Rabu, 6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13252

Normalisasi Drainase Belum Atasi Masalah Banjir di Batuaji

0
ilustrasi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Upaya normalisasi saluran drainase utama di jalan R Suprapto Batuaji belum berjalan maksimal. Pasalnya gorong-gorong yang menjadi jalur penyebrangan drainse dari wilayah Batuaji ke Sagulung belum tersentuh perbaikan. Imbasnya aliran air pembuangan dari wilayah Batuaji tidak berjalan mulus hingga ke hulu sebab tersangkut di lokasi gorong-gorong yang tersumbat itu.

Kondisi seperti itu juga terlihat di lokasi drainase simpang masuk komplek Pasar Aviari, kelurahan Buliang yang sedang dinormalisasikan oleh petugas gabungan dari Dinas Bina Marga dan petugas kebersihan Kecamatan Sagulung selama tiga hari belakangan ini. Meskipun saluran drainase utama dengan lebar mencapai enam meter tersebut sudah dibersihkan dari tumpukan sampah dan tanah, namun air yang mengalir melalui drainase utama itu belum lancar.

Itu karena gorong-gorong menuju kaveling baru Sagulung yang berada di simpang tersebut belum dibersihkan. Sampah plastik dan botol minuman kaleng dalam jumlah yang sangat banyak masih menyumbat aliran ke dalam gorong-gorong jalan tersebut.

Pemandangan yang sama juga terlihat di gorong-gorong depan pasar Melayu, Batuaji. Setiap kali hujan gorong-gorong dan drainase di sepanjang jalan tersebut pasti akan digenangi banjir. Itu karena gorong-gorong belum tersentuh perbaikan ataupun normalisasi. Padahal drainase di sekitarnya sudah dibersihkan oleh petugas gabungan sebelumnya.

Warga berharap agar proyek normalisasi drainase yang sedang berjalan segera menuntaskan persoalan tersebut agar masalah banjir yang selalu merepotkan warga selama ini diatasi secara baik.

“Karena percuma juga kalau drainase saja yang dikorek, tapi gorong-gorongnya nggak. Air mau ngalir kemana?. Satu-satunya jalur air hanya melalui gorong-gorong ini,” ujar Suparman, warga perumahan Mukakuning Indah II, Batuaji.

Camat Batuaji Fridkalter saat dikonfirmasi mengakui persoalan itu. Saat ini petugas gabungan memang masih gencar membersihkan sejumlah lokasi drainase utama yang tersumbat dari tumpukan sampah dan tanah, namun demikian upaya normalisasi gorong-gorong belum bisa dilakukan.

“Bukan tak dikerjakan, tapi bertahap. Saat ini masih fokus drainasenya dulu. Alat berat terbatas makanya ini dilakukan bertahap,” kata Fridkalter.

Saat ini normalisasi drainase sambung Fridkalter, sedang fokus di dua titik lokasi rawan banjir yakni di Simpang Tobing, samping perumahan Mukakuning Paradise serta simpang Aviari atau Taman Makam Pahlawan Bulang Gebang, Batuaji.

“Memang sia-sia juga kalau drainase saja yang dikeruk tapi gorong-gorongnya tak dibersihkan. Tapi mau gimana lagi, alat kita terbatas jadi memang harus bertahap untuk menyelesaikan semua proyek normalisasi drainase ini,” ujarnya.

Fridkalter juga berharap jika nanti gorong-gorong tersebut sudah dibersihkan, agar saluran drainase di wilayah Sagulung yang menjadi jalur pembuangan ke hilir sungai juga dibersihkan. Sebab jika tidak maka, upaya normalisasi yang dilakukan di wilayah kecamatan Batuaji juga akan sia-sia.

“Yang penting di wilayah Sagulung. Semua pembuangan dari sini menuju ke sana. Jadi kalau disana tak dikerjakan maka sia-sia juga yang kami kerjakan di sini (wilayah Batuaji),” ujar Fridkalter. (eja)

Kades Tandatangani Pakta Integritas

0
Sejumlah Kades melakukan penandatanganan pakta integritas untuk mengatasi penyalahgunaan anggaran. Sebagai pencegahan KPK juga melakukan sosialisasi peraturan dan mendampingi para Kades yang membutuhkan pendampingan. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Kades-kades yang ada di kabupaten kepulauan Anambas diminta untuk menandatangani pakta integritas di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung Balai Pertemuan masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa Minggu (23/7). Penandatanganan pakta integritas ini merupakan bentuk komitmen pemberantasan sekaligus pencegahan tindak pidana korupsi.

Pada saat penandatanganan pakta integritas tersebut tampak sejumlah Kades gemetar ketika memegang pena sebelum menandatangani pakta integritas tersebut. Namun mereka tetap melakukan penandatanganan tersebut. Bahkan ada sedikitnya 14 dari 52 kepala desa tidak hadir dan memilih diwakili oleh Sekertaris Desa. Namun penandatanganan ini tidak bisa diwakili sehingga kades yang belum datang diminta untuk datang langsung di kantor Inspektorat untuk menandatangani langsung.

Deputi Pencegahan Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agung Kusnandar, menegaskan agar kepala desa yang ada jangan sampai melakukan korupsi. Menurutnya sampai saat ini sudah ada sekitar 300 lebih kasus berasal dari desa sehingga dirinya mengingatkan kepada seluruh kepala desa yang ada di Anambas untuk menjalankan roda pemerintahan yang sesuai dengan aturan.

“Kepala desa jangan semaunya saja menggunakan uang negara, jangan sampai korupsi terjadi di Anambas. Semua yang dikeluarkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Diakuinya dari beberapa kasus yang terjadi ada sebagian kepala desa melakukan korupsi. Oleh karena itu ia meminta kepada kepala desa untuk mempelajari dengan baik peraturan perundang-undangan yang ada mulai dari UU tentang desa dan sebagainya supaya bisa memegang pakta integritas yang telah ditandatangani.

Pembangunan di desa kata Agung, juga harus transparan dari mulai perencanaan awal pembangunan hingga pembangunan selesai. Jika perlu pemerintah desa harus memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah desa (RPJMDes) supaya pembangunan lima tahun ke depan menjadi lebih terarah.

Dirinya juga mengingatkan kepada kepala desa agar keuangan desa lebih sehat. Artinya antara belanja dengan langsung dengan tidak langsung itu normal. “Jangan sampai prosentase gaji lebih besar daripada untuk pembangunan,” ungkapnya.

Dirinya menegaskan dalam kunjungannya kali ini selain menyaksikan penandatanganan pakta integritas, juga membagikan peraturan perundang-undangan dan panduan yang harus dilaksanakan di pemerintahan desa supaya KPK bisa melihat langsung keuangan dipemerintahan desa. Peraturan tersebut diberikan dalam bentuk CD. CD itu juga berisi sistem yang sudah dibuat oleh BPKP yang harus dipakai.

“Nanti harus dipakai, jangan sampai ke luar dari jalur itu, jika tak bisa nanti bisa didampingi,” ungkapnya lagi.

Sementara itu Bupati kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan untuk melakukan pencegahan korupsi ini di Anambas dibentuk lima pokja. Diantaranya yakni pokja pengelolaan APBD yang diketuai oleh Badan keuangan Daerah (BKD), Pokja Barang dan jasa yang diketuai oleh Asisten Ekonomi Pembangunan, Pokja Optimalisasi Pendapatan yang diketuai oleh kepala Badan keuangan Daerah, Pokja Perizinan yang diketuai oleh bidang Pelayanan terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pokja Pengawasan dan Pengendalian yang diketuai oleh Inspektur.

“Setiap tiga bulan sekali KPK akan mengontrol sistem. Jadi jangan main-main dengan penandatanganan pakta integritas ini. Ini bukan hanya sekedar tandatangan saja tapi untuk pencegahan korupsi,” ungkap Haris. (sya)

Kecamatan Kundur Barat Seleksi Anggota Paskibra

0
Seleksi paskibra Kundur Barat di Halaman Kantor Camat Kundur. Foto: Imam/Batam Pos.

batampos.co.id – Camat Kundur Barat Anjitrisno menyebutkan, pihaknya bersama tim seleksi dari anggota Polsek Kundur Utara/Barat, dan anggota Koramil 03 TBK Kundur, telah menyeleksi pelajar SMA,SMK untuk mengisi pasukan pengibar bendera (paskibra) pada upacara peringatan HUT ke-72 RI. Seleksi dipusatkan di halaman kantor Camat Kundur Barat diikuti puluhan pelajar SMA, SMK dan MA Kecamatan Kundur Barat.

“Seleksi segaja dilakukan lebih awal agar mereka yang terpilih nantinya dapat mengikuti program latihan yang lebih lama. Kita inginnya paskibra yang terseleksi benar-benar memiliki kemampuan dan kesehatan yang mumpuni. Sehingga kondisi mereka benar-benar siap melaksanakan tugas pada puncak peringatan HUT RI 17 Agustus mendatang,” kata Anjitrisno, Sabtu (22/7) lalu.

Sementara Bhabinkamtibmas Sawan Aiptu Ari Suandi salah seorang pelatih paskibra Kundur Barat mengatakan, seleksi terbuka untuk seluruh pelajar SMA, SMK dan MA di lingkungan Kecamatan Kundur Barat. Seleksi dimulai Jumat (21/7) diikuti puluhan pelajar dan sudah terseleksi sebanyak 17 orang. Nantinya mereka akan mengikuti latihan baris berbaris, latihan fisik, mental dan pengetahuan umum.

Dikatakan sudah terseleksi sebanyak 17 orang cadangan 2 orang nantinya mereka akan mengikuti latihan yang rencananya dimulai hari Senin 24/7. Sementara porsi latihan sore hari setelah mereka pulang dari sekolah kita harapkan kondisi kesehatan mereka benar-benar prima sehingga dapat melaksanakan tugas pada upacara HUT RI. Mereka akan dilatih bersama Babinsa Pelda TNI AD Yuherman anggota Koramil 03 TBK Kundur. (ims)

Pemko Batam Bangun Sekolah Baru di Tiban Mentarau

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam Muslim Bidin mengatakan sekolah yang dimungkinkan untuk dibangun dalam waktu dekat adalah pembangunan gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) di bilangan Tiban Mentarau, Sekupang.

Ia menyampaikan dasar hal ini karena selain lahan untuk sekolah sudah tersedia, jumlah anak yang belum tertampung juga banyak di sekitar lingkungan yang bakal dibangun sekolah tersebut.

“Dalam membangun sekolah kita lihat yang paling besar siswa yang tak tertampung. Yang masih tak tertampung 10 sampai 20 tak mungkin kita bangun kan, kalau di Tiban sudah di atas 100 orang,” kata Muslim, kemarin.

Menurutnya, jumlah siswa yang tak tertampung di wilayah tertentu dengan kuatitas 10 hingga 20 orang masih bisa diatasi dengan pemanfaatan ruang yang ada.

“Kalau sebanyak ini masih bisa lah,” ucapnya.

Namun demikian, ia mengatakan rencana ini masih menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Karena ada beberapa hal yang terbilang butuh pertimbangan yang matang.

“Kalau dibuka kita masih pikirkan bagaiamana kebutuhan gurunya, bayar gajinya lalu operasional sekolah dari kertas, spidol dan lain-lain. Karena ini (bangun sekolah) perlu budget khusus,” ujarnya.

Sebelumnya, Muslim mengungkapkan untuk mengatasi daya tampung di Batam sedikitnya perlu dibangun enam sekolah per tahun, dengan rincian tiga bangunan Sekolah Dasar (SD) dan tiga gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan ia berencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini akan mencoba mengajukan enam bangunan sekolah yang dimaksud.

“Tiga SDN dan Tiga SMPN, kita akan coba usulkan di APBD-P nanti,” ujar mantan Kepala Sekolah SMKN 1 Batam ini, beberapa waktu lalu.

Untuk membagun satu sekolah baru, membutuhkan biaya hingga Rp 5 miliar, gedung sekolah akan dibangun dalam tiga lantai. (cr13)

Harga Sebungkus Rokok Rp 50 Ribu, Setuju?!

0
ilustrasi

batampos.co.id – Naikkan harga rokok, itulah seruan pakar kesehatan.

Harga rokok per bungkus rata-rata Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu saat ini masih sangat murah.

Angka ideal sesuai hitungan yang terukur, sebaiknya harga rokok per bungkus harus Rp 50 ribu.

Angka ini merupakan hasil kajian para akademisi di bidang kesehatan untuk menekan jumlah perokok pemula. Harga Rp 50 ribu dianggap efektif untuk membuat perokok pemula berpikir dua kali untuk membeli rokok. Banyak pula masyarakat miskin yang selama ini mengeluarkan uang untuk membeli rokok agar berhenti.

“Harga rokok Rp 50 ribu perlu digalakkan terus. Saya kira kita memulai dengan Rp 50 ribu itu aspirasi publik berdasarkan survei. Kami tanya, harga berapa sih orang akan berhenti merokok, jawabannya segitu,” kata Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Hasbullah Thabrany kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

Harga Rp 50 ribu pun, tidak akan langsung berdampak positif untuk menekan angka perokok pemula. Pengaruhnya baru akan terasa pada 20 tahun kemudian,

“Rp 50 ribu, memang orang akan mulai berhenti merokok namun efeknya masih akan 20 tahun lagi. Masyarakat akan mengurangi konsumsi rokoknya. Namun di situ dibutuhkan ketegasan politik dari pemerintah. Saya juga lihat RUU pertembakauan malah ramai lagi,” katanya.

Hasbullah menambahkan pemerintah harus memperhatikan bahwa pemerintah punya peluang menaikkan harga rokok cukai rokok, namun hal itu tidak dilakukan. Padahal, kata dia, potensi cukai rokok besar.

“Cukai rokok bahkan lebih besar dari tax amnesty. Lebih besar dan negara lagi butuh duit,” tukasnya.

Salah satu kampanye bahaya merokok dilakukan pemerintah dengan memasang gambar seram pada bungkus rokok. Hasbullah menilai hal itu kurang efektif menekan jumlah perokok.

“Gambar seram di bungkus rokok kurang. Rokok yang dijual di Nepal dengan volume lebih kecil ada 90 persen dengan bungkus rokok begitu. Kita cuma 40 persen, kenapa takut,” jelasnya.

Dia juga menyesalkan banyaknya warung dan toko kelontong yang mengizinkan jual beli rokok dalam jumlah ketengan atau satuan.

“Diketeng (ecer, red) itu membuat anak semakin terjerumus bisa membeli dengan mudah dan murah,” tandasnya.

Bagaimana menurut Anda?  (ika/JPC)

Jaksa Dituntut Harus Profesional

0
Kajari Tanjungbalai Karimun foto bersama jajarannya usai upacara Peringatan HUT ke 57 Adhyaksa. Foto: Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kejari Tanjungbalai Karimun melaksanakan upacara peringatan HUT ke 57 Adhyaksa, Sabtu (23/7). Pada peringatan tahun ini, jaksa diminta untuk selalu profesional dalam menjalankan tugas-tugas sebagai aparat penegak hukum.

”Sehingga jaksa bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan selalu profesional dalam bertugas, citra kejaksaan akan selalu dipandang baik oleh masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema peringatan HUT Adhyaksa tahun ini, yakni satu tujuan, satu sikap dan satu hati untuk negeri. Tema yang tentunya sudah dapat dipahami para jaksa apa makna yang terkandung di dalamnya,” ujar Kepala Kejari Tanjungbalai Karimun, Slamet Sentosa.

Jaksa sendiri, lanjut Slamet, dituntut mengutamakan kejujuran serta menjunjung tinggi kebenaran. Selain itu, sebagai jaksa harus dapat menghindarkan diri dari perbuatan yang tercela sebagai insan yang terpuji, terpercaya dan bermartabat.

Jaksa juga dituntut siap dan mampu mengatasi segala tantangan dan hambatan. Hal ini demi terlaksananya penegakan hukum yang baik dan benar. Sehingga, dapat memenuhi ekspektasi dan harapan rakyat.

Selain itu, jaksa juga diminta untuk mengamankan semua program pembangunan yang harus tetap terjaga kelanjutannya. Hal ini harus dilakukan tanpa pamrih, tapi harus cermat dan penuh semangat. Sebagai aparat kejaksaan diminta untuk selalu memupuk dan mengembangkan semangat persatuan dan kesatuan. Sehingga, solidaritas dan kebersamaan dalam ikatan koprs Adhyaksa akan semakin kokoh. (san)

BNN Dalami Pemasok Sabu Januar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional mendalami pemasok sabu, Januar selaku distributor sabu asal Batam, yang diamankan BNN pada Selasa (18/7). Pria yang mengakui ke Ketua RT sebagai tukang ojek ini, ternyata sudah cukup lama jadi target operasi (TO) BNN.

“Dia memasok barang ke beberapa daerah,” ujar Kabid Humas BNN Sulistyandryatmoko, saat dihubungi Batam Pos, Minggu (23/7).

Ia mengatakan masih mendalami, terkait bagaimana cara Januar mendapatkan sabu itu dari Malaysia. Apa transaksi dengan bandar di perairan internasional atau diantarkan langsung ke rumah kontrakan Januar yang terletak di Kavling Pancur Baru Blok C/15, RT 03 / RW 09, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sei Beduk, Batam.

“Hal ini masih kami dalami, sindikat yang memasok,” ujarnya.

Dari penyelidikan BNN sementara, Januar mendapatkan sabu dalam jumlah banyak. Lalu ia membagi sabu itu menjadi beberapa bagian, lalu menyuruh kurir untuk mengantarkan sabu itu ke daerah tujuan melalui bandara.

“Sabunya dimasukan ke dalam plastik, lalu dimasukan lagi ke dalam sepatu dan dipakai oleh tersangka (para kurir yang diamankan BNN di Jakarta, Palembang, Bali dan Jambi,red),” ujar Sulis.

Cara ini cukup ampuh mengelabui petugas di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Para kurir lepas dari pengawasan petugas bandara yang memiliki landasan terpanjang tersebut. “Diedarkan lewat bandara,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Badan Narkotika Nasional berhasil menangkap Januar dan mengamankan barang bukti sabu sebanyak 10 kg yang disembunyikan di dalam mesin cuci.

Penangkapan Januar ini, bermula dari berbagai tangkapan BNN dan Beacukai dibeberapa daerah.  Dari penangkapan ini, BNN melakukan penelusuran, untuk mengetahui barang haram tersebut didapat dari mana oleh para kurir.

“Dia (Ynr) ini dapat barang dari Malaysia, lalu diedarkan ke daerah-daerah itu,” ujar Sulis, Sabtu (22/7) lalu. (ska)

Wabub Temui DPR Soal Pembagian Migas

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti Hadiri Pertemuan dengan DPD RI, untuk menyampaikan Aspirasi peningkatan nilai Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah penghasil migas.

Tak hanya wakil Bupati Natuna saja, pertemuan tersebut, juga bersama beberapa Kepala Daerah yang tergabung dalam Aliansi Daerah Penghasil Migas (ADPM) di Ruang Delegasi Kantor DPD RI, Jakarta, Kamis (20/07) kemarin, dalam agenda menyampaikan aspirasi terhadap minimnya nilai Dana Bagi Hasil (DBH) bagi daerah penghasil selama ini.

Dikatakan Ngesti, menurut Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, belum proporsionalnya DBH bagi daerah penghasil merupakan gambaran yang sangat ironi, karena hal ini menjadikan sulit untuk mengejar ketertinggalan kualitas pembangunan.

Dikatakan Ngesti, masalah keterbukaan informasi terhadap realisasi dan angka bagi hasil harus segera diperbaiki. Mengingat pelaksanan rapat bersama kementerian keuangan dengan daerah penghasil untuk memaparkan rincian pengelolaan sumberdaya migas daerah sudah tidak diselenggarakan lagi sejak tahun 2014 lalu.

“Daerah penghasil migas masih curhat di DPD RI. Memang sangat ironis, Natuna sebagai daerah penghasil migas masih tidak mendapatkan transparan,” ujar Ngesti kemarin.

Pada pertemuan kemarin kata Ngesti, Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba, yang konsen membidangi masalah migas. DPD RI sudah mengadakan audiensi dan akan segera berkoordinasi dengan DPR RI untuk mendorong agar RUU migas segera menjadi UU.

Ada harapan agar ke depan mampu menjadi payung hukum bagi perbaikan tata kelola migas, jaminan investasi, dan memberikan dampak positif bagi keberlangsungan migas.

“Komite II DPD RI sedang menyiapkan RUU energi baru terbarukan yang akan segera disampaikan ke DPR dalam waktu dekat,” ujar Ngesti.(arn)

Lokasi Pemotongan Kapal Wanderlust Dijaga Ketat

0
Kapal penyelundup sabu satu ton saat diamankan di Dermaga Bea dan Cukai, Tanjunguncang, Batuaji, Sabtu (16/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan dari kepolisian Polda Metro Jaya dan Polda Kepri mengawasi secara ketat proses pemotongan kapal Wanderlust yang memuat satu ton sabu dari China ke Indonesia di salah satu perusahaan galangan kapal di Sagulung.

Pantauan di lapangan, perusahaan galangan lokasi kapal tersebut dipotong tidak mengizinkan siapapun masuk selain pekerja dan petugas kepolisian. Polisi bersenjata lengkap terlihat siaga di seluruh kawasan perusahaan. Gerbang masuk perusahaan juga diawasi secara ketat.

Informasi yang diperoleh di lapangan, proses pemotongan kapal tersebut belum dilaksanakan, sebab saat ini pihak perusahaan masih melakukan pembersihan bahan bakar yang ada ditanki minyak kapal. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tak diinginkan saat pemotongan berlangsung.

“Masih tahap pembersihan tanki minyak. Biar nggak meledak atau terbakar saat pemotongan nanti,” kata salah satu sumber.

Pemotongan kapal sendiri baru bisa dilaksanakan jika seluruh bahan-bahan yang bisa menyebabkan kebakaran atau ledakan sudah dipastikan bersih dari atas badan kapal.

“Besok (hari ini) mungkin sudah bisa mulai pemotongan. Karena tanki-tanki minyak sudah dibersihkan sejak kemarin (Sabtu, 22/7).

Pemotongan badan kapal tersebut tepaksa dilakukan polisi karena menduga masih ada narkoba lain yang tersembunyi di dalam badan kapal dengan panjang mencapai 27 meter dan lebar sekitar enam meter itu. Sebelumnya tim gabungan tersebut sudah melakukan pengeledahan terhadap seluruh isi kapal tersebut di dermaga Bea dan Cukai tipe B Batam di Tanjunguncang, namun hasil penggeledahan secara kasat mata memang tidak dijumpai narkoba lain diatas kapal tersebut.

Kapal berbendera Sieraleon tersebut ditangkap tim gabungan dari Lamtamal, BC dan Polisi di perairan Tanjung Berakit, Bintan, Sabtu (15/7) lalu. Penangkapan kapal tersebut merupakan hasil pengembangan Polisi atas tangkapan empat jaringan narkoba asal Taiwan yang menyelundupkan satu ton sabu oleh kepolisian Polda Metro Jaya dan Polres Depok di Anyer, Kamis (13/7) lalu.

Kepala Devisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Maber Polri Irjen PolSetyo Wastito saat menggelar konfrensi pers bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Irawan dan Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian di pelabuhan Bea dan Cukai tipe B Batam di Tanjunguncang, Batuaji, Senin (17/7) sore mengatakan, kapal tersebut masuk ke Indonesia melalui perairan selat Sunda yang cukup sepih.

Narkoba yang dimuat oleh kapal tersebut merupakan narkona jenis sabu yang berasal dari China. Delapan tersangka yang membawa narkoba tersebut merupakan warga negara Taiwan, namun mereka hanya sebagai tranposter. Sementara pemilik sabu dan kapal tersebut berasal dari China dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Setelah lolos membawa masuk narkoba ke Indonesia, para tersangka menurunkan narkoba di belakang pulau Sangiang (salah satu pulau kecil di selat Sunda). “Di situ mereka mulai melansirkan narkoba yang dibawa menggunakan perahu karet ke Anyer,” terang Setyo.

Usai melansir narkoab, kapal tersebut kembali bergerak pulang melalui jalur ramai di periaran Kepri. Kapal tersebut nyaris lolos sebab saat ditangkap sudah akan keluar dari wilayah periaran Indonesia. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mendalami kasus penyelundupan narkoba terbesar di Indonesia itu. (eja)

Mengenal Sosok Januar, Pemilik Sabu 10 Kilogram

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pasca penangkapan, rumah kontrakan Januar pemilik sabu 10 kilo yang ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Rabu (19/7) lalu, tampak lengang. Pasalnya, rumah kontrakan bercat ungu di Kaveling Pancur Biru, Blok c/15, Kelurahan Duriankang, Seibeduk dihuni Januar seorang diri.

Pantauan Batam Pos, rumah yang ditempati Januar selama kurang lebih tiga bulan itu terlihat sepi. Pintu dan teralis rumah terkunci. Menurut warga sekitar, sejak Januar ditangkap, rumah tersebut sudah kosong dan tidak ada yang menempati.

“Tak ada orang yang tinggal lagi,” ujar Ita, tetangga Januar, Minggu (23/7).

Menurut Ita, Januar dikenal pribadi yang ramah namun kurang bergaul kesesama tetangganya. Hanya saja, setiap berpapasan, Januar tidak segan menyapa tetangganya maupun anak-anak yang bermain di depan rumahnya.

Pintu rumah Januar pun selalu tertutup, meski ia sedang berada di rumah. Mereka pun mengaku jarang bertamu. Apalagi masuk ke dalam rumah tersebut. “Hanya ada satu dua kawannya yang datang,” kata Ita.

Wargapun mengaku tak pernah menaruh curiga bahwa Januar adalah pengedar sabu. Ketua RT/Rw 03/09, Bambang Purwadi
menyampaikan hal serupa. Januar dikenal dengan sosok yang ramah namun kurang bergaul seperti tetangga lain pada umumnya. Meski begitu ia dan warga lain tak pernah mencurigai Januar sebagai pengedar sabu.

“Tak ada yang aneh sih. Cuman menurut tetangga sekitar sana memang dia jarang buka pintu rumah seperti warga lainnya, itu saja,” kata Bambang.

Januar tinggal di Kaveling Pancur Baru sekitar awal puasa lalu. Menurut pengakuan Bambang, saat pertama kali menghuni rumah tersebut, Januar sempat melapor. Namun tidak dilengkapi dengan identitas seperti warga pada umumnya.

“Iya dia memperkenalkan diri dengan nama Ijal. Dia mengaku belum sempat memberikan identitas diri karena lupa bawa KTP,” jelas Bambang.

Sementara itu, penangkapan Januar alias Ijal sempat membuat warga sekitar kaget. Pasalnya, tukang laundry langganan Januar, Yoyon sempat dicurigai BNN sebagai pengedar sabu. Padahal, ia hanya tukang laundry langganan Januar saja.

Dia mengaku dibuntuti seharian oleh beberapa orang yang ternyata petugas BNN. “Saat itu saya pinjam motor Januar untuk ke Bank Riau. Ternyata mereka mencurigai saya sebagai pengedar sabu juga,” cerita Yoyon.

Setelah dari Bank Riau, lanjut Yoyon, ia langsung menuju rumah Januar untuk mengembalikan motor Beat hitam yang ia pinjam tersebut. “Saya ngobrol cukup lama dengan Januar. Kami tidak berbincang di dalam rumah tapi melalui jendela,” katanya.

Ketika hendak pergi, Januar memanggilnya kembali untuk menitipkan cuciannya lagi. “Saya bilang simpan aja dulu karena mau ambil cucian dari pelanggan yang lain,” jelasnya.

Belum sempat melangkahkan kaki beberapa meter, Yoyon langsung disergap petugas. “Diam di sini. Jangan kemana-mana!” ia menirukan kata-kata petugas saat itu. Penggebrekan itu terjadi pukul 15.30 WIB. Kejadian itu langsung menjadi tontonan warga sekitar.

Yoyon dan Januar langsung diinterogasi oleh pihak BNN yang sudah lama mengintai mereka. “Saya ditanya kenal si Januar dimana? mereka juga memeriksa isi pesan (SMS) dan tas saya,” ucapnya.

Yoyon menceritakan, saat penggebrekan petugas menyisir rumah kontrakan Januar. Januar yang tertangkap basah hanya menuduk dan mematuhi apa yang diperintahkan oleh petugas BNN.

“Dia (Januar) ditanya kenal dari mana dengan si ini? Dapat dari mana? Waktu itu saya tak tahu kasus apa ini. Yang saya tahu ada bungkusan platik isi seperti tepung warna putih di mesin cuci,” ungkapnya.

Selang beberapa jam diinterogasi Yoyon akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti membantu Januar mengedarkan sabu. “Sampai saat ini, cuciannya itu belum dibayar. Saya ikhlaskan saja,” kata Yoyon terkekeh.

Ia menceritakan, meski sudah lama kenal, Yoyon mengaku tak pernah tahu latar belakang Januar. “Saya tahu dia asalnya dari Aceh dan bekerja sebagai tukang ojek di Mukakuning. Selebihnya saya tak tahu dan tak pernah tanya juga,” sebut Yoyon.

Sementara itu, pihak BNN menemukan 10 kilo sabu di rumah kontrakan Januar. Tujuh paket sabu ditemukan di dalam bagian belakang mesin cuci. Sisanya ditemukan di rak tv terbungkus di dalam tas. Ketua RT Bambang Purwadi yang menyaksikan penangkapan ini juga diminta BNN untuk menjadi saksi atas temuan barang haram tersebut di kontrakan Januar. (cr19)