Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 13279

Papan Informasi

0

Warga Sagulung memadati kantor Camat Sagulung untuk mengurus dokumen, seperti KTP, KK dan kartu kuning, Senin (12/6).

Pihak kecamatan Sagulung secara terbuka dan tranparan untuk warga dalam informasi, seperti KTP dan KK yang sudah siap ditempel di papan informasi supaya warga lebih mudah mencari informasi bila KTP dan KK nya sudah siap dicetak.

Teks / Foto:  Dalil Harahap/Batam Pos

Gesa Penyelesaian LPP APBD 2016

0
Jumaga Nadeak. F.Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengharapkan kinerja pemprov dipercepat dalam menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban Penggunaan (LPP) APBD) 2016.

“Kalau bisa diserahkan sebelum lebaran. Jadi kita bisa tahu Silpa (Sisa lebih Pembiayaan Anggaran) nya,” ucap Jumaga, Selasa (13/6) kemarin.

Penyegeraan LPP APBD, sambung dia, diharapkan turut mempercepat pembahasan APBD Perubahan 2017. “Karena kemarin Pemprov janji bulan Juli APBD-P sudah diketok (disahkan, red),” tegas Jumaga.

Percepatan pembahasan ini, bertujuan agar APBD tak kembali disahkan terlambat. Sebagaimana yang terjadi pada tahun sebelumnya. Yang akhirnya berdampak pada pembangunan dan pengalokasian APBD.

Menanggapi hal ini, terpisah, Kepala Bappeda Naharuddin berjanji untuk segera menindaklanjuti pembahasan LPP APBDP ini. Sebab, pihaknya juga akan menganggarkan belanja tambahan. “Tambahan pada belanja sertifikasi guru yang belum dimasukkan dalam belanja, misalnya,” kata Nahar.

Untuk postur APBD-P sendiri, diperkirakan akan mengalami penurunan. Sebab, hasil Silpa diperkirakan menurun. Namun demikian, sektor penerimaan lain masih diharapkan dapat meningkat khususnya disektor-sektor penerimaan baru.

Sementara itu, politisi PKS, Suryani menuturkan adanya pembahasan akan dilanjutkan pada Senin (19/6) medatang. “Jadi sebelum lebaran asih ada satu pembahasan lagi,” tutur wanita berhijab ini. (aya)

Baru Tiga LBH Terverifikasi

0

batampos.co.id – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) akan menjadi mitra utama Pemerintah Provinsi Kepri dalam melaksankan Perda Bantuan Hukum kepada warga secara cuma-cuma. Sayangnya, tingginya kebutuhan bantuan hukum itu tidak lantas sejalan dengan jumlah LBH yang ada.

Jika sekadar LBH, itu banyak. Tapi yang terverifikasi sangat terbatas. “Dari informasi biro hukum, memang baru ada tiga yang telah terverifikasi,” tutur legislatif yang masuk dalam pansus pembahasan Perda Bantuan Hukum, Abdulrachman, kemarin.

Keberadaan LBH terverifikasi memang menjadi sebuah keperluan mengingat LBH yang akan menjadi mitra kerja pemerintah dalam menerapkan perda ini. Namun, sebagaimana yang diatur, bahwasanya LBH yang akan bermitra dengan Pemprov Kepri adalah LBH yang sudah melakoni verifikasi. Hal ini agar tidak terjadi maldamnistrasi

Ketika diketahui hanya ada tiga LBH terverifikasi, bagi Abdulrachman itu adalah jumlah yang timpang.

“Namun di 2018 mendatang, akan ada proses verifikasi LBH oleh Pemerintah Pusat. Kami harap itu menjadi solusi mengatasi kekurangan ini,” ujarnya.

Karena diakuinya, LBH yang tersebar di seluruh Kepri dirasa cukup. Hanya saja, jumlah LBH terverifikasi yang masih minim.

“Harapan kami banyak LBH yang terverifikasi nantinya. Sehingga akan semakin banyak mitra pemprov dalam menjalankan perda ini,” pungkas dia. (aya)

Empat Kapal Perintis Disiagakan

0
Kepala PT Pelni Cabang Tanjungpinang dan Kepala KSOP Kelas II Kijang sedang mengecek kapal yang disiagakan untuk mudik lebaran di Pelabuhan SBP, bbeberapa waktu lalu. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – PT Pelayaran Indonesia (Pelni) Tanjungpinang telah menyiagakan empat armada kapal perintis sebagai transportasi angkutan lebaran bagi warga Tanjungpinang dan Bintan. Keempat kapal itu akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Sri Bayintan, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.

“Dari hasil rapat bersama instansi terkait baik vertikal dan horizontal. Ada empat armada kapal yang disiagakan untuk melayani mudik lebaran bagi warga Tanjungpinang dan Bintan,” ujar Kepala PT Pelni Tanjungpinang, Rudy Pentury, kemarin

Empat kapal yang disiagakan tersebut, kata Rudy yaitu Kapal Motor (KM) Umsini yang melayani trayek Pulang Pergi (PP) dari Kijang-Tanjung Periok-Surabaya-Makasar-Maumere-Larantuka-Loweleba dan Kupang. Kemudian KM Bukit Raya dengan trayek PP dari Kijang-Letung-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan dan Pontianak.

Berikutnya, KM Dorolonda yang melayani trayek PP dari Kijang-Tanjung Periok-Surabaya-Makasar-Bau Bau-Namela-Ambon-Ternate dan Bitung. Terakhir, KM Sabuk Nusantara 39 dengan trayek PP dari Kijang-Tambelan-Serasan-Subi-Ranai-Pulau Laut-Sedanau-Pulau Tiga-Midai-Tarempa dan Kuala Maras.

“Kapal yang disiagakan ini memiliki kapasitas daya angkut 2.000-2.200 orang. Jadi dipastikan tidak ada penumpang yang terlantar apalagi tidak kebagian tiket. Semuanya dijamin aman dan lancar,” bebernya.

Kepala Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kijang, Sanggam Marihot Simamora mengatakan pelayanan keberangkatan dengan empat kapal perintis tersebut dijamin berjalan aman, nyaman dan lancar. Sebab pihaknya sudah melakukan pengecekkan, pemeriksaan serta pengetesan terhadap kapal tersebut.

“Empat kapal penumpang milik PT Pelni yang disiagakan mengangkut mudik lebaran kami pastikan layak belayar. Karena kami sudah cek, periksa dan tes kesemua kapal itu,” katanya.

Sesuai Surat Edaran Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Nomor UM.008/41/7/DJPL-2017, kata Sanggam kegiatan penyelenggaraan angkutan lebaran dimulai dari 10 Juni-11 Juli 2017.

Menindaklanjutinya, KSOP Kelas II Kijang melakukan pemeriksaan mulai dari kondisi kapal, alat keselamatan penumpang, fasilitas terminal sampai menggelar rapat bersama semua pihak. Bahkan KSOP juga mendirikan Pokso Keamanan serta mengerahkan 40 personilnya untuk berjaga.

“Bedasarkan aturan kelegalan maupun kelayakan belayarnya (marine spector). Semuanya harus teruji dan terjamin baik mesin, peralatan navigasi, alat keselamatan dan keamanannya,” ungkapnya. (ary)

Investasi Rp 40 Triliun Terganjal Izin

0
Presiden Direktur PT SUN Resort, Suny Sukardi (kanan) berbincang dengan Bupati Bintan, Apri Sujadi usai buka puasa bersama di Kawasan Pariwisata Terpadu, PT SUN Resort, Wacopek, Batu Licin, kemarin. F.Harry/Batam Pos.

batampos.co.id – Presiden Direktur PT SUN Resort, Sunny Sukardi mengaku tahun 2010 pihaknya telah mengajukan izin pengembangan sektor pariwisata ke Pemkab Bintan dan Pemrov Kepri. Namun sayang, hingga kini izin tersebut belum keluar.

“Saya ingin kembangkan sektor pariwisata di sana (Batu Licin, red) dengan nilai investasi Rp 40 triliun. Tapi sudah 7 tahun belum keluar (izin, red) juga. Baik masalah lahan maupun yang lainnya,” ungkap Sunny usai berbuka puasa bersama dengan jajaran Pemkab Bintan dan Pemprov Kepri, Senin (12/6) malam.

Dikatakan Sunny, dirinya telah mengembangkan bisnis serta menjalin kerjasama seluruh investor yang ada di Beijing, Cina selama 35 tahun. Dengan bekal itu ia pulang ke Indonesia untuk membangun kembali kampung halamannya yang rusak akibat aktivitas tambang bauksit.

“Saya ingin merubah Batu Licin menjadi kawasan terindah, terlengkap , tersehat, dan tertata di seluruh Indonesia bahkan Dunia,” ujarnya.

Untuk merealisasikan keinginannya itu, Sukardi melakukan Memeorandum of Understanding (MoU) dengan 2 ribu investor yang dikenalnya di negeri tirai bambu itu. Para investor itupun memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada dia dengan menanam saham sebesar Rp 40 triliun.

“Para investor itu sudah menanyakan komitmennya ke saya. Untuk itu saya minta pemerintah mendukung dengan segera mengeluarkan izin tersebut,” pintanya.

Sunny berharap, Pemerintah Pusat ikut berpartisipasi dan mendukung kelancaran pilot project terbesar di dunia ini.

“Ratusan warga tempatan akan kita pekerjakan. Supaya mereka juga bisa menikmati adanya resort, villa, mall, universitas, dan rumah sakit disini. Bahkan pengeluaran kami untuk menggaji mereka Rp 1 miliar perbulan,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Bintan, Apri Sujadi mengaku belum bisa mengeluarkan izin pengembangan Kawasan Pariwisata Terbesar di dunia itu. Sebab Rencana Tata Ruang Wilayahnya (RTRW) di Batu Licin yang diusulkannya itu baru dibahas bersama Pemprov Kepri akhir 2016 lalu.

“Memang banyak kendala yang dihadapi PT SUN Resort dalam pengembangan kawasan ini. Tapi dengan disahkan RTRW oleh Pemprov Kepri akhir tahun lalu. Kami yakin pelaksanaannya bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Apri mengaku dengan disahkannya RTRW, pengembangan kawasan pariwisata PT SUN Resort akan menjadi cantolan baginya. Sehingga dia berjanji akan segera memproses administrasi serta perizinannya di tahun ini.

Apri berharap, dengan dipercepatnya proses izin pembangunan pariwisata kepada PT SUN Resort mampu menambah dan menumbuhkan perekonomian masyarakat dan dapat merekrut tenaga tempatan sebanyak-banyaknya.

“Kami akan mendorong agar pilot project ini bisa segera terealisasi. Tapi semuanya itu harus sesuai rencana dan aturan yang kita miliki,” pungkasnya. (ary)

Cabuli Pacar, Juanda Dihukum Tujuh Tahun Penjara

0

batampos.co.id – Juanda, 22, terdakwa kasus pencabulan terhadap pacarnya yang masih di bawah umur sebut saja Bunga, 16, tertunduk lesu saat mendengar majelis hakim menjatuhi hukuman selama tujuh tahun penjara , dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Selasa (13/6).

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Corpioner didampingi hakim anggota Johnson Sirait dan Iriaty Khairul Ummah, menyatakan terdakwa terbukti bersalah, melakukan tipu muslihat serta sengaja melakukan serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan sebagaimana melanggar pasal 81 ayat 2 undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP.

“Untuk itu selain menghukum badan terdakwa. Kami majelis hakim juga memberikan sanksi denda Rp 100 juta subsider lima bulan kurungan,” ujar Hakim.

Sebelum menjatuhkan hukuman, terang hakim, pihaknya juga mempertimbangkan beberapa hal di antaranya hal yang memberatkan dan hal yang meringankan. Hal memberatkan perbuatan terdakwa merusak masa depan korban dan perbuatan terdakwa tidak dimaafkan keluarga korban.

“Sedangkan hal meringankan, terdakwa mengaku menyesal atas perbuatannya dan berlaku sopan selama mengikuti persidangan,” kata Hakim.

Putusan yang dijatuhi majelis hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra. Terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya mendengar putusan yang dijatuhi majelis hakim menyatakan menerima dan tidak akan mengajukan banding.

“Saya terima vonis yang dijatuhi tersebut yang Mulia,” ujar terdakwa.

Seperti diketahui sebelumnya, dalam dakwaan JPU disebutkan perbuatan cabul dilakukan terdakwa terhadap korban yang merupakan pacarnya sebanyak tiga kali dalam rentang waktu tiga bulan dari Januari hingga April 2017.

Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa di Wisma Hanaria dan di kawasan pantai di Pulau Dompak. Modus yang digunakan terdakwa yakni mengajak korban jalan-jalan. Namun, selanjutnya malah menyetubuhi korban dan mengajak menginap di wisma.(ias)

Pemkab Investasi Rumah Tahfiz Alquran

0
Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, saat menandatangani prasasti Rumah Tahfiz, kemarin malam. F. Humas Pemkab Bintan untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Menuju masyarakat yang madani, Pemkab Bintan akan berinvestasi membangun rumah-rumah tahfiz Quran di semua kecamatan di Kabupaten Bintan. Ini diungkapkan Bupati Bintan Apri Sujadi saat melaunching Rumah Tahfiz Al Quran di Bintan Utara di malam Nuzulul Quran 17 Ramadan 1438 H.

“Kita terus bergerak maju untuk menciptakan generasi Qori/Qoriah anak-anak kelahiran Kabupaten Bintan,” ujarnya.

Pada penandatanganan prasasti Rumah Tahfiz tersebut, Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam menjelaskan khusus di Kecamatan Bintan Timur, jumlah peserta Rumah Tahfiz berjumlah 150 orang.

“Kita akan wujudkan rumah tahfiz serupa di semua kecamatan. Mohon doa dan dukungan dari masyarakat Bintan,” ujarnya.

Sementara itu, ustaz Muhammad Ihsan atau akrab disapa ustaz Cepot berhasil memukau jamaah yang hadir dalam tausyiahnya di peringatan Malam Nuzul Quran.
Hadir di kesempatan itu, Kapolres Bintan AKBP Guntur Sunoto , Anggota DPRD Prov Kepri Susi Susilawati , Plt Sekda Kabupaten Bintan Drs. Adi Prihantara , seluruh Camat dan Kepala OPD Kabupaten Bintan , Jajaran DPRD Kabupaten Bintan , Jajaran FKPD Kabupaten Bintan serta tokoh masyarakat sekitar. (cr21)

Bukan hanya Dokter dan Insinyur yang Bahagia di Dunia

0

batampos.co.id – Kepala Sekolah SD Mutiara Persada Suwarna mengirim “surat cinta” kepada wali murid saat pengumuman hasil ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) belum lama ini.

Surat cinta yang ditulis Suwarna itu kemudian memviral sepekan terakhir.

Suwarna menyatakan baru punya inisiatif menulis surat cinta menjelang pengumuman hasil USBN pada 9 Juni lalu. Sebagian besar materinya menyadur pesan surat yang banyak beredar di dunia maya.

Nah, momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Satu per satu wali murid yang telah berkumpul di sekolah menunggu pengumuman hasil UASBN diberi surat cinta tersebut.

Kendati begitu, Suwarna tidak meminta mereka membuka langsung surat tersebut. Suwarna terlebih dahulu menyampaikan wejangan. Sekaligus membuka pandangan wali murid mengenai terpuruknya hasil ujian nasional tahun ini, baik di level SD, SMP, maupun SMA.

”Nilai ujian bukan segala-galanya. Mereka sudah berusaha walau hasilnya jelek. Jangan dimarahi. Kasihan mereka!” ucap Suwarna menirukan wejangan yang disampaikannya sebelum 69 wali murid membuka surat cinta. Tak pelak, seluruh wali murid yang hadir terharu. Mereka menangis dengan memeluk anaknya masing-masing.

Kala itu, Suwarna juga memotivasi wali murid dengan sedikit cerita tentang kesuksesan beberapa orang yang kurang berprestasi selama duduk di bangku sekolah. Tidak sedikit di antara mereka yang meraih kesuksesan. Walaupun, prestasi mereka kurang mentereng saat bersekolah.

Suwarna merasa perlu mengajak para wali murid berkontemplasi. Keprihatinannya itu kian meledak saat membaca serentetan pemberitaan siswa nekat melakukan aksi bunuh diri gara-gara hasil unas.

Yang juga dia tidak pernah lupa adalah pengalaman pribadinya beberapa tahun lalu. Ketika itu, salah seorang anak Suwarna menun­jukkan hasil nilai ujiannya. Tanpa sadar, mimik Suwarna memperlihatkan kekecewaan. Walaupun hasil nilai ujian sang anak sebenarnya memuaskan. Nilainya 36.

”Bapak, mbok ya tolong hasil usaha anak dihargai,” tutur Suwarna menirukan ucapan salah seorang anaknya itu saat ditemui di ruang kerjanya di SD Mutiara Persada, Jalan Sumberan Baru, Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, kemarin (13/6).

Pria yang juga menjadi kepala sekolah di SD 2 Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, itu baru menyadari bahwa konsep pengajaran dan pendidikan sesungguhnya tidak berpatokan kepada hasil nilai ujian. Mengingat, potensi siswa tidak bisa disamakan. Hanya berdasar coretan angka di selembar kertas. (zakki/c4/ami)

King Cobra 5 Meter Ditemukan di Rumah Warga

0
Warga Kampung Tanjung Kapur, RT 04/RW 05, kelurahan kawal, Kecamatan Gunung Kijang, bekerjasama menangkap ular king cobra yang menyelinp masuk ke pemukiman rumah warga. f, Choky Nainggolan/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah warga Kampung Tanjung Kapur, RT 04/RW 05, kelurahan kawal, Kecamatan Gunung Kijang, digegerkan dengan penemuan

seekor ular King Cobra dengan panjang lima meter yang menyelinap masuk di rumah milik salah satu warga, yakni Nimus, Selasa (13/6) sekitar pukul 08.00 WIB.

Informasi yang diterima penemuan ular ini pertama kali diketahui oleh pemilik rumah saat hendak pergi berangkat kerja.

“Ular ini tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan ditemukan membelit di tiang rumah milik Nimus,” ujar Ketua RT 04 RW05, Kelurahan Kawal, Irwan, dilokasi penemuan ular, Selasa (13/6).

Ia mengatakan ular yang ditemukan tersebut memiliki ciri kulit Berwarna coklat terang, dengan postur tubuh yang cukup panjang dan besar.

“Warga sempat panik dan ketakutan melihat ular ini. Sebab loncatan ular itu sangat berbahaya, bisa sampai 15 meter terbang ke arah mangsanya,” ucapnya.

Irwan menuturkan melihat keganasan ular yang terus berusaha ingin memangsa warga tersebut, akhirnya dirinya bersama dengan warga lainnya berupaya melumpuhkan ular itu dengan menggunakan kayu.

“Kami tak mau ambil resiko. Warga langsung kompak mematikan ular itu, lalu menguburkannya. Bukannya apa-apa disini itu banyak anak-kecil. Mau tak mau harus kita bunuh demi menjaga keamanan anak-anak kecil disini,” terang Irwan.

Ia menjelaskan penemuan ular cobra ini, tentunya bukan yang pertama kalinya terjadi. Menurutnya kejadian yang sama pernah terjadi pada tahun lalu, warga juga pernah menangkap satu ekor ular king cobra dengan ukuran panjang empat meter.

“Yang ditangkap ini mungkin pasangannya. Karena baru tahun lalu kami juga pernah tangkap ular yang sama, tapi besarnya berbeda,” ungkapnya.

Irwan juga mengakui lokasi Kawal yang identik dengan wilayah hutan yang luas tersebut memang sering didatangi ular. Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada semua warga untuk lebih menggiatkan kegiatan bersih-bersih dan gotong royong bersama, agar dapat mencegah adanya ular yang masuk ke wilayah pemukiman warga.

“Saya sudah minta untuk semua warga disini agar bisa berpatisipasi untuk bersama-sama membersihkan tempat-tempat yang dianggap rawan dan kotor. Mudah-mudahan ini bisa memberikan hasil supaya tidak ada lagi ular King Cobra yang masuk kesini,” imbuhnya (cr20)

Ada 30 Ribu TKI di Johor Bahru

0

batampos.co.id – Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Haris Nugroho mengatakan saat ini tercatat ada 30 ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Jumlah tersebut merupakan TKI yang masuk melalui jalur resmi. Ia berharap tidak ada lagi TKI yang masuk melalui jalur ilegal.

“Berdasarkan data yang ada di KJRI Johor Bahru, ada sekitar 30 ribu TKI. Jumlah tersebut di luar TKI yang masuk secara ilegal,” ujar Haris Nugroho menjawab pertanyaan media di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (13/6).

Ditanya berapa jumlah TKI yang akan dipulangkan mendekati lebaran ini. Mengenai hal itu, Haris mengatakan secara keseluruhan untuk setiap pekan adalah sekitar 500 TKI bermasalah yang dipulangkan. Maksud kedatangannya ke Tanjungpinang, Kepri adalah untuk melihat kendala di lapangan.

“TKI Bermasalah yang dipulangkan itu melalui empat KJRI yang ada di Malaysia. Seperti Johor, Kucing, dan Penang,” papar Haris.

Dijelaskannya, khusus mendekati lebaran ini, dua pekan sebelum lebaran 1438 H, tidak ada aktivitas pemulangan TKI bermasalah. Masih kata Haris, mereka yang dipulangkan adalah para TKI yang sudah selesai menjalani masa hukuman dari Pemerintah Malaysia.

“Memang rata-rata adalah pelanggaran keimigrasian yang banyak. di Selter KJRI Johor saat ini ada 26 TKI Bermasalah yang kita tampung. Tahun lalu tercatat ada sekitar 18 ribu TKI B yang dipulangkan,” paparnya lagi.

Ditambahkannya, di Tanjungpinang ada tempat penampungan. Ia berharap pelayanan pemulangan TKI Bermasalah ke daerah asal berjalan dengan baik. Selain itu lokasi penampungan harus layak bagi kesehatan para TKI.

“Kita sudah dapat laporan di Kepri penampungan TKI dipisahkan antara perempuan dengan lelaki. Dua lokasi ini tentunya yang akan kita lihat secara langsung dilapangan,” tutup Haris.(jpg)