Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 13622

Nokia 3310, akan Rilisulang? Hmmm…. Pasar Batam Woles Aja Tuh…

0
Nokia 3310

batampos.co.id – Nokia 3310 dikabarkan lahir kembali di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 pada akhir bulan ini. Ponsel ini diproduksi pada tahun 2000. Di seluruh dunia ponsel monokrom ini laku sebanyak 126 juta unit. Benarkah akan dirilis ulang?

Sejauh ini kabar itu sekadar bual-bual kedai kopi saja. Kendati rumor ini terus dan terus tersebar di media sosial, gemanya tak sampai di Batam, yang notabene penduduknya cukup aktif dalam bergonta-ganti gawai.

Sejumlah pemilik lapak gerai jual-beli ponsel di Lucky Plaza bahkan sempat terkejut ketika ditanya mengenai Nokia 3310.

“3310 itu hape lama. Mana lagi ada yang jual,” ucap Awi, seorang pedagang ponsel, Selasa (21/2).

Bukannya menerangkan pasal rumor reproduksi sang legenda Nokia 3310, Awi justru menawarkan varian produk lain dari pabrikan Nokia setahun dua belakangan. Sudah pasti, yang ditawarkan Awi adalah jenis ponsel pintar yang sudah berbasis Android dan bisa digunakan untuk mengakses internet. Sangat berkebalikan dengan Nokia 3310 yang berlayar monokrom dan hanya sebatas mampu berkirim pesan, memanggil, dan gim-gim sangat sederhana.

“Hape itu (Nokia 3310, red) zaman saya muda. Sekarang mana ada yang pakai atau jual lagi,” tambah Awi.

Senada diutarakan pedagang lain di bilangan Lucky Plaza. Rumor kehadiran kembali Nokia 3310 masih belum ada kejelasan. Diakui oleh Ninoy Yudit, yang sudah bertahun-tahun menekuni kerja jual-beli ponsel.

“Kalau sekarang, Nokia yang lagi booming itu Nokia 6 yang dirilis 2017 ini,” ujarnya.

Varian mutakhir dari vendor Nokia itu belum masuk di Indonesia. Tapi sudah secara resmi dijual di beberapa negara. Hal ini, kata Ninoy, menyebabkan beberapa pengguna antusias dan penasaran. Bahkan dari sejumlah warta dunia, konon pencarian Nokia 6 di internet berada di daftar peringkat teratas.

“Karena fiturnya yang menggiurkan. RAM-nya 6 gigabyte,” ujar Ninoy, yang juga mengaku tak kalah penasarannya dengan kehadiran ponsel tipe ini di Batam.

Meski telah mengaduk-aduk rasa penasaran, Ninoy memastikan Nokia 6 belum menyentuh tanah air. “Bisa jadi awal bulan depan. Sejauh ini via google saja paling bisa dicari infonya,” ujarnya.

Kebangkitan kembali Nokia 3310 terindikasi disambut gembira banyak kalangan. Bahkan ada yang membuat konsepnya, seperti Concept Creator yang mengetengahkan desain Nokia 3310 versi mereka.

Dalam konsep ini, Nokia 3310 membawa sejumlah peningkatan dari sisi hardware dan fitur. Namun desainnya yang ikonik tetap dipertahankan. Ada kamera di bagian belakang, tepat di atas logo Nokia. Kemudian layarnya berwarna seukuran 1,5 inch dari yang sebelumnya hanya hitam putih.

Namun itu baru sebatas prakiraan belaka. Sebab, Ninoy sendiri pun sangsi mengenai kemungkinan diproduksi ulang ponsel yang pernah ia pakai ketika di bangku sekolah menengah atas.

“Udah jadullah itu. Tinggal kenangan saja,” pungkasnya. (aya)

Boleh Diremas dan Dijadikan Koleksi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tak sekedar lucu dijadikan penghias di lemari hiasan. Mainan yang sekilas tampak seperti boneka pada umumnya ini, juga seringkali menjadi hiasan tas gantung yang bisa diremas-remas.

Sekilas tak ada yang berbeda. Boneka yang ramai digandrungi anak-anak usia Sekolah Dasar ini memiliki teksturnya yang lembut. Bahkan lebih lembut dibandingkan tekstur sepon. Sehingga jika diremas, dengan sendirinya dapat segera kembali ke bentuk semula. Aromanya harum. Bahkan yang berbentuk roti kerap kali mengeluarkan aroma selayaknya roti.

Boneka ini familiar disebut boneka Squishy. Yang mana jika diartikan dari bahasa Inggris, squeeze, berarti meremas. Sehingga squishy menjadi boneka yang menggemaskan untuk diremas.

Dikarenakan tekstur, harum dan bentuknya yang menggemaskan inilah, boneka squishy belakangan ini diburu para penggemarnya. Namun untuk mendapatkan boneka squishy ini tak semudah mendapatkan boneka dengan membelinya di toko mainan. Berhubung untuk mengoleksinya, mengartikan, si kolektor memiliki squishy yang paling langka atau paling jarang dijual bentuknya. Sementara boneka ini  baru banyak untuk didapatkan, dengan membeli secara online. Berhubung toko mainan tak menyediakan karkater atau bentuk yang beragam.

Toko mainan, sering kali hanya menawarkan squishy berbentuk buah, sayur atau berbagai macam roti. Namun yang paling spesial adalah squishy dengan bentuk karakter. Mulai dari karakter si kucing imut, Hello Kitty, bentuk bagian tubuh seperti gigi, maupun kepala binatang hingga kartun yang tayang di televisi.

“Kalau kami ngejual yang bentuk buah dan roti,” tutur Irene (27) salah satu penjual mainan di pusat perbelanjaan, Selasa (21/2) kemarin.

Menurut Irene, pemburu squishy tak terbatas pada kalangan anak perempuan semata. Dari pengalamannya menjual squishy yang masih digandrungi sejak dua bulan belakangan, anak lelaki pun tak mau kalah memburu squishy.

Sehingga mainan berbentuk boneka, squishy dibanderol dengan harga yang tak murah. Dari koleksi yang ditawarkan Irene, squishy kecil seukuran genggaman anak-anak dihargainya Rp 28 ribu. Hingga ukuran jumbo yang dihargai mencapai Rp 200 ribuan.

Naila (7) salah satu anak yang menyebut dirinya seorang kolektor squishy. Sejauh ini ia memiliki 14 squishy yang ia kumpulkan sebulan belakangan. Menurut ibu dari Naila, Eni Kusuma, anaknya keranjingan squishy setelah melihat di acara koleksi di televisi. “Teman-teman di sekolahnya juga saling menunjukkan koleksi. Jadinya Naila makin penasaran nambah koleksi,” ucap Eni, sembari menggandeng putrinya setelah melihat-lihat koleksi squishy di toko.

Diakui Eni, tak semua keinginan anaknya akan squishy dipenuhi. Berhubung harganya yang seringkali melangit.

“Tapi karena ngeliat anak, kadang-kadang saya geram juga remesin squishy,”tutur Eni sumringah.

Untuk memiliki squishy yang menggemaskan, pembeli bisa melihat dari tekstur boneka tersebut. Semakin baik teksturnya, semakin empuk pula squishy tersebut. Dan semakin mahal pula harga squishynya. Namun demikian, keempukan itulah yang menjadi daya tarik utama squishy itu sendiri.

“Mainnya diremas-remas gitu aja, terus baunya juga enak. Jadi suka,” ucap Naila lugu. (aya)

Pemko Batam Tak Lagi Menerima Pegawai Kontrak / Honorer

0
Pegawai Honorer Pemko Batam (baju biru polos)  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Kepegawaian,Diklat dan SDM Kota Batam, M. Syahir meminta semua SKPD untuk tak lagi menerima pegawai honorer atau kontrak. Ini akan membebani anggaran yang ada. Bahkan pegawai kontrak yang habis masa kerjanya dipastikan tidak akan diperpanjang.

“Kalau di sekretariat, sekali lagi saya tegaskan, tidak akan ada penerimaan. Kami stop baik itu kontrak. Kalau perjanjian kontraknya sudah selesai, ya distop. Jadi cenderung kami lakukan penurunan jumlah pegawai non PNS,” kata Syahir usai menghadiri paripurna DPRD Batam, Senin (20/2).

Syahir mengatakan saat ini jumlah PNS yang ada sudah cukup untuk difungsikan di semua SKPD. Kalau pun ada SKPD yang menerima pegawai, itu harus dilaporkan.

“Kalau kita minta jangan ada lagi penerimaan. Kalau pun ada OPD yang baru, menurut saya bisa dimutasi dari OPD yang punya pegawai lebih banyak,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada beberapa OPD yang memiliki tenaga kontrak dan honorer yang lebih dari cukup.

“Saya lupa total berapa jumlah pegawai honorer dan kontrak di Batam ini, tetapi memang agak besar. Tidak sampai 10 ribu tetapi mungkin sekitar 3-5 ribuan,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan jumlah pegawai honorer dan kontrak sudah memadai. Ia meminta agar Pemko Batam memperhatikan kesejahteraan tenaga kontrak yang ada saat ini.

“Kalau pegawai kontrak dan honorer di semua OPD saja diperhatikan semua sudah bagus. Dan menurut saya fungsi dari setiap anggota PNS harus diaktifkan,” katanya.

Menurut politisi dari PDI Perjuangan tersebut saat ini banyak tenaga honorer dan kontrak yang digaji tidak sesuai ketentuan. Seperti beberapa waktu lalu, di mana banyak tenaga medis di RSUD yang gajinya belum dibayarkan sepenuhnya.

“Semua OPD harus bertanggungjawab dengan pegawai. Harus diperhatikan, karena mereka yang mempekerjakan maka hak dari pegawai itu harus diberikan,” katanya. (ian)

BNI Batam Kucurkan KUR Rp 116,54 miliar

0

 

batampos.co.id – PT Bank Negara Indonesia TBK (BNI) Kota Batam telah berhasil memenuhi target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2016 sebesar 116, 54 miliar.

Sebelumnya, pemerintah telah memberlakukan penurunan bunga KUR dari 12 persen menjadi 9 persen pada 2016 lalu. Pemimpin Sentra Kredit Kecil (SKC) Batam, Amrul, SE, Ak, MM mengatakan BNI telah berkonsentrasi kepada penyaluran KUR untuk usaha mikro dan kecil.

“Ini terbukti dari realisasi dana KUR mencapai 100 persen dari target 116,54 miliar tersebut,” kata Amrul, Senin (20/2).

Pihak BNI dalam hal ini penyaluran KUR, tidak hanya memberikan modal saja, namun juga memberi arahan dan informasi terkait pemasaran produk melalui event dan pameran yang diselenggarakan di Kota Batam.

Jika pada 2015 lalu, BNI kucurkan dana KUR Rp 30 miliar. Tahun 2016 ini terjadi peningkatan hampir empat kali lipat. “Pemerintah pusat tentu saja memberi perhatian lebih terhadap dana KUR dan BNI siap mendukung penuh program ini,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah dalam hal ini juga memberikan suku bunga 9,95 persen untuk kredit produktif termasuk di dalamnya kredit investasi dan modal kerja.

Kredit investasi merupakan kredit jangka menengah atau jangka panjang untuk kebutuhan investasi usaha. “BNI juga memberikan kemudahan jangka waktu kredit yang bisa disesuaikan dengan kemampuan usaha nasabah,” ucap Amrul.

Mengenai Kredit Modal Kerja (KMK), BNI menyediakan produk pinjaman modal kerja. “Bisa digunakan untuk KMK industri, jasa pengangkutan, perhotelan dan kontruksi,” sebutnya.

Tahun 2017 ini, BNI juga dipercaya memenuhi target penyaluran KUR dengan besaran yang sama. “Dengan target Rp 116,54 miliar, mudah-mudahan BNI bisa terus berupaya memenuhi target KUR 2017 ini,” harapnya. (cr18)

Pemko Batam Minta Status Rempang – Galang segera Jelas

0
Lahan yang berada di Galang masih tampak kosong bangunanya, tetapi lahan kosong ini sudah “dimiliki” perusahaan dan perorangan, Kamis (9/2). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta Komisi IV DPD RI memperjelas status Rempang-Galang (Relang) ke pemerintah pusat. Supaya kawasan tersebut bisa dikelola dengan baik dan menambah pemasukan untuk daerah. Apalagi dengan direncanakannya Relang menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Kepala Inspektorat Pemko Batam, Heriman mengatakan pemerintah pusat sempat menjanjikan status KEK untuk kawasan Relang. Namun hingga kini, janji itu belum terealisasi, dan Relang masih berstatus quo.

“Kami minta kewenangan Relang untuk menjadi KEK bisa dipercepat. Sehingga aset daerah tersebut bisa dikelola dengan baik,” kata Heriman kepada rombongan Komisi IV DPD RI yang melakukan kunjungan kerja ke Batam di Graha Kepri, Senin (20/2) pagi.

Menurut dia, tim dari dewan kawasan (DK) pernah membicarakan keinginan Relang menjadi KEK ke pemerintah pusat. Namun, hingga kini belum ada jawaban jelas dari pemerintah pusat.

“Kami berharap DPD bisa memfasilitasi ini,” harap Heriman.

Sementara Ketua rombongan Komisi IV DPD RI, Haripinto Tanuwidjaja, pihaknya sudah pernah mendesak pemerintah pusat agar status Relang diselesaikan. Bahkan menurutnya, permasalahan tersebut sudah pernah dibahas dalam rapat paripurna.

“DDP RI sudah mendesak, bahkan berulang kali kita desak dalam rapat paripurna,” kata Haripinto.

Menurut dia, tak hanya dalam rapat paripurna, pihaknya juga menyurati Kementrian dan Presiden untuk status tersebut.

“Kita sudah surati juga. Kedepannya kita akan lebih aktif, agar status Relang bisa jelas,” pungkas Haripinto. (she)

Toyota Harries GS Desain Sporty dan Macho

0

 

Toyota Harrier GS di PT Nusa Jaya Mobilindo (NJM) Baloi. F.Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos.co.id – Toyota Harrier GS adalah salah satu tipe unik dan langka. Mobil keluaran Jepang ini hadir dengan bodi sporty dan macho. Showroom Nusa Jaya Mobilindo (NJM), Baloi memperkenalkan produk keluaran Jepang ini layak dimiliki untuk pecinta mobil sport.

Meskipun mobil terkesan tangguh dan kokoh, kata Marketing NJM Batam Ahua, Toyota tetap memprioritaskan kenyamanan pemakainya.

“Urusan dapur pacu, mobil ini dibekali mesin bertenaga 2000 cc,” kata Ahua.

Harrier GS ini dibekali dengan tipe mesin empat silinder yang menghasilkan 151 PS (111 kW) dan 193 Nm (142 lb-ft) yang dikombinasikan dengan sistem transmisi Super CVT-i.

Desain dua bilah krom di bumper dan headlamp LED menambah kemegahan Toyota Harrier GS ini. Selain itu, body mobil ini diperkuat dengan tuned suspension yang didesain lebih rendah dan velg 19 inch. “Jelas hampir semua fitur mobil sport ada di mobil ini,” ucapnya.

Masuk ke bagian interior, kesan sporty dan elegan sangat terasa di dalam mobil ini. Desain kursi mobil dibuat langsing dengan bahan serat karbon. Aksen piano juga terasa dengan warna hitam dan putih yang kontras dengan jahitan kursi.

Toyota Harrier GS juga menerapkan sistem keamanan tinggi dengan traction control yang mencegah terjadinya slip roda ketika sedang berakselerasi. “Ditambah dengan tujuh airbag untuk keamanan penumpangnya ketika terjadi benturan,” ujar Ahua.

Mengenai harga, dia mengatakan pelanggan bisa langsung kunjungi showroom NJM di Villa Idaman, Nomor 3, Baloi.(cr18)

Canon PowerShot SX540 HS, Tajam Buat Bidik Foto Jarak Jauh

0
Karyawati Toko Nikon Nagoya Hill, Puput menunjukkan kamera Canon PowerShot SX540 HS.F: Ahmad Yani/Batam Pos 

batampos.co.id – Ingin mendapatkan hasil foto yang memuaskan, Canon memberikan solusi lewat kamera tipe PowerShot SX540 HS. Kamera ini memiliki kenyamanan dan ketajaman dalam membidik objek dari jarak jauh.

“Kamera ini memiliki ukuran mungil, sehingga pengguna dapat menggenggam kamera dengan nyaman dan aman saat membidik gambar maupun merekam video,” ujar Karyawan Toko Nikon, Nagoya Hill, Aril, Senin (20/2).

Aril mengatakan, Canon ini memiliki zoom optik 50 kali yang sulit dipercaya yang dapat diperpanjang hingga 100 kali menggunakan teknologi unik Zoom Plus milik Canon. “Memotret detail yang menakjubkan pada subjek yang jauh, kamera ini cocok sebagai teman perjalanan,” ucap Aril.

Dengan sensor 20.3 megapiksel digabungkan dengan prosesor Digic 6 memastikan kualitas pemotretan dengan pengurangan noise bahkan saat memotret pada cahaya redup. “Sistem auto-focus pada kamera ini bekerja dengan sangat cepat dan akurat sehingga setiap momen dari dekat maupun jauh akan terekam dengan jelas dan tajam,” ungkap Aril.

Selain itu, kamera ini bisa merekam dengan kualitas Full HD 1080p pada frame rate 60p yang membuat rekaman video semakin halus terutama untuk menghasilkan rekaman adegan slow motion. “Selain foto kamera ini juga bisa merekam video tentunya gambar yang dihasilkan berkualitas,” jelasnya.

Untuk memberikan kemudahan berbagi foto maupun video ke berbagai perangkat gadget, dan lain sebagainya, kamera ini sudah dilengakapi dengan koneksi nirkabel wifi. “Pengguna kamera ini dapat mentransfer gambar langsung ke perangkat pintar dan membagikannya dengan teman-teman kapan saja dan dimana saja,” papar Aril.

Harga yang diberkan untuk sebuah kamera Canon powerShot SX540 HS ini adalah sebesar Rp 5 juta. Dengan harga tersebut sudah termasuk memori 32GB, satu tas dan anti gores. (cr14)

Kepemilikan Lahan di Rempang – Galang Ilegal

0
ilustrasi lahan. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Legalitas kepemilikan lahan di wilayah Rempang-Galang (Relang) oleh sejumlah pihak, baik perorangan maupun perusahaan dinyatakan tidak sah atau ilegal oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

“Kan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Saat ini masih status quo,” ujar Harry Simatupang, kepala Bidang (Kabid) Evaluasi Lahan dan Bangunan Kantor Lahan BP Batam, Senin (20/2) di Gedung Marketing BP Batam.

Harry juga memastikan, hingga saat ini BP Batam belum pernah mengeluarkan izin alokasi lahan kepada siapapun di Relang. Bahkan, belum ada satupun investor yang mendapatkan izin alokasi lahan di Relang, meski sudah banyak yang berminat.

Ia juga menegaskan status quo dan status taman buru di Relang hingga detik ini belum dicabut, sehingga klaim kepemilikan dan semua bangunan yang berdiri di atasnya otomatis ilegal. Baik itu berupa hotel & resort, objek wisata, dan tempat usaha lainnya.

“Masih menunggu kejelasan dari pusat (mencabut status quo, red),” ujar Harry, lagi.

Relang yang luasnya 24.583 hektare, kini memang habis dikavling dan diklaim milik perorangan maupun perusahaan.  Bangunan semi permanen hingga permanen makin banyak berdiri, khususnya lahan yang dijadikan objek wisata.

Secara hukum, Harry menegaskan Relang adalah wilayah kerja BP Batam sejak tahun 1992. Itu sebabnya, BP Batam juga telah menetapkan besaran tarif lahan di Relang.

“Karena status quo-nya belum dicabut, makanya kami juga tidak berani mengalokasikan lahan di Relang itu,” ujarnya, lagi.

Soal klaim kepemilikan yang didasarkan pada dokumen berupa alas hak yang diperoleh lewat aparat pemerintah setempat, Harry mengatakan, lahan di Relang belum pernah dialokasikan untuk jenis peruntukan apapun.

Harry juga menegaskan jika di lapangan ada Perusahaan Milik Asing (PMA) yang mengklaim memiliki lahan di Relang, maka sejatinya harus mengantongi  izin dari BP Batam. Sementara jika itu Perusahaan Milik Dalam Negeri (PMDN) maka izinnya dari Pemko Batam.

“Jika tidak punya (izin), artinya  berdiri secara ilegal,” ungkapnya, lagi.

Lantas mengapa BP Batam membiarkan bangunan-bangunan tersebut berdiri? Harry mengatakan bahwa status quo di Relang muncul dengan sendirinya.

Selain itu, banyak instansi pemerintahan yang punya kepentingan di sana, seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri,  bahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Perumahan Rakyat (Pera) juga.

Atmosfer perluasan wilayah kerja sudah berbeda ketika memasuki era otonomi daerah (Otda). Sehingga Relang banyak dirasuki kepentingan pihak tertentu.

“Nanti jika kita (BP Batam) turun ke lapangan, nanti ada pihak lain yang juga mengambil keputusan,” jelasnya.

Ia takut euforia yang terjadi nantinya dapat menimbulkan dampak tidak baik. “Nanti takutnya akan dibentur-benturkan. Makanya kami masih mengkaji wilayah tersebut,” jelasnya.

Harry menceritakan awalnya wilayah Relang dipersiapkan sebagai kawasan industri pendukung Batam.

Relang dipersiapkan menjadi kawasan industri untuk pembuatan komponen-komponen elektronik dan hardware.

Setelah selesai, komponen-komponen tersebut dikirim ke kawasan industri di Batam untuk dirakit. Dan setelah selesai, maka produk jadi sudah bisa diantar ke pelabuhan dan dikapalkan menuju tujuannya masing-masing.

“Pariwisata dan perumahan vertikal juga dulu ingin dikembangkan disana. Namun karena status quo maka Relang tak bisa dikelola,” tambah Harry.

Ketua Dewan Pakar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Ampuan Situmeang mengatakan status quo Relang itu hanya terhadap haknya, namun Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 Tahun 1992 itu tegas menyatakan bahwa Hak Pengelolaan Lahan (HPL)-nya akan diberikan ke Otorita Batam saat itu.

“Jika OB tidak merawat atau menjaganya dengan petugas Direktorat Pengamanan (Dirpam) maka masyarakat akan memanfaatkan lahan di sana karena memang dianjurkan oleh pemerintah pada masa sulit seperti pada tahun 1998,” jelasnya.

Namun, kata Ampuan semua ada solusinya asal BP Batam dan Pemko Batam bisa berkoordinasi secara sinergis. Dengan demikian pemerintah pusat dapat menyetujui yang disepakati dari Batam  selaku yang berkepentingan di tingkat lokal. (leo)

Direksi PT Pelindo I Setuju Usulan Dua Tarif Pas, Tarif WNA dan WNI Dibedakan

0

batampos.co.id – Direksi PT Pelindo I Medan telah menyetujui permintaan Pemko Tanjungpinang untuk memberlakukan dua tarif pas khusus Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura (SBP). Dua tarif pas itu untuk Warga Negara Asing (WNA) dikenakan Rp 60 ribu perpenumpang dan penjemput dan Warga Negara Indonesia (WNI) dikenakan Rp 40 ribu perpenumpang dan penjemput.

“Sudah disetujui Direksi Medan. Jadi untuk kenaikan tarif pas pelabuhan internasional akan disesuaikan dengan permintaan pemko. Tarif pas untuk WNA dan WNI akan dibedakan,” ujar General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan ketika dikonfirmasi, Senin (20/2).

Perubahan kenaikan tarif pas pelabuhan SBP, kata I Wayan, hanya dikhususkan untuk pelabuhan internasional saja. Sedangkan untuk pelabuhan domestik tetap diangka semula yaitu untuk penumpang dikenakan biaya Rp 6 ribu dan penjempu ataupun pengantar dikenakan biaya Rp 6 ribu juga.

Kendati demikian, lanjut I Wayan, pemberlakuan kenaikan tarif itu hanya bersifat sementara waktu. Karena tidak menutup kemungkinan ada perubahan yang siginifikan seiring kenaikan seluruh kebutuhan barang.

“Kami belum bisa buka untuk perubahan angka tarif selenjutnya. Tapi semua itu sudah diperhitungkan dengan matang,” jelasnya.

Ditanya mengenai jadwal pasti pemberlakuan kenaikan tarif pas itu, I Wayan mengaku harus dibahas terlebih dahulu dengan BUMD Kota Tanjungpinang dan Pemko Tanjungpinang. Tujuannya untuk memperoleh kesamaan persepsi dan pendapat. Sehingga ketika tarif pas baru diberlakukan tidak akan menuai polemik kembali.

“Rabu (22/2) kami akan rapat dengan BUMD dan Pemko Tanjungpinang. Disana akan dibahas jadwal pemberlakuan tarif dan permintaan dari Direksi PT Pelindo I Medan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur BUMD Tanjungpinang, Zonderfan mengaku sangat bersedia untuk dilakukannya pembahasan lagi. Sebab BUMD belum mengetahui hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh Direksi PT Pelindo I Medan.

“Kami sudah usulkan item-item sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS). Tapi belum tau rekom dari Direksi Pelindo Medan seperti apa. Makanya harus dirapatkan dulu,” katanya.

Sesuai PKS, kata Zonderfan, arah kebijakan kenaikan tarif pas pelabuhan hanya untuk mendukung dana pembangunan dan peningkatan fasilitas pelabuhan. Dari penambahan dermaga dan ponton, perluasan parkiran sampai pembangunan ruang tunggu VIP bertingkat.

Kemudian, lanjut Zonderfan, seiring diberlakukannya tarif pas baru PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang dan BUMD Kota Tanjungpinang akan meningkatkan pelayanan. Seperti menempatkan petugas-petugas di loket pembayaran sampai diruang tunggu.

“Kenaikan tarif sangat diperlukan untuk menyokong pembangunan dan pelayanan. Imbasnya juga kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tanjungpinang. Jadi diharapkan semua pihak setuju dengan tarif pas baru nantinya,” pungkasnya. (ary)

Menunggu Sentuhan Pemerintah

0

Jalan rusak menjadi pemandangan di ruas jalan di Batam. Masih banyak yang belum mendapat swentuhan pemerintah. Warga pun bertindak sendiri demi menjaga keamanan.

 

foto: dalil harahap / batam pos