Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12872

Karimun Ukir Rekor MURI

0

batampos.co.id – Satu lagi Kabupaten Karimun tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Setelah pelaksanaan pawai taaruf terbanyak dan terpanjang di MTQ Provinsi Kepri beberapa tahun lalu, kini giliran jajanan nusantara “Lakse” mencatatkan namanya di MURI.

Sebanyak 1.800 mangkok “lakse” disajikan di puncak perayaan HUT ke-18 Kabupaten Karimun, Sabtu (14/10) di Coastal Area Tanjungbalai Karimun. Hanya dalam hitungan menit, 1.800 lakse ludes dibagikan kepada masyarakat. Selanjutnya Bupati Karimun Aunur Rafiq memimpin makan lakse bersama ribuan masyarakat yang dihelat Dinas Pariwisata.

Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, red), sebanyak 1.800 mangkok lakse yang kita makan bersama tercatat sebagai rekor MURI. Semoga, makanan khas Melayu ini membawa berkah, dan lebih mengenalkan Karimun kepada wisatawan,” ungkap Bupati.

Rafiq menegaskan, pencatatan rekor MURI untuk jajanan nusantara ini, bukan untuk gagah-gagahan. Sebaliknya, ingin menjadikan lakse sebagai makanan khas Karimun, sehingga apabila wisatawan datang langsung mengingat makanan khas yang terbuat dari bahan sagu ini,” ungkap Rafiq didampingi Wakil Bupati Anwar Hasyim.

Lakse merupakan makanan yang terbuat dari bahan sagu. Kemudian diolah menjadi mie. Dalam penyajiannya bisa digoreng, maupun diberi kuah kari.
“Lakse sudah menjadi makanan favorit kami kalau sore-sore berjalan di Coastal Area ini,” ungkap Kahar, seorang warga. (enl)

Wabub Lingga Ingatkan Pengurus Pramuka

0
M Nizar. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Lingga M Nizar memperingatkan pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lingga agar menggunakan dana dari Pemerintah Daerah dengan baik dan benar tanpa ada penyimpangan. Sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk kegiatan kreatif dan inovatif sesuai dengan visi dan misi Pemkab Lingga.

“Terkait anggaran pemerintah akan tetap memberikan postingan anggaran untuk Pramuka, untuk itu kelolalah anggaran tersebut dengan baik jangan sampai ada peyimpangan,” kata Nizar dalam sambutannya membuka Rapat Kerja Cabang untuk pengurus Kwartir Cabang Lingga di Hotel One, Dabo Singkep, Sabtu (14/10).
Pesan dari mantan Ketua DPRD Kabupaten Lingga itu berkenaan dengan adanya penambahan anggaran dari Pemkab Lingga yang diperuntukkan kepada gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lingga. Hal ini, aku Nizar, sebagai bentuk perhatian Pemkab Lingga untuk kemajuan Pramuka Lingga sehingga dapat membimbing generasi Bunda Tanah Melayu yang siap dalam membantu pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan visi misi pemerintah.
Di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh APBD Kabupaten Lingga saat ini, pemerintah tetap mengupayakan postingan anggaran untuk Gerakan Pramuka Kabupaten Lingga dan kedepan jika memungkinkan Pemerintah Kabupaten Lingga akan mengupayakan untuk menambah postingan anggaran untuk Pramuka Kabupaten Lingga.
Sementara itu di tempat yang sama Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Lingga Junaidi Adjam mengatakan kegiatan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) ini juga disejalankan dengan Sidang Paripurna Dewan Kerja Cabang yang sebelumnya sudah lebih dulu digelar satu hari sebelumnya.
Dalam rapat kerja cabang ini dilakukan beberapa agenda kegiatan salah satunya adalah, penyusunan program kerja untuk tahun 2018. Dimana pada tahun ini Pramuka Kabupaten Lingga sudah sangat optimal mengikuti berbagai event-event kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kepri hingga ketingkat Nasional.
” Dan tahun ini kita masuk nominasi tiga besar sebagai Kwarcab terbaik tingkat provinsi Kepri karna efektifitas dan konsisten kita dalam mengikuti setiap kegiatan pramuka ditingkat apapun,” sebut Junaidi Adjam.
Peserta pada kegiatan Rapat Kerja Cabang Kwartir Cabang Lingga ini dan Sidang Paripurna Cabang ini diikuti seluruh pengurus Kwartir Ranting yang ada di Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Lingga, termasuk juga kwartir Ranting yang baru di bentuk yaitu Kecamatan Kepulauan Posek. (wsa) 

1.800 Mangkuk Lakse Pecahkan Rekor MURI

0

batampos.co.id – Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat Kabupaten karimun sebagai penyaji lakse, penganan khas Karimun, terbanyak di Indonesia.

1.800 mangkok “lakse” disajikan dipuncak perayaan HUT ke-18 Kabupaten Karimun, Sabtu (14/10) di Coastal Area Tanjungbalai Karimun.

Hanya dalam hitungan menit, 1.800 lakse ludes dibagikan kepada masyarakat. Selanjutnya Bupati Karimun Aunur Rafiq memimpin makan lakse bersama ribuan masyarakat yang dihelat Dinas Pariwisata.

“Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, red), sebanyak 1.800 mangkok lakse yang kita makan bersama tercatat sebagai rekor MURI. Semoga, makanan khas Melayu ini membawa berkah, dan lebih mengenalkan Karimun kepada wisatawan,” ungkap Bupati.

Rafiq menegaskan, pencatatan rekor MURI untuk jajanan nusantara ini, bukan untuk gagah-gagahan. Sebaliknya, ingin menjadikan lakse sebagai makanan khas Karimun, sehingga apabila wisatawan datang langsung mengingat makanan khas yang terbuat dari bahan sagu ini,” ungkap Rafiq didampingi Wakil Bupati Anwar Hasyim.

Lakse merupakan makanan yang terbuat dari bahan sagu. Kemudian diolah menjadi mie. Dalam penyajiannya bisa digoreng, maupun diberi kuah kari.

“Lakse sudah menjadi makanan favorit kami kala sore-sore berjalan di Coastal Area ini,” ungkap Kahar, seorang warga. (enl)

Belasan Paguyuban Meriahkan Pawai Budaya

0
Peserta dari Paguyuban Among Mitro menampilkan kesenian Reog pada Pawai Budaya Nusantara, Sabtu (14/10). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispar) Karimun, menggelar pawai budaya Nusantara yang diikuti 13 paguyuban yang ada di Kabupaten Karimun, Sabtu (14/10).

Belasan paguyuban tersebut seperti, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun, Paguyuban Masyarakat Nias Indonesia, Paguyuban Pasundan, Rumpun Melayu Bersatu (RMB), Persatuan Keluarga Sumatra Barat (PKSB), Among Mitro, Forum Komunikasi Batak Kabupaten Karimun (FKBKK), Persatuan Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kerukunan Keluarga Banjar (KKB), Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa), Forum Masyarakat Sumatra Bagian Selatan (FMSBS), dan Ikatan Keluarga Bunga Nukak (IKBN).

“Ini sebagai bentuk pelestarian budaya Nusantara yang ada di Kabupaten Karimun, agar generasi muda tidak melupakan budaya adat dan istiadatnya masing-masing dalam rangkat memeriahkan hari jadi ke-18 Kabupaten Karimun,” kata Kasi Pembinaan Budaya Daerah Dinas Pariwisata Karimun, Titin di Coastal Area.

Pawai Budaya Nusantara disaksikan langsung oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, dan Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim beserta tamu undangan. Di mana setiap masing-masing daerah menampilkan pakai adatnya, dengan memberikan sinopsi makna terhadap pakaian adat tersebut. Sehingga, masyarakat yang ada di Kabupaten Karimun berasal dari masing-masing daerah dapat menyaksikan pakaian adat tersebut.

Alhamdulillah, walaupun terik matahari cukup kuat tapi masyarakat cukup antusias melihat pawai budaya nusantara ini. semua suku membaur menjadi satu menyaksikan penampilan pawai budaya nusantara yang disandingkan dengan pawai pembangunan,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, dari 13 paguyuban menampilkan pakaian adat masing-masing dengan membawa peralatan asal daerahnya. Mereka menampilkan atraksinya masing-masing, dengan pakaian adat sambil mengajak Bupati Karimun beraksi. “Kalau reog kita disini sudah ada 9 grup, selalu aktif dalam berbagai kegiatan,” ujar salah seorang pengurus Among Mitro. (tri)

Dua Sineas Kepri, Juarai Film Kebudayaan

0
Pemenang film kebudayaan asal Kepri foto bersama usai menerima hadiah. F. Dedi Arman untuk Batam Pos

batampos.co.id – Film yang mengangkat permainan masyarakat Melayu Kepri dengan judul Jong, berhasil meraih juara pertama dalam Gelar Apresiasi Film Kebudayaan (Grafika) 2 yang ditaja Balai Pelestarian Nilai Budaya(BPNB) Kepri di Pekanbaru, Kamis (12/10) lalu.

Film tersebut hasil garapan apik sineas muda Kepri, Fauzan Azima. Sedangkan Muhammad Kurniawan, dengan karyanya Wayang Cecak, tradisi dari Pulau Penyengat berhasil menyabet juara dua.

Empat finalis lainnya, M Ali Surakhman dari Jambi dengan karya Nyaleh Guru, disusul Heru Sandra H dari Meranti, Riau judul karya Bah Jamel. Pemuncak harapan II Ihsan Idam Dewindra dari Pangkalpinang Babel dengan karya Dulang Nganggung, dan harapan III Sean Popo Hardi dari Jambi dengan karya Sko. Penganugerahan ini disejalankan dengan workshop film kebudayaan.

Kadis Kebudayaan Provinsi Riau, Yoserizal Zen mengapresiasi adanya workshop film dokumenter kebudayaan yang ditaja BPNB Kepri. Menurutnya, kegiatan ini dapat menggugah dan memberikan semangat para sineas muda. “Jujur, sineas kita sudah banyak menghasilkan film. Tapi sayang, kurang diapresiasi,” kata Yoserizal.

Kepala BPNB Kepri, Toto Sucipto meminta semua data kebudayaan dikumpulkan dengan cara aktif melakukan perekaman. Dalam WBTB perlu semangat untuk catat dan terus mencatat karya budaya. “Mencatat saja tak cukup. Semua karya budaya harus direkam. Tak punya kamera, dengan gadget juga bisa. Manfaatkan potensi yang ada,” kata Toto.

Ketua Panitia Grafika 2, Dedi Arman berharap dewan kesenian yang berada di setiap provinsi dapat menjaring para sineas muda yang berkualitas. “Animo peserta workshop film luar biasa. InsyaAllah, tahun depan makin banyak karya yang dikirim untuk lomba film dokumenter. Pemenang akan menerima hadiah uang tunai jutaan rupiah,” kata Dedi. (cca)

Bupati Sorot Kinerja Kajari

0
Kapal Pengawas (KP) Hiu Macan 01 mengamankan kapal nelayan asing yang hendak mencuri ikan di Perairan Indonesia. F. Humas Bakamla RI untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna yang baru memperketat pengamanan tahanan nelayan asing. Pasalnya tahanan kejaksaan ini sudah dua kali kabur dan membawa pompong nelayan.

”Nelayan mengadukan kejadian itu ke saya, namun hingga kini tidak ada yang bertanggung jawab. Kami berharap kejadian ini tidak terulang, karena nelayan lokal yang dirugikan,” sebut Hamid di sela pisah sambut Kajari Natuna di restoran Basisir Ranai, Sabtu (14/10) malam.

Dikatakan Hamid, kasus ilegal fishing yang ditangani Kejaksaan di Natuna sangat tinggi. Bahkan karena ramainya terpidana yang ditampung, sudah dua kali kabur, tidak pernah ditemukan lagi.

Kajari Natuna Juli Isnur yang baru dilantik kemarin menggantikan Efrianto, ia mengaku tertantang dengan tugas barunya di Natuna. Tidak hanya pekara pidana umum dan khusus, ia juga bakal berhadapan dengan Illegal Fishing.

Juli mengatakan, Illegal Fishing akan menjadi pengalaman pertamanya selama berkarir di kejaksaan. Selama ini banyak berkecimpung di ranah pidana khusus seperti penanganan kasus korupsi.

“Selama 20 tahun saya banyak berkecimpung di Pidana Khusus (Pidsus), perkara ilegal fishing adalah pengalaman baru di Natuna,” ungkapnya.

Sebelum menjabat sebagai Koordinator Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Juli bahkan lama bertugas di ‘Gedung Bundar’ istilah untuk gedung Pidana Khusus di Kejaksaan Agung. Ia pun berharap bisa menjalin kerjasama yang baik ke depan melanjutkan capaian oleh kompatriotnya, Efrianto yang sudah 1 tahun 4 bulan bertugas di Natuna. Sementara Efrianto kini akan bertugas sebagai Kepala Kejaksaan Negeri
Pariaman, Sumatera Barat.

“Mudah-mudahan saya bisa melanjutkan pekerjaan pak Efrianto di sini, dan kejaksaan bisa berkoordinasi baik dengan pengadilan, kepolisian dan sebagainya. Termasuk dengan Lanal terkait perkara ilegal fishing,” ujar Juli.(arn)

Festival Sungai Carang 2017 Hadirkan Jejak Sejarah Melayu di Crossborder

0
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri. foto:yusnadi/batampos

Tanjung Pinang terus berkreasi untuk menjadi destinasi wisata yang paling diminati di kawasan utara Sumatera. Salah satu cara daerah yang masuk dalam wilayah Border Tourism itu dengan menggelar even Festival Sungai Carang (FSC) 2017 yang akan dihelat 16-18 Oktober 2017 di Tepilaut Sungai Carang, Tanjung Pinang Kepulauan Riau.

Acara FSC ini juga masuk dalam rangkaian kegiatan dari Festival Bahari Kepri 2017.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Boer Alimar mengatakan, salah satu kegiatan utamanya adalah Parade Kapal Hias yang tahun ini mengambil tema Niaga atau Perdagangan.

Pemilihan tema tersebut karena dulunya Sungai Carang merupakan pusat perekonomian. Para pedagangannya bukan hanya lokal namun juga manca negara. Sungai Carang adalah sumber kehidupan dan peradaban Kepri di jaman lampau.

”Dari sungai inilah kelompok berkembang menjadi kampung, negeri dan bandar yang riuh ramai.Sungai Carang adalah tapak dan jejak sejarah Melayu” kata Boer Alimar.

Boer menambahkan, parade kapal hias ini akan dilaksanakan pada malam hari. Untuk tahun ini,pesertanya terbatas hanya 30 kapal saja dan nantinya setiap kapal diberi nama dari 30 tokoh dalam sejarah Melayu.

“Menjadi rangkaian acara penutup, parade 30 kapal sampan tradisional hingga kapal pesiar modern, yang semuanya dihiasi dengan kain, bendera dan lampu akan melintas di sepanjang Sungai Carang, mulai dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang di Pulau Bintan dan setelah berlayar ke hulu, kapal-kapal tersebut kemudian akan berbalik, tiba di pulau Penyengat,” lanjutnya

. Selain Parade Kapal juga digelar lomba lainnya yang menambah kemeriahan acara lantaran melibatkan masyarakat dan pelajar yakni Lomba Drumband Antarpelajar, Lomba Pembacaan Gurindam 12 untuk tingkat pelajar SMP dan SMA se Kepri dan Lomba Kuliner 10 Kampung.

“Lomba Drumband dan Kuliner 10 Kampung pada pukul 08.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan lomba Pembacaan Gurindam 12. Kegiatan tersebut diperkirakan bakal diikuti 1.000 orang pelajar dari 20 sampai 25 peserta grup drumband. Karena satu grup, biasanya pesertanya 40 hingga 70-an orang,” tambahnya.

FSC 2017 memperingati kemenangan kerajaan Riau di bawah Raja Ali Haji Fisabilillah melawan armada Belanda yang menyerang pada tahun 1784 dan tahun ini menyatu dengan Sail Karimata Festival, yang diselenggarakan bersamaan dengan Karimata Yacht Rally yang bergabung dengan peserta dari Australia, Malaysia, Singapura dan negara-negara lain.

Selain mengikuti acara festival, para wisatawan juga bisa menikmati tur sejarah melalui kapal wisata yang sudah disediakan untuk mengetahui bagaimana wilayah Riau dan Kepulauan Riau terbentuk. Tur akan mengambil rute berlayar mulai dari Pelantar 1, kemudian menyusuri Sungai Carang mengarah ke Jembatan Engku Putri.

Sepanjang perjalanan ke arah hulu sungai, kapal melintasi sejumlah area bersejarah seperti Pulau Bayan, Tanjungunggat, Kampung Bulang, Pelabuhan Batu 6 hingga situs Kota Rebah. Selesai menghulu, kapal kemudian menghilir kembali ke arah Pulau Penyengat dan memutarinya kemudian berlanjut ke Teluk DompakMenteri Pariwisara Arief Yahya menilai kegiatan FSC 2017 ini menambah kazanah budaya dan sejarah di Kepri. Pasar Malaysia dan Singapore sangat potensial untuk tema budaya melayu ini.

“Pariwisata itu terkait erat dengan kedekatan atau proximity, baik dekat secara jarak maupun dekat secara budaya,” jelas Arief Yahya.

Festival Pulau Carang ini bisa dapat dua-duanya. Jarak dengan dua negara serumpun itu dekat. Budayanya juga sama-sama melayu. “Kalau dipromosikan dengan baik, maka ini akan menjadi tontonan yang mengasyikkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Festival ini juga dapat menjadi salah satu event yang dapat menjadikan kota Tanjungpinang sebagai daerah kunjungan wisatawan. Tentunya dapat menumbuhkan prekonomian masyarakat yang ada di Tanjungpinang serta menggenjot pariwisata di area Crossborder.

“Masyarakat minimal sudah mendapatkan efeknya dan para pelaku usaha kreatif juga sudah bisa menangkap peluang yang ada,” katanya.

“Kita berharap target kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepri akan tercapai jika kita berkolaborasi dalam penyelenggaraan event seperti Festival Bahari Kepri ini dan kuncinya adalah bekerjasama melibatkan seluruh stakeholder pemerintah dan swasta di Provinsi Kepri”, tutupnya.(*)

 

Internasional Dangkong Dance Festival, Jurus Sakti Giring Wisman Menyeberang ke Kepri

0

Pariwisata Kepri rupanya tak ingin puas dengan Batam dan Bintan saja. Sekarang, Karimun yang ada di border area juga ikut didorong ke level global. Lewat Internasional Dangkong Dance Festival yang digelar 13-14 Oktober 2017, Karimun mulai menapaki jalan dalam menggaet wisman dari Singapura dan Malaysia.

“Kami tidak boleh puas dengan Batam dan Bintan saja. Karimun potensinya juga besar. Posisi geografisnya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia sangat menguntungkan kami. Itu sebabnya Internasional Dangkong Dance Festival digelar di Karimun. Bidikan utamanya adalah wisman,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, Sabtu (14/10).

Karena targetnya wisman, settingan acaranya pun diset dengan standar global. Yang senang wisata alam, semua bisa dengan leluasa mengeksplore beragam spot keren di Karimun. Sementara yang mencari culture, ada budaya Melayu yang dipertontonkan. Wisnus happy. Wisman pun ikutan sumringah.

“Karimun punya budaya Melayu yang sangat kental. Jadi ada kedekatan budaya dengan Malaysia dan Singapura,” tambahnya.

Hasilnya? Tamu undangan yang datang ke tengah acara sejak Jumat (13/10) malam hingga Sabtu (14/10) malam tak ada yang memperlihatkan muka tegang. Sebanyak 303 wisman asal Singapura dan Malaysia terlihat rileks. Halaman rumah dinas Bupati Karimun yang dijadikan lokasi acara langsung heboh. Dari mulai tari persembahan atau tari sirih sebagai tari penyambutan tamu hingga music melayu yang khas, semuanya mendapat applaus dari ribuan penonton. “Musik dan tari itu universal. Ini dapat menyatukan siapa saja. Ini momen kali kedua saya datang khusus untuk dangkong dance festival,” terang Amir seorang guru musik dari Petaling Jaya, Malaysia.

Ucapan Amir pun terbukti. Saking cairnya acara, Bupati Karimun Aunur Rafiq beserta jajarannya sampai ikut menari dangkong. Spontanitas tadi akhirnya diikuti para tamu undangan, tamu asing dan juga penonton.

“Pemanasannya Jumat malam. Sabtu (14/10) malam lanjut lagi. Dangkong Dance Festival di panggung rakyat Putri Kemuning Coastal Area sampai heboh,” terang Bupati Karimun Aunur Rafiq yang didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri.

Ucapannya sesuai dengan fakta. Jumat-Sabtu malam, Karimun disesaki ribuan orang yang antusias menyaksikan dangkong dance festival tersebut.

“Setiap tahun Dangkong Dance Festival di Karimun selalu sukses. Wisatawan asing dari negara Singapura, Malaysia turut hadir dan menyemarakkan acara. Estimasi saya sekitar 10.000 orang datang di Dangkong Dance Festival. Wisman yang hadir 303 orang. Mereka datang dari Malaysia dan Singapura,” timpal Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri.

Dampak ekonominya? Lumayan tinggi. Bila masing-masing wisman menghabiskan 200 Sing Dolar, sudah ada Rp 599 juta uang wisman yang masuk ke Karimun.

“Ada dua keunggulan Karimun. Pertama soal letak geografis. Karimun ini dekat dengan tetangga-tetangga, Singapura dan Malaysia. Yang kedua, kedekatan budaya Melayu. Ini yang harus dimanfaatkan,” papar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti yang diamini Kabid Promosi Wisata Buatan Kemenpar Ni Putu Gayatri.

Festival yang menjadi rangkaian dari Festival Bahari Kepri itu juga ikut dikomentari Menpar Arief Yahya. Bak gayung bersambut, Menpar pun sepakat menjadikan Karimun sebagai destinasi wisata bagi wisman di border area. “Kantong wisman di border area memang harus terus diperbesar. Kalau dulu Kepri punya Batam dan Bintan, sekarang tambah satu lagi di Karimun,” terang Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Pilihannya pun jadi makin beragam. Wisman yang ingin menikmati man made seperti sport tourism dan event tourism, bisa leisure ke Batam dan Bintan. Sementara yang ingin menikmati culture Melayu dan wisata alam dan bahari yang oke, bisa ke Karimun.

“Sebagai cross border, Kepri menjadi strategis untuk memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencapai target kunjungan wisman. Yang penting jangan lupa perkuat kesiapan 3A-nya. Akses, atraksi dan amenitas. Perbanyak juga event internasional di Karimun agar bisa cepat mendunia,” tambahnya. (*)

 

 

Presiden: Danau Toba Sangat Cantik

0

Mimpi besar menjadikan Danau Toba menjadi destinasi wisata kelas dunia kian terlihat nyata. Selain punya pemandangan yang indah dan ragam seni budaya yang kuat, akses transportasi juga dikebut. Semuanya bahkan dipantau langsung Presiden Joko Widodo.

Hasilnya? Silangit langsung disulap menjadi bandara internasional. Jalan Tol Kualanamu-Tebing Tinggi juga telah diresmikan. Waktu tempuh ke Danau Toba bakal semakin singkat.

“Semua titik yang ada di semua kabupaten di Danau Toba ini sangat cantik. Semuanya sangat indah,” ujar Presiden Joko Widodo usai mengunjungi kawasan Huta Ginjang, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (14/10) kemarin.

Presiden menyebut bahwa keindahan alam Danau Toba merupakan potensi besar pariwisata Indonesia. Pemerintah pun akan terus lpmendorong pengembangannztersebut. Termasuk mempersiapkan sarana yang mendukung pertumbuhan kawasan tersebut.

“Tinggal memoles dan mempromosikan, tapi fasilitas itu harus siap semuanya,” ujar Presiden.

Fasilitas infrastruktur, jelas Presiden, adalah salah satu yang sangat penting dalam pengembangan kawasan wisata Danau Toba. Terlebih zona tersebut masuk dalam kawasan pengembangan ekonomi khusus. Sehingga pengembangan jalan tol sekitar kawasan tersebut sangat penting dilakukan.

Dan saat ini, pemerintah akan fokus menyelesaikan pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Bahkan tidak menutup kemungkinan jalan tol tersebut akan terus disambungkan.

“Akan diteruskan lagi kemungkinan pembebasan lahan mulai tahun depan. Insyaallah sudah dimulai pembebasan lahan. Kurang lebih 90-100 kilometer seingat saya,” ungkapnya.

Tidak hanya infratstruktur dan sarana lainnya yang terus dipersiapkan, produk wisata yang ada di kawasan Danau Toba juga harus mulai diperbaiki dan dipromosikan secara lebih luas.

“Yang juga tak kalah pentingnya adalah produk-produk wisata yang ada di sini. Harus mulai dibenahi, seni budaya juga mulai ditampilkan,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu Presiden Joko Widodo berkesempatan meninjau bandara Silangit yang segera berubah status menjadi bandara internasional. Hal ini dilakukan sebagai upaya promosi yang dilakukan pemerintah.

“Nanti akhir bulan ini ada penerbangan langsung dari Singapura ke Silangit. Meskipun masih pesawat bombardir. Kita coba, kita paksa jalan,” ujar Presiden, yang juga didampingi Dirut Angkasa Pura II M Awaluddin di Silangit.

Presiden menyatakan bahwa proses perluasan bandara sudah hampir selesai. “Sudah rampung semuanya. Tahapan pertama rampung, runway sudah diperpanjang menjadi 2.650 (meter) rampung. Terminal yang diperbesar juga sudah rampung,” kata Presiden.

Tidak akan sampai disitu, bandara Silangit dikatakan Presiden akan terus dikembangkan dengan melihbatkan seluruh pihak. “Campuran bisa BUMN, bisa dari APBN, bisa dari swasta agar cepat,” tutur Presiden.

Mengenai perubahan nama Bandara Silangit menjadi Bandara Sisingamangaraja, Presiden menyatakan bahwa usulan tersebut masih dalam proses pembahasan.

“Boleh saja, baik, sudah saya dengar. Tertulisnya juga sudah saya terima. Nanti kita putuskan,” kata Presiden.

Kepala Negara pun berharap bandara tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat pada akhir bulan Oktober mendatang.

“Akhir bulan ini. Sudah selesai tadi saya tanya. Akhir bulan sudah bisa diresmikan,” ujar Presiden.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sejalan penuh dengan Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan aksesibilitas menjadi bagian yang sangat penting dalam pengembangan kawasan pariwisata. Selain atraksi dan amenitas.

Danau Toba dijelaskan Menpar merupakan satu dari 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Pariwisata juga telah ditetapkan sebagai salah satu leading sector perekonomian bangsa.

“Ketika Presiden telah menetapkan, maka seluruh kementerian/lembaga harus mendukung. Bahwa pariwisata menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Dan Danau Toba menjadi salah satu pondasi utamanya,” jelas Menpar Arief Yahya. (*)

Optimis Pertumbuhan Ekonomi Bintan Naik

0

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi, mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Bintan, ke depannya diyakini akan mengalami peningkatan secara signifikan.

Hal ini tentunya tak terlepas dari dukungan Pemerintah Pusat yang sudah mendorong, Wilayah Galang Batang, resmi ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Berdirinya KEK ini, tentunya membuat kita optimis pertumbuhan ekonomi di Bintan, akan kembali naik,” jelas Apri, saat melakukan kunjungan silahturahmi bersama Mahasiswa Kabupaten Bintan, di Yogyakarta Minggu (15/10).

Apri tak menampik secara global pertumbuhan ekonomi saat ini dinilai sangat lambat.

Di Provinsi Kepri, lanjutnya pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 1,5 persen, namun khusus pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bintan berkisar 5,3 persen.

Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang kecil ini, tentunya membuat peluang sektor lapangan kerja juga menjadi kecil.

“Secara global pertumbuhan ekonomi sangat lambat. Efek pertumbuhan ekonomi yang lambat membuat sektor lapangan kerja menjadi susah,” ungkapnya.

Untuk itu, dengan kehadiran KEK Galang Batang, ini diharapkan nantinya akan membuka sedikitnya peluang kerja sekitar 10 ribu tenaga kerja. Tentunya hal ini menjadi langkah yang positif bagi Pemkab Bintan, guna membantu masyarakat di sektor lapangan kerja.

Apri juga berpesan kepada seluruh Mahasiswa, agar kiranya sesudah selesai proses belajar hendaknya dapat ikut membaktikan diri kembali ke daerah Kabupaten Bintan, demi menunjang kemajuan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan bersama. (cr20)