong Agung Wilis, yang menceriterakan lepasnya Wong Agung Wilis dari penjara kerajaan Mengwi Bali, hingga Agung Wilis merebut kembali kekusaannya di Lateng. Jogo Pati Bela Pati yang mengisahkan peristiwa perang perlawanan rakyat Blambangan semesta di Tegal Peperangan Songgon. Serta lakon ‘Bedah Alas Tirto Gondo’, yang mengisahkan hutan tirtogondo menjadi kota baru Banyuwangi.

“Tiap kelompok akan membawa 100 orang pemain seni. Dalam setiap gerak dan lakon yang mereka tampilkan akan diiringi musik dan gending sesuai dengan ceritanya,” ujar Bram.

Tidak berhenti disitu saja, Festival Kuwung ini akan semakin berwarna dengan hadirnya seniman-seniman dari luar Banyuwangi. Mereka juga akan menampilkan kesenian khas dari kota masing-masing yang tidak kalah patennya.

“Kami juga mengundang Kabupaten Gianyar, Bali, Kota Kediri, Yogyakarta untuk menampilkan keseniannya. Jadi, festival ini akan meriah karena bisa menyaksikan kesenian daerah lain. Pastinya ini akan menambah wawasan kita tentang kesenian khas dari daerah lain, para seniman bisa saling sharing pengembangan kesenian daerah,” jelas Bram.

Banyuwangi merupakan daerah yang tidak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, tapi juga seni budaya yang beragam. Seni budaya Banyuwangi yang khas menjadikannya sangat unik dan menarik untuk dinikmati.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun tersenyum ketika ditanya mengenai Banyuwangi. Menteri yang juga asli Banyuwangi tersebut mengatakan, Banyuwangi memiliki semua potensi yang membuat kabupaten ini bisa menjadi wisata dunia. Dengan pesona alam yang memukau serta seni budaya yang luar biasa menjadikan Banyuwangi semakin bersinar.

Menurut Arief sudah tepat jika Banyuwangi konsisten mengangkat tradisi budayanya menjadi sebuah atraksi yang menarik. “Ini penting, karena wisman yang datang ke Indonesia, 60 persennya karena tertarik budaya. Budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, itu kuncinya. Jadi silahkan datang ke Banyuwangi. Eksplor serta nikmati Banyuwangi,” ajak Arief Yahya.(*)