batampos.co.id – Kevin cemburu, Kevin tega habisi Elfi Aprilia, kekasihnya.
Ya, Elfi tewas di tangan Kevin.
Penyebabnya sepele, Kevin panas lantaran memergoki Elfi berboncengan dengan pria lain.
Tak lama kemudian, Kevin menymbangi kediaman Elfi di Jalan Basmol Raya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (15/2) lalu. Sesampainya di sana, pelaku lantas menghabisi korban.
“Pelaku cemburu, sehingga mendatangi korban dan langsung beraksi, pelaku melihat korban berboncengan dengan laki-laki lain yang menurut dia pacar gelapnya. Korban dibunuh di kontrakannya,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Roycke H Langie di Mapolres Jakarta Barat, Senin (27/2).
Usai membunuh korban, pelaku langsung melarikan diri ke rumah rekannya di wilayah Kota Sorong, Papua.
“Berdasarkan hasil penyelidikan jajaran Polres bersama Polsek Kembangan sehingga tanggal 20 ditangkap di Sorong, di sana ada temannya, satu grup motor,” jelasnya.
Kini Kevin mendekam di balik jeruji untuk mempertanggung jawabkan perbutannya dan diancam dengan Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan hukuman di atas lima tahun penjara.(prs/rmol/mam/JPG)
batampos.co.id – Gedung kantor camat Kundur beralamat di Jalan Ahmad Yani Tanjungbatu Kota, kondisinya memprihatinkan. Plafon ruangan yang terbuat dari triplek, sudah lapuk, bahkan atapnya mulai bocor. Kantor berlantaikan ubin itu, dibangun sejak tahun 1980-an. Ironisnya, hingga kini belum pernah tersentuh renovasi. Padahal, sudah berulang kali diusulkan.
Camat Kundur Saipol membenarkan kondisi kantornya yang segera dilakukan rehab total. Hal itu melihat kondisi gedung terutama plafon yang sudah lapuk. Lantai ubin dan atap asbes pun sudah termakan usia. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Kabupaten Karimun memprioritaskan rehab total gedung kantor camat Kundur.
“Iya pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun ini saya sudah usulkan untuk rehab total kantor camat Kundur. Tujuanya agar tersedianya sarana dan prasarana kantor untuk pelayanan masyarakat yang memadai. Sampai sekarang gedung kantor camat lantainya masih ubin belum keramik karena marupakan bangunan lama,” terang Saipol, Senin (27/2) kemarin.
Informasi yang dihimpun, jika rehab kantor camat Kundur sudah diusulkan sejak mantan camat Sukari tahun 2013 lalu. Sayangnya sampai sekarang gedung kantor camat Kundur merupakan kantor induk belum juga diperbaiki. Kondisi sejumlah ruangan hanya disekat menggunakan triplek, bahkan lantai kantor camat Kundur masih memakai ubin. Kantor camat Kundur yang terdiri dari ruang rapat, ruang kantor camat, ruang kantor sekretaris camat, ruang pelayanan umum, ruangan staf dan ruangan jaga Satpol PP. (ims)
batampos.co.id – Pemerintah pusat berhasil mengatasi ratusan kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia di perairan Natuna Anambas. Namun hal tersebut belum menyelesaikan masalah bagi nelayan lokal.
Dengan ditangkap dan ditenggelamkannya kapal-kapal nelayan asing tersebut, justru muncul masalah baru. Kini banyak kapal dalam negeri dari daerah lain masuk ke Anambas. Masalah ini yang membuat nelayan Anambas merasa dirugikan karena kapal dari daerah lain itu dilengkapi dengan alat tangkap yang lebih canggih. Sehingga nelayan lokal tidak akan mampu menyaingi daya tangkap kapal-kapal tersebut.
Karena tidak mampu membendung emosi mereka. Akhirnya mereka menangkap sendiri dengan cara mereka sendiri. Seperti yang terjadi pada Minggu (26/2) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Satu kapal pukat mayang berbendera Indonesia ditangkap oleh kelompok nelayan yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) di desa Ladan kecamatan Palmatak.
KM. Deli Asahan dengan bobot 68 Gross Ton (GT) ini hasil tangkapan masyarakat tersebut sempat akan dibakar saat sandari di pelabuhan Ladan, tapi tidak jadi. Kini diamankan Lanal Tarempa berikut 2 ton ikan tongkol hasil tangkapan.
Abdul Hayan Kepala Desa Ladan mengatakan, kapal pukat mayang yang diamankan ini, diketahui masyarakat nelayan ketika melakukan aktivitas melaut Minggu (26/2) kemarin. Beberapa masyarakat nelayan pun, sebelumnya ada yang mengeluhkan sulitnya mendapat ikan sejak beberapa hari terakhir. “Warga mengeluh, belakangan ini susah untuk mendapat ikan,” ujarnya Senin (27/2).
Aktivitas kapal pukat mayang di dalam pulau, pun diakuinya belum pernah terjadi di desa yang dipimpinnya. Meski demikian, sejumlah spot-spot ikan diakuinya melimpah di sekitar Ladan, seperti Penjalin Manda Riau dan daerah di sekitarnya.
“Untuk di wilayah Ladan ini belum pernah sama sekali. Namun yang jelas, masyarakat terancam kalau kapal pukat mayang beraktivitas di Anambas,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini Sekertaris Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kepulauan Anambas Yusmadi, membenarkan bahwasanya ini merupakan masalah baru yakni datangnya nelayan asal daerah lain di Indonesia. Menurutnya hadirnya kapal dari daerah lain ini juga sudah diatur oleh pemerintah pusat. Mereka memiliki izin, zona tangkap berikut alat tangkapnya juga sudah diatur. “Tinggal pengawasannya saja untuk mengatasi hal ini,” ungkap usmadi.
Diakuinya untuk ranah pengawasan tersebut saat ini juga tidak ada di daerah tapi adanya di provinsi. “Pengawasan saat ini sudah menjadi wewenang Provinsi. Daerah tidak memiliki kewenangan lagi. Sementara itu di Anambas sendiri belum ada perwakilan dari Provinsi,” jelasnya.
Dirinya berharap, mengenai pengawasan ditingkatkan baik itu dari Provinsi maupun dari instansi lain. (sya)
Tohpati di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/2). (Dedi Yondra/JawaPos.com)
batampos.co.id – Tohpati, gitaris andal, saat ini tengah menggarap musik untuk album terbaru penyanyi asal Malaysia, Sheila Majid.
“Kegiatan saya di industri musik sekarang, sedang mastering untuk album Sheila Majid,” kata Tohpati kepada JawaPos.com saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Pria 45 tahun itu membeberkan bahwa album anyar dari Sheila Majid ini bakal berisi sekitar sepuluh lagu. Delapan lagu di antaranya dikerjakan oleh Tohpati. Bahkan dia menyebut, empat lagu di sana adalah hasil karyanya.
Menurut Tohpati, album Sheila Majid bakal dirilis dalam waktu dekat. Album ini sempat tertunda karena berbagai hambatan.
“Lumayan lama (pengerjaan) karena milih lagunya,” imbuhnya.
Selain menggarap album Sheila Majid, Tohpati juga disibukkan persiapan jelan peluncuran album terbarunya yang diberi nama Tohpati Bertiga.
Album tersebut merupakan hasil proyek Tohpati bersama Indro Hardjodikoro dan Aditya Wibowo alias Bowie.
Rencananya album itu dirilis saat tampil Java Jazz Festival 2017 yang bakal diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 3, 4, dan 5 Maret mendatang. (ded/JPG)
Mobil Honda Mobilio putih BP 1091 TP nyungsep ke dalam Waduk Gesek di Kecamatan Toapaya Bintan, Senin (27/2). F.Satlantas Polres Bintan
batampos.co.id – Sebuah mobil Honda Mobilio putih BP 1091 TP nyungsep ke dalam Waduk Gesek di kilometer 21, Kecamatan Toapaya Bintan, Senin (27/2) pagi.
Akibatnya, Karja, 47, sopir mobil itu harus dilarikan ke Puskesmas Kawal untuk mendapatkan perawatan, karena mengalami luka akibat benturan benda keras dan di bagian depan mobil juga ringsek.
Ditemui di lokasi kejadian, Kasatlantas Polres Bintan AKP Krisna Ramadhani mengatakan kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 06.00 WIB yang disebabkan kelalaian korban yang mengemudi dalam kondisi mengantuk, yang mengakibatkan mobilnya lepas kendali dan masuk ke dalam waduk.
“Korban datang dari arah Tanjungpinang menuju Kawal. Karena mengantuk, mobil yang dibawanya oleng dan langsung nyebur ke waduk,” katanya.
Krisna menuturkan saat mobil jatuh ke dalam waduk, korban sempat terjebak di dalam mobil. Namun beruntung ada warga yang lewat dan langsung menolongnya keluar dari dalam mobil.
“Beruntung ada warga yang melihat dan langsung cepat menolong. Sehingga korban bisa cepat ditolong,” ungkapnya.
Saat ini kata Krisna, mobil korban sudah dievakuasi menggunakan mobil crane dan diamankan di Pos Lantas Kawal.
“Kondisi mobil rusak parah dengan bagian depannya ringsek berat. Mobil itu sudah kami amankan,” pungksnya. (cr20)
batampos.co.id – Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Ikhsanul Humala Pane Harahap mengatakan, jika tempat penampungan bagi warga Negawa Asing (WNA) terutama Anak Buah kapal (ABK) dari kapal asing yang tertangkap belum memadai.
Selama ini pihak imigrasi hanya memanfaatkan ruangan aula milik Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang berada di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan untuk WNA itu istirahat. Terkadang jumlahnya melebihi kapasitas yang tersedia.
Oleh sebab itu, Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Ikhsanul Humala Pane Harahap, meminta kepada pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Ham dapat menganggarkan pembangunan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).
“Lahan untuk pembangunan Rudenim telah disediakan dan persoalan anggaran pelaksanaan pembangunan untuk Rudenim yang belum tersedia. Kita sangat membutuhkan itu,” ungkap Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa, Ikhsanul, kemarin.
Menurutnya, Rumah detensi imigrasi (Rudenim) adalah unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar Undang-undang Imigrasi.
Tambahnya, kenapa rudenim perlu dibangun karena adanya peningkatan tentang lalu lintas orang asing, baik yang keluar maupun yang masuk ke Indonesia, sehingga berpotensi timbulnya permasalahan keimigrasian terhadap kedatangan dan keberadaan orang asing di Indonesia yang memerlukan upaya penindakan bagi orang asing yang melanggar ketentuan yang berlaku.
“Ruang yang digunakan saat ini tidak cukup menampung para ABK kapal asing dan terkadang mereka yang diamankan jumlahnya melebihi kapasitas ruang yang ada,” jelasnya.
Karena tidak tertampung, diakuinya ABK asing tersebut seringkali dijumpai berbaur dengan masyarakat disebabkan bangunan milik PSDKP yang terletak tidak jauh dari pumukiman penduduk.
“Tidak sedikit warga mengeluhkan keberadaan WNA yang diamankan, tapi kita belum bisa berbuat banyak sebab sarana dan prasarana yang kita miliki sangat terbatas,” ujarnya.
Keberadaan mereka yang membaur dengan masyarakat ada yang suka namun ada juga yang tidak suka karena tingkah laku dan kebiasaan mereka yang berbeda dengan masyarakat Anambas. Mereka sering mencari makan dengan berburu apa saja. Kadang mereka berburu biawak untuk makan bersama. Bahkan terkadang juga memakan daging anjing. (sya)
batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id yang mencintai kesehatan, ketahuilah ada berbagai makanan yang dapat menormalkan detak jantung.
Dilansir Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Selasa (28/2), berikut adalah daftar makanan familiar yang menyehatkan jantung.
Yoghurt
Yoghurt mampu menormalkan detak jantung karena mengandung banyak vitamin B12. Makanan yang kaya vitamin ini membantu sel-sel saraf berkembang yang pada akhirnya memperkuat sistem saraf untuk menangani stres.
Pisang
Pisang mengandung kalium dalam jumlah tinggi. Kalium adalah elektrolit yang penting untuk komunikasi antara otak dan jantung. Pisang adalah makanan yang mengatur detak jantung.
Bawang Putih
Bawang putih menjadi salah satu bumbu yang sehat karena mengandung allicin. Kandungan ini menghentikan kerusakan akibat radikal bebas di hati dan menghilangkan kolesterol jahat.
Kacang-kacangan
Makanan yang satu ini dipenuhi dengan lemak jenuh tunggal yang sehat dan melindungi jantung dari serangan mendadak serta tetap melumasinya dengan baik.
Tahu
Tahu kaya akan kalsium dan sangat bermanfaat untuk menenangkan detak jantung. Makanan ini juga baik untuk jantung sehat karena tidak mengandung kolesterol jahat.
Lemak Ikan
Semua lemak ikan terutama salmon mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 baik untuk jantung sehat karena mengandung kolesterol baik.
Oatmeal
Makanan ini menyingkirkan kolesterol berbahaya dari arteri. Oatmeal juga kaya asam lemak omega-3 yang menjaga detak jantung tetap stabil. (cr1/JPG)
Terdakwa Korupsi Raja Tjelak (tengah) usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (27/2). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Mantan Sekda Anambas, Raja Tjelak Nur Jalal berusaha menarik dan menepis kamera wartawan Batam Pos, saat keluar dari pintu usai menjalani sidang dengan agenda tuntutan atas perkara korupsi pengadaan mess Pemda dan asrama mahasiswa asal Anambas di Tanjungpinang, di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (27/2).
Pantauan di lapangan, sebelum keluar dari ruang sidang. Usai menjalani persidangan, terdakwa sempat berbicara dengan keluarganya. Wajahnya terlihat pucat dan nampak emosi. Terdakwa yang saat itu mengenakan baju kemeja warna orange, tiba-tiba langsung mengejar dan berusaha menarik kamera wartawan Batam Pos yang saat itu ingin mengambil gambar dirinya. Selain itu, kerabatnya juga berusaha menghalangi sejumlah wartawan lain yang mencoba mengabadikan foto terdakwa saat itu.
“Mana sini foto, sini foto,” ujar Radja Tjelak dengan nada emosi sambil menyodorkan mukanya dan mencoba meraih kamera fotografer yang mengabadikannya.
Sementara saat sidang, terdakwa terlihat gelisah dan pucat pasi saat mendengarkan tuntutan yang dibacakan JPU dari Kejati Kepri, Zulfahmi dan Roesli, yang menuntutnya agar dihukum selama empat tahun dan enam bulan penjara.
Karena melanggar pasal 3 Junto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan undang-undang 20 tahun 2001 tentang pidana korupsi junto pasal 55 KUHP.
“Terdakwa telah bersama-sama menyebabkan atau merugikan negara dengan menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Untuk itu selain meminta agar terdakwa dihukum penjara. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan,” ujar JPU.
Dalam sidang yang berlangsung selama dua jam itu, JPU menyebutkan terdakwa turut dibebankan untuk membayar uang pengganti atas kerugian negara senilai Rp 1,49 miliar. Yang mana jika terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut maka harta bendanya akan disita untuk negara.
“Namun, jika setelah disita harta bendanya tidak cukup untuk membayar uang kerugian negara. Maka hukumannya akan ditambah dua tahun dan tiga bulan penjara,”terang JPU.
Sementara itu Zulfahmi yang merupakan mantan Kadispenda Anambas, yang saat pengadaan mess Pemda dan asrama mahasiswa asal Anambas di Tanjungpinang, sebagai sekretaris panitia, juga dituntut empat tahun dan enam bulan penjara.
JPU menyatakan dia terbukti bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan menyalahgunakan kewenangan dan sarana yang ada padanya untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain hingga menyebabkan kerugian negara.
“Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan,” ujar JPU.
Atas tuntutan tersebut, baik terdakwa Radja Tjelak dan Zulafhmi, yang didampingi penasehat hukumnya masing-masing, menyatakan akan mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis yang akan dibacakan dalam sidang selanjutnya.
Setelah mendengar tuntutan yang dibacakan JPU dan tanggapan terdakwa atas tuntutan tersebut. Majelis hakim yang diketuai oleh Elyta Ras Ginting, didampingi dua hakim anggota Iriaty Khairul Ummah dan Suherman, menunda sidang selama satu minggu kedepan untuk mendengarkan pledoi yang akan dibacakan terdakwa.(ias)
batampos.co.id – Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan, hingga saat ini sejumlah objek retribusi di daerah belum dikelola Pemerintah. Padahal potensinya sudah jelas menyumbang pendapatan asli daerah (PAD).
Tahun 2016 lalu kata Yusripandi, DPRD sudah membahas dan menyetujui revisi peraturan daerah (Perda) retribusi daerah. Dalam pembahasan tersebut diharapkan yang berpotensi mendatangkan PAD bisa terkelola maksimal. Diantaranya retribusi parkir dan retribusi sandar kapal.
“Kami menilai retribusi parkir ini potensinya sudah jelas. Perda retribusi parkir ini sudah disahkan dalam Perda, dan menurut informasinya sudah dikeluarkan dalam Peraturan Bupati (Perbub),” sebut Yusripandi, Senin (27/2).
Menurut Yusripandi, retribusi parkir dan sandar kapal hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui target dan sistem pengelolaan yang akan diterapkan.
“Dalam Perda retibusi daerah ada sejumlah SKPD teknis yang terlibat. Misalnya saja retribusi rumah potong, sampai sekarang tidak jelas kemana retribusinya,” ujar Yusripandi.
Anggota Komisi III DPRD Natuna Hendry FN mengatakan Perda retribusi daerah saat ini masih menunggu implementasinya oleh SKPD terkait. Tidak hanya retribusi parkir dan sandar kapal. Namun retribusi lain seperti rumah makan, perhotelan, sarang walet dan lainnya.
Diakui Hendry, DPRD sebelumnya sudah melakukan kaji serap di wilayah Jawa Barat terkait pengelolaan retribusi daerah dan mengajak bersama Pemerintah Daerah. Namun hingga saat ini tidak pernah diterapkan dalam pengelolaan retribusi daerah, seperti parkir.
Menurut Hendri, khususnya retribusi perhotelan. Saat ini juga tidak terkelola maksimal. Pencataan di hotel atau penginapan masih menggunakan sistem manual. Dan tidak mudah mendapatkan data akurat dari omset disalah satu hotel.
“Pengelolaan retribusi restoran atau rumah makan juga begitu. Pengelola jarang mencatat omsetnya. Jadi sulit berapa mendata berapa penerimaan retribusi,” ujar HEndry.
Kepala Bidang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pengelolaan Keuangan dan PAD Pemkab Natuna Wan Andriko mengatakan, saat ini masih dilakukan inventarisir objek pajak daerah termasuk retribusi daerah. Khusus retibusi parkir, akan berkoordinasi dinas Perhubungan.
“Dinas Perhubungan yang akan menentukan titik parkir,” sebutnya.
Retribusi parkir ini diakuinya, selama ini belum terkelola. Namun direncanakan akan diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga, perusahaan yang bergerak dibidang jasa parkir.
“Tapi sekarang baru satu perusahaan tercatat, Pemerintah Daerah akan melalui proses lelang menunjuk. Pengelolaannya, 30 persen pendapatan parkir masuk kas daerah,” ujar Andriko.(arn)
batampos.co.id – Pangkostrad Letjen TNI, Edi Rahmayadi tinjau persiapan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang rencananya akan dilaksanakan di Natuna bulan Maret ini, Senin (27/2).
Menggunakan pesawat Primer one A9208 TNI AD, Pangkostrad didampingi Danjen Kopassus, Mayjen TNI, Madsuni, Danrem 033/WP, Brigjen TNI, M Fachry, staf ahli Kostrad, Kolonel inf Josia Mamuko dan sejumlah pejabat TNI AD. Kedatangan Pangkostrad ini disambut Wakil Bupati, Ngesti Yuni Suprapti, ketua DPRD, Yusripandi.
“Latihan PPRC ini akan laksanakan pada bulan Maret di Natuna ini,” kata Pangkostrad.
Panglima mengatakan, Natuna merupakan salah satu wilayah NKRI yang berada paling depan yang berbatas langsung dengan negara luar, sehingga keamanannya perlu diperketat.
“PPRC ini adalah salah satu kegiatan melatih ketangkasan dan kesiapan pasukan jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk bertempur dalam membela NKRI,” ujarnya.
Dalam latihan nanti kata Pangkostrad, akan melibatkan satu Brigade khusus yang terdiri dari unsur AD, AL dan AU. Pangkostrad juga akan menerjunkan alutista yang di miliki TNI.
Dalam latihan PPRC nanti, terdiri dari berbagai skenario tempur, simulasi dalam perang yang sesungguhnya.
“Persiapan sendiri sudah selesai, tinggal menunggu waktunya saja. Hal ini Kostrad sudah siap laksanakan PPRC,'” tutup Pangkostrad. (arn)