Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12838

LAM Tolak Provinsi Khusus Batam

0
LAM Provinsi Kepri dan Kabupaten/Kota saat menyatakan sikap untuk menolak pembentukan Provinsi Khusus Batam, Minggu (8/10). F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri bersama sejumlah LAM Kabupaten/Kota menolak adanya Provinsi Khusus Batam. Sebagai bentuk aksi tidak berkenan tersebut, ditunjukan dengan menggelar aksi deklarasi akbar di Hotel Laguna, Tanjungpinang, Minggu (8/10).

“Kita sangat tidak menginginkan Provinsi Kepri menjadi terbelah, dengan adanya wacana pembentukan Provinsi Khusus Batam. Karena itu hanya kepentingan sekelompok golongan,” ujar Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak.

Pria yang bergelar Dato Sri Setia Amanah tersebut, menjelasan seluruh LAM Kabupaten/Kota sepakat untuk menjadikan Provinsi Khusus Kepri. Karena itu lebih baik, dan tetap menjaga Kepri dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

“Kami berharap, Pemerintah Pusat segera mengesahkan adanya UU Provinsi Kepulauan. Karena dengan begitu, bisa mendorong percepatan pembangunan di Bumi Segantang Lada ini,” tegas Abdul Razak.

Dalam kegiatan deklarasi tersebut, semua LAM Kabupaten/Kota menyampaikan pernyataan sikapnya. Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Raja Alhafidz secara tegas menolak adanya Provinsi Khusus Batam. Atas dasar itu, dirinya meminta pemerintah Provinsi Kepri tidak boleh terpecah-pecah, justru harusnya semakin bersatu demi mewujudkan pembangunan Kepri yang bermartabat.

“Kami sangat mendukung, LAM Kepri untuk memperjuangkan ini. Jangan takut karena kami bersama ada di belakang untuk menolak Provinsi Khusus Batam. Provinsi Kepri ini harusnya menjadi provinsi istimewa,” tegasnya.

Kemudian, Ketua LAM Kabupaten Natuna, Ismail mengatakan, timbulnya wacana Provinsi Khusus ini lantas ada permainan di internal mereka. Ia mengumpamakan, wacana pembentukan provinsi khusus ibarat seperti sekelompok orang yang sedang melakukan panjat batang pinang yang biasanya dilakukan saat perayaan hari jadi.

“Kami melihat ini adalah kepentingan sekelompok golongan. Seharusnya ditengah situasi dan ekonomi Kepri yang sulit ini, semuanya bersatu padu membangun menjadi Kepri lebih baik dan maju,” ujarnya.

Berikutnya, Usman, LAM Kabupaten Anambas juga turut bersuara lantang menolak adanya Provinsi Khusus Batam. Ia menuding, pihak-pihak yang menggagas adanya pembentukan provinsi tersebut adalah orang-orang yang tidak menginginkan Kepri ini menjadi besar dan kuat.

Selanjutnya, perwakilan LAM kabupaten Karimun, Endi Maulidi, juga memberikan gambarannya. Secara tegas Endi menyampaikan mewakili masyarakat dan jajaran pemerintahan di Kabupaten Karimun, menolak wacana pembentukan provinsi khusus Barelang. Dan mendukung LAM Kepri atas usulan dibentukkan Provinsi khusus kepulauan.

Sama halnya dengan perwakilan LAM kabupaten Lingga. Mereka juga sepakat dan tidak setuju pembentukan Provinsi Khusus Batam. Sementara itu, perwakilan dari LAM, Bintan Mustafa Abbas, selain menyampaikan penegasan bahwa Bintan sangat menolak wacana pembentukan Provinsi Khusus Batam, dirinya meminta Gubernur dan Pemprov Kepri supaya memperhatikan Kabupaten/kota lainnya di provinsi Kepri saat ini.

“Jujur saja, kami sangat miris melihat pemberlakuan pak Gubernur saat ini. Kita ini sepertinya diasingkan dengan gubernur sendiri. Pak gubernur, misalnya kalau duduk-duduk ngopi santai-santai di bintan, tak satu pun masyarakat setempat dilibatkan. Justru pejabat-pejabat eselon duanya. Nah sekarang timbul wacana pembentukan provinsi khusus barelang. Kami masyarakat Bintan sangat menolak itu,” tegasnya.

Dukungan lainnya, datang dari Ketua Hulu Balang Bintan Encik Nurmansyah, menyatakan sikap bahwa bangsa melayu jangan pernah di usik oleh bangsa lain. LAM Provinsi Kepri yang membidani lahirnya aksi deklrasi tersebut juga mengundang Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepri (BP3KR) dan tokoh masyarakat di seantero Kepri.(jpg)

Penyelundup di Tanjungsengkuang paling Sulit Ditertibkan

0

batampos.co.id – Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai (BC) Batam, Mujayin menegaskan, permasalahan tentang kepabeanan di Batam sangat komplek dan banyak.

Untuk itu, pihaknya memetakan semua permasalahan yang ada di Batam. Dari permasalahan tersebut, dirinya memetakan risiko atau kemungkinan-kemungkinan risiko yang muncul sebagai akibat dari kebijakannya merapikan permasalahan kepabeanan di Batam.

“Makanya saya membuat skala prioritas, mana yang harus didahulukan atau dirapikan, ditertibkan menggunakan penindakan terlebih dahulu. Dari situlah, saya mendapati masalah di Batam yang harus ditertibkan terlebih dahulu adalah pemain atau penyelundup yang ada di Tanjungsengkuang,” ujar Mujayin, Sabtu (7/10).

Saat menertibkan atau menindak penyelundup yang bermarkas di Tanjungsengkuang, lanjut Mujayin, pihaknya mengaku tak akan mampu kalau yang turun hanya dari personel BC Batam saja.

Untuk memperkecil risiko terjadinya gesekan dalam menertibkan penyelundup yang ada di Tanjungsengkuang, unit P2 BC Batam bersinergi menggandeng beberapa instansi negara seperti TNI dan Polri.

“Saat kami tangkap kapal beserta barang selundupan milik penyelundup yang bermarkas di Tanjungsengkuang, barang maupun kapal tersebut kami tarik ke kantor BC Kepri di Tanjungbalai Karimun. Kalau kami paksakan kami tarik ke Batam, risikonya akan berat terhadap kantor BC Batam. Makanya kami juga minta ke BC Kepri di Tanjungbalai Karimun untuk menarik kapal ke sana, memperkecil risiko dan menghindari adanya gesekan,” terang Mujayin.

Kenapa penindakan penyelundup di Tanjungsengkuang dijadikan prioritas utama oleh P2 BC Batam. Karena menurut Mujayin, kalau di Tanjungsengkuang bisa ditertibkan, secara psikologis efeknya ke penyelundup lain di Batam, nyalinya juga akan takut untuk nekat menyelundupkan barang.

“Makanya sinergi kami dengan Tanjungbalai Karimun, dengan kepolisian dan TNI , itu yang kami perkuat, itu kuncinya menggasak penyelundup di Batam,” kata Mujayin.

Mujayin

Prioritas berikutnya yang berhasil ditertibkan adalah aktivitas KM Kelud yang sebelumnya berada di Pelabuhan Sekupang, dipindah ke Pelabuhan Batuampar.

“Dulunya kan aktivitas penyelundupan barang di KM Kelud melalui perantara ratusan porter di pelabuhan Sekupang seperti mustahil bisa ditertibkan, karena terbatasnya personel di BC Batam untuk melawan ratusan porter. Sehingga saya berinisiatif bagaimana caranya agar KM Kelud bersandarnya bisa dipindah ke Batuampar,” ujar Mujayin.

Dengan digesernya KM Kelud bersandar ke Batuampar, lanjut Mujayin, ternyata hasilnya jauh lebih tertib dan tingkat penyelundupan menggunakan tranportasi KM Kelud turun drastis atau jauh berkurang, bahkan bisa dikatakan hampir nol persen.

Sebab, di Pelabuhan Batuampar ada aturan pembatasan jumlah porter, berikutnya porter harus terdaftar.

“Kalaupun ada yang coba-coba menyelundupkan barang melalui KM Kelud, kami akan bersinergi dengan aparat yang ada di Pelabuhan tujuan KM Kelud merapat nanti seperti di Tanjungpriok maupun Belawan. Tinggal saya hubungi, aparat yang di sana yang akan langsung menindak dan menangkap,” kata Mujayin.

Prioritas ketiga yang ditertibkan unit P2 BC Batam adalah menertibkan kepabeanan atau barang keluar masuk di Bandara Hang Nadim Batam.

Sebelumnya, lanjut Mujayin, di Bandara Hang Nadim dulunya banyak oknum atau protokoler yang bebas keluar masuk membawa atau memasukkan barang melalui Bandara Hang Nadim tanpa menyertakan dokumen barangnya.

“Sekarang ini kami wajibkan semua barang yang keluar ataupun masuk, harus pakai dokumen dan membayar pajaknya ke negara, dan itu ternyata berjalan lancar, termasuk yang di Pelabuhan Punggur,” terang Mujayin.

Tak hanya itu saja. P2 BC Batam saat ini juga getol menertibkan pelabuhan-pelabuhan feri di Batam seperti di Harbourbay, Batamcentre dan Sekupang dari barang selundupan.

Sementara penertiban yang lagi berjalan oleh P2 BC Batam adalah penertiban keberadaan tempat penjualan eceran miras (TPE) yang tersebar di Batam, serta rokok ilegal yang beredar di Batam seperti rokok berpita cukai palsu, rokok dapat kuota tapi tak kantongi dokumen CK FTZ, rokok tak dapat kuota tapi sudah beredar.

“TPE ini kami tertibkan agar nantinya penjual miras nantinya bisa mengantongi izin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Kalau sudah mengantongi itu, pengusaha bisa bebas melakukan jual beli,” kata Kabid kelahiran Trenggalek 17 Mei 1968 ini.

Sudah Ada 600 Penindakan di Batam

Selama kurun waktu 9 bulan, mulai Januari hingga akhri September tahun ini, unit P2 BC Batam sudah melakukan penindakan kepabeanan baik di tengah laut maupun di pelabuhan feri di Batam sebanyak 600 lebih penindakan.

“Untuk penindakan terbanyak seputar penyelundupan barang atau kepabeanan. Sedangkan untuk pengungkapan atau penyelundupan narkotika yang dapat ditegah P2 BC Batam, sudah ada 21 kasus untuk tahun ini,” ujar Mujayin.

Sedangkan tahun lalu, prestasi penindakan kasus narkotika oleh P2 BC Batam, bahkan mendapatkan penghargaan dari WTO karena mampu menindak 66 kasus narkotika. (gas)

HIV/AIDS di Kepri Perlu Penangan Extra Ordinary

0
Direktur Rehabilitasi Sosial, Sonny W Manalu menyerahkan dana bantuan usaha bagi Orang dengan HIV/AIDS kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara, Sabtu (7/10) lalu di Puskesmas Batu 10, Tanjungpinang. F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id -Direktur Rehabilitasi, Kementerian Sosial (Kemensos), Sonny W Manalu mengatakan Kepri adalah daerah transit bagi penyebaran HIV/AIDS dan narkoba dan obat-obat terlarang. Karen berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Letak geografis ini, yang menyebabkan pertumbuhan penderita HIV/AIDS terus meningkat.

“Tidak kita pungkiri, Kepri, Batam khusus adalah merupakan daerah tujuan yang eksostis untuk mencari hiburan. Apalagi rentang kendali dengan Singapura dan Malaysia hanya hitungan menit,” ujar Sonny W Manalu usai menyerahkan bantuan usaha bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Kepri di Puskesmas Batu 10, Tanjungpinang, Sabtu (7/10) lalu.

Atas dasar itu, ia menyimpulkan penangan ODHA di Kepri harus extra ordinary. Menurutnya, penyebaran HIV/AIDS seperti Multi Level Marketing (MLM). Karena skala perbandingan yang ketahun dan tidak, sulit untuk diungkap. Artinya, ada kemungkinan seorang tuna susila yang sudah mengidap HIV/AIDS melakukan hubungan dengan banyak orang.

“Artinya, kita tidak harus terpaku pada mereka yang melapor. Untuk meminimalisir, kita harus menggalakan sosialisasi ditengah-tengah masyarakat,” paparnya.

Diakuinya, pihaknya mendapatkan tugas berat dalam hal melakukan rehabilitasi sosial. Meskipun penangan menjadi tanggungjawab negara, tetapi Pemerintah Daerah (Pemda) juga punya tanggungjawab sosial untuk turut membantu. Menurutnya, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) cenderung meningkat tiap tahunnya.

“Apa yang bisa kami lakukan sekarang ini juga sangat terbatas. Tahun ini ada sekitar 40 ODHA di Kepri yang mendapatkan bantuan usaha sebesar Rp5 juta,” paparnya lagi.

Lebih lanjut katanya, pihak memberikan apresiasi kepada komunitas-komunitas yang peduli terhadap ODHA. Karena atas respek yang mereka berikan bisa memudahkan langkah Kemensos dalam melakukan rehabilitasi sosial.

Dijelaskannya, ada beberapa klasifikasi ODHA yang mendapatkan bantuan usaha ekonomi Produktif ODHA. Yakni mereka yang terstigma, diskriminasi, dan dari keluarga tidak mampu. Makanya tidak semua ODHA mendapatkan dukungan tersebut. Pihaknya berharap, dukungan yang diberikan bisa dioptimalkan untuk berusaha dalam meningkatkan perekonomian secara mandiri.

“Kita tidak ingin, mereka ODHA hilang harapan. Maka baik pemerintah pusat maupun daerah harus sama-sama bersinergi untuk memberikan yang terbaik,” tutup Sony.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Doli Boniara mengatakan, untuk pencegahan pihaknya sudah berupaya melakukan sosialisi. Akan tetapi belum bisa maksimal dilakukan. Karena terbatasnya kemampuan daerah.

“Sebagai daerah lintas negara, Kepri memang sangat rentan dengan penyebaran HIV/AIDS. Bukan hanya narkoba juga demikian. Maka kita terus mendapatkan sorotan dari pusat,” ujar Doli.

Ditambahkannya, dalam bekerja pihaknya juga sudah membentuk jejaring-jejaring dengan Komunitas Peduli AIDS Kepri (Kompak) yang merupakan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS). Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan ODHA.

Dari laporan-laporan yang mereka sampaikan, juga menjadi acuan kami dalam bekerja. Kami sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Mari sama-sama kita cegah penyebaran HIV/AIDS.

“Untuk memperkuat peran Pemerintah, Kemensos juga berencana untuk membentuk komunitas Sahabat Pencegah HIV/AIDS. Karena berbicara soal HIV/AIDS harus vulgar, sehingga masyarakat bisa memahami,” papar Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepri tersebut.(jpg)

Ratusan Ruko dan Kios Bahu Jalan di Bengkong bakal Digusur

0

batampos.co.id – Pemko Batam terus gencar melakukan pelebaran jalan. Usai Nagoya Batamkota, pelebaran jalan akan difokuskan di Bengkong, mulai dari Jalan Simpang Kuda, sampai Bengkong Seken. Pelebaran jalan ini nantinya selain untuk mempercantik kota juga sekaligus mengantisipasi kemacetan di daerah tersebut.

Bangunan ruko, kios yang berdiri dibahu jalan bisa dipastikan akan digusur. Camat Bengkong, Yudi Admaji mengatakan, saat ini ada ratusan bangunan ruko dan kios yang berdiri di row jalan.

“Dari data kami ada 315 ruko dan kios,” ujarnya.

Pelebaran jalan di Bengkong sendiri akan dimulai 2018 nanti. Itu artinya penataan, pelebaran jalan dan sekaligus penggusuran akan dimulai awal tahun depan. Bagi kios dan ruko yang berada di bahu jalan, tidak ada biaya ganti rugi, karena legalistas formal serta titik row jalan tersebut merupakan hak negara.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, pelebaran jalan yang dilakukan pemko merupakan upaya untuk mengangkat kembali ekonomi Batam. Perlu perbaikan infrastruktur, sehingga ekonomi bisa kembali baik. Pemko sendiri, katanya, konsen perbaikan infrasturktur jalan, guna mendorong pariwisata di kota Batam.

“Kita optimis dengan pariwisata ekonomo Batam bisa membaik,” katanya.

Apalagi saat ini jumlah wisatawan yang sudah masuk mencapai 1 juta lebih. Bisa bayangkan setiap satu orang wisatawan bisa berbelanja di Batam minimal Rp 8 juta, tentu perputaran uang di Batam sangat besar.

“Makanya kami berharap pembongkaran sendiri. Pelebaran jalan ini juga untuk kita bersama,” tuturnya. (rng)

Shaqqiya Apriliani Putri, Denger musik untuk Hilangkan Stres

0

batampos.co.id – Musik adalah hal yang tak terpisahkan dari kehidupan Shaqqilyah Apriliani Puteri. Tenaga Ahli Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat asal Batam itu memilih musik sebagai obat penawar rasa lelah dan stress saat pekerjaan kantor menumpuk. Hampir setiap saat darah kelahiran Batam 20 April 1994 itu selalu mendengungkan musik dengan berbagai genr.

“Musik tak bisa terpisahkan. Sehari tak dengar musik bisa stres saya,” ujar gadis yang akrab disapa Putri itu, Minggu (8/10).

Dari semua jenis musik yang ada, musik country adalah pilihan favorit bagi wanita berkulit putih itu. “Banyak koleksi musik saya tapi lebih banyak lagi lagu country,” tuturnya.

Dengan mendengarkan musik, putri sulung empat bersaudara mengaku akan mendapatkan ketenangan dalam dirinya sekalipun banyak pekerjaan kantor yang menumpuk.

“Apalagi awal pekan, pasti banyak pekerjaan. Semuanya bisa saya atasi asalkan ada musik yang menemani saya,” ujarnya.

Bekerja sebagai tenaga ahli Kemenpu Pera tentu biasanya banyak hal yang harus dikerjakan oleh Putri, namun itu bisa dilaluinya asalkan ada dengungan musik di telinganya.

“Kalau nggak dari Komputer, saya bisa gunakan ponsel,” katanya.

Selain musik, hal yang jadi prioritas dalam hidupnya adalah menjaga penampilan. Untuk tetap menjaga penampilan, alumni SMAN 8 Batam itu selalu konsumsi makanan yang sehat, banyak menim air mineral serta rutin berolahraga.

“Hal yang membuat kita menarik itu saja sih, pola hidup sehat. Kalau kosmetik iya juga tak tak terlalu berlebihan saya,” ujar wanita yang selalu mengenakan jilbab itu. (eja)

 

Jembatani Persoalan Dokter, Rusdani Pimpin IDI Kepri

0

batampos.co.id – Dokter Rusdani terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepri periode 2017-2020. Pelantikan dr Rusdani digelar di Ballroom Hotel Harris Batamkota, Minggu (8/10). Selain pelantikan Ketua IDI Kepri, ada 40 pengurus IDI Kepri yang juga dilantik.

Menurut dr Rusdani, anggota IDI Kepri sekarang ini jumlahnya sudah lebih dari 1.400 orang yang tersebar se-Kepri. Ia juga menegaskan, program yang akan dijalankan IDI KEpri di era kepemimpinannya dalam waktu dekat ini antara lain akan membuat link atau website yang nantinya dapat diakses seluruh dokter di Kepri.

“Link ini nanti berisi informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan tentang medis atau kedokteran. Link atau laman yang kita buat nanti bertujuan agar para dokter yang ada di pulau-pulau, tak ketinggalan informasi perkembangan seputar dunia medis. Itu target awal dari kami,” ujar dr Rusdani.

Sedangkan prioritas utama nanti, lanjut dr Rusdani, IDI Kepri akan dijadikan sarana untuk menjembatani antara dokter dengan pemerintah atau dengan pihak rumah sakit, seandainya ada permasalahan.

dr Rusdani

“Kami ingin IDI Kepri ini mampu menjadi penengah untuk mencari solusi terbaik tentang permasalahan kedokteran di Kepri. Jangan sampai ada kasus seperti dokter mogok atau dokter demo karena ada persoalan dengan pihak pemerintah ataupun rumah sakit dalam hal keuangan atau apapun. Itu yang nantinya akan kami prioritaskan,” terang dr Rusdani.

Pada kepemimpinannya di IDI Kepri nanti, dr Rusdani juga berjanji agar tak ada terulang lagi kasus pasien terlantar karena tak dapat penanganan medis oleh dokter atau pihak rumah sakit, karena merupakan pasien peserta BPJS Kesehatan.

“Yang sudah-sudah, jangan sampai di Kepri ini terulang lagi ada pasien terlantar. Semua dokter harus teguh memegang sumpah dokter, tetap melayani pasien tanpa pilih kasih apakah itu dari orang kaya ataupun pasien dari warga tak mampu,” tegas dr Rusdani ke semua dokter yang hadir.

Selain pelantikan ketua dan pengurus IDI Kepri periode 2017-2020, juga digelar simposium mengenai penyakit hepatitis C dan batu empedu.

“Kami sengaja menggelar simposium, mengupas apa itu hepatitis C. Selama ini masyarakat kan berpikir penyakit hepatitis tak bisa disembuhkan. Padahal persepsi tersebut salah. Hepatitis bisa disembuhkan, bisa dicegah sejak dini, itu yang harus diketahui oleh masyarakat,” ujar dr Rusdani.

Pelantikan Ketua IDI Kepri sendiri dibuka langsung oleh Gubernur Kepri, Nurdin Basirun bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (gas)

 

Kebakaran Gudang dan Tambak Kepiting

0
Warga beramai-ramai memadamkan api di gudang tambak kepiting milik Alai. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Gudang dan sekaligus dijadikan tambak kepiting milik Alai yang terletak di pemukiman padat RT 02 RW 02 Kelurahan Sei Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Sabtu (7/10) pukul 12.00 WIB terbakar. Bangunan yang terbuat dari kayu tersebut dengan cepat terbakar ditambah dengan angin bertiup cukup kencang.

”Pada saat kebakaran tidak ada orang di dalamnya. Sehingga, saya bersama warga yang lain terpaksa menjebol pintu masuk bangunan. Karena, kalau tidak demikian maka bangunan yang terbakar akan menyebabkan kebakaran pada tempat tinggal warga yang lain. Karena, posisi bangunan yang terbakar berdampingan dengan rumah warga lain,” ujar salah seorang warga, Supian kepada Batam Pos.

Beruntung, katanya, air laut di belakang bangunan tambak sedang pasang. Sehingga, belasan warga menggunakan peralatan seadanya mengambil air laut yang ada disekitar bangunan terbakar untuk memadamkan api. Alhamdulillah, akhirnya dalam waktu setengah jam api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, melainkan hanya kerugian materil saja.

Ketua RT 002 Kelurahan Sei Lakam Barat, M Husaini alias Polo menyebutkan, akibat dari peristiwa tersebut, warga yang tinggal bersebelahan dengan bangunan yang terbakar sempat mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah, karena khawatir kebakaran akan meluas.

”Ada beberapa kepala keluarga yang mengeluarkan barang-barang seperti pakaian, lemari pakaian, TV kulkas dan kasur dari dalam rumah yang berdekatan. Cepatnya api membakar bangunan tersebut selain terbuat dari kayu juga banyak bahan plastik tempat penyimpanan kepting didalamnya,” ungkapnya.

Salah seorang ibu rumah tangga yang tidak mau meyebutkan namanya menceritakan, bahwa pada saat mengetahui gudang sekaligus tambak kepiting di belakang rumahnya terbakar dia langsung beteriak dan sekaligus berdoa agar kebakaran tidak sampai mengenai rumah warga lainnya.

”Sambil berdoa agar terhindar dari kebakaran, saya juga sibuk mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Dan, tidak hanya saya saja yang mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Warga sekitar juga ikut mengeluarkan barang dari dalam rumah,” jelasnya. (san)

Dwi Hartanto Mengklarifikasi Pemberitaan tentang Dirinya di batampos.co.id

0

batampos.co.id – Mengaku dihubungi BJ Habibie, rupanya tidak. Dwi Hartanto mengklarifikasi

Pak Polisi, Jambret kembali Marak di Batuaji

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Aksi kejahatan dengan modus perampasan barang di jalan atau jambret kembali marak di Batam. Kali ini pelaku jambret menyasar seorang karyawan, Asti (31), Sagulung Baru. Tas berisi sejumlah uang dan ponsel milik Asti amblas dijambret orang saat melintas di Jalan R Suprapto, Sabtu, (7/10) malam.

Saat itu, Asti baru pulang bekerja. Tas miliknya digantungkan disetir sepeda motor. Sesampai di Simpang Basecamp, tiba-tiba ada seorang pengendara sepeda motor mendekatinya. Belum sempot menoleh, pengendara sepeda motor itu menarik tas miliknya yang tergantung di setir sepeda motor. Pelaku langsung kabur.

“Sempat teriak-teriak, tapi pelaku langsung menancap gas sepeda motornya,” kata Asti.

Masih di lokasi yang sama, Kali ini menimpa Indah. Kalung emas miliknya dijambret di depan Hotel Merlion, Simpang Basecamp, Minggu (8/10). Menurut dia, ciri-ciri pelaku memakai motor besar, pelakunya dua orang.
Usai menarik kalung miliknya pelaku langsung kabur menuju arah Batuaji.

“Tak sempat lihat ciri-ciri orangnya. Plat motor pun tak lihat karena terkejut,” katanya.

Kejadian yang sama juga menimpa Yona, dini hari sekitar pukul 10.00 WIB, di pintu masuk SP Plaza, ia dijambret oleh dua orang pelaku memakai motor besar. “Ciri-cirinya sama, dua orang memakai motor besar. Pelaku ngincar perempuan yang bawa motor atau lagi jalan sendiri,” kata warga Putri Hijau, tersebut.

Yona berharap agar pihak kepolisian bisa meningkatkan pengamanannya. Karena kejadian ini bukan kali pertama, setiap jalanan sepi ada saja korban penjambretan. Bahkan aksi pelaku ini sudah terang-terangan di siang hari.

“Keamanan harus ditingkatkan sehingga kami tak was-was jika hendak keluar,” harapnya. (rng)

Investor Asing Lirik RSBP Batam Jadi Pusat Health Care Business

0

Badan Pengusahaan Batam menerima kunjungan Investor gabungan asal Jepang, Singapore dan Malaysia. Mereka yang berjumlah 10 orang merupakan gabungan dari investor yang bergerak dibidang kesehatan dan beberapa diantaranya merupakan dokter-dokter ahli dari London, England. Mereka adalah Mr. Jap Le Son, Mr. Pexon, Mr. Anthony, Ms. Lawrence, Mr. Murakata, Mr. David Loh, Mr. Andre Chen, Mr. Mok Pei-pei, Budiarto dan Kusnadi Budiman yang merupakan perwakilan mereka di Indonesia.

Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui lebih mendalam bagaimana Batam dan bagaimana prospek investasi di Rumah Sakit BP Batam serta teknis implementasi investasi di bidang kesehatan. Bagi mereka, Batam sebagai kawasan yang strategis diantara Singapura dan Johor memlilki kesempatan untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang jauh lebih baik, lebih modern dan mampu meningkatkan grade agar bisa turut menjadi rumah sakit rujukan bagi warga negara asing.

Kunjungan ini diterima oleh Wakil Kepala BP Batam, Agus Tjahajana Wirakusumah; Direktur RSBP Batam, dr. Sigit Riyanto; Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono dan sejumlah pejabat Eselon III di lingkungan BP Batam.

Agus Tjahajana mengatakan BP Batam terus berusaha meningkatkan kualitas Rumah Sakit BP Batam baik dari segi teknologi, fasilitas, maupun sumber daya manusia. Hal ini teraktualisasi, dengan beragam perubahan dan penghargaan yang telah dilakukan RSBP Batam.

Seperti, pembangunan gedung baru dengan menambah kapasitas tempat tidur yang ada sekarang menjadi lebih dari 300 tempat tidur terbagi dalam kelas VIP dan mampu mengakomodir kelas menengah ke atas, penghargaan akreditasi dari Menteri Kesehatan RI sebagai Rumah Sakit Nasional Terakreditasi, Terpilih sebagai Pusat Rujukan Penanganan Jantung (ISTEMI), dan beragam proyek lainnya yang sedang disusun guna meningkatkan daya saing RSBP Batam yang merupakan Rumah Sakit pertama di Batam.

“Kami berfokus kedepan kerjasama investasi di bidang kesehatan harus mampu membuat perubahan agar rumah sakit kami menjadi rumah sakit yang lebih modern dengan teknologi tercanggih”, terang Agus.

Direktur RSBP Batam, dr. Sigit Riyanto menambahkan, sejumlah projek yang ditawarkan oleh BP Batam, guna terus meningkatkan daya saing RSBP Batam adalah kerjasama penyiapan peralatan medis yang canggih diantaranya adalah penyediaan alat MRI 3 Tesla, CT Scan 128 Slice, dan Cathlab; Sistem pendukung : Toxic and Waste Management, Green Hospital Technology, Sistem keamanan, Sistem Informasi Rumah sakit, dan pembangunan gedung lanjutan guna memberikan fasilitas tempat tinggal bagi keluarga pasien; Konsultasi dan pelatihan medis serta telemedicine (Penggunaan teknologi telekomunikasi dan informasi untuk memberikan perawatan kesehatan klinis dari kejauhan.

Telah digunakan untuk mengatasi jarak yang jauh untuk tetap bisa dijangkau dengan mudah).

Dari para dokter dan ahli kesehatan yang hadir mereka konsen terhadap kemungkinan kerja sama dalam membentuk Wellness Center bertajuk Health Care Business dengan lokasi yang hijau dan memberikan kesan yang menenangkan bagi para pasien yang datang.

Lokasi RSBP yang berada di Sekupang, dianggap lokasi yang tepat untuk projek ini kedepan. Realisasi Health Care Business ini mereka harapkan akan menjadi pusat kesehatan terbesar di Batam yang mempu memberikan pelayanan tidak hanya bagi warga Indonesia melainkan warga Singapura juga. Termasuk dengan menghadirkan teknologi dan dokter-dokter ahli di bidang ilmu khusus tertentu dari luar negeri yang mendapat akreditasi internasional dan izin dari Indenesia.

Sejumlah proyek BP Batam juga mendapat perhatian dari mereka seperti pengembangan Bandara Aerotropolis, Jembatan Batam Bintan, dan Tanjung Sauh. Para investor berjanji akan menginformasikan proyek-proyek strategis ini kepada rekan-rekan investor di bidang konstruksi.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Rumah Sakit BP Batam di Sekupang. Diskusi ini akan menjadi pertimbangan dasar bagi kedua pihak untuk membentuk skema kerja sama kedepan di bidang kesehatan. (rilis)