Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 13618

Pembangunan SMA 18 dan 19 Batam Tersendat sebab….

0
Bakal SMAN 20.
foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen penuh untuk merampungkan pembangunan SMA Negeri 18 dan 19 di Kota Batam.

Lewat Tahun Anggaran (TA) 2017 ini, kedua Unit Sekolah Baru (USB) tersebut akan dikebut dengan dukungan dana APBN dan APBD Kepri.

“Persoalan, kenapa SMA 18 dan 19 belum rampung, memang tertundanya penganggaran untuk pembangunan sekolah tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir menjawab pertanyaan Batam Pos, Kamis (23/2).

Disebutkannya, sebagai bentuk komitmen untuk penyelesaikan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut, pihaknya sedang melakukan penandatangan perjanjian untuk pembangunan SMA Negeri 18 dan 19 Batam.

Masih kata Arifin, dari APBN baik SMA 18 maupun 19 mendapatkan dukungan sebesar Rp 1,8 miliar. Sedangkan dari APBD sudah dianggarkan sebesar Rp 1,5 miliar.

“Artinya secara keseluruhan mendapatkan anggaran sebesar Rp 6,6 miliar. Mudah-mudahan pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Sore ini (kemarin, red) kami akan melakukan penandatanganan perjanjian dengan Kemendikbud di Bandung,” papar Arifin.

Mantan Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kepri itu, menjelaskan kondisi pendidikan di Kota Batam. Diungkapkannya, ada empat sekolah di Batam yang belum memiliki bangunan. Artinya proses belajar mengajar masih menumpang di sekolah terdekat.

Adapun sekolah-sekolah tersebut adalah SMA Negeri 18, 19, 21, 22 yang berada di Pulau Pecung, Kecamatan Belakang Padang.

Menurut Arifin, pihaknya sudah mengupayakan penyelesai pembanguan keempat sekolah tersebut dibantu APBN. Akan tetapi hanya SMA 18 dan 19 yang diakomodir.

Sebenarnya kata Arifin, SMA 21 di Batu Besar bisa mendapatkan suntikan dari APBN. Tetapi karena lahan yang belum tuntas dan konsekuensinya tidak mendapatkan dukungan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ditegaskan Arifin, komitmen Pemprov Kepri tidak tanggung-tanggung untuk membuka akses pendidikan yang refresentatif. Terkait masalah lahan SMA Negeri 21, Disdik Kepri sudah menyurati BP Batam. Karena sudah masuk dalam Rencana Belanja (Renja) Disdik Kepri 2017.

“Sebentar lagi kami akan dihadapkan pada Penerimaan Siswa Baru (PSB). Batam masih menjadi daerah yang krodit, tentu harus segera dibenahi infrastruktur-infrastruktur yang ada,” jelas Arifin.

Ditambahkannya, pembangunan yang dilakukan tahun ini adalah upaya untuk mengatasi double shift belajar mengajar. Karena target gubernur kedepan, pendidikan Kepri semuanya normal dan tidak ada yang masuk siang ataupun masih menumpang dibangunan sekolah yang lain.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan rapat khusus dengan pengawas-pengawasan pendidikan di Kepri. Karena menyangkut mutu dan kualitas dunia pendidikan Kepri kedepan,” tutup Arifin. (jpg)

Peternak Babi di Batam Tolak Pindah dari Duriangkang

0
Ditpam BP Batam konsentrasi pada penertiban peternakan babi dikawasan Hutan Lindung Duriangkang. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Peternak babi di kawasan Dam Duriangkang, menolak digusur bila tidak direlokasi pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Karena hal itu akan berdampak kepada warga yang selama ini menggantungkan hidup dari peternakan itu.

“Kami sadar salah, tapi kalau hanya diminta pindah tanpa solusi relokasi, mau makan apa anak kami,” kata Timbul Sibuea, salah seorang peternak, Kamis (23/2).

Timbul menuding, pengosongan Dam Duriangkang oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam tidak memikirkan dampak sosial dan akan menambah jumlah pengangguran.

“Kerja kami hanya beternak,” kata bapak lima anak itu.

Timbul menyampaikan, ia sudah menempati Dam Duriangkang sejak tahun 1993 lalu. Di lokasi ini ada 27 kepala keluarga yang mengantungkan hidup dengan beternak dan bercocok tanam.

“Minimal ada solusilah. Kami kan juga manusia,” sebut dia.

Suranto Sihombing, peternak lain mengaku, penggusuran yang dilakukan BP Batam ini bukan kali pertama. Diakuinya, sejak tahun 1999, ia dan peternak lainnya sudah menerima surat peringatan.

“Saya heran saja, apakah kami hanya dijadikan objek proyek saja. Ketika diminta gusur, ajukan proposal dan tak beberapa lama, beternak di sana. Seperti sengaja dipelihara,” keluhnya.

Diakui Suranto, para peternak mau saja meninggalkan area Dam Duriangkang ini, asalkan BP Batam mau membuka hati dengan menyediakan daerah relokasi yang lebih legal dan diakui pemerintah.

“Kalau cuma disuruh pindah, jelas kami tak mau,” ucapnya.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan BP Batam beberapa waktu lalu membuat sebagian besar kandang dan rumah peternak rata dengan tanah. Tak hanya itu, pohon yang ditanam mereka ikut diratakan.

“Pohon jeruk, nanas dan kelapa ikut ditebang. Kami bertahan dengan membuat pondok-pondok kecil, kalau sudah hujan basah semua. Terakhir kami dilaporkan ke Polresta Barelang,” keluh Suranto.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono mengaku, penertiban peternak babi di Dam Duriangkan akan dilaksanakan dalam minggu ini. Jika pemilik ternak tak kunjung menjual ternaknya, maka akan dimusnahkan.

“Sekitar tanggal 25 atau 27 Februari,” kata Purnomo.

Menurut dia, perhitungan ini didasarkan pada dari surat peringatan yang dikeluarkan BP Batam, pemberian surat peringatan merupakan bentuk keseriusan BP Batam agar kawasan daerarah resapan air terbesar di Batam itu bebas dari peternakan babi.

“Kami mau mereka pindah,” katanya.

Dia menegaskan jika peternak-peternak tersebut masih ngotot dan tidak mengindahkan peringatan BP Batam, pihaknya akan memusnahkan babi-babi milik para peternak tersebut.

“Banyak alternatifnya, misalnya dimasukkan di lubang atau ditembak. Kita tak punya sarana untuk memindahkan, surat peringatan itu kan supaya mereka pindahin sendiri,” katanya.

Untuk mencegah kembalinya peternakan, pihaknya selain memasang pagar keliling dam juga akan memamksimalkan potensi petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam. Agar petugas lancar melakukan pengawasan, tahun ini BP Batam akan mengadakan kendaraan operasional.

“Dua mobil dan puluhan motor trail, supaya bebas masuk ke medan yang sulit,” katanya. (rng)

Polda Kepri Serahkan Tersangka Gelper

0
Mesin gelper yang disita Mapolda Kepri, Kamis (12/1). Mesin tersebut diamankan oleh Ditkrimum Polda Kepri dari arena Gelper dikawasan Jodoh. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri menyerahkan tersangka tindak perjudian gelanggang permainan (gelper) ke kejaksaan, Selasa (21/2) lalu. Dari dua kasus terdapat 10 orang tersangka yang diserahkan.

“Baik itu kasus gelper di Sei Langkai dan Bally Zone di Harbour Bay sudah kami kirimkan berkasnya pada Selasa (23/2) lalu,” kata Direktur Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol, Eko Puji Nugroho, Kamis (23/2).

Bersama tersangka juga disertakan beberapa barang bukti. Mereka dijerat dengan pasal 303 ayat 1, 2, dan 3 KUHP. Dimana ancaman hukuman penjaranya selama 10 tahun.

Kedua tempat gelper ini diamankan pada waktu yang berbeda,
gelper tanpa nama yang berada di Sei Langkai, Sagulung diamankan pada 9 Januari lalu. Dimana dua orang, yang kini jadi tersangka kasus tersebut.

Kasus yang kedua yakni gelper Bally Zone di Harbopur Bay, disana Polda Kepri mengamankan belasan orang. Tapi hanya delapan orang yang menjadi tersangka.

Kedua kasus ini memiliki modus yang sama. Dimana dalam melaksanakan tindak perjudian, menyamarkan dengan gelanggang permainan. Tapi hal itu hanya modus saja, sebab koin atau kertas hasil kemenangan dari mesin gelper bisa ditukarkan dengan uang. (ska)

Pak Menteri Tantang Kepri Bangun Pelabuhan Canggih

0
Bambang Brodjonegoro

batampos.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengusulkan agar Kepri bisa mempunyai suatu pelabuhan internasional sekelas pelabuhan Singapura jika ingin mengimbangi dan sejajar dengan negeri tetangga itu.

Ia mengatakan, ribuan kapal menurunkan jangkar di pelabuhan Singapura ini yang menghubungkan pelabuhan ini ke lebih dari 600 pelabuhan lain di 123 negara dan tersebar di enam benua.

Pelabuhan Singapura tidak hanya menguntungkan secara ekonomis, tetapi merupakan kebutuhan ekonomi karena Singapura tidak mencukupi dalam hal sumber daya tanah dan alam.

Pelabuhan ini penting untuk mengimpor sumber daya alam dan kemudian diekspor setelah produknya telah diproses dengan beberapa cara, misalnya fabrikasi wafer atau pengilangan minyak untuk menghasilkan pendapatan.

“Kalau Kepri bisa punya pelabuhan seperti ini, maka percepatan pembangunan Kepri akan terbang dan melacu kencang,” tutup Bambang.

Bambang menginginkan inisiatif dari daerah untuk mempercepat pembangunan di daerahnya. “Kami dari pusat hanya bisa mendorong,” imbuhnya.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden SBY ini menerangkan, kepala daerah yang berhasil adalah kepala daerah yang mampu memanfaatkan APBD dari pusat dengan sebaik-baiknya.

“Saya ingin tiap daerah bisa belanja APBD yang berkualitas, efektif dan efisien,” ujarnya.

Presiden Jokowi menginginkan tiap daerah bisa mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki tiap daerahnya untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 adalah 6,1 persen,” kata Bambang.

Bila dana dari pusat dinilai belum mencukupi untuk membiayai pembangunan di daerahnya, maka daerah tersebut harus mempunyai solusi lain untuk bisa mencapai target perencanaan.

Pernyataan Bambang ini disampaikan pada rapat koordinasi teknis pembangunan dalam rangka penyelarasan kebijakan pembangunan nasional dan daerah tahun 2018 yang dilaksanakan di Hotel Harmoni One, Batam, Selasa (21/2).

Rapat ini dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di 17 provinsi se Sumatera, Jawa dan Bali. (cr16)

ATB Tertibkan Sambungan Ilegal di Kabil

0
foto: humas ATB Batam

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) memutuskan tiga sambungan pipa air ilegal di Kabil, Kamis (23/2).

Ditengarai tiga sambungan ilegal ini, mengairi ke ratusan rumah serta kios yang ada di sana. Penyambungan ini dilakukan oleh orang profesional, dimana masyarakat membayar sekitar Rp 150 -200 ribu perbulannya. Upah pemasangan, oknum tersebut mematok harga pada kisaran Rp 1 juta.

“Penyambungan ini sudah setahun belakangan ini,” kata Superintendent NRW PT ATB, Tatot Parijanto.

Di Kabil, disebutkan Tatot terdapat tiga titik sambungan besar yakni depan Puskesmas Kampung Jabi, Depan Pantai Sekilak dan kawasan Teluk Bakau, Batubesar, Nongsa.

Dari tiga titik inilah sambungan kecil ke daerah pemukiman dan kios-kios yang ada di tiga tempat tersebut.

Disebutkannya proses penyambungan sangat profesional, dimana dari pipa induk milik ATB ukuran 300 mm ke pipa PE 3/4.

“Dari pipa PE 3/4 disambung ke rumah masyarakat dan kios dengan menggunakan pipa PVC. Hanya profesional bisa melakukan ini, karena arus airnya cukup kuat. Bisa lepas, kalau asal bongkar,” ucapnya.

Untuk mengelabui petugas ATB sambungan ilegal tersebut, sengaja ditanam cukup dalam bersama jaringan PLN. Selanjutnya disalurkan melalui saluran drainase dan ditutupi dengan tumpukan sampah, pasir dan bangunan diatasnya. Meski demikian, hal tersebut tidak menyulitkan petugas ketika melakukan pemutusan. Akibat aksi pencurian air ini, tidak hanya merugikan ATB namun juga merugikan para pelanggan.

“Pencurian air dapat menyebabkan tekanan air kepada pelanggan menurun, sehingga dapat berpotensi gangguan suplai, selain itu dapat juga mempengaruhi kualitas air yang diterima oleh pelanggan,” ucapnya.

Atas tindakan oknum yang tak bertanggungjawab ini, Tatot mengatakan pihaknya akan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Hal ini untuk menimbulkan efek jera, agar tak ada lagi yang melakukan sambungan ilegal.

Warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku mereka ditawari oleh pelaku untuk bisa mendapatkan aliran air bersih tanpa harus repot-repot memenuhi berbagai persyaratannya.

Warga harus membayar uang instalasi sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta dan membayar iuran per bulan sebesar Rp 150 ribu per satu kepala keluarga.

“Sebelumnya kami menggunakan sumur, namun airnya kurang bagus. Makanya kami mau pasang dari dia,” terang perempuan yang sehari-hari membantu suaminya dengan membuka kios rokok dan minuman ini.

Namun demikian, dirinya tidak mengetahui apa yang dilakukannya tersebut merugikan ATB dan pelanggan resmi.

“Kami tahunya ada air untuk keperluan sehari-hari. Ya mau bagaimana lagi,”elaknya. (ska)

ATB Batam Fokus pada Stress area

0

batampos.co.id – Guna terus memberikan pelayanan air bersih ke pelanggan agar tetap andal, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) secara bertahap melakukan pekerjaan penguatan jaringan pipa pelanggan.

Suplai ke sebagian pelanggan ATB yang belum teraliri 24 jam dikategorikan dalam critical area dan stress area.

“Memang masih ada sebagian kecil dari pelanggan yang mendapat suplai air tidak 24 jam, hal tersebut di pengaruhi elevasi dan jalur distribusi masih dengan rezim suplai lama yang belum diganti, secara bertahap akan dilakukan perubahan rezim suplai distribusi ke pelanggan,” ujar Wahyu Widyanto, Manager Distribusi ATB Rabu (23/2/2017)

Wahyu menjelaskan, kategori stres area dan kritikal area di pengaruhi oleh elevasi atau dengan kata lainnya pelanggan berada di posisi tinggi.

Wilayah Batam yang terdiri dari perbukitan menjadikan pelanggan tersebar di daerah-daerah yang memiliki daerah perbukitan.

“Elevasi mempengaruhi suplai ke pelanggan, apalagi posisi pelanggan berada jauh dari sumber produksi air atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang di kelola ATB sehingga mempengaruhi suplai air. Air akan mengalir dari tempat  terendah terlebih dahulu selanjutnya ke wilayah yang tinggi,” ujar Wahyu

Wilayah pelanggan yang dikategorikan stres area jika suplai air ke pelanggan mengalir kurang dari 15 jam. Sementara untuk kritikal area adalah jika gangguan suplai ke pelanggan hanya pada jam tertentu saja namun intensitasnya cukup sering.

Meminimalkan dampak gangguan suplai tersebut, ATB terus melakukan beberapa pekerjaan penguatan jaringan ke pelanggan secara bertahap.

Sejumlah jalur distribusi jaringan lama pelanggan bertahap akan di lakukan perubahan, termasuk mengoptimalkan tanki reservoir untuk cadangan suplai air saat terjadi gangguan aliran air.

Secara bertahap tiap tahun ATB lakukan pekerjaan penguatan jaringan distribusi untuk menguatkan suplai sesuai dengan kebutuhan pelanggan saat ini

“Tim Project ATB terus melakukan pekerjaan penguatan jaringan pipa distribusi secara bertahap terutama untuk wilayah stres dan kritikal area yang terdampak. pekerjaan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, daerah yang merupakan stres area meski terus berkurang namun masih terdapat beberapa wilayah khususnya daerah terujung dari Instalasi pengolahan air (IPA) mulai dari Bengkong Permai, Kampung Belimbing Sei panas, Kampung Bukit dan Kampung Ponjen Kavling bahagia Blok A.

Dari data yang dikumpulkan di bagian distribusi pelanggan yang mengalami stres area sejak tahun 2015 di bulan januari sebanyak 2,283 kk pada seiring dilakukannya pekerjaan bertahap stres area menurun menjadi 200 kk sedangkan di awal tahun 2016 sudah menurun sebanyak 100 kk.

Selain berkurangnya daerah yang terganggu suplai air nya, tingkat keandalan suplai didukung oleh adanya Commisioning dari beberapa project penguatan suplai yang telah di selesaikan. Commisioning berikutnyaakan dilakukan dalam waktu dekat.

“Commisioning dalam waktu dekat akan kita jalankan, hal ini bertujuan untuk meningkatkan suplai ke pelanggan agar kritikal dan stres area jadi makin berkurang,” harap Wahyu

Selain untuk meningkatkan suplai ke pelanggan, Commisioning nantinya juga memanfaatkan fungsi dari tanki-tanki reservoir yang ada. Apabila ada pekerjaan terencana yang mengharuskan IPA berhenti berproduksi sementara waktu selama masa pemulihan pelanggan bisa di back up dengan aliran dari tanki reservoir. (rilis)

OPPO Unjuk Inovasi Terbarunya di MWC Spanyol

0
Tiga model menunjukan produk OPPO N1 dengan kamera putar pertama di dunia dalam perhelatan OPPO di MWC.

batampos.co.id – Mobile World Congress (MWC) yang diadakan di Barcelona, Spanyol selalu menjadi tolak ukur bagi vendor smartphone di dunia dalam mempertunjukkan inovasi terbarunya. Begitu pula halnya dengan OPPO, salah satu produsen perangkat premium asal Tiongkok ini beberapa kali turut serta dalam perhelatan akbar industri smartphone ini.

Bermula 2013, OPPO memperkenalkan perangkat OPPO Find 5 yang merupakan perangkat android yang memiliki layer full HD dengan kerapatan tinggi 441 ppi, sehingga gambar yang dihasilkan sangat baik. “Perangkat ini masuk ke Indonesia pada akhir 2013 dan dibandrol dengan harga Rp 5 jutaan,” kata Media Engagement Office PT. Indonesia OPPO Electronics, Aryo Meidianto, Rabu (22/2).

Di tahun berikutnya, OPPO memperkenalkan perangkat N1, yakni perangkat smartphone android dengan kamera putar pertama di dunia. “Waktu itu perangkat ini menjadi pendobrak industri smartphone dengan kamera putar 206 derajatnya,” bebernya.

2015 merupakan tahun di mana OPPO R5 diperkenalkan di MWC. Perangkat ini menjadi perangkat smartphone android paling tipis di dunia dengan ketebalan 4,85mm. “Saking tipisnya perangkat ini tidak memiliki jack audio 3,5 mm, yang menjadi inspirasi bagi vendor smartphone dunia saat ini.

“Tahun lalu menjadi momentum terbaik OPPO di MWC 2016. OPPO langsung memperkenalkan dua teknologi terbaru yang langsung menembus standar industri smartphone saat ini, yakni super VOOC dan smart sensor,” ungkap Aryo.

Super VOOC merupakan pengisian ulang paling cepat di industri smartphone, hanya dengan waktu 15 menit dengan baterai 2500 mAH dapat terisi penuh. “Sementara smart sensor adalah sistem anti guncang terbaru yang disematkan pada sensor kamera, bukan pada lensa seperti yang banyak digunakan saat ini,” jelasnya.

Di 2017, OPPO akan memperkenalkan teknologi terbarunya. Agaknya teknologi 5x pada kamera smartphone ini menjadi sebuah misteri akan teknologi yang akan diluncurkan pada pergelaran MWC. “Belum banyak informasi yang beredar mengenai teknologi ini, yang pasti perkembangan mengenai teknologi ini patut untuk disimak para penggemar OPPO,” tutupnya. (cr18)

One Resindence Apartemen Hadir dengan Nuansa Berbeda

0
One Residence Apartement.

batampos.co.id – One Residence Apartement bersiap memulai penjualan perdananya pada 18 Maret mendatang. Apartemen dengan konsep hunian eksklusif dengan pemandangan laut ini berada dalam kawasan strategis Harris Hotel, Batamcenter.

Chief Project Marketing PT Retzan Indonusa, Reagan Halim mengatakan lokasi strategis ini akan memudahkan segala aktivitas penghuni apartemen. Karena langsung berdekatan dengan Ferry Internasional Batamcenter. “Selain itu, bagi yang senang berbelanja bisa langsung berjalan ke depan dan belanja ke Megamall,” kata Reagan saat ditemui di Hotel Harris, Rabu (22/2).

Selain lokasi strategis, apartemen dengan 300 unit kamar ini juga menghadirkan pemandangan terbaik kota batam dan lautnya. “Apartemen ini bisa dimanfaatkan menjadi hunian berkualitas ataupun menjadi investasi terbaik,” ungkapnya.

Gedung 25 lantai ini dibangun di atas tanah seluas 3.900 meter per segi. Ada tiga tipe yang ditawarkan yakni dua kamar tidur luas 45 meter per segi, dua kamar tidur corner dengan luas 46,5 meter per segi dan tiga kamar dengan luas 70 meter per segi. “Harga yang kami tawarkan mulai dari Rp 700 juta hingga 1,4 miliar per unit. Dengan pembayaran cash ataupun cicilan 24 bulan dan 36 bulan serta via kredit pemilikan apartemen melalui bank,” sebut Reagan.

Pengembang PT Indonesia Paradise Property, tbk yang bekerja sama dengan PT Reztan Indonusa menjamin semua unit dalam hunian vertikal ini mendapatkan pencahayaan, sirkulasi dan pemandangan yang terbaik. “Kami hadir dengan hunian eksklusif yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas hidup terbaik,” ucapnya.

Setiap unitnya akan memiliki dua balkon, balkon pertama di kamar utama dan satu lagi ruang tamu. “Penghuni juga dimanjakan dengan kolam renang yang menghadap ke laut, kolam renang anak, fitnes center, fungsion room dan cafe resto,” kata Sales Manajer PT. Retzan Indonusa, Hen Bui.

Di kawasan apartemen ini juga akan disediakan area tepat berhadapan laut untuk jogging, yoga atau sekadar bersantai. “Berada di pusat pemerintahan dan bisnis, area apartemen ini juga dijamin memiliki keamanan terbaik,” ucapnya.

Hunian dengan desain kaca ini tampil elegan dan eksklusif, terlebih ke depannya pihak pengembang akan menyediakan sky garden di rooftop apartemen.

Bagi yang berminat bisa langsung berkunjung ke Kantor Agen terdekat atau Marketing Gallery di Hotel Harris. (cr18)

Grandeur Kitchen Sinks Anti Karat

0
Sales Marketing PT Grande Sanitari Farida menunjukan beberapa model kitchen sinks yang ditawarkan kepala pelanggan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Toko penyediaan kebutuhan perlengkapan kamar mandi dan dapur, PT Grande Sanitary Indonesia, menyediakan produk Grandeur Kitchen Sinks. Produk yang dimiliki ini memiliki keunggulan anti karat.

“Material yang digunakan stainless steel 304,” ujar Sales Marketing PT Grande Sanitary Indonesia, Farida, Rabru (22/2).

Farida mengatkan, selain terbuat dari bahan stainless steel, produk kitchen sinks ini proses akhirnya dengan lapisan mutiara sehingga terlihat mengkilat dan elegan. “Material lebih tebal sehingga tidak mudah penyok,” ucapnya.

Dia mengatakan, PT Grande Sanitary Indonesia memiliki tiga macam model kitchen sinks, ada yang satu lubang, dua dan tiga, serta memiliki ukuran yang berbeda-beda mulai dari 60 cm hingga 1,2 mete. Customer memiliki banyak pilihan yang sesuai dengan keinginan. “Lubang cucinya juga lebih dalam, aman ketika digunakan pakain tidak mudah basah terpercik air,” ungkap Farida.

Selain itu, kitchen sinks ini juga sudah didesain memiliki tempat sampah. Untuk memberikan rasa aman kepada pemiliknya pada tempat sampah ini dibuat dobel sehingga air tidak menetes kelantai. “Juga memiliki penutup yang rapat sehingga tidak berbau dan menimbulkan lalat,” paparnya.

Untuk menambah kesan elegan, pada bagian penyaringan lobang pembuangan air cucian juga dibuat dari bahan stainless steel. “Material tidak dari plastik,” imbuhnya.

Lebih lanjut Farida, untuk memudahkan penggunanya, kitchen sinks ini sudah diberi lubang keran jadi tidak perlu repot untuk melubangi ketika hendak dipasang. “Kami juga menyediakan tutup lubang keran jika desain pipa air beda dengan kitchen sinks yang kami sediakan,” terangnya.

Untuk mendapatkan produk ini, customer bisa mengunjungi toko di Ruko Purimas Blok C, Batamcenter atau di Ruko Lembung Rejeki Blok C, Nagoya. (cr14)

Belum Difungsikan, Penerangan Jembatan I Dompak Rusak

0
Sejumlah pengendara melintas di Jembatan I Dompak, Selasa (14/2). Sejumlah lampu jalan yang terpasang di jembatan ini rusak. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun penggunaan penerangan Jembatan I Dompak belum difungsikan, namun sejumlah lampu penerangan di atas jembatan tersebut sudah mulai rusak. Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengklaim kerusakan tersebut disebabkan oleh faktor alam.

Pantauan Batam Pos di Jembatan I Dompak, Rabu (22/2) siang. Sekitar belasan lampu penerangan yang sudah tidak utuh lagi. Karena sudah tidak memiliki kepala untuk membungkus lampu halogen yang sudah terpasang. Kerusakaan yang terjadi, akan menyebabkan adanya biaya tambahan untuk perbaikan.

“Kita sudah melakukan pengecekan di lapangan. Memang ada beberapa lampu penerangan jalan yang rusak,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kepri, Hendrija menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Dikatakannya, tanggungjawab untuk menuntaskan pembangunan Jembatan I Dompak baru diberikan kepada dirinya. Karena selama ini, dirinya adalah sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas PU. Masih kata Hendrija, penyelesaian pembangunan memang menjadi rekomendasi dari Komisi Keselamatan Jalan Terowongan dan Jembatan (KKJTJ).

“Terkait kerusakan yang ada tentu akan diperbaiki. Tetapi yang jelas, kerusakan yang terjadi bukan karena tangan manusia. Murni karena alam, apalagi sekarang ini sedang berlangsung musim angin utara,” papar Hendrija.

Lebih lanjut katanya, untuk menuntaskan pembangunan jembatan tersebut, Pemprov Kepri melalui PU Kepri sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11,5 miliar. Secara keseluruhan membutuhkan anggaran hampir Rp 26 miliar.

“Apa yang kami kejar sekarang ini adalah mendapatkan sertifikasi kelaikan dari KKJTJ. Apalagi dalam pekerjaan mengalami banyak rintangan dan kendala. Tentu perlu penegasan tentang kelaikan Jembatan tersebut,” tutup Hendrija.

Seperti diketahui, Jembatan I Dompak yang sudah menelan anggaran daerah sebesar Rp 312 miliar tersebut, digunakan secara resmi pada 29 November 2016 lalu.

Jembatan tersebut juga diusulkan untuk disematkan nama HM. Sani, sebagai dedikasi atas pengabdiannya dalam membangunan Provinsi Kepri. Penerangan jembatan menjadi persoalan. Karena menyangkut keselamatan pengendara yang melintas.(jpg)